Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin. Email: febriandinata98@gmail. com1, saputrahadi1997@gmail. com2, mabrur. imab@gmail. muhammadsyaifudin74@gmail. Pasca Sarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Riau. Indonesia Abstract This study aims to find out how to implement the independent learning curriculum in an Islamic This research is Library Research . , aims to collect data and information from books, magazines, documents, records, and historical stories and other stories, the data collection technique used is the documentation technique. The analysis in this study uses content analysis or content analysis. Content analysis will produce a conclusion regarding the language style of the book, ideas in the contents of the book and grammar. Based on the results of the research, it can be concluded that the implementation of the independent learning curriculum in an Islamic perspective, provides guidance to students for independent learning, and has high creativity, by increasing solidarity, as well as establishing hospitality and in the implementation of independent learning, there is an ethos of fastabiqul khairat . ompetition in virtu. that must be cultivated. Keywords: Implementation. Independent Learning. Islamic Perspective Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana pengimplementasian kurikulum merdeka belajar dalam perspektif islam. Penelitian ini merupakan penelitian Library Research . , bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang bersumber dari buku, majalah, dokumen, catatan, dan kisah sejarah serta artikel dan lainnya, teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis isi atau content analisys. Analisis isi akan menghasilkan suatu kesimpulan mengenai gaya bahasa buku, ide dalam isi buku serta tata tulis Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam perspektif islam, memberikan tutunan kepada para peserta didik untuk belajar mandiri, dan mempunyai kreatifitas tinggi, dengan meningkatkan solidaritas, serta menjalin silaturrahmi dan juga dalam implementasi merdeka belajar, ada nilai etos fastabiqul khairat . erkompetisi dalam kebajika. harus dibudayakan. Kata Kunci: Implementasi. Merdeka Belajar. Perspektif Islam Cara Mensitasi Artikel: Dinata. Hadi. Mabrur. , & Syaifudin. Implementasi kurikulum merdeka belajar Islam. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: febriandinata98@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 22/06/2023 : 29/06/2024 : 30/06/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. PENDAHULUAN Pendidikan adalah tonggak perkembangan sebuah bangsa, melalui pendidikan yang berkualitas tentu berkorelasi dengan daya saing sebuah bangsa. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Salah satu elemen penting dalam pendidikan adalah ketersediaan tenaga guru. (Kamaruddin, 2019 : . Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003 Bab XI Pasal 39 Ayat 2 dinyatakan bahwa pendidikmerupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. Sedangkan menurut UU Tahun 2004 tentang Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Nery, 2020 : . Seorang guru diharuskan mempunyai pandangan atau pendapat yang positif terhadap bagaimana menciptakan situasi dan kondisi belajar yang diharapkan, karena secara operasional gurulah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran di sekolah (Humaidi. , &Moh. Sain, 2021 : . Merdeka belajar merupakan proses pendidikan untuk menciptakan suasanasuasanapembelajaran yang membahagiakan dan menggembirakan. Merdeka belajar menuntut para guru, peserta didik, serta orang tua membangun suasana yang bahagia di lingkungan mereka. Merdeka Belajar mengembalikan literasi pendidikan kepada khittahnya sebagai momentum yang strategis untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Terwujudnya proses pembelajaran bagi peserta didik secara aktif perlu mengembangkan potensi dirinya, agar literat dalam spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik dalam mengembalikan pendidikan pada Hal ini mampu memerdekakan guru dalam mengajar. memberi ruang kreativitas siswa dalam belajar sehingga tercipta suasana belajar yang Literasi pendidikan selalu mempersilakan rasa ingin tahu, terjadi komunikasi dialogis, ada ruang kreativitas. mampu berkolaborasi untuk meraih kepercayaan diri. (Desrianti & Yuliana Nelisma, 2022:. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam bangsa yang unggul dan berkepribadian. Program Kurikulum Merdeka Belajar merupakan program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong peserta didik untuk menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja. (Zainuri & Zulfi, 2023:. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar memerlukan sejumlah langkah untuk memastikan keberhasilan dalam penerapannya. Berikut adalah langkahlangkah umum yang dapat diikuti: Pemahaman dan Sosialisasi Kurikulum: Sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan . uru, siswa, orang tua, dan masyaraka. mengenai konsep dan tujuan Kurikulum Merdeka Belajar. Pelatihan dan workshop untuk guru dan tenaga pendidik agar memahami filosofi dan pendekatan Kurikulum Merdeka Belajar. Penyusunan Rencana Pembelajaran: Guru dan sekolah menyusun rencana pembelajaran yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Pengembangan modul pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan sesuai minat. Pengembangan Kompetensi Guru: Pelatihan berkelanjutan untuk guru dalam hal metodologi pengajaran, penggunaan teknologi, dan pengelolaan kelas yang berpusat pada siswa. Peningkatan kompetensi guru dalam menyusun dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kontekstual. Fasilitasi Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa: Mendorong siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang relevan. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kolaboratif. Penilaian dan Evaluasi: Mengembangkan sistem penilaian yang lebih fleksibel dan komprehensif, termasuk penilaian formatif dan sumatif. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil ujian, tetapi juga proyek, portofolio, dan aktivitas lain yang mencerminkan perkembangan kompetensi siswa. Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: Bekerja sama dengan pihak luar seperti komunitas, industri, dan perguruan tinggi untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi siswa. Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses pembelajaran siswa. Pemantauan dan Evaluasi Implementasi: Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah. Menyusun laporan dan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan. Pengembangan Infrastruktur dan Sumber Daya: Menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar, termasuk akses ke teknologi dan bahan ajar. Meningkatkan akses siswa ke sumber belajar yang beragam dan relevan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dapat berjalan dengan efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam, islam mengajarkan kepada penganutnya bahwa ilmu dan pengetahuan suatu hal yang sangat diwajibkan untuk di pelajari. AEaO aE acaE aI e aEIA a aAEA a UAA a A eE a eE aI Aa a eOA AuMenuntut ilmu itu wajib atas setiap MuslimAy (HR. Musli. Kewajiban dalam menuntut ilmu dari kacamata Islam sangat di wajibkan karena seperti yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW dalam Aubarang siapa yang menginginkan dunia haruslah dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akhirat haruslah dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka haruslah dengan ilmuAy (HR. Ahma. , maka dalam dunia pendidikan pada kurikulum merdeka belajar perlu mempunyai standar mutu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Lembaga Pendidikan Islam harus mempunyai standar mutu yang diinginkan dan program-program mutu yang ditawarkan kepada masyarakat pengguna lembaga pendidikan. Program-program mutu ini harus disertai dengan standar mutu yang telah ditetapkan serta perlu adanya perencanaan stategis dan profesionalitas SDM yang menjalankan program-program mutu tersebut. (Mulyadi, 2019:. Dalam Al-QurAoan yang menjadi tujuan pendidikan adalah agar manusia menjadi hamba Allah SWT. Agar manusia mampu menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah fi al-Ardh, agar manusia berfikir dan menggunakan akalnya, agar manusia memiliki ilmu pengetahuan dan meninggikan derajatnya, dan supaya manusia mendapatkan kesejahteraan dan kebahagian hidup di dunia dan di (Mardiah, 2019:. Di Indonesia permasalahan yang sering muncul adalah setiap pergantian kedudukan menteri pendidikan, maka pergantian kurikulum juga akan terjadi, pertanyaannya adalah apakah kurikulum sebelumya sudah terimplementasikan secara menyeluruh?, atau apakah pemerintah tidak konsisten dengan kebijakkan kurikulum yang telah di buat?, untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu mengetahui apa itu kurikulum merdeka belajar dan bagaimana relevansinya dengan perspektif Islam. METODE Penelitian ini, adalah Penelitian kepustakaan atau Library Research bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang bersumber dari buku, majalah, dokumen, catatan, dan kisah sejarah serta artikel dan lainnya yang terdapat di ruang perpustakaan. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis isi atau content analisys. Analisis isi akan menghasilkan suatu kesimpulan mengenai gaya bahasa buku, ide dalam isi buku serta tata tulis. (Samsu, 2017:. Content analysis . nalisis konte. adalah metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi makna dari data teks atau visual secara sistematis dan objektif. Dengan menggunakan content analysis, peneliti dapat memperoleh wawasan yang Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam mendalam tentang cara konten digunakan dan diterima, serta bagaimana pesan dan makna dibentuk dan disebarluaskan dalam berbagai konteks. Sumber yang terkait secara langsung tetapi sangatlah membantu dalam penggalian materi penelitian. Misalnya buku, jurnal, karya ilmiahnya. Kemudian juga buku-buku tentang karakter yang relevan dengan fokus penelitian yang dapat mendukung pendalaman dan ketajaman dalam analisis penelitian ini. (Suyitno, 2018:. HASIL DAN PEMBAHASAN Merdeka Belajar Dalam referensi kata besar bahasa Indonesia, kata merdeka dapat diartikan terbebas dari penaklukan, imperialisme atau dapat diartikan merdeka. Dalam bahasa Arab kata merdeka biasanya disinggung sebagai AuhurriyahAy, dan itu mengandung arti dibebaskan dari segala jenis pembatasan diri pada apa pun atau AuistiqlaAy. Dalam situasi khusus ini, menjadi otonom sepadan dengan kesempatan untuk berpikir tanpa pamrih dan memutuskan penentuan sebelumnya sendiri. Sementara belajar pada umumnya adalah perubahan perilaku yang bertahan lama, kehidupan dapat diperoleh karena persepsi atau praktik. Merdeka Belajar juga merupakan motto edukatif yang saat ini sedang digalakkan oleh Sekolah dan Kebudayaan. Standar pembelajaran mandiri seharusnya mempercepat proses perubahan pelatihan di Indonesia yang selama ini dianggap layu tanpa henti. Medikbud bahkan menulis istilah schooling liberation karena pedoman pengajaran selama ini dianggap menggagalkan metode yang terlibat dalam mencapai perubahan instruktif yang mendorong kualitas dan sifat pelatihan di Indonesia. (Tohir, 2019:. Nadiem Makarim, memaklumi ide Free Discovering yang ia sampaikan. AuKesempatan belajar adalah kesempatan berpikir dan otonomi. Apalagi perwujudan kebebasan berpikir itu harus ada pada pengajar terlebih dahulu. Tanpa itu terjadi pada pengajar, diluar kemungkinan hal itu terjadi pada siswa,Ay ungkap Nadiem dalam Public Training Norms Conversation, di Century Park Inn. Focal Jakarta pada Jumat, 13 Desember 2019. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Belajar adalah perilaku yang relatif permanen dan dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang direncanakan. Pengalaman diperoleh seseorang dalam interaksi dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relatif Dikutip oleh Mohamad Syarid S dalam Eveline dan Nara, belajar adalah proses yang kompleks yang didalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek tersebut . Bertambahnya pengetahuan. Adanya kemampuan mengingat dan memproduksi. Adanya penerapan pengetahuan. Menyimpulkan makna. Menafsirkan dan mengkaitkan dengan realitas. (Desrianti & Yuliana Nelisma, 2022:. Tujuan Merdeka Belajar Dengan adanya strategi baru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau (KEMENDIKBUD) tentang Ide Belajar Gratis, seharusnya memiliki titik untuk membuat koneksi dan kecocokan atau interfacing alam semesta belajar dan alam Strategi Pembelajaran Otonom juga berarti memahami kualitas atau sifat dari sekolah yang berkelanjutan. Seperti yang mungkin kita ketahui dengan MerdekaBelajar, siswa memiliki kemampuan untuk belajar tidak hanya dalam satu bagian karena seperti yang dikatakan oleh Namdiem Makariem, anak-anak itu multi-keinginan, setiap anak harus memiliki pengetahuan sesuai kecenderungan mereka di bidangnya masing-masing, jadi mereka diberi kesempatan dalam kerajinan belajar dengan wawasan. mereka sendiri dan sesuai kapasitas mereka yang sebenarnya, tidak boleh ditangani hanya dengan satu wawasan, maju lebih lengkap dan komprehensif, dan membuat omong kosong mendapatkan udara dari titik mana pun, dan siswa sebagai fokus pembelajaran, dan sebagai subjek pembelajaran dan aspek utama, dan pengajar mengubah target pembelajaran siswa dan merencanakan ide yang masuk akal dan sesuai dengan tujuan yang ingin Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam (Kemendikbud, 2019: . Kelebihan dan Kekurangan Merdeka Belajar Program merdeka belajar yang tidak lama disampaikan dalam pidato kementrian pendidikan Indonesia Nadiem Makarim, merupakan salah satu program yang dapat membangunkan sistem pendidikan Indonesia yang begitu-begitu saja menjadi lebih bergairah dan maju seperti nama programnya yaitu Merdeka Belajar. Program merdeka belajar ini tentunya menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan karena kelebihan dan kekurangan program tersebut. Kelebihannya: Anak Didik Bebas Berekspresi Maksudnya anak didik bebas berekspresi dalam artian leluasa dalam belajar karnatidak di atur oleh satu pelajaran saja, intinya anak didik belajar sesuai potensinya masing-masing. Anak Didik Tidak Dituntut Sama Program merdeka belajar ternyata membawa perubahan pada sistem pendidikan Indonesia, karena selama ini anak didik ditargetkan oleh nilai akademik saja, maka program merdeka belajar menjadikan siswa terlihat istimewa karena skill yang berbeda-beda, dalam proses pembelajar pengenalan bakatnya, kita sebagai guru harus selalu ada agar anak tidak putus asa dalam berprosesnya. Rpp 1 lembar karena anak didik belajar sesuai potensinya masing-masing, maka kita selaku guru yang membimbing anak didik hanya perlu menyesuaikan arah, dengan adanya Rpp 1 lembar beban guru sedikit berkurang karena itu diharapkan guru pembimbing fokus dalam mengarahkan dan mendampingi anak didik. Kekurangannya: Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit Dengan bebasnya berekspresi anak didik dalam belajar, tentunya memakan waktudan biaya yang tidak sedikit, karena dalam berprosesnya anak didik berbeda-beda pemahaman. Kurangnya guru yang merdeka untuk mewujudkan anak didik yang merdeka dalam belajar tentunya memerlukan guru yang merdeka dalam mengajar juga, tetapi pengalaman para guru yang merdeka hanya sedikit kebanyakan dilihat dari pengalaman para guru pada masa kuliahnya dulu, hal ini disebabkan oleh Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam kurangnya pengalaman para guru, karena program merdeka belajar baru-baru ini Kurangnya referensiUntuk menjalankan program merdeka belajar ini tentunya memerlukan referensi atau rujukan seperti buku sebagai alat belajar, buku yang ada sekarang dinilai rendah, maka dari itu memerlukan buku yang lebih efesien untuk menjalankan pembelajaran dan mewujudkan program merdeka belajar (Kemendikbud, 2. Merdeka Belajar dan Visi Kenabian Semua Nabi dan utusan Allah SWT ditugasi untuk mengajarkan akidah Esensi ajaran tauhid adalah menuhankan Allah yang Maha Esa. menyembah selain-Nya. Sedangkan esensi bertauhid sejatinya adalah pemerdekaan diri dari segala bentuk tuhan palsu, berhala-berhala produk budaya atau ciptaan Jadi, manusia yang hanya menuhankan Allah yang Maha Esaitu adalah manusia merdeka. Orang yang masih percaya kepada selain Allah, percaya kepada sesembahan dan ketergantungan kepada berhala pada dasarnya tidak merdeka, dan diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri. Kisah Nabi Ibrahim AS dalam bereksperimen mencari dan menemukan Tuhan yang Maha Esa dalam surat al-AnAoam menarik diambil sebagai pelajaran. Mula-mula Ibrahim mengkritisi ayahnya. Azar. A EEA e aOae Ca aE a e aN eO aI aEa a eO aN a a ac aa A ee acAAIa UI aE aNU oaIA a AOA e AO a OEa aOCa eO aIEa a AacI aOeIA AuPantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata. Ay (QS. Al-AnAoam:. Dalam konteks ini. Allah memperlihatkan Ibrahim AS tanda-tanda kebesaran dan keagungan- Nya di langit dan di bumi. Ibrahim kemudian melakukan dialog kosmologis-teologis. e caAO AaEa acI ee a aE Ca aE aae a aA aEAa aEOeIA a aEa acI a acIA e o acAEa eO aN Eac eO aE a aE eO aEU Ca aE Na aA Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam AuKetika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang, . dia berkata: Inilah Tuhanku. Ay Tetapi, tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata: AuSaya tidak suka kepada yang tenggelamAy (QS al- AnAoam:. Dialog tersebut menumbuhkan kesadaran teologis pada diri Ibrahim bahwa Tuhan tidak semestinya Aumuncul lalu menghilangAy. Tidak puas dengan tuhan berupa bintang. Ibrahim melanjutkan dialog kosmologisnya, dengan mengamati dan mencermati bulan. AuKemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata: U AA aAO aaEa aE eOI acaI aIIA a aEa acI aa eECa aI a A e acAO aA e aAO oAaEa acI ee a aE Ca aE Ea aiO eI Eac eI Oa eN aIA e acA Ca aE Na aA aAeECa eO aI E ac aEcaOeIA AuInilah TuhankuAy. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: AuSesungguhnya, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang sesat. Ay (QS. al-AnAoam:. Hasil observasi Ibrahim terhadap bulan membawanya kepada kesimpulan sementara bahwa fenomena bulan sama saja dengan bintang: muncul dan Bulan tidak layak dituhankan. Artinya, ada Tuhan sejati yang menciptakan dan mengatur peredaran bulan. Dalam hal ini. Ibrahim mulai merasakan pentingnya Aupertolongan dan petunjukAy dari Tuhan sejati agar tidak menjadi orang-orang yang sesat dan menyesatkan. (Wahab, 2. Kurikulum Merdeka Belajar dan visi kenabian memiliki beberapa kesamaan prinsipil yang dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan pendidikan yang lebih holistik dan humanis. Berikut adalah beberapa kaitan antara keduanya: Pembebasan dan Pencerahan: Merdeka Belajar: Menekankan kebebasan dalam belajar, di mana siswa diberi ruang untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka tanpa tekanan standar yang kaku. Visi Kenabian: Para nabi membawa pesan pencerahan dan pembebasan dari kebodohan, penindasan, dan ketidakadilan, memberikan kebebasan berpikir dan bertindak berdasarkan prinsip-prinsip moral dan spiritual. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Pendidikan Holistik: Merdeka Belajar: Mendorong pendekatan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek akademis tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan sosial. Visi Kenabian: Menekankan perkembangan individu secara menyeluruh, mencakup aspek spiritual, moral, intelektual, dan sosial, sehingga menghasilkan manusia yang seimbang dan bertanggung jawab. Penghargaan terhadap Potensi Individu: Merdeka Belajar: Mengakui bahwa setiap siswa unik dengan potensi dan keunikan masing-masing, dan pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Visi Kenabian: Para nabi mengajarkan pentingnya mengenali dan menghargai potensi setiap individu, serta mendorong mereka untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi tersebut untuk kebaikan Pendidikan Nilai dan Etika: Merdeka Belajar: Menekankan pentingnya pendidikan karakter dan etika sebagai bagian integral dari kurikulum, bukan sekadar pengetahuan Visi Kenabian: Mengedepankan ajaran nilai-nilai moral dan etika yang tinggi, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial. Keadilan dan Kesetaraan: Merdeka Belajar: Berupaya memberikan akses pendidikan yang adil dan setara bagi semua siswa, tanpa diskriminasi. Visi Kenabian: Para nabi sering kali mengadvokasi keadilan sosial dan kesetaraan, menentang segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan dalam Pembelajaran Berbasis Konteks: Merdeka Belajar: Mendorong pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan siswa, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Visi Kenabian: Ajaran nabi sering kali disampaikan dengan cara yang relevan dengan konteks dan situasi masyarakat saat itu, sehingga pesan mereka mudah dipahami dan diterapkan. Pemberdayaan Masyarakat: Merdeka Belajar: Melibatkan komunitas dan masyarakat dalam proses pendidikan, sehingga pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Visi Kenabian: Para nabi sering kali melibatkan komunitas dalam perubahan sosial dan pendidikan, memberdayakan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik. Dengan memahami dan mengintegrasikan prinsip-prinsip dari visi kenabian ke dalam Kurikulum Merdeka Belajar, diharapkan dapat tercipta sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membentuk karakter dan moral siswa sesuai dengan nilai-nilai universal yang baik. Implementasi Merdeka Belajar Dalam Perspektif Islam Apakah konsep merdeka belajar dapat diimplementasikan di era digital dan disrupsi saat ini? Mengapa tidak! Merdeka belajar itu spirit, sikap pembelajar, dan pemberian kesempatan dan kebebasan, terutama oleh pemangku dan pengelola institusi pendidikan. Implementasi merdeka belajar, menghendaki kesamaan sikap, pandangan, dan orientasi. Merdeka belajar diinspirasi oleh tantangan hidup di masa depan yang menuntut penguasaan lebih dari disiplin keilmuan dan keterampilan. Merdeka belajar juga sejalan dengan konsep pembelajaran transformatif (Jack Maziro. , (Ki Hadjar Dewantar. , experimental learning (Carl Roger. , dan Contextual Teaching and Learning (CTL. Elaine B Johnso. Sementara itu, para pembelajar memiliki kecenderungan positif untuk melakukan eksplorasi, kolaborasi, dan mencari Aupengalaman baruAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa merdeka belajar sejatinya membuka kesempatan, peluang, tantangan, alternatif dan pengalaman baru dalam rangka mendiversifikasi keilmuan dan keterampilan selain Austruktur kurikulumAy yang sudah AudipaketkanAy dalam sekolahnya. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Dengan merdeka belajar, peserta didik bisa mengembangan kewirausahaan, melakuan penelitian bersama dosennya/gurunya dan peserta didik lain di luar lingkungan sekolahnya, di samping mengikuti pertukaran pelajar, mengikuti proyek kemanusiaan, menjadi volunteer pada Lembaga amal dan solidaritas sosial, dan sebagainya (Permendikbud No. 3 thn 2020. Ps 15. Ayat . Namun demikian, karena implementasi merdeka belajar itu bersifat opsional . , bukan obligasional, maka kick off tidaknya rencana pembelajaran secara merdeka ini sangat tergantung pada pimpinan dengan kebijakan yang ditetapkan. Pertimbangan rasional dan prospek ke depan tentu mengantarkan kepada pilihan bijak dan strategis bahwa merdeka belajar itu menjadi sistem pembelajaran alternatif yang diproyeksikan dapat membuah hasil dan luaran sistem pendidikan yang efektif dan berkemajuan. Dalam konteks ini. Islam menghendaki umatnya untuk selalu melakukan perubahan internal . ikap mental, pemikiran, dan mora. menuju khaira ummah . mat terbai. melalui proses pendidikan dan pembelajaran efektif, konstruktif, dan Sedangkan perubahan yang ideal itu dimulai dan digerakkan dari sistem pendidikan yang kuat, solid, dan efektif. Implementasi konsep merdeka belajar memang didesain agar peserta didik memiliki banyak alternatif kompetensi dan keterampilan yang relevan dikembangkan di masa depan. Melalui merdeka belajar, akselerasi penyelesaian studi dan fleksibilitas peminatan bidang ilmu dan keterampilan menjadi peluang berharga bagi peserta didik untuk mengembangkan karirnya di masa depan. Islam menghendaki implementasi merdeka belajar ini dikembangkan berbasis pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tauhid secara radikal . engakar kua. , kebebasan memilih dalam mengikuti perkuliahan dan praktik lapangan yang menjadi kebutuhan dan proyeksinya di masa depan. Dengan demikian, merdeka belajar itu harus dipahami secara utuh, menyeluruh, dan strategis, untuk kemudian diamalkan secara konkret, berbasis analisis kebutuhan mahasiswa di masa depan, dan berbasis kolaborasi lintas prodi dan institusi atas dasar take and give, taAoawun ala al-birri wa at-taqwa . erja sama dalam rangka mengembangkan budaya kebajikan dan takw. Jadi, implementasi Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam merdeka belajar itu harus dilakukan secara gradual, bertahap, dan berkelanjutan, dengan prinsip sesuai kaidah Auma la yudraku kulluhu la yutraku kulluhAy . pa yang tidak/belum dapat diraih/diwujudkan semuanya dari program merdeka belajar, mestinya tidak semua ditinggalka. Karena itu, dalam implementasi merdeka belajar, etos fastabiqul khairat . erkompetisi dalam kebajika. harus dibudayakan. (Wahab, 2. Merdeka Belajar dan Visi Kenabian Semua Nabi dan utusan Allah SWT ditugasi untuk mengajarkan akidah Esensi ajaran tauhid adalah menuhankan Allah yang Maha Esa. menyembah selain-Nya. Sedangkan esensi bertauhid sejatinya adalah pemerdekaan diri dari segala bentuk tuhan palsu, berhala-berhala produk budaya atau ciptaan Jadi, manusia yang hanya menuhankan Allah yang Maha Esa itu adalah manusia merdeka. Orang yang masih percaya kepada selain Allah, percaya kepada sesembahan dan ketergantungan kepada berhala pada dasarnya tidak merdeka, dan diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri. Dalam konteks ini. Islam menghendaki umatnya untuk selalu melakukan perubahan internal . ikap mental, pemikiran, dan mora. menuju khaira ummah . mat terbai. melalui proses pendidikan dan pembelajaran efektif, konstruktif, dan Maka. Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam perspektif Islam, memberikan tutunan kepada para peserta didik untuk belajar mandiri, dan mempunyai kreatifitas tinggi, dengan meningkatkan solidaritas, serta menjalin silaturrahmi dan juga dalam implementasi merdeka belajar, ada nilai etos fastabiqul khairat . erkompetisi dalam kebajika. harus dibudayakan. KESIMPULAN Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam perspektif Islam dapat disimpulkan sebagai sebuah upaya untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik, inklusif, dan berpusat pada perkembangan individu secara menyeluruh. Berikut adalah poin-poin utama yang merangkum kesimpulan tersebut: Pembebasan dan Pencerahan: Kurikulum Merdeka Belajar sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong pembebasan dari kebodohan dan penindasan, serta mempromosikan pencerahan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam intelektual dan spiritual. Islam mengajarkan pentingnya mencari ilmu dan menggunakan pengetahuan untuk kemajuan individu dan masyarakat. Pendidikan Holistik: Seperti dalam ajaran Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, moral, intelektual, dan fisik. Kurikulum Merdeka Belajar juga mendorong pendekatan holistik dalam pendidikan. Hal ini mencakup pengembangan karakter, etika, dan keterampilan sosial, selain pengetahuan Penghargaan terhadap Potensi Individu: Islam mengakui bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang harus Kurikulum Merdeka Belajar menghargai dan menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dan minat siswa, mendorong mereka untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sepenuhnya. Pendidikan Nilai dan Etika: Kurikulum Merdeka Belajar dan Islam sama-sama menekankan pentingnya pendidikan nilai dan etika. Islam mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk membentuk karakter siswa yang baik. Keadilan dan Kesetaraan: Prinsip keadilan dan kesetaraan dalam Islam tercermin dalam upaya Kurikulum Merdeka Belajar untuk memberikan akses pendidikan yang adil bagi semua siswa, tanpa diskriminasi. Setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Pembelajaran Berbasis Konteks: Islam mengajarkan pentingnya relevansi dan aplikasi praktis dari ilmu Kurikulum Merdeka Belajar mendorong pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan siswa, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Febrian Dinata. Saputra Hadi. Mabrur. Muhammad Syaifudin Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam Pemberdayaan Masyarakat: Kurikulum Merdeka Belajar melibatkan komunitas dan masyarakat dalam proses pendidikan, mencerminkan prinsip Islam yang mendorong partisipasi REFERENSI