GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 119-129 ISSN: 2301-6671 IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KEPRIBADIAN GURU DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK Rialdi Galih Putra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jl. Ciwaru Raya No. Cipare. Kec. Serang. Kota Serang 42117. E-Mail : rialdigalihputra@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru dalam proses penguatan pendidikan karakter disiplin pada peserta didik kelas i Al Baari di SD Islam Al Azhar 10. Kota Serang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif jenis deskriptif dengan subjek guru kelas dan peserta didik kelas i Al Baari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Peneliti menguji kredibilitas data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah memahami terkait konsep kompetensi pedagogik dan kepribadian dalam penguatan pendidikan karakter pada peserta didik. Kemudian dalam proses penguatan karakter disiplin pada peserta didik yang sudah diupayakan oleh guru kelas i Al Baari dapat dilihat oleh peneliti sudah baik. Guru kelas i Al Baari juga telah memberikan dampak yang positif terhadap peserta didik dalam upaya penguatan karakter disiplin. Kata-kata kunci: Kompetensi Pedagogik. Kompetensi Kepribadian. Pendidikan Karakter Disiplin Kemampuan PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, guru memegang peranan strategis yang sangat penting dalam mengenai peserta didik meliputi pemahaman kedewasaan, kematangan dan kemandirian. terkait psikologi perkembangan anak. Guru Berhasil tidaknya tujuan pendidikan, sangat harus mampu mendidik peserta didik, sehingga bergantung pada guru yang merupakan garda terdepan dalam melaksanakan pembelajaran di tentang bagaimana mendidik peserta didik. lembaga pendidikan formal dan nonformal. Kompetensi pedagogik sangat diperlukan oleh Guru harus menyadari akan fungsinya dalam pendidik, karena mereka akan menghadapi operasional kegiatan pembelajaran sebagai peserta didik yang belum dewasa. Pemahaman motivator, stimulus atau pemberi insipirasi, dan terkait kompetensi pedagogik guru merupakan fasilitator, sehingga peran guru yang selama ini salah satu kunci yang akan mempengaruhi hasil hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan belajar peserta didik. kepada peserta didik dapat lebih mengutamakan mendidik dimana Pemahaman Dalam proses pembelajaran, tugas guru seharusnya tidak hanya menyampaikan ilmu, karakter dan perliaku peserta didik agar menjadi tetapi juga harus menumbuhkan kepribadian lebih santun dalam taraf moral dan kehidupan peserta didik secara menyeluruh dan utuh. Guru sehari-hari. tidak hanya pandai menyampaikan bahan ajar, tetapi juga harus mampu mengembangkan menengah pertama yang dipecat karena bolos kepribadian, mengembangkan karakter dan kerja selama 176 hari. Hal tersebut sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Namun sangat disayangkan bahwa ternyata nomor 53/2010 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara. bahwa jika dalam waktu 46 hari tidak pembelajaran dengan baik masih sangat rendah. Terbukti berdasarkan hasil Ujian Kemampuan diberhentikan dengan hormat (Nugroho, 2. Guru (UKG) pada tahun 2012 di Provinsi Melihat kasus bolos kerja yang dilakukan oleh Banten, oknum guru tersebut menandakan bahwa profesional dan pedagogik, dari 30. 800 guru terdapat sebuah masalah serius dalam dunia peserta yang mengikuti UKG hanya 7000 pendidikan di Indonesia, karena guru tidak peserta saja yang lulus (Hidayat, 2. mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran Selain melaksanakan pembelajaran dengan dengan baik dan maksimal. Padahal guru selalu baik, kepribadian guru memegang peranan yang diberikan kemudahan dalam mendidik peserta sangat penting dalam membina kepribadian didik ketika kegiatan pembelajaran masih peserta didik. Hal tersebut dapat dipahami, dilaksanakan secara langsung di sekolah. karena manusia memiliki kebiasaan untuk Akan tetapi saat ini kegiatan pembelajaran meniru sesuatu, termasuk gurunya sendiri di sekolah untuk sementara waktu tidak dapat seperti dalam segi penampilan, sikap dan dilakukan karena seluruh negara-negara di lainnya yang dapat mempengaruhi tingkah dunia termasuk Indonesia mengalami musibah Kepribadian guru harus menjadi yaitu wabah virus Covid-19 (Corona Virus panutan bagi peserta didik, karena kepribadian Disease 2. yang berdampak pada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan kumulatif terhadap peserta didik. Sikap yang banyak kegiatan di luar rumah dan berusaha terpengaruh antara lain: motivasi belajar, untuk tidak berkontak langsung secara fisik disiplin, keinginan belajar, dan kebiasaan dengan sesama manusia demi mengurangi Akan tetapi, guru sebagai suri tauladan tingkat penularan korban virus itu sendiri. bagi peserta didik ternyata masih melakukan Maka Indonesia tindakan indisipliner di lingkungan sekolah, menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti berpenampilan tidak rapih ketika di secara permanen pada tahun ajaran baru 2020. Pembelajaran tersebut dilaksanakan kepada Kemudian masih terdapat guru yang tidak melakukan tugasnya dengan baik yaitu bolos perkumpulan pada suatu tempat. Secara rutin Tindakan indisipliner tersebut dapat dibuktikan berdarsarkan berita harian Kompas bahwa pada tanggal 22 Januari 2020, di pembelajaran dan langkah-langkah khusus yang Kabupaten Kudus terdapat tiga guru sekolah dikirimkan atau diberikan kepada peserta didik dasar dan satu pegawai administrasi sekolah yang kemudian melaksanakan tugas-tugas yang Mengenai akan dievaluasi oleh guru. Padahal, guru dan siswa tidak hanya terpisah secara geografis kesulitan untuk membuat suasana kelas daring tetapi juga waktu. Proses pembelajaran jarak yang kondusif, dan kemampuan guru yang masih kurang dalam menggunakan aplikasi menggunakan berbagai teknologi, seperti e- google classroom untuk pemberian tugas atau learning melalui program televisi, materi materi yang akan diberikan kepada peserta tertulis, dan melalui ruang komunikasi digital, papan buletin, dan konferensi video. Walaupun terdapat beberapa masalah yang Permasalahan tersebut membuat kegiatan dihadapi ketika melakukan pembelajaran jarak pembelajaran daring terasa lebih berat bagi guru Hal tersebut menjadi sebuah tantangan dan peserta didik. Akan tetapi, yang paling penting adalah tantangan guru sebagai pendidik mengembangkan kemampuannya dan berupaya membentuk watak serta peradaban bangsa agar tujuan pendidikan tercapai disaat masa pandemi seperti ini. Salah satunya guru berkontribusi khususnya karakter disiplin, walaupun dalam dalam penguatan karakter disiplin pada peserta kondisi pembelajaran tanpa tatap muka secara Di sekolah yang akan peneliti tuju akan meneliti bagaimana implementasi kompetensi Salah satu Sekolah Dasar yang terletak di Kota Serang adalah SD Islam Al Azhar 10 pendidikan karakter disiplin pada Serang peserta didik kelas i Al Baari di SD Islam Al berbasis Islam. Sekolah tersebut memiliki Azhar 10 Serang dengan menggunakan konsep prinsip bahwa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh. pembelajaran selalu dilaksanakan tepat waktu. Dengan memperhatikan rumusan masalah penuh tanggung jawab dan disiplin. Pada tahun maka tujuan penelitian dalam penelitian ini ajaran baru 2020 dan secara umum adalah AuUntuk Mengetahui dalam masa kondisi pandemi saat ini. SD Islam Al Azhar 10 Serang Implementasi menggunakan kegaitan Pembelajaran Jarak Kepribadian Guru dalam Penguatan Pendidikan Jauh Karakter Disiplin Pada Peserta DidikAy. Agar (PJJ) melaksanakan kegaitan pembelajaran. Akan tetapi berdasarkan hasil wawancara Kompetensi Pedagogik merumuskan tujuan penelitian secara khusus peneliti dengan Guru Kelas i Al Baari pada yaitu sebagai berikut : hari Selasa, 28 Juli 2020. Terdapat beberapa Untuk masalah yang dihadapi oleh beliau, seperti koneksi jaringan internet yang tidak stabil yang kepribadian dalam penguatan pendidikan mengakibatkan sering terjadi putus koneksi karakter pada peserta didik. dengan peserta didik ketika melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan salah satu Untuk penguatan pendidikan karakter disiplin pada peserta didik kelas i Al Baari di SDI Al Azhar 10 Serang. langsung dalam masalah yang diteliti. Untuk mengetahui dampak dari proses Dokumentasi penguatan pendidikan karakter disiplin pada Untuk menghasilkan peneitian yang valid peserta didik kelas i Al Baari di SDI Al dan didukung oleh bukti otentik serta nyata Azhar 10 Serang. dan bisa lebih dipercaya, maka peneliti melakukan pengumpulan data dengan teknik METODE Penelitian ini dilakukan di SD Islam Al Teknik dokumentasi ini akan Azhar 10 Serang bertembat di Jl. Jalan H. TB. membantu peneliti dalam melaksanakan Mamun No. Kecamatan kegiatan observasi dan wawancara. Serang. Kota Serang. Subjek penelitian yaitu guru kelas dan Teknik analisis data yang digunakan peserta didik kelas i Al Baari. Metode yang ialah model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian deksriptif kualitatif dengan pengumpulan data dengan cara triangualsi teknik yaitu : Observasi. HASIL Observasi yang dilakukan menggunakan PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil wawancara dengan guru panduan observasi pada saat pengamatan kelas i Al Baari di SD Islam Al Azhar 10. Pengamatan ini dilakukan saat peneliti menemukan informasi lebih lanjut subyek melakukan kegiatan pembelajaran dan pada saat jalannya wawancara. Pemahaman Guru Mengenai Kompetensi Kegiatan Pedagogik Kepribadian Dalam berulang kali sampai didapatkan semua data Penguatan Pendidikan Karakter Pada Peserta yang diperlukan. Pelaksanaan yang berulang Didik ini memiliki keuntungan dimana responden Terkait yang diamati akan terbiasa dengan kehadiran peserta didik beliau menyadari bahwa upaya peneliti sehingga responden berprilaku apa guru dan orang tua dalam menjalankan program pendidikan karakter khususnya Wawancara kedisiplinan masihlah kurang. Hal tersebut Dalam mengumpulkan data penelitian, dikarenakan lemahnya sikap tegas guru peneliti tidak hanya menggunakan metode observasi, tetapi peneliti juga menggunakan peserta didik yang tidak disiplin. Kemudian metode wawancara semiterstruktur yang pengawasan orang tua yang kurang terhadap sudah termasuk dalam kategori in-depth peserta didik karena memiliki kesibukan lain seperti pekerjaan dan kepentingan lainnya. guna mendapatkan data dari Kemudian melihat kondisi pembelajaran Selanjutnya jarak jauh yang diterapkan oleh sekolah saat pembelajaran daring di zoom meeting ini, beliau menyadari bahwa kedisiplinan terkadang ada beberapa peserta didik yang yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik. tidak menunjukkan wajahnya atau tidak Salah satunya disiplin dalam membagi mengaktifkan kamera. Hal tersebut membuat waktu, karena belajar dari rumah bukan beliau menjadi ragu terhadap mereka yang berarti mempunyai waktu untuk bermalas- Maka dari itu perlu adanya kemungkinan peserta didik tersebut tidak pembagiaan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. menyatakan bahwa terdapat peserta didik Kemudian Setelah yang tidak mau diam atau melakukan kegaitan lain diluar kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi, ceramah, seperti menggunakan fitur chat yang tidak tanya jawab dan penugasan kepada peserta ada hubungannya dengan pembelajaran atau Adapun penggunaan metode diskusi menganggu peserta didik yang lain ketika dikala pembelajaran daring ini, menurut menjawab soal di fitur whiteboard zoom beliau metode diskusi seperti memberikan Melihat pembelajaran sambil mengajak peserta didik untuk membantu memecahkan masalah yang memberikan punishment kepada peserta sedang dipelajari. didik melainkan memberi nasihat atau Penggunaan peringatan terlebih dahulu dengan bahasa yang santun. Kemudian apabila melakukan langsung sangat berpengaruh dengan peserta pelanggaran berulang kali maka akan ada didik terhadap penguatan karakter disiplin, pengurangan nilai. Metode karena dapat membuat peserta didik lebih Sistem pengurangan nilai yang dilakukan interaktif dan lebih bersemangat mengikuti oleh beliau ketika peserta didik melakukan pembelajaran daring. pelanggaran berulang kali atau terlambat Agar menyenangkan bagi peserta didik, beliau terkadang mengadakan ice breaking sebelum keseluruhan yang telah diraih oleh peserta memulai pembelajaran baik dalam bentuk Menurut beliau dengan hukuman video atau lainnya yang ditampilkan di seperti ini akan membuat peserta didik aplikasi zoom meeting. Kemudian membuat media pembelajaran berbasis video animasi kesalahannya kembali dan bersungguh- yang bisa diakses melalui kanal youtube sungguh dalam belajar. milik beliau. Selanjutnya tidak dapat dipungkiri bahwa Pendapat terkadang masih saja terdapat masalah yang dalam penggunaan waktu senada dengan Ketika Wiyani . 9:43-. pembelajaran daring berlangsung masih disiplin dalam penggunaan waktu perlu terdapat peserta didik yang masih sulit untuk diperhatikan dengan seksama. Waktu yang sudah berlalu tak mungkin dapat kembali Misalnya ketika diberi soal Hari yang sudah lewat tak akan datang latihan terdapat peserta didik yang tidak bisa Tak dapat dipungkiri bahwa orang- menjawab atau salah menjawab. Walaupun orang yang berhasil mencapai sukses dalam seperti itu beliau menganggap masalah hidupnya adalah orang-orang yang hidup tersebut adalah hal yang wajar dialami oleh mereka karena masih dalam proses belajar. Oleh karena itu beliau berusaha untuk dengan sendirinya, akan tetapi melalui mengarahkan, mengoreksi dan memberikan latihan yang ketat dalam kehidupan pribadi. Disiplin penjelasan kembali materi yang belum Kemudian dimengerti dan juga selalu memberikan latihan soal kepada mereka. menggunakan metode diskusi, ceramah. Pembahasan tanya jawab dan penugasan kepada peserta Pemahaman Guru Mengenai Kompetensi Adapun penggunaan metode diskusi Pedagogik Kepribadian Dalam beliau merubahnya menjadi metode diskusi Penguatan Pendidikan Karakter Disiplin bersama yang mana beliau memberikan Pada Peserta Didik Berdasarkan hasil wawancara terhadap pembelajaran sambil mengajak peserta didik narasumber selaku guru kelas i Al Baari di untuk membantu memecahkan masalah yang SD Islam Al Azhar. Menurutnya pada saat ini permasalahan karakter peserta didik yaitu pembelajaran tersebut menurut beliau secara ketidakmampuan dalam membagi waktu tidak langsung sangat berpengaruh dengan untuk menjalankan rutinitas sehari-hari, baik peserta didik terhadap penguatan karakter di sekolah maupun di rumah. Kemudian disiplin, karena dapat membuat peserta didik melihat kondisi pembelajaran jarak jauh lebih interaktif dan lebih bersemangat yang diterapkan oleh sekolah saat ini, beliau mengikuti pembelajaran daring. Penggunaan menyadari bahwa belajar dari rumah bukan Pendapat beliau mengenai penggunaan berarti mempunyai waktu untuk bermalas- metode pembelajaran tersebut sesuai dengan Maka dari itu perlu adanya pembagiaan waktu untuk beribadah, belajar, untuk membina manusia yang life long bermain, dan mengerjakan tugas yang learnes . embelajar sejat. bisa dilakukan diberikan oleh guru. dengan beberapa langkah ialah salah satunya Amri, dkk. bahwa adalah menerapkan metode belajar yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik, tetapi membina dan mengembangkannya yaitu metode yang dapat meningkatkan keteladanan, pembiasaan tingkah laku yang dimensi manusia terlibat secara aktif dengan pesan-pesan terpuji, dan sebagainya. diberikan materi pelajaran yang konkret. Setelah itu, dalam penegakan tata tertib bermakna, serta relavan dalam konteks pembelajaran jarak jauh tersebut, beliau . tudent contextual learning, inquiry-based learning, punishment bagi peserta didik. Pemberian integrated learnin. reward, seperti penambahan poin kepada Selanjutnya pertanyaan atau mampu menjawab quiz atau sebenarnya tidak ada tata tertib khusus soal yang diberikan oleh beliau. Selain dalam pembelajaran daring yang dibuat oleh pemberian reward, beliau juga memberikan sekolah untuk peserta didik ketika. Akan punishment dengan melakukan pengurangan tatapi, beliau membuat peraturan sendiri dan nilai atau poin kepada peserta didik yang menyampaikannya secara lisan saja seperti tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, mengingatkan kepada peserta didik untuk selalu hadir tepat waktu di room zoom Maka dari itu menurut beliau dengan meeting, menampilkan wajahnya dengan diberikannya reward dan punishment kepada cara mengaktifkan kamera ketika sedang peserta didik akan membangkitkan semangat mengikuti pembelajaran di zoom meeting, belajar mereka dikala kondisi pembelajaran selalu mengaktifkan mikfrofon, tidak keluar daring seperti ini. Pendapat pembelajaran berlangsung, mengumpulkan pandangan TuAou . 7: 38-. bahwa tata tugas tepat waktu dan selalu mengikuti tertib ini berisi hal-hal yang positif dan harus pembelajaran dengan baik. dilakukan oleh peserta didik. Sisi lainnya Walaupun SD Islam Al Azhar tidak berisi sanksi atau hukuman bagi yang mempunyai peraturan khusus terkait tata melanggar tata tertib tersebut. Hukuman tertib pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Akan tetapi, beliau sebagai guru kelas i Al memberi motivasi dan kekuatan bagi peserta Baari mempunyai insiatif dalam membuat didik untuk mematuhi tata tertib dan tata tertib pelaksanaan pembelajaran jarak peraturan-peraturan yang ada, karena tanpa adanya hukuman sangat diragukan peserta Hal tersebut didik akan mematuhi peraturan yang sudah dengan pendapat Hosnan . 6:135-. bahwa guru sebagai pendidik seharusnya kepribadian dan sikap mental peserta didik. Proses Penguatan Pendidikan Karakter Disiplin Pada Peserta Didik Kelas i Al Baarii di SD Islam Al Alzhar 10 Seperti Selanjutnya keteladanan merupakan perbuatan baik yang dapat ditiru atau dicontoh oleh orang lain. peneliti melihat beliau selalu membuat Guru sebagai orang tua peserta didik di laporan jurnal proses pembelajaran jarak sekolah harusnya menjadi tauladan bagi Hal tersebut dapat diketahui karena peserta didik. peneliti selalu menerima laporan jurnal Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD Islam Al Azhar 10 tersebut dari beliau setelah melaksanakan Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan, pada saat proses penguatan pemberian keteladanan. Peneliti melihat karakter disiplin melalui proses pemberian selama melakukan pengamatan beliau selaku keteladanan yang diberikan beliau kepada guru kelas i Al Baari selalu mengucapkan peserta didik sesuai dengan pendapat TuAou salam ketika hendak memulai pembelajaran. bahwa kepala sekolah, guru-guru Selain itu, peneliti juga melihat beliau serta penata usaha sangat berpengaruh masuk ke dalam room meeting selalu tepat terhadap disiplin para peserta didik, karena waktu, bahkan beliau lebih awal telah masuk mereka lebih bisa meniru apa yang mereka ke dalam room meeting tersebut sambil lihat dibanding apa yang mereka dengar. menunggu peserta didik yang lain masuk. Bukan hanya itu menurut Prijodarminto Akan tetapi, pada pengamatan selanjutnya peneliti melihat beliau datang terlambat bahwa disiplin akan tumbuh dan dapat masuk ke kelas ketika pembelajaran tatap penanaman kebiasaan dan keteladanan. TuAou Kemudian ketika proses pembelajaran Dampak Dari Proses Penguatan Pendidikan tematik, peneliti juga melihat pada selama Karakter Disiplin Pada Peserta Didik Kelas proses pembelajaran jarak jauh dan tatap i Al Baari di SD Islam Al Azhar 10 muka beliau selalu mengacu pada RPP yang Setelah telah dibuat dan dapat dibuktikan oleh penguatan pendidikan karakter disiplin pada peneliti dengan adanya RPP yang telah peserta didik kelas i Al Baari, peneliti juga diberikan oleh beliau. Kemudian ketika pembelajaran berlangsung peneliti melihat Mengenai dampak ini dilakukan terhadap peserta didik kelas i Al Baari. Dalam melihat dampak dari penguatan karakter membantu peserta didik ketika kurang disiplin ini peneliti menggunakan teknik memahami materi pembelajaran matematika pengumpulan data yaitu observasi dengan dan IPA. Beliau memberikan penjelasan mengamati karakter peserta didik kelas i ulang terkait materi yang telah diberikan dan Al Baari selama proses pembelajaran jarak membimbing peserta didik untuk menjawab jauh berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan terkait dari room meeting dikarenakan koneksi peserta didik masuk ke dalam zoom meeting internet yang tidak stabil. Kemudian peserta tepat waktu. Pada suatu kesempatan peneliti didik dalam setiap pembelajaran terdapat melihat peserta didik terlambat masuk ke peserta didik yang mengajukan pertanyaan dalam room meeting. Kemudian beliau terkait materi yang telah disampaikan oleh menegur kembali agar tidak terlambat lagi. Peneliti melihat setelah diberikannya Setelah itu, dalam pengamatan selanjunya sebuah apresiasi kepada peserta didik, peneliti melihat seluruh peserta didik telah terlihat pembelajaran lebih interaktif antara masuk ke dalam room meeting tepat waktu guru dengan peserta didik. Selian itu, dan terlihat telah berisap untuk mengikuti sebelum menutup pembelajaran peneliti melihat semua peserta didik mengaktifkan mikrofon ketika berdoa agar terdengar oleh Kemudian memulai pembelajaran. Semua peserta didik beliau sembari memantau peserta didik. mengaktifkan mikrofon ketika berdoa agar Selanjutnya peneliti melihat selama terdengar oleh beliau sembari memantau pemberian tugas maupun ulangan harian peserta didik. melalui google classroom. Peserta didik Selain itu, pada saat pembelajaran selalu mengumpulkan tugas tepat waktu berlangsung, peneliti melihat seluruh peserta sesuai dengan tenggat waktu yang telah didik memperhatikan beliau yang sedang Baik tugas yang dikerjakan menjelaskan materi. Kemudian peneliti juga melalui buku tematik maupun ulangan Hal bermain gawai, tidak membuat kegaduhan, menandakan bahwa sistem pengurangan dan menganggu temannya ketika menjawab poin bagi yang terlambat mengumpulkan soal yang diberikan oleh beliau. Selanjutnya cukup efektif untuk membuat peserta didik selama pembelajaran berlangsung, seluruh tidak lagi terlambat untuk mengumpulkan peserta didik selalu mengaktifkan kamera tugas dan ulangan harian yang telah pada zoom meeting ketika pembelajaran sedang berlangsung. Walaupun pada suatu Proses perkembangan karakter disiplin kesempatan, peneliti melihat peserta didik yang terjadi pada peserta didik kelas i Al yang tidak mengaktifkan kamera ketika Baari dikarenakan teknik yang digunakan pembelajaran sedang dimulai, kemudian oleh beliau sebagai guru kelas dalam upaya beliau menegur peserta didik tersebut untuk penguatan karakter disiplin, seperti yang mengaktifkan kembali kameranya. Setelah diungkapkan oleh Imron . 1:174-. itu, peneliti juga melihat seluruh peserta didik tidak keluar dari meeting room ketika pembinaan disiplin peserta didik adalah pembelajaran sedang berlangsung. sebagai berikut : Akan tetapi, pada beberapa kesempatan teknik-teknik Teknik External Control terdapat peserta didik yang tiba-tiba keluar External control adalah suatu teknik Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dimana peserta didik harus dikendalikan dari luar peserta didik. Teknik ini meyakini kebenaran akan teori X, yang AuImplementasi Kompetensi Pedagogik dan mempunyai asumsi-asumsi tak dbaik Kepribadian Guru dalam Penguatan Pendidikan mengenai manusia. Mereka senantiasa Karakter Disiplin Pada Peserta DidikAy. Maka diawasi dan dikontrol terus, agar tidak dapat disimpulkan bahwa, guru kelas i Al terjerembab ke dalam kegiatan-kegiatan Baari SD Islam Al Azhar sudah baik dalam yang destruktif dan tidak produktif. Menurut teknik external control ini, karakter pada peserta didik, seperti pemahaman didisiplinkan, dan kalau perlu ditakuti dengan ancaman dan ganjaran. Ancaman diberikan kepada peserta didik yang tidak berlandaskan pendidikan karakter disiplin, dan disiplin, sementara ganjara diberikan sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran kepada peserta didik yang mempunyai yang berlandaskan pendidikan karakter disiplin. disiplin tinggi. Kemudian dalam proses penguatan karakter Teknik Inner Control disiplin pada peserta didik kelas i Al Baari di Teknik ini merupakan kebalikan dari SD Islam Al Azhar yang sudah diupayakan oleh teknik di atas. Teknik ini mengupayakan guru kelas i dapat dilihat oleh peneliti sudah agar peserta didik dapat mendisiplinkan baik, karena pada sat proses penguatan diri sendiri. Peserta didik didasarkan disiplin pada peserta didik, guru tersebut akan pentingnya disiplin. Sesudah sadar, diantaranya mampu memberikan keteladanan ia akan mawas diri dan berusaha yang cukup baik kepada peserta didik, mampu mendisiplinkan diri sendiri. Jika teknik ini dapat dikembangkan dengan baik peserta didik, berani memberikan hukuman maka akan mempunyai kekuatan yang yang sifatnya mendidik bagi peserta didik, dan lebih hebat dibandingkan dengan teknik memberikan penghargaan bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan baik. Jika control ini yang dipilih oleh guru maka Selanjutnya guru kelas i Al Baari juga guru haruslah bisa menjadi teladan dalam hal kedisiplinan, sebab guru tidak akan penguatan karakter disiplin terhadap peserta dapat mendisiplinkan peserta didiknya, didik kelas i di SD Islam Al Azhar 10. Hal jika ia sendiri tidak disiplin. Guru harus tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan sudah memiliki self control dan inner terhadap perilaku peserta didik yang hasilnya control yang baik. berdampak cukup baik bagi karakter peserta KESIMPULAN didik di sekolah, seperti aktif bertanya ketika mengikuti proses pembelajaran, peserta didik aktif pembelajaran, dan peserta didik menyelesaikan tugas dan ulangan harian yang diberikan oleh guru tepat waktu. SARAN Untuk pembaharuan terhadap kualitas pendidikan Indonesia sehingga bisa mencapai tujuan yang beberapa saran yang membangun kepada : Bagi Pendidik Disarankan agar para guru berkeinginan penguatan karakter disiplin kepada peserta didik agar lebih berdisipin dalam bersikap dan berperilaku. Bagi Sekolah Disarankan meningkatkan kesiapan program penguatan Amri. Sofan. Ahmad Jauhari, dan Tatik Elisah. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran. Jakarta : PT. Prestasi Pustakaraya. Fatah. Darul. Indonesia Produksi 64 Juta Ton Sampah per Tahun. Tersedia pada : https://indopos. id/read/2019/07/07/1806 01/wow-indonesia-produksi-64-juta-tonsampah-per-tahun/. Diakses pada tanggal 05 Oktober 2019. Hosnan. Etika Profesi Pendidik Pembinaan dan Pemantapan Kinerja Guru. Kepala Sekolah, serta Pengawas Sekolah. Bogor : Ghalia Indonesia. Imron. Ali. Manajemen peserta didik berbasis sekolah. Jakarta : Bumi Aksara. Liani. Annisa. AuKedisiplinan Guru Pada Sekolah Dasar Negeri 004 Tanjungpinang BaratAy. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Ilmu Administrasi Negara. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Napitupulu. Ester Lince. Kompetensi Guru Memprihatinkan. Tersedia pada : https//:amp. com/properti/read/201 2/07/25/19413379. pendidikan karakter disiplin pada peserta Bagi Peneliti Dengan adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, kepada peneliti lain diharapkan untuk mengadakan penelitian sejenis lebih lanjut dengan mengambil wilayah penelitian yang lebih luas, sampel Nugroho. Puthut Dwi Purtanto. Bolos Kerja 176 hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat. Tersedia https://amp. com/regional/read/202 0/01/18/19281391/bolos-kerja-176-hari-3guru-sd-dan-1-pegawai-administrasi-smpterancam. Diakses pada tanggal 1 Agustus Wiyani. Novan Ardy. Manajemen Kelas : Teori dan Aplikasi untuk Menciptakan Kelas yang Kondusif. Yogyakarta : ArRuzz Media. rancangan penelitian yang lebih kompleks seperti eksperimen dan lainnya, melakukan penelitian pada tingkat pendidikan yang TuAou. Tulus. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: PT. Grasindo. lebih tinggi seperti pada peserta didik SMP. SMA atau Universitas, sehingga dapat ditemukan hasil yang lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA