JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA Research of Science and Informatic V7. Vol. 07 No. http://publikasi. id/index. php/jsi/ p-issn : 2459-9549 e-issn : 2502-096X Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Bantuan Sumur Bor Dengan Metode AHP Pamuji Setiawan a. Eka Ridhawati b . Adi Prasetya Nanda c . Sucipto d Program Studi Sistem Informasi. STMIK Pringsewu. Lampung pamujisetiawan991@gmail. com, ekaridhawati@gmail. com, adiprasetiananda. artha@gmail. com, cipto. adam71@gmail. Submitted: 13-10-2021. Reviewed: 08-11-2021. Accepted 29-11-2021 http://doi. org/10. 22216/jsi. Abstrak Drinking water is a basic need of life for humans, plants and living things. Drinking water used for daily living needs, especially for the provision of drinking water and clean water, must meet the requirements. Clean water plays a very important role in today's life where the quality of clean water is a consideration. Therefore, how to find out the level of salinity in the well in the village of Gunung Sugih. Kendondong Pesawaran District. The size of the Sugih village. Kendondong Pesawaran District, does not allow taking data one by one in all locations. The purpose of building a Decision Support system for determining bore well assistance with the Analytical Hierarchy Process Method which is used to obtain an exact calculation where the location of bore well assistance is. The results of this study are testing with methods showing that using the method that is felt to be the best and can be used as a determination of recommendations for determining bore well assistance. Keywords: Decision Support System. Analytical Hierarchy Process, determination of bore well assistance. Abstrak Air minum merupakan kebutuhan pokok kehidupan bagi manusia, tanaman dan makhluk hidup. Air minum yang digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari khususnya untuk penyediaan air minum dan air bersih harus memenuhi persyaratan. Air bersih sangat berperan pada kehidupan sekarang di mana kualitas pada air bersih jadi pertimbangan. Maka dari itu bagaimana mengetahui tingkat kadar salinitas pada sumur di desa Gunung sugih Kecamatan Kendondong Pesawaran. Luas nya desa sugih Kecamatan Kendondong Pesawaran tidak memungkinkan mengambil data satu persatu di seluruh lokasi. Tujuan membangun suatu sistem Pendukung Keputusan penentuan bantuan sumur bor dengan Metode Analytical Hierarchy Process yang digunakan untuk mendapatkan perhitungan yang tepat dimana lokasi bantuan sumur bor. Hasil dari penelitian ini adalah pengujian dengan metode menunjukan bahwa menggunakan metode yang dirasakan paling baik dan dapat digunakan sebagai penentuan rekomendasi penentuan bantuan sumur bor. Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan. Analytical Hierarchy Process, penentuan bantuan sumur bor. Pendahuluan Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi saat Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mendukung dalam perkembangan pada sektor-sektor yang ada, seperti pendidikan, perdagangan dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan adanya internet, nyatanya telah membawa masyarakat pada babak era Revolusi komunikasi telah ditandai di mana infomasi Dengan adanya teknologi informasi, seseorang dapat menangkap peluang dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas Secara garis besarnya, siapa saja yang Pamuji Setiawana. Eka Ridhawati . Adi Prasetya Nanda. Sucipto / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 07 No. mampu mengelola teknologi informasi dengan baik, akan memiliki posisi yang kuatuntuk berkembang dan maju. Kebutuhan air selalu meningkat sesuai dengan pertambahan penduduk dan membuat orang lupa akan daya dukung alam ada batasannya dalam memenuhi kebutuhan air. Umumnya sumber air minum yang berasal dari salah satu alternatif yang digunakan manusia adalah sumur, yang berguna untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, karena mudah diperoleh dan juga sangat ekonomis. Pesatnya perkembangan teknologi yang diikuti dengan perkembangan masyarakat, mengakibatkan kebutuhan untuk pengambilan air tanah termasuk sumur secara besar besaran yang mengakibatkan penurunan permukaan air tawar lebih rendah dari permukaan air laut, sehingga mengakibatkan kurangnya sumber mata air yang ada di desa gunung sugih. Salah satu penyebab terjadinya kekurangan sumber air karena tidak semua warga mempunyai sumur dikarenakan mahalnya biaya pembuatan sumur dan kontur tanah yang berbatu untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk sehari-hari. Menurut Eka Ridhawati dalam jurnal (Ridhawati et al. , 2. menyatakan bahwa Dengan perkembangan yang terjadi saat ini maka perlu dilakukan upaya penerapan teknologi informasi berbasis digital. Menurut Saefudin dalam jurnal (Saefudin & Wahyuningsih, 2. Sistem pendukung keputusan adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan untuk membentuk suatu kesatuan dalam proses pemilihan berbagai alternatif tindakan guna menyelesaikan suatu masalah, sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Menurut Kusrini . Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan adalah Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semistruktur Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer Peningkatan produktivitas Berdaya saing Salah satu permasalah yang besar adalah sumber mata air dimana air diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari, air adalah sumber utama dalam Beberapa fungsi air bagi kebutuhan manusia adalah sebagai berikut: Sebagai sumber air minum Digunakan untuk mandi agar terbebas dari kuman, bakteri, virus Digunakan untuk tamanan sebagai unsur Keperluan pengembangbiakan ikan Salah satu cara penentuan untuk menangani penentuan bantuan sumur bor adalah untuk membuat rancang bangun dan implementasi sistem pendukung keputusan untuk menentukan pemilihan bantuan sumur bor dengan menggunakan metode AHP. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, disusun rumusan masalah sebagai Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimana cara menentukan sistem pengambilan keputusan bantuan sumur bor dengan menggunakan metode AHP ? Apakah sistem pendukung keputusan penentuan bantuan sumur bor dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. dapat menentukan sapa saja yang berdasarkan kriteria-kriteria tersebut ? Permasalahan menentukan sistem pengambilan keputusan bantuan sumur bor. Penelitian ini bertujuan: C untuk membuat rancang bangun dan implementasi sistem pendukung keputusan untuk menentukan pemilihan bantuan sumur bor dengan menggunakan metode AHP. Manfaat dari penelitian ini antara lain: C Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi dan gambaran kondisi sumber air sumur di desa Gunung Sigih kecamatan Kedondong sehingga dapat dijadikan salah satu pertimbangan untuk pembangunan sarana penyediaan air bersih di daerah tersebut. TinjauanPustaka AHP (Analytical Hierarchy Proces. Menurut sean A. Pebakirang dalam jurnal (Pebakirang et al. , 2. AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Thomas L. Saaty . Hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan AHP sering digunakan sebagai metode Pamuji Setiawana. Eka Ridhawati . Adi Prasetya Nanda. Sucipto / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 07 No. pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut : Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan. Jurnal Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data tidak langsung didapatkan dari dikumpulkan oleh perangkat desa melalui Berikut merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan oleh penelitian ini: Wawancara Peneliti melakukan wawancara dengan Kepala Kecamatan yang terkait untuk mendapatkan informasi beserta data ditempat objek penelitian sesuai dengan kebutuhan. Studi Literatur Peneliti mengumpulkan berbagai informasi dan mempelajari semua materi dan sumbersumber data yang berhubungan dengan peneltian yang dilakukan. Melalui metode pengumpulan data tersebut, peneliti mendapatkan sampel data alternatif dan kriteria yang diperlukan dalam penelitian. Dari data alternatif yang diperoleh selanjutnya akan diproses menggunakan perhitungan metode AHP berdasarkan kriteria tersebut serta bobot yang telah ditentukan dan menghasilkan nilai alternatif terbaik yang digunakan untuk rekomendasi penerima bantuan. Hasil dan Pembahasan Implementasi menggunakan metode AHP Dalam penelitian ini terdapat beberapa kriteria beserta dengan nilai dan juga bobotnya, kemudian juga dengan data alternatif lokasi bantuan sumur bor yang diperoleh dari desa gunung sugih baru. Tabel Kriteria Pada tabel kriteria menjelaskan bahwa setiap kriteria yang dibutuhkan untuk rekomendasi dimana lokasi bantuan sumur bor Tabel 1. Tabel Kriteria Kode Kriteria C01 C02 Masyarakat yang membutuhkan Sumur sekitar kurang layak untuk Ketidak adanya sumber mata air C03 C04 Jauhnya sumber mata air C05 Lahan yang dihibahkan Tabel Alternatif Terdapat direkomendasikan dimana sumur bor lokasi bantuan Tabel 2. Alternatif Kode A01 A02 A03 Nama Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Tabel Nilai Pembanding Dalam AHP nilai perbandingan diberikan antara 1 sampe 9 sesuai dengan teori Saaty. Berikut penamaan nilai Saaty: Tabel 3. Nilai Pembanding Sama penting dengan Mendekati sedikit lebih penting dari Sedikit lebih penting dari Mendekati lebih penting dari Lebih penting dari Mendekati sangat penting dari Sangat penting dari Mendekati mutlak dari Mutlak sangat penting dari Dalam metode AHP, perbandingan yaitu : Perbandingan Antar Kriteria Didalam Tabel perbandingan bisa dilihat setiap kriteria akan dibandingkan dengan semua kriteria . ermasuk kriteria itu sendir. Contoh: perbandingan nilai kriteria. C01 . dengan kriteria C03 . Sebaliknya C03 -> C01 = 1/3 . Begitu juga nilai antara C03C05 = 2 adalah 1/nilai C05-C03 = 0. Perbandingan nilai antar kriteria yang sama Berdasarkan aturannya maka kita hanya perlu memberikan nilai di cell yang berwarna merah saja. Untuk yang warna hitam otomatis kebalikan dari warna merah, dan yang berwarna hijau otomatis bernilai 1. Perhatikan nilai yang berwarna merah semua >=1 dan wana hitam <=1, apakah harus begitu? Tidak, nilai itu tergantung dari penilaian, bisa saja C1-C3 = 0. 33 sebaliknya C3-C1 bernilai 3. Ingat, besar nilai yang diberikan berdasarkan penting atau tidaknya kriteria tersebut. Tabel 4. Perbandingan Antar Kriteria Kode CO1 C02 C03 CO1 0,333 C02 C03 C04 C05 Pamuji Setiawana. Eka Ridhawati . Adi Prasetya Nanda. Sucipto / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 07 No. C04 C05 0,333 0,333 Perbandingan Antar Alternatif Konsep dari pemberian nilai pada alternatif hampir sama dengan kriteria. Kelebihannya adalah pada alternatif kita melakukan perbandingan untuk semua kriteria: Tabel Kriteria C01 Kode A01 A02 A01 0,333 A02 0,333 A03 A03 Tabel Kriteria C02 Kode A01 A02 A03 A01 0,25 A02 0,333 A03 A02 A03 A01 0,333 Tabel Kiteria C05 Kode A01 A01 0,25 A02 0,333 A03 A02 0,167 A03 A02 A03 Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa perbandingan nilai alternatif berbeda untuk masing-masing kriteria. Contoh A01-A02 pada kriteria 4 adalah 2 sedangkan di kriteria 5 nilainya Nah, bayangkan kalau nanti kriterianya 10 dan alternatif 10, maka perbandingan yang kita lakukan akan banyak sekali. Itulah data yang perlu kita siapkan untuk melakukan perhitungan AHP. Selanjutnya kita akan bahas bagaimana melakukan perhitungan sehingga akan dapat alternatif terbaik. Perhitungan Metode AHP Dalam perhitungan ahp, ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu: Perhitungan Bobot Prioritas Kriteria Tabel Mencari baris total CO1 C02 0,333 0,333 0,333 Kode CO1 C02 C03 C04 C05 C01 C02 C03 C04 C05 Cara menormalisasikan matriks adalah membagi setiap elemen matriks dengan baris total. Contoh cell C01-C02 = 1 / 3. 6667 = 0. 2727,C2-C3 = 2 / 5 = 0. 2667, begitu seterusnya untuk cell yang Kolom bobot prioritas didapat dari merataratakan setiap baris matriks hasil normalisasi. Contoh bobot prioritas baris pertama = . / 5 = 0. Mencari Konsistensi Matriks Sebenarnya untuk bisa melakukan perangkingan, hanya perlu melakukan sampe langkah mencari bobot prioritas kemudian dilanjutkan ke perhitungan bobot prioritas alternatif. Konsistensi ini penting untuk mengecek apakah kita sudah benar . memberikan nilai perbandingan. Lebih jelasnya perhatikan nilai berikut: C01-C02 = 3, artinya C01 lebih penting dari C02 C02-C03 = 4, artinya C02 lebih penting dari C03 C03-C01 = 5, artinya C03 lebih penting dari C01 atau C01 kurang penting dibandingkan C03. Jika pebandingan pertama dan kedua memang benar, maka perbandingan ketiga (C03-C. itu tidak konsisten, karena sudah jelas C01 harusnya lebih penting dari C03. Anggap saja A lebih tinggi dari B, dan B lebih tinggi dari C, dapat kita simpulkan A pasti lebih tinggi dari C. Kalau anda memberi nilai C lebih tinggi dari A maka itu sudah tidak konsisten. Tabel 7. Konstanta Matrik Tabel 5. Perhitungan Bobot Kode C01 Masyarakat Tabel 6. Menormalisasikan matriks & bobot prioritas Tabel Kriteria C04 Kode A01 A02 A03 Baris total didapat dari pengolahan tabel dengan cara menjumlahkan masing masing baris dari setiap kolom. Contoh total dari C01 didapat dari 1 1 0. 3333 1 0. 3333 = 3. A03 Tabel Kriteria C03 Kode A01 A02 A01 C02 Sumur sekitar kurang C03 Ketidak adanya sumber mata air C04 Jauhnya sumber mata air C05 Sulitnya mencari Lahan yang dihibahkan Total Kolom C03 C04 C05 Kode C01 CO1 C02 C03 C04 C05 Bobot Prioritas Pamuji Setiawana. Eka Ridhawati . Adi Prasetya Nanda. Sucipto / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 07 No. A01 0,667 A02 0,222 0,333 0,252 A03 0,111 0,67 0,159 Kode A01 A02 A03 Bobot A01 0,571 A02 0,286 0,375 0,32 A03 0,143 0,125 0,123 Kode A01 A02 A03 Bobot A01 0,571 0,25 A02 0,286 0,329 A03 0,143 0,25 0,264 Kode A01 A02 A03 Bobot A01 0,545 0,632 A02 0,273 0,316 0,396 A03 0,182 0,053 0,111 LambdaMax itu adalah rata-rata dari CM (Consistency Measur. = . =5. n adalah jumlah kriteria . kuran matrik. = 5. CI = . 2826 Ae . / . = 0. Kode A01 A02 A03 Bobot A01 0,632 0,727 A02 0,158 0,182 0,333 0,224 A03 0,211 0,091 0,167 0,156 Berikutnya mencari RI (Ratio Inde. , berdasarkan teori Saaty ratio index sudah ditentukan nilainya berdasarkan ordo matriks . umlah kriteri. Berikut : C02 C03 C04 C05 CM (Consistency Measur. didapat dari mengalikan matriks pada tabel 4 dengan bobot prioritas masing-masing baris. Contoh untuk baris pertama CM = [. * 0. * 0. * 0. * 0. ] / 0. Berikutnya mencari CI (Consistency Inde. yang didapat dengan rumus: Perangkingan Berdasarkan bobot prioritas kriteria . dan bobot alternatif . abel 18, 19, 20, 21, . maka bisa disusun tabel seperti berikut: Tabel 8. Ratio Index Ordo Ratio Index 10 Tabel 9. Perangkingan Alternat CO C0 1,4 Bobot Ordo matriks terdiri dari 5 kriteria maka RI = Terdiri dari CI dan RI, kita menghitung Consistency Ratio: CI/RI= 00. 71 / 1. 12 = 0. Nilai CR 0 Ae 0. 1 dianggap konsisten dan lebih dari itu tidak konsisten. Sehingga dengan perbandingan yang diberikan untuk kriteria sudah Perhitungan Bobot Prioritas Alternatif Untuk mencari bobot prioritas kriteria pada alternatif dilakukan sebanyak jumlah kriteria, berdasarkan tabel 5, 6, 7, 8, dan 9. Langkah langkahnya sama seperti mencari bobot prioritas Berikut hasil dari perhitungannya: Kode A01 A02 A03 Nila Rank A01Lokasi A02 Lokasi A03Lokasi Untuk mencari nilai total. dengan mengalikan. matriks bobot prioritas. Baris 1 = . 285 * 0. 218* 0. 232* 0. 111* 0. =0. Berdasarkan perhitungan, alternatif terbaik adalah lokasi 1 (A. dengan total 0. Bobot Pamuji Setiawana. Eka Ridhawati . Adi Prasetya Nanda. Sucipto / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 07 No. Kesimpulan Setelah diadakan penelitian, dengan adanya Sistem pendukung keputusan penentuan bantuan sumur bor dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. pada desa Gunung Sugih kecamatan Kedondong kabupaten Pesawaran maka dapat diambil kesimpulan anatara lain: Dapat membantu menyajikan informasi kreteria-kriteria sumur bor, yang akurat dan Hasil laporan nilai dapat diperoleh dengan mudah dan tepat waktu untuk penentuan bantuan sumur bor. Meningkatkan melakukan pelayanan dan penyelesaian tugas dengan baik. Sistem yang baru ini akan memudahkan bagi desa untuk menentukan bantuan sumur bor. Daftar Rujukan . Alonso. , & Lamata. Consistency in the analytic hierarchy process: A new approach. International Journal of Uncertainty. Fuzziness and Knowlege-Based Systems, 14. , 445Ae459. https://doi. org/10. 1142/S0218488506004114 Pebakirang. Sutrisno. , & Neyland. Penerapan Metode Ahp ( Analytical Hierarchy Process ) Untuk Pemilihan Supplier Suku Cadang Di PLTD BITUNG. Jurnal Online Poros Teknik Mesin, 6. , 32Ae44. https://ejournal. id/index. php/poros/article/download/ 14860/14426 Ridhawati. Erlangga, & Syafitri. Digitalisasi Sistem Marketing MinyakNilamDengan Model PerancanganBerbasis Unified Approach Method. JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA ReseaRch of Science and InfoRmatic V4. II, 29Ae35. https://publikasi. id//index. php/sains Saefudin. , & Wahyuningsih. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Ah. Pada RSUD Serang. JSiI (Jurnal Sistem Informas. , 1. , 33Ae37. https://doi. org/10. 30656/jsii. Yanto. Sistem Penunjang Keputusan Dengan Menggunakan Metode Ahp Dalam Seleksi Produk. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3. , 167Ae174. https://doi. org/10. 47233/jteksis.