Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 7 No. Desember 2025, 178 Ae 184 PENGARUH KNEE OSTEOARTHRITIS EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT LANSIA THERAPY THE EFFECT OF KNEE OSTEOARTHRITIS EXERCISE THERAPY ON REDUCING KNEE PAIN IN THE ELDERLY Sukanto1*. Aesthetica Islamy2. Biedasari3. Asesia Cipta Mainitasari2 1 Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis. STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung 2 Prodi S1 Keperawatan. STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung 3 Prodi D3 Keperawatan. STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung *Korespondensi Penulis : sukanto@stikestulungagung. Abstrak Osteoarthritis lutut paling sering dijumpai pada penyakit musculoskeletal dan merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh faktor degeneratif. Osteoarthritis lutut adalah penyebab terbanyak keterbatasan gerak dan fungsi. Seseorang dengan Osteoarthritis lutut pada umumnya mengeluh adanya nyeri, kekakuan dan keterbatasan fungsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutu. Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut Pada Lansia. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimental . ne group pre test Ae post tes. , penelitian dilaksanakan pada 16 Mei Ae 06 Juli 2024 di Posyandu Lansia Desa Simo Tulungagung, populasi berjumlah 39 lansia dengan tehnik purposive sampling, didapatkan sampel 32 responden. Data dikumpulkan dengan cara pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberi perlakuan menggunakan lembar observasi dengan skala Data dioalah dengan cara editing, coding, scoring, tabulating dan di analisis dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank T-test. Hasil penelitian uji statistik Wilcoxon Signed Rank T-test, didapatkan nilai p = 0,000. Dengan nilai taraf signifikan = 0,05 yang artinya ada pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutu. Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut Pada Lansia. Kesimpulan dari penelitian bahwa Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutu. dilakukan dengan rutin dapat menurunkan intensitas nyeri. Rekomendasi bagi tenaga kesehatan dan Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan sarana kesehatan terutama untuk para lansia dengan nyeri sendi. Kata kunci : Knee Osteoarthritis Exercise Therapy. Nyeri Lutut. Lansia Abstract Knee Osteoarthritis is most common in musculoskeletal disease and is one of the diseases caused by degenerative factors. Knee Osteoarthritis is causes the most limitations of motion and function. Someone with Knee Osteoarthritis generally complains of pain, stiffness and function limitations. The purpose of this study to determine the effect of Knee Osteoarthritis Exercise Therapy on the reduction of knee joint pain in elderly. Research design used is experimental pre . ne group pre test Ae post tes. , research carried out on 16 Mei Ae 06 July 2024 in elderly AuIntegrated Health Service PostAy at Simo village. Tulungagung. Population amounted to 39 elderly with purposive sampling technique, got sample 32 respondents. Data were collected by measuring the intensity of pain before and after being treated using on observation sheet with numerical scale. Data processed by way of editing, coding, scoring, tabulating and in the analysis with statistical test Wilcoxon Signed Rank T-Test. Result of statistical test Wilcoxon Signed Rank T-Test got value p =0,000. With a significant level of significance = 0,05, which means there is influence of Knee Osteoarthritis Exercise Therapy to decrease knee joint pain in elderly. Conclusions from the study that Knee Osteoarthritis Exercise Therapy done routinely can reduce the intensity of pain in patients with knee osteoarthritis. Recommendations for health personnel and AuCommunity Health CentersAy are expected to further improve health facilities especially for elderly people with joint Keywords Submitted Accepted Website Knee Osteoarthritis Exercise Therapy. Knee Pain. Elderly : 24 April 2025 : 25 September 2025 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy Terhadap Penurunan. (Sukanto. Dk. Pendahuluan Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling sering ditemukan di dunia dan menjadi penyebab utama keterbatasan gerak, terutama pada lansia. Keterbatasan gerak ini sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan fungsi dasar tubuh, seperti berjalan, duduk, atau berdiri, yang mana hal ini dapat berdampak langsung pada kualitas hidup Berbagai faktor dapat menyebabkan keterbatasan gerak tersebut, antara lain trauma, inflamasi, kesalahan posisi tubuh, dan proses degeneratif yang berkaitan dengan usia (Mambodiyanto, 2. Salah satu bentuk Osteoarthritis yang paling umum terjadi adalah Osteoarthritis lutut, yang ditandai dengan nyeri lutut kronis. Sayangnya, banyak lansia yang menganggap nyeri ini sebagai bagian alami dari proses penuaan dan mengabaikannya tanpa penanganan yang Padahal, nyeri ini bisa memburuk dan gangguan tidur, kelelahan kronis, penurunan citra diri, hingga berkurangnya mobilitas yang berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup (Wijaya, 2. Menurut WHO, prevalensi global Osteoarthritis pada tahun 2004 mencapai 151,4 juta jiwa, dengan 27,4 juta jiwa berada di wilayah Asia Tenggara (Santosa, 2. Indonesia, berdasarkan Riskesdas (Kemenkes RI, 2. , prevalensi nasional Osteoarthritis mencapai 30,3% menurut diagnosis gejala dan 14% menurut diagnosis tenaga kesehatan. Prevalensi meningkat tajam pada kelompok usia lanjut, yaitu mencapai 65% pada usia di atas 61 tahun. Di Provinsi Jawa Timur, prevalensinya dilaporkan mencapai 27%. Hasil observasi awal di Posyandu Lansia Desa Simo menunjukkan bahwa sebanyak 48% lansia mengalami gejala Osteoarthritis lutut, yang berarti hampir setengah populasi lansia di wilayah tersebut terdampak kondisi ini. Penatalaksanaan Osteoarthritis dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan non-farmakologis. Terapi antiinflamasi non-steroid (AINS), namun pemakaian jangka panjang memiliki efek samping, terutama bagi lansia. Oleh karena itu, pendekatan non-farmakologis seperti Knee Osteoarthritis Exercise Therapy menjadi pilihan yang lebih aman dan berkelanjutan. Latihan ini dilakukan 2 kali seminggu selama 20Ae30 menit dengan tujuan mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi sendi, memperkuat otot, dan mempertahankan rentang gerak sendi (Pratama. Sugiyanto. And Sihombing. Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas terapi latihan terhadap pengurangan nyeri lutut pada lansia. Hasil penelitian sebelumnya oleh Yuliani dan Rahmawati . menunjukkan bahwa Knee Osteoarthritis Exercise Therapy secara signifikan mampu menurunkan intensitas nyeri lutut pada lansia setelah dilakukan intervensi selama dua minggu berturut-turut. Temuan serupa juga disampaikan oleh Indrawati . yang melaporkan adanya peningkatan fungsi mobilitas dan penurunan skor nyeri pada lansia yang mengikuti program terapi latihan lutut. Namun, sebagian besar penelitian tersebut dilakukan di rumah sakit atau fasilitas rehabilitasi di wilayah Penelitian di lingkungan komunitas, terutama di wilayah pedesaan seperti Posyandu Lansia, masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan Knee Osteoarthritis Exercise Therapy dalam konteks komunitas pedesaan, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar intervensi yang lebih kontekstual, murah, dan mudah diterapkan oleh kader maupun tenaga kesehatan di lini terdepan. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy terhadap Penurunan Nyeri Lutut Lansia di lingkungan komunitas, khususnya di Desa Simo. Metode Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah preeksperimental dengan model one group pretest-posttest design. Dalam desain ini, hanya terdapat satu kelompok yang diberikan intervensi tanpa adanya kelompok kontrol sebagai pembanding. Prosedur penelitian dimulai dengan pengukuran awal . terhadap nyeri lutut pada lansia, dilanjutkan dengan pemberian intervensi berupa Knee Osteoarthritis Exercise Therapy, dan kemudian dilakukan pengukuran akhir . untuk mengetahui perubahan Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy Terhadap Penurunan. (Sukanto. Dk. tingkat nyeri setelah intervensi (Nursalam. Meskipun keterbatasan utama metode ini adalah tidak adanya kelompok kontrol, sehingga tidak dapat sepenuhnya disimpulkan bahwa perubahan yang terjadi disebabkan oleh intervensi semata. Selain itu, tidak adanya uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam konteks lokal juga menjadi keterbatasan dalam menjamin keakuratan hasil pengukuran (Amruddin et minggu . otal 12 ses. mulai tanggal 16 Mei hingga 6 Juli 2024. Setiap sesi latihan berdurasi 20Ae30 menit, terdiri dari beberapa rangkaian gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia, yaitu: Pemanasan . : gerakan peregangan statis otot paha dan betis sambil duduk atau berdiri. Latihan Inti . Ae20 meni. Latihan quadriceps setting . ontraksi otot paha tanpa gerakan send. Straight . engangkat dalam posisi lurus saat Heel slide . enggeser tumit sambil menekuk lutut di atas matra. Chair stand exercise . uduk-berdiri dari kursi dengan dukungan tangan , 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Posyandu Lansia Desa Simo. Kabupaten Tulungagung, yang mengalami nyeri akibat Osteoarthritis Lutut. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu lansia yang: . terdiagnosis Osteoarthritis lutut secara klinis oleh tenaga kesehatan, . mampu mengikuti instruksi latihan, dan . bersedia menjadi Total sampel yang memenuhi kriteria adalah 32 lansia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dengan skala nyeri numerik (Numeric Rating Scale/NRS), yaitu skala penilaian subjektif antara 0Ae10 yang digunakan untuk mengukur intensitas nyeri. Skor 0 menunjukkan tidak ada nyeri dan skor 10 menunjukkan nyeri yang sangat hebat (Notoatmodjo. Berikut gambaran dari Numeric Rating Scale yang 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 |---|---|---|---|---|---|---|---|---|---| Tidak Sangat Nyeri Nyeri Penelitian ini tidak menyertakan hasil validitas dan reliabilitas alat ukur secara empiris namun Numeric Rating Scale (NRS) merupakan alat ukur standar yang diakui secara internasional untuk menilai intensitas nyeri, terutama pada orang dewasa dan lansia (Hjermstad et. al, 2. Prosedur Knee Osteoarthritis Exercise Therapy dilakukan sebanyak 2 kali per minggu selama 6 Pendinginan . : latihan pernapasan dalam dan relaksasi Seluruh latihan dilakukan secara berkelompok dan didampingi oleh tenaga kesehatan terlatih untuk memastikan keamanan dan kesesuaian gerakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, karena data bersifat ordinal dan tidak berdistribusi normal. Uji ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor nyeri Pengolahan data dilakukan dengan SPSS versi 13 for Windows. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah p < 0,05, yang berarti jika nilai p kurang dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi terhadap penurunan nyeri. Hasil Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy Terhadap Penurunan. (Sukanto. Dk. Hasil dari penelitian disajikan dalam tabel dan grafik berikut ini: Tabel 1. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin dan Usia Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 60-63 tahun 64-67 tahun 68-70 tahun 71-74 tahun n (%) 12 . %) 20 . %) 11 . %) 10 . %) 6 . %) 5 . %) Berdasarkan tabel di atas dapat . %) perempuan, yaitu 20 orang dan hampir setengah dari responden . %) berusia 6063 tahun, yaitu 11 orang. Tabel 2. Hasil Pengukuran Tingkat Nyeri Pre-Test dan Post-Test Tingkat Nyeri Pre-Test Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Post-Test Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden . %) mengalami tingkat nyeri kategori sedang sebesar . Kemudian dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden . %) mengalami tingkat nyeri kategori sedang sebesar . Hasil perbandingan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi ditampilkan dalam grafik berikut: Grafik perbandingan tingkat nyeri yang dialami responden sebelum (Pre-Tes. dan setelah (Post-Tes. dilakukan intervensi. Sebelum mengalami nyeri sedang . %) dan nyeri berat . %), sementara hanya sedikit yang merasakan nyeri ringan dan tidak ada yang tidak nyeri. Setelah intervensi, terjadi perubahan signifikan, di mana mayoritas responden mengalami nyeri ringan . %) dan sebagian kecil tidak nyeri . %), serta tidak ada lagi responden yang mengalami nyeri Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000, yang mengindikasikan bahwa intervensi yang dilakukan memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri responden. Pembahasan Tingkat Nyeri Sebelum Perlakuan Berdasarkan dari hasil penelitian pada tabel 2, pada lansia sebelum diberi perlakuan Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (KOET) di Posyandu Lansia Desa Simo Tulungagung Tahun 2024, dari 32 responden didapatkan sebagian besar mengalami nyeri sedang sebesar 60% . Nyeri sendi merupakan masalah umum yang banyak terjadi pada usia lanjut, persendian pada usia lanjut mengalami peradangan dan menimbulkan rasa sakit . seiring bertambahnya usia serta dipengaruhi oleh jenis kelamin (Sahrudi, 2. Nyeri merupakan suatu sensori yang tidak menyenangkan dari suatu emosional disertai kerusakan jaringan secra aktual maupun potensial atau kerusakan jaringan secara menyeluruh (Septiana, 2. Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy Terhadap Penurunan. (Sukanto. Dk. Berdasarkan teori dan fakta pada penelitian, bahwa nyeri sendi merupakan akibat proses inflamasi maupun regangan kapsul sendi pada proses efusi sendi yang menimbulkan kerusakan jaringan. Terbukti dengan diperolehnya fakta bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dan beberapa mengalami nyeri ringan. Tingkat Nyeri Sesudah Perlakuan Berdasarkan dari hasil penelitian pada tabel 2, pada lansia sesudah dilakukan KOET, dari 32 responden didapatkan sebagian besar mengalami penurunan menjadi nyeri ringan yaitu sebanyak 72% . yang sebelumnya berada pada nyeri sedang dan nyeri berat. KOET terutama ditujukan untuk orang yang membutuhkan peregangan dari otot yang kaku serta mengurangi rasa nyeri pada sendi lutut (Santosa, 2. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa semakin tua seseorang maka elastisitas otot akan semakin berkurang. KOET dilakukan secara teratur dan terprogram akan memunculkan perubahan Ae perubahan yang menunjang kekukatan, ketahanan serta kelenturan (A. Soeryadi. Gesal. Dalam terapi adanya kontraksi quadriceps dan hamstring yang kuat akibat mekanisme pumping action . emompa kembali cairan untuk bersirkulas. sehingga proses metabolisme dan sirkulasi local dapat berlangsung dengan baik. Menurut Assar S. Gandomi F. Mozafari M . untuk menurunkan nyeri yang signifikan terapi ini dapat dilakukan dengan waktu seminggu 2 kali selama 8 minggu . Berdasarkan teori dan fakta pada penelitian, bahwa KOET memiliki beberapa manfaat salah satunya adalah untuk menurunkan nyeri sendi yang difokuskan pada lutut. Yang paling dianjurkan pada terapi ini adalah dilakukan dengan teratur serta dilakukan dengan gerakan yang benar yang akan membantu memperkuat otot Ae otot serta menurunkan Terbukti dengan diperolehnya fakta bahwa sebelum diberi perlakuan KOET, 60% . responden mengalami nyeri sedang dan sesudah diberi perlakuan sebagian besar mengalami penurunan menjadi nyeri ringan yaitu sebanyak 72% . Pengaruh KOET Terhadap Tingkat Nyeri Hasil uji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi . sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai = 0,05 yang berarti ada pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthrritis Lutu. terhadap penurunan nyeri sendi lutut pada lansia di Posyandu Lansia Desa Simo Tulungagung Tahun 2024. Dari grafik 1 dapat disimpulkan bahwa ada penurunan tingkat Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (KOET). Salah satu upaya yang efektif dalam menangani nyeri sendi lutut adalah dengan latihan fisik terstruktur seperti KOET. Latihan ini dapat meningkatkan kekuatan, kelenturan, ketahanan, serta memperbaiki mobilitas sendi. Menurut Jeffry N. Katz et all . KOET yang dilakukan secara teratur, terencana, dan terprogram akan menghasilkan adaptasi tubuh yang berkontribusi terhadap penurunan nyeri Latihan meningkatkan peredaran darah dan memperbaiki difusi cairan sinovial. Cairan sinovial merupakan pelumas alami sendi yang berperan dalam mengangkut nutrisi ke tulang rawan dan membuang sisa metabolisme akibat inflamasi. Ketika difusi dan kualitas cairan sinovial meningkat, maka proses inflamasi dapat ditekan sehingga nyeri pun berkurang (Septiana, 2. Dengan demikian. KOET secara fisiologis mampu memperbaiki kondisi sendi secara bertahap. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa KOET berpengaruh terhadap penurunan nyeri sendi lutut pada lansia di Posyandu Lansia Desa Simo. Kabupaten Tulungagung. Tahun 2024. Hasil ini sejalan dengan temuan Yuliyanto . yang menyatakan bahwa latihan fisik secara rutin dapat menurunkan nyeri lutut pada penderita osteoarthritis. Peneliti juga mengamati bahwa mayoritas lansia mengalami keterbatasan aktivitas akibat nyeri lutut, dan KOET menjadi alternatif Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy Terhadap Penurunan. (Sukanto. Dk. terapi non-farmakologis yang efektif jika dilakukan secara rutin dan dengan teknik yang benar. KOET juga diduga dapat menurunkan kadar sitokin dalam cairan sinovial. Sitokin adalah mediator utama dalam proses inflamasi yang berkontribusi terhadap munculnya nyeri. Penurunan kadar sitokin berbanding lurus dengan berkurangnya rasa nyeri yang dirasakan oleh lansia. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang tepat dapat memengaruhi intensitas nyeri yang dialami individu (Septiana. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal jumlah sampel yang terbatas, yaitu hanya melibatkan 32 responden di satu lokasi. Selain itu, pengukuran tingkat nyeri masih bergantung pada persepsi menimbulkan bias. Penelitian ini juga tidak mengontrol variabel lain seperti konsumsi obat analgesik atau aktivitas fisik di luar intervensi, yang mungkin berpengaruh terhadap hasil. Kesimpulan Ada Pengaruh Knee Osteoarthritis Exercise Therapy (Terapi Latihan Osteoarthritis Lutu. terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lutut pada Lansia. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas Posyandu Lansia, menyosialisasikan dan mengimplementasikan program latihan fisik seperti KOET secara terstruktur dan berkelanjutan sebagai bagian dari promosi kesehatan lansia. Pelatihan bagi kader kesehatan juga perlu dilakukan agar dapat mendampingi pelaksanaan KOET secara mandiri di komunitas. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kami ucapkan kepada berbagai pihak atas kerjasama dan bantuannya sehingga kegiatan penelitian ini berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Daftar Pustaka