PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI PEMBINAAN AKADEMIK BERKELANJUTAN BAGI GURU SMP NEGERI 1 GIRIMARTO SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2019/2020 ENHANCEMENT OF INTEREST AND COMPILING ABILITY LEARNING IMPLEMENTATION PLAN (LIP) THROUGH SUSTAINABLE ACADEMIC DEVELOPMENT FOR TEACHERS OF SMP NEGERI 1 GIRIMARTO FIRST SEMESTER FOR 2019/2020 ACADEMIC YEAR Suparno SMP Negeri 1 Girimarto Email : suparno789@gmail. Diterima:15 Februari 2021 Direvisi: 14 April 2021 Disetujui: 20 Mei 2021 ABSTRAK Minat dan kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru SMP Negeri 1 Girimarto Tahun pelajaran 2019/2020 masih rendah dibuktikan dengan skore minat dan kemampuan rata-rata menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari 30orang guru adalah 63,59. Selama ini pembinaan penyusunan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) yang dilakukan adalah dengan melalui rapat pembinaan secara klasikal sehingga banyak guru yang tidak bisa menindaklanjuti hasil pembinaan dengan Salah satu model pembinaan yang dicobakan melalui penelitian ini adalah Pembinaan Akademik Berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SMP Negeri 1 Girimarto dengan Pembinaan Akademik Berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan sekolah yang ditempuh dalam dua Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah guru di SMP Negeri 1 Girimarto tahun Pelajaran 2019/2020. Setelah melakukan pembinaan akademik berkelanjutan peneliti menemukan beberapa temuan antara lain : . Melalui pembinaan akademik secara individual dapat meningkatkan minat menyusun RPP bagi guru SMP Negeri 1 Girimarto dari kondisi awal minatnya rendah ke Siklus 2 minatnya tinggi. Melalui pembinaan akademik secara individual dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP bagi guru SMP Negeri 1 Girimarto dari kondisi awal rata-ratanya 63,59 menjadi rata-rata 84,10, berarti ada kenaikan sebesar 20,51 atau 32,25%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Melalui pembinaan akademik berkelanjutan dapat meningkatkan minat dan kemampuan menyusun RPP bagi guru SMP Negeri 1 Girimarto Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020. Kata kunci: Minat Menyusun RPP. Kemampuan Menyusun RPP. Pembinaan Akademik Berkelanjutan. ABSTRACT The interest and ability to prepare Learning Implementation Plans (LIP) for teachers of SMP Negeri 1 Girimarto for the 2019/2020 school year is still low as evidenced by the interest score and average ability to prepare Learning Implementation Plans (LIP) from 30 teachers is 63. So far, the guidance for the preparation of the Learning Implementation Plan (LIP) has been carried out through classical coaching meetings so that many teachers cannot properly follow up on the results of coaching. One model of coaching that was tried out through this research was Continuous Academic Coaching. The purpose of this study was to increase the interest and ability of teachers in compiling a Learning Implementation Plan at SMP Negeri 1 Girimarto with Continuous Academic Development. This study uses a school action research method which is taken in two cycles. Each cycle has four stages, namely planning, implementing, observing and The subjects of this study were teachers at SMP Negeri 1 Girimarto in the 2019/2020 academic After conducting continuous academic coaching, the researchers found several findings, including: . Through individual academic coaching, it can increase interest in compiling lesson plans for SMP Negeri 1 Girimarto teachers from the initial condition of low interest to Cycle 2 with high interest. Through individual academic coaching, it can improve the ability to prepare lesson plans for SMP Negeri 1 Girimarto teachers from the initial condition with an average of 63. 59 to an average of 84. 10, meaning that there is an increase of 20. 51 or 32. Based on the results of the study, it can be concluded that through continuous academic coaching, it can increase interest and ability to prepare lesson plans for teachers of SMP Negeri 1 Girimarto in the First Semester of the 2019/2020 Academic Year. Keywords: Interest in Preparing LIP. Ability to Compile LIP and Continuous Academic Coaching. Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyusun. Suparno PENDAHULUAN Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang professional. Tenaga pendidik mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga pendidik yang professional professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga pendidik yang profesional tidak akan terwujud begitu meningkatkannya, adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Kompetensi Guru berdasarkan UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mencakup empat standar yang harus dikuasai oleh guru melalui pendidikan Keempat kompetensi tersebut yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Kompetensi kemampuan pemahaman terhadap peserta pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan mengaktualisasikan berbagai potensi yang Salah satu sub kompetensi pedagogik yang penting adalah guru harus dapat merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahmi landasan pendidikan, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. Fakta menunjukkan bahwa belum semua guru memiliki kompetensi dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan Dalam pengamatan yang dilakukan ditemukan belum semua guru memiliki minat dan kemampuan menyusun RPP dengan baik, terlihat masih ada guru yang minat dan kemampuannya menyusun RPP masih rendah dengan skore minat dan kemampuan rata-rata menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari 30 orang guru adalah 63,59 dari nilai yang Nilai tertinggi adalah 74,40 dan nilai terendahnya 50,19. Sebanyak 9 orang mendapatkan skore dibawah 60,00, dan 21 orang mendapat skore 60,01 Ae 75,00. Kebanyakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun baru merupakan pengembangan dari kegiatan MGMP baik di tingkat Sub Rayon maupun Rayon, masih sedikit guru yang mengembangkan sendiri secara keseluruhan RPP-nya. Minat dan kemampuan guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sangat penting untuk ditingkatkan karena dengan tersedianya RPP yang baik maka akan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran. Disamping itu dengan adanya RPP yang baik berarti guru yang menyusunnya telah meningkat tingkat profesionalitasnya, karena profesinalitas guru dapat diukur dari profesional dalam menyusun perencanaan melaksanakan pembelajaran dan profesional dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Pembinaan akademik berkelanjutan harus dilakukan secara klasikal maupun individual secara terprogram, kontinyu dan kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) meningkat. LANDASAN TEORI Kemampuan Menyusun RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana kerja yang menggambarkan prosedur, pengorganisasian, kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan yang telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling banyak mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri dari satu atau beberapa indikator untuk satu pertemuan atau lebih. RencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP) yang dibuat harus muncul empat macam hal 58 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 yaitu PPK. Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas guru dalam meramunya. Sementara menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses disebutkan bahwa RPP itu rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP itu sendiri dikembangkan oleh guru. Dasar pengembangannya yaitu silabus ketercapaian Kompetensi Dasar. Sedangkan dalam Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 dalam standar proses disebutkanbahwa RPP merupakan kegiatan pertama guru yaitu menyusun RPP. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari satu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Seperti kita ketahui bersama. RPP itu kita buat pada awal semester atau awal tahun pelajaran baru. Tujuannya jelas yaitu agar guru sudah memiliki perencanaan pembelajaran sebelum aktifitas belajar mengajar di kelas itu di Saat mengembangkan RPP guru harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan penyusunan RPP, antara lain :kerangka acuan pengembangan RPP, prinsipprinsip pengembangan RPP, komponen RPP, langkah-langkah membuat RPP. Supervisi Pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran (Sahertian, 2018:. Lebih lanjut Mantja . 2: . mengatakan bahwa, supervisor . abatan resm. yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar (PBM). Dari beberapa pendapat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan supervisi selalu dilakukan oleh orang yang dianggap lebih mengatahui kepada orang yang lain untuk memperbaiki kinerjanya dalam rangka mencapai tujuan yang lebih baik. Pengertian disini lebih ditekankan pada kegiatan guru dalam proses Dalam kegiatan di sekolah kegiatan supervisi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu supervisi manajerial dan supervisi Supervisi manajerial adalah kegiatan pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan, pengelolaan dan administrasi di sekolah. Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran ( Daresh, 2007. Glickman, et al: 2007 ). Makna supervisi akademik bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, tapi bertujuan membantu guru Kegiatannya berupa membantu guru mengembangkan kompetensinya, mengembangkan kurikulum, mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas ( Glickman, 2007: . Kalau dilihat dari Permenpan RB nomer 16 tahun 2009 tentang tugas pokok guru, kegiatan supervisi akademik antara lain membantu guru dalam hal . menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan. menyusun silabus pembelajaran. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. melaksanakan kegiatan pembelajaran. menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran. menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran yang diampunya. menganalisis hasil penilaian pembelajaran. melaksanakan pembelajaran/ perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi. melaksanakan pengembangan diri. melaksanakan publikasi ilmiah. dan membuat karya Hipotesis Tindakan Melalui berkelanjutan dapat meningkatkan minat dan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMP Negeri 1 Girimarto. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di tempat bekerja peneliti yaitu di SMP Negeri 1 Girimarto. Sekolah ini merupakan satu diantara 3 SMP yang ada di Kecamatan Girimarto disamping SMP Negeri 2 Girimarto, dan SMP Negeri 3 Girimarto. Lokasi sekolah berada di Km 3 sebelah barat kota kecamatan Girimarto atau Km 20 sebelah Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyusun. Suparno timur laut kota kabupaten Wonogiri tepatnya di dusun Bendosari. Desa Jatirejo. Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri. Penelitian dilakukan pada semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 selama 4 bulan yaitu mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan November 2019. Tahapan-tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah : tahap penyusunan proposal selama 1 minggu, penyusunan desain penelitian dan instrumen penelitian selama 1 minggu, pengumpulan data di lapangan selama 2 bulan, analisis data dan pembuatan laporan selama 2 minggu. Data minat guru menyusun RPP kondisi awal dikumpulkan lewat teknik dokumentasi alatnya berupa dokumen catatan minat guru menyusun RPP kondisi awal. Data kemampuan guru menyusun RPP kondisi awal dikumpulkan lewat teknik dokumentasi alatnya berupa dokumen catatan kemampuan guru menyusun RPP kondisi awal. Data minat guru menyusun RPP siklus 1 dikumpulkan menggunakan teknik observasi alatnya berupa lembar observasi. Data kemampuan guru menyusun RPP siklus 1 dikumpulkan menggunakan teknik tes unjuk kerja alatnya berupa lembar kerja menyusun RPP. Data minat guru menyusun RPP siklus 2 dikumpulkan menggunakan teknik observasi alatnya berupa lembar observasi. Data kemampuan guru menyusun RPP siklus 2 dikumpulkan menggunakan teknik tes unjuk kerja alatnya berupa lembar kerja menyusun RPP. Prosedur Tindakan dalam penelitian ini meliputi: Langkah pertama menentukan metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode penelitian tindakan sekolah. Peneliti menggunakan metode penelitian tindakan sekolah karena penelitian tindakan sekolah merupakan suatu pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual dengan menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian tindakan sekolah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta memperbaiki praktikpraktik pembelajaran dilakukan. Langkah kedua menentukan banyaknya tindakan yang dilakukan dalam siklus, yaitu 2 Siklus 1 tindakannya adalah pembinaan akademik secara klasikal dan siklus 2 tindakannya pembinaan akademik secara individual. Langkah ketiga menentukan tahapantahapan dalam siklus, terdiri dari 4 tahapan Perencanaan. Pelaksanaan. Pengamatan. Refleksi. Tahap perencanaan dilakukan kegiatan-kegiatan: . pembuatan skenario pelaksanaan pembinaan akademik klasikal. penyusunan lembar observasi pengamatan minat guru menyusun RPP. penyusunan instrumen penilaian menyusun RPP. penyiapan fasilitas dan sarana pendukung untuk pelaksanaan pembinaan akademik klasikal. Tahap Pelaksanaan, dilakukan tindakan pemberian meningkatkan minat dan mengembangkan kemampuan guru dalam menyusun RPP dengan memperhatikan konteks yang ada. Tahap Pengamatan pelaksanakan pembinaan akademik klasikal dilakukan untuk mengumpulkan data tentang minat guru dalam menyusun RPP maupun penilaian hasil kemampuan guru menyusun RPP. Tahap Refleksi dilakukan analisis untuk mengetahui apa yang telah terjadi dan tidak terjadi, apa yang telah tercapai dan yang belum tercapai, mengapa segala sesuatu terjadi dan/atau tidak terjadi, serta menjajaki alternatif-alternatif solusi yang perlu dikaji, dipilih, dan dilaksanakan untuk dapat mewujudkan apa yang dikehendaki. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kondisi Awal Guru di SMP Negeri 1 Girimarto berjumlah 30 orang guru terdiri dari 18 lakilaki dan 12 perempuan. Semua guru telah berpendidikan S1 dengan usia rata-rata masih dibawah 50 tahun dan sudah pernah mendapatkan Diklat Kurikkulum 2013. Minat menyusun RPP guru SMP Negeri 1 Girimarto masih rendah antara lain mengumpulkan RPP setiap kali diminta oleh kepala sekolah untuk mengumpulkan RPP yang dipakai untuk melakukan proses Banyak 60 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 keterlambatan ini, ada yang menyampaikan alasan karena lupa, ada yang menyampaikan alasan karena belum memilik pedoman menyusun RPP dan lain-lain. Disamping itu masih ada beberapa guru yang mengantuk pada saat diberi tugas menyusun RPP. Data kemampuan menyusun RPP Kemampuan menyusun RPP guru SMP Negeri 1 Girimarto masih rendah. Data kemampuan menyusun RPP ini diperoleh dari hasil penilaian RPP yang dibuat oleh guru. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penilaian RPP tiap guru baru mencapai 63,59 dari nilai yang diharapkan 100. Nilai tertinggi adalah 74,40 dan nilai terendahnya 50,19. Untuk lebih jelas data kemampuan menyusun RPP dapat dilihat pada tabel Tabel 1 sebagai 9 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 60 kebawah, 21 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 61 Ae 75, dan belum ada guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP lebih dari 75. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut : Tabel 2 Kemampuan Menyusun RPP Berdasar Kategori Kondisi Pra Siklus Rentang Nilai <=60 60,01 Ae75,00 75,01Ae90,00 90,01 - 100 Jumlah Guru Tabel 1 Rekapitulasi Penilaian Kemampuan Menyusun RPP Tiap Guru Kondisi Pra Siklus Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa semakin rendah rentang nilainya maka semakin banyak jumlah guru dengan nilai tersebut, dan sebaliknya semakin tinggi rentang nilainya maka semakin sedikit jumlah guru dengan nilai tersebut. Kemampuan Menyusun RPP Rata-rata Tertinggi Terendah Deskripsi Data Siklus I Data hasil tindakan Siklus 1 Data Minat Menyusun RPP Jumlah Nilai 63,59 74,40 50,19 Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa sebagian besar guru SMP Negeri 1 Girimarto atau sebanyak 20 orang nilai kemampuan menyusun RPP masih 65 kebawah, atau dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai Gambar 1 Grafik Kemampuan Menyusun RPP Kondisi Pra Siklus Minat menyusun RPP pada siklus 1 telah mengalami peningkatan, terlihat dari antusiasme guru pada waktu mengikuti pembinaan secara klasikal yang dilakukan di ruang guru SMP Negeri 1 Girimarto. Disamping itu pada saat diberikan tugas untuk menyusun RPP maka semua guru telah menyusun dan mengumpulkan tepat waktu, tidak ada yang terlambat lagi. Data Kemampuan Menyusun RPP Data kemampuan menyusun RPP Siklus 1 diperoleh dari hasil penilaian RPP yang dibuat oleh guru pada Siklus 1. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penilaian RPP tiap guru sudah mencapai 73,51 dari nilai yang diharapkan 100. Nilai tertinggi adalah 81,97 dan nilai terendahnya 54,41, atau dapat ditampilkan pada tabel Tabel 3 sebagai Apabila dilihat dari rentang nilai kemampuan menyusun RPP, maka dapat dijelaskan bahwa Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyusun. Suparno Tabel 3 Rekapitulasi Penilaian Kemampuan Menyusun RPP Tiap Guru Kondisi Siklus Kemampuan Menyusun RPP Rata-rata Tertinggi Terendah Jumlah Nilai 73,51 81,97 54,41 Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa jarak nilai terendah dengan nilai tertinggi masih cukup tinggi. Nilai terendah 54,41 sedangkan nilai tertinggi 81,97 berarti masih ada rentang nilai sebesar 27,56 yang berarti masih ketimpangan kemampuan menyusun RPP guru SMP Negeri 1 Girimarto. Data lain yang dapat dijelaskan bahwa sebagian besar guru SMP Negeri 1 Girimarto atau sebanyak 29 orang nilai kemampuan menyusun RPP sudah lebih dari 60, atau dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut : Gambar 2 Grafik Kemampuan Menyusun RPP Kondisi Siklus 1 Sedangkan apabila dilihat dari rentang nilai kemampuan menyusun RPP, maka dapat dijelaskan bahwa 1 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 60 kebawah, 17 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 60,01 Ae 75,00, 12 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 75,01 Ae 90,00 dan belum guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP lebih dari 90,01. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4 Kemampuan Menyusun RPP Berdasar Kategori Kondisi Siklus 1 Rentang Nilai <=60 60,01 Ae75,00 75,01Ae90,00 90,01 - 100 Jumlah Guru Jumlah guru paling banyak . berada pada rentang nilai 60,01 Ae 75,00, disusul berikutnya 12 orang berada pada rentang nilai 75,01 Ae 90,00, selanjutnya yang paling sedikit . berada pada rentang nilai 60,00 Deskripsi Data Siklus 2 Data hasil tindakan Siklus 2 Data Minat Menyusun RPP Minat menyusun RPP pada Siklus 2 telah mengalami peningkatan sangat tinggi, terlihat dari antusiasme guru pada waktu mengikuti pembinaan secara individual yang dilakukan di ruang guru SMP Negeri 1 Girimarto. Disamping itu pada saat diberikan tugas untuk menyusun RPP maka semua guru telah menyusun dan mengumpulkan tepat waktu, tidak ada yang terlambat lagi bahkan banyak yang mengumpulkan lebih awal dari yang tanggal yang ditentukan. Data Kemampuan Menyusun RPP Data kemampuan menyusun RPP Siklus 2 diperoleh dari hasil penilaian RPP yang dibuat oleh guru pada Siklus 2. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penilaian RPP tiap guru sudah mencapai 84,10 dari nilai yang diharapkan 100. Nilai tertinggi adalah 94,59 dan nilai terendahnya 73,84, atau dapat dilihat pada tabel Tabel 5 sebagai berikut. Tabel 5 Rekapitulasi Penilaian Kemampuan Menyusun RPP Tiap Guru Kondisi Siklus 2 Kemampuan Jumlah Nilai Menyusun RPP Rata-rata 84,10 Tertinggi 94,59 Terendah 73,84 62 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa jarak nilai terendah dengan nilai tertinggi semakin Nilai terendah 73,84 sedangkan nilai tertinggi 94,59 berarti ada rentang nilai sebesar 20,75 yang berarti ketimpangan kemampuan menyusun RPP guru SMP Negeri 1 Girimarto semakin kecil dari yang semula 27,56 sekarang tinggal 20,75. Data lain yang dapat dijelaskan bahwa sebagian besar guru SMP Negeri 1 Girimarto atau sebanyak 30 orang nilai kemampuan menyusun RPP sudah lebih dari 60,01 atau dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai berikut : Gambar 3 Grafik Kemampuan Menyusun RPP Kondisi Siklus 2 90,01 - 100, selanjutnya 2 orang guru berada pada rentang nilai 60,01 Ae 75,00 dan tidak ada guru yang kemampuan menyusun RPP nya berada pada rentang nilai dibawah 60. Pembahasan Hasil Implementasi Antar Siklus Peningkatan Minat Menyusun RPP Minat menyusun RPP Guru SMP Negeri 1 Girimarto pada kondisi awal . ra siklu. , kondisi siklus 1, dn kondisi siklus 2 dapat diringkas dalam tabel 7 sebagai berikut: Tabel 7 Perbandingan Minat Menyusun RPP kondisi awal, kondisi siklus 1 dan kondisi siklus 2 Kondisi Awal Minat rendah Apabila dilihat dari rentang nilai kemampuan menyusun RPP, maka dapat dijelaskan bahwa tidak ada guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 60 kebawah, 2 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 60,01 Ae 75,00, 25 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP 75,01 Ae 90,00, dan 3 orang guru memiliki nilai kemampuan menyusun RPP lebih dari 90,01. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 sebagai Tabel 6 Kemampuan Menyusun RPP Berdasar Kategori Kondisi Siklus 2 Rentang Nilai Jumlah Guru <=60 60,01 Ae75,00 75,01Ae90,00 90,01 - 100 Jumlah guru paling banyak . berada pada rentang nilai 75,01 Ae 90,00, disusul berikutnya 3 orang berada pada rentang nilai Kondisi Siklus I Minat agak Kondisi Siklus 2 Minat Tinggi Minat menyusun RPP kondisi awal masih rendah antara lain ditunjukkan dengan lambatnya guru mengumpulkan RPP setiap kali diminta oleh kepala sekolah untuk mengumpulkan RPP yang dipakai untuk melakukan proses pembelajaran. Banyak alasan yang disampaikan oleh guru mengenai keterlambatan ini. Disamping itu masih ada beberapa guru yang mengantuk pada saat diberi tugas menyusun RPP. Pada kondisi siklus 1 minat menyusun RPP minat menyusun RPP meningkat agak tinggi, ditunjukkan dari antusiasme guru pada waktu mengikuti pembinaan secara klasikal yang dilakukan di ruang guru SMP Negeri 1 Girimarto. Disamping itu pada saat diberikan tugas untuk menyusun RPP maka semua guru telah menyusun dan mengumpulkan tepat waktu, tidak ada yang terlambat lagi. Tidak ada lagi guru yang mengantuk pada saat dilakukan pembinaan secara klasikal dalam penyusunan RPP. Minat menyusun RPP pada Siklus 2 telah mengalami peningkatan sangat tinggi, terlihat dari antusiasme guru pada waktu mengikuti pembinaan secara individual yang dilakukan di ruang kepala sekolah maupun ruang lain. Disamping itu pada saat diberikan tugas untuk menyusun RPP maka semua guru telah menyusun dan mengumpulkan tepat Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyusun. Suparno waktu bahkan banyak diantara guru yang mengumpulkan lebih awal dari waktu yang Tingginya minat menyusun RPP pada kondisi siklus 2 juga ditunjukkan dengan aktifnya guru dalam menyusun RPP, mulai dari aktif megumpulkan bahan-bahan yang diperlukan, juga aktif berkomunikasi dengan guru lain dalam rangka menyusun RPP yang Berdasarkan interpretasi data sebagaimana dijelaskan diatas, dapat diketahui bahwa dengan penerapan metode pembinaan akademik berkelanjutan dapat meningkatkan minat menyusun RPP dari konsisi awal minatnya rendah, meningkat menjadi minatnya agak tinggi pada kondisi siklus 1 dan meningkat lagi menjadi minatnya tinggi pada konisisi Dengan demikian dapat disimpulkan metode pembinaan akademik berkelanjutan dapat meningkatkan minat menyusun RPP Guru SMP Negeri 1 Girimarto. Peningkatan Kemampuan Menyusun RPP Kemampuan menyusun RPP Guru SMP Negeri 1 Girimarto pada kondisi awal . ra siklu. , tindakan siklus 1, dan tindakan siklus 2 dapat disajikan dalam grafik 4 sebagai Gambar 4 Perbandingan Kemampuan Menyusun RPP Tiap Siklus Gambar perbandingan kemampuan menyusun RPP pada kondisi awal . , tindakan siklus 1 dan tindakan siklus 2. Nilai rata-rata kemampuan menyusun RPP pada kondisi awal hanya 63,59, pada tindakan siklus 1 naik menjadi 73,51 yang berarti ada kenaikan sebesar 9,92 point atau ada kenaikan sebesar 15,60 %. Selanjutnya pada tindakan siklus 2 rata-rata kemampuan menyusun RPP naik lagi menjadi 84,10 yang berarti ada kenaikan sebesar 10,59 point atau ada kenaikan sebesar 14,40 % dari tindakan siklus 1. Bila dibandingkan dengan kondisi prasiklus, rata-rata kemampuan menyusun RPP pada tindakan siklus 2 mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Rata-rata kemampuan menyusun RPP kondisi prasiklus hanya 63,59, namun pada tindakan siklus 2 naik menjadi 84,10. Hal itu menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata kemampuan menyusun RPP sebesar 20,51 point, atau ada peningkatan sebesar 32,25 % dari kondisi KESIMPULAN Simpulan Pembinaan akademik berkelanjutan dapat meningkatkan minat menyusun RPP terbukti dari konsisi awal minatnya rendah, meningkat menjadi minatnya agak tinggi pada kondisi siklus 1 dan meningkat lagi menjadi minatnya tinggi pada konisisi siklus 2. Pembinaan akademik berkelanjutan juga dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP bagi guru SMP Negeri 1 Girimarto terbukti dari ata-rata kemampuan menyusun RPP kondisi prasiklus hanya 63,59, namun pada tindakan siklus 2 naik menjadi 84,10. Hal itu menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata kemampuan menyusun RPP sebesar 20,51 point, atau ada peningkatan sebesar 32,25 % dari kondisi prasiklus. Saran Saran yang dapat dikemukakan bagi kepala sekolah hendaknya melakukan pembinaan akademik berkelanjutan untuk meningkatkan minat dan kemampuan guru dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik di sekolah. Saran bagi guru hendaknya selalu berusaha meningkatkan kualitasnya dalam menyusun RPP dengan berbagai macam carauntuk mewujudkan guru profesional. DAFTAR PUSTAKA