Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 Analisis Kesalahan Morfosemantik Pada Teks Terjemahan Siswa Madrasah Aliyah Darussalam Bogor Deni Maulanaa,1. Anwar Sanusia,2 Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia denimaulana93@upi. 2anwarsanusi@upi. Article info Article history: Received: 13-01-2019 Revised : 10-05-2019 Accepted: 23-03-2020 Keywords: text translation ABSTRACT This study aims to uncover morphosemantic errors in Indonesian-Arabic language text translations conducted by Bogor Darussalam Madrasah Aliyah (MA) students. This research uses descriptive qualitative method with a content analysis model. The data source in this study is the result of text translation from Indonesian to Arabic. Research shows that there are student errors in translating texts using past verbs . i'il mAs. %), while non-pastoral verbs . i'il musAri ') amounted to 111 . %). Likewise, students are weak in choosing the appropriate meaning when translating from Indonesian to Arabic. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesalahan morfosemantik pada teks terjemahan bahasa Indonesiabahasa Arab yang dilakukan oleh siswa Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis isi . ontent analysi. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil teks terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan siswa dalam menerjemahkan teks menggunakan verba lampau . iAoil mAs. %), sedangkan kesalahan verba nonlampau . i'il musAri') yang berjumlah 111 . %). Begitu juga siswa lemah dalam memilih makna yang sesuai ketika menerjemahkan dari bahasa Indonesa ke bahasa Arab. Copyright A 2020 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved. PENDAHULUAN Menurut Syuhada . , morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan pembentukan kata. Dalam linguistik Arab disebut dengan iAolm as-Sharf. IAolm as-Sharf adalah ilmu yang membahas dasar-dasar pembentukan kata dan konstruksi kata, termasuk di dalamnya imbuhan atau afiksasi (AsyAoari, 2016. Natsir, 2. Bungatang . menandaskan bahwa afiksasi adalah proses penambahan awalan atau prefiks, akhiran atau sufiks, sisipan atau infiks, dan gabungan antara awalan dan akhiran atau konfiks pada kata dasar. Selain mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, morfologi juga mempelajari susunan bagianbagian kata-kata secara gramatikal (Fathoni, 2. Morfologi juga mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Nur, 2. Selaras dengan hal tersebut, semantik juga merupakan kajian makna, tanda, dan representasi, baik secara mental maupun linguistik (Tiawaldi & Wahab. Pendek kata, ilmu semantik adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 dalam bahasa yang dikenal dengan istilah ilmu al-Dalylah. Hidayat . menambahkan bahwa ilmu al-Dalylah berkaitan dengan morfologi dan sintaksis. Jadi, morfosemantik merupakan gabungan dari subdisiplin ilmu linguistik, yaitu morfologi dan semantik dengan menggunakan morfologi sebagai dasar pijakan pengambilan makna semantiknya dan proses morfologisnya secara inflektif maupun derivatif (Luthfi, 2. Lebih lanjut, analisis morfosemantik menurut El Qorny . merupakan suatu penelitian bahasa dengan menggunakan teori morfologi dan teori semantik. Dalam domain penerjemahan, aspek morfosemantik merupakan hal yang fundamental dalam membangun kata yang akurat. Hal ini biasanya dilihat dari perubahan kata dan makna yang dimaksud dalam bahasa sumber (Bs. untuk dikomunikasikan ke dalam bahasa sasaran (Bs. Dengan kata lain, makna terjemahan berarti Bsu yang diterjemahkan harus dikomunikasikan dengan benar dan harus memiliki tujuan makna yang sama dengan Bsu (Sanusi, 2. Selain itu, penerjemah juga harus memperhatikan pemilihan kata, padanan kata yang tepat dan sepadan, supaya tidak melakukan kesalahan dalam proses penerjemahan (Fahmi, 2. Oleh karena itu, penerjemah seyogianya memperhatikan aspek morfosintaksis guna menghasilkan terjemahan Bsa yang ekuivalen. Artinya, penerjemahan harus cermat dalam membangun kata dan menghindari kesalahan terjemahan yang berkaitan aspek morfosemantik. Berkaitan dengan hal tersebut. Erlinda . berpendapat bahwa kesalahan morfologis adalah ketidakmampuan penerjemah untuk menampilkan makna yang berasal dari imbuhan infleksional maupun derivasional pada satu kata. Wahab . menambahkan bahwa kesalahan semantik adalah kesalahan keterikatan dalam memilih atau menggunakan kosakata yang sesuai pada struktur kalimat yang benar. Kesalahan morfosemantik pasti bertemali dengan analisis kesalahan Haniah . mengungkap bahwa analisis kesalahan berbahasa dapat dipahami dari tiga kata yang digunakan. Analisis berarti proses membahas dan mengurai yang bertujuan ingin mengetahui sesuatu sehingga memungkinkan dapat mengetahui inti permasalahannya. Permasalahan yang ditemukan kemudian dikupas, dikritik, dan diulas lalu disimpulkan untuk dipahami. Dalam analisis kesalahan, terdapat empat wilayah atau taksonomi kesalahan berbahasa, yaitu: taksonomi kesalahan linguistik. taksonomi kesalahan strategi taksonomi kesalahan komparatif. dan taksonomi kesalahan efek Taksonomi kesalahan linguistik mencakup . kesalahan tataran . kesalahan tataran morfologi dan sintaksis. kesalahan tataran semantik dan kata. kesalahan tataran wacana (Suharto & Fauzi, 2. Menurut Supardi, dkk . , kesalahan berbahasa merupakan akibat penutur melanggar kaidah atau aturan tata bahasa gramatika. Senada dengan hal tersebut. Batmang . berpendapat bahwa kesalahan berbahasa adalah anomali kaidah bahasa yang merupakan gejala alami dalam proses belajar bahasa kedua. Kesalahan yang terjadi pada pembelajar bahasa dapat dikatagorikan sebagai kesalahan interlingual dan kesalahan intralingual yang dapat berbentuk kesalahan penulisan ejaan, kesalahan sintaksis, kesalahan morfologis, kesalahan semantik, dan kesalahan menerjemahkan. Ikhsanto & Malik . menjelaskan bahwa seorang penerjemah harus memiliki kemampuan yang diperlukan dalam menerjemahkan, yaitu kemampuan memecahkan masalah. Ihwal penerjemahan biasanya disebut penerjemahan. Pengetahuan seseorang akan makna kata atau kalimat akan sangat menentukan Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 keberhasilan penerjemahan yang baik (Adriana, 2. Menurut Darma . , penerjemahan merupakan padanan dari kata translation. Translation adalah nomina dari verbal to translate. Senada dengan Darma. Baihaki . mengemukakan bahwa penerjemahan berarti memindahkan suatu bahasa sumber ke dalam Bsa. Istilah penerjemahan dalam bahasa Inggris memiliki beberapa makna, antara lain: merujuk pada bidang subjek umum, produk atau teks yang sudah diterjemahkan serta proses atau tindakan menghasilkan terjemahan, yang dikenal dengan penerjemahan. Moeliono . alam Syihabuddin, 2. berpendapat bahwa penerjemahan itu merupakan kegiatan mereproduksi amanat atau pesan bahasa sumber dengan padanan yang paling dekat dan wajar di dalam bahasa penerima, baik dilihat dari segi arti maupun gaya. Idealnya, terjemah tidak akan dirasakan sebagai Namun, untuk mereproduksi amanat itu, mau tidak mau, diperlukan penyesuaian gramatis dan leksikal. Penyesuaian ini janganlah menimbulkan struktur yang tak lazim di dalam bahasa penerima. Pandangan Moeliono tersebut sejalan dengan Nida . alam Syihabuddin, 2. yang menilik penerjemahan sebagai reproduksi padanan pesan yang paling wajar dan alamiah dari Bsu ke dalam bahasa penerima dengan mementingkan aspek makna, kemudian gaya. Walaupun gaya itu penting, makna mestilah menjadi prioritas utama dalam Ekuivalensi ini selanjutnya diistilahkan dengan ekuivalensi dinamis, yaitu kualitas terjemahan yang mengandung amanat asli sumber yang telah dialihkan sedemikian rupa ke dalam Bsa sehingga tanggapan dari reseptor sama dengan tanggapan reseptor terhadap amanat asli sumber. Dengan kata lain, ekuivalensi dinamis menghasilkan tanggapan yang sama antara pembaca terjemahan dan pembaca asli sumber. Konsep utama penerjemahan adalah upaya mengalihkan teks Bsu dengan teks yang sepadan dalam Bsa. Dengan cara menemukan ekuivalensi yang memiliki struktur semantik yang sepadan (Al farisi. Menurut Newmark . , penerjemahan adalah suatu usaha untuk mengganti suatu pesan atau pernyataan tertulis dalam satu bahasa dengan pesan atau pernyataan yang sama dalam bahasa lain. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penerjemahan berfokus pada makna ekuivalen atau padanan suatu bahasa dalam bahasa lain. Hal tersebut didukung oleh Geoffrey . yang mengatakan bahwa bahasa mencerminkan budaya dan seorang penerjemahan harus mampu memahami budaya tersebut serta langkah stereotip dalam mereproduksi makna teks sumber. Artinya, penerjemahan tidak hanya terpaku dengan padanan leksikal pada kamus, tetapi juga mampu memaknainya dari sisi teks dan konteks. Sebab keberterimaan hasil penerjemahan akan dirasakan oleh pembaca. Al farisi . menambahkan, teks terjemahan dengan tingkat kejelasan yang tinggi dapat membantu pembaca memahami teks lebih mudah. Dengan kata lain, pembaca hanya melihat AohasilAo dari praktik penerjemahan, bukanlah AopraktikAo penerjemahannya (Machali, 2. Hasil penerjemahan yang baik seyogianya dibaca seolah-olah karangan asli yang ditulis dalam Bsa. Agar bisa menghasilkan terjemahan yang baik, seorang penerjemah hendaknya memperhatikan aspek-aspek linguistik dan nonlinguistik. Aspek lingustik, meliputi: aspek-aspek tataran morfologis . s-Sar. , sintaksis . lNauw. dan semantik . l-Dalyla. (Munip, 2. Pada umumnya, ihwal penerjemahan merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan mahasiswa program studi bahasa asing di perguruan tinggi. Hal ini juga dilakukan oleh siswa Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 Madrasah Aliyah pondok pesantren Dasrussalam Bogor yang pembelajarannya berorientasi pada kebahasaan. Kegiatan menerjemahkan ini tidak hanya dilakukan pada kegiatan pembelajaran di pesantren, tetapi juga pada mata pelajaran kepesantrenan di sekolah, seperti: mata pelajaran insyAAo atau mengarang dan muAlaAoah atau membaca. Namun pada kenyataanya, ihwal praktik penerjemahan yang dilakukan oleh siswa MA Darussalam Bogor masih banyak mengalami kendala. Kendala itu berupa hasil terjemahan yang mendekati pesan Bsu-nya, baik dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab maupun sebaliknya. Hal ini terjadi karena siswa masih melakukan kesalahan-kesalahan dalam penerjemahan. Dalam pembelajaran, hal ini disebut kesalahan berbahasa. Ada beberapa istilah yang digunakan para ahli untuk menunjukkan kesalahan dalam berbahasa, yaitu: error dan mistake. Menurut James . alam Sari & Dwi, 2. , kesalahan yang tergolong error tidak bisa diperbaiki sendiri karena pembelajar perlu diberikan pemahaman yang lebih relevan. Adapun kesalahan jenis mistake bisa diperbaiki sendiri oleh pembelajar apabila ditunjukkan kesalahan yang dilakukannya. Berikut ini contoh penerjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab yang dilakukan oleh siswa MA Darussalam Bogor. Teks Bahasa Indonesia: AuKaum Muslimin memperingati Isra dan Mikraj Nabi Muhammad Saw. Pada bulan Rajab setiap tahunnya. Ay Hasil teks terjemahan ke dalam bahasa Arab: ca AEac aI AaO EA sAIaA a AE aA a aEaO EENA a A AaO aE caEA a AEa eO aN aOA a A eN aA a a AO aI a acIA a aAE aI e aE aI eOIa Oaa aE a aE ae a aO eE aI e aa IaA /almuslimna yuakiru Aol-israAo wa Aol-miAorAji nabiyu Muhammad sallallahu Aoalayhi wasallama f Aos-syahri Aol-rAjAbi f kulli sanatin/ Jika dianalisis, hasil terjemahan tersebut terjadi kesalahan morfosemantik, pada verba nonlampau . i'il musAri'), yaitu AOaa aE aA. Seharusnya menggunakan verba lampau . i'il mAs. , yaitu Aae a aEA. Jadi, hasil terjemahan dalam bahasa Arab yang benar adalah: ca A aN AaO EA sAIaA a AEA a Aae a aE eE aI e aE aI eOIa a a eE aO ua aeA a AE aA a A aE aEA a A eN aA a A aO aE aO aI e aA a AA /Aoihtafala Aol-muslimna biikrA isrAAo Aol-rasli wa miAorAjihi f Aos-syahri Aolrajabi kulla sanatin/ Pada dasarnya, penelitian tentang analisis kesalahan terjemahan teks ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian Fahmi . menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa, meliputi: morfologi tataran kata, dan kata kerja serta kesalahan sintaksis tataran frasa, klausa, kalimat dan kesalahan huruf pada tataran preposisi. Kesalahan tersebut terjadi karena pengaruh bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab. Penelitian Alawiyah. Royani, & Nawawi . mengungkapkan bahwa dari 150 strategi yang terindentifikasi, ditemukan enam bentuk strategi penerjemahan yang muncul dari teks otentik hasil terjemahan mahasiswa dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Enam bentuk itu, berupa: penambahan, penghilangan, transposisi, modulasi, peminjaman, dan Erlinda . dalam penelitiannya membahas kesalahan morfologis dan sintaksis dalam karya terjemahan. Penelitian tersebut jenis kesalahan morfologis. Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 yaitu word formation. Kesalahan-kesalahan yang termasuk ke dalam kesalahan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu . sufiks infleksional pembentukan makna komparatif dan superlatif, serta . afiks derivasional pembentukan verba. Adapun kesalahan sintaksis tergambar dengan kesalahan urutan kata dan penyimpangan dalam pemakaian struktur frasa, klausa, dan kalimat. Kesalahan sintaksis dikelompokkan kepada tiga jenis, meliputi: . urutan kata, . penghilangan, dan . kegagalan mentransfer maksud teks Bsu. Berbagai penelitian tersebut masih terdapat hal rumpang yang belum diteliti, yaitu tentang analisis kesalahan morfosemantik pada teks terjemahan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini akan berfokus pada analisis kesalahan morfosemantik teks terjemahan siswa MA Darussalam Bogor dalam bidang kajian verba bahasa Arab. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisis isi . ontent analysi. Menurut Mukhtar . , analisis isi merupakan suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru . Kesahihah data dilakukan dengan memperhatikan konteks. Penelitian pendekatan dan metode ini dianggap relevan karena penelitian ini menitikberatkan pada penelitian dokumen. Adapun hal yang dimaksud adalah hasil karya terjemahan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan kesalahan morfosemantik pada teks terjemahan yang ditulis oleh siswa MA Darussalam Bogor. Partisipan dalam penelitian ini adalah 12 siswa kelas XII MA Darussalam. Kelas tersebut sudah mempelajari pelajaran nahwu dan orof. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Artinya, penentuan sampel didasarkan dengan pertimbangan dan kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian (Lathifah. Syihabuddin, & Al Farisi, 2. Teks hasil terjemahan yang diperoleh dengan tes terjemahan dikumpulkan dan akhirnya terdapat 12 teks terjemahan. Berikut ini data yang berhasil diperoleh dari kelas XII MA Darussalam. Tabel 1. Instrumen No. Terjemahan Setiap orang seyogianya belajar dari orang lain Aku berharap Allah menerima taubatku. Pemimpin yang adil itu dicintai masyarakatnya. Umat Islam mendoakan warga Palestina Orang-orang beriman mencintai perbuatan-perbuatan mulia. Hal-hal yang cocok untuk individu, niscaya cocok pula untuk masyarakat. Manusia berupaya membangun peradaban yang agung. Kebutuhan manusia bukan hanya materi, namun juga spiritual. Kasih saying di antara umat manusia akan menghilangkan jurang pemisah dan permusuhan di antara mereka. Persaudaraan mengarah kepada pembentukan persatuan umat Islam. Orang-orang memperhatikan kesehatan mereka. Gerakan terjemah di kalangan umat Islam pernah mengantarkan mereka kepada masa keemasan yang mengagumkan. Teks terjemahan tersebut, diambil dari teks buku berjudul Menjadi Penerjemah karya Ibnu Burdah Dosen Penerjemahan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Burdah, 2. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 adalah tes penerjemahan yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Siswa diminta untuk menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia Bsu ke bahasa Arab Bsa dalam waktu yang sudah ditentukan. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah: . mengindentifikasi kesalahan-kesalahan morfosemantik pada hasil teks penerjemahan, . mengklasifikasi kesalahan morfosemantik dalam karya terjemahan, dan . memberikan koreksi terjemahan yang sesuai dan benar dari HASIL DAN PEMBAHASAN Kesalahan morfologis adalah ketidakmampuan penerjemah untuk menampilkan makna yang berasal dari imbuhan infleksional maupun derivasional pada satu kata. Kesalahan semantik adalah kesalahan keterikatan dalam memilih atau menggunakan kosakata yang sesuai pada struktur kalimat yang benar. Setelah dilakukan analisis ditemukanlah hasil penelitian sebagai berikut. Jumlah kesalahan keseluruhan adalah 125, jumlah tersebut didapatkan dari hasil penelitian tes terjemahan terhadap 12 teks hasil terjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab siswa MA Darussalam Bogor, seperti tabel 2. Tabel 2. Hasil Analisis Data Fokus Subfokus Frekuensi Kesalahan Morfosemantik Verba Lampau . iAoil mAs. Verba Nonlampau . iAoil musAriA. Jumlah Kesalahan morfosemantik yang ditemukan berjumlah 125 yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kesalahan verba lampau . iAoil mAs. berjumlah 14 . %) dan kesalahan verba nonlampau . iAoil musAriA. berjumlah 111 . %), seperti Verba Lampau (Fi'il Madh. Verba Nonlampau . i'il Mudhari') Gambar 1. Kesalahan Morfosemantik Kesalahan yang diteliti difokuskan pada kesalahan morfosemantik. Berdasarkan analisis terhadap teks hasil terjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab, diperoleh data berupa 125 kesalahan yang sudah dikategorikan sebelumnya, berikut pembahasannya. Verba Lampau . iAoil mAs. Teks sumber : Orang-orang beriman mencintai perbuatanperbuatan mulia. Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 Terjemahan teks salah AEOI IIO O AO EE EOAA Terjemahan teks benar : A EiOI AO EIE EAEA Kesalahan terjadi pada kata AOA. Ini merupakan kekeliruan pada pemakaian kata verba nonlampau . iAoil musAriA. Berdasarkan teks sumber, hal ini menunjukkan pekerjaan lampau maka seharusnya menggunakan verba lampau . iAoil mAs. Kata A OAmerupakan bentuk verbal nonlampau . iAoil musAriA. sedangkan A Amerupakan bentuk verba lampau . iAoil mAs. Perubahan kata tersebut merupakan pembahasan morfologis. Verba Nonlampau . iAoil musAriA. Teks sumber : Setiap orang seyogianya belajar dari orang lain. Terjemahan teks salah : A EO EE I OEI I ONA Terjemahan teks benar : AOIO e II I O II EOIA Ketidaktelitian siswa dalam memilih kosakata bahasa Arab menyebabkan kesalahan pada kata A A. Kekeliruan ini pada pemakaian verba lampau . iAoil mAs. Tentu saja hal ini berimplikasi pada makna yang berbeda dan memiliki arti meronda. Padahal seharusnya menggunakan kata A OIOAyang artinya seyogianya. Seperti ini termasuk kesalahan semantik atau makna. Selain itu, kata ini menunjukkan pekerjaan nonlampau, maka seharusnya menggunakan verba nonlampau . iAoil musAriA. Perubahan makna tersebut merupakan pembahasan semantik. Teks sumber : Aku berharap Allah menerima taubatku. Terjemahan teks salah : AO EEN OCE OOA Terjemahan teks benar : AO I OO EEN EOA Kesalahan terjadi pada kata A OAberupa ketidakcermatan pada pemilihan bentuk verba lampau . iAoil mAs. Hal ini juga berimplikasi pada makna yang berbeda dan memiliki arti semoga. Seharusnya kalimat ini menggunakan kata A OAyang artinya berharap. Seperti ini termasuk kesalahan semantik atau makna. Selain itu, kata ini menunjukkan pekerjaan nonlampau, maka seharusnya menggunakan verba nonlampau . iAoil musAriA. Perubahan makna tersebut merupakan pembahasan semantik. Teks sumber : Pemimpin yang adil itu dicintai masyarakat. Terjemahan teks salah : A AO EI O EOIA Terjemahan teks benar : AuEII EE O uEO EIA Kesalahan terjadi pada kata A Adan merupakan kesalahan pada pemakaian verba lampau . iAoil mAs. Seharusnya kata yang digunakan AOA. Kata ini menunjukkan pekerjaan nonlampau, maka seharusnya menggunakan verba nonlampau . iAoil musAriA. Perubahan kata tersebut merupakan pembahasan Teks sumber : Hal-hal yang cocok untuk individu, niscaya cocok pula untuk masyarakat. Terjemahan teks salah : AEO EII EA EI II AO EIIA Terjemahan teks benar : AOI OIC EO EA II OIC EO EIIA Kesalahan siswa dalam memilih kosakata bahasa Arab terjadi pada kata A EIIAdan merupakan kesalahan pada pemakaian . sim fAAoi. Seharusnya menggunakan kata A OICAyang artinya cocok. Selain itu, kata tersebut menunjukkan pekerjaan nonlampau, maka seharusnya menggunakan verba nonlampau . iAoil musAriA. Perubahan kata tersebut merupakan pembahasan Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 Teks sumber : Manusia berupaya membangun peradaban yang Terjemahan teks salah : A uEII EOIO E EOA Terjemahan teks benar : AEI OIEOI EO I eOA Kesalahan terjadi pada pemilihan kosakata bahasa Arab, yakni kata AA Begitu pun, verba yang digunakan menunjukkan verba lampau . iAoil mAs. Hal ini berimplikasi pada makna sehingga maknanya berbeda menjadi Seharusnya kata yang digunakan A OIEOIAdan berarti berupaya. Hal ini termasuk kesalahan semantik atau makna. Dari segi waktu, kata ini merujuk pekerjaan nonlampau, maka seharusnya menggunakan verba nonlampau . iAoil musAriA. Perubahan makna tersebut merupakan pembahasan semantik. Teks sumber : Kebutuhan manusia bukan hanya materi, namun juga spiritual. Terjemahan teks salah : A EI EO E caI AC EEI OO OA Terjemahan teks benar : AO I O EON uEII E OCA EO EIO A E OOA AOA Kesalahan terjadi pada kata A Aberupa kekeliruan penggunaan verba lampau . i'il madh. Seharusnya kata yang diguna berupa AOA. Kata ini merujuk pekerjaan nonlampau, maka seharusnya menggunakan verba nonlampau . iAoil musAriA. Perubahan kata tersebut merupakan pembahasan Teks sumber : Kasih sayang di antara umat manusia akan menghilangkan jurang pemisah dan permusuhan di antara mereka. Terjemahan teks salah : AEIOca OI EI OA OE EIOC uEIAC O O OINIA Terjemahan teks benar : ACO EA OI EI E O EOI OINIA Ketidaktelitian siswa dalam memilih kosakata bahasa Arab menyebabkan kesalahan pada kata A OEAyang diartikan senantiasa. Kesalahan tersebut tentu saja berimplikasi pada makna. Seharusnya kata yang digunakan berupa A COAyang berarti menghilangkan. Kesalahan ini termasuk pada bidang semantik atau makna. Teks sumber : Persaudaraan mengarah kepada pembentukan persatuan umat Islam. Terjemahan teks salah : ANA EO uEO EOOI ca EIEIOIA Terjemahan teks benar : AO EI N uEO EOOI O EI EIIOA Ketidaktelitian siswa dalam memilih kosakata bahasa Arab menyebabkan kesalahan terjadi pada kata A NAAyang artinya bertujuan. Kesalahan tersebut berimplikasi pada makna. Seharusnya kata yang digunakan A NAdan artinya Kesalahan ini termasuk kesalahan semantik atau makna. Teks sumber : Gerakan terjemah dikalangan umat Islam pernah mengantarkan mereka kepada masa keemasan yang mengagumkan. Terjemahan teks salah : AEE EI OE I EIEI OIENI uEO A EN EOIA Terjemahan teks benar : AEI E EI EO EIEIOI ANI uEO ANI ENOA AEOA Kekeliruan siswa dalam memilih kosakata bahasa Arab menyebabkan terjadi kesalahan pada kata A OIENIAyang artinya membawa. Kesalahan tersebut berimplikasi pada makna. Seharusnya kata yang digunakan AANIA dan memiliki arti menghantarkan. Kesalahan ini termasuk kesalahan semantic atau makna. Deni Maulana, dkk. (Analisis Kesalahan Morfosemantik A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2020, 137 Ae 146 SIMPULAN Berdasarkan analisis terhadap kesalahan morfosemantik terjemahan teks berbahasa Indonesia ke bahasa Arab yang dilakukan oleh siswa MA Darusalam Bogor dapat disimpulkan bahwa siswa cendrung keliru dalam menerjemahkan teks menggunakan verbal lampau . iAoil mAs. atau verba nonlampau . i'il musAri'). Siswa juga lemah dalam memilih makna yang sesuai. Kesalahan lain berupa generalisasi yang berasal dari transfer intralingual terhadap kaidah-kaidah dalam bahasa Arab sebagai bahasa target. Hal ini justru menyebabkan pembentukan kalimat lain yang relatif baru. DAFTAR PUSTAKA Al Farisi. Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia Strategi. Metode. Prosedur dan Teknik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Al Farisi. The Impact of Techniques and Translation Ideology on the Clarity of Pragmatic Meanings Translation of the QurAoanic Imperative Verses. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 7. , 676 Ae 686. Alawiyah. Royani. , & Nawawi. Terjemahan Teks Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 3. , 218 Ae 230. AsyAoari. Keistimewaan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Al-QurAoan. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Nidhomul Ha. , 1. , 21 Ae 28. Batmang. Kesalahan Fonologis dalam Berbicara Bahasa Arab pada Mahasiswa Matrikulasi STAIN Kendari. Jurnal Al-Izzah 8. , 19 Ae 38. Bungatang. Makna Aspektualitas Afiksasi dan Reduplikasi pada Verba Bahasa Bugis. Jurnal Retorika. , 8 Ae 12. Burdah. Menjadi penerjemah Metode dan Wawasan Menerjemahkan Teks Arab. Yogyakarta: Tiara Wacana. El Qorny. Produktivitas FiAol dalam Perubahan dan Pemaknaan (Analisis Morfosemantik Terhadap Kamus Arab-Indonesia Karya Prof. Dr. Mahmud Yunu. Jurnal Lisan Arabiya, 2. , 77 Ae 115. Erlinda. Analisis Kesalahan Morfologis dan Sintaksis dalam Karya Terjemahan. Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, 6. , 3 Ae 21. Fahmi. Analisis Kesalahan Gramatikal Teks Terjemah (IndonesiaAra. dalam Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal Kordinat, 17. , 106 Ae 116. Fathoni. Pembentukan Kata dalam Bahasa Arab (Sebuah Analisis Morfologis AuK-T-BA. Jurnal At-TaAodib, 8. , 45 Ae 58. Haniah. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Jurnal Arabi, 3. , 23 Ae 34. Hidayat. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab. Jurnal Pemikiran Islam, 37. , 82 Ae 87. Lathifah. Syihabuddin, & Al Farisi. Analisis Kesalahan Fonologi dalam Keterampilan Membaca Teks Bahasa Arab. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 4. , 174 Ae 184. Luthfi. Mengugat Harakat Alquran. Yogyakarta: Madina Press. Machali. Pedoman Bagi Penerjemah: Panduan Lengkap Bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional. Bandung: PT. Mizan Pustaka. Mukhtar. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Ciputat: Referensi.