ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 MOTIVASI PETANI PADI DALAM PENGGUNAAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DI KECAMATAN SEKAYU KABUPATEN MUSI BANYUASIN MOTIVATION OF RICE FARMERS IN USING PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA AT SEKAYU DISTRICT. MUSI BANYUASIN REGENCY Didik Supriyadi1. Arifin Tasrif2, dan Arif Nindyo Kisworo2 Jurusan Pertanian. Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Jurusan Peternakan. Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Email korespondensi: didiksupriyadi274@gmail. Diterima: 09-11-2023 Direvisi akhir: 27-11-2023 Disetujui terbit: 28-11-2023 ABSTRACT One of the most common problems in agriculture today is the decline in soil fertility on agricultural land due to the excessive use of chemical fertilizers and pesticide residues and the processing of land with agricultural This study was to determine the level of motivation for using PGPR in lowland rice cultivation, what factors influence the level of motivation, and develop a strategy for applying motivation using PGPR in lowland rice cultivation. This research was conducted in Sekayu District. Musi Banyuasin Regency, from April to June. The method used is a descriptive method and multiple linear regression. Respondents were taken as many as 97 people who were determined purposively . urposive samplin. The results show that the level of motivation is included in the high category. Factors that significantly affect farmer motivation are the age of the farmer, the role of extension workers, the availability of facilities and infrastructure, and the availability of agricultural Based on the multiple linear regression analysis test, it was found that the most critical indicator of farmer motivation was the availability of facilities and infrastructure. From these results, an agricultural extension strategy was counseling on making PGPR independently in farmer groups. Keywords: agricultural extension, agriculture information, lowland ricefield, motivation, plant growth promoting rhizobacteria ABSTRAK Salah satu masalah di bidang pertanian yang banyak terjadi saat ini yaitu penurunan kesuburan tanah pada lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dan residu pestisida serta pengolahan lahan dengan alat mesin pertanian. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat motivasi penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak, faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat motivasi, sekaligus menyusun strategi penerapan motivasi penggunaan PGPR pada budidaya Padi Sawah lebak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni di Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif dan regresi linear berganda. Responden diambil sebanyak 97 orang yang ditentukan dengan sengaja . urposive samplin. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi termasuk ke dalam kategori Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap motivasi petani adalah umur petani, peranan penyuluh, ketersedian sarana dan prasarana, ketersedian informasi pertanian. Berdasarkan uji analisis regresi linear berganda didapatkan indikator paling kritits terhadap motivasi petani yaitu faktor ketersedian sarana dan Dari hasil tersebut ditentukan strategi penyuluhan pertanian yaitu memberikan penyuluhan tentang pembuatan PGPR secara mandiri di kelompok tani. Kata kunci: penyuluhan pertanian, informasi pertanian, sawah lebak, motivasi, plant growth promoting Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 PENDAHULUAN Salah pertanian yang banyak terjadi saat ini yaitu penurunan kesuburan tanah pada lahan pertanian akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dan residu pestisida yang secara terus-menerus digunakan serta saat pengolahan lahan mengunakan alat pertanian yang tidak sesuai anjuran. Hal ini mengakibatkan penurunan kesuburan tanah karena kehilangan unsur hara pada tanah tanpa pengendalian kesuburan tanah yang memadai (Rahmasari et al. , 2. Selain itu, biaya pengeluaran dalam kegiatan budidaya juga semakin besar dikarenakan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan dan lamanya waktu pengerjaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman menurut Rasyid et al. yaitu dengan memperbaiki sifat-sifat tanah baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Pemberian bahan organik ke tanah dapat memperbaiki kualitas tanah, tetapi jika luasan lahan dengan skala besar mengalami kendala oleh biaya dan ketersediaan bahan organik untuk tanah. Sehingga diperlukannya bahan organik lain yang dapat digunakan dalam jumlah sedikit namun pengaruhnya besar. Bahan organik yang dapat digunakan yaitu plant growth promoting rhizobacteria (PGPR). Penggunaan PGPR dalam melakukan budidaya padi merupakan salah alternatif untuk meminimalisir penggunaan pupuk Dalam hal ini, budidaya padi dengan menggunakan PGPR sangat membantu Tabel 1. Kriteria penilaian No. Kriteria Penilaian Sangat rendah (SR) Rendah (R) Tinggi (T) Sangat Tinggi METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juni 2023 di Kelompok Tani Tania Sejahtera. Suka Maju (Kelurahan Serasan Jay. Lebak Bagan 1. Palu Bungur (Desa Lumpata. Sungai Denau. Danau Apung Ilo Barokah (Desa Lumpatan II). Kecamatan Sekayu. Kabupaten Musi Banyuasin. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang didapat dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner secara langsung dan data sekunder yang berasal dari programa desa, programa Kecamatan Sekayu. Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) dan dokumen Data dianalisis dengan skala likert dan analisis regresi linier berganda. Modifikasi skala likert yang digunakan berkisar 1 Ae 4 sebagai berikut: skor 1 yaitu tidak mau/tidak butuh/tidak setuju/tidak pernah skor 2 yaitu kurang mau/kurang butuh/kurang setuju/kurang pernah skor 3 yaitu mau/butuh/kadangkadang/jarang skor 4 yaitu sangat mau/sangat butuh/sangat setuju/sangat pernah. Nilai Skor Sedangkan penentuan sampel petani diambil dari 6 kelompok tani yang ada di dua petani dalam mengurangi biaya untuk pengadaan pupuk sekaligus pemupukannya sehingga dapat mendukung keberlanjutan Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat motivasi petani dalam menggunkana PGPR untuk padi sawah lebak di Kecamatan Sekayu. Kabupaten Musi Banyuasin. desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sekayu yang disajikan pada Tabel 2. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Tabel 2. Sebaran pengambilan sampel No. Nama Desa/kel Nama Kelompok Tani Serasan Jaya Tania Sejahtera Suka Maju Lumpatan Lebak bagan 1 Palu Bungur Lumpatan II Sungai Denau Danau Apung Ilo Jumlah Pengambilan menggunakan teknik Purposive Sampling, diasumsikan memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel penelitian, kemudian jumlah responden dihitung dengan menggunakan rumus Slovin pada Persamaan 1. ycu= Jumlah Anggota Besaran sampel yang didapat sesuai dengan jumlah populasi dan taraf signifikansi yang digunakan adalah 93% atau error 7 %. Teknik penentuan jumlah sampel pada masing-masing kelompok tani menggunakan pendekatan teknik secara AuproporsionalAy dengan rumusan (Luck and Rubi. pada Persamaan 2. 1 ycA . 2 ycA 1 ycA . 2 ycu= 1 172 . 2 ycu= ycu = 93,336 ycu = 94 Keterangan: n = Jumlah sampel N = Populasi e = Derajat error ( 7 %) ycAyco ycAycn = ycA ycu . Keterangan: Ni = Jumlah petani sampel dari masing-masing kelompok Nk = Jumlah petani dari masing-masing kelompok yang memenuhi syarat sebagai sampel N = Jumlah total petani dari semua kelompok N = Jumlah petani yang akan diambil dalam penelitian N = Jumlah total petani dari semua kelompok N = Jumlah petani yang akan diambil dalam penelitian Berdasarkan rumus tersebut diketahui cara perhitungan dan jumlah sampel pada setiap kelompok tani yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil analisis terkait proporsi jumlah sampel dari setiap kelompok tani pada penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 3. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Tabel 3. Proporsi jumlah sampel setiap kelompok tani No. Nama Desa/kel Serasan Jaya Lumpatan Lumpatan II Nama kelompok Suka Maju Tania sejahtera Lebak bagan 1 Palu Bungur Sungai Denau Danau Apung Ilo Jumlah Populasi Jumlah Perhitungan 33/172 x 94= 18. 30/172 x 94= 16. 26/172 x 94= 14. 31/172 x 94= 16. 25/172 x 94= 13. 27/172 x 94= 14. Jumlah Sumber: Data diolah penulis, 2022 Berdasarkan Tabel 3, maka diperoleh sampel yang harus di ambil dari setiap desa adalah Kelurahan Serasan Jaya sebanyak 36 orang. Desa Lumpatan 32 orang, dan Desa Lumpatan II 29 orang. Jumlah pengambilan sampel seluruhnya sebanyak 97 orang. Adapun kisi-kisi instrumen dalam peneltian yang meliputi variabel, indikator, parameter dan skala pengukuran yang akan digunakan dalam pengkajian tentang motivasi anggota kelompoktani akan disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Variabel indikator pengukuran Variabel Indikator Parameter Faktor Umur Umur responden pada saat Internal dilakukannya wawancara Pendidikan Lama pendidikan petani di lembaga formal Pendapatan Besarnya pendapatan petani per bulan Faktor Peranan Penyuluh Intensitas Penyuluhan Eksternal Kegiatan penyuluhan Fasilitator Ketersedian Ketersedian PGPR Sarana dan Ketersedian kios pertanian Prasarana Ketersedian transportasi Ketersedian Akses Informasi digital dan Informasi Pertanian cetak Akses informasi dari penyuluh Akses informasi dari petani Motivasi Kebutuhan Rasa aman sosial Penggunaan Kebutuhan Fisik PGPR Kemauan Hasrat untuk menggunakan PGPR Hasrat untuk mengefisiensi Hasrat meningkatkan Penghargaan Pengakuan Ketenaran Apresiasi Skala Pengukuran Rasio Rasio Rasio Modifikasi skala Likert Modifikasi skala Likert Modifikasi skala Likert Modifikasi skala Likert Modifikasi skala Likert Modifikasi skala Likert Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Y=0 1X1. 1 1X1. 2 1X1. 3 1X1. 4 2X2. 1 2X2. 2 2X2. Keterangan: Y = Variabel dependen (Motivasi Petan. 0 = Konstanta X . ,2,. ) = Variabel bebas 1, 2 = Koefisien regresi 1X1. 1 = Umur 1X1. 2 = Pendidikan formal 1X1. 3 = Pendapatan 2X2. 1 = Peranan Penyuluh 2X2. 1 = Ketersedian sarana dan prasarana pertanian 2X2. 3 = Ketersedian Sarana Informasi rendahnya proporsi petani berusia di bawah 35 tahun di Indonesia, yaitu sebesar 12,9% (BPS 2. Umur petani akan mempengaruhi produktivitas kerja atau perannya mengambil keputusan dari Umur tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan fisik tubuh manusia, semakin tua umur maka akan semakin berkurang ketahanan tubuh manusia (Prisilia et al. Berdasarkan seseorang yang berada pada usia ini dinilai masih produktif karena mempunyai kemampuan fisik yang kuat dalam melakukan kegiatan usaha tani, memiliki semangat yang tinggi dan kemampuan dalam belajar hal baru masih tinggi sehingga mampu menerima inovasi baru yang diberikan kepada petani, sedangkan pada usia responden yang tidak produktif akan cenderung sulit menerima inovasi karena selalu bertahan dengan nilai-nilai yang lama. Selain itu, umur yang tidak produktif masih mengedepankan pemikiran bahwa umur yang lebih tua cenderung memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih dibanding umur yang lebih HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Umur Berdasarkan Tabel 5 mayoritas petani berada pada umur 40-49 tahun dengan jumlah 93 orang dengan persentase . %) dari jumlah keseluruhan responden. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa petani dalam responden penelitian ini berada pada umur yang produktif, sedangkan untuk responden pada umur 39- 40 tahun dengan persentase . %) yang juga masuk pada umur yang sangat produktif, rendahnya generasi petani sejalan dengan Sensus Pertanian di tahun 2013 yang menunjukkan Tabel 5. Karakteristik umur petani di Kecamatan Sekayu No. Klasifikasi Umur (Tahu. Jumlah Responden . Jumlah Persentase (%) Sumber data : Data primer diolah oleh penulis 2023 Hal ini sejalan dengan penelitian Prabayanti . bahwa umur tentu akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan fisik tubuh manusia, semakin tua umur maka akan semakin berkurang ketahanan tubuh manusia, umur juga mempengaruhi seseorang merespon suatu yang baru walaupun belum Berkaitan dengan adanya inovasi, seseorang pada umur non produktif akan cenderung sulit menerima inovasi (Prisilia et al. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Tingkat Pendidikan Tabel 6. Tingkat pendidikan responden di Kecamatan Sekayu No. Klasifikasi Pendidikan Jumlah Responden . SMP SMA Persentase (%) Perguruan Tinggi Jumlah Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2023 Berdasarkan Tabel pendidikan petani di Kecamatan Sekayu, lulusan SD sebanyak 1 orang . %), lulusan SMP sebanyak 34 orang . %), dan lulusan SLTA sebanyak 62 orang . %). Berdasarkan fakta dilapangan bahwa mayoritas petani di lokasi penelitian memiliki kesadaran terhadap pentingnya pendidikan sehingga mudah menerima inovasi baru karena memiliki pemahaman yang lebih cepat mengerti dibandingkan dengan pendidikan yang rendah. Tingkat pendidikan merupakan mempengaruhi pola pikir petani dalam memutuskan untuk mengadopsi suatu inovasi baru, terutama dalam hal ini untuk mengadopsi inovasi penggunaan PGPR. Menurut Maramba . , pendidikan berpengaruh pada perilaku dan tingkat adopsi suatu inovasi, seseorang yang berpendidikan tinggi lebih terbuka untuk menerima dan mencoba hal baru. Tabel 7. Pendapatan responden di Kecamatan Sekayu Pendapatan N (Oran. Rendah < 2. Sedang < 3. Tinggi Ou 3. Jumlah Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2023 Berdasarkan Tabel 7, pendapatan responden di Kecamatan Sekayu mayoritas memiiliki pendapatan sekitar < Rp. 000 dengan jumlah 97 orang responden . %). Berdasarkan fakta di lapangan rendahnya pendapatan petani dikarenakan harga gabah yang murah dan produksi menurun karena faktor cuaca. Pendapatan juga dipengaruhi oleh kondisi di pasar, semakin tinggi atau rendahnya harga padi sawah akan mempengruhi penghasilan petani. Pendapatan sama halnya dengan luas usaha tani, dimana petani responden dengan tingkat pendapatan lebih tinggi akan lebih cepat dalam mengadopsi inovasi (Putri et al. Persentase (%) Menurut penelitian Managanta . menyatakan bahwa petani akan lebih dibandingkan nilai jualnya dan apabila petani dengan metode pertanian organik, alam mendapatkan hasil yang lebih mahal dan pendapatan meningkat dibandingkan dengan produksi tinggi namun pendapatan tidak Faktor Eksternal Peranan Penyuluh Berdasarkan Tabel 8 diketahui bahwa indikator peran penyuluh di nilai responden termasuk dalam kategori sedang dengan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 jumlah responden sebanyak 7 orang . %) dan kategori tinggi dengan jumlah responden 90 . %) dari jumlah keseluruhan responden. Hasil dilapangan menunjukkan bahwa peran penyuluh di Kecamatan Sekayu sangat Penyuluh mampu memberikan informasi dan pengetahuan tentang inovasi penggunaan PGPR yang berfungsi sebagai pembenah tanah serta cukup berperan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani dalam menjalankan usahataninya. Peran penyuluh terkhusus dalam penerapan PGPR didukung dengan adanya program mengenalkan kepada petani akan pentingnya PGPR sebagai pembenah tanah yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologi pada tanah. Tabel 8. Analisis peranan penyuluh di Kecamatan Sekayu No. Nilai Kategori N (Oran. Persentase (%) 10 Ae 20 Rendah 21 Ae 30 Sedang 31 Ae 40 Tinggi Jumlah Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2023 Faktor eksternal penelitian yaitu ketersediaan sarana dan perasaran Hasil analisis ketersediaan sarana dan prasarana di Kecamatan Sekayu ditunjukkan pada Tabel 9. Tabel 9. Analisis ketersediaan sarana dan prasarana No. Interval Kategori N (Oran. 7 Ae 14 Rendah 15 Ae 21 Sedang 22 Ae 28 Tinggi Jumlah Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2023 Berdasarkan Tabel 9, mayoritas reponden menilai bahwa ketersediaan sarana dan prasarana berada pada kategori sedang yaitu sebesar 72 orang responden . 2%). Berdasarkan fakta dilapangan sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan usaha tani di Kecamatan Sekayu termasuk ke dalam kategori sedang atau cukup baik dalam penyediaan sarana dan prasarana. Persentase (%) Hal ini tidak menjamin tersedia PGPR. Mengingat PGPR perlu banyak di sosialisasikan di tingkat masyarakat tani. Hal ini sejalan dengan pernyataan Noviyanti . bahwa dengan adanya kios saprodi tentu akan semakin mempermudah dalam pemenuhan kebutuhan menjalankan usahataninya, sehingga akan memperlancar kegiatan di sektor pertanian. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Ketersediaan Informasi Pertanian Tabel 10. Analisis ketersediaan informasi pertanian Kategori N (Oran. Rendah 10 Ae 20 Sedang 21 Ae 30 Tinggi 31 Ae 40 Jumlah Persentase (%) Sumber : Data primer diolah oleh penulis 2023 Berdasarkan Tabel 10, indikator ketersediaan informasi pertanian termasuk ke dalam kategori sedang terdiri dengan jumlah responden sebanyak 79 orang . 4 %), selanjutnya berada pada kategori tinggi dengan jumlah responden 18 orang . 6%). Hasil fakta dilapangan yaitu petani di Kecamatan Sekayu informasi yang bersumber dari penyuluh dan petani lain yang telah berhasil melaksanakan usaha taninya. Selain itu penyebaran informasi yang belum menyeluruh antara kelompok tani merupakan suatu hal yang harus menjadi perhatian pemerintah atau dinas terkait. Salah satu bentuk perhatian terhadap sarana informasi pertanian adalah mendiseminasikan informasi yang bertujuan Serta pemahaman dan juga pengetahuan seperti misalnya penggunaan PGPR sebagai pembenah tanah guna untuk perbaikan usaha budidaya petani. Hal ini sejalan dengan penelitian Ismilaili et al. yang menyatakan bahwa informasi sangat dibutuhkan oleh petani untuk keterampilannya guna meningkatkan sistem usaha tani yang lebih baik. Dimana petani di Kecamatan Sekayu mengandalkan informasi yang hanya bersumber dari penyuluh dan petani lain yang telah berhasil melaksanakan usaha taninya, hal ini sejalan dengan penelitian Insani . menyatakan bahwa Sebagian besar informasi yang didapatkan oleh petani berasal dari penyuluh dan petani lainnya, hanya sedikit petani yang mengakses informasi dari internet. Motivasi Anggota Kelompok Tani pada Penggunaan PGPR Kebutuhan petani terhadap motivasi kebutuhan PGPR pad Tabel 11. Tabel 11. Analisis kebutuhan terhadap motivasi penggunaan PGPR Kategori Rendah 9 Ae 18 Sedang 19 Ae 27 Tinggi 28 Ae 36 Jumlah Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2023 Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa indikator kebutuhan dalam penggunaan PGPR pada budidaya tanaman padi sawah lebak di Kecamatan Sekayu berada pada kategori tinggi sebanyak 78 orang responden . 4%), sedangkan kategori sedang dari kebutuhan yaitu 19 orang responden . 6 %). Hal tersebut menujukan bahwa anggota kelompok tani N (Oran. Persentase (%) sepakat dalam penggunaan PGPR Berdasarkan wawancara di lapangan dengan anggota kelompok tani di Kecamatan Sekayu responden melakukan budidaya padi sawah lebak menaruh harapan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 dengan penelitian Rangkuti . yang menyatakan bahwa petani cenderung tidak mau berurusan dengan sesuatu proses yang rumit dan memakan waktu yang lama. Karena petani menginginkan cara yang instan agar memikirkan bahaya yang akan terjadi jika digunakan secara terus-menerus, terhadap tanaman padi sawah lebak guna memberikan keuntungan bagi petani dalam meningkatkan pendapatan petani. Penyebab kebutuhan petani yang masuk kedalam kategori sedang karena kurang tersedianya PGPR di toko pertanian terdekat yang ada di Kecamatan Sekayu sehingga petani belum mencoba menerapkan inovasi PGPR ini yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan juga masih banyak petani yang belum mengenal lebih jauh mengenai PGPR yang dibutuhkan untuk meningkatkan struktur dan kualitas tanah sehingga pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Hal ini sejalan sehari-hari kebutuhan pokok yang harus terpenuhi agar tetap bisa melanjutkan kehidupan sehingga petani termotivasi untuk selalu berusaha agar bisa memenuhi kebutuhan pokok tersebut. Kebutuhan dalam menggunakan PGPR sangat Kemauan Tabel 12. Analisis kemauan terhadap motivasi penggunaan PGPR Kategori N (Oran. Rendah 12 -24 Sedang 25 - 36 Tinggi 37 Ae 48 Jumlah Sumber : Data primer diolah oleh penulis 2023 Berdasarkan Tabel 12 menunjukan bahwa kemauan petani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak termasuk kedalam kategori tinggi dengan sebanyak 92 responden . %). Selanjutnya yang terbanyak kedua yaitu pada kategori sedang sebanyak 5 orang responden . %). Hal tersebut menunjukkan bahwa petani di Kecamatan Sekayu mayoritas memiliki kemauan yang cukup tinggi dalam PGPR. Menurut wawancara kepada petani responden dimana mayoritas petani memiliki kemauan yang tinggi karena ingin mencoba hal baru pembenah tanah. Kemauan petani dalam menerapkan penggunaan PGPR bervariasi Adapun faktor yang membatasi kemauan adalah tidak tersedianya PGPR yang sudah jadi di Persentase (%) toko pertanian terdekat dan minimnya yang didapat melalui Dimana dalam kenyataan di budidaya tanaman karena petani lebih terpengaruh dengan hasil yang cepat PGPR. Hal ini sejalan dengan penelitian Satriani . yang menyatakan bahwa syarat dari suatu keberhasilan adalah keinginan atau kemauan dimana faktor yang sangat mempengaruhi keinginan seseorang yaitu pengetahuan. Jika seseorang ingin mengetahui sesuatu maka ia akan terus berpikir untuk mencari agar lebih tahu sehingga dapat mendorong dirinya untuk mencoba. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Penghargaan Tabel 13. Analisis penghargaan terhadap motivasi penggunaan pgpr No. Kategori N (Oran. Rendah 7 Ae 14 Sedang 15 Ae 21 Tinggi 22 Ae 28 Jumlah Persentase (%) Sumber : Data primer diolah oleh penulis 2023 Berdasarkan Tabel 13 menunjukan bahwa mayoritas petani dalam indikator penghargaan termasuk kedalam kategori tinggi sebanyak 94 orang responden . %), sedangkan urutan kedua yaitu termasuk kedalam kategori sedang sebanyak 3 orang responden . %). Hal ini menunjukan bahwa penghargaan dalam penggunaan PGPR. Hasil wawancara di lapangan menunjukan bahwa petani ingin cukup dihargai terutama dari segi usaha taninya dalam mengadopsi teknologi Keberhasilan petani dalam menerapkan teknologi baru memberikan pengaruh positif terhadap petani. Hal ini sejalan dengan penelitian Effendy dan Apriani . yang menyatakan bahwa adanya melakukan penerapan teknologi dengan baik dalam usaha tani yang dilakukan akan membuat petani menjadi contoh bagi petani lain dalam kelompok, serta dapat lebih berperan aktif dalam proses belajar dan secara tidak langsung dapat juga meningkatkan kepercayaan diri. Pengujian Hipotesis Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Analisis menggunakan teknik analisis regresi linear Analisis regresi linear berganda ini dilakukan untuk mengetahui arah dan Tabel 14. Hasil uji koefisien determinasi (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square ,767a ,588 ,555 Predictors: (Constan. X23. X2. X21. X3. X4. X22. X1 Dari Tabel 14, dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,555 atau 55,5 Nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa Sumbangan pengaruh variabel independen yang terdiri dari Umur (X1. Pendidikan (X1. Pendapatan (X1. Lamanya Berusaha tani (X1. Peranan Penyuluh (X. Ketersediaan. Uji Pengaruh Simultan (Uji F) Uji F merupakan pengujian hubungan regresi secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen dasar pengambilan keputusan sebagai Std. Error of the Estimate 3,53376 Jika probabilitas . > 0,05 () atau F hitung < F tabel berarti hipotesis tidak terbukti. Jika probabilitas . < 0,05 () atau F hitung > F tabel berarti hipotesis terbukti. Sarana dan Prasarana (X. Ketersedian Informasi Pertanian (X. , terhadap variabel dependen . otivasi petan. secara simultan . ersama-sam. sebesar 55,5%. sedangkan sisanya yaitu 44,6 % . - nilai R Squar. dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Tabel 15. Hasil uji F ANOVA Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X23. X2. X21. X3. X4. X22. X1 Nilai F hitung sebesar 9,268 > F tabel 2,114255 dan nilai Sig. 000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel umur, pendidikan, pendapatan, lama berusaha tani, peranan penyuluh, ketersediaan sarana dan pertanian berpengaruh terhadap motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan Mean Square Sig. juga digunakan untuk indikator apa saja dari setiap variabel yang mempengaruhi variabel terikat (Y). Adapun hasil analisis regresi berganda setiap indikator dan variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat (Y) disajikan pada Tabel 16. PGPR. Analisis regresi linear berganda Tabel 16. Hasil uji analisis regresi linear berganda indikator Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardi Coefficien Std. Error Beta Sig. 10,146 ,000 (Constan. 87,361 8,611 Umur 3,855 1,171 ,338 3,293 ,001 Pendidikan ,406 ,888 ,039 ,457 ,649 Luas lahan -4,813 2,547 -,158 -1,890 ,062 1 Lama berusaha -1,175 ,625 -,187 -1,880 ,063 ,876 ,141 ,515 6,206 ,000 ,535 ,163 ,278 3,275 ,002 ,654 ,176 ,308 3,706 ,000 t Tabel 1,987 Berpengaruh Tidak 1,987 1,987 Peranan Ketersedian sarana dan Ketersedian 1,987 1,987 1,987 1,987 Tidak Tidak Berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh Dependent Variable: Y Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut: Nilai t hitung variabel Umur (X1. sebesar 3,293 > nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. 001 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel umur Petani berpengaruh terhadap Motivasi Anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi sawah. Nilai t hitung variabel Pendidikan (X1. sebesar 0,457 < nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. sebesar 0,649 > 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima, artinya variabel Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 30 November 2023 Pendidikan tidak berpengaruh terhadap Motivasi Anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi sawah. Nilai t hitung variabel Luas Lahan (X1. sebesar -1,890 < nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. sebesar 0,062 > 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima, artinya variabel Luas Lahan tidak berpengaruh terhadap Motivasi Anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi sawah. Nilai t hitung variabel Lama berusaha tani (X1. sebesar -1,880 < nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. sebesar 0,063 > 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima, artinya variabel Lama berusaha tani tidak berpengaruh terhadap motivasi anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi sawah. Nilai t hitung variabel Peranan Penyuluh (X. sebesar 6,206 > nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. 00 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel Peranan Penyuluh berpengaruh terhadap Motivasi Anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi Nilai t hitung variabel Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X. sebesar 3,275 > nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. 002 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel Ketersediaan Sarana dan Prasarana berpengaruh terhadap Motivasi Anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi Nilai t hitung variabel Ketersedian Informasi Pertanian (X. sebesar 3,706 > nilai t tabel yaitu 1,987 atau nilai Sig. 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel Ketersedian Informasi Pertanian berpengaruh terhadap Motivasi Anggota Kelompok Tani dalam Penggunaan PGPR untuk padi sawah. Y = 0 1X1. 1 2X1. 2 3X1. 3 4X2. 1 5X2. 2 6X2. Y = 87,361 3,855 X1. 1 0,406 X1. 2 X1. 4 0,876 X2. 1 0,053 X2. 2 0,654 X2. Ket: Y= variabel dependen (Motivas. = variabel independen = konstanta = koefisien regresi . ilai peningkatan ataupun penuruna. Adapun penjelasannya adalah sebagai Nilai konstanta sebesar 87,361 artinya tanpa adanya variabel umur (X1. pendidikan (X1. , pendapatan (X1. lama berusaha tani (X1. , peranan penyuluh (X2. , ketersediaan sarana dan prasarana (X2. , ketersedian informasi pertanian (X2. , maka motivasi anggota (Y) akan mengalami penurunan sebesar 87,361 Nilai koefisien beta variabel umur (X1. sebesar 3,855, jika variabel X1. mengalami peningkatan 1, maka variabel motivasi anggota (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 3,855. Nilai koefisien beta variabel pendidikan (X1. sebesar 0,406 jika variabel X1. mengalami peningkatan 1, maka variabel motivasi anggota (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0. Nilai koefisien beta variabel pendapatan (X1. sebesar -4,813, jika variabel X1. mengalami peningkatan 1%, maka variabel Motivasi Anggota (Y) akan mengalami penurunan sebesar - 4,813 Nilai koefisien beta variabel Peranan Penyuluh (X2. 876 , jika variabel (X2. mengalami peningkatan 1, maka variabel Motivasi Anggota (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0. Nilai koefisien beta variabel Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X2. sebesar 0,535 , jika variabel X22 mengalami peningkatan 1%, maka variabel Motivasi Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Anggota (Y) akan mengalami peningkatan Informasi pertanian (X2. jika variabel X2. 3 mengalami peningkatan 1, maka variabel motivasi anggota (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0. Strategi Penguatan Motivasi Anggota Kelompok tani dalam Penggunaan PGPR Pada Budidaya Tanaman Padi Sawah Lebak Di Kecamatan Sekayu Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis deskriptif dapat diketahui bahwa motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya tanaman padi sawah lebak termasuk kedalam kategori Hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi-motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak di Kecamatan Sekayu, ditemukan faktor yang memberi pengaruh nyata pada variabel terikat . yaitu peranan penyuluh (X2. ketersedian sarana dan prasaranan (X2. dan ketersediaan informasi pertanian (X2. Untuk itu model yang ditemukan dalam meningkatkan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak secara fakta berbeda dengan model ideal yang disajikan dalam Model dan strategi untuk meningkatkan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak diperoleh dari formulasi analisis deskritif dan regresi linear berganda. Model dan strategi penguatan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak dikecamatan Sekayu pada Tabel 17. Tabel 17. Hasil analisis data untuk menentukan strategi Hasil Analisis Deskriptif No. Indikator Usia Petani Peranan Penyuluh Ketersediaan Sarana Prasarana Ketersediaan Informasi Pertanian Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2023 0,338 0,515 Kriteria N . Persentase {%) 0,278 0,308 Beta Hasil perhitungan pada tabel 16 terdapat 4 indikator yang memberikan pengaruh secara nyata atau mempunyai nilai signifikan terhadap motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR yaitu Indikator usia petani, peranan penyuluh, ketersediaan sarana dan prasarana, dan ketersediaan informasi pertanian. Hasil analisis deskriptif pada keempat indikator ini berada pada kategori rendah dan sedang, sehingga untuk ditentukanlah indikator yang berpengaruh dan paling kritis yaitu indikator ketersediaan sarana dan prasarana dengan nilai koefisien Beta 0,278 ketersediaan informasi pertanian dengan nilai koefisien Beta 0,308 . Indikator ini dipilih karena berpengaruh nyata terhadap motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR. Berdasarkan hal tersebut diperlukan konsep penyuluhan yang berhubungan dengan ketersediaan sarana dan prasarana terkait dengan penggunaan PGPR. Materi penyuluhan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pembuatan PGPR secara mandiri. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Strategi peningkatan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak di Kecamatan Sekayu Mengoptimalkan peran penyuluh dalam pemahaman tentang penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak yang dapat diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan berupa pertemuan antar permasalahan yang terjadi dilapangan dan cara mengatasinya tanpa merusak lahan budidaya pertanian akibat dari kurangnya pemahaman petani mengenai bahaya penggunaan produk kimia yang digunakansecara terus-menerus. Meningkatkan ketersediaan informasi pengetahuan dan pemahaman serta penggunaan PGPR pada budidaya padi Umur petani sawah lebak. Hal ini dapat terwujud dengan menyebarkan informasi secara menyeluruh kepada kelompok tani mengenai manfaat kegunaan PGPR pada kegiatan budidaya petani. Memaksimalkan ketersediaan sarana dan prasarana dalam memberikan dukungan kepada petani dalam penggunaan PGPR pada budidaya Padi sawah lebak. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menyediakan produk PGPR di kios-kios saprodi terdekat agar petani dapat mengenal produk ini sehingga memiliki keinginan untuk menerapkan pada usaha taninya sehingga dapat memperbaiki kondisi tanah yang mulai tercemar akibat kebiasaan petani. Berikut ini model dan strategi penguatan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR pada budidaya padi sawah lebak di kecamatan sekayu yang di sajikan pada Gambar 1. Y1 Motivasi Anggota Kelompok Tani . ilai beta 0,. Y1 Kebutuhan Y2 Kemauan Y3. Penghargaan Peran Penyuluh . ilai beta 0,. Ketersediaan sarana dan prasarana . ilai beta 0,. Ketersediaan Informasi Pertanian . ilai beta 0,. Strategi Penyuluhan: Penyuluhan pembuatan PGPR secara mandiri Gambar 1 Model strategi penyuluhan Sumber : Data Primer diolah oleh Penulis 2022 Model strategi pada Gambar didapat dari hasil formulasi analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Berdasarkan temuan model strategi, untuk meningkatkan motivasi petani dalam penggunaan PGPR merupakan faktor yang mempengaruhi cukup besar mencapai 0,515 atau sekitar 51,5 %. Hal ini terjadi karena peranan penyuluh sangat di butuhkan oleh petani untuk mendukung keberhasilan usaha taninya. Penyuluh akan dinilai berhasil apabila mampu menimbulkan perubahan dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan petani. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 2, 30 November 2023 Rancangan dan Pelaksanaan Penyuluhan Dari hasil analisis penelitian disusunlah strategi penyuluhan untuk mempertahankan dan mengembangkan motivasi anggota kelompok tani dalam penggunaan PGPR. Strategi menentukan materi penyuluhan, metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Materi penyuluhan berdasarkan hasil analisis penelitian adalah materi pembuatan PGPR secara mandiri. Adapun media penyuluhan menggunakan leaflet, brosur dan video sesuai dengan kondisi petani di lapangan. Metode penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara membuat PGPR penyuluhan dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan per kelompok tani dengan rincian 3 kali pertemuan menggunakan 2 materi setiap pertemuan. Selain melaksanakan demonstrasi cara pembuatan PGPR, juga dilaksanakan petak pengaplikasian PGPR untuk padi sawah. Diharapkan percontohan, petani bisa melihat sendiri manfaat dan keunggulan tanaman padi yang telah diaplikasikan PGPR dilihat dari keragaan tanaman padi. Diharapkan dengan strategi penyuluhan di atas, petani menjadi semakin mengaplikasikan PGPR untuk tanaman padi sawah mereka. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini adalah tingkat motivasi penggunaan PGPR di lahan sawah lebak di Kecamatan Sekayu tergolong tinggi . 4 % ) Faktor usia petani . 338 ) peranan penyuluh . 515 ) ketersediaan sarana prasarana ( 0. 278 ) dan ketersediaan sarana informasi . berpengaruh secara nyata terhadap motivasi petani dalam penggunaan PGPR di lahan sawah lebak di Kecamatan Sekayu. Strategi untuk meningkatkan motivasi petani agar menggunakan PGPR berdasarkan indikator nilai beta terendah dari variabelvariabel yang ada yaitu dengan mengadakan penyuluhan tentang pembuatan PGPR secara mandiri, dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi penyusun strategi untuk meningkatkan motivasi petani dalam menerapkan PGPR. SARAN Saran dari penelitian ini yaitu agar penyuluh pertanian dan kelompok tani bisa mengadakan pertemuan kelompok secara rutin terkait transfer informasi dan teknologi tentang PGPR agar informasi bisa tersebar mendorong kelompok tani dapat terus menerapakan penggunaan PGPR untuk usaha budidayanya. DAFTAR PUSTAKA