PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction P-ISSN 2579-9665 | e-ISSN 2579-9673 Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 https://jurnal. id/index. php/pgr/index Integrasi Psikologi Pendidikan Islam Dengan Disiplin Psikologi Modern: Kajian Teoretis Dan Aplikatif Nurul Lail Rosyidatul MuAoammaroh Universitas Islam Raden Rahmat Malang rosyunira@gmail. Abstrak: Psikologi Pendidikan Islam berakar pada nilai-nilai spiritual, moral, dan transendental yang bersumber dari ajaran Islam, sementara psikologi modern mengandalkan pendekatan empiris dan rasional dalam memahami perilaku dan perkembangan manusia. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dan aplikatif hubungan antara Psikologi Pendidikan Islam dan Psikologi modern, serta mengeksplorasi kemungkinan integrasi antara keduanya dalam ranah pendidikan. Melalui kajian ini, penulis ingin mengidentifikasi prinsip-prinsip yang selaras antara dua disiplin tersebut, serta menawarkan pendekatan integratif yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Dengan demikian, diharapkan tercipta kerangka kerja psikologis yang tidak hanya ilmiah dan empiris, tetapi juga sarat nilai-nilai spiritual dan moral keislaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif jenis riset studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi serta analisis data menggunakan teknik analisis konten . ontent analysi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ini dapat memperkaya praktik pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan layanan bimbingan konseling yang tidak hanya rasional tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual. Artikel ini merekomendasikan perlunya dialog interdisipliner yang berkelanjutan serta pengembangan model pendidikan yang mampu menggabungkan kekuatan dari kedua pendekatan secara seimbang dan Kata Kunci: Integrasi, psikologi pendidikan Islam, psikologi modern, nilai spiritual, pendekatan holistic Abstract: Islamic Educational Psychology is rooted in spiritual, moral, and transcendental values derived from Islamic teachings, while modern psychology relies on empirical and rational approaches to understanding human behavior and development. This paper aims to examine the relationship between Islamic Educational Psychology and modern psychology theoretically and practically, and to explore the possibility of integrating the two in the educational realm. Through this study, the author aims to identify principles that align with the two disciplines and offer an integrative approach that can be applied to contemporary Islamic educational practice. This study aims to create a psychological framework that is not only scientific and empirical but also imbued with Islamic spiritual and moral values. The research method used is a qualitative literature study. Data collection techniques include documentation, and data analysis uses content analysis The results of the study indicate that this integration can enrich educational practice, particularly in the development of curricula, learning strategies, and guidance and counseling services that are not only rational but also grounded in spiritual values. This article recommends the need for ongoing interdisciplinary dialogue and the development of educational models that combine the strengths of both approaches in a balanced and applicable manner. Keywords: Integration. Islamic educational psychology, modern psychology, spiritual values, holistic approach MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction, 2025. Vol. 9 No. 2, 118-127 DOI: 10. 32616/pgr. Diserahkan: 01/08/2024. Diterima: 27/08/2025. Diterbitkan: 29/08/2025 E-mail Redaksi: redaktur@jurnal. Naskah ini berada di bawah kebijakan akses terbuka dan Creative Common Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. Oleh karena itu, segala penggunaan, distribusi, dan reproduksi artikel ini, di media apa pun, tidak dibatasi selama sumber aslinya disebutkan dengan Pendahuluan Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang dibekali dengan berbagai potensi fitrah yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Potensi istimewa ini dimaksudkan agar manusia dapat mengemban dua tugas utama, yaitu sebagai khalifatullah di muka bumi dan juga abdi Allah untuk beribadah kepada-Nya. Manusia dengan berbagai potensi tersebut membutuhkan suatu proses pendidikan, sehingga apa yang akan diembannya dapat terwujud. Dalam literatur lain mengatakan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk mewujudkan manusia yang berkepribadian muslim baik secara lahir maupun batin, mampu mengabdikan segala amal perbuatannya untuk mencari keridhaan Allah SWT. Dengan demikian, hakikat cita-cita pendidikan Islam adalah melahirkan manusia-manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan, satu sama lain saling menunjang. Pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan psikologi. Pendidikan merupakan suatu proses panjang untuk mengaktualkan seluruh potensi diri manusia sehingga potensi kemanusiaannya menjadi aktual. Dalam proses mengaktualisasi diri tersebut diperlukan pengetahuan tentang keberadaan potensi, situasi dan kondisi lingkungan yang tepat untuk Pengetahuan tentang diri manusia dengan segenap permasalahannya akan dibicarakan dalam psikologi umum. Dalam hal pendidikan Islam yang dibutuhkan psikologi Islami, karena manusia memiliki potensi luhur, yaitu fitrah dan ruh yang tidak terjamah dalam psikologi umum (Bara. Berdasarkan uraian diatas, maka sudah selayaknya dalam pendidikan Islam memiliki landasan psikologis yang berwawasan kepada Islam, dalam hal ini dengan berpandu kepada al-Quran dan hadits sebagai sumbernya, sehingga akhir dari tujuan pendidikan Islam dapat terwujud dan menciptakan insan kamil bahagia di dunia dan akhirat. Sebenarnya, banyak sekali istilah untuk menyebutkan psikologi yang berwawasan kepada Islam. Diantara para psikolog ada yang menyebut dengan istilah psikologi Islam, psikologi al-QurAoan, psikologi QurAoani, psikologi sufi dan nafsiologi. Namun pada dasarnya semua istilah tersebut memiliki makna yang sama. Manusia sebagaimana mahluk lainnya memiliki bermacam ragam kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia lainnya, maka dari itu kita di sebut sebagai makhluk sosial, begitu juga manusia selalu membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama karena manusia merasa bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya yang maha kuasa tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan. Sehingga keseimbangan manusia dilandasi kepercayan sikap orang dewasa dalam beragama sangat menonjol jika, kebutuaan akan beragama tertanam dalam dirinya. Kesetabilan hidup seseorang dalam beragama dan tingkah laku keagamaan seseorang, bukanlah kesetabilan yang statis. adanya perubahan itu terjadi karena 1 Arifin. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , 54. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam proses pertimbangan pikiran, pengetahuan yang dimiliki dan mungkin karena kondisi yang ada. Tingkah laku keagamaan orang dewasa memiliki persepektif yang luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya, begitu juga manusia tidak bisa lepas dari pendidikan, karena itu yang bisa mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Ketiga aspek diatas tidak bisa terlepaskan dari satu salah satu cabang ilmu pengetahuan yaitu psikologi, karena pada hakikatnya merupakan ilmu yang tidak bisa terpisah-pisahkan, dan termasuk dari dari bagian ilmu itu sendiri, untuk mengetahui lebih lanjut, kami menyajikan pembahasan yang akan membahas tentang, sebuah relasi psikologi pendidikan Islam dengan psikologi pada umumnya dan keperibadian manusia pada kususnya. Permasalahan utama yang diangkat dalam artikel ini adalah bagaimana membangun jembatan konseptual dan praktis antara Psikologi Pendidikan Islam dengan disiplin Psikologi Dalam konteks ini, muncul pertanyaan-pertanyaan krusial seperti: sejauh mana prinsipprinsip dalam Psikologi Pendidikan Islam dapat diintegrasikan dengan teori-teori Psikologi modern yang bersifat empiris? Apa saja titik temu dan titik perbedaan antara keduanya dalam memahami aspek-aspek perkembangan, pembelajaran, dan kepribadian peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dan aplikatif hubungan antara Psikologi Pendidikan Islam dan Psikologi modern, serta mengeksplorasi kemungkinan integrasi antara keduanya dalam ranah pendidikan. Melalui kajian ini, penulis ingin mengidentifikasi prinsip-prinsip yang selaras antara dua disiplin tersebut, serta menawarkan pendekatan integratif yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Dengan demikian, diharapkan tercipta kerangka kerja psikologis yang tidak hanya ilmiah dan empiris, tetapi juga sarat nilai-nilai spiritual dan moral keislaman. Metode Penelitian Penelitian ini dihasilkan dengan menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu artikel yang diperoleh dari bacaan di perpustakaan. 2 Berbagai macam data dieksplorasi, termasuk data primer dan sekunder, dengan menggunakan prosedur khusus yang tercantum di bawah ini: membaca dan menganalisis secara cermat sumber-sumber primer, seperti buku-buku hasil makalah, tesis, atau disertasi terkait psikologi dan pendidikan Islam. Sementara itu, penulis mengumpulkan data sekunder dengan membaca dan meneliti buku-buku dan majalah terkait. Ia kemudian mengevaluasi persamaan dan perbedaan sumber-sumber tersebut, menilainya dari sudut pandang pendidikan Islam, dan mencari hal-hal baru atau wawasan segar. 3 Strategi yang digunakan untuk memperoleh data termasuk mengumpulkan berbagai buku, artikel, dan jurnal yang membahas Psikologi Pendidikan Islam dan Psikologi Modern. Setelah pengumpulan data dilakukan penyortiran buku, jurnal, dan artikel yang membahas Psikologi Pendidikan Islam dan Psikologi Modern. 2 Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 186. 3 Hardani, dkk. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Yogyakarta: Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2. , 129- 4 Umar Siqid dan Moh. Miftachul C. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan (Ponorogo: Nata Karya, 2. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam Hasil dan Pembahasan Psikologi Pendidikan Islam Menurt Etymonline, "Psikologi" berasal dari bahasa Yunani, psyche yang berarti "napas, roh, dan jiwa", dan "logia" berarti "kajian atau penelitian"5. Psikologi berasal dari perkataan psyche yang jiwa dan perkataan logos yang berarti ilmu atau ilmu Karena itu psikologi sering diartikan dengan ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa. Menurut Branca yang dimaksud dengan psikologi adalah ilmu yang berbicara tentang tingkah laku manusia. Pendapat ini juga didukung oleh Morgan, dkk. 6 Ernest Hilgert mengatakan AuPsychology may be defined as the science that studies the behavior of men and other the animalAyetc. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainny. Sedangkan pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung merupakan suatu proses atau segala macam aktivitas yang berusaha membimbing dan memberi suatu tauladan ideal yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi serta mempersiapkan bagi kehidupan dunia dan akhirat. Senada sebagaimana dikatakan oleh Zakiah Daradjat bahwa pendidikan Islam mencakup seluruh kehidupan manusia, bukan hanya aspek akidah, ibadah, atau akhlak. Psikologi pendidikan Islam adalah cara berpikir yang terorganisir untuk mencapai tujuan pendidikan yang inovatif dan menghasilkan materi yang diinginkan. Berdasarkan penjelasan tentang Psikologi dan pendidikan Islam diatas dapat ditarik sebuah pengertian bahwa yang dimaksudkan dengan Psikologi pendidikan Islam adalah satu bagian kajian psikologi secara menyeluruh, yang membahas masalah-masalah kejiwaan yang berkaitan dengan pendidikan yang mendasarkan seluruh bangunan teori-teori dan konsepkonsepnya kepada Islam. Hasan Langgulung mengatakan tujuan pendidikan Islam adalah tujuan dasar hidup manusia itu sendiri. Sebagaimana tersirat dalam firman Allah Swt. , yang artinya Tidaklah aku Menciptakan jin dan Manusia kecuali agar mereka menyembahku. Sebab bagi Hasan langgulung tugas pendidikan adalah memelihara kehidupan manusia. 8 Dalam Al-qur'an disebutkan bahwa manusia menduduki posisi kholifah. dimuka bumi, seperti tercemin dalam firman Allah SWT. yang artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat. Aku akan menciptakan kholifah di atas muka bumi. Manusia akan mampu mempertahankan kekholifahannya hanya jika ia dibekali dengan potensi-potensi yang memperbolehkan berbuat demikian. Berkenaan dengan tujuan pendidikan Islam, pada umumnya seseorang yang memiliki dasar-dasar pendidikan agama yang kuat akan mampu menyelesaikan persoalan hidup yang di hadapi dengan cara-cara yang bijak/baik, salah satunya adalah penyelesaiannya melalui solusi Tetapi jika sebaliknya, maka pelariannya adalah pada hal-hal yang bersifat negatif. Untuk itu pendidikan agama bagi kebanyakan orang adalah alternatif yang sangat layak untuk dijadikan sebagai pandangan hidup . ay of lif. Sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang mengarahkan kepada pembentukan manusia yang seutuhnya, berarti proses kependidikan yang harus dikelola 5 Rassool. IslAmic Psychology: the Basics (London: Routledge, 2. , https://doi. org/10. 4324/9781003312956. 6 Branca. Psychology: The science of Behavior (University of California: Allyn and Bacon, 1. , 2. 7 Hadziq. Konsep Psikologi Pendidikan Islam Dalam Perspektif Prof. Dr. Zakiah Daradjat (Jurnal Study Pendidikan, 7 . , 107Ae128. 8 Hasan Langgulung. Manusia dan Pendididikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1. , 33. 9 Hasan Langgulung. Teori-Teori Kesehatan Mental (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1. , 42. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam oleh para pendidik harus berjalan di atas pola dasar manusia dari fitrah yang telah dibentuk Allah dalam setiap pribadi manusia. Pola dasar ini mengandung potensi psikologis yang kompleks, karena di dalamnya terdapat aspek-aspek kemampuan dasar yang dapat dikembangkan secara dialektis-interaksional . aling mengacu dan mempengaruh. untuk terbentuknya kepribadian yang serba utuh dan sempurna melalui arahan kependidikan. Salah satu aspek potensial dari apa yang disebut AufitrahAy adalah kemampuan berfikir manusia dimana rasio atau intelegensia . menjadi pusat Para pendidik muslim sejak dahulu menganggap bahwa kemampuan berpikir inilah yang menjadi kriterium . yang esensial antara manusia dan mahkluk-makhluk Disamping itu, kemampuan ini memiliki kapabilitas untuk berkembang seoptimal mungkin yang banyak bergantung pada daya guna proses kependidikan. Aspek-aspek psikologis dalam fitrah manusia adalah merupakan komponen dasar yang bersifat dinamis, responsive terhadap pengaruh lingkungan sekitar, termasuk pengaruh Pendidikan, diantaranya. Bakat, . Insting atau gharizah, . Nafsu dan dorongan-dorongan, . Karakter, . Hereditas atau keturunan, dan . Intuisi. Alat-alat potensial dan berbagai potensi dasar atau fitrah manusia tersebut harus ditumbuhkembangkan secara optimal dan terpadu melalui proses pendidikan sepanjang Manusia diberikan kebebasan untuk berikhtiar mengembangkan alat-alat potensial dan potensi-potensi dasar atau fitrah manusia tersebut. Namun demikian, dalam pertumbuhan dan perkembangannya tidak dapat lepas dari adanya batas-batas tertentu, yaitu adanya hukumhukum yang pasti dan tetap menguasai alam, hukum yang menguasai benda-benda maupun masyarakat manusia sendiri, yang tidak tunduk dan tidak pula bergantung pada kemauan Hukum-hukum inilah yang disebut dengan taqdir (Keharusan universa. Di samping itu, pertumbuhan dan perkembangan alat-alat potensial dan fitrah manusia itu juga dipengaruh oleh faktor-faktor hereditas, lingkngan alam, lingkungan sosial, sejarah. Dalam ilmu-ilmu pendidikan ada 5 macam faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pendidikan, yaitu:tujuan, pendidik, peserta didik, alat pendidikan, dan lingkungan. Karena itulah maka minat, bakat, kemampuan . , sikap manusia yang diwujudkan dalam kegiatan ikhtiarnya dan hasil yang dicapai dari kegiatan ikhtiarnya tersebut bermacam-macam. Hubungan Psikologi Pendidikan Islam dengan Psikologi Psikologi beserta sub-sub ilmunya, pada dasarnya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan ilmu-ilmu lain dan bersifat timbal-balik. Psikologi memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain dan sebaliknya ilmu-ilmu lain juga memerlukan bantuan psikologi sebagai salah satu contoh bagaimana keterkaitan psikologi Pendidikan dengan psikologi keperibadian dimana guru tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai tenaga pendidik dengan baik tanpa memahami bagaimana psikologi anak didiknya. Usaha untuk memperoleh pemahaman mengenai perilaku manusia . eserta didi. bukan hanya dimaksudkan untuk melampiaskan hasrat ingin tahu saja tetapi juga diharapkan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Pengetahuan mengenai perilaku individu-individu beserta faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan terapan atau praktik seperti psikoterapi dan program-program bimbingan, latihan dan belajar yang efektif, juga melalui perubahan 10 Arifin. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 16. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , 103. Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam (Bandung: Remaja Rosdakrya, 2. , 19. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam lingkungan psikologis sedemikian rupa agar individu-individu itu mampu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki secara optimal. Interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan merupakan interaksi di mana pihak pendidik berusaha mempengaruhi peserta didik agar peserta didik dapat berkembang secara optimal. Untuk mewujudkan keinginan tersebut pendidik harus membekali dirinya dengan seperangkat persyaratan, diantaranya adalah pemahaman mengenai perilaku manusia, baik tentang dirinya sendiri . elf understandin. maupun orang lain, khususnya peserta didik . nderstanding the othe. Tanpa disertai dengan pemahaman yang baik tentang perilaku manusia atau tepatnya kepribadian, akan sulit mewujudkan interaksi edukatif. Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang mereka yakini dan fokus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Dengan demikian akan dijumpai banyak variasi definisi sebanyak ahli yang merumuskannya, diantaranya. Allport mengatakan kepribadian sebagai AuWhat aman really is. Ay Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia merevisi definisi tersebut. Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah: AuPersonality is the dynamic organization within the individual ofthose psychophysical systems that determine his uniqueadjustments to his environment. Ay 14 Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi: Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. David Krech dan Richard S. Crutchfield mengatakan kepribadian adalah Personality is the integration of all of an individualAos characteristics into a unique organization thatdetermines, and is modified by, his attemps at adaption to hiscontinually changing environment. Ay (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-meneru. Sedangkan Adolf Heuken S. mengatakan kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Berdasarkan definisi dari Allport. Kretch dan Crut chfield, serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut: Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti: inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti: bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dst. Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terusmenerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik. Psikologi Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat polapola yang bersifat tetap. Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu. Dalam profesi bimbingan dan konseling, khususnya di sekolah, pemahaman mengenai perilaku manusia melalui psikologi kepribadian merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Pemahaman kepribadian diperlukan oleh pendidik atau konselor untuk. Acuan dalam mengembangkan kepribadiannya agar mengarah kepada kepribadian pendidik atau konselor . Mempermudah dalam mengenal karakteristik peserta didik. Acuan dalam pengembangan berbagai potensi peserta didik. Acuan dalam mengambil tindakan preventif. 13 Koeswara. Teori-Teori Kepribadian (Bandung: Eresco, 2. , 4-5. 14 Singgih Dirgagunarsa. Pengantar Psikologi (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 11. 15 Heuken. Adolf S. Tantangan Membina Kepribadian: PedomanMengenal Diri (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 10. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam . Acuan dalam membimbing peserta didik ke arah kedewaan. Menghindari terjadinya konflik antara guru / konselor dengan peserta didik / klien. Psikologi menempati peringkat teratas dalam dunia pendidikan. Dengan menguasai psikologi, seorang guru dapat lebih bijak dalam menyalurkan ilmu pengetahuan terhadap anak Disamping guru mendidik jasmani, guru juga dituntut untuk mendidik rohaninya. Dengan demikian jiwa anak didik akan lebih sempurna dalam menuntut ilmu, dan guru lebih bias memfokuskan dan menilai setiap anak didik, mana yang konsentrasi dalam belajar dan yang Para psikolog memandang kepribadian sebagai struktur dan proses psikologis yang tetap, yang menyusun pengalaman-pengalaman individu serta membentuk berbagai tindakan dan respons individu terhadap lingkungan tempat hidup. 16 Dalam masa pertumbuhannya, kepribadian bersifat dinamis, berubah-ubah dikarenakan pengaruh lingkungan, pengalaman hidup, ataupun pendidikan. Kepribadian tidak terjadi secara serta merta, tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang. Dengan demikian, apakah kepribadian seseorang itu baik atau buruk, kuat atau lemah, beradab atau biadab sepenuhnya ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi dalam perjalanan kehidupan seseorang tersebut. Kepribadian seorang Muslim berarti adalah keperibadian yang menuntut agar jiwanya selalu hidup dengan nur ilahi. Inilah yang membedakan antara kepribadian menurut konsep Islam dengan yang lainnya. Kepribadian Islam merupakan ciri khas, watak maupun karakter umat Islam. Ay Kepribadian Muslim atau sering disebut akhlak Islami yaitu prilaku seorang Muslim yang merupakan perpaduan harmonis antara kalbu, akal dan fitrah insaniAy. Kepribadian bagi seorang Muslim ialah yang senantiasa menjaga hatinya untuk selalu taat kepada Allah dan berbahagia karena dekat kepada Allah sehingga memperoleh sinarnya dengan senantiasa mengerjakan ibadah dan amal saleh lainya. sedangkan hati yang kotor dan ingkar kepada Allah yang muncul dari anggota badanya adalah sifat keji, hati yang kotor dan gelap tanpa sinar. Substansi nafsani/diri keperibadian memiliki tiga daya yaitu . kalbu atau fitrah ilahiyah, akal atau fitrah insani dan nafsu atau fitrah hayawaniah. Kepribadian pada dasarnya merupakan perpaduan antara ketiga daya tersebut, hanya saja biasanya ada salah satu diantaranya yang mendominasi yang lain. Al Kindi mendefinisikan jiwa adalah annafs nathiqah substansinya bersifat ilahi rabbani yang berasal dari cahaya . sang pencipta. 20 Oleh karena itu jiwa atau hati harus senantiasa dihidupkan dengan cahaya ilahi. Dalam Islam hati yang hidup adalah sumber kebaikan dan kematian hati adalah sumber keburukan. Akar semua kebaikan dan kebahagiaan seorang hamba adalah kesempurnaan hidup dan cahayanya. Hati yang sehat dan hidup akan bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan. Kadang-kadang dalam kondisi tertentu terjadi perubahan tingkah laku. Hal ini disebabkan karena salah satu substansi jiwa mendominasi yang lainnya. Jika dalam interaksi seseorang didominasi oleh nafsu maka yang muncul ialah sifat pendusta, egois, bakhil, suka mengancau dan amarah. Hal ini dalam psikologi Islam dinamakan jiwa yang sedang sakit. Tetapi apabila 16 Muhammad Utsman Najati. Psikologi dalam Al-QurAoan (Solo: Aulia Press, 2. , 59. 17 Zuhairini, dkk. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 186. 18 Imam al Gazali. Ihya Ulumuddin. Bab Keajaiban Hati, terj. Ismail Yakub (Jakarta: Faisan, 1. , 5. 19 Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir. Nuansa Nuansa Psikologi Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , 59. 20 Al Kindi. Al Qaul fi an Nafs dalam Rasail al Kindi al Falasifa (Beirut: Dar al-Fikr al-`Arab, 1. , 274. 21 Ibnu Qoyyim al Jauriah. Keajaiban Hati (Jakarta: Pustaka Ahzam, 2. , 35. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam yang mendominasi akal dan kalbu maka yang muncul adalah sifat-sifat terpuji dan maAorifat kepada Allah, inilah yang akan mendatangkan kebahagiaan. Hasil kerja kalbu atau kepribadian yang didominasi dengan kalbu akan menghasilkan kepribadian mutmainah wujudnya kepribadian atas dasar iman. Islam, dan ikhsan. Sedangkan kepribadian yang didominasi dengan akal akan menghasilkan kepribadian lawwamah, suatu kepribadian yang berdasarkan sosial moral dan rasional. Dan kepribadian yang didominasi oleh nafsu menghasilkan kepribadian amarah, ia bersifat produktif, kreatif dan konsumtif. 23 Oleh karena itu kepribadian ada yang menarik dan ada yang tercela. Kepribadian yang menarik ialah kepribadian yang memiliki sifat-sifat positif seperti rajin, sabar, pemurah dan suka menolong. Sedangkan kepribadian yang tercela yaitu kepribadian yang negatif seperti pemalas, pemarah, kikir, sombong dan sebagainya. Wacana psikologi Islam tentang struktur dan kepribadian sangat erat pembahasannya dengan substansi manusia. Substansi jiwa menurut para filosof maupun psikolog Islam terdiri atas tiga bagian yaitu jasmani, rohani dan nafsani atau nafsu. Substansi jasmani berupa organisme fisik manusia ia lebih sempurna dibanding makhluk-makhluk yang lain bersifat lahiriyah yang memiliki unsur-unsur tanah, udara, api, dan air. 24 ia akan hidup jika diberi daya hidup atau al Substansi ruh adalah substansi yang merupakan kesempurnaan awal. Al Gazali menyebutnya lathifah yang halus dan bersifat ruhani. Ruh sudah ada ketika tubuh belum ada dan tetap ada meskipun jasadnya telah mati. Fathur Rahman menyatakan bahwa ruh adalah amanah, karena itu ia memiliki keunikan dibanding dengan makhluk yang lain. Dengan amanah inilah ia menjadi kalifah di muka bumi. Substansi nafsani berarti jiwa, nyawa atau ruh, konotasinya ialah kepribadian dan substansi psiko fisik manusia. Nafs ini merupakan gabungan dari jasad dan ruh. Karena itu nafs adalah potensi jasadi dan rohani. Ia berupa potensi aktualisasinya akan membentuk suatu kepribadian Muslim yaitu merupakan perpaduan harmonis antara kalbu, akal dan nafsani. Struktur kepribadian Islam merupakan perpaduan harmonis antara kalbu, 26 akal, 27 dan nafsani. Manfaat Psikologi Pendidikan Terhadap Perkembangan Dan Keperibadian Ilmu pendidikan sebagai suatu disiplin bertujuan memberikan bimbingan hidup manusia sejak lahir sampai mati, pendidikan tidak akan pernah berhasil dengan baik bila tidak berdasarkan kepada psikologi perkembangan, demikian pula watak dan kepribadian seseorang. Rober menyebut psikologi pendidikan sebagai sub disiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan memiliki kegunaan dalam hal-hal sebagai berikut. 22 (Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir, 2002: . 23 Ibid. , 62. 24 De Bali Tj. The History of The Philosophy in Islam (New York: Dowh Publication Inc, 1. , 131. 25 Abdul Mujib. Pemikiran Pendidikan Islam. Kajian Filasofik Kerangka Dasar Operasionalisasinya (Bandung: Tri Genda Karya, 1. , 11. 26 Victor Said Basil. Manhaj al Babs an al MaAorifah inda al Gazali (Beirut: Dar al Kutu. , 155. 27 Maan Zidadat, dkk, al MansuAoat al Falasafiyah al Arabiyah (Arab: Imam al Araby, 1. , 465-466. 28 Afifi. Filsafat Mistik Ibnu Arabi, terj Syahrir Mawi dan Nandi Rahman, judul: A Mystical Philosophy of Muhyidin Ibnu Arabi (Jakarta: Media Pratama, 1. , 176-177. 29 Alex Sobur. Psikologi Umum (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 42. Vol. 09 No. 02 Agustus 2025 . MuAoammaroh. Integrasi Psikologi Pendidikann Islam Perkembangan jiwa peserta didik yang diikuti dengan memberikan didikan psikologi pendidikan islam yang memadai akan dapat melahirkan peserta didik yang memiliki keperibadian yang jauh lebih baik dari sekedar menanamkan pendidikan biasa. Tenaga pendidik dapat melakukan usaha dalam upaya Pengembangan dan pembaruan kurikulum pembelajaran. Sosialisasi proses-proses dan interaksi dengan pendayagunaan ranah kognitif. Penyelenggaraan pendidikan keguruan Sedangkan Rifai Achmad dan Tri Anni. Catharina mengatakan Psikologi pendidikan bermanfaat untuk. Membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, . Membantu pendidik dalam memahami karakteristik peserta didik, . Memahami proses belajar peserta didik, . Memilih dan menggunakan berbagai strategi dalam pembelajaran, . Membantu pendidik untuk melakukan penilaian terhadap kegiatan belajar atau perolehan hasil belajar yang telah dicapai peserta didik. Kesimpulan Integrasi antara Psikologi Pendidikan Islam dan disiplin Psikologi modern merupakan sebuah pendekatan strategis untuk menciptakan model pendidikan yang utuh, menyeluruh, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Secara teoretis. Psikologi Pendidikan Islam berlandaskan pada nilai-nilai spiritual, konsep fitrah, dan tujuan hidup manusia menurut Islam, sementara Psikologi modern berorientasi pada pendekatan ilmiah dan empiris. Kedua pendekatan ini memiliki titik temu dalam hal upaya memahami perkembangan, potensi, dan kebutuhan psikologis peserta didik. Melalui kajian pustaka, ditemukan bahwa integrasi keduanya tidak hanya memungkinkan secara konseptual, tetapi juga sangat aplikatif dalam praktik Pendekatan integratif ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, strategi bimbingan konseling, serta pengembangan karakter siswa, selama tetap memperhatikan nilainilai keislaman dan pendekatan ilmiah yang seimbang. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka kerja interdisipliner yang fleksibel namun berbasis nilai, agar pendidikan Islam mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Daftar Pustaka