Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 12. Nomor 2, 2025 pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Indonesian Vocabulary Acquisition by Children of Indonesian-Japanese Mixed Marriages on the Ueno Family Japan YouTube Channel (Phonological Stud. Maha, 2Hany Uswatun Nisa, 3Prasetyo Yuli Kurniawan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhadi Setiabudi. Kabupaten Brebes. Provinsi Jawa Tengah. Indonesia 1,2,3. Corresponding authorAos email: muhammadmaha648@gmail. ARTIKEL INFO ABSTRACT Article history: Received 24 Juni 2025 Accepted 8 Juli 2025 Published 25 Juli 2025 This research aims to describe the acquisition of Indonesian language in bilingual children from a phonological aspect, which includes the acquisition of vowel sounds, consonant sounds, and the factors that influence it. This study uses a qualitative descriptive method. The subjects of the study are two children from a mixed Indonesian-Japanese marriage, namely Ueno Natsuki and Ueno Ritsuki. The data consists of Indonesian vocabulary obtained from 40 vlog episodes on the Ueno Family Japan YouTube channel during the period from January to December 2024. Data collection was conducted through observation . methods and recording techniques. Data analysis used intralingual matching methods. The results show that both subjects have mastered and can articulate vowel and consonant sounds accurately and clearly, both at the beginning, middle, and end of words. The vowel sounds include . , . , . , . , [A]uA, . , [A], and . , and the consonant sounds include . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , . , and . There are several words that have undergone sound changes due to the replacement, addition, or omission of phonemes, resulting in words being pronounced incorrectly and Keyword: Bilingualism, language acquisition, phomology, vocabulari DOI: 10. 33603/deiksis. PENDAHULUAN Pemerolehan bahasa anak dimulai pada usia 0 hingga 6 tahun dan proses pembentukan keterampilan bahasa yang baik membutuhkan waktu yang lama dengan perhatian dan bantuan dari orang tua serta lingkungan sekitar. Keterampilan bahasa anak akan berkembang seiring bertambahnya usia dengan semakin banyak bahasa yang dipelajari anak, semakin banyak pula masukan dari lingkungannya. Bahasa pertama seorang anak dapat dipengaruhi oleh lingkungannya. Misalnya, jika orang-orang di sekitarnya berbicara bahasa Jepang, ia akan lebih banyak Namun, jika orang-orang di lingkungannya berbicara beberapa p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. bahasa anak tersebut biasanya akan belajar meniru lebih dari satu bahasa selain bahasa Orang yang menikah di Indonesia dan Jepang memiliki latar belakang budaya mempengaruhi perkembangan bahasa mereka. (Nurhayati et al. , 2. Dalam komunikasi antara pasangan yang menikah dengan jenis kelamin berbeda ada konteks budaya dan bahasa yang tidak dapat dihindari. Anak-anak yang dilahirkan dari pasangan perkawinan campuran yang berasal dari Indonesia dan Jepang menghadapi kesulitan dalam menguasai bahasa yang mereka gunakan setiap hari, apakah itu bahasa ibu mereka atau bahasa ayah mereka. Mereka akan dibesarkan dengan berbagai budaya dan bahasa. Dalam perkawinan campuran, bahasa anak memengaruhi bahasa orang (Srikandi et al. , 2. Oleh karena itu, (Mustadi et al. , 2. Pemerolehan bahasa adalah ketika anakanak secara alami belajar bahasa atau kosa kata baru. Kemudian (Riyanti, 2. mengatakan bahwa pemerolehan bahasa pertama (B. merupakan proses ketika anak memperoleh bahasa ibu (BI) secara alami atau tanpa disengaja. Sementara itu, pemerolehan bahasa kedua (B. adalah proses yang terjadi setelah anak menguasai bahasa pertamanya, kemudian mempelajari bahasa kedua hingga tingkat kemahiran yang setara dengan bahasa pertamanya. (Tarigan, 2. Alat pengajaran bahasa tidak bergantung pada data linguistik primer atau utama yang membentuk tata bahasa. Selain itu, kondisi kebahasaan seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti garis keturunan, lingkungan tempat tinggal, dan bahkan negara tempat anak-anak dilahirkan. Anak-anak yang berasal dari kelompok etnis berbeda dapat mempelajari dan menggunakan dua bahasa secara bersamaan, suatu keadaan yang dikenal sebagai Salah satu aspek dalam pemerolehan bahasa adalah fonologi. Fonologi memiliki keterkaitan dengan bidang kajian pemerolehan bahasa lainnya, seperti morfologi, sintaksis, dan semantik. Pada anak yang memiliki ibu berbahasa Jepang, proses pemerolehan bahasa sering kali menghadapi kendala, khususnya dalam pelafalan vokal dan konsonan yang berbeda dari bahasa Indonesia. Meskipun demikian, apabila pengucapan mereka dapat dipahami oleh lingkungan dalam situasi komunikasi tertentu, anak akan mampu memahami dan menguasai bunyi bahasa tersebut. Dalam ranah kajian fonologi, penelitian ini berfokus pada analisis dan deskripsi pemerolehan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. kosa kata bahasa Indonesia pada anak hasil pernikahan campuran IndonesiaAeJepang melalui interaksi sehari-hari yang terekam dalam video vlog Ueno Family Japan. Penelitian ini tidak terlepas dari berbagai faktor yang saling berkaitan serta penggunaan beragam referensi pendukung. Untuk menjaga ketepatan dan objektivitas hasil penelitian, digunakan sumber-sumber yang relevan dengan isu yang dikaji, termasuk buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Dalam kajian mengenai pemerolehan bahasa anak, peneliti merujuk pada penelitian-penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan topik ini, antara lain penelitian (Nurvitarini, 2. dengan artikel jurnal AuPemerolehan Kosa kata Bahasa Indonesia Anak Pasangan Pernikahan Campuran Indonesia-Korea Dalam Kanal Youtube Kimbab Family: Kajian FonologiAy. Penelitan (Alkhaerat & Juanda, 2. dengan artikel jurnal AuAnalisis Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 2 Tahun 7 Bulan Dalam Aspek FonologiAy, (Maisarah et al. , 2. dengan artikel jurnal AuPemerolehan Bahasa Indonesia Anak Usia 5Ai6 Tahun Studi Kasus Muhammad Ragil Satria Putra Agung Dalam Kajian PsikolinguistikAy. Penelitian (Putu et al. , 2. dengan judul AuPemerolehan Kosa kata Bahasa Indonesia Di Tk Brasika Wijaya 1 Klungkung: Kajian PsikolinguistikAy. Penelitian (Syarfina dkk. , 2. dengan judul AuPelafalan Fenom dalam Kosa kata Bahasa Indonesia oleh Orang Jepang dalam Kanal Youtube. Terdapat perbedaan dari kajian yang telah di lakukan sebelumnya dengan lima penelitian tersebut, peneliti sebelumnya mengumpulkan data melalui wawancara dan interaksi langsung dengan subjek penelitian serta usia dan latar belakang sumber data yang diteliti. Penelitian ini memmilih menggunakan satu platfom media social, yaitu kanal youtube Ueno Family Japan sebagai fokus kajian. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana konten yang berasal dari keluarga Ueno yang ditampilkan dalam video mempengaruhi kemampuan bahasa anak dan bagaimana mereka menggunakan bahasa mereka. Selain itu, penelitian ini juga memberikan gambaran tentang bagaimana berbagai konteks budaya dan linguistik mempengaruhi perkembangan bahasa. Anak-anak ini dengan latar belakang budaya yang beragam mungkin menghadapi tantangan unik dalam menguasai bahasa yang perlu dipahami lebih menyeluruh. Anak-anak dari pasangan yang berbeda sering dibesarkan dalam lingkungan bilingual yang dapat berdampak pada perkembangan bahasa mereka. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Sugiyono . , penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dan digunakan untuk mengkaji subjek dalam kondisi alamiah. Pemilihan sumber data atau sampel dilakukan secara sengaja . urposive samplin. dan dilanjutkan dengan metode snowball sampling. Pengumpulan data memanfaatkan pendekatan triangulasi . , sedangkan analisis data dilakukan secara induktif atau kualitatif. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada pemaknaan daripada generalisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengambil obejk penelitian sebanyak 40 tayangan video vlog dalam kanal youtube. Hasil pra-observasi Bahasa anak masih belum jelas dan sedang mengalami transisi ke struktur bahasa yang digunakan dalam komunikasi sehingga sering kali sulit bagi pendengar untuk memahami subjek Anak-anak memperoleh bahasa secara alami mereka akan fasih dalam "bahasa ibu" mereka yang berasal dari lingkungan tempat mereka tinggal. Namun, ada perbedaan antara anak yang berbicara dua bahasa atau berbicara lebih dari satu bahasa yang dipengaruhi oleh keluarga yang berasal dari negara lain. Kemampuan anak bilingual untuk menguasai bahasa dapat dipengaruhi oleh kebiasaan dan lingkungan rumah Salah satu saluran youTube keluarga multikultural Indonesia-Jepang. Umma Mega yang berasal dari Indonesia dan Pak Bambang (Uen. yang berasal dari Jepang, disebut Ueno Family Japan. Sejak tahun 2021 hingga saat ini setiap video vlog membahas kehidupan sehari-hari mereka dan hal-hal yang mereka lakukan selama tinggal di Jepang, seperti traveling, berbelanja, memasak dan beberapa hal lainnya. Data yang dikumpulkan peneliti berasal dari ujaran kedua anak dalam tayangan video vlog yang diposting dikanal youTube Ueno Family Japan yang terdiri dari Ueno Natsuki . yang dikenal sebagai SD 1 dan Ueno Ritsuki . yang dikenal sebagai SD 2. 40 tayangan video vlog diambil selama penelitian ini dari Januari hingga Desember 2024. Peneliti menyajikan data dalam p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. bentuk tabel dan mengkodekannya berdasarkan tayangan video vlog Ueno Family Japan. Kemudian, data diklasifikasikan berdasarkan pemerolehan kata yang dibuat oleh Ueno Natsuki dan Ueno Ritsuki. Berikut di bawah ini pemerolehan bahasa anak pasangan pernikahan campuran Indonesia-Jepang dalam kanal youtube Ueno Family Japan. Tabel 4 1 Pemerolehan kosa kata bahasa indonesia anak dari pasangan pernikahan campuran IndonesiaJepang dalam kanal youtube Ueno Family Japan Subjek Penelitian Ueno Natsuki ( usia 6 Tahun ) Bahasa Anak / kosa Kata Mecet Risuki Gabal Melah Lasanya Tukat Lit Telus Nasi goleng Dalah Tima kasih Sabelnya Idonesia Bangat Kelang Besal Maltabak Malah Walna Asamalaikum Mie goleng Celiman Olang Batle Celita Duket Omong Kalimat Seharusnya Mencret Ritsuki Gambar Merah Rasanya Cokelat Rit Terus Nasi goreng Darah Terima kasih Sambelnya Indonesia Banget Kerang Besar Martabak Marah Warna Assalamualikum Mie goreng Cemilan Orang Baterai Cerita Dekat Ngomong Robot Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa Ueno Natsuki, seorang anak pernikahan campuran Indonesia-Jepang, secara bertahap memperoleh pemahaman bahasa Indonesia. Meskipun demikian. Ueno Natsuki membuat beberapa kesalahan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. kosa kata saat menggunakan bahasa pertama. Selanjutnya, bahasa pertama adalah bahasa yang digunakan anak-anak pasangan pernikahan campuran Indonesia-Jepang untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari mereka yang diabadikan dalam tayangan video vlog di kanal youTube sebanyak 28 kosa kata yang diperoleh. Berdasarkan informasi di atas Ueno Natsuki yang berusia enam tahun sudah menguasai banyak pengetahuan bahasa Indonesia yang ia ucapkan saat berinteraksi dan dia menghadapi beberapa kesulitan untuk menggunakan pengetahuan tersebut dalam video vlog Ueno Family Japan. Tabel 4 2 Pemerolehan kosa kata bahasa indonesia anak dari pasangan pernikahan campuran IndonesiaJepang dalam kanal youtube Ueno Family Japan Subjek Penelitian Ueno Ritsuki (Usia 3 Tahu. Bahasa Anak / kosa Kata Teron Adi Ti sini Doduk Lewi Kasih Duwu Datuh Bajir Batah Dajan Bita Tersukur Esim Dateng Puang Atak Abulan Upa Pijam Bowe Nenang Seuanya Da mau Sapah Matak Kalena Tayang Kalimat Seharusnya Turun Adik Di sini Duduk Mba Dewi Terima kasih Dulu Jatuh Banjir Basah Jajan Bisa Terungkur Es krim Datang Pulang Ajak Ambulans Pinjam Boleh Renang Semuanya Gak mau Sampah Masak Karena Sayang p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Atam Betih Da ena Abitin Silup Lum Beti Sangat Sape Kan Melo Tomen Panat Cena Bitin Gati Puna Sapa Mua Bat Pastik Bisin Likum Klupuk Galam Titu Magil Nak Kotol Ail Bato Talu Segel Baya Suga Walung Kuti Cama Natal Nas kuni Matap Kiatan Buka Didit Ngopol Tanya Maga Tula p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Asam Bersih Gak enak Habisin Sirup Belum Besti Semangat Sampai Bukan Melon Komen Panas Celana Bikin Ganti Punya Siapa Semua Buat Plastik Habisin Assalamualaikum Krupuk Garam Tisu Margarin Enak Kotor Air Baso Taruh Seger Bayam Surga Warung Kunci Sama Nakal Nasi kuning Mantap Kelihatan Bukan Gigit Ngompol Katanya Mangga Tulang Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Lusak Mium Behasil Oga Teton Pijam Sedok Saling Matan Tabole Sabal Dah Napa Ipong Capul Lali Lepet Bilan Sudikit Gula pasil Guting Jakuse Telol Ana ayam Pucah Cin Pedap Pudas Telebang Cileng Berembut Belapa Kamela Bental Lambut Dibakang Bulakang Kuntang Suhat Ruzeki Sekalang Kulang Sugini Mit-amit Suala Tungah Sabel Rusak Minum Berhasil Semoga Teplon Pinjam Sendok Saring Matang Ga boleh Sabar Bulat Udah Kenapa Ping pong Campur Lari Lemper Bilang Sedikit Gula pasir Gunting Jasuke Telur Anak ayam Pecah Micin Penyedap Pedas Terbang Cireng Berambut Berapa Kamera Bentar Lembut Dimakan Belakang Kentang Sehat Rezeki Sekarang Kurang Segini Amit-amit Suara Tengah Sambel p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Ummanya Bayal Lamen Pakil Cali Mutiala Loti Sudiri Potongnya Tailan Gulap Matahalinya Lendam Sikong Gesel Kelual Lapel Cuka Sang goleng Lumah Blokoli Namanya Bayar Ramen Parkir Cari Ketan Mutiara Roti Sendiri Potongnya Thailand Gelap Matahari Rendam Singkong Geser Keluar Laper Suka Pisang goreng Rumah Brokoli Berangkat Tabel 4. 2 Menunjukkan pemerolehan kosakata bahasa Indonesia pada anak hasil pernikahan campuran IndonesiaAeJepang di kanal YouTube Ueno Family Japan. penekanan khusus pada kemampuan Ueno Ritsuki untuk menyalin kosa kata bahasa indonesia secara bertahap sebanyak 160 kosa kata. Namun. Ueno Ritsuki menggunakan bahasa pertama dengan banyak kesalahan pemahaman. Selanjutnya, bahasa pertama adalah bahasa yang digunakan anak-anak pasangan pernikahan campuran Indonesia-Jepang untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari mereka yang diaabadikan dalam tayangan video vlog di kanal YouTube. Berdasarkan informasi di atas. Ueno Ritsuki yang berusia tiga tahun belum cukup menguasai kosa kata bahasa Indonesia yang ia gunakan saat berinteraksi dan dia menghadapi beberapa kesulitan saat berbicara kosa kata tersebut dalam video vlog Ueno Family Japan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka anak-anak berkomunikasi dengan orang tua dan orang lain, seperti keluarga sang ayah, tetangga, dan teman sekolah. Faktorfaktor ini mempengaruhi pemerolehan bahasa Indonesia anak-anak. Salah satunya adalah keturunan mereka dan lingkungan tempat mereka tinggal. Hasil penelitian peneliti pada kanal YouTube Ueno Family Japan dalam kajian fonologi dapat diuraikan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. sebagai berikut. Pertama, bentuk pemerolehan bahasa pada anak hasil pernikahan campuran IndonesiaAeJepang berusia 3 dan 6 tahun. Kedua, faktor-faktor yang memengaruhi pemerolehan bahasa pada anak tersebut. Bentuk Pemerolehan Bahasa Anak Pasangan Pernikahan Campuran IndonesiaJepang dalam Kanal Youtube Ueno Family Japan (Kajian Fonolog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berusia tiga dan enam tahun dari pasangan pernikahan campuran Indonesia-Jepang dalam tayangan video di kanal YouTube Ueno Family Japan telah mahir mengucapkan huruf vokal a, e, i, o dan u dengan tepat di awal, tengah, dan akhir. Selain itu, anak-anak dari pasangan pernikahan campuran ini, yang berusia tiga dan enam tahun, sudah dapat memperoleh huruf konsonan atau bunyi. b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y dan z Meskipun anak-anak dari pasangan pernikahan campuran IndonesiaJepang berusia 3 dan 6 tahun sudah dapat mengucapkan huruf konsonan . , . , dan . , anak-anak belum mengucapkan konsonan tersebut dalam percakapan Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemerolehan bahasa pada Ueno Natsuki dan Ueno Ritsuki dipengaruhi oleh peran orang tua dalam membiasakan serta mengajarkan penggunaan bahasa Indonesia kepada kedua anak tersebut. Kemampuan berbahasa merupakan hasil dari proses kognisi umum dan interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pada anak bilingual yang sering menggunakan dua bahasa secara bersamaan atau bergantian, perkembangan bahasa dapat menunjukkan perbedaan tingkat penguasaan serta memunculkan kesalahan dalam pelafalan kosa kata bahasa Indonesia. Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa pada Anak dari Pasangan Pernikahan Campuran Indonesia-Jepang dalam Kanal Youtube Ueno Family Japan (Kajian Fonolog. Ada beberapa elemen yang mempengaruhi penguasaan fonologi kosa kata bahasa Indonesia serta jenis kesalahan atau pelafalan yang muncul pada anak-anak yang berbicara dua bahasa atau bilingual. Faktor Orang Tua dan Lingkungan Faktor pertama yang mempengaruhi kemampuan anak dalam berbahasa Indonesia serta kesalahan dalam pengucapan adalah lingkungan tempat tinggal, sebab anak tersebut menggunakan bahasa Jepang di sekolah setiap hari. Faktor orang tua juga berperan, mengingat keluarga Ueno berbicara dalam dua bahasa p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. sehari-hari. Pak Bambang menggunakan bahasa Jepang, sedangkan Uma Mega menggunakan bahasa Indonesia. Faktor peniruan menyebabkan anak mengucapkan kata-kata yang belum dikenal dengan pengucapan yang berbeda akibat adanya variasi, penambahan, atau penghilangan bunyi. Lingkungan bahasa memiliki peran yang sangat penting dan Faktor Pengalaman Pengembangan bahasa anak dan pemahaman yang salah juga dipengaruhi oleh faktor pengalaman. Karena anak-anak di sekolah berbicara bahasa Jepang dan banyak orang di sekitar mereka berbicara bahasa Jepang anak-anak menghadapi Bahasa Indonesia. Stimulus, seperti gambar, objek, atau lainnya, diberikan kepada anak-anak untuk mengurangi kesalahan kata dan meningkatkan pemahaman mereka. Misalnya, dalam tayangan vlog Ueno Family Japan. Umma Mega memberikan stimulus berupa kata benda, kata kerja dan kata sifat kepada anak-anak yang mendorong mereka untuk belajar mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia dengan benar dan jelas. Ketika anak-anak mengucapkan suatu kata dengan pelafalan bahasa Indonesia, mereka mulai belajar mengucapkan kata- kata dengan benar dan jelas dan Umma Mega langsung memberikan arahan dan mengoreksi pelafalan ketika mereka mengucapkan kata dengan pelafalan yang salah. Faktor Kebiasaan Anak-anak bilingual berkomunikasi dalam kedua bahasa pada waktu yang sama atau satu demi satu. Ini bisa jadi salah satu alasan yang berdampak pada kemampuan anak dalam memahami bahasa serta kesalahan dalam pengucapan kata-kata. Anak-anak yang kerap menggunakan bahasa Jepang di rumah dan di sekolah tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu, mereka kadangkadang menggabungkan cara mengucapkan kata dengan bahasa Jepang yang mengubah suara kata. Seperti yang ditampilkan di saluran YouTube Ueno Family Japan, orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka beberapa hal untuk membantu mereka memahami cara menggunakan dan mengucapkan bahasa Indonesia. Misalnya. Umma Mega selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan sehari - harinya bersama kedua anaknya . Berkat kebiasaan ini, anak - anak mendengar kosa kata baru dan lama yang belum pernah dipelajarinya dengan p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. pelafalan yang jelas dan benar saat Umma Mega beraktivitas atau berbicara dengan Faktor Keaktifan Saat anak-anak Indonesia, menggunakannya, terutama bagi anak-anak yang fasih berbahasa dua bahasa, sangat mempengaruhi cara mereka mengucapkan kata. Mereka menampilkan berbagai aktivitas mereka, seperti memasak, berbelanja, belajar, dan bepergian, di saluran YouTube keluarga Ueno. Dalam video blog. Umma mega secara aktif mengajarkan dua anaknya bahasa Indonesia, meskipun orang-orang di sekitar mereka berbicara bahasa Jepang. Sejak kecil. Ueno Natsuki dan Ueno Ritsuki telah banyak belajar pemahaman bahasa Indonesia melalui komunikasi sehari -hari . Meskipun demikian, anak-anak yang berinteraksi secara aktif dengan orang tuanya setiap hari dapat mengurangi kesalahan pengucapan yang mereka buat . membuat kesalahan dan menghilangkan fonem saat berbicara, dan beberapa kosa kata tidak diucapkan dengan benar. Faktor utama yang mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami bahasa Indonesia adalah lingkungan mereka. Anak-anak juga menggunakan bahasa Jepang secara bersamaan atau berurutan di rumah dan di sekolah. KESIMPULAN Hasil analisis pemerolehan pemahaman yang dilakukan pada kedua anak dari pasangan pernikahan campuran Indonesia-Jepang Ueno Natsuki dan Ueno Ritsuki di kanal youTube Ueno Family Japan menunjukkan bahwa Pemerolehan bahasa setiap anak berbeda- beda. Baik vokal maupun konsonan memiliki lafal dan penguasaan fonologi yang baik. Bunyi a, i, u, o. AuA, e. A, dan o adalah vokal yang dikuasai, dan bunyi b, c, d, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w dan y adalah konsonan yang diperoleh. Selain itu, beberapa bunyi dapat diganti dengan bunyi lain, seperti konsonan getar . dapat berubah menjadi bunyi lateral . Menunjukkan bahwa anak-anak dari pasangan pernikahan campuran ini belum menguasai bunyi . , yang lebih sulit diucapkan dibandingkan dengan bunyi likuid yang berupa lateral . Selain itu, konsonan di awal, tengah, dan akhir kosa katanya dihilangkan, seperti kata "atak" yang berarti "masak", "gati" yang berarti p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Maha. Hany Uswatun Nisa. Prasetyo Yuli Kurniawan . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. "ganti", dan "ana ayam" yang berarti "anak ayam". Ueno Natsuki dan Ueno Ritsuki melakukan penggantian beberapa fonem dengan fonem lain yang belum pernah muncul sebelumnya atau hanya muncul secara parsial. Penggantian ini dipengaruhi oleh kemampuan fisiologis anak hasil pernikahan campuran IndonesiaAeJepang, khususnya peralihan bunyi dari satu bahasa ke bunyi lain. Dalam kasus ini, kedua anak mengganti bunyi bahasa dengan bunyi fonetik yang memiliki kemiripan. Pemerolehan bahasa pada anak memiliki keterkaitan erat dengan pemerolehan leksikon, yaitu proses di mana anak membangun pemahamannya melalui peniruan terhadap ujaran orang dewasa. Sebagian bunyi mereka peroleh setelah mengamati suatu objek. sedangkan bunyi lain muncul secara spontan ketika mereka terlibat dalam kegiatan yang rutin dilakukan. Ueno Natsuki, yang berusia enam tahun, menguasai kosa kata bahasa Indonesia lebih banyak karena terpapar pada tayangan video blog yang dianalisis. Hal ini menunjukkan kemampuan pelafalan dan pemahamannya yang kuat. Anak hasil pernikahan campuran IndonesiaAeJepang pada dasarnya adalah penutur dwibahasa . Pemahaman anak dwibahasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengalaman berupa stimulus, latihan, serta aktivitas yang dilakukan oleh orang tua. UCAPAN TERIMA KASIH Saya Ucapkan Terimakasih kepada Kedua orang tua saya yang menjadi sebuah alasan utama saya untuk dapat bertahan selama perkuliahan untuk Ayah dan ibu, selalu mendoakan says selama menempuh pendidikan sehingga Saya dapat menyelesaikan studi S1 di UMUS BREBES, saya berterima kasih kepada seluruh doesen Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Bapak dosen pembimbing I dan pembimbing II. Teman-teman seperjuangan yang telah berjuang bersama dan saling mendukung untuk menyelesaikan skripsi ini. REFERENSI