P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENULIS SURAT PRIBADI BERMUATAN KONSTRUKTIVISME DI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 11 LUBUK LINGGAU Erma Rahmasari1. Agung Nugroho2. Dian Ramadan Lazuardi3 Universitas PGRI Silampari. Lubuklinggau ermarahmasari6@gmail. Agungaryonugroho886@gmail. Dianramadan78@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model pembelajaran konstruktivisme dalam kemampuan menulis surat pribadi kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk Linggau. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan dengan model Four-D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: pendefinisian . , perancanaan . , pengembangan . , dan penyebaran . Berdasarkan hasil analisis penelitian oleh 3 ahli, yaitu: ahli Bahasa Ibu (Dr. Indah Puspita Sari M. Pd. ), ahli Media bapak (Dr. Leo Charli. Pd. ) dan ahli Materi (Cekman. Pd. ) menunjukan bahwa mengembangkan modul ajar bermuatan konstruktivisme kategori valid dengan presentase akhir 72,5%. Sedangkan hasil analisis penilaiguru dengan kategori sangat praktis yakni 90,66%, analisis lembar penilaian one to one kategori sangat praktis 88,66%, hasil analisis kelompok kecil dengan kategori praktis yakni 74,33%, dan hasil analisis uji lapangan dengan kategori praktis yakni 70,48%. Dapat di simpulkan Sehingga dalam penilaian ini diperoleh pembelajaran menggunakan modul ajar lebih baik dari pada pembelajaran tanpa menggunakan modul ajar. Kata kunci: Pengembangan. Modul Ajar. Menulis. Surat Pribadi. ABSTRACT This study aims to determine the development of a constructivism learning model in the ability to write personal letters of grade VII SMP Negeri 11 Lubuk Linggau. The method used in the development research with the Four-D model consisting of 4 stages, namely: defining, planning, developing, and disseminating. Based on the results of the research analysis by 3 experts, namely: Mother Tongue expert (Dr. Indah Puspita Sari M. Pd. Media expert (Dr. Leo Charli. Pd. ) and Material expert (Cekman. Pd. ) showed that developing a constructivism-based teaching module is a valid category with a final percentage of 72. While the results of the teacher assessment analysis with a very practical category are 90. 66%, the analysis of one-toone assessment sheets is very practical category 88. 66%, the results of the small group analysis with a practical category are 74. 33%, and the results of the field test analysis with a practical category are 70. It can be concluded that in this assessment, learning using teaching modules is better than learning without using teaching modules. Keywords: Development. Teaching Modules. Writing. Personal Letters. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan sebuah bantuan yang diberikan pendidik kepada peserta didik guna membantu peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan. Proses pembelajaran ini menghasilkan intraksi antar pendidik dengan peserta didik dalam membahas sebuah pembelajaran yang memperhatikan faktor lingkungan, karakteristik P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 siswa serta strategi pembelajarannya. Dengan memperhatikan beberapa faktor tersebut maka, akan menghasilkan hasil belajar yang sesuai diakhir proses pembelajarannya. Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar Pane dan Dasopang, . Artinya, dalam pencapaian pembelajaran ini pendidik dituntut harus mampu mengatur proses pembelajaran dan mampu mengorganisasikan lingkungan di sekitar peserta didik serta mampu mendorong minat peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran dengan harapan pendidik mampu memberikan pembelajaran terbaik untuk kemajuan peserta didiknya. Pembelajaran bahasa dan sastra pada hakikatnya dilaksanakan untuk membantu siswa memiliki kemampuan berbahasa dan sastra yang baik dan benar dengan harapan siswa menyukai pembelajaran Bahasa dan Sastra. Sedangkan Badelah . mengatakan pembelajaran Sastra Indonesia sangat penting bagi siswa karena dengan mengenal sastra maka siswa secara tidak langsung akan melestarikan budaya Indonesia. Pengajaran bahasa indonesia ini juga bertujuan agar siswa terampil berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tulisan. Dalam standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan kurikulum adalah program untuk pengetahuan, keterampilan, berbahasa dan sikap positif terhadap Bahasa Indonesia. Di dalam pembelajaran bahasa yang mana meliputi empat komponen keterampilan berbahasa yakni seperti, keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kurikulum yang saat ini digunakan adalah kurikulum merdeka. Kurikulum ini memiliki muatan materi pembelajaran di kelas, salah satunya adalah materi pembelajaran menulis surat pribadi pada kelas VII SMP Negeri 11 Lubuklinggau. Dalam kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai tujuan, yaitu peserta didik mampu mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Menulis surat pribadi bagi peserta didik bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pemahaman yang luas tentang kreatif dalam menulis, serta memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri peserta didik dengan cara yang unik dan menarik. Salah satu materi yang ada di SMP/MTs berdasarkan kurikulum merdeka adalah menulis surat Menulis adalah kegiatan menyampaikan sebuah pesan, gagasan dan perasaan. Alam . 0:1-. menyatakan menulis merupakan aktivitas yang harus dilakukan secara dalam menulis juga kita harus banyak berlatih dan dalam melakukan keterampilan menulis dengan tujuan agar dapat menghasilkan tulisan yang baik dan benar serta melatih kemampuan menulis ini seorang peserta didik dapat menghasilkan sebuah karya tulis yang berkualitas. Bukhari (Husnah, dkk. , 2024:. mengatakan bahwa menulis merupakan sebuah kegiatan berkomunikasi menggunakan bahasa tulis. Jadi menulis sebagai salah satu kegiatan berkomunikasi menggunakan bahasa tulis berarti bahwa menulis adalah cara untuk menyampaikan pesan, gagasan, atau informasi melalui kata-kata yang ditulis. Dalam proses ini, penulis menggunakan simbol-simbol bahasa . uruf, kata, kalima. untuk berkomunikasi dengan pembaca. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 Seperti halnya berbicara, menulis juga bertujuan untuk mengungkapkan pemikiran, ide, atau emosi, hanya saja medianya adalah teks, bukan suara. Komunikasi dalam bentuk tulisan memungkinkan pesan disimpan, disebarkan, dan dipahami oleh orang lain, meskipun penulis dan pembaca tidak berada di tempat dan waktu yang sama. Apa bila tidak mengetahui dasaran awalnya pada saat menulis maka akan mengalami kesulitan. Sukino (Oktarina,dkk. , 2010:. menyatakan bahwa kesukaran dalam menulis mengkomunikasikan ide dengan bahasa lisan, dan kesulitan yang akan ditemui ialah sulit dalam menemukan ide untuk memulai tulisan, dan tidak jarang juga akan mengalami pemberhentian dalam peroses penulisan, alhasil tulisan menggantung atau tidak tuntas. Jadi, disini dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang melahirkan pikiran,ide, atau perasaan yang diekspresiakan lewat seseorang melalui bahasa tulis yang memiliki kesatuan-kesatuan bahasa untuk membentuk komunikasi kepada pembaca maka dari itu dalam Kegiatan menulis ini juga dapat dikatakan merupakan suatu kegiatan berkomunikasi yang dilakukan antara penulis dengan pembaca. Pembelajaran keterampilan berbahasa ditingkat SMP/MTs ini dapat membentuk pola fikir yang mandiri pada peserta didik dengan pemahaman konsep, seperti salah satunya menulis surat pribadi. Pada pembelajaran menulis surat pribadi menutut peserta didik untuk bisa menyusun surat dengan struktur yang benar, dengan menggunakan bahasa yang santun dan personal serta mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan secara jelas, memperhatikan ejaan dan tata bahasa, serta mampu mengembangkan gaya Berdasarkan dari hasil identifikasi kebutuhan guru dan peserta didik diketahui bahwa pembelajaran menulis surat pribadi di SMP Negeri 11 Lubuklinggau belum sesuai dengan harapan. dari hasil analisis kurikulum dan hasil analisis sumber ajar terdapat kendala yang dihadapi antara lainnya yaitu materi yang disampaikan hanya terbatas pada sumber buku yang ada di perpustakaan atau buku pegangan guru itu sendiri dan lembar kerja siswa (LKS). Berdasarkaan identifikasi kebutuhan dan analisis disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah ketersediaan bahan ajar pembelajaran yang belum sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik, sehingga dengan ini akan dikembangkan bahan ajar pembelajaran berupa Modul ajar. Modul merupakan paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan untuk peserta didik, dan dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar. Modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta didik. Selain itu, modul diartikan sebagai alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, serta mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Dengan Modul, peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran guru secara langsung. Modul juga dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik disertai dengan pedoman penggunaannya P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 untuk para guru (Kosasih 2021:18-. Sedangkan Daryanto . menyatakan bahwa modul merupakan materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi Modul ini nantinya bisa memandu pembaca dalam merencanakan dan mengembangkannya sebagai bahan ajar mandiri. Sebagai bahan ajar, modul disajikan dengan materi yang luas kemudian nantinya dilengkapi dengan contoh serta soal-soal latihan untuk melatih keterampilan menulis peserta didik. pembahasan yang dilakukan penulis nantinya diharapkan dapat lebih memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran menulis surat pribadi pada modul yang akan Salah satu alternatif dan dikembangkan bahan ajar pembelajaran bermuatan kontruktivisme. Teori konstruktivisme ini merupakan teori yang sudah tidak asing lagi bagi dunia pendidikan. Suparlan . menyatakan Konstruktivisme bersifat Dalam konteks filsafat pendidikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Artinya bahwa konstruktivisme merupakan sebuah teori yang sifatnya membangun baik dari segi kemampuan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Karena, dengan memiliki sifat tersebut dapat diharapkan keaktifan siswa dari pada siswa meningkatkan Brunding (Suryadi, dkk. , 2022:. menyatakan bahwa konstruktivisme adalah pandangan secara psikologis dan filosofis yang mandang bahwa tiap-tiap individu membentuk atau membangun sebagian besar apa yang mereka pelajari dan pahami. Arafah, dkk. , . menyatakan bahwa konstruktivisme dari pandangan bahwa bagaimana cara siswa menyesuaikan diri dan memperbaiki pengetahuannya sendiri dari sebuah pengalaman yang mereka alami. Artinya disini siswa akan belajar mandiri menjadi lebih baik lagi setelah menggunakan teori konstruktivisme yang mana dalam teori tersebut mempunyai sifat membangun baik dari segi kemampuan dan pemahaman siswa dangan harapan dapat membuat siswa jadi lebih aktif lagi dalam proses belajar. Adapun langkah-langkah dari model pembelajaran konstruktivisme yaitu, tahap persepsi awal dimana guru memulai pembelajaran dengan menanyakan pengetahuan awal siswa tentang topik yang akan dibahas serta membangkitkan motivasi belajar siswa, tahap eksplorasi seperti, percobaan,atau pengamatan untuk menemukan dan mengumpulkan informasi baru, tahap diskusi dan penjelasan konsep, pada tahap ini siswa mendiskusikan temuan mereka atau pengalaman mereka dengan teman sebaya atau kepada guru serta menjelaskan konsep yang telah dipahami, dan terakhir tahap aplikasi konsep disini siswa mampu mengembangkan pengetahuan baru yang telah mereka kerjakan. Berdasarkan penjelasan di atas akan dilakukan penelitian dengan judul Pengembangan Modul Ajar Menulis Surat Pribadi Bermuatan Konstruktivisme pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk linggau. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan atau sering dikenal dengan sebutan Research and Development (R&D). Dimana pada metode penelitian dan pengembangan ini adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk tertentu dan menguji keefektifan sebuah produk. Sugiono, (Siregar dan Rosmaini. , 2021:. menyatakan bahwa Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan metode tersebut. Rustamana, dkk. menyatakan bahwa Research and Development yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan secara tersetruktur guna menyempurnakan sebuah produk yang telah ada ataupun mengembangkan suatu produk baru melalui penguji, sehingga produk tersebut dapat dipertanggung- jawabkan. Jadi, dari kedua uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Research and Development (R&D) adalah sebuah metode penelitian yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan sebuah produk-produk tertentu. HASIL PENELITIAN Hasil Pengembangan Produk Awal Pada penelitian ini, produk yang dikembangkan oleh penulis adalah modul menulis surat pribadi bermuatan Konstruktivisme untuk siswa SMP Negeri 11 Lubuk Penulisan ini telah dilaksanakan melalui tahap-tahap yang sesuai dengan metode research and development (R&D) dimana pada penulisan ini melewati delapan Tahap-tahap ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan produk modul pembelajaran menulis surat pribadi bermuatan Konstruktivisme yang valid dan praktis. Berikut diuraikan tahapan-tahapan yang dilakukan pada penulisan pengembangan modul pembelajaran ini. Tahap Persiapan Tahap persiapan yaitu tahap awal yang dirancang oleh penulis dalam melakukan penulisan pengembangan sesuai dengan penerapan model pengembangan Four-D. Tahap persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut. Tahap Pertama, untuk mendapatkan informasi dengan proses menganalisis berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan yang dilakukan penulis yaitu, menentukan lokasi untuk melaksanakan penulisan. Penulis menetapkan lokasi penulisan di SMP Negeri 11 Lubuk linggau. Tahap kedua, mengurus surat-surat yang berkaitan dengan syarat yang telah ditentukan oleh pihak LPPM. Selanjutnya tahap ketiga, yaitu mempersiapkan instrument wawancara yang akan diisi oleh guru dan siswa. Pada instrument wawancara penulis memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran kelas VII dan analisis kebutuhan sesuai dengan situasi yang ada pada sekolah di SMP Negeri 11 Lubuk linggau. Langkah tersebut dapat dilakukan setelah penulis mendapatkan izin observasi dari pihak kampus sebagai bukti bahwa penulis sudah melakukan observasi pada sekolah tersebut. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 Tahap Analisis Kebutuhan Tahap awal dalam pengembangan modul ajar menulis surat pribadi bermuatan Penulisan pengembangan ini menggunakan model Four-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu . Define . eliputi analisis awal-akhir, analisis siswa, analisis konsep, analisis tugas, dan perumusan tujuan pembelajara. , . Design . eliputi penyusunan tes acuan patokan, pemilihan media yang sesuai dengan tujuan, dan pemilihan forma. , . Develop . eliputi pengembangan modul, validasi modul, dan revisi modu. , . Disseminate . eliputi melakukan uji one to one, uji kelompok kecil dan uji lapanga. Berikut penjelasan mengenai tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengembangan modul. Data Validasi Ahli Desain Pengambilan data validasi ahli desain dilakukan pada tanggal 8 Mei 2025 yang menghasilkan produk bahan ajar menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme di siswa kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk Linggau. Penyajian data angket yang sudah dikumpulkan berdasarkan angket penilaian yang telah diisi oleh validator ahli desain, sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan terhadap modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme di siswa kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk linggau. Data Validasi Ahli Materi Pengambilan data validasi ahli materi dilakukan pada tanggal 8 Mei 2025 yang menghasilkan produk modul ajar menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme di siswa kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk linggau. Penyajian data angket yang sudah dikumpulkan berdasarkan angket penilaian yang telah diisi oleh validator ahli materi, sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan terhadap modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme di siswa kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk linggau. Data Validasi Ahli Bahasa Pengambilan data validasi ahli bahasa dilakukan pada tanggal 8 Mei 2025 yang menghasilkan produk modul ajar menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme di siswa kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk linggau Penyajian data angket yang sudah dikumpulkan berdasarkan angket penilaian yang telah diisi oleh validator ahli bahasa, sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan terhadap modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme di siswa kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk linggau. Penyajian Data Kepraktisan Data kepraktisan modul menulis surat pribadi dilihat dari tiga tahapan yaitu, melalui uji coba one to one, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Pada pengambilan data angket respon terhadap siswa kelas VII. 2 SMP Negeri 11 Lubuk Linggau yang dilakukan pada tanggal 26 Mei 2025 sampai dengan selesai. Uji Coba One to One P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 Tahapan uji coba one to one menghasilkan data dari instrument penilaian angket kepada siswa. Uji coba one too one terdiri dari 6 orang siswa yang dipilih secara acak dari sampel satu kelas. Uji Coba Kelompok Kecil Tahapan uji coba kelompok kecil menghasilkan data dari instrument penilaian angket kepada siswa. Uji coba kelompok kecil terdiri dari 6 orang siswa yang dipilih secara acak dari sampel satu kelas. Uji Coba Lapangan atau Kelompok Besar Tahapan uji coba lapangan atau kelompok besar menghasilkan data dari instrument penilaian angket kepada siswa. Uji coba kelompok besar diujikan pada siswa satu kelas yaitu kelas VII. PEMBAHASAN Penelitian pengembangan adalah sebuh proses, cara, atau pembuatan untuk meningkatkan kualitas sesuatu yang ada. Abdullah . 2 17-. menyatakan bahwa pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral sesuai dengan kebutuhan lewat pendidikan atau pelatihan. Produk yang dihasilkan adalah modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme yang mengangkat ATP 6. 12 Peserta didik berlatih berkomunikasih secara tertulis sesuai tujuan dan konteks dengan menulis surat pribadi kepada seorang sahabat menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun. Produk ini diujicobakan di kelas Vii SMP Negeri 11 Lubuk Linggau pada semester genap. Modul menulis surat pribadi bermjatan konstruktivisme dikembangkan setelah penulis melakukan kegiatan analisis kegiatan dan tujuan, analisis pembeajaran dan analisis karakter siswa. Kegiatan analisis ini dilakukan di SMP Negeri 11 Lubuk Linggau tepatnya pada kelas VII. Penulis melakukan analisis kebutuhan terhadap guru dan siswa dengan menggunakan metode wawancara. Selama proses pembelajaran, ada siswa yang tidak memberikan timbal balik kepada guru. Hal tersebut dikarenakan materi yang disajikan kurang lengkap sehingga membutuhkan referensi lain, bahasa yang digunakan sulit dimengerti, serta bahan ajar tersebut kurang menarik. Maka dari itu, siswa sangat membutuhkan bahan ajar yang memuat materi lengkap, valid dam praktis guna untuk menunjang proses pembelajaran. Oleh karena itu, penulis mengembangkan modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme ini. Proses pengembangan dimulai dari memahami teori dan cara membuat sebuah modul, berdiskusi dengan dosen pembimbing, mendesain modul, mencari dan menyusun materi, serta menulis modul. Setelah desain awal modul selesai, modul divalidasi oleh validator. Pada tampilan modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme setelah divalidasi tidak jauh berbeda dari desain awal. Perbaikan yang dilakukan terhadap desain modul hanya pada letak tulisan, perpaduan warna, kualitas gambar, serta pemberian nomor pada peta konsep. Sementara untuk materi yaitu lebih memperhatikan penggunaan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 istilah dalam kalimat serta dapat memberi contoh yang lebih variatif. Perubahan kebahsaan dilakukan hanya pada tanda baca dan ejaan harus sesuai dengan EYD. Uji kevalidan terhadap modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme dilakukan dengan memberikan angket penilaian kepada validator. Dan kegiatan validasi ini dilakukan oleh tiga validator, di antaranya yaitu validator desain (Dr. Leo Charli. Pd. ), validator materi (Cekman. Pd. ), dan validator kebahasaan (Dr. Inda Puspita Sari. Berdasarkan dari hasil validasi, modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme baik dari segi desain, materi, dan kebahasaan tergolong valid. Konstruktivisme yang terdapat dalam modul menulis surat pribadi ini diaplikasikan fungsinya sebagai pengembangan pengetahuan. Pada awalnya, kegiatan pembelajaran pada kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk Linggau menggunakan bahan ajar yang sudah disediakan pemerintah contohnya buku cetak, sehingga segala hal yang dibahas bersifat Sementara itu, modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme ini mengangkat nilai yang berkaitan dengan pengalaman pribadi. Poin akhir modul adalah menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme ini layak dan praktis untuk digunakan oleh siswa. SIMPULAN Hasil penelitian dari pengembangan dan pembahasan dapat disimpulkan yaitu modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme yang telah dikembangkan merupakan bahan ajar modul menulis surat pribadi yang dibuat guna untuk mendorong minat siswa berdasarkan dengan pengalaman pribadinya sendiri, sebagai alat bantu dalam memberikan contoh menulis surat pribadi. Materi yang tedapat dalam modul tersebut berasal dari buku, internet, dan jurnal sebagai referensi yang disusun secara Materi yang disajikan pada modul sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada desain modul menuis surat pribadi bermuatan konstruktivisme menunjukan hasil valid walaupun dengan beberapa saran mengenai modul yang harus diperbaiki agar dapat digunakan oleh siswa. Berdasarkan Dilihat dari masing-masing ahli validasi yaitu hasil validasi desain memperoleh 0,87% dikategorikan sangat valid. Hasil dari validasi materi mendapat presentase 0,96% dengan kategori sangat valid. Sedangkan hasil validasi bahasa mendapat presentase 0,89% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme diketahui dari angket respon guru dan respon siswa . ji one to one, kelompok kecil, dan kelompok besar/uji lapanga. Hasil dari penlilain angket respon guru mendapat nilai 90,66% dengan kategori sangat praktis. Hasil dari penilaian respon siswa dari uji coba one to one memperoleh 88,66% dengan kategori sangat praktis, hasil uji coba kelompok kecil mendapatkan presentase 71,33% dengan kategori praktis. Sedangkan pada uji coba kelompok besar atau uji lapangan mendapatkan presentase 77,66% dengan kategori praktis. Hasil keseluruhan dari uji coba kepraktisan mendapatkan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 2, 2025 Page:23-31 presentase 70,48% dengan kategori praktis. Hal ini menunjukan bahwa modul menulis surat pribadi bermuatan konstruktivisme telah praktis dan dapat digunakan. DAFTAR PUSTAKA