Perwira Journal of Community Development E-ISSN : 2798-3706 Volume 1 Nomor 2 IMPLEMENTASI BAITUL ARQAM TERHADAP PENGUATAN NILAI AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN BAGI SUMBER DAYA MANUSIA INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS MUHAMMADIYAH PURBALINGGA Istiqlal Yul Fanani Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga Email: istiqlalyufanani@gmail. ABSTRAK Baitul Arqam Dosen merupakan kegiatan kaderisasi pokok yang diselenggarakan untuk menyatukan visi serta membangun pemahaman nilai ideologis, sistem, dam aksi gerakan bagi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kegiatan Baitul Arqam dosen Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga ini dalam rangka penanaman pemahaman tentang ideologi Muhammadiyah, memperteguh identitas diri sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah, peningkatan komitmen dan integritas dalam mengembangkan amal usaha dan persyarikatan Muhammadiyah, dan membentuk staf pengajar perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan Islami. Peserta Baitul Arqam adalah dosen kontrak Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga yang berjumlah 32 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah ceramah bevariasi, demonstrasi, simulasi, dan Penilaian keadaan peserta menggunakan model Konteks. Input. Proses dan Produk (CIPP) pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata nilai peserta pada aspek kognitif 75. 7, afektif 76. 5 dan psikomotorik 74. Dengan demikian, tingkat pemahaman dosen kontrak Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga tentang nilai Al Islam dan Kemuhammadiyah berada pada level baik. Artinya, penerapan Baitul Arqam memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman nilai Al Islam dan Kemuhammadiyah bagi dosen Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga. Kata Kunci: al islam kemuhammadiyahan, baitul arqam, dosen. PENDAHULUAN Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar maAoruf nahi munkar dan tajdid, bersumber pada Alquran dan As-Sunnah. Maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 1 Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia melalui program kegiatan Baitul Arqam (BA), baik dalam pimpinan persyarikatan maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) adalah suatu proses kaderisasi yang bertujuan untuk mentransformasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Dasar Amal Usaha Muhammadiyah adalah perjuangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah. Hlm. melaksanakan usaha menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya seperti memiliki karakteristik bertuhan. Beribadah serta hanya tunduk dan patuh kepada Allah. Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) merupakan salah satu AUM di bidang pendidikan yang dijiwai dan dilandasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada tataran ideologis-filosofis maupun praktis aplikatif serta menjadi salah satu kekuatan untuk keberlangsungan dan kesinambungan Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang melintasi zaman. 3 Sebagai gerakan dakwah dan tajdid, maka pembangunan karakter Islam sangat diperlukan sebagai modal dasar sebelum melakukan dakwah Islam dan kemuhammadiyahan. Proses dan kegiatan perkaderan dalam Muhammadiyah dilaksanakan melalui berbagai jenis kegiatan yang terarah, terstruktur, dan tersistem serta berkesinambungan. Jenis perkaderan tersebut adalah perkaderan utama dan perkaderan fungsional. Baitul Arqam merupakan jenis perkaderan utama. Perkaderan ini memiliki sasaran yang luas, mulai dari simpatisan, anggota, pimpinan Muhammadiyah, dan pimpinan . iddle manager ke bawa. serta karyawan AUM. Tujuan Baitul Arqam adalah membentuk cara berpikir dan sikap kader dan pimpinan yang kritis, terbuka dan penuh komitmen terhadap Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar maAoruf nahi munkar, dan tajdid. Penguatan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam BA bertujuan supaya terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (ITBMP) yang berkarakter dan berakhlak mulia. Karakter adalah suatu kebiasaan yang terus dilakukan seseorang sehingga dapat menjadi pendorong dan penggerak serta dapat menjadi pembeda dengan individu lain. 5 Transformasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan pada SDM dapat menjadi fondasi karakter Islam yang memiliki dampak yang harmonis dan membawa pengaruh baik di lingkungan kampus. ITBMP merupakan AUM yang bergerak di bidang pendidikan dan secara resmi berdiri pada bulan Juli 2021. ITBMP merupakan PTM pertama yang berada di Purbalingga dengan 3 program studi yaitu S1 Aktuaria. S1 Bisnis Digital, dan S1 Perencanaan Wilayah dan Kota. Komposisi SDM di ITBMP memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang berasal dari keluarga Muhammadiyah, menjadi simpatisan dan partisipan Muhammadiyah, ada yang Markus. Sudibyo, dkk. Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya. Jakarta: Civil Islamic Institute. Sayuti dan Samsudin, 2016. Pedoman tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Yogyakarta: Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hlm. MPK PP Muhammadiyah. Sistem Perkaderan Muhammadiyah. Yogyakarta: MPK PP Muhammadiyah. Hlm. Furqon. Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka. Hlm. pernah menempuh pendidikan di Muhammadiyah, bahkan bekerja di AUM dan ada juga yang tidak pernah mengenal Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghimbau bahwa seluruh civitas akademika AUM baik pimpinan, karyawan/dosen, dan pengelola AUM selain melakukan aktivitas pekerjaan yang rutin dan menjadi kewajibannya juga dibiasakan melakukan kegiatan-kegiatan yang memperteguh dan meningkatkan taqarrub kepada Allah dan memperkaya ruhani serta kemuliaan akhlaq melalui pengajian, tadarrus serta kajian Alquran dan Sunnah, dan bentuk-bentuk ibadah dan mu'amalah lainnya yang tertanam kuat dan menyatu dalam seluruh kegiatan amal usaha Muhammadiyah. Berdasarkan keberagaman latar belakang SDM ITBMP tersebut dapat menjadi permasalahan yang cukup mendasar. Di sisi lain, permasalahan tersebut dapat menjadi penghambat bagi perkembangan dan kemajuan ITBMP di masa yang akan mendatang. Sesuai Muhammadiyah berkembangnya kualitas dan ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang unggul, holistik, dan bertatakelola baik yang didukung oleh pengembangan iptek dan litbang sebagai wujud aktualisasi gerakan dakwah dan tajdid dalam membentuk manusia yang utuh sebagaimana tujuan pendidikan Muhammadiyah. Oleh karena itu, transformasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan bagi SDM di lingkungan ITBMP melalui kegiatan BA merupakan salah satu sarana mencapai pemahaman ideologi keislaman dan kemuhammadiyahan serta praktik beragama yang sesuai dengan Alqruan dan As-Sunnah. METODE PENELITIAN Pengabdian dilaksanakan di Queen Hotel Baturraden. Banyumas. Jawa Tengah. Peserta Baitul Arqam adalah seluruh sumber daya manusia di lingkungan ITBMP dengn jumlah peserta 29 orang. Sebagai suatu proses pembelajaran kader, teori belajar dalam perkaderan Muhammadiyah ini menggunakan teori belajar konstruktivisme yang merupakan teori yang melihat bahwa belajar adalah proses merekonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman dan interaksi baru yang telah diperoleh oleh subyek belajar. Proses pembelajaran dilakukan dengan model pembelajaran andragogi yaitu teknik melibatkan orang dewasa dalam pembelajaran. PP Muhammadiyah. Pedoman Hidup Islami Wrga Muhammadiyah. Yogyakarta. Suara Muhammadiyah. Sayuti dan Samsudin, 2016. Pedoman tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Yogyakarta: Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hlm. Kemudian dikembangkan dengan strategi pembelajaran active learning yakni sebuah pembelajaran yang mendorong pembelajar mengambil peran aktif sebagai subyek belajar dengan pendekatan partisipatif dialogis. Metode lain yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan melakukan analisa sebagai upaya dalam pemecahan masalah. Bentuk evaluasi dan penilaian peserta adalah menggunakan soal multiple choice, soal pernyataan, serta presensi kehadiran. Metode penilaian dengan menggunakan analisis model Konteks. Input. Proses, dan Produk. Penilaian hasil belajar terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif mencangkup pre test dan post test, aspek afektif mencangkup materi ideologi Muhammadiyah. Kepemimpinan dan Organisasi. Sosial Kemasyarakatan dan Kepeloporan, dan Pengembang Wawasan. Selanjutnya aspek psikomotorik mencangkup presensi dan outbound. HASIL DAN PEMBAHASAN Penilaian Islam Kemuhammadiyahan adalah sebagai berikut ini. Tabel 1. 1 Penilaian Aspek Kognitif. Afektif. Psikomotorik NAMA PENILAIAN KOGNITIF AFEKTIF PSIKOMOTORIK IYF INF OSM AAN ABS RDY FAGS RCU YDP ADA SRD DRS LNL RATA-RATA Berdasarkan hasil penilaian peserta dalam tabel diatas menunjukkan bahwa pada aspek kognitif rata-rata 77. 06, aspek afektif rata-rata 79. 31, dan aspek psikomotorik rata-rata 90. berada pada level baik. Hasil tersebut menjelaskan bahwa SDM ITBMP sudah memiliki pemahaman ideologi Muhammadiyah. Kepemimpinan dan Organisasi. Sosial Kemasyarakatan dan Kepeloporan dalam rangka mengembangkan AUM dan pengabdian kepada persyarikatan sehingga dapat menjadi pribadi yang religious dan Islami. Sebagian peserta Baitul Arqam Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga menganggap bahwa ITBMP hanya sebagai tempat bekerja semata. Orientasi ekonomi yang dimiliki oleh SDM memandang bahwa pekerjaan merupakan tentang perolehan uang dan penghasilan serta mencari penghidupan. Pada aspek sikap atau afektif yang mencangkup materi ideologi Muhammadiyah sudah dipahami oleh SDM ITBMP setelah mengikuti BA ITBMP. Materi kepemimpinan dan organisasi yang merupakan hal yang penting dalam membangun organisasi yang ideal sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing sudah dipahami oleh peserta Baitul Arqam ITBMP, sehingga pada jalannya nanti kepemimpinan dan keorganisasian sesuai dengan kepentingan dan tujuan bersama. Selanjutnya peserta BA sudah memahami materi sosial kemasyarakatan dan kepeloporan, bekal yang mendasar untuk dapat melakukan pengabdian dan dalam rangka mengagitasi dakwh Islam. Pengembang Wawasan. KESIMPULAN Implementasi kegiatan Baitul Arqam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan, pemahaman secara utuh dan komitmen dosen Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga dalam memahami nilai-nilai ideologis, visi dan arah gerak persyarikatan Muhammadiyah sehingga mampu untuk mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah yang ungul dan Islami. Dosen merupakan tenaga pendidik professional sebagai alat dakwah Muhammadiyah yang harus senantiasa diberdayakan dan digerakkan untuk mencapai visi Amal Usaha Muhammadiyah dan persyarikatan. Kegiatan pengabdian seperti Baitul Arqam ini adalah hal penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka upgrading dan refreshing kembali nilai-nilai yang integritas, komitmen keislaman dan kemuhammadiyahan bagi tenaga pendidik di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga. Oleh sebab itu, pelaksanaan kegiatan Baitul Arqam menjadi faktor pendukung dalam memberikan solusi dalam rangka penyatuan visi, membangun komitmen dan integritas. Sehingga kegiatan ini menjadi kepentingan bagi Institut untuk melaksanakan secara berkesinambungan dengan objek peserta seluruh civitas akademika Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga. DAFTAR PUSTAKA