Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 01 Nomor 02 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility. Risk Management. Zakat Performance Ratio, dan Islamic Income Ratio terhadap Kinerja Keuangan dengan Nilai Perusahaan Sebagai Variabel Intervening pada Bank Umum Syariah Periode 2017 Ae 2022 Yola Ayu Charnova Suhanda UIN Salatiga cs2@gmail. Abstrak Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility. Risk Management. Zakat Performance Ratio, dan Islamic Income Ratio terhadap Kinerja Keuangan dengan Nilai Perusahaan Sebagai Variabel Intervening Pada Bank Umum Syariah Periode 2017 Ae 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan populasi 13 BUS yang terdaftar di OJK. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 36 sampel dari 6 BUS dalam kurun pengamatan tahun 2017 Ae 2022. Jenis data pada penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji stasioneritas, uji regresi, uji asumsi klasik, dan path analysis. Teknik pengambilan data dalam riset ini menggunakan alat bantu yaitu aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan ICSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Risk Management berpengaruh negatif, terhadap kinerja keuangan. ZPR. ISIR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Nilai Perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Variabel ICSR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Risk Manajemen. ZPR, dan ISIR berpengaruh negatif terhadap Nilai Perusahaan. Uji path analysis, menunjukkan jika Nilai perusahaan mampu menjadi mediator dalam pengaruh ICSR. Risk Management. ISIR terhadap Kinerja Keuangan namum Nilai perusahaan tidak mampu memediator pengaruh ZPR terhadap Kinerja Keuangan. Kata Kunci: ISIR. ZPR. IC. Risk Management. Kinerja Keuangan. Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Melihat fungsi bank syariah sebagai lembaga keuangan, maka kinerja keuangan atas lembaga perbankan sendiri sangat diperhitungkan keabsahannya. Kinerja keuangan adalah suatu kondisi yang didalamnya menjelaskan gambaran keuangan bank pada periode tertentu yang diukur dengan beberapa rasio keuangan seperti kecukupan modal, likuiditas maupun profitabilitas (Fatmariyah et al. , 2. Bank syariah sebagai lembaga perantara anatara pihak funding dan financing tidak hanya dituntut untuk melaksanakan tugas utama atau fungsi utamanya semata. Perbankan syariah hadir sebagai lembaga yang memberikan kemaslahatan bagi ummat sesuai ajaran agama. Dalam operasionalnya banyak rasio-rasio yang berprinsip syariah yang akan turut mempengaruhi kinerja keuangan bank syariah secara khusus. Seperti yang kita ketahui bersama, kinerja keuangan biasanya erat hubungannya dengan kecukupan modal, likuiditas, prifitabilitas, dan rasio-rasio umum lainnya seperti yang dapat kita jumpai di lembaga konvensional. Perbankan syariah menerapkan akad-akad dengan tujuan memberikan manfat dan tidak menjadi beban bagi financial masyarakat serta tentunya mengedepankan kehalalan atas pendapatan yang diperoleh. Untuk itu akad-akad yang digunakan didasarkan kepada syariat-syariat islam yang melarang adanya praktek riba di dalam transaksinya. METODE PENELITIAN Populasi Populasi yang digunkan dalam penelitian ini adalah seluruh bank yang termasuk dalam Bank Umum Syariah di Indonesia yang tercatat di OJK periode 2017-2022. Tercatat jumlah Bank Umum Syariah sebanyak 13 bank. Berikut adalah data 13 bank dalam UUS: Tabel 1. Daftar BUS di Indonesia yang terdaftar di OJK BANK UMUM SYARIAH PT Bank Aceh Syariah PT BPD Nusa Tenggara Barat Syariah PT Bank Muamalat Indonesia PT Bank Victoria Syariah PT Bank Jabar Banten Syariah PT Bank Mega Syariah PT Bank Panin Dubai Syariah. Tbk PT Bank Syariah Bukopin PT Bank BCA Syariah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah. Tbk PT Bank Aladin Syariah. Tbk PT Bank Syariah Indonesia. Tbk PT BPD Riau Kepri Syariah Sampel Penentuan sampel berdasarkan karakteristik dan pertimbangan tertentu disebut dengan purposive sampling. Kriteria dalam penentuan sampel yang akan digunakan adalah sebagai berikut: BUS di Indonesia yang terdaftar di OJK pada periode 2017-2022 BUS yang terdaftar di OJK yang melaporkan pertanggungjawaban sosialnya pada annual report atau laporan tahunan selama periode 2017-2022. BUS di Indonesia yang terdaftar di OJK yang memiliki data lengkap terkait variabelvariabel yang digunakan selama periode penelitian Tabel 2. Daftar Sampel Nama Bank Kode Bank PT Bank Muamalat Indonesia BMI PT Bank Victoria Syariah BVS PT Bank Panin Dubai Syariah PNBS PT Bank BCA Syariah BCAS PT Bank Syariah Bukopin BSB PT Bank Syariah Indonesia BSI Metode Pengumpulan Data Untuk memperolehh data yang diperlukan dengan cara mengamati laporan keuangan atau annual report masing-masing BUSdi Indonesia yang terdaftar di OJK pada tahun riset penelitian ini, hal tersebut disebut juga dengan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati laporan keuangan atau annual report pada bank atau merupakan teknik pengumpulan data terhadap subjek suatu penelitian. Definisi Konsep dan Operasional Variabel Independen/ Variabel Bebas Dalam penelitian ini menggunakan empat variabel independen yaitu Islamic Corporate Social Responsibility. Risk Management. Zakat Performance Ratio dan Islamic Income Ratio. Variabel Dependen/ Variabel Terikat Variabel dependen atau terikat merupakan variabel yang menjadi akibat karena adanya pengaruh variabel bebas atau juga merupakan variabel yang dipengaruhi (Prof. Dr. Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini menggunakan kinerja keuangan sebagai variabel dependen. Variabel Intervening Variabel intervening merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur (Prof. Dr. Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini variabel intervening adalah nilai perusahaan. Metode Analisis Data Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah sebuah analisis yang berguna untuk memberikan deskripsi terhadap suatu objek yang diteliti melalui data sampel dan populasi yang terdapat di penelitian, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Prof. Dr. Sugiyono, 2. Gambaran suatu data dari statistik deskriptif dapat dilihat dari ratarata/mean, nilai tengah/median, standar deviasi, nilai minimal dan nilai maksimal. Uji Stasioneritas Karena dalam penyusunan proposal penelitian ini menggunakan data sekunder, maka perlu dilakukan uji stasioneritas. Pengambilan keputusan pada uji stasioner adalah jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0. 05 atau dapat ditulis < 0. 05 maka data tersebut stasioner atau dapat dikatakan stasioner. Uji Regresi Data Panel Terdapat tiga pendekatan yang digunakan untuk mengestimasi parameter pada model regresi data panel, yaitu Pendekatan Common Effect. Pendekatan Fixed Effect. dan Pendekatan Random Effect . Penentuan Model Regresi Berdasarkan 3 pendekatan yang telah diestimasikan diatas, maka pemilihan model yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Chow (Uji F). Uji Hausman. Uji Lagrange Multiplier Uji Statistik Uji Koefisien Determinasu (R. Koefisien determinasi mengilustrasikan bahwa bagian dari semua variabel yang bisa dideskripsikan oleh model. Jika nilai R 2 semakin tinggi . maka kesesuaian dapat dibilang semakin baik. Jika R2 = 0, berarti model regresi yang dihasilkan tidak tepat untuk mendiskripsikan nilai variabel dependen. Uji Signifikansi Simulan atau Uji Kecocokan Model (Uji F) Uji Simultan . ji F) adalah uji yang digunakan untuk melihat apakah semua variabel independen secara bersamasama berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel. Kriteria dalam pengujian ini adalah : Jika nilai Fhitung > Ftabel maka hipotesis di tolak, artinya secara bersama-sama variabel independen tersebut berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika nilai Fhitung < Fhitung maka hipotesis di terima, artinya secara bersama-sama variabel independen tersebut tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji Signifikan Parameter Individu al (Uji Statistik . Uji t atau yang dikenal dengan uji parsial merupakan metode untuk menguji bagaimana pengaruh setiap variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel Kriterianya adalah: Apabila nilai probabilitas signifikan > 0. 05, maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Apabila nilai probabilitas signifikan < 0. 05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas adalah pengujian yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel yang diteliti berdistribusi dengan normal atau abnormal (Bawono & Shina, 2. penelitian ini uji statistik yang dapat digunakan adalah test Kolmogory Smirnov dengan kriteria uji yaitu apabila yu = 0,05 adalah sebagai berikut: Jika nilai probabilitas sig > 0. 05 maka H0 diterima . Jika nilai probabilitas sig < 0. 05 maka H0 ditolak Uji Heteroskedasitas Uji Heteroskesdatisitas memiliki tujuan untuk menguji apakah suatu model regresi terjadi ketidaksesuaian varian dari residual dalam suatu pengamatan ke pengamatan lain. Keputusan dalam uji ini adalah sebagai berikut: Apabila nilai probabilitas > 0. 05, maka tidak mengandung heteroskedastisitas dalam model regresi. Apabila nilai probabilitas < 0. 05, maka mengandung heteroskedastisitas dalam model Uji Autokorelasi Model regresi yang bebas dari autokorelasi dapat dikatakan bahwa suatu model regresi tersebut baik. Dalam penelitian ini, menggunakan uji durbin watson dengan ketentuan 0 < dw < dl, tidak ada autokorelasi positif . dl C dw C du, tidak ada autokorelasi positif 4 Ae dl < dw < 4, tidak ada autokorelasi negatif . 4 Ae du C dw C 4 Ae dl, tidak ada autokorelasi negatif du < dw < 4 Ae du, tidak ada autokorelasi positif maupun negatif Untuk menemukan nilai du dan dl berpedoman pada tabel durbin watson. Sedankan nilai dw diperoleh dari uji regresi. Uji Multikolinearitas Untuk menguji ada tidaknya multikolineritas, dalam suatu penelitian yang akan dilakukan dengan mengamati nilai Variance Inflation Factor (VIF) variabel independen, dengan ketentuan sebagai berikut (Bawono & Shina, 2. Jika nilai VIF variabel independen lebih dari 10 (> . , maka dikatakan variabel indenpenden terkait memiliki problem multikolinearitas . Jika nilai VIF variabel independen kurang dari 10 (< . , maka dikatakan variabel independen terkait tidak mengalami problem multikolinearitas Analisis Jalur (Path Analysi. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan Path Analysis yaitu model pengembangan langsung dari bentuk regresi berganda yang tujuannya untuk mengestimasi tingkat kepentingan maupun signifikansi hubungan sebab akibat pada variabel-variabel yang HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan Variabel ICSR memiliki koefisien sebesar 7. 947607 yang positif dan probability 0. < 0. 05, artinya variabel ICSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan sehingga H1 diterima. Hasil riset ini sama dengan pendapat Alfijri & Priyadi . yang menyatakan jika ICSR memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja Pengaruh Risk Management terhadap Kinerja Keuangan Risk Management memiliki koefisien -0. 073367 dan probability 0. 6141 > 0. 05 yang berarti variabel Risk Management berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan sehingga H2 ditolak. Setiyawati. , & Hartini . menyatakan bahwa Risk Management mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Tidak signifikannya CAR disebabkan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) yaitu diwajibkannya bank menjaga CAR ketentuan minimalnya ada pada angka 8%. Pengaruh Zakat Performance Ratio terhadap Kinerja Keuangan Coeffiecient dari variabel ZPR adalah 0. 008569 dengan nilai positif dan probability 8260 > 0. 05 yang berarti variabel ZPR berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan sehingga H3 ditolak. Penelitian Kuncoro & Anwar . dengan hasil penelitian positif tidak signifikan. Pengaruh Islamic Income Ratio terhadap Kinerja Keuangan Variabel ISIR memiliki koefisien 0. 84166 yang positif dan probability 0. 1455 > 0. artinya variabel ISIR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan sehingga H4 ditolak. Hasil riset ini sama dengan pendapat Indriyani & Anwar . yang mengatakan jika ISIR memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan yang disebabkan oleh income non halal yang belum bisa terhindarkan. Pengaruh Nilai Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Nilai perusahaan mempunyai koefisien positif dengan nilai 0. 108998 dan probabilitas 0478 < 0. 05 yang berarti variabel Nilai Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sehingga H5 diterima. Pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan Variabel Islamic Corporate Social Responsibility mempunyai korelasi sebesar 3626. yang nilainya positif dan probability 0. 0956 > 0. 05 yang berarti variabel Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan sehingga H6 Pengaruh Risk Management terhadap Nilai Perusahaan Variabel Risk Management mempunyai korelasi sebesar -0. 730135 yang nilainya negatif dan probability 0. 8572 > 0. 05 yang berarti variabel Risk Management berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan sehingga H7 ditolak. Agustiani . mengatakan bahwa semakin tinggi nilai manajemen risiko tidak menjadi tolak ukur keberhasilan manajemen dalam menciptakan value bagi perusahaan atau memperoleh laba yang tinggi. Pengaruh Zakat Performance Ratio terhadap Nilai Perusahaan Variabel ZPR memiliki nilai koefisien sebesar -65. 48992 dengan koefisien negatif dan 6328 > 0. 05 yang berarti variabel ZPR berpengaruh negaatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan sehingga H8 ditolak. Riset dari Prayoga et al . yang menyatakan jika banyaknya zakat yang dikeluarkan bank syariah setiap periodenya tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap bertambahnya nilai perusahaan. Pengaruh Islamic Income Ratio terhadap Nilai Perusahaan Nilai koefisien variabel ISIR sebesar 53. 83875 dengan coefficient positif dan 8996 > 0. 05 yang berarti variabel ISIR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan sehinga H9 ditolak. Penelitian ini sesuai dengan riset Hardina. Sasogko, & Setiawati . yang menyatakan ISIR tidak signifikan dalam mempengaruhi nilai perusahaan dan riset Habbil . yang menyatakan bahwa ISIR positif mempengaruhi nilai perusahaan. Nilai Perusahaan memediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan Besarnya t hitung dari hasil perhitungan yaitu sejumlah 50. 7316 > t tabel 1. dengan taraf sig 0. Dikarenakan nilai t hitung > t tabel sehingga disimpulkan bahwasannya EVA mampu menjadi mediator dalam hubungan ICSR terhadap Kinerja Keuangan, maka H10 diterima. Nilai Perusahaan Keuangan memediasi Pengaruh Risk Management terhadap Kinerja Besarnya t hitung dari hasil perhitungan yaitu sejumlah -0. 027672 < t tabel 1. dengan taraf sig 0. Dikarenakan nilai t hitung < t tabel sehingga disimpulkan bahwasannya EVA tidak mampu menjadi mediator dalam hubungan Risk Management terhadap Kinerja Keuangan, maka H11 ditolak. Nilai Perusahaan memediasi Pengaruh Zakat Performance Ratio terhadap Kinerja Keuangan Besarnya t hitung dari hasil perhitungan yaitu sejumlah -80,31790 < t tabel 1. dengan taraf sig 0. Dikarenakan nilai t hitung < t tabel sehingga disimpulkan bahwasannya EVA tidak mampu menjadi mediatir dalam hubungan ZPR terhadap Kinerja Keuangan, maka H12 ditolak. Nilai Perusahaan memediasi Pengaruh Islamic Income Ratio terhadap Kinerja Keuangan Besarnya t hitung dari hasil perhitungan yaitu sejumlah 256,845 > t tabel 1. dengan taraf sig 0. Dikarenakan nilai t hitung > t tabel sehingga disimpulkan bahwasannya EVA mampu menjadi mediator dalam hubungan Islamic Income Ratio terhadap Kinerja Keuangan, maka H13 diterima. KESIMPULAN Dari hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan terkait pengaruh ICSR. Risk Management. ZPR, dan ISIR terhadap Kinerja Keuangan dengan Nilai Perusahaan sebagai variabel intervening, yaitu: ICSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. Risk Management berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. ZPR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. ISIR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. Nilai Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. ICSR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan Bank Umum Syariah. Risk Management berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan Bank Umum Syariah. ZPR berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan Bank Umum Syariah. ISIR berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan Bank Umum Syariah. Nilai perusahaan mampu menjadi mediator dalam pengaruh ICSR terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. Nilai perusahaan mampu menjadi mediator dalam pengaruh Risk Management terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. Nilai perusahaan tidak mampu menjadi mediator dalam pengaruh ZPR terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah. Nilai perusahaan mampu menjadi mediator dalam pengaruh ISIR terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah DAFTAR PUSTAKA