Volume 5 Number 2 . July-December 2025 Page: 1-13 E-ISSN: 2798-1282 Initials: Absorbent Mind DOI: 10. 37680/absorbent_mind. MANAJEMEN BIMBINGAN PRESTASI RELIGI DI SEKOLAH DASAR Ahmad Rosyid1. Meidawati Suswandari2. Mulyati3. Ferrinda Prafitasari4. Mutiara Dana Elita5. Anjas Asmara Subekti6 123456Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Indonesia Correspondence E-mail. rosid80@gmail. Submitted: 12/08/2025 Revised: 13/11/2025 Abstract This study aims to explore how the program fosters students' religious values and contributes to their academic and non-academic developmental achievements. The method used is descriptive and qualitative. Data were collected through observations of program implementation and interviews involving three informants: a Principal, an Islamic Religious Teacher, and one student. Furthermore, documentation was also conducted to supplement the necessary information through related documents. Based on the analysis of the collected data, it can be concluded that the management stages, from planning to evaluation, have been implemented through a structured hierarchical system, resulting in students who excel in religious competitions. The management of Religious Achievement Guidance implemented by SD Negeri 3 Sidoharjo has undergone stages from planning to evaluation and has a structured hierarchy of accountability. The program implemented and developed aligns with the objectives formulated during the planning process. In addition, the school also involves religious leaders to maintain the quality of guidance and produce students who excel in religious Thus, this study provides insights into how to establish religious guidance in public schools to attract the interest of parents who emphasize religious education and habits from an early age. To explore the research on religious guidance management in more depth, further research is suggested to expand the research objects and provide a more adaptive management picture across various school conditions. (Palatino Linotype 11. Justif. Achievement. Elementary School. Guidance. Management. Religion. Keywords Accepted: 01/01/2026 Published: 11/02/2026 A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY NC) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Published by Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. Indonesia Accredited Sinta 3 Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development PENDAHULUAN Dewasa ini banyak dijumpai sekolah SD Negeri yang sepi peminat, sebagaimana dilansir dalam TIMESINDONESIA yang menyatakan bahwa "Tujuh SD Negeri Di Solo sepi peminat. Siswa Baru Kurang dari 10 orang" ada pula di Ponorogo "Dua SD Negeri di Jawa Timur Sepi Peminat. Kalah Bersaing dengan SD Swasta". Beberapa motivasi orang tua menitipkan putra putinya kesekolah swasta Islami yakni agar anak memiliki pemahaman yang lebih terhadap agama dan menjalakan sunah-sunah yang diterapkan di sekolah tersebut, seperti sholat dhuha. BTA-tadarus QurAoan, dll (Septiani & Ghofur, 2. Beberapa pembiasaan dalam sekolah sebagai upaya dalam menanamkan karakter tersebut diantaranya mengawali pelajaran dengan berdoAoa, salat Dhuha. Salat Dzuhur berjamaah, dsb. Tentu ini tidak hanya dapat dilakukan oleh sekolah yang berlatar belakang Islami seperti Madrasah ataupun IT saja, akan tetapi juga dapat dilakukan oleh SD Umu (Salsabilah dkk. , 2023. Samsudin, 2. Hal senada juga diungkapkan oleh Wardoyo dkk. bahwa motivasi orang tua memilih sekolahan Islam yakni agar sedini mungkin anak memiliki pengetahuan agama dan memiliki keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat. Salah satu sekolah umum yang memilki program bimbingan religi yaitu SD Negeri 3 Sidoharjo. Sekolah yang terletak di Kabupaten Wonogiri. Jawa Tengah ini selalu mendorong siswanya untuk mampu bersaing serta berprestasi dalam bidang religi baik ditingkat kecamatan maupun kabupaten. Dalam proses pendidikannya SD Negeri 3 Sidoharjo mengimplementasikan bimbingan religi melalui kegiatan seperti Baca Tulis Al-QurAoan (BTA), hafalan asmaul Husna, dan pembiasaan salat Dhuha serta Salat Dzuhur Berjamaah (Observas. Perencanaan bimbingan prestasi religi SD Negeri 3 Sidoharjo dilaksanakan ketika rapat kerja guru setelah melakukan diskusi dan penelitian kegiatan keagamaan dengan pihak luar seperti tokoh agama dan juga wali murid. Adapun program-program yang diluncurkan oleh pihak sekolah antara lain mengembangkan bentuk pembiasaan, program sekolah, event keagamaan maupun ekstrakurikuler yang terstruktur. Proses perencanaan yang memiliki landasan berupa motto dan terukur melalui rapat dan penelitian mendorong terbentuknya manajemen yang terarah, senada dengan Elfira dkk. terkait dengan bagaimana manajemen yang efektif. Program bimbingan religi dapat dikategorikan kedalam program jangka panjang dan jangka pendek. Program jangka panjang berupa pembiasaan setiap hari yaitu doAoa bersama sebelum pelajaran dimulai, serta Salat Zuhur berjamaah dan BTQ setiap hari setelah pelajaran berakhir yang dikenal dengan program RASTAMAN yang merupakan singkatan dari Gerakan Salat Zuhur Berjamaah & Baca Tulis Al Quran dengan Menyenangkan. Manajemen Bimbingan Prestasi Religi di Sekolah Dasar (Ahmad Rosyid et al. Selain itu juga terdapat program religi unggulan sekolah yaitu Kamis Religi Bersama yang terdiri dari kegiatan Salat Dhuha dan Membaca AsmaAoul Husna serta Membaca Al Kitab dan Mantra yang disingkat KALIBER HANA. Program bimbingan religi dapat dikategorikan kedalam program jangka panjang dan jangka Program jangka panjang berupa pembiasaan setiap hari yaitu doAoa bersama sebelum pelajaran dimulai, serta Salat Zuhur berjamaah dan BTQ setiap hari setelah pelajaran berakhir yang dikenal dengan program RASTAMAN yang merupakan singkatan dari Gerakan Salat Zuhur Berjamaah & Baca Tulis Al Quran dengan Menyenangkan. Selain itu juga terdapat program religi unggulan sekolah yaitu Kamis Religi Bersama yang terdiri dari kegiatan Salat Dhuha dan Membaca Asmaul Husna serta Membaca Al Kitab dan Mantra yang disingkat KALIBER HANA. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sinergi dan mengajarkan toleransi antar umat beragama dalam lingkungan Selanjutnya ekstrakurikuler Rebana dilaksanakan 1 kali dalam seminggu. Pada program jangka pendek. SD Negeri 3 Sidoharjo mengadakan event keagamaan tahunan dan keikutsertaan dalam kompetisi religi. Beberapa contoh lomba atara lain MAPSI Islam. MAPAK Kristen, dan SIPPA DHAMMA SAMAJJA Buddha yang setiap bulan dibimbing oleh guru agama dengan melalui seleksi ketat. Salah satu capaian yang diraih oleh siswa SD Negeri 3 Sidoharjo atas nama Rasya Aditya Rionald Al Ghazali yang duduk dikelas 6 yakni juara MAPSI cabang Salat dan Wudu. Sebagai Sekolah Dasar (SD) hal tersebut sangat relevan dengan tujuan pendidikan di Indonesia yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. Pasal 3, dimana pendidikan merupakan usaha secara sadar untuk menjadikan peserta didik beriman dan bertawa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka dalam rangka mewujudkan siswa yang mampu berprestasi dalam bidang religi, maka diperlukan adanya implementasi manajemen bimbingan yang ideal dan memenuhi beberapa syarat yakni . Pembagian kerja, . tanggung jawab pada tugas, . instruksi yang jelas, . persamaan tujuan, dan . Penanggung jawab (Syahri dkk. , 2. Semua guru dan tenaga kependidikan SD Negeri 3 Sidoharjo terlibat pada pengawasan anak di setiap progam religi dilaksanakan. Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan dengan wali murid untuk memotivasi anak di rumah dengan bentuk kontrol melalui komunikasi dengan wali kelas masing-masing. Selain melalui komunikasi dengan wali murid dan penilaian kognitif anak, sekolah mempunyai program parenting 1-2 kali dalam setahun sebagai sarana evaluasi melalui diskusi secara langsung dengan orang tua. Prosedur evaluasi yang digunakan dalam menilai Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development berjalannya kegiatan bimbingan religi dilaksanakan setiap rapat kerja sekolah dan dihadiri langsung oleh kepala sekolah. Beberapa aspek yang dievaluasi ketika rapat kerja guru antara lain pelaksanaan kegiatan harian, hasil prestasi setiap lomba, maupun perkembangan alumni di sekolah tingkat selanjutnya. Poin pentingnya adalah konsistensi anak di luar sekolah dalam melaksanakan Bila dilihat dari State of the art dan kebaruan, perkembangan riset dan inovasi tentang pentingnya manajemen didalam lembaga pendidikan telah banyak dilakukan. Dari literature review dapat dijumpai beberapa penelitian tersebut, mulai dari kebijakan, strategi, pengaruh, praktik serta Akan tetapi manajemen bimbingan yang lebih mengarah kepada prestasi masih sangat sedikit. Berdasarkan pencaian dengan kata kunci manajemen pendidikan dilaman Garba Rujukan Nasional Nasional (GARUDA) ditemukan 6220 dalam kurun waktu 10 tahun terakhir . , namun hanya terdapat enam hasil riset tentang manajemen Bimbingan Prestasi pada Riset tentang manajemen bimbingan prestasi religi perlu dilaksanakan untuk menambah wawasan dan informasi terkait dengan prestasi religi pada siswa. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam tentang bagaimana penerapan manajemen bimbingan prestasi religi di SD Negeri 3 Sidoharjo serta pelaksanaanya agar mampu bersaing dengan sekolah Selanjutnya berdasarkan peta jalan dibawah ini penelitian dilakukan pada tahun 2024 dengan rangkaian penelitian selama 5 tahun dari 2023 sampai 2027. Selanjutnya, manfaat teoristis dan manfaat praktis dari penelitian ini adalah Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan di bidang manajemen pendidikan, khususnya terkait dengan manajemen bimbingan prestasi religi pada peserta didik di sekolah dasar negeri. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memperkaya kajian dan referensi ilmiah mengenai konsep, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi bimbingan prestasi religi yang selama ini masih relatif terbatas dalam literatur pendidikan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji pengelolaan program keagamaan berbasis prestasi di lembaga pendidikan umum. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan acuan bagi sekolah dasar negeri dalam merancang dan mengimplementasikan manajemen bimbingan prestasi religi secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan. Bagi kepala sekolah dan guru, penelitian ini dapat memberikan gambaran praktik baik . est practic. dalam mengelola program bimbingan religi yang mampu meningkatkan prestasi siswa serta menanamkan karakter religius. Bagi orang tua dan pemangku Manajemen Bimbingan Prestasi Religi di Sekolah Dasar (Ahmad Rosyid et al. kepentingan pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mendukung sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membimbing perkembangan religius anak. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merumuskan program pembinaan keagamaan di sekolah dasar negeri. Gambar 1. Road Map Penelitian METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Sidoharjo. Kecamatan Sidoharjo. Kabupaten Wonogiri. Jawa Tengah. Data penelitian berupa data kualitatif yang berkaitan dengan manajemen bimbingan prestasi religi, meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru agama, guru pendamping kegiatan, dan siswa yang dipilih secara purposive, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah seperti program kerja, jadwal kegiatan keagamaan, laporan hasil lomba, serta arsip pendukung lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara terstruktur digunakan untuk menggali informasi mengenai perencanaan dan implementasi program bimbingan prestasi religi, pembagian tugas, kendala pelaksanaan, serta dampak program terhadap prestasi siswa. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan bimbingan prestasi religi, seperti pembiasaan doa. Baca Tulis Al-QurAoan, salat Dhuha, dan salat Dzuhur berjamaah. Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data hasil wawancara dan observasi melalui penelaahan dokumen serta catatan kegiatan sekolah. Analisis data dilakukan Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyeleksi informasi yang relevan dengan fokus penelitian, kemudian disajikan secara sistematis dalam bentuk narasi ringkas, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai penerapan manajemen bimbingan prestasi religi di SD Negeri 3 Sidoharjo. Adapun alurnya sebagai berikut: Gambar 2. Alur Penelitian Target yang diharapkan dari peneltian ini adalah didapatkannya informasi berkaitan dengan manajemen bimbingan prestasi religi yang ada di sekolah, serta pelaksanaan kegiatan bimbingan religinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Bagian ini akan membahas tentang analisis dari hasil pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan data dari dokumen pendukung. Wawancara dilakukan dengan 4 informan antara lain dengan Kepala Sekolah sebagai penangung jawab utama, salah satu Guru Agama Islam sekaligus Tim Pelaksana program Bimibingan Prestasi Religi, seorang Guru Pendamping, serta seorang murid yang telah meraih prestasi religi. Adapun data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran terkait bagaimana alur manajemen kegiatan atau program dalam rangka membimbing prestasi siswa dibidang religi. Manajemen Bimbingan Prestasi Religi di Sekolah Dasar (Ahmad Rosyid et al. Tabel 1. Manajemen Bimbingan Prestasi Religi di Sekolah Dasar Negeri 3 Sidoarjo. Wonogiri Perencanaan Program-program oleh pihak sekolah bentuk pembiasaan, ekstrakurikuler yang Pelaksanaan Program jangka panjang berupa pembiasaan setiap hari yaitu doAoa bersama sebelum pelajaran dimulai, serta Salat Zuhur berjamaah dan BTQ setiap hari setelah pelajaran berakhir yang dikenal dengan program RASTAMAN yang merupakan singkatan dari Gerakan Salat Zuhur Berjamaah & Baca Tulis Al Quran dengan Menyenangkan. Selain itu juga terdapat program religi unggulan sekolah yaitu Kamis Religi Bersama yang terdiri dari kegiatan Salat Dhuha dan Membaca AsmaAoul Husna serta Membaca Al Kitab dan Mantra yang disingkat KALIBER HANA. Pada program jangka pendek. SD Negeri 3 Sidoharjo keikutsertaan dalam kompetisi religi. Beberapa contoh lomba ataralain MAPSI Islam. MAPAK Kristen, dan SIPPA DHAMMA SAMAJJA Buddha yang setiap bulan dibimbing oleh guru agama dengan melalui seleksi Salah satu capaian yang diraih oleh siswa SD Negeri 3 Sidoharjo atas nama Rasya Aditya Rionald Al Ghazali yang duduk dikelas 6 yakni juara MAPSI cabang Salat dan Wudu. Pengawasan Program-program yang diluncurkan oleh ekstrakurikuler yang Perencanaan Bimbingan Prestasi Religi Fenomena kebiasaan buruk yang muncul di kalangan anak-anak dalam masa pertumbuhan menjadi landasan SD Negeri 3 Sidoharjo untuk menyelenggarakan program pembiasaan kegiatan keagamaan hingga mendorong capaian prestasi siswa melalui bimbingan prestasi religi. Di tengah degradasi moral. SD Negeri 3 Sidoharjo berupaya mencetak siswa dan lulusan yang Cerdas. Beriman & Berbudaya seperti moto sekolah, seperti yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 3 Sidoharjo. Proses perencanaan bimbingan prestasi religi dilaksanakan ketika rapat kerja guru setelah melakukan diskusi dan penelitian kegiatan keagamaan dengan pihak luar seperti tokoh agama dan juga wali murid. Adapun program-program yang diluncurkan oleh pihak sekolah antaralain dengan mengembangkan bentuk pembiasaan, program sekolah, event keagamaan maupun ekstrakurikuler yang terstruktur. Pelaksanaan Bimbingan Prestasi Religi dan SDM yang Terlibat Pelaksanaan menjadi bentuk aktualisasi dari perencanaan yang telah disusun dan disepakati Pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan memiliki peran yang penting dalam proses Dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Prestasi Religi di SD Negeri 3 Sidoharjo. Kepala Sekolah Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development Ibu Juliani. Pd. SD mengambil peran sebagai Penanggung Jawab. Guru Agama Islam bapak Ghulam Abdur Rahman. Pd. dibantu guru kelas Ibu Bekti Wahyuningsih. Pd. dan Guru sampiran Agama Kristen dan Buddha sebagai Tim Pelaksana. Peran Tim Pelaksana sebagai penyelenggara langsung pembiasaan, program sekolah, ekstrakurikuler maupun kegiatan event yang berkaitan dengan keagamaan di sekolah dan tentunya bekerja sama dengan para guru lainnya. Selain pihak guru, wali murid juga dilibatkan dalam peran kontrol dan motivasi bagi kegiatan religi siswa di rumah. Program bimbingan religi dapat dikategorikan ke dalam program jangka panjang dan jangka pendek. Program jangka panjang berupa pembiasaan setiap hari yaitu doa bersama sebelum pelajaran dimulai, serta Salat Zuhur berjamaah dan BTQ setiap hari setelah pelajaran berakhir yang dikenal dengan program RASTAMAN yang merupakan singkatan dari Gerakan Salat Zuhur Berjamaah & Baca Tulis Al Quran dengan Menyenangkan. Selain itu juga terdapat program religi unggulan sekolah yaitu Kamis Religi Bersama yang terdiri dari kegiatan Salat Dhuha dan Membaca AsmaAoul Husna serta Membaca Al Kitab dan Mantra yang disingkat KALIBER HANA. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sinergi dan mengajarkan toleransi antar umat beragama dalam lingkungan Selanjutnya ekstrakurikuler Rebana dilaksanakan 1 kali dalam seminggu. Pada program jangka pendek. SD Negeri 3 Sidoharjo mengadakan event keagamaan tahunan dan keikutsertaan dalam kompetisi religi. Beberapa contoh lomba ataralain MAPSI Islam. MAPAK Kristen, dan SIPPA DHAMMA SAMAJJA Buddha yang setiap bulan dibimbing oleh guru agama dengan melalui seleksi ketat. Salah satu capaian yang diraih oleh siswa SD Negeri 3 Sidoharjo atas nama Rasya Aditya Rionald Al Ghazali yang duduk dikelas 6 yakni juara MAPSI cabang Salat dan Wudu. Tabel 2. Program Bimbingan Prestasi Religi SD Negeri 3 Sidoharjo No. Nama Kegiatan DoAoa bersama sebelum pelajaran dimulai RASTAMAN KALIBER HANA Waktu Pelaksanaan Setiap hari sebelum pelajaran Setiap hari saat waktu sholat Zuhur dan setelah pulang Setiap hari kamis Ekstrakurikuler Rebana Event keagamaan tahunan 1 kali dalam seminggu Satu tahun sekali Lomba MAPSI Islam. MAPAK Kristen. SIPPA DHAMMA SAMAJJA Buddha Bimbingan tiap bulan Pendamping Wali Kelas Tim Pelakasana dibantu Wali Kelas dan tenaga pendidik lain Tim Pelakasana dibantu Wali Kelas dan tenaga pendidik lain Guru ekstrakurikuler Tim Pelakasana dibantu Wali Kelas dan tenaga pendidik lain Guru masing-masing agama Manajemen Bimbingan Prestasi Religi di Sekolah Dasar (Ahmad Rosyid et al. Berdasarkan paparan dan sajian data diatas, dapat diketahui bahwa manajemen bimbingan prestasi religi pada SD Negeri 3 Sidoharjo memenuhi kriteria manajemen yang ideal. Pada tahap perencanaan, terdapat Pembagian kerja yang jelas dari pihak-pihak yang terlibat dalam program ini yaitu Guru agama dan pihak keagamaan dari luar sekolah sebagai tim pelaksana berjalannya program dengan mendampingi siswa secara langsung dibantu oleh Wali Kelas. Adapun dalam hal Pertanggung Jawaban, terdapat garis koordinasi yang jelas yaitu dibawah Kepala Sekolah. Pada proses perencanaan juga telah disusun secara terperinci program apa yang akan dijalankan serta misi yang diuju sehingga membentuk arah instruksi yang jelas serta adanya persamaan tujuan antara pihak penanggung jawab, tim pelaksana, wali kelas, hingga wali murid. Pengawasan dan Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan Prestasi Religi Bimbingan Prestasi Religi di SD Negeri 3 Sidoharjo dilaksanakan oleh semua guru dan tenaga kependidikan terlibat pada pengawasan anak disetiap progam religi dilaksanakan. Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan dengan wali murid untuk memotivasi anak dirumah dengan bentuk kontrol melalui komunikasi dengan wali kelas masing-masing. Selain melalui komunikasi dengan wali murid dan penilaian kognitif anak, sekolah mempunyai program Parenting 1-2 kali dalam setahun sebagai sarana evaluasi melalui diskusi secara langsung dengan orang tua. Prosedur evaluasi yang digunakan dalam menilai berjalannya kegiatan bimbingan religi dilaksanakan setiap rapat kerja sekolah dan dihadiri langsung oleh kepala sekolah. Beberapa aspek yang dievaluasi ketika rapat kerja guru antaralain pelaksanaan kegiatan harian, hasil prestasi setiap lomba, maupun perkembangan alumni di sekolah tingkat selanjutnya. Poin pentingnya adalah konsistensi anak di luar sekolah dalam melaksanakan ibadah. Terdapat hambatan yang muncul pada pelaksanaan program Bimbingan Prestasi Religi di SD Negeri 3 Sidoharjo terkait terbatasnya waktu ditambah kecenderungans siswa yang tidak mengikuti kegiatan religi di lingkungan rumah. Cara yang dilakukan oleh Tim Pelaksana dalam mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan meningkatkan motivasi siswa melalui diskusi dan membuka wawasan lewat film pendidikan religi. Terlepas dari hambatan yang dihadapi, pihak sekolah maupun wali murid mengaku bahwa program-program keagamaan ini dapat menjadi solusi di tengah degradasi moral di masyarakat meningkat. Sebagai upaya pertanggung jawaban tugas, evaluasi dan perbaikan juga dilakukan tiap bulan guna memastikan bahwa program berjalan dengan efektif dan tetap mengarah pada target dan tujuan program. Pola manajemen bimbingan religi yang melibatkan beberapa pihak untuk Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development mengambil peran sebagai perencana, pelaksana, pengawas, serta evaluator dapat meningkatkan tingkat kesuksesan siswa dalam kompetisi religi. Terlebih, keterlibatan pihak luar seperti tokoh agama akan menjaga kualitas muatan dan kurikulum bimbingan. Sedangkan, dengan melibatkan peran wali murid dapat menjadi wujud komitmen pihak sekolah memberikan jaminan pendidikan agama sejak diri yang banyak diinginkan orang tua di tengah perkembangan zaman. Pembahasan Berdasarkan hasil paparan dan sajian data, dapat diketahui bahwa manajemen bimbingan prestasi religi di SD Negeri 3 Sidoharjo telah berjalan secara sistematis dan memenuhi kriteria manajemen yang ideal. Hal ini tercermin dari penerapan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara Pada tahap perencanaan, sekolah telah menunjukkan adanya pembagian kerja yang jelas dan terstruktur. Guru agama dan pihak keagamaan dari luar sekolah berperan sebagai tim pelaksana utama yang mendampingi siswa secara langsung, dengan dukungan wali kelas dalam proses pembinaan sehari-hari. Kejelasan peran dan tanggung jawab ini memperlihatkan bahwa sekolah telah menerapkan prinsip pengorganisasian yang efektif. Selain itu, adanya garis koordinasi yang berada di bawah kendali kepala sekolah menunjukkan sistem pertanggungjawaban yang jelas. Sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan sekolah. Perencanaan yang disusun secara terperinci, mulai dari program yang akan dijalankan hingga misi yang ingin dicapai, juga menciptakan kesamaan tujuan antara pihak sekolah, tim pelaksana, wali kelas, dan wali murid. Senada dengan (Elfira et al, 2. terkait dengan bagaimana manajemen yang Dalam aspek pelaksanaan, keterlibatan seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam pengawasan kegiatan religi menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program bimbingan prestasi religi. Kolaborasi antara sekolah dan wali murid melalui komunikasi intensif dengan wali kelas menjadi strategi penting dalam memastikan keberlanjutan pembinaan siswa, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah. dikemukakan oleh Syahri dkk. Keterlibatan berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru, tokoh agama, dan wali murid menjadi faktor kunci keberhasilan program. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan karakter yang menekankan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan. Pengawasan dan evaluasi program bimbingan prestasi religi dilakukan melalui berbagai mekanisme, seperti penilaian kognitif siswa, komunikasi dengan wali murid, serta kegiatan Manajemen Bimbingan Prestasi Religi di Sekolah Dasar (Ahmad Rosyid et al. parenting yang diselenggarakan satu hingga dua kali dalam setahun. Program parenting menjadi sarana evaluasi yang efektif karena memungkinkan terjadinya diskusi langsung antara pihak sekolah dan orang tua terkait perkembangan religius anak. Selain itu, evaluasi rutin yang dilakukan dalam rapat kerja sekolah dan dipimpin langsung oleh kepala sekolah menunjukkan bahwa sekolah memiliki keseriusan dalam memantau efektivitas program. Aspek-aspek yang dievaluasi, seperti pelaksanaan kegiatan harian, capaian prestasi lomba, dan perkembangan alumni, mencerminkan evaluasi yang komprehensif dan berorientasi pada keberlanjutan hasil program. Hal ini sejalan dengan Machali & Hamida. terkait tujuan dari pengawasan adalah untuk mengukur hasil yang dicapai berdasar standar yang terlah ditetapkan sebelumnya. Meskipun demikian, pelaksanaan program bimbingan prestasi religi tidak terlepas dari hambatan, terutama keterbatasan waktu dan rendahnya konsistensi siswa dalam mengikuti kegiatan religi di lingkungan rumah. Hambatan ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga masih menjadi tantangan dalam pembinaan religius siswa. Upaya yang dilakukan tim pelaksana, seperti meningkatkan motivasi siswa melalui diskusi dan pemanfaatan media film pendidikan religi, merupakan langkah adaptif yang relevan dengan karakteristik peserta didik. Strategi ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan kesadaran siswa terhadap pentingnya praktik Secara keseluruhan, manajemen bimbingan prestasi religi di SD Negeri 3 Sidoharjo menunjukkan pola manajemen kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak sebagai perencana, pelaksana, pengawas, dan evaluator. Evaluasi dan perbaikan yang dilakukan secara berkala setiap bulan memperkuat efektivitas program dan memastikan kesesuaian antara pelaksanaan dan tujuan yang telah ditetapkan. Keterlibatan tokoh agama dari luar sekolah turut menjaga kualitas muatan bimbingan dan kurikulum religi, sementara peran aktif wali murid mencerminkan komitmen sekolah dalam memberikan jaminan pendidikan agama yang berkelanjutan. Dengan demikian, program bimbingan prestasi religi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan prestasi siswa dalam kompetisi religi, tetapi juga menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan degradasi moral di tengah perkembangan zaman. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa manajemen Bimbingan Prestasi Religi yang dijalankan oleh SD Negeri 3 Sidoharjo telah melalui tahap Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development manajemen mulai dari perencanaan hingga evaluasi dan telah memiliki perangkat hierarki pertanggungjawaban yang terstruktur. Program yang dijalankan dan dikembangkan mengacu pada tujuan program yang disusun pada proses perencanan. Selain itu, pihak sekolah juga melibatkan tokoh agama sehingga dapat menjaga kualitas bimbingan dan menghasilkan siswa yang berprestasi di kompetisi religi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi untuk memberikan wawasan terkait bagaimana membangun manajemen bimbingan religi pada sekolah umum sehingga mampu menarik minat orang tua yang menitikberatkan pada pendidikan dan pembiasaan agama sejak dini. Untuk mengeksplorasi penelitian manajemen bimbingan religi lebih dalam, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian untuk memberikan gambaran manajemen yang lebih adaptif terhadap berbagai kondisi sekolah. REFERENSI