Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review INTERAKSI SOSIAL ANTARA ORANG LANJUT USIA DENGAN MASYARAKAT MURLIS STISIP Padang murlis@gmail. Abstract: An interaction process is based on various factors, among others, factors of imitation, suggestion, identification and sympathy. These factors can move independently or in a combined state. If each is examined more deeply, the imitation factor, for example, has a very important role in the process of social interaction. One of the positive aspects is that imitation can encourage a person to obey the rules and values that apply. However, imitation may also result in negative things where for example, what is imitated are deviant actions. In addition, imitation can also weaken or even kill the development of one's creative power. The suggestion factor takes place when someone gives a view or an attitude that comes from himself which is then accepted by the other party. So this process is actually almost the same as imitation, but the benchmarks are different. The suggestion can take place because the receiving party is hit by emotions that impede rational power. Perhaps the suggestion process occurs if the person giving the view is an authoritative person or perhaps because of his authoritarian nature. It is also possible that suggestions occur due to causes that give views or attitudes the largest part of the group concerned, or society. Likewise for the social interactions of the elderly with family members Keywords: Social Interaction. Elderly People. Family. Abstrak: Suatu proses interaksi didasarkan pada pelbagai faktor, antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendirisendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam, faktor imitasi misalnya, mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaedah-kaedah dan nilai-nilai yang berlaku. Namun demikian imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya halhal yang negatif dimana misalnya, yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang Selain itu, imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Jadi proses ini sebenarnya hampir sama dengan imitasi, tetapi tolak ukurnya berbeda. Berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi yang menghambat daya secara rasional. Mungkin proses sugesti terjadi apabila yang memberikan pandangan adalah orang yang berwibawa atau mungkin karena sifatnya yang otoriter. Kiranya mungkin pula bahwa sugesti terjadi oleh sebab yang memberikan pandangan atau sikap merupakan bagian terbesar dari kelompok yang bersangkutan, atau masyarakat. Begitu juga atas interaksi sosial orang lanjut usia dengan anggota keluarga Kata Kunci: Interaksi Sosial. Orang Lanjut Usia. Keluarga. Pendahuluan Suatu kebahagiaan bagi setiap orang apabila dimasa lanjut usia. anjut usi. masih tetap dihargai dan dihormati dalam lingkungan sosial, karena orang lanjut usia dapat E-ISSN: 2657-0300 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review kita jadikan panutan dan juga tempat kita bertanya kepadanya. Menjadi tua merupakan suatu fase dan proses kehidupan yang wajar dialami oleh setiap insan manusia yang ada di muka bumi ini. Dengan pertambahan usia tubuh akan mengalami kemunduran secara fisik maupunfisikologis dan sosial. Oleh sebab itu menurut Jhon . alam Arifin,2. penuaan dapat dikategorikan menjadi dua yaitupenuaan secara biologis dan penuaan secara sosial. Penuaan secara biologis orang lanjut usia akan mengalami kemunduran fungsi alat tubuh, orang lanjut usia akan terlihat dari kulit yang mulai keriput, berkurangnya fungsi telinga dan mata, tidak dapat bergerak dengan cepat lagi, cepat merasa lelah, rambut menipis dan memutih, mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh berkurang. Sedangkan penuaan secara sosial orang lanjut usia berkurangnya kegiatan dan interaksi baik dengan anak, saudara ataupun teman, mengalami rasa kesepian, kebosanan dan sebagainya. Akibat penuaan usia,kebanyakan orang merasa cemas dan takut,atau proses degeratifdisebabkan karena akan datangnya perubahan peranan sosial dan status sosial berdasarkan usia. Dengan demikian hak dan kewajiban sosialnya akan berubah,sehingga mempengaruhikehidupan sosialnya (Arifin, 2. Proses menjadi tua . merupakan suatu kondisi yang wajar dan tidak dapat dihindarkan sebagai suatu fase kehidupan manusia. Sebagai suatu proses sudah barang tentu diperlukan persiapan sejak dini agar memiliki persiapan menghadapi ketuaan itu. Persiapan itu tidak hanya saja persiapan ekonomis berupa jaminan pensiun menjelang hari tua tapi juga persiapan secara sosial, psikologis menghadapi kemungkinan baru dari kondisi ketuaan itu seperti kehilangan pasangan hidup, berpisah dengan anak dan cucu yang berakibatkan orang lanjut usia hidup dengan kesepian, ketidakcocokan hubungan dengan anak dan menantu, tidak terpenuhi tuntutan ekonomi karena habisnya dana yang ada untuk perawatan kesehatan, dan pudarnya relasi sosial dengan tetangga, kerabat dan sejawat. Proses perubahan pada diri manusia berjalan terus menerus mengikuti pola yang tetap dan dapat diperhitungkan. Rentang kehidupan oranglanjut usia ditandai dengan perubahan fisik, psikologis dan sosial. Didalam menghadapi kondisi menjadi tua itu,diharapkan orang lanjut usia mampu menerima dirinya sebagaimana adanya dan mampu menghadapi kondisi baru dari perubahan diri dan lingkungan sosialnya ini, maka mereka akan dapat mengisi hari tuanya dengan wajar dan produktif serta mampu mengaktualisasikan diri sesuai dengan peranan baru yang disandangnya. Secara naluri semua orang ingin mencapai usia sepanjang mungkin, namun setelah menjadi tua banyak yang dari mereka menderita stress, cemas, tidak bahagia, merasa tidak berguna dan harga diri rendah. Ketidakbahagiaan itu biasanya karena banyak dari mereka yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri dan lingkungan sosialnya (Argyo 2007:. Lebih lanjut menurut Agus . , orang beriman tidak akan terlalu cemas menghadapi semuanya itu. Dia percaya bahwa apapun yang terjadi adalah dengan izin Allah dan sesuai dengan ketentuan-Nya. Semuanya mengandung rahasia dan hikmah bagi manusia yang mau memerhatikan dengan akal dan mata hatinya. Dengan iman kepada takdir segala pengalaman masa lalu akan diterimanya dengan ridha dan tawakal, tidak larut dirundung duka dan putus asa. Perubahan-perubahan yang terjadi juga dapat dipahami sebagai ujian Allah, apakah dia tetap iman kepada kekuasaan dan Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review bantuan Allah atau tidak lagi. Kedepan dia akan menatap kehidupan dengan harapan, keyakinan dan kesiapan mental yang lebih matang. Harapan dan yakin karena takdir masa depan tidak seorangpun yang mengetahui. Masa depan ditatap dengan optimis karena Allah Mahatahu dengan tekad dan perjuangan hamba-Nya dan Dia Mahaadil, membantu hamba-Nya yang bersungguhsungguh. Menatap masa depan dengan kesiapan mental karena Allah-lah yang menentukan kehidupannya di masa depan. Ketika usaha maksimal sudah dilakukan, seorang mukmin punya tahan mental yang lain sehingga tidak akan menjadikannya diliputi kecemasan dan ketakutan, yaitu tawakal, menyerah dan menerima takdir Allah. Dia siap mental untuk menghadapi berbagai cobaan, yang terburuk sekalipun apalagi yang baik. Hari-hari dilaluinya dengan harapan baik dan optimisme tinggi. Pengalaman kehilangan harta, kedudukan, jabatan, nyawa adalah cobaan Allah dan menjadikan untuk lebih hati-hati, tetapi tidak takut dan cemas. Keberuntungan yang telah diraih juga tidak menyebabkannya sombong. Masa depan ditatap dengan kacamata optimisme dan siap mental menghadapi kemungkinan yang akan terjadi dan yang terburuk sekalipun, walaupun dalam usia lanjut. Metdologi Penelitian Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif . escriptive researc. dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu di maksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Metode penelitian kualitatif lebih berdasarkan filsafat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan. Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri (Nazir, 1. Metode deskriptif di maksud adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian . eseorang, lembaga, masyaraka. pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nazir, 1. Penelitian ini akan menjelaskan tentang interaksi sosial antara orang lanjut usia dengan Hasil dan Pembahasan Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok, yang terjadi tersebut sebagai kesatuan dan biasanya menyangkut tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan sosial. Walaupun di dalam kenyataanya proses tadi memang sangat kompleks, sehingga kadang-kadang sulit untuk mengadakan pembedaan tegas antara faktor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnya proses interaksi sosial. Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, seperti yang dikatakan oleh Soerjono Soekanto . , yaitu: Adanya kontak sosial . ocial-contac. , yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu antara individu, antara individu dengan kelompok, dan antar Selain itu, suatu kontak sosial dapat pula bersifat langsung ataupun tidak langsung. Adanya komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review Pentingnya kontak sosial dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial dapat diuji terhadap suatu kehidupan sosial yang terasing. Kehidupan terasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu seseorang yang hidup terasing sama sekali dapat melakukan tindakan-tindakan, misalnya terhadap alam sekitarnya, tetapi hal itu tak akan mendapatkan tanggapan apa-apa. Oleh sebab itu interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial, karena tanpa adanya interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Untuk mengurangi kecemasan, memberikan rasa aman dan ketenangan diri orang lanjut usia, kelompok maupun keluarga tempat tinggal orang lanjut usia penting sebagai pihak yang memberikan cukup kenyamanan serta keamanan bagi orang lanjut Pendekatan lain meliputi interaksi, pengembangan kesukaan/ hobi juga biasa dilakukan untuk memaksimalkan potensi yang ada orang lanjut usia sekaligus memberikan keselarasan dengan sisitem sosial yang ada. Seperti yang di kemukakan oleh Edi Indrizal . , hubungan sosial orang lanjut usia dengan keluarga dan warga masyarakat penting bagi orang lanjut usia untuk mengurangi rasa kecemasan, memberikan rasa aman dan ketenangan. Selanjutnya dia mengatakan struktur keluarga, ikatan solidaritas sosial, dan tradisi merantau kesemuanya fungsional sebagai jaminan sosial bagi orang lanjut usia sehingga orang lanjut usia tidak boleh hidup tersia-sia di hari tuanya, maka hal itu dapat menjadi aib bagi keluarga, kerabat atau bahkan orang sekitar. Namun dalam kondisi yang berubah dalam masyarakat Minangkabau kotemporer, diantaranya perubahan struktur keluarga luas ke keluarga inti, pola menetap neolokal, membawa konsekuensi perubahan fungsi struktur keluarga dan hubungan sosial dalam masyarakat Minangkabau. Perubahan-perubahan fungsi struktur keluarga membawa implikasi terhadap kehidupan orang lanjut usia. Orang lanjut usia tanpa anak memperoleh masalah tersendiri di dalam masyarakat dan tampaknya masalah sosial lebih dominan dibandingkan masalah menurunnya kondisi fisik akibat usia yang bertambah tua, sehingga dalam kenyataannya interaksi sosial itu langsung mempengaruhi kesejahteraan lanjut usia. Memasuki usia lanjut, orang akan mengalami kemunduran-kemunduran terutama secara fisik dan psikologis. Namun, tidak berarti perubahan kondisi fisik dan psikologis tersebut menjadikan lanjut usia merasa dirinya tidak berguna, atau masyarakat yang beranggapan bahwa orang lanjut usia tidak berguna, seperti yang dikemukakan oleh Argyo . ,pada banyak kebudayaan dan masyarakat orang lanjut usia memiliki peran dan kedudukan sebagai orang yang dihormati, dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih sehingga menjadi tempat bertanya dan mendapatkan nasehat bagi golongan muda. Perubahan sistem dan struktur dalam masyarakat, membawa implikasi terhadap peran dan kedudukan lanjut usia dalam keluarga dan masyarakat. Misalnya perubahan dari bentuk keluarga luas pada masyarakat tradisional ke keluarga inti . uclear famil. berimplikasi bahwa orang lanjut usia akan mengalami hidup sendiri. Kondisi hidup sendiri jauh dari perhatian keluarga akan membawa masalah terhadap orang lanjut usia, terutama orang lanjut usia yang tidak memiliki ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang lanjut usia hidupnya akan miskin apabila tidak ada interaksidengan orang lain,sehingga memunculkan berbagai penyakit dalam hidupnya. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review Interaksi soaial dengan anggota keluarga yang ada bagi orang lanjut usia dengan keluarga, adalah sebagai berikut : Tabel Interaksi Sosial dengan Keluarga . Jenis Pelayanan Petugas Tempat pelayanan 1 Penyediaan kamar tidur dan tempat tidur yang layak Rumah 2 Pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan Rumah 3 Pemenuhan kebutuhan makan dan minum Rumah 4 Pemenuhan kebutuhan /pengobatan kesehatan Rumah 5 Memberikan dukungan sosial emosional Rumah 6 Kegiatan rekreatif Rumah Sumber : Diperoleh dari Interaksi Orang Lanjut Usia dengan Keluarga Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa interaksi orang lanjut usia dengan anggota keluarga yang terjadi, sebagai berikut : Pertama. Penyediaan tempat tidur yang layak. Yang dimaksud dengan tempat tinggal yang layak disini, menurut peneliti meliputi: Penyediaan tempat tidur atau tempat beristirahat yang nyaman dan disesuaikan dengan kebutuhan orang lanjut usia. Sebab orang lanjut usia kondisi fisiknya sudah tidak sempurna lagi seperti orang yang masih muda. Orang lanjut usia sering mengalami kejang-kejang pada otot untuk itu perlu tempat tidur yang nyaman agar dapat istirahat dengan nyenyak dan sesudah istirahat lanjut usia tidak akan merasakan sakit pada fisiknya. Memberikan perlindungan kepada lanjut usia dari gangguan, dari hawa panas, dingin atau mungkin gangguan dari makhluk hidup seperti orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bahkan gangguan dari hewan. Menyediakan fasilitas untuk beribadah. Kalau mengamati dari pendapat orang yang mengatakan bahwa pada umumnya orang yang sudah mencapai usia senja, orang biasanya akan menghabiskan waktunya untuk mendekatkan diri kepada sang maha pencipta yaitu dengan jalan tekun beribadah dan memohon ampunan terhadap dosa-dosa yang telah diperbuat selama hidupnya. Dengan menyimak dan memahami pendapat di atas, maka penyediaan fasilitas beribadah bagi orang lanjut usia dalam keluarga sangat perlu. Penyediaan fasilitas ini bisa meliputi: pembuatan tempat untuk mengabil air wudlu harus memperhatikan kondisi fisik bagi lanjut usia, kemudian tempat untuk sholatpun juga harus Kedua. Pemenuhan Sandang Dan Pangan. Selain penyediaan tempat tinggal, keluarga juga mengadakan pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan para lanjut usia. Pemenuhan sandang dan pangan meliputi: Menyediakan kebutuhan makan bagi para lanjut usia. Penyediaan makan ini disesuaikan dengan kebutuhan lanjut usia itu sendiri. Biasanya orang kalau sudah lanjut usia sering mengalami gangguan-gangguan pada saat mengkonsumsi makanan. Gangguan tersebut disebabkan karena : keadaan gigi yang sudah banyak yang copot karena proses alami, karena gangguan pencernaan dan karena penyakit yang diderita. Sehingga dalam pemenuhan kebutuhan makan keluarga selayaknyalah untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi dari pada lanjut usia yang ada dalam keluarga tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan pemenuhan sandang adalah : penyediaan pakaian, pakaian berfungsi untuk melindungi tubuh dari cuaca panas, dingin serta untuk menutupi tubuh agar kelihatan rapi dan indah. Dalam pemenuhan sandang keluarga hrus E-ISSN: 2657-0300 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review memperhatikan dan dapat mejamin kebersihan daripada sandang tersebut. Sandang dapat diartikan pakaian, kalau dulu pakaian bukan merupakan kebutuhan pokok akan tetapi saat ini pakaian merupakan kebutuhan pokok itu semua karena pengaruh perkembangan kebudayaan dan zaman. Jadi selayaknyalah kalau pakaian itu merupakan kebutuhan pokok bagi lanjut usia. Untuk itu perlu untuk dipenuhinya. Ketiga. Pelayanan Kesehatan. Pelayanan kesehatan bagi semua orang perlu, apalagi bagi orang yang mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan secara mendesak seperti orang lanjut usia. Pelayanan yang dimaksudkan di sini adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga di dalam rumah secara umum pelayanan kesehatan biasanya dilaksanakan di rumah sakit atau dipuskesmas akan tetapi di rumah pun perlu diadakan. Di bawah ini diuraikan tentang pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia dalam rumah, seperti : Menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan rumah, khususnya kamar tempat istirahat bagi lanjut usia. Mengatur menu sehari-hari sesuai dengan yang dibutuhkan Segera mengambil tindakan apabila lanjut usia mengalami gangguan kesehatan. Yang melaksanakan tugas menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan rumah di sini adalah keluarga. Keluarga mempunyai peran penting dalam usaha ini sebab lanjut usia dalam hal ini tergantung pada proses pelayanan ini. Sedangkan mengenai kebutuhan makan sehari-hari pun keluarga sangat menentukan, sebab lanjut usia sudah tidak produktif lagi. Pada orang-orang yang sudah berusia lanjut biasanya sering mengalami gangguan-gangguan penyakit. Untuk itu keluarga perlu meyediakan dana khusus dalam mengatasi masalah perawatan kesehatan lanjut usia. Keempat. Memberikan Dukungan Sosial Emosional. Dukungan atau motivasi itu sangat perlu bagi setiap manusia hidup. Sebab dengan adanya dukungan atau motivasi dari orang lain maka manusia akan mempunyai semangat untuk hidup. Seperti pada orang yang sudah lanjut usia, manusia apabila sudah memasuki usia lanjut mereka akan mengalami masalah kemunduran fisik dan masalah sosial. Kemunduran fisik pada lanjut usia disebabkan karena proses alami seperti karena terjadinya perubahanperubahan pada organ tubuh. Dukungan sosial emosional dari keluarga sangat dibutuhkan, sebab dengan adanya dukungan tersebut diharapkan lanjut usia bisa menikmati sisa hidupnya dengan perasaan senang dan bahagia. Dukungan sosial emosional tersebut bisa berupa menciptakan proses interaksi yang baik antara sesama anggota keluaraga dan memberikan kesempatan kepada lanjut usia untuk berinteraksi dan berkkomunikasi dengan sesama lanjut usia untuk mengenang masa-masa hidup bahagia di masa yang lalu. Kelima. Kegiatan Rekreatif. Kebutuhan berekreasi bagi setiap orang itu perlu, karena dengan rekreasi setiap kepenatan hidup terasa terkurangi apalagi kalau rekreasi tersebut dilakukan oleh orang-orang yang sedang membutuhkan waktu untuk bersantai, contohnya lanjut usia. Kegiatan rekreasi sebenarnya dapat dilaksanakan dimana saja, misalnya di rumah dan di luar rumah. Kegiatan rekreasi di rumah meliputi: . Nonton televisi bersama. Berkumpul dengan semua anggota keluarga. Mengerjakan hobi atau pekerjaan rumah yang disenangi, kegiatan tersebut misalnya membuat kerajinan tangan, merawat bunga, dan seterusnya. Sedangkan yang dimaksud dengan kegiatan rekreasi di luar rumah meliputi: . Bersilaturahmi ke rumah tetangga atau famili. Mendatangi tempat-tempat Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review wisata atau tempat ibadah, seperti dengan menghadiri acara keagamaan atau pengajian. Kegiatan rekreasi di luar rumah biasanya dilaksanakan pada hari-hari tertentu saja tetapi kegiatan yang dilakukan di dalam rumah dapat dikerjakan setiap hari. Dari hasil penelitian diperoleh data tentang interaksi sosial orang lanjut usia, di bawah ini akan disajikan satu persatu dalam bentuk tabel 8. 2 tentang fasilitas fisik yang disediakan oleh kepala keluarga bagi lanjut usia. Tabel Fasilitias Fisik Keuarga Tempat Berobat Jumlah 1 Menyediakan kamar tidur dan tempat tidur Tidak 2 Menyediakan pakaian Tidak 3 Menyediakan makanan dan Tidak Sumber : Data Primer Diolah Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa yang termasuk didalam fasilitas fisik yang disediakan oleh kepala keluarga untuk lanjut usia didalam rumah dapat beruapa : penyediaan kamar tidur dan tempat tidur, penyedaan pakaian dan penyedian makan dan minum. Tabel Pelayanan Kesehatan Tempat Pelayanan atau Berobat Jumlah jawaban 1 Dokter 2 Mantri Kesehatan 3 Dukun Sumber : Data Primer Diolah Dari penelitian tentang pelayanan kesehatan pada tabel 8. 3 diatas terlihat bahwa para kepala keluarga sangat memperhatikan terhadap pelayanan kesehatan anggota keluarga, terbukti dari jawaban yang diperoleh mayoritas menjawab tempat layanan bagi anggota keluarga yang sakit ke dokter dan mantri kesehatan serta tidak ada yang pergi ke dukun. Tabel Dukungan Sosial Emosional Dukungan Jawaban Jumlah jawaban 1 Sosial Emosional Perlu sekali Perlu Tidak perlu Sumber : Data Primer Diolah Dukungan sosial emosional bagi lanjut usia bisa berasal dari keluarga sendiri dan juga dari keluarga lain. Dari tabel 8. 4 diatas diperoleh jawaban sebagai berikut : responden kebanyakan menjawab perlu dan sebagian lagi menjawab sangat perlu. Disini terbukti bahwa dukungan sosial emosional bagi lanjut usia tersebut perlu untuk Tabel Kegiatan Santai Keluarga Jenis kegiatan Jumlah jawaban 1 Santai dan Ngobrol-ngobrol 2 Nonton televisi E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review 3 Bersilaturahmi Sumber : Data Primer Diolah Pada tabel 8. 5 diatas bahwa kegiatan santai keluarga diisi dengan kegiatan : santai dan ngobrol-ngobrol dengan sesama anggota keluraga, nonton televisi bersama dan bersilaturahmi ke rumah famili dan tetangga. Kegiatan santai keluarga seperti yang disajikan di dalam tabel 17 diatas dapat dijadikan sebagai kegiatan rekreasi keluarga. Penutup Suatu proses interaksi didasarkan pada pelbagai faktor, antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam, faktor imitasi misalnya, mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaedah-kaedah dan nilai-nilai yang Namun demikian imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif dimana misalnya, yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang Selain itu, imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Jadi proses ini sebenarnya hampir sama dengan imitasi, tetapi tolak ukurnya berbeda. Berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi yang menghambat daya secara rasional. Mungkin proses sugesti terjadi apabila yang memberikan pandangan adalah orang yang berwibawa atau mungkin karena sifatnya yang otoriter. Kiranya mungkin pula bahwa sugesti terjadi oleh sebab yang memberikan pandangan atau sikap merupakan bagian terbesar dari kelompok yang bersangkutan, atau masyarakat. Begitu juga atas interaksi sosial antara orang lanjut usia dengan masyarakat. Daftar Pustaka