Barometer. Volume 6 No. Januari 2021, 307-312 PERBAIKAN KUALITAS PRODUK GENTONG MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS (Studi Kasus : Home Industry Bapak Oji. Fidiyya Astuti, 2Wahyudin Wahyudin 1, 2 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Singaperbangsa Karawang fidyyaastuti@gmail. com, 2wahyudin@ft. INFO ARTIKEL Diterima: 21 November 2020 Direvisi: 28 November 2020 Disetujui: 11 Desember 2020 Kata Kunci : Pengendalian Kualitas. Seven Tools. Perbaikan. ABSTRAK Kualitas merupakan karakteristik atau nilai yang melekat pada suatu produk, kualitas menjadi faktor utama yang diperhatikan oleh konsumen yang mengonsumsi produk Pengendalian kualitas dalam sebuah home industry sangat perlu untuk dilakukan mengingat persaingan kualitas produk sangat ketat pada saat ini, dengan meningkatkan kualitas produk home industry, diharapkan dapat bertahan dan terus meningkatkan posisinya di dalam pasar. Upaya pengendalian kualitas dapat dimulai dengan memperbaiki sistem kerja yang sudah ada menjadi lebih baik lagi. Analisis sistem kerja dapat dilakukan dengan metode seven tools, dengan memperhatikan aspek-aspek 5M 1E . an, money, machine, method, material, dan environmen. maka kekurangan-kekurangan sistem kerja pada saat ini dapat diketahui dan Hasil analisis sistem kerja pada produksi gentong tanah liat menunjukkan bahwa cacat produk yang sering terjadi di home industry ini adalah cacat pada saat penyimpanan produk, pada saat pengeringan, dan pada saat pembakaran. Jumlah cacat produk pada sepuluh hari produksi adalah 32 produk dengan persentase kumulatif sebanyak 5% dari total produksi. Setelah dilakukan analisis, maka perbaikan yang dapat dilakukan meliputi perbaikan manusia, mesin, material, dan PENDAHULUAN Perkembangan era globalisasi pada masa sekarang membawa pengaruh besar terhadap perekonomian dan persaingan dagang di penjuru dunia menjadi semakin ketat. Penyebabpenyebab meningkatnya persaingan perdagangan ini antara lain. pasar yang semakin luas, kebutuhan konsumen yang semakin kompleks, menurunnya sumber daya bahan baku, dan yang paling menjadi faktor bersaing adalah mengenai kualitas produk. Persaingan dagang ini menjadi tantangan yang serius, baik bagi industri besar maupun industri kecil yang masih berkembang. Keduanya haruslah menetapkan strategi yang tepat guna menghadapi perubahan-perubahan kondisi pasar dan perubahan permintaan konsumen terhadap kualitas produk. Home Industry milik Bapak Ojid merupakan salah satu industri rumahan yang memproduksi gentong tanah liat. Menurut KBBI, gentong merupakan tempat air yang berbentuk seperti tempayan besar dan biasanya terbuat dari tanah liat . Meskipun zaman semakin modern, namun barang-barang pecah belah semacam gentong tanah liat ini masih banyak diminati oleh masyarakat karena dianggap memiliki nilai estetis tersendiri. Oleh karena itu, menciptakan produk yang berkualitas sudah semestinya menjadi fokus utama bagi setiap pelaku usaha sehingga produknya dapat laku di pasaran dan unggul dalam persaingan pasar. Kualitas adalah totalitas dari karakteristik suatu barang atau jasa yang berkaitan dengan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu dari pelanggan . Sumber lain menyebutkan bahwa kualitas adalah kemampuan suatu barang atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggan terhadap barang atau jasa tertentu. Pengendalian kualitas bertujuan agar suatu produk mendapatkan jaminan kualitas yang sesuai standar sejak proses produksi awal hingga akhir . ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Untuk itu, penyusun berinisiatif untuk melakukan sebuah analisis mengenai proses kerja dalam pembuatan gentong tanah liat yang dikaitkan dengan faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap proses produksi gentong tanah liat, yaitu faktor 5M 1E . an, material, money, method, machine, dan Analisis ini diharapkan dapat menghasilkan perbaikan kualitas produk menjadi lebih baik lagi. Dalam hal ini, proses analisis faktor 5M 1E dilakukan dengan menggunakan alat pengendali kualitas seven tools. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perbaikan kualitas menggunakan seven tools dapat secara detail menguraikan jenisjenis cacat produk beserta penyebab cacat produk tersebut. Seven tools merupakan tujuh alat yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan dalam suatu produk . Tujuh alat pengendali kualitas tersebut meliputi checksheet, diagram pareto, histogram, scatter diagram, fishbone diagram, flowchart, dan peta kendali . Penerapan seven tools dalam upaya perbaikan kualitas juga dilakukan terhadap proses produksi tempe dan menghasilkan analisis kecacatan produk tempe beserta usulan perbaikan berupa perbaikan metode untuk mengurangi jumlah kecacatan produk . Seven tools juga diterapkan dalam menganalisis kecacatan pada produk ribbed smoke sheet dan menghasilkan usulan berupa penambahan karyawan sebagai unsur pengawas proses produksi sebagai upaya meningkatkan kualitas produk . Tidak hanya itu, peneliti lain juga menerapkan seven tools dan mengaplikasikan konsep PDCA dalam industri kerajinan kayu yang menghasilkan perbaikan berkesinambungan mulai dari diberlakukannya sistem pengecekkan produk dan pembentukkan divisi manajemen kualitas . Peneliti lain menjelaskan bahwa analisis terhadap kecacatan produk buku menggunakan metode seven tools dapat menghasilkan sebuah perbaikan yang cukup detail terhadap sistem kerja maupun kondisi fasilitas pabrik yang digunakan dalam proses produksi . Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu mengenai perbaikan kualitas produk, metode seven tools dianggap mampu PERBAIKAN KUALITAS PRODUK GENTONG MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS (Studi Kasus : Home Industry Bapak Oji. memberikan perbaikan yang cukup detail. Penggunaan metode seven tools dapat menganalisis seberapa besar kecacatan yang terjadi pada suatu proses produksi, serta dapat menjelaskan faktor penyebab kecacatan produk tersebut. Selain itu, seven tools juga dapat menganalisis mengenai prioritas penyelesaian masalah kecacatan produk berdasarkan jumlah kecacatan produk terbanyak atau kecacatan produk yang paling sering terjadi. II. METODE PENELITIAN Penelitian mengenai perbaikan kualitas menggunakan metode seven tools ini dilaksanakan di sebuah home industry yang dikelola oleh Bapak Ojid di daerah Cianjun. Kabupaten Karawang yang memproduksi gentong tanah liat. Penelitian dilakukan melalui pengamatan terhadap aktivitas produksi gentong tanah liat dari awal hingga akhir. Selain itu, teknik wawancara kepada pemilik home industry ini juga dilakukan dalam proses penelitian ini guna memperoleh informasi atau data pelengkap terkait home Secara umum, langkah-langkah dalam penelitian ini dijabarkan pada Gambar 1, yaitu: penelitiannya adalah Home Industry Gentong Tanah Liat milik Bapak Ojid di daerah Cianjun. Kabupaten Karawang. Identifikasi Masalah Setelah melakukan studi pendahuluan, langkah penelitian selanjutnya adalah mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada objek penelitian. Permasalahan yang ditemukan di Home Industry Gentong Tanah Liat milik Bapak Ojid ini adalah adanya kesalahan sistem kerja yang menyebabkan cacat produk. Adanya cacat produk ini mengakibatkan kerugian bagi pemilik home Studi Pendahuluan Studi Literatur Studi literatur dilakukan dengan cara mencari buku dan artikel tentang pengendalian kualitas dan teori-teori yang berhubungan dengan pengendalian kualitas yang sesuai dengan tema yang akan diangkat, yaitu Seven Tools. Studi Lapangan Setelah melakukan studi literatur, selanjutnya dilakukan studi lapangan yaitu pengamatan terhadap objek penelitian guna mengetahui kondisi eksisting dari objek penelitian. Objek ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan kerja kepada Home Industry Gentong Tanah Liat sehingga perbaikan kualitas gentong dapat diimplementasikan dengan baik. Pengumpulan Data Setelah mengidentifikasi permaslahan dan menentukan tujuan penelitian, langkah selanjunya adalah melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara langsung kepada Bapak Ojid perihal kendala yang dialami pada saat proses produksi yang akhirnya menimbulkan cacat produk. Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berdialog dengan narasumber yang hendak dimintai informasi. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur, dimana wawancara ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya kepada narasumber . Pengumpulan data juga dilakukan melalui observasi terhadap proses produksi Observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap objek dengan menggunakan seluruh alat indera . Gambar 1 Flowchart penelitian Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menganalisis detail proses produksi gentong menggunakan seven tools sehingga perbaikan kualitas produk dapat dicapai. Tidak Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode seven tools. Pengolahan data ini meliputi pembuatan flowchart, check sheet, histogram, peta kendali np, scatter diagram, diagram pareto, dan cause and effect diagram. Seven Tools adalah alat bantu untuk pengolahan data dalam upaya peningkatan mutu produk atau perbaikan sistem kerja. Flowchart (Diagram ali. Flowchart adalah penggambaran secara grafik suatu langkah atau urutan prosedur dari suatu program. Flowchart merupakan sebuah gambar sederhana dari sebuah proses . Check Sheet (Lembar periks. Lembar pengamatan merupakan bentuk yang sederhana yang dirancang untuk memungkinkan penggunanya mencatat data khusus dan dapat diobservasi mengenai satu atau beberapa variabel . Umumnya Check Sheet ini berisi pertanyaanpertanyaan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga pencatat cukup memberikan tanda pada kolom yang telah tersedia, dan memberikan keterangan seperlunya. Barometer. Volume 6 No. Januari 2021, 307-312 Histogram Histogram merupakan diagram batang yang berfungsi untuk menggambarkan bentuk distribusi sekumpulan data yang biasanya berupa karakteristik mutu. Histogram merupakan salah satu metode untuk membuat rangkuman tentang data sehingga data tersebut mudah dianalisis, data disajikan secara grafis tentang seberapa sering elemen-elemen dalam proses muncul . Diagram Pareto Diagram pareto adalah suatu diagram atau grafik yang menjelaskan tingkatan masalah yang timbul yang diurutkan berdasarkan banyaknya jumlah kejadian. Diagram pareto ini berfungsi untuk menentukan frekuensi relatif dan urutan pentingnya suatu masalah atau penyebab masalah sehingga perhatian difokuskan terhadap isu-isu kritis yang perlu diselesaikan . Scatter Diagram (Diagram Teba. Suatu diagram yang menggambarkan hubungan antara dua faktor dengan memplot data dari kedua faktor tersebut. Diagram tebar ini dapat menentukan korelasi antara suatu sebab dengan Diagram tebar bertindak sebagai dasar untuk analisis statistik yang disebut analisis regresi, yang menguji hubungan antara dua variabel atau lebih dalam bentuk persamaan Diagram tebar juga menjadi dasar pembuatan chart yang sering digunakan dalam peramalan . Peta Kendali Peta kendali merupakan grafik yang mencantumkan batas maksimum dan batas minimum yang menjadi batas daerah Tujuan menggambarkan peta kendali adalah untuk menetapkan apakah setiap titik pada grafik normal atau tidak normal, sehingga mengetahui perubahan dalam proses dari mana data dikumpulkan, sehingga setiap titik pada grafik harus mengindikasikan dengan cepat dari proses mana data diambil. Cause and Effect Diagram (Diagram sebab akiba. Diagram ini merupakan diagram yang digunakan untuk mencari unsur penyebab yang diduga dapat menimbulkan masalah Diagram ini sering disebut dengan diagram tulang ikan karena menyerupai bentuk susunan tulang ikan. Pemilihan metode seven tools sebagai alat analisis data didasarkan pada penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa metode seven tools merupakan metode yang tepat dan efektif dalam menghasilkan solusi perbaikan kualitas. Selain itu, proses analisis dari metode seven tools tergolong sederhana sehingga metode ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemilik home industry untuk melakukan pengendalian kualitas di masa Flowchart (Diagram Ali. Gentong tanah liat memiliki tiga bagian, yaitu cangkiran, jakung, dan bibir gentong. Langkah awal dalam pembuatan gentong diawali dengan membuat cangkiran yang berfungsi sebagai alas gentong, setelah itu membuat badan gentong atau jakung, dan langkah terakhir adalah membuat bibir gentong. Gambar 2 dibawah ini merupakan diagram alir proses pembuatan gentong tanah liat. Analisis dan Pembahasan Hasil pengolahan data kemudian dianalisis dan diidentifikasi perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk menanggapi hasil analisis data tersebut. Analisis dan pembahasan secara umum bertujuan untuk memecah permasalahan dan merincikannya sehingga inti permasalahan dapat diketahui dan dipahami sehingga perumusan solusi/perbaikan masalah lebih mudah untuk Kesimpulan dan Saran Kesimpulan berisi jawaban dari perumusan masalah, dan juga memuat hasil penelitian yang sudah dilakukan serta memuat saran apa saja yang diusulkan kepada objek penelitian. Gambar 2 Flowchart proses produksi gentong tanah liat Check Sheet (Lembar Periks. Data yang didapatkan mengenai jumlah cacat produk dicatat dalam lembar periksa . heck shee. dan ditunjukkan pada Tabel I. TABEL I CHECK SHEET Problem i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini adalah berupa pengolahan data menggunakan seven tools. Pembahasan dilakukan dengan menjabarkan analisis dari hasil olahan data, yaitu mengenai detail proses produksi, jumlah cacat produk, dan analisis terhadap faktor penyebab cacat produk yang disajikan dalam diagram-diagram seven tools. Problem A Problem B Problem C Check Sheet Data Produk Cacat Batch i i i i i TOTAL Jumlah Keterangan : Problem A : Kerusakan pada saat proses pengeringan Problem B : Kerusakan pada saat proses penyimpanan Problem C : Kerusakan pada saat proses pembakaran Proses pengambilan data pada tabel 1 menunjukkan bahwa cacat produk seringkali terjadi pada beberapa ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. PERBAIKAN KUALITAS PRODUK GENTONG MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS (Studi Kasus : Home Industry Bapak Oji. rangkaiam proses produksi, yaitu proses pengeringan, proses penyimpanan, dan proses kebakaran. Berdasarkan ketiga problem tersebut, dapat disimpulkan bahwa kerusakan/reject terbanyak terjadi pada saat proses pembakaran produk gentong dengan jumlah total reject sebanyak 16 produk dalam 8 batch, reject karena proses pengeringan sebanyak 9 produk, dan reject saat proses penyimpana sebanyak 7 produk. Berdasarkan perolehan data tersebut, dapat diidentifikasi bahwa pada masing-masing proses tersebut diperlukan perbaikan agar dapat mengurangi jumlah cacat produk sehingga dapat mencegah terjadinya kerugian. Saran