PENINGKATAN PENGELOLAAN USAHA DENGAN SISTEM POINT OF SALES (POS) DI BUMDESA MASYARAKAT MADANI SEJAHTERA DESA JANTI SIDOARJO Khuzaini1. Prawita Yani2*. Iqbal Ramadhani Mukhlis3 . Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya . Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya . Informatika. Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya Abstrak Bumdes Masyarakat Madani Sejahtera yang terletak di Desa Janti. Kecamatan Waru. Kabupaten Sidoarjo merupakan suatu usaha yang dibentuk dari kontribusi masyarakat sekitar dan perangkat Desa untuk menunjang perekonomian bagi lingkungan sekitar. Kegiatan BumDesa ini beragam dan di bidang penjualan makanan dan minuman serta hasil bumi, produksinya, serta jasa untuk membantu di dua bidang sebelumnya. Namun untuk mendatangkan manfaat sepenuhnya bagi warga, maksimalisasi sumber daya di sekitar sangat diperlukan. Dengan potensi warga, batasan wilayah dan ragam produk yang ada, nilai usaha BumDesa bisa Omset bisa teraih dengan optimal dan kapitalisasi usaha bisa menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, tim pengabdian dalam programnya membantu penjualan ke masyarakat sekitar adalah dengan membangun sistem Point of Sales (POS) yang terintegrasi serta merancang mekanisme pembukuan untuk mengoptimalkan social value berupa jaringan konsumen dan produk serta distribusi yang dipunyai oleh warga sehingga bisa meningkatkan kapitalisasi BumDesa dalam laporan Untuk menunjang hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa mengambil beberapa langkah, di antaranya dengan pemetaan kondisi sekitar yang meliputi pendataan produk dan calon konsumen serta peta distribusinya, dilanjutkan dengan merancang sistem POS yang meliputi pembangunan back-end dan front-end sistem. Paralel dengan hal itu, optimalisasi social value bisa dilakukan dengan implementasi SAK 19 yaitu pengakuan akan aset tidak berwujud. Dengan rancangan sistem POS dan mekanisme implementasi SAK 19, tenaga BumDes akan dilatih dengan model Training of Trainer (TOT) untuk kemudian secara berkala akan dilakukan pelatihan kepada pelaku usaha dan Ketua RT dan RW dalam perannya sebagai pengguna sistem. Dampak dari sistem POS menunjukkan adanya perluasan wilayah pemasaran, peningkatan nilai aset dan timbulnya social value bagi Bumdes. Kata kunci: BUMDesa. Laporan Keuangan. Sistem POS Abstract *Corresponding author Prawita Yani Email: prawitayani@stiesia. Bumdes Masyarakat Madani Sejahtera which is located in Janti Village. Waru District. Sidoarjo Regency is a business formed from contributions from the surrounding community and village officials to support the economy of the surrounding environment. BumDesa's activities are diverse and are in the field of selling food and drinks as well as agricultural products, production, as well as services to help in the previous two fields. However, to bring full benefits to residents, maximizing surrounding resources is very necessary. Maximizing potential by achieving optimal turnover and business capitalization can describe the real conditions. Therefore, the service team in its program helps sales to the surrounding community by building an integrated Point of Sales (POS) system and designing a bookkeeping mechanism to optimize social value in the form of consumer networks and products and distribution owned by residents so that it can increase BumDesa's capitalization in its financial The team of lecturers and students took several steps, by mapping the surrounding conditions which included collecting data on products and potential consumers as well as distribution maps, followed by designing a POS system which included building a back end and front-end system. Optimizing social value can be done by implementing SAK 19, namely the recognition of intangible assets. With the design of the POS system and the implementation mechanism of SAK 19. BumDes personnel will be trained using the Training of Trainer (TOT) model and then periodically training will be carried out for business actors and Heads of RT and RW in their role as system users. The implication of this activity shown by the increasing area of marketing, additional asset value and social value from Bumdes itself. Keywords: BUMDesa. Financial Reports. POS System A 2024 Penerbit PKN STAN Press. All rights reserved A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Khuzaini dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024: Halaman 47 PENDAHULUAN Dalam membantu pengembangan perekonomian masyarakat dan membangun inklusi ekonomi di masyarakat desa, maka pemerintah memberikan sejumlah subsidi untuk pembangunan perekonomian masyarakat desa sebesar Rp 1 M untuk masingmasing desa per tahun. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan peningkatan kemandirian ekonomi dan produktivitas masyarakat. Dana pemerintah ini digunakan untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Tingginya ekspektasi pertumbuhan kewirausahaan ini juga menjadi tujuan Pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian karena dapat berkontribusi pada penciptaan lapangan pekerjaan (Djunaedi et al. , 2. Dari Bumdes inilah kapasitas ekonomi masyarakat desa bisa terukur dan Desa Janti merupakan suatu desa di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Bumdes yang dibentuk bernama Bumdes Masyarakat Madani Sejahtera. Dalam menunjang usahanya. Bumdes Masyarakat Madani Sejahtera mempunyai badan usaha yaitu Perseroan Terbatas (PT) Kokumei Janti Mandiri (KJM) yang bergerak di bidang jasa keuangan. Misi Bumdes adalah mencapai kesejahteraan masyarakat Desa Janti secara komprehensif dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat (Fidiana et al. , 2. Sesuai dengan bidang usahanya, bisnis sosial yang dimiliki oleh BumDesa Janti diantaranya adalah dengan membantu pemasaran dari unit- unit usaha yang ada di wilayah Desa. Di antara unit- unit usaha yang ada adalah Usaha Kue Basah. Usaha Penyediaan Pulsa. Usaha Dokter Gigi. Usaha Sewa Tempat Usaha. Usaha Kue Kering maupun usaha produktif yang lain. Usaha ini berasal dari masyarakat desa yang memiliki usaha, sedangkan untuk konsumennya diutamakan masyarakat Desa Janti itu sendiri maupun yang berasal dari luar desa. Perluasan pangsa pasar bisa dilakukan dengan promosi ke desa sebelah maupun Kelurahan Siwalankerto yang termasuk dalam wilayah Kota Surabaya dan terletak bersebelahan dengan Perumahan Makarya Binangun yang terletak di Desa Janti. Dengan perluasan pangsa pasar dan merek yang kuat dan dikenal di berbagai kalangan berdampak positif dan membantu kinerja merek menjadi lebih kuat (Ramadhani & Mujayana, 2. Selain itu, dengan bantuan jasa pemasaran. Bumdes dapat meningkatkan omset unit usaha yang bernaung di bawahnya. Bumdes mengambil per sekian persen dari nilai profit unit usahanya dan diakui sebagai pendapatan PT KJM di bawah Bumdes. Pemanfaatan digital marketing melalui website yang dilakukan oleh Bumdes sebagai media pemasaran produk usaha, maka diperlukan optimalisasi pemasaran digital dalam strategi pemasaran yang tepat agar terwujud bisnis yang berkelanjutan (Mukhlis. Al Adawiyah, et al. , 2. Jasa sosial yang dilakukan Bumdes juga bisa berwujud perbantuan dalam pengelolaan keuangan unit usaha maupun penyediaan tempat usaha. Untuk membantu pengelolaan keuangan unit usaha. Bumdes kerap mendapatkan bantuan dari asistensi pembantu Desa yang secara reguler diselenggarakan rapat bersama dengan pengurus Bumdes dan Pengurus Desa. Di dalam rapat dibahas mengenai kendala dan rencana pengembangan Bumdes maupun unit usaha di bawahnya untuk Unit usaha untuk mengeksplorasi sumber daya lokal antara lain adalah dengan penyediaan air minum, pengelolaan sampah dan juga beberapa pemanfaatan yang lain. Usaha sewa juga merupakan bidang usaha yang bergerak di bidang jasa sewa alat transportasi, perkakas pesta, gedung pertemuan, rumah toko, rumah penginapan, tanah desa, sarana prasarana olahraga maupun tanah atau properti milik Bumdes yang lain. Selain berkolaborasi dengan pembantu Desa. Bumdes juga berkolaborasi dengan pihak Perguruan Tinggi (PT), terutama terkait pengelolaan keuangan. Pihak PT membantu dalam pemberian materi pengelolaan keuangan yang biasanya terkait dengan pembuatan Laporan Keuangan Utama yaitu Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi kepada badan usaha Bumdes dan juga unit usaha yang bernaung di bawahnya (Safitri et al. Pelatihan atau workshop ini diadakan di balai desa maupun tempat khusus yang disewa dari unit usaha maupun badan usaha Bumdes. Kompensasi jasa sewa itu juga menjadi salah satu sumber penghasilan dari Bumdes. Salah satu permasalahan yang dihadapi Bumdes Janti saat ini kurang memiliki media informasi agar dapat mengenalkan berbagai produk yang ada di dalamnya, sehingga masyarakat dalam maupun luar Desa Janti dapat lebih mudah mendapatkan informasi (Mukhlis, 2. Media Informasi yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan merancang sebuah website yang bisa menjadi sarana promosi untuk pedagang dan sarana informasi untuk pelanggan atau pembeli (Safitri et al. , 2. Bagi konsumen yang juga merupakan masyarakat Desa Janti, sering diadakan operasi pasar yang menyediakan sembako dan dijual di bawah harga Melalui pemasok barang- barang tersebut. Bumdes memasok sembako seperti gula, beras, minyak, telur dan masih banyak keperluan utama Pemasok dipilih dengan dua pertimbangan yaitu kualitas barang dan juga harga. Kualitas dipilih sesuai standar kebutuhan masyarakat dan harga dipilih sesuai dengan harga terendah dengan standar yang sudah ditetapkan. Meski terdapat beberapa hal positif namun ada beberapa hal negatif seperti rawannya mobilitas A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Khuzaini dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024: Halaman 48 dari dan ke Kota Surabaya yang dihubungkan oleh sungai dan jembatan, selain itu terdapat lokasi balap liar yang dekat dengan Desa, dan juga kelompok usia produktif dari warga yang sebagian besar beraktifitas di luar. Dengan adanya Sistem Informasi Bumdes berbasis website memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam maupun luar Desa Janti untuk mencari informasi mengenai produk dan kebutuhan usaha dengan baik dan memberi kemudahan serta jalan bagi pedagang jika ingin mempromosikan usaha kuliner secara daring (Mukhlis & Laga, 2. Anggota tim yang lain juga bisa berkontribusi sesuai bidangnya yaitu Akuntansi Keuangan. Kesesuaian penerapan dengan SAK menjadi hal prioritas untuk Sebagaimana sesuai pembentukannya. Bumdes bergerak di bidang jasa sosial, sehingga kegiatannya sangat berkaitan erat dengan sosial Warga desa yang merupakan tiang utama dari Bumdes bisa berfungsi sebagai pemasok sekaligus sebagai konsumen dari produk Pusat Panganan (Pusp. Pusat Produksi (Puspr. maupun Pusat Jasa (Pusj. yang tergabung dalam Kumpulan Usaha Rumahan Mak-emak (Kurm. Sebagai motor utama, aset Bumdes yang utama adalah warganya. Namun aset sosial tersebut tidak tercermin dalam pelaporan keuangan Bumdes yang tiap tahunnya diserahkan ke Kementerian Desa (Rofiah & Khuzaini, 2. Oleh karena itu, valuasi aset sosial berupa warga desa penting untuk ditunjukan dan dimunculkan dalam Laporan Keuangan Tahunan. Gambar 1. Infografis area Desa Janti Posisi Perguruan Tinggi sebagai mitra masyarakat, krusial untuk membantu Bumdes mencapai tujuannya secara pengakuan aset warga desa sebagai aset tak berwujud dan dinyatakan dalam Laporan Keuangannya maupun dalam perluasan pasar melalui aplikasi digital yang bisa diunduh secara resmi di perangkat telepon seluler (Yani et al. Perwujudan ekonomi digital dan aset sosial berupa warga desa yang sebagian besar terdiri dari umur produktif bisa terimplementasikan dengan Konsep Akuntansi Keuangan yang diajarkan oleh dosen akuntansi kepada mahasiswa akuntansi dan maksimalisasi area pasar yang diajarkan oleh dosen manajemen pemasaran kepada mahasiswa manajemen bisa dipraktekkan secara nyata di lapangan melalui implementasi nyata Bumdes (Khuzaini et al. , 2. Produk digital dari dosen informatika pada akhirnya bisa tercipta dari masalah nyata di lapangan dan bisa bermanfaat bagi warga desa dan lingkungan sekitarnya secara keseluruhan (Ramadhani Mukhlis et al. , 2. TINJAUAN PUSTAKA Untuk memecahkan permasalahan yang ada, diperlukan kolaborasi yang aktif antara akademisi dan praktisi. Tiap permasalahan prioritas memerlukan keahlian dari masing- masing bidang ilmu Tiap mahasiswa membantu 1 orang dosen dalam menyelesaikan permasalahan Bumdes. Permasalahan yang pertama adalah dengan memperluas pangsa pasar. Penambahan jangkauan potensi pasar bisa dilakukan secara konvensional maupun dengan metode digital (Sutarso et al. Pemanfaatan teknologi tepat guna berupa platform marketplace yang diinisiasi secara lokal dengan mempertimbangkan spesifikasi tertentu adalah solusinya. Marketplace yang ada selama ini dirasa belum cukup terspesifikasi seperti Shopee. Lazada. Tokopedia dan yang lain- lain. Marketplace tersebut tidak bisa mendeskripsikan wilayah secara Sebagai contoh jangkauan paling spesifik Tokopedia adalah Surabaya, tidak bisa lebih rinci lagi seperti misalnya Kecamatan Waru atau Desa Janti ataupun yang lebih rinci lagi seperti RW 4. Fitur filter di marketplace yang dikehendaki oleh Bumdes adalah yang bisa memetakan serinci wilayah di RT dan RW berapa. Dengan begitu, kesadaran sosial dan juga konsep untuk Tuku Dodolane Tonggo (TDT) bisa berjalan. TDT adalah suatu konsep yang digagas oleh Direktur Bumdes untuk menerapkan konsep gotong royong antar warga dan merupakan wujud dari simbiosis mutualisme dalam masyarakat. Perwujudan TDT akan bisa diakomodasi oleh marketplace lokal Hal ini sesuai dengan program dari Bumdes di tahun 2023 yang membuat perancangan sistem Point of Sales (POS) untuk perluasan pangsa pasar (Mukhlis, 2022. Suatu pembuatan perancangan sistem akan dikerjakan oleh dosen teknologi informasi dibantu oleh mahasiswa. Dimulai dengan pembuatan sistem back-end . (Gambar . dan juga frontend (Gambar . (Mukhlis, 2022. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Khuzaini dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024: Halaman 49 fitur pembayaran ataupun promo pasar murah secara digital. Gambar 2. Tampilan dashboard backend system . Gambar 3. Tampilan prioritas produk di front-end Untuk membuat sistem ini, diperlukan kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa . dan para perangkat Bumdes . Wilayah Desa Janti seluas A 81. 500 kmA menjadi tidak berarti. Interaksi antara penjual dan pembeli dimana keduanya merupakan warga Desa Janti menjadi dipermudah. Unduhan aplikasi secara sporadis bisa diwujudkan melalui Surat Pengantar yang disampaikan oleh Kepala Desa melalui tiap Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) masing- masing yang mengunduh aplikasi tersebut. Diharapkan aplikasi ini bisa menjangkau tidak hanya warga Desa melalui Ketua RT dan RW namun juga lingkungan sekitar Desa Janti. Dengan aplikasi marketplace yang bisa diunduh secara bebas, hal ini meningkatkan potensi pasar yang ada baik untuk Puspa. Puspro ataupun Pusja (Hermansyah et al. , 2. Di Indonesia, isu jaringan internet sering menjadi suatu permasalahan yang serius. Namun. Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominf. menjadi Kominfo berkomitmen untuk menjadikan Desa Janti menjadi Desa Digital. Dengan program yang dirancang oleh Kominfo berupa penambahan dan penguatan jaringan internet Desa Janti bisa menuntaskan kendala jaringan yang membuat resistensi dalam penggunaan marketplace swadaya timbul di kalangan warga. Selain itu, penguatan jaringan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan marketplace selanjutnya dengan menambahkan Perancangan marketplace lokal secara swadaya turut serta membuat masing- masing program dari Kurma berjalan beriringan. Pusja berupa jasa pengiriman akan berjalan dengan optimal ketika ada pembelian produk dari Puspa dan Puspro baik berupa makanan maupun sembako atau bahkan produk industri warga lokal seperti tas daur ulang, tempat tissue atau kap lampu ramah lingkungan karena terbuat dari sampah yang berasal dari pengelolaan sampah secara swadaya di lingkungan Desa Janti. Sehingga perluasan pangsa pasar melalui marketplace tidak hanya berasal dari penambahan konsumen secara horizontal namun juga berlangsung secara vertikal dengan ekstensifikasi variasi layanan sosial yang menjadi misi dari Bumdes di dalam Surat Ketetapan oleh Kepala Desa di awal pembentukannya. Selain itu, untuk kemudahan konsumen, di dalam sistem marketplace bisa dibuat fitur wilayah yang dengan mengaktifkan lokasi di sistem, bisa menyaring dengan sendirinya lokasi penjual terdekat yang menyediakan kebutuhan pengguna (Hartatik et al. , 2. Permasalahan kedua yang hendak dipecahkan adalah pengakuan aset sosial berupa warga desa yang meliputi aspek potensi pasarnya, ide usaha, potensi produk maupun pengembangan usaha Di dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pengakuan aset tidak berwujud sudah diatur dalam SAK nomor 19 yang efektif mulai tahun 2018. Di lingkungan global sudah banyak entitas yang mengakui aset tidak berwujud seperti halnya Mercedes Benz dengan goodwill-nya. PT Indofood Sukses Makmur dengan hasil riset dan inovasinya, dan perusahaan- perusahaan tambang yang mengkapitalisasi biaya eksplorasinya di daratan maupun lepas pantai. Pengakuan aset- aset yang tidak mempunyai fisik nyata tersebut menjadi suatu Hal ini dikarenakan jika tidak diakui, tidak bisa menggambarkan kapitalisasi atau nilai entitas Bumdes secara nyata dan real-time. Penerapan SAK 19 perlu kajian mendalam dari sisi konsep, teori maupun penerapan yang aplikatif. Partisipasi dalam diskusi antara akademisi . osen dan mahasisw. dan praktisi . erangkat Bumde. sangat diperlukan. Karena praktisi mengetahui dengan persis potensi warga desanya, sedangkan akademisi bisa merumuskan aplikasi konsep teoritis dari ilmu akuntansi dan valuasi serta penerapan dari SAK no 19 tentang aset tidak berwujud. Jika BumDesa Masyarakat Madani Sejahtera bisa mengimplementasikan SAK nomor 19 di Laporan Keuangannya, bukan tidak mungkin pelaporan keuangan BumDesa Masyarakat Madani Sejahtera akan bisa dijadikan A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Khuzaini dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024: Halaman 50 percontohan di Bumdes wilayah Kecamatan Waru, atau bahkan se-kabupaten Sidoarjo dan bahkan wilayah- wilayah lainnya di Indonesia. Untuk bisa mengkomersialisasikan konsep tersebut dibutuhkan kolaborasi dengan jajaran pemerintah yang lebih tinggi untuk menurunkan kebijakan yang berlaku untuk seluruh Bumdes di seluruh wilayah Indonesia. Komersialisasi pendapatan yang baru bagi Bumdes Masyarakat Madani Sejahtera Janti sehingga akan bisa mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa bantuan rutin dari pemerintah (Kurniawan et al. , 2. Komersialisasi dari perumusan konsep ini akan bisa berdaya ungkit lebih besar jika diwujudkan dalam suatu sistem akuntansi keuangan seperti yang pernah dirancang oleh tim pengusul dalam salah satu pengabdiannya yaitu dengan membuat sistem pengisian Laporan Keuangan secara otomatis melalui Microsoft Excel. METODE Tim pengabdian membagi beberapa tahapan metode yaitu 4 metode untuk menjalankan masingmasing solusi. Karena tanpa beberapa tahapan, mustahil solusi dijalankan. Tahapan metode ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Disini diuraikan tanggung jawab rinci masing- masing pihak demi suksesnya solusi yang ditawarkan oleh tim Identifikasi masalah . yang dilaksanakan secara online dan offline. Proses ini merupakan salah satu solusi untuk merumuskan ruang lingkup materi PkM, melalui identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh para BUMDesa Masyarakat Madani Sejahtera Desa Janti. Beberapa indikator yang telah ditetapkan, berupa daftar pertanyaan yang dipetakan kembali menjadi sub indikator StrengthWeakness-Opportunity-Threat(S. T) dari mitra yang merupakan salah satu metode yang dipakai untuk dalam mengidentifikasi permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini (Mukhlis. Marisa, et al. , 2. Identifikasi difokuskan pada pemasaran dan Laporan Keuangan. Tahapan pembuatan sistem POS dan tinjauan literatur di SAK. Setelah pembuatan sistem ini, akan dilangsungkan serah terima kepada institusi mitra di acara pelatihan Training of Trainer (ToT). Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama satu Pelaksanaan dilakukan dengan cara pemaparan materi penggunaan sistem POS dan penyusunan Laporan Keuangan rutin sesuai SAK Berikutnya setelah pelaksanaan pelatihan, dilanjutkan dengan tahapan pendampingan secara offline setelah pelatihan dan online melalui whatsapp group dengan mekanisme tanya jawab antara peserta pelatihan dan tim Proses pendampingan adalah sebagai media bagi peserta untuk bertanya maupun sharing mengenai kesulitan yang dihadapi dalam pengerjaan penugasan yang Peserta dapat bertanya secara langsung kepada para narasumber dari setiap Tahapan Monitoring Evaluasi . secara secara online melalui whatsapp group dan offline setelah Monev dilakukan melalui pengisian kuesioner maupun output yang diminta. Hasil dari monev sebagai referensi untuk tahapan rencana selanjutnya (Yutanto. Ridho Afandi, et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari proses yang sudah berjalan, ada beberapa capaian yang sudah dicapai oleh tim di antara lain untuk pengerjaan pertama berupa diskusi dengan institusi mitra mengenai pembatasan ruang lingkup dari pengerjaan. Proses pertama dengan menjalankan pemetaan masalah yang diwujudkan dalam bentuk analisa SWOT (Gambar . Gambar 4. Analisa SWOT Desa Janti Pemetaan data dari warga Desa Janti maupun usaha yang dimiliki tidak lepas dari peran para perangkat Desa yang aktif dalam pendataan secara rutin. Tidak semua masalah dapat diselesaikan terkait keterbatasan waktu, tenaga dan sumber Oleh karena itu, terdapat proses seleksi beberapa masalah prioritas. Mengingat ketua mempunyai latar belakang pemasaran, permasalahan yang menyangkut pemasaran sudah pasti dipertimbangkan untuk diselesaikan. Jangkauan pemasaran Bumdes sendiri sudah sampai dengan luar Jawa (Balhmar, & Khuzaini, 2. Hal ini dikarenakan ada relasi dengan salah satu warga yang kerabatnya berada di Nusa Tenggara Timur. Jangkauan pemasaran tersebut sebenarnya bisa lebih luas lagi dan lebih ekstensif dengan pemanfaatan teknologi tepat guna berupa aplikasi pemasaran online yang bisa diunggah melalui telepon selular personal. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Khuzaini dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024: Halaman 51 Diskusi berlangsung di tanggal 27 September 2023 antara tim pengabdian yang diwakili oleh 2 dosen yaitu Prawita Yani. Ak. dan Iqbal Ramadhani Mukhlis. Kom. Kom. beserta 2 orang mahasiswa yaitu Putri Widya Sari dan Farah Risty. Sedangkan tim dari BUMDesa diwakili oleh bapak Ramelan beserta 2 penasehat dari BUMDesa. Dengan mengambil tempat di kantor BUMDesa yaitu di Balai Desa Janti, beberapa hal disepakati antara lain. Mengganti sistem POS yang dibuat dengan sistem yg dapat menampung data dari BUMDesa Tetap memakai sistem POS yang sudah sesuai dengan proposal namun ada penambahan sistem yang dapat menyimpan data BUMDesa yang bisa dipakai sebagai referensi dalam peningkatan modal yaitu social capital di dalam Laporan Keuangan. Produk yang dipasarkan di POS adalah produk unggulan dari BUMDesa. namun produk lain juga akan tetap dimasukkan agar bisa dipasarkan. dibuat yaitu, e-commerce untuk jual beli produk di Desa Janti secara online transaction dan Point of Sale yang berguna untuk pelayanan sistem jual beli langsung (Gambar . Di dalam sistem tersebut memudahkan pihak BUMDes dalam controlling atau cross check transaksi dari tahun ke tahun (Yutanto. Sihotang, et al. , 2. Gambar 6. Dokumentasi pada saat pembuatan Gambar 5. Dokumentasi pada saat mapping Dari hasil pemetaan masalah yang dilakukan (Gambar . , langkah selanjutnya adalah dengan pembuatan sistem POS dan tinjauan literatur di SAK dengan referensi Laporan Keuangan di tahun 2022 yang telah dibuat oleh BUMDesa Masyarakat Madani Sejahtera Desa Janti. Untuk tahap kedua ini dilakukan pendampingan secara paralel yaitu dalam waktu yang bersamaan. Tim pembuatan POS yaitu dosen Iqbal Ramadhani Mukhlis. Kom. Kom. dibantu oleh 1 orang pembantu lapangan yaitu mahasiswa bekerja selama kurang lebih dua minggu untuk pengerjaan Proses pembuatan sistem untuk BUMDes Janti yang berupa web dan aplikasi bertujuan untuk mendukung para pelaku bisnis UMKM dalam menyebarluaskan jangkauan transaksi di era perkembangan teknologi digital saat ini (Mukhlis. Ratnawita, et al. , 2. Ada 2 macam sistem yang Di lain tempat, tim kedua yaitu ibu dosen Prawita Yani. Ak. sedang meninjau literatur yang tersedia mengenai dua hal yaitu, . apakah Laporan Keuangan BUMDesa sudah sesuai SAK, . jika belum, bagaimana cara merevisinya?, . bagaimana cara meletakkan angka social capital pada Laporan Keuangan. Dibantu oleh mahasiswa yaitu Putri Widya Sari, pertama- tama dilakukan peninjauan terlebih dahulu mengenai kesesuaian Laporan Keuangan. Dapat diketahui bahwa Laporan Keuangan BUMDesa absen 1 Laporan yaitu Catatan Atas Laporan Keuangan dan 2 format Laporan disajikan tidak semestinya. Akibat absennya Catatan Atas Laporan Keuangan, beberapa item angka di dalam Laporan Posisi Keuangan belum bisa Oleh karena itu dirancang suatu format Catatan Atas Laporan Keuangan yang sesuai untuk penyajian Laporan Keuangan BUMDesa. Selain itu, tim juga menyusun format Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan Ekuitas yang bisa memantau pergerakan kas selama 1 periode tahun buku dan perubahan ekuitas yang berasal dari Dana Desa oleh pemerintah dari awal berdiri. Sebagai akibat dari ketidaksesuaian format kedua laporan tersebut, maka data mengenai keduanya tidak bisa tercermin dengan baik. Sedangkan untuk penelaahan angka social capital menggunakan PSAK 19 yang salah satunya menyebutkan bahwa jika mencantumkan angka di modal harus diiringi dengan penambahan di aset atau pengurangan kewajiban. Social capital yang ada akan ditambahkan pula aset berupa aset tidak berwujud di sisi aktiva (Gambar . A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Khuzaini dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024: Halaman 52 Gambar 7. Dokumentasi saat Tinjauan literatur Akuntansi di Laporan Keuangan Selain dosen, terdapat tambahan anggota yang terdiri dari satu mahasiswa dan 1 pembantu teknis lapangan. Kedua orang ini bertugas untuk memotret produk dari pada UMKM yang berada di Desa Janti agar foto produknya bisa ditampilkan di aplikasi POS yang dibuat oleh tim pertama (Gambar Gambar 8. Dokumentasi pada saat pengambilan Dari hasil foto produk tersebut, tim pertama akan mencantumkan ke aplikasi POS sehingga di aplikasi maupun website tertera beberapa informasi foto produk UMKM beserta informasi lainnya yang tersedia untuk diorder oleh pelanggan. Pelanggan yang dimaksud adalah masyarakat Desa Janti. Pemesanan produk melalui POS akan di data secara kuantitatif untuk kemudian dimasukkan sebagai nilai social capital di Laporan Keuangan BUMDesa secara rutin tiap periode (Gambar . Gambar 9. Hasil screenshot Tampilan Sistem POS KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan secara online dan offline berhasil meningkatkan perluasan jangkauan pemasaran dengan transaksi bulan November 2023 yang berasal dari konsumen di Kota Surabaya . i luar Desa Jant. Pemberian aplikasi POS meningkatkan nilai aset yang semula hanya senilai Rp 70 juta yang terbagi menjadi kepemilikan modal dari anak usaha dan sebagian lagi dalam bentuk uang tunai menjadi berkembang bentuknya dalam bentuk aset digital yaitu aplikasi POS dengan nilai perolehan Rp 20 juta. Hal ini setara dengan 30% modal semula. Social value bisa dilakukan dengan menarik data penjualan per periode untuk menunjukkan nilai realtime dari rupiah yang bisa diperoleh oleh Bumdes. Organisasional sistem POS dilakukan secara mandiri oleh tim internal Bumdes Janti dibantu dengan asistensi secara berkala dari tim pengabdian meski kegiatan pengabdian telah berakhir melalui grup Namun demikian, masih terdapat kendala dengan otoritas yang lebih tinggi yang kurang akomodatif dalam memberikan dukungan berupa tempat untuk diskusi maupun sarana komputer untuk pengoperasian sistem POS secara Meski sistem POS bisa dioperasikan melalui komputer jinjing milik pribadi pengurus Bumdes, dengan dukungan aset komputer dari pemerintah Desa, pengelolaan pemasaran melalui sistem POS akan lebih optimal. PUSTAKA