EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan Vol. 4 No. April, 2025 Available online at: https://openjournal. id/index. php/MRHI/index EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan ISSN (Prin. ISSN (Onlin. 3048-071X IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PUSKESMAS PADA PENDAFTARAN RAWAT JALAN UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (STUDI KASUS DI PUSKESMAS MAMPANG DEPOK) Fresty Cahya Maulina1*. Miftah Parid Firmansyah2. Sekar Nur Isnaani3 1, 2 ,3 STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Jl. Pajajaran No. Pamulang Bar. Kec. Pamulang. Kota Tangerang Selatan. Banten 15417 ARTICLE INFORMATION *Corresponding Author Name: Fresty Cahya Maulina E-mail: frestycahyamaulina@wdh. Keywords: Community Health Center Information System EMR PIECES Analysis Outpatient Registration Kata Kunci: Sistem Informasi Puskesmas RME Analisis PIECES Pendaftaran Rawat Jalan ABSTRACT The implementation of electronic medical records in the Health Center requires an integrated Health Center Information System (SIMPUS) that can contain patient health information. In order for the information used to be in accordance with needs, the electronic medical record system (EMR) must be created and designed properly to support decision making. The purpose of the research on the implementation of the health center information system for outpatient registration is to support the implementation of electronic medical records. The technique in this study uses a non-probability sampling method. The analysis uses PIECES. The results of the performance aspect analysis are not optimal, the information aspect can already input daily, monthly, and annual reports. The economy aspect is integrated with other programs related to the BPJS program. The control aspect, each officer has a different username and password. The efficiency aspect, officers can easily operate SIMPUS. The service aspect, makes it easier for patient registration service officers. Therefore, it can be concluded that electronic medical records in SIMPUS are implemented in accordance with the support for patient health information decision making. Penyelenggaraan rekam medis elektronik di Puskesmas diperlukan pada Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang terintegrasi serta dapat memuat informasi kesehatan pasien. Agar informasi yang dipakai sesuai dengan kebutuhan, maka sistem Rekam Medis Eletronik (RME) harus dibuat dan dirancang dengan baik guna mendukung pengambilan keputusan. Tujuan penelitian implementasi sistem informasi puskesmas pada pendaftaran rawat jalan untuk menunjang pelaksanaan rekam medis elektronik. Teknik dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling. Analisis menggunakan PIECES. Hasil analisis aspek performance belum optimal, aspek information sudah bisa menginput laporan harian, bulanan, dan tahunan. Aspek economy terintegrasi dengan program lain terkait program BPJS. Aspek control, setiap petugas memiliki username dan password yang berbeda. Aspek efficiency, petugas mudah mengoperasikan SIMPUS. Aspek service, mempermudah para petugas pelayanan pendaftaran pasien. Oleh karena itu, dapat disimpulkan rekam medis elektronik pada SIMPUS terimplementasi sesuai dengan pendukung pengambilan keputusan informasi kesehatan pasien. This is an open access article under the CCAeBY-NC-SA license. Manuskrip diterima: 15 01 2025 Manuskrip direvisi: 25 02 2025 Manuskrip dipublikasi: 30 04 2025 A 2025 Some rights reserved Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada PENDAHULUAN Akhir tahun 2022 lalu. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan Permenkes RI No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Permenkes No. 269 Tahun 2008, yang sudah tidak digunakan lagi, diubah menjadi kebijakan baru (S. Rubiyanti, 2. Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya harus menerapkan rekam medis elektronik selambat-lambatnya hingga 31 Desember 2023 (Kesehatan, 2. Rekam Medis Elektronik adalah bagian dari transformasi digital kesehatan di Indonesia. Tujuan transformasi digital kesehatan ini adalah untuk meningkatkan data kesehatan, aplikasi layanan kesehatan, dan ekosistem teknologi kesehatan yang berkelanjutan, terukur, integratif, dan dilaksanakan dengan partisipasi dari berbagai pemangku kebijakan dan seluruh stakeholder industri kesehatan. SATUSEHAT memfasilitasi transformasi digital dalam kesehatan. Platform SATUSEHAT merupakan salah satu komponen dari inisiatif digital kesehatan yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tujuan utama dari platform ini adalah untuk memudahkan pelaku industri kesehatan dalam terintegrasi dengan sistem satu data kesehatan yang komprehensif. Melalui SATUSEHAT, diharapkan semua transaksi kesehatan dapat tercatat secara akurat dan dapat dimanfaatkan dengan baik. Dengan adanya platform ini, diharapkan terjadi efisiensi dalam pertukaran informasi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan di Indonesia (Kemenkes, 2. Dalam Permenkes RI No. 24 Tahun 2022 juga telah tertulis bahwa seluruh fasyankes yang telah memiliki RME wajib terhubung ke platform SATUSEHAT (Putri, 2. Pusat Kesehatan Masyarakat atau biasa disingkat PUSKESMAS merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan memiliki peran penting dalam sistem kesehatan Pada pelaksanaannya Puskesmas mengutamakan upaya yang promotif dan prefentif guna mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Menurut Permenkes RI No. 75 tahun 2014, pelayanan kesehatan adalah upaya yang diberikan kepada masyarakat mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pencatatan, pelaporan, dan dituangkan dalam suatu sistem. Dalam penyelenggaraan rekam medis elektronik di Puskesmas diperlukan sebuah Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang terintegrasi serta dapat memuat informasi kesehatan pasien (Putra, 2. Sistem informasi puskesmas merupakan suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen puskesmas dalam Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada mencapai sasaran kegiatannya. Setiap puskesmas wajib melakukan kegiatan sistem informasi puskesmas yang dapat diselenggarakansecara elektronik atau non elektronik SIMPUS adalah subsistem dari Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) yang dikembangkan di Puskesmas. Tim pengelola Sistem informasi Puskesmas adalah tim yang dibentuk untuk melaksanakan pengolahan, pemanfaatan, dan penyiapan bahan laporan Sistem Informasi Puskesmas. Sistem Informasi Manajemen Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan manajemen puskesmas dari sebelumnya guna mengefektifkan kegiatan pelayanan masyarakat serta administrasi kegiatan Agar informasi yang dipakai sesuai dengan keperluan, maka sistem harus dibuat dan dirancang dengan baik, sehingga dapat digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan Komponen yang ada dalam SIMPUS salah satunya adalah Rekam Medis Elektronik (RME). Rekam medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Tujuan Rekam medis adalah menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang baik ditunjang dengan penyelenggaraan rekam medis yang baik pada setiap pelayanan kesehatan (Kesehatan, 2. Pada awal penggunaannya, rekam medis masih bersifat manual/konvensional sehingga membuat proses pelayanan memakan banyak waktu yang disebabkan oleh proses pencarian data rekam medis yang sulit karena data tercatat dalam bentuk kertas, selain itu juga ada kemungkinan besar data mudah rusak (J. Prima and R. Adrianti, 2. Akan tetapi pada masa ini penggunaan rekam medis sudah berubah menjadi rekam medis elektronik sehingga membuat proses pencatatan dan pelayanan lebih cepat dan mudah. Selain itu dengan adanya rekam medis elektronik ini dapat membantu dokter dalam mendianosa penyakit pasien berdasarkan riwayat penyakit yang dapat dilihat dan dicari secara mudah dalam RME merupakan aspek penting bagi manajemen untuk mengelola masalah kesehatan karena menyediakan integritas dan akurasi. Menurut Bilimoria dalam Andriani, dkk . Failitas pelayanan kesehatan mengimplementasikan RME sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan kepuasan pasien, meningkatkan akurasi pendokumentasian, mengu-rangi clinical errors, dan mempercepat akses data pasien (Andriani, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di puskesmas Mampang Depok pada bulan April 2024 dengan petugas pendaftaran menyampaikan bahwa pendaftaran pasien bisa dilakukan secara online maupun offline, untuk pendaftaran online terdapat kendala aplikasi Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada error dengan kurung waktu 5-30 menit sehingga mayoritas pasien melakukan pendaftaran secara offline. SIMPUS di puskesmas Mampang Depok terbilang cukup lama. Oleh karena itu diperlukan kajian peninjauan teradap pelaksanaan SIMPUS khususnya di pendaftaran rawat jalan agar hambatan-hambatan dari simpus dapat diminimalisir. Penelitian ini dilakukan atas dasar Keputusan yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan untuk mulai mentransformasikan rekam medis menjadi RME melalui salah satunya SIMPUS. Sehingga peneliti perlu mengkaji kesiapan SIMPUS untuk menunjang pelaksanaan RME METODE Teknik dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yaitu purposive sampling . Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara kepada petugas pendaftaran, obserrvasi, dan dokumentasi Analisis PIECES adalah kerangka yang dikembangkan oleh James Wetherbe dalam bukunya system analisis and design: traditional, best practices 4th ed . Menyebutkan bawa tujuan dari analisis PIECES adalah mengkoreksi atau memperbaiki sistem serta mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang terjadi pada sistem informasi. Analisis PIECES ini terdiri dari (Performance. Information. Economy. Control. Efficiency. Servic. Dari analisis ini akan menghasilkan identifikasi. masalah utama dari suatu sistem. Sehingga menjadi acuan dalam proses pelaksanaan ataupun pengelolaan lebih lanjut. HASIL Berdasarkan hasil wawancara terhadap 2 . informan petugas pendaftaran diperoleh bahwa: Identifikasi Aspek Performance Berdasarkan hasil wawancara Pelaksanaan SIMPUS di Puskesmas Mampang Depok berdasarkan aspek performance petugas mampu mendaftarkan pasien secara cepat kecuali ada bentuk kendala dari Dinas yang error atau sinyal kurang stabil. Sedangkan untuk kendala yang dihadapi ketika menggunakan SIMPUS yaitu terkadang jaringan kurang stabil dan error dari server pusatnya. Apabila terjadi error dapat memperlambar proses kegiatan pendaftaran. Ketika aplikasi SIMPUS mengalami error petugas melakukan pendaftaran pasien secara manual agar pasien tidak menunggu terlalu lama di pendaftaran. Identifikasi Aspek Information Aplikasi SIMPUS dalam mengelolah data pelaporan sudah bisa menginput laporan Harian. Bulanan, dan Tahunan. Namun penerapan SIMPUS Sebagian masih terkendala Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada yang dipengaruhi oleh ketidak akuratan informasi yang dihasilkan. Seharusnya dalam penerapan sistem informasi perlu adanya perbaikan dan pengembangan informasi. Dalam hal ini, pengguna sistem informasi dapat melakukan komunikasi yang lebih intens untuk keperluan pendaftaran pasien sesuai dengan format yang telah tersedia. Selain itu, perlu adanya peningkatan dalam penguatan sinyal jaringan agar tidak terjadi keterlambatan dalam mengakses dan input data pada SIMPUS. Identifikasi Aspek Economy Dalam indikator reusabilitas SIMPUS di Puskesmas Mampang Depok sudah terintegrasi dengan program lain terkait program BPJS. Selain itu. Dana yang diperoleh Puskesmas Mampang Depok untuk Perawatan Server dalam penggunaan aplikasi SIMPUS didapatkan dari Dinkes (Dinas Kesehata. serta sebagian dibantu oleh Puskesmas. Sedangkan untuk perawatan server penggunan SIMPUS didapatkan dari Pemerintah Dinas Kesehatan serta dibantu oleh Puskesmas. Identifikasi Aspek Control Setiap petugas sudah mempunyai akun masing-masing yang dimana setiap akun memiliki username dan password yang berbeda. Sehingga mengurangi adanya redudansi pengguna dan penginputan data. Identifikasi Aspek Efficiency Berdasarkan aspek efficiency dalam indicator Usabilitas petugas sudah mampu dalam mengoprasikan SIMPUS. Identifikasi Aspek Service Berdasarkan aspek service sudah cukup membantu dalam pendaftaraan, untuk keseluruhan dalam penginputan laporan dan menu belum dapat digunakan semua. aplikasi SIMPUS di pendaftaran cukup membantu dan mempermudah para petugas pendaftaran, tetapi untuk pelayanan pendaftaran secara online bekum dapat berjalan dengan PEMBAHASAN Mengidentifikasi aspek Kinerja (Performanc. Performance atau kinerja merupakan variabel pertama dalam metode analisis PIECES dimana memiliki peran penting untuk menilai apakah proses atau prosedur yang ada masih mungkin ditingkatkan kinerjanya, dan melihat sejauh mana dan seberapa handalkah suatu sistem dalam berproses untuk menghasilkan tujuan yang diinginkan. Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di Puskesmas Mampang Depok dari aspek performance bawa kinerja SIMPUS belum memiliki kinerja yang optimal, menu rawat jalan masih ada yang belum bisa digunakan yaitu menu pendaftaran online seingga pasien harus mengantri pada bagian pendaftaran. Terdapat kendala jaringan yang terkadang kurang tabil dan error dari pusatnya. Namun adanya SIMPUS dapat memudahkan petugas dalam melayani pasien. Sistem pendaftaran dan Rekam Medis Elektronik (RME) saling berkaitan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Sistem pendaftaran yang terintegrasi dengan RME dapat mempercepat proses pendaftaran dan administrasi. RME dapat digunakan untuk menyimpan informasi kesehatan pasien secara elektronik, termasuk riwayat medis dan layanan kesehatan yang diterima. RME dapat membantu dokter dalam mengambil keputusan perawatan yang lebih baik dengan memberikan informasi yang lengkap dan akurat. Pelaksanaan pengunaan aplikasi SIMPUS di pendaftaran rawat jalan Puskesmas Mampang Depok bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya SIMPUS memudahkan para petugas untuk melaksanakan kegiatan pendaftaran dengan tertata secara rapih. Aplikasi SIMPUS di pendaftaran rawat jalan Puskesmas Mampang Depok dalam pelaksanaannya masih memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah menu pada SIMPUS belum dapat digunakan semua terkait pendaftaran rawat jalan secara online. Selain itu terdapat kendala jaringan yang tidak stabil, hal itu dapat memperlambat proses pendaftaran. Jika terjadi kendala jaringan biasanya melakukan pendaftaran pasien secara manual. Sistem yang menunjukkan performa yang stabil dan cepat, dengan tingkat akurasi informasi yang tinggi, memberikan kontrol yang memadai terhadap data, serta efisien dalam penggunaannya, secara signifikan meningkatkan kepuasan pengguna di rumah sakit tersebut. Pengguna yang merasakan manfaat dari sistem yang berkinerja baik lebih cenderung menggunakan RME secara efektif dalam operasional sehari-hari, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien (Nanik, 2. Mengidentifikasi aspek informasi . Aspek information yang dimaksud yaitu kemampuan dari suatu sistem dalam menghasilkan suatu informasi berupa produk . yang tepat dan akurat sehingga dapat Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada bermanfaat bagi suatu organisasi. Informasi yang didapatkan harus tepat sesuai yang diharapkan oleh satu organisasi. Informasi atau data merupakan hal penting karna dengan informasi tersebut pihak manajemen dan user dapat melakukan langkah selanjutnya, apabila kemampuan sistem informasi baik maka user akan mendapatkan informasi yang akurat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di puskesmas Mampang Depok dari aspek information bawa SIMPUS dalam mengolah data pelaporan sudan bisa menginput semua jenis laporan termasuk pelaporan BPJS yaitu sistem Pcare. RME pada SIMPUS berisi data pribadi, data demografis, data sosial, data klinis, dan berbagai kejadian klinis. Setiap sistem informasi informasi yang bermanfaat agar institusi mampu bersaing dengan pemanfaatan tekologi Informasi bermanfaat mempuyai ciri akurat, lengkap, relevan dan tepat waktu. Untuk menghasilkan informasi yang biaya/investasi sejak dan penyimpanan retrievel dan (Chuck, 2. Mengidentifikasi aspek Economy Reusabilitas merupakan tingkat dimana suatu program dapat digunakan kembali dalam aplikasi lain atau diintegrasikan dengan suatu program lainnya. Manfaat adanya integrasi dapat menjalin hubungan kinerja lebi efisien Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan petugas pendaftaran yang memaparkan bahwa SIMPUS sudah terintegrasi dengan aplikasi lain seperti claim Bpjs Kesehatan. Biaya yang dikeluarkan untuk melengkapi fasilitas kegiatan pendaftaran rawat jalan serta biaya perawatan server aplikasi SIMPUS dibiayai oleh Dinas Kesehatan dan sebagian dari Puskesmas itu sendiri. Penelitian lain, menggambarkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas pendukung kegiatan Pendaftaran Rawat Jalan di Puskesmas Cilacap Tengah 1 menggunakan aplikasi SIMPUS sepenuhnya dibiayai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Sedangkan biaya perawatan dari fasilitas yang ada di pendaftaran rawat jalan menggunakan sharing cost yang dimana sebagian dibiayai oleh Dinas kesehatan dan sebagian dari Puskesmas (Sholikhah, 2. Mengidentifikasi aspek Control Aspek control merupakan aspek yang berkaitan dengan Tingkat pengawasan dan pengendalian dari suatu sistem khususnya pengamanan data dalam proses pelaksanaannya. Pengawasan dan dilakukan secara tepat baik dari segi hardware, software, dan brainware. Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada Integritas merupakan Tingkat dimana akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak dapat dikontrol. Keamanan yaitu mekanisme yang mengontrol atau melindungi program dan data. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bawa untuk keamanan akun seperti username dan password semua petugas sudah memiliki akun masing masing. Penelitian ini sejalan dengan penelitian, pelaksanaan penggunaan aplikasi SIMPUS di pendaftaran rawat jalan Puskesmas cilacap Tengah 1 berdasarkan aspek control sudah berjalan dengan baik setiap petugas yang ada di Puskesmas Cilacap Tengan 1 sudah mempuyai akun masingmasing yang memiki password dan username yang berbeda (Sholikhah, 2. Aspek control di Puskesmas Mampang Depok terbilang cukup aman semua petugas sudah memiliki username dan password masing-masing untuk menginput data pasien. Mengidentifikasi aspek Efficiency Berdasarkan aspek efficiency merupakan analisis terkait kemudahan sistem informasi yang dinilai dari usabilitas. Bertujuan untuk menilai Tingkat kemudahan dalam menggunakan sistem informasi. Sebuah sistem informasi harus mudah digunakan oleh pengguna baik pemula maupun yang sudah handal (Muliansah, 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti di Puskesmas Mampang Depok disimpulkan bahwa aspek efficiency petugas mudah mengoprasikan SIMPUS. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa SIMPUS di Puskesmas Benculuk Banyuwangi sangat mudah digunakan dan dioprasikan oleh pengguna. Bahkan saat ada petugas baru sebagai penginput data di SIMPUS tidak sulit untuk mengajarkannya. Meskipus SIMPUS sangat mudah digunakan petugas merasa bawa SIMPUS bekum sempurna dan masi perlu pengembangan (Muliansah, 2. Mengidentifikasi aspek Service Berdasarkan aspek service merupakan analisis terkait pelayanan yang dihasilkan dari penerapan sistem yang dinilai dari akurasi dan reliabilitas. Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen, user dan bagi lainnya merupakan simbol kualitas dari suatu sistem informasi Aplikasi SIMPUS yang ada di pendaftaran rawat jalan puskesmas mampang depok untuk pelayanan pasien sudah cukup membantu dalam pendaftaran pasien umum, untuk keseluruhan dalam penginputan juga sudah dapat digunakan semua. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan. Puskesmas Kota Padang untuk aspek service dalam penerapan SIMPUS pengguna masih terkendala terkait dengan Implementasi Sistem Informasi Puskesmas Pada konponan data yang ada pada SIMPUS masih ada beberapa yang belum mengkomodir kebutuhan pengguna contohnya laporan. KESIMPULAN Aplikasi SIMPUS dalam mengelolah data pelaporan sudah bisa menginput laporan Harian. Bulanan, dan Tahunan. Namun penerapan SIMPUS Sebagian masih terkendala yang dipengaruhi oleh ketidak akuratan informasi yang dihasilkan. Seharusnya dalam penerapan sistem informasi perlu adanya perbaikan dan pengembangan informasi. Dalam hal ini, pengguna sistem informasi dapat melakukan komunikasi yang lebih intens untuk keperluan pendaftaran pasien sesuai dengan format yang telah tersedia. Selain itu, perlu adanya peningkatan dalam penguatan sinyal jaringan agar tidak terjadi keterlambatan dalam mengakses dan input data pada SIMPUS. RME merupakan aspek penting bagi manajemen untuk mengelola masalah kesehatan karena menyediakan integritas dan akurasi. DAFTAR PUSTAKA