Metode Pembelajaran Melalui Perancangan Busana Tekstil Bertekstur Tiga Dimensi dengan Menggunakan Serat Eceng Gondok Grace Claudia Hinanto1. Andar Bagus Sriwarno2, dan Dian Widiawati3 Program Studi Magister Desain. Seni Rupa dan Desain. Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha No. Bandung 40132. Indonesia Program Studi Desain Produk. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha No. Bandung 40132. Indonesia Program Studi Kriya. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha No. Bandung 40132. Indonesia E-mail:grc_cld95@ymail. andarbugs@fsrd. wdnilalang@yahoo. Abstrak Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang sangat sulit diberantas. Hal ini disebabkan pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat dan daya tahan hidupnya tinggi. Selain itu eceng gondok dapat menyebabkan berkurangnya debit air permukaan air terbuka . eperti danau, rawa, sungai atau daerah berair lainny. hingga 4 kali lipat dan dapat menyebabkan pendangkalan pada daerah-daerah berair tersebut. Pemanfaatan eceng gondok dalam penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan tekstil dari enceng gondok bertekstur tiga dimensi. Perancangan busana wanita menggunakan eceng gondok yang menghasilkan tekstil tekstur tiga dimensi ini menggunakan pendekatan eksplorasi material dengan cara teknik anyam keper dan sistem pewarnaan alam berbahan kayu secang (Caesalpinia sappa. Gagasan dari penelitian ini adalah menggali potensi eceng gondok yang sangat berlimpah tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran/kursus bagi mahasiswa desain tingkat dasar dan oleh masyarakat awam yang bekerja di bidang industri tekstil di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah masyarakat awam pemilik industri tekstil dapat menciptakan rancangan busana couture wanita menggunakan tekstil dari serat alam eceng gondok yang bertekstur tiga dimensi, sehingga dapat tampil dengan daya tarik visual yang tinggi dan bernilai tambah. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi model pembelajaran bagi industri tekstil kecil dan menengah untuk dapat menghasilkan produk busana/fashion yang unik dengan kualitas tinggi. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu media pembelajaran dasar desain untuk masyarakat luas maupun mahasiswa desain tingkat dasar. Kata kunci : Busana. Eceng Gondok. Tekstil. Tekstur Tiga Dimensi Abstract Water hyacinth is a water plant that difficult to eradicate. This happen because the growth of water hyacinth is fast and shown its high durability. In addition, it affects to reduce open air surface discharge . uch as lakes, swamps, rivers or other watery area. up to 4 times and siltation effect in these aqueous areas. The use of water hyacinth in this study was to produce three-dimensional texture of nature textile. The design of women's clothing uses water hyacinth which produces three-dimensional texture textiles uses the materials exploration approach by applying the keper weaving technique and the sappan wood natural coloring system (Caesalpinia sappa. The idea of this research is exploring the potential of the abundant water hyacinth in order to be used as a learning medium / course for elementary level design students and for the empowerment of textile industris in Indonesia. The purpose of this study is that ordinary people who own the textile industris can create design women's couture clothing using tree-dimentional textiles from natural hyacinth fiber, so that they could appear with high visual appeal and added value. The results of this study are expected to be a learning model for the small and medium textile industris to produce unique high quality fashion products. This research is also expected to be one of the basic learning media designs for the wider community as well as basic level design students. Keywords : Fashion. Water Hyacinth. Textile. Three-dimensional Texture Pendahuluan Latar Belakang Pada era modern ini gaya hidup manusia berperan dalam menentukan sikap dan nilai-nilai serta status sosial. Fashion merupakan suatu sistem penanda dari perubahan budaya menurut suatu kelompok atau adat tertentu. Fashion merupakan gaya pakaian yang populer dalam suatu budaya. Menurut Thomas Carlyle pakaian adalah perlambang jiwa, pakaian tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. Fashion yang dipilih seseorang dapat menunjukkan bagaimana seseorang tersebut memilih gaya hidup seseorang. Demikian pula berkaitan dengan pemilihan kain yang tepat agar memperoleh rasa nyaman . Serat alam dapat digunakan menjadi bahan dasar tekstil yang nyaman dipakai oleh tubuh. Serat alam adalah serat yang diperoleh dari alam . Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan pembuatan kain, serat memegang peranan penting dikarenakan, sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat kain yang dihasilkan dan akan mempengaruhi cara pengolahan kain baik secara mekanik maupun secara kimia. Salah satu jenis serat alam yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan tekstil adalah batang dari tanaman eceng gondok. Eceng gondok (Eichhornia crassipe. adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Perkembangbiakan eceng gondok sangat tinggi dan cepat sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Perkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sangat pesat. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran danau, enceng gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak. Eceng gondok juga sering dianggap merupakan tumbuhan pengganggu, merusak pemandangan dan tidak mempunyai nilai ekonomis atau tidak berfungsi . Agar dapat memanfaatkan peluang dengan baik, serat dari eceng gondok ini akan menjadi sebuah peluang khususnya di dunia industri pakaian. Serat eceng gondok ini mulai dilirik penggunaanya karena mudah didapat, ekonomis, dan dapat mengurangi polusi lingkungan. Serat eceng gondok ini tidak membahayakan kesehatan. Pengembangan serat eceng gondok sebagai material komposit sangat dimaklumi mengingat dari segi ketersediaan bahan baku serat alam. Indonesia memiliki bahan baku yang cukup melimpah. Eceng gondok memiliki bentuk serat memanjang dan bewarna coklat. Eceng gondok menyimpan beberapa manfaat yang berguna untuk kehidupan manusia. Manfaat eceng gondok di Indonesia sebagai pembersih polutan logam berat, bahan pembuatan pupuk organik, bahan pembuat kertas, makanan hewan ternak, media pertumbuhan jamur, pembuatan kerajinan tangan. Pada pembuatan kerajinan tangan, daun dan batang eceng gondok yang sudah dikeringkan dapat dianyam menjadi tirai, tas, sandal, dompet, keranjang, sampai dengan tekstil . Tekstur dapat didefinisikan secara luas sebagai permukaan visual atau sentuhan karakteristik dan penampilan sesuatu. Tekstur adalah karakteristik penting untuk analisis berbagai jenis gambar. Tekstur hadir di kehidupan nyata seperti awan, pohon, kayu, rambut, kain dan lainnya. Tekstur adalah properti alami hampir semua permukaan dan berisi informasi penting tentang struktur susunan permukaan dan hubungan mereka dengan lingkungan sekitar . Visualisasi tiga dimensi merupakan penampilan informasi yang bersifat komplek kedalam bentuk visual . Penyampaian informasi dengan memanfaatkan teknik visualisasi tiga dimensi ini sangat menarik karena dapat menampilkan model tiga dimensi dari sebuah objek sebelum dibangun secara nyata. Eksplorasi material yang memanfaatkan serat eceng gondok dalam penelitian diharapkan dapat menghasilkan tekstur tiga dimensi. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif . etode campur/mix metho. Teknik pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini dengan menggunakan kajian pustaka melalui buku, tulisan jurnal, dan penelitian yang telah dibuat Wawancara dan observasi langsung dilakukan kepada Deden Siswanto, seorang designer professional terkenal di Bandung dan Jakarta yang menghasilkan karya yang mengangkat culture dan menggunakan kain khas Indonesia. Teknik pengumpulan data kuantitatif didukung oleh beberapa data numerik dalam melakukan proses eksperimen. Teknik pengumpulan data kuantitatif akan dilakukan melalui kuesioner untuk mengetahui minat konsumen dalam berpakaian. Pembuatan kuesioner dibuat melalui website Google Form dan dibagikan secara online melalui media sosial. Teknik lainnya adalah ekplorasi material yaitu dengan cara menghaluskan serat eceng gondok, mewarna serat eceng gondok menggunakan zat warna secang (Caesalpinia sappa. , dan menganyam serat eceng gondok untuk menghasilkan tekstur tekstil tiga dimensi. Metode penelitian ini dilakukan agar penelitian dapat dijadikan model pembelajaran bagi masyarakat awam pemilik industri tekstil kecil dan menengah untuk dapat menghasilkan produk busana/fashion yang unik dengan kualitas tinggi. Metode penelitian ini juga dilakukan agar penelitian eksplorasi material eceng gondok tiga dimensi dapat menjadi salah satu media pembelajaran dasar desain, baik untuk masyarakat luas atau mahasiswa desain tingkat dasar. Tinjauan Pustaka Eceng Gondok Eceng gondok (Eichornia crassipe. adalah tanaman yang hidup mengapung di air dan terkadang dapat berakar dalam tanah. Eceng gondok termasuk dalam family Pontedeiaceae. Tanaman ini memiliki bunga bewarna ungu muda atau dapat disebut lila. Daun eceng gondok berbentuk bulat telur dan bewarna hijau segar. Apabila terkena sinar matahari daun eceng gondok akan terlihat Daun eceng gondok ditopang oleh tangkai berbentuk silinder dengan panjang mencapai 1 m dengan diameter 1-2 cm. Tangkai dari daun eceng gondok tumbuh dengan mengapung di atas permukaan air, dan tumbuh menyerap air, serta menguapkan kembali melewati tanaman yang terkena sinar matahari melalui proses evaporasi. Oleh karena itu, eceng gondok selama hidupnya memerlukan matahari . Eceng gondok dapat berkembang dengan cepat dan dapat tumbuh sepanjang tahun. Eceng gondok memiliki tinggi 0,4-0,8 m, batang eceng gondok berbuka pendek memiliki diameter 1-2,5 cm dan memiliki panjang batang hingga 30 cm. tumbuhan ini memiliki daun bergaris tengah hingga 1,5 cm berbentuk bulat dengan tekstur lentur, bewarna hijau terang dan akan berkilau jika berada dibawah sinar matahari. Eceng gondok memiliki bunga yang kepala putihnya mampu menghasilkan 500 bakal biji dalam setiap tangkai . Gambar 2. 1 Eceng Gondok . ttps://inkuiri. com/site/bukalapak. com/hobi-koleksi/berkebun/bibit-tanaman/brilianmudagarden-bibit-tanaman-eceng-gondok. Anyaman Dasar Tekstil Menurut Syahbana . kain tenun dalam cara pembuatannya dikenal tiga cara silang utama. Anyaman polos . lain weav. Anyaman polos merupakan jenis anyaman yang paling sederhana dimana benang lusi dan pakan naik dan turun secara bergantian dan saling menyilang sehingga hasil anyamannya tidak terbentuk irisan. Repeat anyaman polos dapat dibentuk minimal pada 2 helai benang lusi atau 2 Gambar 2. 2 Anyaman Polos . ttps://fitinline. com/article/read/jenis-jenis-anyaman-pada-kain- tekstil/) Anyaman silang keper . will weav. Anyaman keper adalah jenis anyaman dimana benang lusi dan pakan naik dan turun secara bergantian tetapi titik pertemuan antara lusi dan pakan berjalan miring atau membentuk irisan. Dalam proses penyilangannya, apabila pada baris pertama penyilangan biasa maka,pada baris kedua benang pakan loncat tiga benang dari baris awal pada penyilangan pertama. Karena perbedaan loncatan dengan baris sebelumnya maka akan nampak seperti garis yang menyilang ke kiri atau ke kanan. Contoh kain dari jenis silang keper adalah jeans, denim. Gambar 2. 3 Anyaman Keper http://teknologitekstil. info/jenis-anyaman-dasar-kain-tenun/ Silang satin . aten weav. Anyaman satin, titik temu antara benang lusi dan pakan dibuat sedikit mungkin sehingga seolaholah hanya benang lusi saja atau benang pakan saja yang mengapung diatas permukaan kain. Repeat anyaman satin minimal dapat dibentuk pada 5 benang lusi atau 5 gun. Contoh produk tekstil jenis silang satin adalah satin, damast, dan lain-lain . Gambar 2. 4 Anyaman Satin . ttps://fitinline. com/article/read/jenis-jenis-anyaman-pada-kain- tekstil/) Eksplorasi Material Tahapan Studi Tahap I Eceng Gondok Pembersihan Pewarnaan Memisahkan Kulit dan Daging Pre Mordanting Pewarnaan dengan Secang Proses Pemutihan Serat Post Mordanting Tahap II Motif Anyaman Penghalusan Serat Eksplorasi Anyaman Tahap i Tektur Tekstil Tiga Dimensi Pembuatan Desain Terpilih Penggabungan dengan Material Lain Produk Tahapan eksplorasi material ini pengerjaannya secara linier melalui proses tahap I, tahap II, dan tahap i. Eksplorasi Material Eceng Gondok Dalam pengembangan eceng gondok tiga dimensi pada penelitian ini perlu beberapa perlakuan untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan harapan. Pada tahap sebelum proses perancangan diperlukan studi literatur dan pengumpulan data. Studi literatur digunakan untuk memperdalam ragam jenis anyaman polos . lain weav. , silang keper . will wav. , dan anyaman satin . aten weav. yang akan diadopsi menjadi pola . Pada pendekatan eksploratif ini, dilakukan beberapa perlakuan dengan membuat berbagai jenis anyaman menurut perbedaan ketebalan, ukuran, dan warna yang berbeda. Jenis anyaman yang akan di eksplorasi adalah jenis anyaman polos . lain weav. , silang keper . will wav. dan anyaman satin . aten weav. Hal ini dipilih sebagai pertimbangan yang sesuai dengan bentuk anyaman yang sesuai untuk menghasilkan tekstil tekstur tiga dimensi. Digunakan tiga proses pengembangan dalam perancangan busana wanita. Pada pengembangan eksplorasi pertama, dilakukan proses pembersihan serat dan proses pewarnan. Pada pengembangan eksplorasi kedua, diambil dari bentuk motif anyaman yang dipilih untuk dijadikan bentuk baru tiga dimensi mengikuti bentuk tubuh wanita yang sesuai ukuran dan warna dengan material serat eceng gondok. Sedangkan untuk pengembangan eksplorasi ketiga, dilakukan anyaman serat eceng gondok sesuai warna pada desain terpilih, kemudian dilakukan penggabungan dengan material tekstil lain. Perbedaan warna serat eceng gondok ini diharapkan mampu membentuk motif anyaman sesuai dengan yang diharapkan. Memanipulasi perbedaan warna pada serat eceng gondok yang dipilih merupakan pendekatan eksplorasi dibandingkan dengan pendekatan penelitian lainnya. Berikut merupakan proses pewarnaan serat eceng gondok hingga proses pembuatan anyaman tiga Dilakukan proses pre mordanting. Mordant yang dipakai adalah tawas. Gambar 3. 1 Proses Pre Mordanting dengan Tawas Proses merebus secang dilakukan, setelah dingin saring larutan zat warna secang dengan menggunakan saringan. Gambar 3. 2 Proses Perebusan Secang dan Hasil Zat Warna Merah Proses pewarnaan eceng gondok dengan zat warna secang dilakukan kemudian. Gambar 3. 3 Proses Pewarnaan Proses post mordanting dilaksanakan. Ambil setengah bagian serat alam ecenng gondok yang sudah diwarna. Mordant yang dipakai adalah tawas. Kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan serat alam eceng gondok dengan suhu ruangan. Gambar 3. 4 Proses Post Mordanting dengan Menggunakan Tawas Komparasi hasil warna yang terbaik dari proses pembersihan dan mordant yang berbeda dan waktu yang berbeda. pewarnaan dengan Gambar 3. 5 Hasil Eksplorasi Warna Gambar 3. 5 merupakan hasil eksplorasi warna dengan menggunakan tawas sebagai mordant dan kayu secang sebagai zat warna merah. Proses yang dilakukan dalam pewarnaan adalah pre mordanting dan post mordanting dengan perbedaan waktu 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Eceng gondok yang digunakan dalam proses eksplorasi warna adalah eceng gondok yang masih original dan eceng gondok yang sudah melalui proses pemutihan menggunakan zat pemutih. Bentuk Anyaman Eceng Gondok Tiga Dimensi Pada eksperimen ini, dilakukan perancangan bentuk tiga dimensi dari motif anyaman polos . lain weav. , silang keper . will wav. dan jenis anyaman lainnya. Dalam kaitannya dengan perancangan model tersebut, sebuah bentuk dapat dikatakan tiga dimensi apabila bentuk tersebut memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Sehingga pada perancangan ini akan dimunculkan bentuk tiga dimensi sesuai dengan pola dari ukuran badan wanita. Dalam perancangan bentuk tiga dimensi ini, diperlukan bahan-bahan serta alat pendukung Serat alam eceng gondok sebagai bahan utama anyaman. Cutting mat sebagai alas menganyam. Manekin wanita sebagai cetakan untuk membentuk anyaman tiga dimensi. Tahap Percobaan: Penghalusan serat alam eceng gondok dilakukan untuk membuat ukuran 1 mm, 3 mm, dan 5 Selanjutnya dilakukan eksplorasi anyaman dengan motif anyaman dasar tekstil pada media cutting mat. Anyaman dibuat dengan ukuran eceng gondok yang berbeda-beda. Eksplorasi anyaman yang dibuat adalah motif polos . lain weav. , silang keper . will wav. , satin . aten weav. , dan anyaman polos yang berbeda ukuran dengan variasi warna menggunakan pewarna secang, serta anyaman keper yang berbeda ukuran dengan variasi warna menggunakan pewarna Zoom 1 mm Gambar 3. 6 Anyaman Polos 1 mm Zoom 3 mm Gambar 3. 7 Anyaman Keper 3 mm Zoom 3 mm Gambar 3. 8 Anyaman Satin 3 mm 5 mm 3 mm Zoom Gambar 3. 9 Anyaman Polos Variasi Warna 3 mm dan 5 mm 5 mm Zoom 3 mm Gambar 3. 10 Anyaman Keper Variasi Warna 3 mm dan 5 mm Pembuatan anyaman tiga dimensi. Gambar 3. 11 Anyaman Tiga Dimensi Pembuatan sample anyaman tiga dimensi dilakukan dengan penganyaman pada media mangkok dan gelas. Dipilihnya media mangkok dan gelas sebagai alat pencetak anyaman agar terbentuk anyaman tiga dimensi. Pembuatan anyaman tiga dimensi pada manekin. Gambar 3. 12 Anyaman Tiga Dimensi Pada Manekin Motif anyaman yang digunakan dalam pencetakan pada tubuh manekin adalah keper dengan ukuran 3 mm. Untuk mendapatkan efek tiga dimensi, dilakukan pencetakan bentuk anyaman pada tubuh manekin. Perancangan Usulan Perancangan Pada penelitian ini dirancang sebuah produk fashion berupa busana wanita dari hasil eksperimen pada bab 3. Dari beberapa hasil eksperimen anyaman, selanjutnya diaplikasikan pada produk busana wanita yang dapat digunakan oleh seorang art performer. Pemilihan sasarkan pasar untuk art performer dengan tujuan untuk menginspirasi wanita di Indonesia agar tumbuh kecintaan dan kebanggaan akan produk unggulan bangsa. Pemilihan produk busana wanita didasarkan pada penggabungan trend antara modern dan traditional. Penggabungan trend ini bertujuan untuk menghasilkan trend baru yang memuaskan konsumen dan tetap tidak menghilangkan sifat alami dari tanaman eceng gondok. Penggunaan bahan-bahan dari hasil eksperimen akan dijadikan sebuah kesatuan konsep dasar dalam menentukan bentuk desain yang dirancang. Penggabungan anyaman tiga dimensi dengan bahan tekstil lain dalam satu kesatuan pada suatu rancangan produk busana menjadi tantangan tersendiri, karena adanya peredaan karakteristik bentuk dan tekstur yang berbeda. Ketelitian dan pemilihan motif yang sesuai dalam menganyam serat alam eceng gondok menjadi pertimbangan Karena anyaman akan menyangkut pengembangan produk dari produk kerajinan menjadi bentuk busana wanita. Konsep Desain Produk busana couture wanita ini tidak hanya sekedar mendapatkan fungsi busana sebagai penutup tubuh saja namun sebagai inspirasi kepada konsumen wanita muda usia 20-35 tahun yang berprofesi sebagai art performer seperti model dan artis yang berdomisili di kota besar. Penggunaan material pada produk ini digunakan serat alam eceng gondok sebagai bahan utamanya, zat pemutih, mordant, zat warna secang serta ada tambahan material tektil lain jenis linen dan tule. Dengan adanya gambar 4. 1 Moodboard di sini digunakan sebagai media konsep suatu produk atau selebihnya. Moodboard juga berperan penting sebagai acuan dalam mendesain produk. Konsep dari perancangan produk berbahan dasar serat eceng gondok yang memiliki image Ikon-ikon yang ada akan distilasi untuk memperkaya koleksi produk kriya. Gambar 4. 1 Moodboard AuWater Hyacinth FashionAy . ata kunci elegant, harmonize, natural fibre, shades pink, water hyacinth, and weavin. Moodboard berjudul Water Hyacinth Fashion memiliki kata kunci elegant, harmonize, natural fibre, shades pink, water hyacinth, dan weaving. Proses analisa kata kunci tersebut dapat dihubungkan dengan diagram warna chart Kobayashi dalam kata kunci elegant dan penentuan warna yang diterapkan dalam moodboard. Berdasarkan diagram warna chart Kobayashi, warna yang digunakan adalah warna yang memiliki sifat sesuai dengan kata kunci yang dihasilkan dan sesuai dengan color range pada moodboard. Kata kunci warna yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah elegant, yang memiliki jajaran warna ringan . turunan warna merah dan warna coklat dari serat eceng gondok. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Gambar 4. 2 Perbandingan Diagram Warna Chart Kobayashi Elegant dengan Hasil Eksplorasi Warna Sumber : http://sir. edu/id/eprint/393/5/BAB II. Gambar 4. 2 merupakan gambar pembandingan antara diagram warna chart Kobayasi elegant dengan hasil eksplorasi warna yang dilakukan dengan menggunakan pewarna alami kayu secang. Warna yang dihasilkan oleh zat warna secang selaras dengan moodboard dan diagram warna chart Kobayasi elegant. Kesan dan sesansi yang didapat pada desain adalah simple, elegant, sexy. Hal ini dtunjukan pada desain-desain yang dibuat. Tekstur pada permukan luar eceng gondok adalah halus dan lentur, sehingga ketika dilakukan proses anyaman, eceng gondok dapat mengikuti bentuk yang Desain busana couture wanita ini ditujukan untuk art performer khususnya yang berprofesi sebagai model yang terbiasa perform di peragaan busana event-event yang ada di Indonesia. Gambar 4. 3 Inspirasi Desain Sumber : https://id. com/pin/393924298650505658/ Gambar 4. 3 merupakan inspirasi dalam pembuatan desain anyaman. Inspirasi desain ditujukan untuk menginspirasi dalam eksplorasi anyaman dengan memperhatikan warna dan ukuran eceng Desain rata-rata yang dibuat memiliki bentuk dengan garis alami, bertekstur, gradasi warna, dan memiliki detail potongan. Hal ini didapat karena adanya proses stilasi bentuk. Pakaian busana couture wanita memiliki bentuk desain yang simetris, gabungan potongan melengkung, dan material berbeda untuk menonjolkan aksen anyaman tiga dimensi dari eceng gondok. Berikut merupakan desain dari koleksi AuWater Hyacinth FashionAy : Desain 1 Desain 5 Desain 2 Desain 3 Desain 6 Desain 7 Gambar 4. 4 Desain Development Desain 4 Desain 8 Gambar 4. 4 merupakan desain development yang telah dibuat berdasarkan dari inspirasi moodboard, desain, dan stilasi bentuk. Setelah mendesain busana couture wanita maka terpilihlah desain yang akan direalisasikan. Yang terpilih adalah desain option 1 dari 8 desain, karena desain option 1 mengikuti konsep bentuk morfologi enceng gondok yang memiliki daun, batang, bonggol, dan akar. Pada stilasi bentuk, desain option 1 terinspirasi dari daun eceng gondk. Garis pada desain option 1 mengikuti bentuk alami eceng gondok yang melengkung dan membesar dibagian pinggul. Material yang digunakan dalam pembuatan desain terpilih adalah tekstur tekstil eceng gondok, kain linen, dan kain tule. Penggunakan kain linen dipilih karena menyesuaikan warna pada konsep dan kain linen berasal dari serat alami kayu. Penggunakan kain tule dipilih untuk menunjukan kesan sexy pada perancangan. Gambar 4. 5 Desain Terpilih Gambar di bawah ini merupakan proses pembuat sample yang menunjukan bentuk tiga dimensi organik terbentuk berserta proses menjahitnya. Gambar 4. 6 Produk Sample Bentuk Tiga Dimensi Organik Gambar 4. 6 merupakan pola dasar wanita badan bagian depan dan belakang. Proses pembuatan pola desain terpilih dilakukan dengan mencetak pola dasar wanita ke kertas pola. Pola dicetak dengan ukuran satu badan utuh. Gambar 4. 7 Pola Badan Bagian Depan Gambar 4. 7 merupakan pola badan bagian depan. Proses pembuatan pola badan bagian dapat dilakukan dengan menutup kupnat bagian depan dengan memubuang kupnat ke bagian atas Dilanjutkan dengan penempatan potongan asymmetric badan yang disesuaikan dengan garis pada desain terpilih. Garis merah merupakan tanda penguat struktur dengan menggunakan tulang agar bentuk tiga dimensi organik terbentuk. Gambar 4. 8 Pola Badan Belakang Gambar 4. 8 merupakan pola badan bagian belakang. Proses pembuatan pola badan belakang dapat dilakukan dengan menutup kupnat bagian depan dengan memubuang kupnat ke bagian samping badan. Dilanjutkan dengan penempatan potongan asymmetric badan yang disesuaikan dengan garis pada desai terpilih. Garis merah merupakan tanda penguat struktur dengan menggunakan tulang agar bentuk tiga dimensi organik terbentuk. Hasil Produk Desain Terpilih Realisasi produk desain terpilih dilakukan setelah tahap pembuatan prototype yang sesuai dengan gambar rancangan desain. Proses dilakukan dengan cara melihat hasil prototype, realisasi menggunakan bahan asli yang telah terpilih yaitu tekstur tekstil serat eceng gondok dan kain linen. Setelah bahan anyaman dan linen dipotong sesuai bentuk pola, dilanjutkan dengan proses menjahit sesuai dengan bentuk potongan. Setelah produk desain terpilih berhasil terealisasi, dilanjutkan dengan melakukan mini photoshoot. Photoshoot dilakukan untuk menampilkan detail jatuh hasil realisasi pakaian langsung di badan art performer . Model yang dipilih dalam photoshoot ini adalah perempuan yang memiliki kulit eksotis dan bentuk wajah yang menunjukan ciri khas etnik Indonesia. Pemilihan model juga disesuaikan dengan konsep yang sesuai dengan target dalam penelitian. Gambar 4. 9 Hasil Produk Desain Terpilih Kesimpulan Serat eceng gondok dapat diolah menjadi suatu material tekstil layak pakai yang salah satu aplikasinya untuk produk fashion yaitu pakaian couture wanita. Material tekstil dapat dibuat dengan menghaluskan serat alam eceng gondok melalui teknik ekplorasi material anyaman. Material yang dihasilkan berupa lembaran tipis dengan ukuran lebar 1 mm, 3 mm, dan 5 mm, memiliki tekstur yang cukup fleksibel dan kuat yang dapat digunakan untuk pembuatan produk busana couture wanita dengan teknik anyaman keper. Tekstil material serat alam eceng gondok hasil eksplorasi dapat digolongkan menjadi material ramah lingkungan. Proses yang dilakukan dalam pembuatan busana couture wanita dari tekstil material olahan serat alam eceng gondok dapat meningkatkan keuntungan masyarakat dan menimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan model pembelajaran bagi masyarakat awam pemilik industri tekstil kecil dan menengah untuk dapat menghasilkan produk busana/fashion yang unik dengan kualitas tinggi. Penelitian eksplorasi material eceng gondok tiga dimensi ini juga dapat menjadi salah satu media pembelajaran dasar desain, baik untuk masyarakat atau mahasiswa desain tingkat dasar. Daftar Pustaka