Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SIAGA KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT X SUKOHARJO EFFECTIVENESS OF PROVIDING POCKETBOOKS ON KNOWLEDGE AND FIRE PREPAREDNESS ATTITUDE AT HOSPITAL X IN SUKOHARJO Hengky Ditya Eko Nugroho1*. Dewa Permana2. Farhana Syahrotun Nisa Suratna3 1,2,3 Progam Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia Informasi Artikel Dikirim Nov 15, 2024 Direvisi Mar 26, 2025 Diterima April 14, 2025 Abstrak Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah telah menetapkan peraturan yang mewajibkan setiap rumah sakit untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian kebakaran. Buku Saku Kebakaran menjadi pilihan peneliti sebagai media edukasi pengetahuan dan sikap siaga kebakaran karena dapat mencakup konsep kebakaran mulai dari tahap pencegahan hingga pengendalian kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari pemberian Buku Saku Kebakaran terhadap pengetahuan dan sikap siaga kebakaran pada pekerja rumah Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental yang dibagi menjadi 2 kelompok. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 responden di setiap kelompok. Hasil uji analisis Wilcoxon pada pengetahuan kelompok eksperimen menunjukkan Asymp. Sig sebesar 0,000 . O 0,. , pengetahuan kelompok kontrol menunjukkan Asymp. Sig sebesar 0,102 . > 0,. Pada sikap siaga kelompok eksperimen menunjukkan Asymp Sig. sebesar 0,000 . O 0,. , sikap siaga kelompok kontrol menunjukkan Asymp. Sig. sebesar 0,083 . > 0,. Hasil uji analisis Mann-Whitney pada pengetahuan menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 . O 0,. , pada sikap siaga menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 . O 0,. Terdapat efektifitas yang signifikan antara Buku Saku Kebakaran terhadap pengetahuan dan sikap siaga kebakaran pada pekerja gedung rawat jalan Rumah Sakit X. Kata Kunci: Buku Saku Kebakaran. Pengetahuan Kebakaran. Sikap Siaga Kebakaran Corresponding Author Abstract Sapen. Mojolaban. Sukoharjo. Jawa Tengah. Due to the high fire risk in hospitals, the government has established regulations requiring every hospital to implement fire prevention and control measures. The researcher chose the Fire Safety Pocketbook as an educational medium for fire preparedness knowledge and attitudes because it covers fire concepts from prevention to control. This study aims to determine the effectiveness of the Fire Safety Pocketbook in improving fire preparedness knowledge and attitudes among hospital workers. The study employs a quasi-experimental design, divided into two groups, with a sample of 46 respondents in each group. The Wilcoxon test results for knowledge in the experimental group showed an Asymp. Sig. Value of 000 . O 0. , while the control group showed an Asymp. Sig. Value of hengkyden@staff. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 102 . > 0. For fire preparedness attitude, the experimental group showed an Asymp. Sig. Value of 0. O 0. , while the control group showed an Asymp. Sig. Value of 0. > 0. The Mann-Whitney test results for knowledge showed an Asymp. Sig. Value of 0. O 0. and for fire preparedness attitude, an Asymp. Sig. Value of 0. O These results indicate that the Fire Safety Pocketbook significantly improves fire preparedness knowledge and attitudes among outpatient building workers at Hospital X. Keywords: Fire Pocket Book. Fire Knowledge. Fire Alert Attitude Pendahuluan Rumah sakit adalah institusi kesehatan perorangan yang menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah sakit juga merupakan tempat kerja yang memiliki resiko keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia, pasien, pendamping pasien, pengunjung, dan lingkungan rumah sakit di bawahnya pada tingkat yang sangat tinggi. (Peraturan Menteri Kesehatan No. Per. 66/MEN/2. Kepmenkes Nomor HK. 07/MENKES/1128/2022 terkait Standar Akreditasi Rumah Sakit menyatakan bahwa fungsi rumah sakit tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga berusaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan pasien, pengunjung, dan karyawan. Rumah sakit termasuk dalam potensi bahaya kebakaran ringan, apabila terjadi kebakaran akan menyebabkan risiko yang sangat tinggi seperti korban jiwa. Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan No. Per. 66/MEN/2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit yang mewajibkan setiap rumah sakit untuk menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang mencakup pencegahan dan pengendalian kebakaran. Dalam melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran perlu adanya upaya kesiapsiagaan kebakaran . Menurut penelitian LIPI-UNESCO, ada lima parameter kesiapsiagaan yang dapat digunakan untuk menilai kesiapsiagaan yakni pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana, kebijakan dan panduan rencana untuk kedaruratan bencana, rencana untuk kedaruratan bencana, sistem peringatan bencana, dan kemampuan mobilisasi sumber daya manusia . Rumah Sakit X Sukoharjo merupakan rumah sakit tipe A yang menyediakan pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Kondisi darurat yang berpotensi terjadi di Rumah Sakit X Sukoharjo adalah kebakaran. Kebutuhan daya listrik yang besar karena beroperasi 24 jam sehari, menyimpan gas bertekanan, dan menggunakan bahan kimia yang mudah meledak dan terbakar. Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan dengan memberikan kuesioner pada 10 Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 pekerja Gedung Rawat Jalan, terdapat 70% pekerja yang memiliki sikap siaga kebakaran dengan kategori kurang dan 60% pekerja yang memiliki pengetahuan kebakaran dengan kategori kurang. Melalui hasil survei tersebut maka diperoleh hasil bahwa masih banyak pekerja yang belum baik dalam pengetahuan dan sikap siaga dalam penanganan kebakaran. Dalam upaya rumah sakit untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siaga kebakaran, sudah dilakukan edukasi kebakaran melalui pelatihan kebakaran, prosedur tanggap darurat bencana kebakaran, organisasi manajemen kebakaran dan pembentukan regu penanggulangan Buku saku menjadi pilihan peneliti sebagai media edukasi pengetahuan dan sikap siaga kebakaran bagi pekerja karena dapat mencakup konsep kebakaran mulai dari tahap pencegahan hingga pengendalian kebakaran yang disesuaikan dengan kondisi di tempat kerja. Dengan menggunakan buku saku pekerja dapat melakukan pengulangan materi kebakaran secara mandiri yang dapat membentuk memori jangka panjang terhadap pekerja. Media edukasi berupa buku saku juga disesuaikan dengan media yang umum digunakan di lingkungan rumah Berdasarkan uraian diatas, maka penelitian ini betujuan untuk menganalisis efektifitas pemberian buku saku terhadap pengetahuan dan sikap siaga kebakaran di Rumah Sakit X. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan metode quasi experimental dengan rancangan pre-test and post-test control group design. Pemilihan desain penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap siaga kebakaran pada pekerja dengan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang mendapatkan intervensi buku saku kebakaran dan kelompok yang tidak diberikan intervensi buku saku kebakaran . Penelitian ini dilakukan di Gedung Rawat Jalan Rumah Sakit X Sukoharjo pada bulan Mei 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah 92 responden dengan menggunakan teknik simple random Responden sebanyak 92 orang dibagi menjadi dua kelompok dengan 46 responden diberikan intervensi buku saku kebakaran sebagai kelompok eksperimen dan 46 responden tidak diberikan intervensi buku saku kebakaran sebagai kelompok kontrol. Variabel bebas adalah buku saku kebakaran dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap siaga kebakaran. Variabel pengganggu tidak terkendali pengetahuan adalah pendidikan, usia, pengalaman, lingkungan, informasi atau media massa, sosial, budaya, dan ekonomi. Variabel pengganggu tidak terkendali sikap siaga pada penelitian ini adalah media massa. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 pengaruh faktor emosional, pengalaman yang kuat, pengaruh dari kebudayaan, pengaruh orang lain yang dianggap penting, lembaga agama dan pendidikan. Buku saku kebakaran memuat materi pengetahuan dalam menghadapi kebakaran, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran ditempat kerja yang disajikan dalam bentuk buku saku yang diberikan kepada kelompok intervensi selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran pengetahuan kebakaran menggunakan kuesioner pengetahuan kebakaran yang terdiri 15 pertanyaan menggunakan skala Guttman dimana benar diberi skor 1 dan salah diberi skor 0. Pengukuran sikap siaga kebakaran menggunakan kuesioner sikap siaga kebakaran dengan skala Likert yang terdiri 14 pernyataan menggunakan skala Likert yang memiliki 4 pilihan jawaban yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju. Pengambilan data dilakukan pada saat jam istirahat dengan memberikan intervensi buku saku kebakaran selama 3 hari berturut-turut. Peneliti memberikan penjelasan terlebih dahulu terkait dengan maksud dan tujuan dari penelitian dan pengambilan data kepada responden. Setelah itu peneliti membagi dua kelompok yaitu kelompok intervensi berjumlah 46 responden dan kelompok kontrol berjumlah 46 responden. Peneliti memberikan kuesioner pengetahuan kebakaran dan kuesioner pengetahuan sikap siaga kebakaran sebagai bentuk pre-test. Peneliti membagikan buku saku kebakaran kepada kelompok intervensi. Responden membutuhkan waktu untuk membaca buku saku kebakaran selama 15-20 menit di setiap harinya selama tiga hari berturut turut. Setelah selesai diberikan intervensi, peneliti memberikan kuesioner pengetahuan kebakaran dan kuesioner sikap siaga kebakaran sebagai bentuk post-test yang dilakukan pada hari ke 10 setelah selesai pemberian intervensi dan diberikan kepada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis univariat dilakukan dengan cara memberikan deskripsi atau menjelaskan tentang karakteristik dari masing-masing variabel penelitian. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon untuk dua kelompok berpasangan dan uji Mann-Whitney untuk dua kelompok tidak berpasangan . Penelitian ini sudah memiliki pembebasan etik dengan nomor surat IR. 01/D. XXV. 3/5743/2024 yang dikeluarkan oleh Tim Etik Penelitian Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Hasil Hasil penelitian yang didapatkan setelah dilakukan analisis data pada Tabel 1 dapat diketahui bahwa total skor pre-test pengetahuan kebakaran pada kelompok eksperimen sebagian besar berada pada kategori pengetahuan cukup berjumlah 25 responden dengan Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 persentase 54% sedangkan pada total skor pre-test pengetahuan kebakaran pada kelompok kontrol sebagian besar berada pada kategori pengetahuan kurang berjumlah 33 responden dengan persentase 72%. Berdasarkan data pada Tabel 1, dapat diketahui total skor post-test pengetahuan kebakaran pada kelompok eksperimen sebagian besar berada pada kategori baik berjumlah 31 responden dengan persentase 67% sedangkan pada total skor post-test pengetahuan kebakaran pada kelompok kontrol sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang berjumlah 34 responden dengan persentase 74%. Pada post-test pengetahuan kebakaran responden kelompok eksperimen memiliki kategori pengetahuan yang baik lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sebagian besar memiliki pengetahuan yang Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik Subjek Penelitian Usia O 30 Tahun > 30 Tahun Total Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Pendidikan Total Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Sumber: Data Primer, 2024 Berdasarkan hasil data karakteristik subjek penelitian dapat dilihat bahwa usia responden terbagi kedalam 2 kategori, yaitu O 30 tahun dan >30 tahun sesuai dengan teori Hartshorne . Usia responden didominasi oleh responden dengan kategori usia O 0 tahun sejumlah 48 responden dengan persentase 52%. Pada usia responden kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori usia >30 tahun yaitu 30 responden dengan persentase 65% dan pada kelompok eksperimen mayoritas berada pada kategori usia O30 tahun yaitu 32 responden dengan persentase 70%. Jenis kelamin responden mayoritas berjenis kelamin perempuan berjumlah 58 responden dengan persentase 63%. Pada jenis kelamin responden kelompok kontrol dan kelompok intervensi mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu pada kelompok kontrol sejumlah 31 Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 responden dengan persentase 67% dan pada kelompok intevensi sejumlah 27 responden dengan persentase 59%. Pendidikan responden menunjukkan bahwa mayoritas berada pada tingkat pendidikan S1 dengan jumlah 44 responden dengan persentase 48%. Pada pendidikan responden kelompok kontrol dan kelompok intervensi menunjukkan bahwa mayoritas berada pada tingkat pendidikan S1 yaitu pada kelompok kontrol sejumlah 22 responden dengan persentase 48% dan pada kelompok intervensi sejumlah 22 responden dengan persentase 48%. Tabel 2. Pengetahuan Kebakaran Pengetahuan Kebakaran Pre-Test Baik Cukup Kurang Total Post-Test Baik Cukup Kurang Total Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Sumber: Data Primer, 2024 Hasil penelitian yang didapatkan setelah dilakukan analisis data pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa total skor pre-test pengetahuan kebakaran pada kelompok eksperimen sebagian besar berada pada kategori pengetahuan cukup berjumlah 25 responden dengan persentase 54% sedangkan pada total skor pre-test pengetahuan kebakaran pada kelompok kontrol sebagian besar berada pada kategori pengetahuan kurang berjumlah 33 responden dengan persentase Berdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui total skor post-test pengetahuan kebakaran pada kelompok eksperimen sebagian besar berada pada kategori baik berjumlah 31 responden dengan persentase 67% sedangkan pada total skor post-test pengetahuan kebakaran pada kelompok kontrol sebagian besar pengetahuan responden berada pada kategori kurang berjumlah 34 responden dengan persentase 74%. Pada post-test pengetahuan kebakaran responden kelompok eksperimen memiliki kategori pengetahuan yang baik lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sebagian besar memiliki pengetahuan yang Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Tabel 3. Sikap Siaga Kebakaran Sikap Siaga Kebakaran Pre-Test Baik Cukup Kurang Total Post-Test Baik Cukup Kurang Total Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Sumber: Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui bahwa total skor pre-test sikap siaga kebakaran pada kelompok eksperimen berada pada kategori sikap siaga cukup dan kurang berjumlah sama yaitu 23 responden dengan persentase 50% sedangkan pada total skor pre-test sikap siaga kebakaran pada kelompok kontrol sebagian besar berada pada kategori sikap siaga kurang berjumlah 28 responden dengan persentase 61%. Berdasarkan data pada Tabel 3, dapat diketahui bahwa total skor post-test sikap siaga kebakaran pada kelompok eksperimen sebagian besar berada pada kategori sikap siaga cukup berjumlah 43 responden dengan persentase 93% sedangkan pada total skor post-test sikap siaga kebakaran pada kelompok kontrol sebagian besar berada pada kategori sikap siaga kurang berjumlah 28 responden dengan persentase 61%. Pada post-test sikap siaga kebakaran responden kelompok eksperimen memiliki kategori sikap siaga yang cukup lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sebagian besar memiliki sikap siaga yang kurang. Tabel 4. Uji Wilcoxon Pengetahuan Kebakaran Kelompok Eksperimen Kelompok Eksperimen Uji Wilcoxon -5,951 Asymp. Sig 0,000 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil uji statistik Tabel 5 menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. 0,000 . O 0,. yang dapat diartikan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap efektifitas dari pemberian Buku Saku Kebakaran terhadap pengetahuan kebakaran pada kelompok Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Tabel 5. Uji Wilcoxon Pengetahuan Kebakaran Kelompok Kontrol Kelompok Kontrol Uji Wilcoxon -1,633 Asymp. Sig 0,012 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil uji statistik Tabel 5 dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,012 . >0,. yang dapat diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan kebakaran pada kelompok kontrol. Tabel 6. Uji Wilcoxon Sikap Siaga Kebakaran Kelompok Eksperimen Kelompok Eksperimen Uji Wilcoxon -5,922 Asymp. Sig 0,000 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil uji statistik Tabel 6 menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. 0,000 . O 0,. yang dapat diartikan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap efektifitas dari pemberian Buku Saku Kebakaran terhadap sikap siaga kebakaran pada kelompok Tabel 7. Uji Wilcoxon Sikap Siaga Kebakaran Kelompok Kontrol Kelompok Kontrol Uji Wilcoxon -1,732 Asymp. Sig 0,083 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil uji statistik Tabel 7 dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,083 . >0,. yang dapat diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap siaga kebakaran pada kelompok kontrol. Tabel 9. Uji Mann-Whitney Pengetahuan Kebakaran Variabel Pengetahuan Uji Mann-Whitney Asymp. Sig -8,179 0,001 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil uji statistik Tabel 9 menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh hasil nilai Asymp. Sig sebesar 0,001 . O 0,. yang dapat diartikan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan kebakaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 Tabel 10. Uji Mann-Whitney Sikap Siaga Kebakaran Variabel Sikap Siaga -8,310 Uji Mann-Whitney Asymp. Sig 0,001 Sumber: Data Primer, 2024 Hasil uji statistik Tabel 10 menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh hasil nilai Asymp. Sig. sebesar 0,001 . O 0,. yang dapat diartikan terdapat perbedaan signifikan antara sikap siaga kebakaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pembahasan Pemberian Buku Saku Kebakaran yang mencakup materi pengertian kebakaran. Faktor dan dampak Penyebab Kebakaran, tata cara penggunaan sarana proteksi kebakaran, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran, prosedur evakuasi kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan kebakaran. Ketika seseorang memiliki pengetahuan dan sikap siaga kebakaran yang baik, maka kemungkinan dapat mengurangi korban bencana kebakaran karena seseorang memiliki kesiapsiagaan kebakaran yang baik. Berdasarkan tabel 9, melalui hasil pengukuran analisis Mann-Whitney pada Post-test kelompok eksperimen dan Post-test kelompok kontrol dari kuesioner pengetahuan kebakaran diperoleh hasil nilai p sebesar 0. O 0. , yang dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perbedaan pengetahuan kebakaran pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan skor yang lebih tinggi dikarenakan mendapatkan perlakuan berupa pemberian Buku Saku Kebakaran selama tiga hari berturut Peningkatan pengetahuan yang dialami dapat terjadi akibat rasa ingin tahu yang dimiliki responden betapa pentingnya edukasi kebakaran di rumah sakit. Terbentuknya pengetahuan dimulai dari aspek penerimaan stimulus . yang diberikan kepada seseorang yang kemudian akan membentuk memori ingatan pengetahuan. Responden kelompok eksperimen mengerti mengenai materi kebakaran, sehingga mampu menjawab pertanyaan Post-test dengan hasil yang lebih baik. Pada kelompok kontrol hal tersebut tidak terjadi karena tidak diberi pemberian Buku Saku Kebakaran. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Puspikawati . yang menjelaskan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pengetahuan karena diberikan perlakuan secara kontinu sehingga materi dapat lebih diingat dan bertahan lama, yang kemudian dapat membentuk sikap pada seseorang . Berdasarkan tabel 10, melalui hasil pengukuran analisis Mann-Whitney pada Post-test kelompok eksperimen dan Post-test kelompok kontrol dari kuesioner sikap siaga kebakaran Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 diperoleh hasil nilai p sebesar 0. O 0. , yang dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perbedaan sikap siaga kebakaran pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan skor yang lebih tinggi dikarenakan mendapatkan perlakuan berupa pemberian Buku Saku Kebakaran selama tiga hari berturut Peningkatan sikap siaga yang dialami dapat terjadi akibat pengetahuan kebakaran responden kelompok eksperimen meningkat lebih baik, sehingga dapat membentuk sikap siaga kebakaran individu seseorang. Hal ini sejalan dengan teori Azwar . yang menyebutkan bahwa sikap seseorang akan meningkat dari pendidikan yang telah didapatkan dari suatu pembelajaran sebagai suatu sistem yang dapat membentuk sikap individu seseorang . Penelitian tersebut didukung oleh teori Notoadmojo . yang mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan domain penting dalam langgengnya sebuah sikap yang berawal dari kesadaran, kemudian menimbulkan ketertarikan dan pemahaman, hingga akhirnya individu seseorang akan menimbang dan mencoba memahami stimulus yang diberikan . Sikap positif dipengaruhi oleh pengetahuan yang positif pula dan sebaliknya. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maghfiroh . yang juga menyimpulkan bahwa melalui media edukasi buku bergambar dapat meningkatkan pengetahuan pada kelompok eksperimen . Menurut teori Hasan . juga menyatakan bahwa media cetak buku saku memiliki kelebihan dapat memfasilitasi dan meningkatkan kecepatan pemahaman penerima pesan terhadap materi yang akan disampaikan karena dilengkapi dengan elemen warna dan gambar sehingga terlihat menarik dan mudah untuk dibawa sehingga dapat dibaca kapanpun dan dimanapun . Pemberian Buku Saku Kebakaran yang mencakup materi pengertian kebakaran. Faktor dan dampak Penyebab Kebakaran, tata cara penggunaan sarana proteksi kebakaran, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran, prosedur evakuasi kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan kebakaran. Ketika seseorang memiliki pengetahuan dan sikap siaga kebakaran yang baik, maka kemungkinan dapat mengurangi korban bencana kebakaran karena seseorang memiliki kesiapsiagaan kebakaran yang baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh LIPI-UNESCO dalam Sopaheluwakan . yang menyatakan bahwa terdapat 5 parameter kesiapsiagaan yang dapat dijadikan indikator penilaian kesiapsiagaan yaitu Rumah Sakit X Sukoharjo telah melakukan indikator penilaian kesiapsiagaan diantaranya telah memiliki kebijakan dan panduan rencana untuk kedaruratan bencana seperti SOP evakuasi. SOP tanggap darurat. SOP kebencanaan . Pihak rumah sakit juga telah membuat perencanaan untuk kedaruratan Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health http://ejournal. id/index. php/JIHOH DOI: https://doi. org/10. 21111/jihoh. Vol. No. April 2025 No. ISSN online: 2541-5727 No. ISSN cetak: 2527-4686 bencana seperti perencanaan evakuasi dan perencanaan penyelamatan dan pertolongan untuk meminimalisir adanya korban bencana. Rumah Sakit X Sukoharjo sudah memiliki sistem peringatan bencana seperti tanda peringatan dan pemberian informasi apabila terjadi bencana dan pihak rumah sakit sudah menyediakan kemampuan mobilisasi sumber daya seperti mengadakan pelatihan kesiapsiagaan untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani Pihak rumah sakit dapat melakukan pemberian edukasi pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana seperti pemberian materi-materi terkait kebakaran melalui program rutin membaca Buku Saku Kebakaran secara berkala agar pekerja tidak lupa terhadap materi yang telah diterima dan memori jangka panjang yang telah dimiliki pekerja agar tetap terjaga. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan dari hasil analisis data yang telah diperoleh dari kuesioner kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney serta didukung dengan teori ahli maka terdapat kesimpulan bahwa pemberian buku saku kebakaran efektif terhadap pengetahuan dan sikap siaga kebakaran di rumah sakit. Saran Pada penelitian ini belum mengontrol seluruh variabel pengganggu dari pengetahuan dan sikap siaga kebakaran, maka saran untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti dan mengendalikan faktor faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap siaga. Daftar Pustaka