Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 35 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 PEMANFAATAN PEPAYA MENTAH MENJADI STIK PEPAYA SEBAGAI ALTERNATIF USAHA BAGI MASYARAKAT Tuti Nadhifaha. Devy Aufia Abshor a. Cikita Berlian Hakima. Dian Rositaa. Jeki Purnomoa. Nelly Rhosyidab* Universitas Muhammadiyah Kudus Jalan Ganesha No. Kudus. Indonesia Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa *Corresponding author: cikitaberlian@umkudus. Info Artikel Abstrak DOI : https://doi. org/10. 26751/jai. Article history: Received 2024-06-13 Revised 2024-08-14 Accepted 2024-08-15 Pepaya merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di Desa Banget, namun masyarakat setempat kurang memanfaatkan buah pepaya. Selain itu pepaya memiliki nilai jual yang rendah dan permintaan konsumen masih sedikit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha bagi Dengan menggali potensi sumber daya alam yang ada dapat bermanfaat dalam meningkatkan usaha sampingan selain bertani maupun pekerjaan lainnya. Metode yang digunakan dalam PKM . engabdian kepada masyaraka. ini adalah ceramah atau pemeberian materi, diskui dan tanya jawab. Media yang digunakan dalam PKM yaitu menggunakan powerpoint dan kegiatan PKm berlangsung selama 1 . Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus dan diikuti oleh 50 peserta dari ibu-ibu PKK dan masyarakat umum. Kemudian pengukuran peningkatan pengetahuan mnggunakan kuesioner, serta analisis derkriptif pengetahuan dengan menentukan range untuk mengukur tingkat pengetahuan terdiri dari baik, cukup dan kurang. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penguasaan peserta sebanyak 40 orang atau 80% berada dikategori minimal baik, yang artinya peserta yang mengikuti sosialisasi telah menguasai materi yang di sampaikan TIM PKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dilaksanakan di sesa Banget dapat dinyatakan berhasil, karena terjadi peningkatan pengetahuan terhadap peserta kegiatan. Saran bagi masyarakat di Desa banget Keywords: Alternatif usaha. Masyarakat, pepaya mentah Alternative business, public, raw diharapkan dapat diterapkan dengan mengolah pepaya mentah menjadi aneka makanan yang lain sehingga pepaya dapat bernilai jual tinggi dan dapat menambah keankaragaman makanan untuk bisa dijadikan peluang usaha bagi masyarakat. Abstract Papaya is one of the plants that is often found in Banget Village, but local people do not use papaya fruit. Papaya has a low selling value and consumer demand is still small. Community service activities which aim to increase knowledge A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 36 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 about the use of raw papaya into papaya sticks as an alternative business for the community. By exploring the potential of existing natural resources, it can be useful in increasing side businesses other than farming or other jobs. The methods used are lectures and discussions. The media used is PowerPoint and the activity lasts for 1 . This community service activity was carried out in Banget Village. Kaliwungu District. Kudus Regency and was attended by 50 participants. Then measuring the increase in knowledge uses questionnaires, as well as descriptive analysis of knowledge by determining the range for measuring the level of knowledge. The results of this activity showed that 40 participants or 80% was in the minimum good category, which means that the participants who took part in the socialization had mastered the material. The community service can be declared successful, because there has been an increase in the knowledge of the activity participants. It is hoped that the suggestions for the people in the village can be implemented by processing raw papaya into various other foods so that papaya can have high selling value and can increase food diversity so that it can be used as a business opportunity for the community. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Desa Banget di Kecamatan Kaliwungu. Kabupaten Kudus. Jawa Tengah, menghadapi beberapa masalah terkait dengan melimpahnya produksi buah pepaya. Meskipun pepaya ditanam secara luas di lahan pertanian dan pekarangan rumah warga, memasarkan hasil panen mereka. Harga jual buah pepaya di pasar masih tergolong rendah karena minat konsumen yang relatif rendah. Selain itu, sifat buah pepaya yang mudah busuk hanya bertahan sekitar 3-4 hari setelah matang menyebabkan banyak hasil panen terbuang sia - sia dan merugikan petani. Permasalahan lain yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan dan pengolahan buah pepaya, sehingga potensi ekonomi dari komoditas ini belum dimanfaatkan secara optimal. Desa Banget memiliki karakteristik geografis yang unik. Terletak di perbatasan langsung dengan Desa Kotakan di Kabupaten Demak, desa ini menjadi salah satu wilayah terluar di Kabupaten Kudus. Dengan luas total 189,9560 hektar. Desa Banget memiliki potensi pertanian yang besar. Dari total luas tersebut, 108,8983 hektar merupakan lahan persawahan yang subur, sementara 27,7100 hektar diperuntukkan sebagai perkebunan A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved atau tegal. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk budidaya berbagai jenis tanaman, termasuk pepaya. Mayoritas penduduk Desa Banget menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian dan perdagangan. Kegiatan bertani telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat selama beberapa Pepaya, sebagai salah satu komoditas utama, tidak hanya ditanam di lahan pertanian yang luas, tetapi juga menjadi tanaman favorit di pekarangan rumah warga. Hal ini menunjukkan bahwa pepaya bukan hanya sekedar tanaman komersial, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup masyarakat Desa Banget. Pepaya yang dibudidayakan di Desa Banget sebenarnya memiliki potensi yang besar dari segi nutrisi dan manfaat kesehatan. Buah ini kaya akan serat yang sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Selain itu, pepaya juga mengandung berbagai vitamin penting seperti vitamin B kompleks, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan nutrisi lainnya termasuk -karoten, d-galaktosa, pektin, l-arabinosa, papain, papayotimin, dan vitokinase(Pagarra dkk. , 2. Semua komponen ini menjadikan pepaya sebagai pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 buah yang sangat bergizi dan berpotensi untuk mendukung kesehatan masyarakat. Namun, meskipun memiliki kandungan gizi yang tinggi, minat konsumen terhadap buah pepaya masih relatif rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat luas tentang manfaat kesehatan dari pepaya, atau mungkin karena preferensi konsumen yang lebih condong ke buah-buahan lain yang dianggap lebih menarik atau praktis. Situasi ini menciptakan paradoks di mana sumber daya yang melimpah dan bergizi tidak dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, sebagian besar warga Desa Banget hanya menjual buah pepaya dalam bentuk segar ke pasar atau mengonsumsinya Pepaya muda biasanya diolah menjadi sayur, sementara pepaya matang dikonsumsi sebagai buah segar. Pendekatan ini, meskipun sederhana dan langsung, belum mampu mengatasi masalah rendahnya harga jual dan cepatnya pembusukan buah. Akibatnya, banyak petani mengalami kerugian ketika buah pepaya tidak terjual dalam waktu singkat setelah panen. Keterbatasan dalam pengolahan dan pemasaran pepaya ini juga berdampak pada ekonomi rumah tangga di Desa Banget. Banyak keluarga yang bergantung pada hasil penjualan pepaya segar mengalami fluktuasi pendapatan yang signifikan, tergantung pada kondisi pasar dan musim panen. Hal ini menciptakan ketidakstabilan ekonomi yang keseluruhan masyarakat desa. Mengingat tantangantantangan tersebut, diperlukan solusi kreatif dan komprehensif untuk meningkatkan nilai ekonomi buah pepaya. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah pengolahan pepaya mentah menjadi produk makanan olahan, seperti stik pepaya. Stik pepaya merupakan makanan ringan inovatif yang dapat dibuat dengan bahan dasar pepaya muda, menggunakan alat dan bahan yang sederhana, murah, dan mudah didapat(Sabahiyah dkk. Transformasi pepaya menjadi produk olahan seperti stik pepaya dapat memberikan A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 37 berbagai manfaat bagi masyarakat Desa Banget. Pertama, hal ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah buah pepaya yang cepat busuk, karena produk olahan memiliki masa simpan yang jauh lebih lama dibandingkan buah segar. Kedua, pengolahan ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani dengan menciptakan produk bernilai jual lebih tinggi, membuka peluang untuk memasuki pasar makanan ringan yang lebih Ketiga, kegiatan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga dan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di desa. Selain itu, pengembangan produk olahan pepaya seperti stik pepaya juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat yang lebih luas. Dengan mempertahankan sebagian besar nutrisi dari pepaya segar, stik pepaya dapat menjadi alternatif makanan ringan yang lebih sehat dibandingkan dengan jajanan yang ada di pasaran. Hal ini sejalan dengan tren global menuju pola makan yang lebih sehat dan berbasis bahan alami. Kurang optimalnya pemanfaatan buah papaya khususnya papaya mentah di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan inovasi dari Masyarakat desa Banget. Sehubungan dengan kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya local yang ada di Desa banget berupa papaya mentah, dirasa pengenaan lebih lanjut terkait dengan pemanfaatan buah papaya mentah salah satunya yaitu menjadi olahan stik papaya. Selain menjadi cemilan, stik papaya juga dapat menjadi olahan yang memiliki nilai Dengan begitu pemanaatan papaya dapat menjadi salah satu alternatif usaha bagi Masyarakat. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Ivtin Kurniawati dkk . juga infomasi dapat meningkatkan pengetahuan Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat merancang program pelatihan komprehensif bagi warga Desa Banget, dengan fokus utama pada ibu- pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 ibu PKK, mengenai pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif Diharapkan melalui kegiatan ini, pengetahuan masyarakat akan meningkat secara signifikan. Target yang ditetapkan adalah lebih dari 80% peserta mampu menjelaskan kembali manfaat pepaya mentah menjadi stik pepaya, serta dapat juga menjadi alternatif usaha. Tujuan pengetahuan masyarakat Desa Banget melalui optimalisasi pemanfaatan buah pepaya menjadi stik pepaya, serta dapat menjadi salah satu alternatif usaha. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dalam PKM atau pengabdian kepada masyarakat yaitu berupa sosialisasi tentang pemanfaatan produk pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif peluang usaha. Adapaun materi yang disampaikan yaitu mulai dari perencanaan usaha, proses pembuatan stik dari buah pepaya mentah. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada bulan Oktober di desa Banget Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus yang diikuti sebanyak 50 orang yang terdiri dari Ibu-Ibu Pkk dan Masyarakat umum. Kegiatan dilakukan melalui pemberian materi, diskusi dan tanya jawab dengan peserta kegiatan dan diakhir peserta dibertikan fotocopy materi untuk dipelajari dan sebagai pengingat. Sebelum dilakukan pemberian materi terlebih dahulu diukur pengetahuan peserta kegiatan tentang pemanfaatan pepaya mentah dan pepaya mentah dapat diubah menjadi makanan ringan yang dapat menjadi alternatif usaha. Adapun penguasaan warga terhadap materi berupa Evalusi pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada peserta sebelum pelatihan dan setelah pelatihan. Instrumen tersebut isinya berupa pertanyaan tentang pemanfaat pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha. Analisis data yang digunakan untuk mengukur A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 38 pengetahuan yaitu deskriptif kuantitatif rata-rata pemahaman peserta. Serta range yang pengetahuan terdiri dari baik, cukup dan Kegiatan pengabdian ini dikatakan berhasil apabila setidaknya minimal 80% dari warga di desa Banget menguasai materi yang telah disampainkan oleh TIM PKM. Tabel. 1 kriteria Penguasaan Materi Skala Indikator 80%-100% Sangat Baik 70%-79% Baik 60%-69% Sedang 50%-59% Kurang 0%-49% Sangat kurang Sumber: Suharsimi Arikunto . Hasil perolehan skor peserta kemudian keberhasilan terhadap penguasaan materi seperti yang ditunjukkan ada tabel 1. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pada pengabdian kepada masyarakat ini Perencanaan Tahap tahapan awal sebelum dilakukannya Tahapan ini di mulai dengan survey dan wawancara kepada masyarakat setempat yang ada di Desa Banget. Berdasarkan hasil survey Tim PKM sepakat untuk menawarkan kegiatan sosialisi terkait dengan pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha. Kemidian TIM PKM melakukan perizinan kepada wilayah di desa Banget untuk melakukan kegiatan tersebut. TIM kemudian menyusun materi yang Sosialisasi Tahapan sosialsasi merupakan memberikan materi terkait dengan pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha. pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Sosialisasi ini dilakukan pada bulan Oktober 2023 di Balai Desa Banget Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Tepatnya pada hari JumAoat 27 Oktober 2023. Sasaran dari PKM ini adalah ibu-ibu PKK dari warga desa Banget sebanyak 50 orang. Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Peserta sosialisasi adalah para ibu-ibu rumah tangga yang tidak Mereka ingin membantu suaminya untuk menopang ekonomi rumah tangganya agar kebutuhan anggota keluarganya dapat terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian Andriana . , ada beberapa faktor yang menyebabkan istri harus memiliki menambah penghasilan rumah tangga, untuk membantu para suami karena penghasilannya belum mencukupi keperluan rumah tangga, beragamnya keperluan ibu rumah tangga, serta ingin menerapkan pengetahuan dan keterampilan usaha yang dimiliki. Perekonomian di dalam Rumah tangga yang kuat akan berdampak pada penguatan perekonomian masyarakat wilayah tersebut (Tuti Nadhifah dkk. Adapun materi yang disampaikan dalam pengabdian masyarakat yang ada di Desa Banget adalah sebagai Cara mentah menjadi stik pepaya. Pemanfaatan produk yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi berupa stik pepaya. Stik A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 39 pepaya adalah sejenis cemilan berupa keripik stik dari pepaya mentah. Makanan ini berwarna cerah, teksturnya kering, dan rasanya manis Cemilan ini cocok untuk pecinta buah Gambar 2. Stik pepaya Adapun proses pembuatan stik pepaya dapat diakses melalui link Barcode pada Gambar 2 Gambar 3. Link Tahapan Pembuatan Stik pepaya Kegiatan memanfaatkan sumber daya khususnya pepaya mentah yang melimpah. Kholifah (Kholifah, menambahkan bahwa produk pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 dijadikan home untuk menambah pendapatan kelompok mitra. Selain itu Herri Dkk (Heri, 2. dan Munawaroh (Munawaroh, wawasan kepada masyarakat potensi sumber daya lokal peningkatan pendapatan. Evaluasi Pada tahap terakhir. Tim PKM melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Evaluasi merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sengaja untuk mendapatkan informasiinformasi maupun data-data yang dapat direncanakan (Sulistyorini, 2. Pada tahap ini evaluasi ini dilakukan untuk mengukur keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Banget diukur dari perubahan kognitif masyarakat berupa penguasaan terhadap materi yang telah di sampaikan TIM PKM. Pada akhir kegiatan sosialisasi semua peserta diberikan soal test terkait dengan pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif Hasil perolehan test kemudian dianalisis dan di bandingkan dengan tabel kriteria penguasaan materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah bentuk pendampingan dan peningkatan pengetahuan pada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan masyarakat umum yang ada di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, kemudian A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 40 penyampaian materi yang dilatar belakangi oleh hasil sumber daya local berupa buah pepaya yang melimpah namun belum di optimalkan dalam pemanfaatannya. Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan pada buah pepaya masyarakat yang ada di Desa Banget. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Luaran kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan materi terkait dengan pemanfaatan pada buah pepaya khusunya pepaya mentah terhadap masyarakat yang ada di Desa Banget. Variabel yang diukur yaitu pengetahuan peserta PKM tentang manfaat pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha. Adapun hasil analisis perolehan dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Peserta Sebelum kegiatan PKM Kategori Jumlah Presentase Cukup Baik Kurang Sumber: Hasil dari Penelitian Dari tabel 2 di dapatkan hasil pengetahuan peserta baik sebanyak 15 atau 30% dan peserta yang kurang juga sebanyak 15% atau Tabel 3. Tingkat Pengetahuan Peserta Setelah kegiatan PKM Kategori Jumlah Presentase Cukup Baik Kurang Sumber: Hasil dari Penelitian. Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa PKM pengetahuan pada peserta PKM di Desa Banget sebanyak 10 orang atau 20% berada di kategori kurang dan 40 orang atau 80% berada dikategori minimal baik, yang artinya peserta yang mengikuti sosialisasi telah menguasai materi yang di sampaikan TIM PKM. Dengan demikian setelah kegiatan pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 PKM pengetahuan peserta PKM terjadi peningkatan dan dapat dikatakan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dilaksanakan di sesa Banget dapat dinyatakan berhasil. Oleh karena itu hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa banget menunjukkan ketertarikan dan antusias masyarakat tentang pemanfaatan buah pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai salah satu alternatif usaha. Masyarakat juga sangat bersemangat untuk mengetahui dan mendiskusikan tentang pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai salah satu alternatif usaha. Evaluasi pelaksanaan penyampaian materi yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai salah satu alternatif usaha. Sebelum Tim PKM menyampaikan materi para peserta yaitu Ibuibu PKK dan Masyarakat di Desa Banget belum mengetahui bahwa sumber daya lokal yang ada di Desa banget berupa pepaya dapat diinovasikan menjadi stik pepaya dan dapat menjadi salah satu alternatif usaha. Namun setelah dilakukannya kegiatan pengandian masyarakat oleh Tim PKM, masyarakat di Desa banget mempunyai wawasan yang lebih terkait hal tersebut. Hal ini dijelaskan pada diatas yang dimana sebagian besar peserta PKM yang terdiri dari Ibu-Ibu PKK dan masyarakat umum yang ada di Desa Banget memiliki pemahaman yang baik mengenai pemanfaatan buah pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai slah satu alternatif usaha. Hal ini mengidentifikasian bahwa upaya penyampaian materi berupa informasi mengenai topik pemanfaatan buah pepaya mentah menjadi stik pepaya menjadi salah satu alternatif usaha dapat dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan penguasaan peserta 40 orang atau 80% berada dikategori minimal baik, yang artinya peserta yang mengikuti sosialisasi telah menguasai materi yang di sampaikan TIM PKM. Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian Sabahiyah dkk . bahwa dikatakan pengetahuan peserta meningkat jika lebih dari 50% dari total peserta. Selain itu Ivtin A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 41 Kurniawati dkk . juga menambahkan bahwa pemnyampaian infomasi dapat meningkatkan pengetahuan orang. Pemanfaatan buah pepaya mentah yang dimana sebagai sumber daya lokal yang melimpak yang ada di Desa banget dapat diolah menjadi cemilan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu salah satu pemanfaatan pepaya mentah dapat dijadikan produk cemilan yang menarik dan diminati banyak orang yang layak untuk di pasarkan seperti stik pepaya. Oleh karena itu hasil pangan local yaitu pepaya dapat menjadi alternatif usaha yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan pemanfaatan pepaya tersebut masyarakat juga dapat sumber penghasilan pendapatan keluarga masyarakat yang ada di Desa Kecamatan Kaliwungu Kabpaten Kudus. Perekonomian di dalam Rumah tangga yang kuat akan berdampak pada penguatan perekonomian masyarakat wilayah tersebut (Tuti Nadhifah dkk, 2. Kholifah (Kholifah, 2. menambahkan bahwa produk berbahan pepaya dapat dijadikan home industry untuk menambah pendapatan rumah tanggaa taupun kelompok Selain itu Herri Dkk (Heri, 2. dan Munawaroh (Munawaroh, 2. juga menjelaskan bahwa dengan memberi memaksimalkan potensi sumber daya lokal Selain itu masyarakat juga dapat menjadikan produk ini sebagai alternatif usaha sampingan. Oleh karena kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha sangat penting di kalangan masyarakat khususnya di Desa Banget, yang dimana di Desa banget memiliki sumber daya lokal berupa pepaya yang banyak dan kurang Kurangnya pengetahuan dan inovasi masyarakat adalah faktor yang menyebabkan tidak optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal berupa pepaya mentah. Kegiatan penyluhan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan pepaya pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 mentah menjadi stik pepaya menjadi salah satu alternatif usaha. Namun pada kegiatan pengamdian kepada masyarakat (PKM) di Desa banget terdapat penyuluhan hanya diikuti oleh ibu-ibu PKK dan sebagian masyarakat Desa Banget saja yang dijadikan sampel pada kegiatan ini. Padahal menurut BPS . penduduk di Desa Banget berjumlah 4. 416 penduduk, sehingga pemberian pengetahuan tidak merata di semua penduduk di Desa Banget. KESIMPULAN PKM Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus disambut dengan baik dan antusias oleh siswa. Dengan pemanfaatan pepaya mentah menjadi stik pepaya sebagai alternatif usaha. Proses pemberian materi berjalan lancar dengan melaksanakan melalui metode ceramah, tanya jawab dan diskusi sehingga didapatkan pertanyaan-pertanyaan yang menarik dan berbobot terkait materi yang disampaikan. Implementasi yang berkelanjutan pada pengoptimalkan sumber daya alam yang ada, mampu menambah pengetahuan inovasi dan meningkatkan kreatifitas SDM serta sebagai alternatif usaha. Akan tetapi masih kurangnya kemapuan dalam pengemasan dan pemasaran produk. UCAPAN TERIMA KASIH Kami menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Banget Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus yang telah memberikan ijin dan Terimakasih kepada mahasiswa yang telah membantu kami selama pelatihan. Tak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu Banget menyempatkan waktu dan aktif dalam Demikian menyampaikan terimakasih kepada rektor dan LPPM Universitas Muhammadiyah A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 35-43 | 42 Kudus atas restunya dan mohon maaf atas semua kesalahan. DAFTAR PUSTAKA