SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 103 - 109 Pendampingan Dan Penguatan Produk Kreatif Hasil Limbah Tangkap Pada KUBE Nelayan Melalui Branding dan Legalitas Produk Veny Puspita1*. Sintia Safrianti2. Janusi Waliamin3. Sherly Nelsa Fitri4. Okka Adittio Putra5. Eko Wediyanto6 Herry Novrianda7. Risnita Tri Utami8 1,2,3,5,6,8 Universitas Prof Dr. Hazairin SH, 7Universitas Terbuka e-mail: venypuspita2288@gmail. com1, sintiasafirianti192@gmail. jwaliamin@gmail. com3, sherlynelsafitri@gmail. com4, okkaadittio. putra@gmail. wediyantoeko@gmail. com6, herry. novrianda@ecampus. id7, risnita. triutami@gmail. *Penulis Korespondensi: E-mail: Venypuspita2288@gmail. Abstract To form productive resources in fishing groups such as creative product development. Creative products that can be developed within fishermen groups include processing catch waste into creative products that have economic value, such as: Liquid organic fertilizer (POC), fish food, cat food, chicken food and All of these products can be produced in the Sejahtera Bengkulu fishermen group. The Bengkulu Prosperous Fishermen's Group, numbering 42 people, in their fishing activities, releases fish The problems in the Bengkulu Fishermen's Joint Business Group (KUBE) are product branding and product legality. The aim of this activity is to provide understanding to the Bengkulu prosperous fishermen joint business group in making product packaging, logos and product brands. With product branding that is marketed widely both online and offline and members of the Bengkulu prosperous fishermen group understand the importance of building enthusiasm and a frame of mind regarding the importance of managing business legality for business actors so that business actors can compete with their competitors so that it is hoped that there will be an increase in the welfare of fishing group. The result of this activity is creative economy product branding and understanding the importance of product legality. Key words: Branding. Creative Economy Products. Mentoring and Strengthening. Legality Abstrak Guna membentuk sumber daya produktif dalam kelompok nelayan banyak caranya seperti pengembangan produk kreatif. Produk kreatif yang dapat dikembangkan didalam kelompok nelayan seperti mengolah limbah tangkap menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi seperti : Pupuk organic cair (POC), makanan ikan, makanan kucing, makanan ayam dan kerupuk. Semua produk tersebut dapat diproduksi di dalam kelompok nelayan Sejahtera Bengkulu. Kelompok Nelayan Sejahtera Bengkulu yang berjumlah 42 orang yang mana dalam aktivitas tangkap mereka mengeluarkan limbah tangkap ikan Permasalahan yang ada dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) nelayan Bengkulu adalah branding produk dan legalitas produk. Adapun yang menjadi tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman pada kelompok usaha bersama nelayan sejahtera Bengkulu dalam membuat kemasan produk logo dan merek produk. Dengan adanya branding produk yang dipasarkan secara luas baik secara online atau offline dan anggota kelompok nelayan sejahtera bengkulu memahami pentingnya membangun sebuah semangat dan kerangka pikir terhadap pentingnya mengurus legalitas usaha bagi pelaku usaha sehingga para pelaku usaha dapat bersaing dengan para pesaingnya sehingga diharapkan akan adanya peningkatan kesejahteraan dari kelompok nelayan. Hasil kegiatan ini adalah branding produk ekonomi kreatif dan paham pentingnya legalitas produk. Kata kunci: Branding . Legalitas. Pendampingan dan Penguatan. Produk Ekonomi Kreatif DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 103 - 109 PENDAHULUAN Masalah sosial utama yang dihadapi oleh masyarakat sekitar pesisir di Indonesia adalah kemiskinan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (Statistik, 2. menunjukkan penurunan hanya saja angka kemiskinan masih pada kisaran 20 hingga 48 persen nelayan di Indonesia masih miskin. Bahkan nelayan belum memiliki keberdayaan ekonomi. Sehingga fenomena data tersebut dapat menjadi gambaran kemiskinan yang terjadi disekitar nelayan khususnya yang ada di Kota Bengkulu. Banyak program kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mereduksi angka kemiskinan dikalangan kelompok nelayan seperti yaitu kelompok usaha bersama atau KUBE. (Agustin N, 2. Keberadaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam kelompok nelayan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dari kelompok nelayan (Diah Ayu Ningrum, 2. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini berguna pemenuhan kebutuhan sehari-hari, peningkatan pendapatan keluarga, meningkatkan pendidikan keluarga nelayan, dan meningkatkan derajat kesehatan keluarga nelayan. Kelompok usaha bersama nelayan ini dapat menjadi wadah bagi kelompok nelayan dalam mengembangkan kreativitas, memunculkan semangat kebersamaan, dan kesetiakawanan sosial, memunculkan sikap kemandirian, kemauan dan dapat menjadi wadah berkembangnya sumber daya manusia di dalam kelompok nelayan. Untuk membentuk sumber daya produktif dalam kelompok nelayan banyak caranya seperti pengembangan produk kreatif. Produk kreatif yang dapat dikembangkan di dalam kelompok nelayan seperti pengolahan limbah tangkap menjadi produk kreatif seperti: Pupuk Organic Cair (POC), makanan kucing, makanan ikan, makanan ayam, kerupuk. Semua produk tersebut dapat diproduksi di dalam kelompok nelayan Sejahtera Bengkulu. Kelompok Nelayan Sejahtera Bengkulu yang berjumlah 42 orang yang mana dalam aktivitas tangkap mereka mengeluarkan limbah tangkap ikan. Kegiatan industri nelayan dapat mengeluarkan limbah yang sepenuhnya belum dimanfaatkan dengan baik, seperti bagian badan ikan : ekor, sirip, jeroan dan insang, yang seluruhnya berjumlah hampir 25% dari berat bobot ikan (Abida et al. , 2. Usaha bersama nelayan (KUBE) dalam kelompok nelayan telah mengolah beberapa limbah ikan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis, hanya saja produk ekonomis yang dikembangkan dalam kelompok usaha bersama ini belum memiliki branding dan legalitas usaha maka dari itu perlu untuk dilakukan pendampingan dan Menurut Jumali, dalam (Darastri Latifah, 2. pendampingan merupakan sebuah proses yang dilakukan guna memfasilitasi mencari jalan terhadap berbagai permasalahan. Dalam kegiatan pendampingan ini dibutuhkan peran para pendamping guna membantu mencari jalan mengarahkan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. ada dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) nelayan Bengkulu adalah branding produk dan legalitas produk. Branding produk merupakan simbol atau desain yang menggambarkan identitas sebuah produk yang dipasarkan (Margaretha ardhanari, 2. Dengan membangun branding produk dapat dengan mudah dilihat kerena memiliki keunikan dengan berbagai warna dan desain yang meyakinkan calon pembeli. Elemen penting yang harus diperhatikan dalam membentuk branding seperti desain, logo, mama produk, kemasan dan pesan produk. Branding produk ini bertujuan untuk membedakan produk yang dihasilkan di dalam kelompok usaha bersama (KUBE) dengan produk lainnya yang ada di pasar. Saat ini kelompok usaha bersama (KUBE) Nelayan Sejahtera Bengkulu sudah mampu menghasilkan produk tetapi belum memahami branding dan legalitas usaha agar produk yang mereka hasilkan dapat berkembang dan bersaing serta memiliki perlindungan hukum. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 103 - 109 Tujuan dari kegiatan ini yaitu menurunkan angka kemiskinan dan memutus mata rantainya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan nelayan sehingga diharapkan akan adanya peningkatan kesejahteraan dari kelompok nelayan. METODE PELAKSANAAN Mira dalam kegiatan adalah kelompok usaha bersama nelayan (KUBE) Nelayan Sejahtera Bengkulu yang berlokasi di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Target sasaran dalam kegiatan ini berjumlah 42 orang yang tergabung dalam kelompok usaha bersama nelayan sejahtera Bengkulu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan selama bulan Januari 2024. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Partisifatory Action Riset (PAR) dimana dengan menggunakan pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi dan permasalahan yang terjadi dan mendorong partisipasi aktifnya, keikutsertaan masyarakat di dalam kegiatan yang diharapkan terjadinya perubahan (Rahmat. , & Mirnawati, 2. , dengan metode yang dilakukan ini akan dapat menciptakan partisipasi dari para anggota kelompok usaha bersama (KUBE) Nelayan untuk mengidentifikasi dan memahami permasalahan yang timbul di dalam kelompok ini selanjutnya untuk dianalisis dan melakukan berbagai aksi perubahan dan melakukan evaluasi dan refleksi dari hasil kinerja mereka, sehingga akan terwujudnya suatu informasi pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan taraf hidup secara ekonomi dari anggota kelompok usaha bersama ini dan mendapatkan perlindungan hukum. Adapun tahapan kegiatan : Identifikasi masalah mendasar. Tahap pendampingan dan penguatan produk ekonomi kreatif dalam kelompok Usaha Bersama Nelayan Sejahtera bengkulu. Tahap Pendampingan dan penguatan legalitas produk ekonomi kreatif dalam kelompok Usaha Bersama Nelayan Sejahtera bengkulu. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara : melaksanakan evaluasi secara tersistem sebanyak dua kali dalam satu tahun guna melihat ketercapaian sebuah kegiatan yang telah di laksanakan, dari hasil evaluasi ini nantinya dapat terlihat beberapa alternatif pengambilan keputusan, (Netriwinda. Yaswinda. Movitaria, 2. HASIL dan PEMBAHASAN Hasil identifikasi masalah mendasar Berdasarkan hasil dari tahap wawancara yang dilakukan dengan ketua kelompok usaha bersama (KUBE) Nelayan Sejahtera Bengkulu diketahui bahwa ada lima produk ekonomi kreatif hasil limbah tangkap yang telah di produksi oleh kelompok nelayan sejahtera Bengkulu seperti Pupuk Organic Cair (POC), makanan ikan, makanan kucing, kerupuk dan makanan ayam tetapi kelompok usaha bersama nelayan ini belum memahami branding produk dan mendaftarkan legalitas usaha mereka, ditunjukkan pada Gambar 1. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 103 - 109 Gambar 1. Proses Pelaksanaan Identifikasi Masalah Mitra Hasil pendampingan dan penguatan produk ekonomi kreatif dalam kelompok Usaha Bersama Nelayan Sejahtera bengkulu Hasil pendampingan dan penguatan produk ekonomi kreatif yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan anggota kelompok usaha bersama kelompok nelayan sejahtera bengkulu memahami bagaimana menyusun, mendesain sebuah rencana strategi dan mengkomunikasikan nama, identitas, logo serta tujuan dalam membangun sebuah reputasi produk ekonomi kreatif ini sehingga dapat akan lebih mudah dalam membangun sebuah brand image produk sebagai pembeda dengan produk lain dan akan menarik orang untuk membeli produk tersebut yang ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Pendampingan Penguatan Branding Produk DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 103 - 109 Gambar 3. Hasil Desain Produk Hasil Pendampingan Hasil pendampingan dan penguatan legalitas produk ekonomi kreatif dalam kelompok Usaha Bersama Nelayan Sejahtera Bengkulu Legalitas usaha merupakan sebuah standarisasi yang harus di penuhi oleh para pelaku usaha (Aminah s, 2. Legalitas usaha ini merupakan sebuah tuntutan yang harus dipenuhi sebagai sebuah syarat guna dapat memasuki persaingan di era pasar bebas yang diperlihatkan pada Gambar 4. Beberapa kendala yang dihadapi didalam kelompok usaha bersama nelayan sejahtera Bengkulu seperti minimnya dana guna pengurusan legalitas, ketidak pahaman dalam mengurus surat menyurat serta kurangnya pengetahuan akan pentingnya legalitas. Hasil dari kegiatan ini anggota kelompok nelayan memahami pentingnya membangun sebuah semangat dan kerangka pikir terhadap pentingnya mengurus legalitas usaha bagi para penggiat usaha sehingga para penggiat usaha ini dapat bersaing dengan para kompetitornya. Gambar 4. Pendampingan dan Penguatan Legalitas Usaha Sejalan dengan pendapat (Haroen, 2. , membangun branding memiliki manfaat seperti terbangunnya diferensiasi produk, menghasilkan personal brand, membangun positioning produk, memperkuat persepsi brand, menjadi jembatan terbangunnya trust . menjadi pesan kepada masyarakat bahwa kehadiran Anda . akan menjadi solusi atas permasalahan ataupun kebutuhan masyarakat, sehingga para pelaku personal branding dapat menggiring masyarakat untuk bertindak mendukung dan memilih. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 103 - 109 Hasil Evaluasi pelaksanaan Program Pada akhir seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Kelompok Usaha bersama Nelayan Sejahtera Bengkulu dilaksanakan post test dengan beberapa pernyataan mengenai materi dan rangkaian kegiatan pendampingan dan penguatan yang telah di lakukan guna membuat penilaian tingkat pemahaman para anggota kelompok nelayan. Dari hasil post test yang dilakukan diperoleh beberapa hasil sebagai Tabel 1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan Pernyataan Benar Salah 1 Produk kreatif belum memiliki produk branding 42 dan legalitas usaha 2 Pemahaman tentang produk branding 3 Pemahaman tentang langkah pembentukan produk 39 4 Pemahaman tentang legalitas usaha 5 Pemahaman tentang tahapan pembuatan legalitas 38 Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan diketahui bahwa terdapat produk limbah hasil tangkap yang di buat produk industri kreatif yang belum memiliki produk branding dan legalitas produk dengan persentase 100%, dan lebih dari 90% anggota kelompok usaha bersama (KUBE) nelayan sejahtera Bengkulu memahami tentang produk branding. Langkah pembentukan produk branding, pemahaman legalitas dan tahapan pembuatan legalitas produk. KESIMPULAN Kegiatan pendampingan dan penguatan produk ekonomi kreatif dari limbah tangkap melalui branding dan legalitas produk telah memberikan pemahaman pada kelompok usaha bersama nelayan sejahtera Bengkulu dalam membuat kemasan produk logo dan merek produk. Dengan adanya branding produk yang dipasarkan secara luas baik secara online atau offline dan anggota kelompok nelayan sejahtera bengkulu memahami pentingnya membangun sebuah semangat dan kerangka pikir terhadap pentingnya mengurus legalitas usaha bagi pelaku usaha sehingga para pelaku usaha dapat bersaing dengan para pesaingnya. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof Dr. Hazairin SH yang telah memberikan dukungan baik moril maupun material guna terlaksananya kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA