SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Kelompok Bidang: Keanekaragaman Hayati dan Bioprospeksi Identifikasi Jenis dan Peran Ekologi Burung di Sekitar Wilayah Dusun Turi Desa Kembangan Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek Oleh Amin Indra Wahyuni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jl Ir H Juanda No. 95 Cempaka Putih, 15412 Tangerang Selatan wahyuni18@mhs. ABSTRAK Burung adalah kenakekaragaman hayati yang memiliki memiliki nilai tinggi secara ekologis, ilmu pengetahuan dan ekonomi. Kurangnya keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian mengancam keberadaan burung di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan peran ekologi burung di sekitar wilayah Dusun Turi Desa Kembangan Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, sehingga dapat menjadi informasi beberapa jenis dan peran ekologis burung yang hidup di wilayah ini, salah satunya burung kicau yang sering diambil dari alam. Metode yang digunakan adalah eksplorasi menggunakan kamera untuk mengambil foto burung, kemudian dilakukan identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi burung McKinnon . serta identifikasi dari suara. Ditemukan 15 jenis burung dari 13 famili yang diantarnya. 46,7% spesies burung sebagai pengedali hama, 13,3% spesies burung sebagai penyebar biji, 13,3% spesies burung pengendali rumput, 13,3% spesies burung polinator dan 13,3% spesies burung predator. Tingginya persentase burung pengendali hama menandakan kondisi habitat yang seimbang antara serangga sebagai hama dan burung sebagai pengendali hama biologis. Kata Kunci: Burung. Indentifikasi. Peran Ekologi. Trenggalek ABSTRACT Birds are highly valuable biodiversity in ecological function, knowledges and economic. The less sustainable utilization and preservation threaten their existence in a region. This research is aimed to identify the species and ecological function of birds were live in around Turi. Kembangan village. Pule. Trenggalek district and expected to provide information about several species and ecological function of birds in this area, including chirping birds that often taken from nature. The method used in this research is explored using camera to take the picture of the birds and identified with identification guide book MacKinnon . and voice 15 species were found from 13 families which: 46. 7% of bird species as pest controllers, 13. of bird species as seed dispersals, 13. 3% of grass control bird species, 13. 3% of pollinator bird species and 3% of predatory bird species. High percentage of bird species as pest controllers indicates a balanced habitat condition between insects as pests and birds as biological pest controllers. Keywords: Birds. Ecological Function. Identification. Trenggalek District PENDAHULUAN Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah burung yang jenisnya mencapai 1598 jenis burung ditemukan di wilayah Indonesia (Sukmantoro, 2. dan menurut Susanti . , 1. 666 jenis di Indonesia yang mampu hidup di kawasan hutan dan juga perkotaan. Hingga saat ini, jumlah spesies burung di Indonesia mencapai 1. 812 jenis (Junaid, 2. Burung adalah salah satu satwa yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan dan berbagai usia. Ketertarikan ini dilatar belakangi oleh keindahan warna dan suara burung, migrasi burung yang kerap terjadi dalam jumlah ribuan, tertantang SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 untuk mengidentifikasi jenis dan menarik orang-orang yang menyukai kegiatan alam dalam penemuan hal-hal Burung akan memanfaatkan beberapa strata vegetasi untuk menunjang aktivitas hariannya, seperti berkicau, mempertahankan teritori saat di sarang ataupun tanda adanya sumber pakan dan ancaman dari predator (Asrianny et. , 2. , merupakan salah satu biodiversitas yang banyak dijumpai di hampir setiap tempat, dan bernilai tinggi secara ekologis, ilmu pengetahuan, seni, rekreasi dan ekonomi (Baihaqi, 2. selain itu burung juga berperan dalam berbagai budaya masyarakat (Rumanasari, et. , 2. Secara ekologis, burung berperan sebagai bioindikator baik atau tidaknya kualitas lingkungan karena perannya sebagai polinator bunga, penyebaran biji, dan kontrol alami hama di alam (Saefullah, et. , 2. Burung dapat dijadikan bioindikator juga karena memiliki karakteristik peka terhadap perubahan lingkungan, dapat hidup pada berbagai habitat di seluruh dunia, dan penyebarannya sudah cukup diketahui (Kinnaird, 1. sehingga seringkali menjadi topik penelitian dan kajian bagi para pemerhati lingkungan karena kepekaannya terhadap perubahan alam. Burung juga memiliki nilai ekonomis, contohnya burung walet yang membuat sarang dari air liurnya dan memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dibudidayakan (Harapuspa & Fitriani, 2. Burung juga dimanfaatkan untuk jadi komoditi perdagangan seperti peternakan burung Peternakan/penangkaran burung kicau menjadi peluang bisnis yang dibuka oleh para pehobi burung (Pratama, 2. Beberapa cara untuk memperoleh indukan di alam bebas dilakukan dengan langkah yang salah yaitu dengan jerat maupun pukat dari getah pohon cempedak yang dapat membunuh dan menyakiti Pengambilan dari alam secara langsung dan tidak dibudidayakan melaikan langsung dijual akan menimbulkan risiko habisnya burung di alam dan akan berdampak buruk dalam ekosistem sehingga keragaman burung di Indonesia perlu di lindungi dan dilestarikan untuk pemanfaatan yang berkesinambungan sebelum hilang dan habis dengan tindak eksploitasi tanpa pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis burung di sekitar wilayah Dusun Turi Desa Kembangan Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dan diharapkan dapat menjadi informasi jenis-jenis burung yang ada. METODE PENELITIAN 1 Lokasi dan waktu Penelitian ini dilaksanakan di sekitar RT 03/ RW 02 Dusun Turi Desa Kembangan Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek pada bulan Agustus dengan metode eksplorasi. Pengamatan dilakukan selama 7 hari dan dilakukan pada pukul 06:00-10:00 dan 13:00-17:00 2 Alat dan bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah penunjuk waktu, tabulasi data, kamera Sonny HX400 dan alat tulis. 3 Koleksi data Pengamatan langsung dilakukan dengan metode eksplorasi dan perjumpaan langsung, burung diamati dan diambil fotonya kemudian dilakukan identifikasi menggunakan Buku Panduan Lapangan Mc. Kinnon . SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Data keberadaan burung yang dicatat meliputi perjumpaan langsung dan suara yang terdengar (Jones et. 4 Analisis data Data disajikan dalam tabel dan dianalisis secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Burung yang teramati secara langsung pada penelitian ini berjumlah 15 jenis dari 13 famili, diantaranya: Nectariniidae. Estrildidae. Pycnonotidae. Picidae. Aegithinidae. Campephagidae. Halyconidae. Alcedinidae,Cuculidae. Cisticolidae. Columbidae. Apodidae . Rallidae. 13 jenis teridentifikasi dari pengamatan langsung dan 2 jenis dari suara yang terdengar. Tabel 1. Jenis-Jenis Burung di Sekitar Wilayah Dusun Turi Desa Kembangan Nama Ilmiah Nama Indonesia Cinnyris jugularis Madu Sriganti Sogok Ontong Anthreptes Dicaeum Lonchura Pycnonotus Dendrocopos Aegithina tiphia Madu Kelapa Tida Cabai Bunga Api Bondol Jawa Pindong Berjet. Pindong Merjet Pipit bondol, emprit Cangkurileng. Ketilang. Gethilang Caladi tilik. Pelatuk ulam Pericrocotus Halycon Todiramphus Prinia familiaris Sepah Kecil Cipo, sirdum, sirtu, cipeuw, kunyit kecil Mantenan Cekakak Jawa Tengkek Javan Kingfisher Cekakak Sungai Prenjak Jawa Sengke. Tengke. Pepate/Papate Ciblek Cacomantis Wiwik Uncuing Amaurornis Collocalia linchi Kareo Padi Daradasih, kedasi, sit uncuing, sirit uncuing, emprit ganthil Truwok, ayam-ayam Sriti Collared Kingfisher Bar-winged Prinia Rusty-breasted Cuckoo/ Brush Cuckoo White-breasted Waterhen Cave swiftlet Columba livia Merpati batu Merpati Karang. Merpati Balap Rock dove, rock Cucak Kutilang Caladi Ulam Cipoh Kacat Walet linchi Nama Lokal Status (IUCN) LC-Stable Nama Inggris Lokasi Olive-backed Sunbird Brown-throated Orange-bellied Javan munia Kebun Pekarangan Kebun Pekarangan Kebun Pekarangan Sawah Sooty-headed Bulbul Fulvous-breasted Woodpecker Common lora Kebun Pekarangan Kebun Pekarangan Kebun Pekarangan Kebun Pekarangan Di dekat aliran Di dekat aliran Kebun Pekarangan Kebun Pekarangan Sawah Kebun Pekarangan Hutan Pinus LCDecreasing LCDecreasing Small minivet LC-Stable LC-Stable LC-Stable LC-Stable LC-Stable LCDecreasing LCDecreasing LC- Stable LC-Stable SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Gambar 1. Dokumentasi burung yang ditemukan di dusun Turi sebagai polinator: . Cinnyris jugularis, . Anthereptes malacensis, sebagai pemencar biji: . Pycnonotus aurigaster, . Dicaeum trigonostigma Burung madu sriganti (Cinnyris jugulari. adalah burung pemakan nektar, serangga kecil dan laba-laba dengan ciri paruh panjang dan melengkung. Ukuran tubuhnya sekitar 10 cm, leher dan punggung berwarna hitam ungu metalik dengan perut kuning dan punggung hijau zaitun untuk jantan sedangkan betina memiliki perut kuning terang tanpa warna hitam ungu mmetalik (McKinnon, 2. Burung ini memiliki peran sebagai polinator tumbuhan dan tanaman yang hidup di hutan dan perkebunan. Sering ditemukan di pekarangan rumah, taman dan perkebunan. Kemampuan berkicaunya membuat ia banyak diminati masyarakat. Burung madu kelapa (Anthreptes malacensi. adalah burung pemakan nektar yang sering ditemukan di manggar . unga pohon kelap. Memiliki ukuran tubuh sekitar 12 cm dengan warna mahkota dan punggung hijau terang, sayap, ekor ungu metalik, leher coklat tua dan bagian tubuh bawah berwarna kuning. Burung madu kelapa merupakan burung penetap, bersifat teritorial secara agresif mengusir burung madu lain dari pohon sumber makanannya (Arini et al. Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaste. merupakan burung yang seringkali dijumpai di berbagai habitat mulai dari pekarangan, perkebunan, dan wilayah urban. Cucak kutilang memiliki ukuran sekitar 20 cm dengan corak hitam di kepalaA berjambul pendek, tungging jingga kuning dan tunggir berwarna putih (MacKinnon, et. , 2. Cucak kutilang merupakan pemakan buah, seringkali ditemukan bertengger dan memakan buah pisang dan pepaya (Sari, et. , 2. Dalam penelitian Setia . disebutkan juga bahwa Cucak kutilang merupakan salahsatu satwa yang menjadi agen pemencar biji dan membantu proses regenerasi hutan. Burung cabai bunga api (Dicaeum trigonostigm. adalah burung yang paling kecil ukurannya yaitu 8cm dan merupakan burung pemakan buah-buahan kecil dan serangga. Bulu pada bagian punggung berwarna jingga dan kepala biru gelap, bagian sayap dan ekor biru gelap, bagian leher abu-abu dan bulu bagian perut berwarna jingga untuk burung jantan (Kamal, et. , 2. dan untuk burung betina memiliki warna punggung, sayap dan ekor kehijauan. Burung cabai bunga api sering dijumpai di hutan dan pekarangan. Termasuk burung kicau dan rentan menjadi objek perburuan (Wisuda, 2. Berdasarkan PP. No. 7 Tahun 1999 yang mengacu pada UU no. 5 tahun 1990. Cinnyris jugularis. Anthreptes malacensis, dan Dicaeum trigonostigma termasuk ke dalam famili Nectariniidae dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Gambar 2. Dokumentasi burung yang ditemukan di dusun Turi sebagai pengendali hama . Dendrocopos macei . Aegithina tiphia . Amaurornis phoenicurus . Pericrocotus cunnamamomeus Caladi ulam (Dendrocopos mace. adalah burung pelatuk yang merupakan burung pemakan serangga, larva, semut dan kalajengking yang memiliki ukuran tubuh 18 cm dengan warna hitam dan putih bergarisgaris, bagian muka putih dan kerah hitam. Tubuh bagian atas bergaris hitam putih dan bagian bawah kuning tua serta memiliki mahkota berwarna merah untuk jantan dan hitam untuk betina. Burung ini ini sering ditemukan sedang mematuk batang karena merupakan salah satu bangsa Picidae atau woodpecker . Burung ini terancam perburuan karena suaranya yang digunakan untuk masteran (Mubarok, 2. Masteran memiliki pengertian melatih burung untuk menirukan suara burung lain dengan tujuan memperbanyak variasi lagu/kicauan burung. Burung ini mudah ditemui di hutan, perkebunan dan pekarangan. Cipoh kacat (Aegithina tiphi. adalah burung petengger dengan siulan khas berbunyi Auci-pow, ciipowAy dengan ukuran 14 cm, berwarna hijau dan kuning dengan dua garis putih mencolok pada bagian sayapnya yang Bagian tubuh atas berwarna hijau zaitun, dengan sisi bulu putih dan lingkar mata dan tubuh bagian bawah berwarna kuning (Ayat, 2. Paruhnya berbentuk segitiga, tajam, dan kecil. Burung ini aktif mencari serangga dan biji-bijian untuk dimakan. Burung ini hidup dalam kelompok kecil dan membuat sarang berupa kantung yang tergantung (MacKinnon et. , 2. Kareo padi (Amaurornis phoenicuru. merupakan salah satu jenis burung air yang dapat ditemukan di sawah dan lahan basah berair. Memiliki tubuh ramping dan ekor pendek dengan ukuran hingga 20 cm, memiliki bulu berwarna coklat keabuan tua dengan leher dan dada yang berwarna putih. Kareo padi termasuk kedalam famili Rallidae yang memiliki sifat sangat sensitif terhadap suara. Kareo padi bergerak sangat gesit dan memiliki variasi makanan yang beragam terdiri atas invertebrata . acing dan molusc. sehingga menjadi pengendali hama di ekosistem sawah. Selain itu, famili Raliidae juga memakan biji-bijian, bagian tumbuhan seperti akar, tunas dan daun, beras, jagung, buah bahkan sisa makanan manusia. (Eddy, et. , 2. Sepah kecil (Pericrocotus cinnamomeu. memiliki tubuh dengan ukuran 15 cm dan warna kepala abuabu tua, bagian dada oranye dan menguning ke arah tunggir dan pada betina warna lebih muda dan tubuh bagian bawah keputih-putihan lebih buram. Burung ini sering ditemui dalam kelompok,terbang aktif dan ribut berpindah-pindah di tajuk atas pepohonan yang tinggi, dan memakan serangga kecil seperti ulat dan laba-laba. Sepah kecil cinnamomeu. menyenangi lahan dengn tumbuhan bawah tajuk yang relatif terbuka (Noerdjito Terdapat tiga jenis burung pengendali hama lain yang tidak diperoleh dokumentasinya diantaranya adalah walet linchi (Collocalia linch. , dan dua jenis yang diidentifikasi dari suara yaitu Wiwik uncuing (Cacomantis SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 sepulclari. dan Prenjak jawa (Prinia familiari. Burung walet linchi lebih dikenal dengan nama sriti, merupakan salah satu ordo apodidae . aki sem. yang memiliki ciri kaki kecil dan tidak memungkinkan untuk bertengger selain di sarangnya sehingga jarang ditemukan sedang bertengger di dahan, mudah dijumpai dan termasuk burung pemakan serangga kecil. Burung ini berukuran 10 cm dengan tubuh bagian atas berwarna hitam kehijauan buram, tubuh bagian bawah abu-abu jelaga, perut keputih-putihan dan ekor sedikit bertakik (McKinnon, 2. Wiwik uncuing (Cacomantis sepulclari. merupakan anggota ordo Cuculiformes yang memiliki ciri ekor panjang, tubuhnya berukuran 23 cm dengan kepala abu-abu, punggung, sayap dan ekor coklat keabu-abuan, bagian tubuh bawah berwarna merah karat. Merupakan jenis burung yang menyukai tengah dan tepi hutan, tumbuhan sekunder, perkebunan dan pekarangan (MacKinnon, 2. Burung wiwik uncuing sering disebut burung kedasih dengan ciri khas suara yang sering dianggap sebagai tanda kematian. Suara wiwik uncuing nyaring namun individu cukup sulit ditemukan. Merupakan burung yang secara ekologis berperan sebagai pengendali hama karena mamakan serangga bahkan ulat dengan tampilan warna yang tidak menarik dan cenderung menyeramkan. (Mulyani, 2. Prenjak jawa (Prinia familiari. merupakan burung yang hidup berkelompok, bersuara keras dan ribut. Pemakan serangga yang umumnya serangga hama sehingga dapat menjadi pengendali hama alami (Rini. Memiliki ukuran 13 cm, paruh runcing dan bagian tubuh atas berwarna cokelat hijau-zaitun, leher dan dada putih, perut dan tungir kekuningan. Sisi dada berwarna keabu-abuan dan sayapnya memiliki dua garis putih dengan ekor panjang berawarna hitam dan putih (McKinnon, 2. Burung prenjak jawa menyukai semak dan perdu untuk beraktivitas (Winnasis,et. Gambar 3. Dokumentasi burung yang ditemukan di dusun Turi sebagai burung pemangsa . Halycon cyanoventris . Todirhamphus chloris . Lonchura leucogastroides Cekakak jawa (Halycon cyanoventri. merupakan anggota famili alcedenidae yang berukuran 25 cm, berwarna gelap dengan kepala dan leher berwarna coklat, perut dan punggung berwarna biru dan sayap hitam. Memiliki kebiasaan bertengger pada cabang rendah pohon (MacKinnon, 2. dan kadang-kadang bertengger di kabel. Cekakak jawa merupakan burung predator endemik Jawa-Bali yang berperan sebagai indikator kualitas ekosistem karena berperan sebagai pemakan serangga, amfibi, ika dan merupakan satwa dilindungi di Indonesia (Aliyani, et. , 2. Cekakak Sungai (Todiramphus chlori. juga merupakan famili Alcedinidae yang memiliki ukuran tubuh 24 cm, dengan mahkota, sayap, punggung dan ekor biru terang dan bagian perut dan kerah berwarna putih sehingga disebut Collared kingfisher karena tampak seperti mengenakan kalung. Sering ditemui di tepi sungai SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 dan pada ranting pohon. Merupakan burung pemangsa katak, udang, serangga kecil, kepiting, ikan kecil, siput, dan cacing. Memiliki perilaku membantingkan mangsanya lebih dulu sebelum dimakan serta memiliki suara keras dan ribut (MacKinnon, 2. Cekakak jawa dan cekakak sungai merupakan jenis burung pemangsa vertebrata besar sehingga keberadaannya memiliki peran sebagai bioindikator lingkungan yang sehat karena kelimpahan pakannya (Pribadi, 2. Bondol haji (Lonchura leucogastroide. ini memiliki tubuh yang kecil 11 cm dan tubuh bagian atas berwarna cokelat tua dengan perut berwarna putih, dada dan muka berwarna hitam, paruh pendek hitam dan ekor kecoklatan. Memiliki kebiasaan mengunjungi lahan pertanian dan lahan berumput alami. Selain itu, jenis ini sering teramati dalam kelompok selama musim panen padi (MacKinnon et al. , 2. Burung bondol haji mampu beradaptasi dengan berbagai macam tipe habitat sangat ditunjukkan dengan mencapai kemampuannya berkembangbiak mampu mencapai . ,7%) di habitat perkotaan dan . ,6%) di habitat aslinya (Sharma, et ,2. selain itu, bondol jawa (Lonchura leucogastroide. di Indonesia jugamemiliki penyebaran yang sangat luas (McKinnon, 2. Columba livia adalah burung pemakan biji dengan ciri tubuh kepala kecil dan tubuh yang besar dengan ukuran 32 cm dengan warna abu kebiruan, memiliki garis hitam pada sayap dan ujung ekor dan kilauan ungu kehijauan pada kepala dan dada (MacKinnon, 2. Burung ini termasuk pemakan biji-bijian dan bisa ditemukan beraktivitas permukaan tanah juga di atas tajuk (Pranoto, 2. Bondol haji dan merpati batu merupakan burung granivor . emakan biji-bijia. yang dapat berperan sebagai pengendali rumput liar meskipun dalam agro-ekosistem seringkali dianggap hama namun memiliki peran dan kontribusi dalam perpindahan biomasa dari produsen kepada konsumen (Turcek, 2. Beberapa jenis burung yang memiliki kicauan yang menarik seperti Cinnyris jugularis. Anthreptes malacensis. Dicaeum trigonostigma. Dendrocopos macei. Aegithina tiphia dan Prinia familiaris seringkali menarik perhatian masyarakat sekitar. Kicauan adalah ciri khas burung yang merupakan vokalisasi karena organ khususnya yang bernama siring. Kicauan burung berfungsi untuk mempertahankan wilayah dan menarik pasangan (Lovette & Fitzpatrick, 2. Peran kompleks burung menghadapi ancaman pengambilan dari alam secara berlebihan terutama burung kicau di wilayah ini yang berpotensi dieksploitasi untuk dijual sehingga perlu diketahui peran pentingnya dalam ekosistem sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Burung memiliki peran ekologi yang dapat diketahui dari karakteristik morfologi, yakni paruh dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi sehingga menunjukkan jenis pakannya. Keragaman bentuk paruh burung membuatnya dapat hidup berdampingan dengan burung lain tanpa kompetisi yang ketat dalam perolehan makanan (Gill, 2. Berdasarkan kelompok pakan, peran ekologi burung terbagi menjadi 5 yaitu sebagai pengendali hama, penyebar biji, pengendali rumput liar, penyerbuk bunga/polinator dan sebagai predator/pemangsa (Sari, et. Dalam penelitian ini, sebanyak 46,7% spesies burung sebagai pengendali hama, 13,3% spesies burung sebagai penyebar biji, 13,3% spesies burung pengendali rumput, 13,3% spesies burung polinator dan 13,3% spesies burung predator. Tingginya jumlah pengendali hama menunjukkan bahwa sumber pakan berupa serangga masih banyak SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 ditemukan di wilayah ini. Keberadaan serangga di suatu wilayah menjadi bioindikator kesehatan ekositem karena sebarannya yang luas (Dewi, et, al. , 2. Burung pemakan nektar secara ekologis memanfaatkan bunga sebagai sumber pakan dan secara tidak langsung menjadi penyerbuk dalam proses ornitogami (Thiollay, 1. karena pergerakannya yang memungkinkan perpindahan serbuk sari bunga ke kepala putik baik pada bunga di pohon yang sama atau pada bunga di pohon berbeda karena mobilitas burung yang tinggi. Keberadaan jenis-jenis burung memiliki keterkaitan dengan kesesuaian habitat dan sumber pakan (Fachrul, 2. Secara kompleks keanekaragaman jenis burung membantu berbagai peran ekologi diantaranya membantu penyerbukan bunga, penyebaran biji, dan mencegah kerusakan tanaman dari serangga (Megantara et. Selain itu, burung juga memiliki peran kontrol populasi dan menjaga kelangsungan hidup organisme lain melalui rantai makanan (Sawitri dkk. , 2. sehingga terjadi hubungan timbal balik dalam lingkungan. Keanekaragaman jenis burung dalam suatu wilayah menjadikan wilayah tersebut terbilang baik (Bibby, et. KESIMPULAN Ditemukan 15 jenis burung dari 13 famili yang diantarnya. Cinnyris jugularis. Anthreptes malacensis. Dicaeum trigonostigma. Lonchura leucogastroides. Pycnonotus aurigaster. Dendrocopos macei. Aegithina tiphia. Pericrocotus cinnamomeus. Halycon cyanoventris. Todiramphus chloris. Prinia familiaris. Cacomantis sepulclaris. Amaurornis phoenicurus. Collocalia linchi dan Columba livia. 15 jenis burung tersebut 46,7% merupakan spesies burung sebagai pengedali hama, 13,3% spesies burung sebagai penyebar biji, 13,3% spesies burung pengendali rumput, 13,3% spesies burung polinator dan 13,3% spesies burung predator. Tingginya persentase burung pengendali hama menandakan kondisi habitat yang seimbang antara serangga sebagai hama dan burung sebagai pengendali hama biologis. DAFTAR PUSTAKA