ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 HUBUNGAN REPETITIVE MOTION DAN MASA KERJADENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PENJAHIT DI KELURAHAN BELIAN KOTA BATAM Mariaman Tjendera1. Indria Sari2. Heni Febryanti3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, mariamantjendera@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, indriasari@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, henyfebryanti17@gmail. ABSTRACT Background :Carpal tunnel syndrome is a collection of symptoms due to compression of the median nerve in the carpal tunnel at the wrist, one of the risk factors for the occurrence of carpal tunnel syndrome, namely repetitive motion and working period. The purpose of this study was to determine the relationship between repetitive motion and tenure with the incidence of carpal tunnel syndrome in Method :This type of research is an analytic study with a cross sectional approach conducted on tailors in Belian Village. Batam City. The sampling technique was simple random sampling with a total sample of 44 respondents. The results of the study were analyzed by chi-square. Result :From the results of the calculation of the chi square test, the results obtained with a value of p = 0. , namely there is a relationship between years of service and the incidence of carpal tunnel syndrome in tailors and the results are obtained with a value of p = 0. , namely there is The relationship between repetitive motion and the incidence of carpal tunnel syndrome in tailors in Belian Village. Batam City Conclusion :Based on this research, there is a relationship between repetitive motion and length of service with the incidence of carpal tunnel syndrome in tailors in Belian Village. Batam City in 2021. Keywords: Carpal Tunnel Syndrome. Repetitive Motion, years of service ABSTRAK Latar Belakang :Carpal tunnel syndrome merupakan suatu kumpulan gejala akibat kompresi pada nervus medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, salah satu faktor risikokejadian carpal tunnel syndrome, yaitu repetitive motion dan masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan repetitive motion dan masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada Metode :jenis penellitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan simple random sampling jumlah sampel sebanyak 44 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan chisquare. Hasil :Dari hasil perhitungan uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p = 0,001 . O 0,. yaitu terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit dan didapatkan hasil dengan nilai p = 0,002 . O 0,. yaitu terdapat hubungan antara repetitive motion dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam Kesimpulan :Berdasarkan penelitian ini bahwa ada hubungan antara repetitive motion dan masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam Tahun 2021. Kata Kunci :Carpal Tunnel Syndrome. Repetitive Motion, masa kerja Universitas Batam Page 231 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 juga salah satu pekerjaan yang melakukan PENDAHULUAN Penyakit akibat kerja di Indonesia belum aktivitas statis dengan gerakan berulang terekam dengan baik. Sebagai faktor penyebab, . epetitive motio. Gerakan yang dilakukan sering terjadi karena kurangnya kesadaran berulang tanpa adanya waktu istirahat untuk Menurut Badan Pusat Statistik tahun otot yang bekerja menyebabkan otot menjadi 2016. Penyakit Akibat Kerja(PAK) merupakan salah satu bagian darimasalah kesehatan yang pengulangan gerakan yang sama setiap hari berkaitan dengan pekerjaan seseorang dan pada tangan/jari serta pergelangan tangan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor disekitarnya meningkatkan risiko kompresi atau penekanan (Tri Utamy et al. , 2. Seiring dengan kebutuhan manusia akan (Berhimpon. Lengkong Prasetyo, 2. (Al Kirom and Ardi, 2. pekerjaan yang bertambah, perkembangan Salah satu gangguan muskuloskeletal industri juga semakin pesat salah satunya pada yang paling cepat menimbulkan gejala pada industri tekstil. Dalam proses produksinya industri tekstil dibagi menjadi beberapa bagian Syndrome (CTS). Semakin lama masa kerja dan diantaranya konveksi. Salah satu proses melakukan gerakan berulang yang statis maka pengerjaan dalam usaha konveksi adalah semakin tinggi resiko terjadinya CTS. CTS penjahitan yang dikerjakan dari tangan-mesin- yang paling umum terjadi pada pekerja penjahit tangan, sehingga membutuhkan koordinasi terdiri dari rasa nyeri pada pergelangan tangan gerakan postur tubuh dan pergelangan tangan yang disebabkan oleh tekanan pada saraf Proses karakteristik yaitu duduk dalam waktu yang Carpal Tunnel (Lalupanda. Rante and MariaAgnesE, 2. lama, pekerjaan dengan gerakan yang berulang Sindrom ini terjadi akibat kenaikan dan beban otot di punggung, leher, bahu, tekanan dalam terowongan yang sempit yang tangan, pergelangan tangan, dan jari (Aribowo dibatasi oleh tulang-tulang karpal & Sutopo, 2. Hal ini dapat menimbulkan ligamen karpi transversum yang kaku sehingga gangguan muskuloskeletal pada pekerja. Ada menekan nervus medianus. Kemudian dapat pun beberapa faktor yang dapat meningkatkan juga disebabkan oleh trauma secara akumulatif yaitu ketika tangan digerakkan berulang-ulang diantaranya yaitu masa kerja dan gerakan pada periodesasi waktu yang lama dengan berulang (Rina, 2. jumlah gerakan pada jari-jari dan tangan yang Penjahit memiliki masa kerja yang lama Hal tersebut menyebabkan otot dikarenakan mereka fokus untuk mengejar hasil atau ligamen dapat menjadi meradang sebagai upah jahitan. Masa kerja adalah jangka waktu akibat dari penekanan otot dan ligamen serta seseorang bekerja pada suatu instansi, kantor, dan sebagainya (Koesindratmono and Gressy awalnya gejala yang sering dijumpai berupa Septarini, 2. Menjahit rasa nyeri, tebal . , rasa nyeri seperti Universitas Batam Pada Page 232 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 aliran listrik . pada daerah yang diinervasi oleh nervus medianus. Seringkali gejala pertama timbul saat malam hari yang Penelitian ini sejalan dengan penelitian selfiana . , tentang hubungan antara hubungan antara usia, masa kerja, frekuensi gerakan berulang dengan kejadian tunnel syndrome pada penjahit busana mawar banjarmasin tahun 2020, menunjukan bahwa hasil uji chi square melihat adanya hubungan masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit dan ada hubungan Variable bebas dalam penelitian ini adalah repetitive motion dan masa kerja penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam. Variable terokat dalam penelitian ini adalah kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Repetitive Motion Tabel 1. Distribusi Frekuensi Repetitive Motion pada Penjahit di Kelurahan Belian Repetitive Motion Frekuensi Persentase . (%) Ou 10 kali per menit < 10 kali per menit Total antara frekuensi gerakan berulang dengan kejadian CTS pada penjahit Busana Bawar Banjarmasin Tahun 2020. Penelitian ini repetitive motion dan masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam tahun 2021. Berdasarkan Tabel 1 diperoleh 31 penjahit . ,5%) melakukan repetitive motion Ou 10 kali per menit, sedangkan sebanyak 13 penjahit . ,5%) melakukan repetitive motion < 10 kali per menit. Dari hasil penelitian di lapangan didapat 31 responden mengalami repetitive motion Ou 10 kali permenit. hal ini dikarenakan responden tersebut memfokuskan METODE pada hasil upah jahitan perharinya yang penelitian analitik dengan pendekatan cross mengharuskan responden menjahit dengan sectional. Populasi penelitian ini lebih cepat dan sedikit memberikan waktu seluruh para pekerja penjahit di Kelurahan istirahat sehingga otot sedikit memperoleh Belian Kota Batam. Sampel penelitian adalah kesempatan untuk relaksasi. Penelitian Namun pada penelitian ini terdapat 13 reponden yang mengalami repetitive motion < Perhitungan 10 kali permenit dikarenakan responden Penggunaan kategorik tidak berpasangan, diperoleh besar sampel minimal adalah 44 sehingga memiliki waktu jeda istirahat saat Penelitian ini dilakukan di Kelurahan menjahit, pada 13 orang penjahit mampu Belian Kota Batam. Waktu dilaksanakan bulan Desember 2021 - Januari penjahit tidak sedang ada target jahitan yang Universitas Batam Page 233 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 responden tersebut peningkatan pemesanan dalam pembuatan pakaian meningkat saatacara tertentu seperti pesanan baju keluarga saat Namun masih terdapat 17 responden yang memiliki masa kerja kurang dari 3 tahun dikarenakan baru memulai untuk menjadikan menjahit sebagai pekerjaan pokok. Distribusi Frekuensi Kejadian Carpal Distribusi Frekuensi Masa Kerja Tabel 2. Distribusi Frekuensi Masa Kerja pada Penjahit di Kelurahan Belian Masa Kerja Persentase Frekuensi (%) Ou 3 tahun < 3 tahun Total Tunnel Syndrome Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Frekuensi . Persentase (%) Tidak Iya Total Berdasarkan Tabel 2 diperoleh 27 penjahit . ,4%) yang memiliki masa kerja Ou 3 Berdasarkan Tabel tahun dan 17 penjahit . ,6%) yang memiliki responden dengan persentase . ,1%) yang masa kerja < 3 tahun. Dari hasill penelitian mengalami kejadian carpal tunnel syndrome dilapangan didapatkan 27 responden memiliki dan 18 responden dengan persentase . ,9%) masa kerja Ou 3 tahun, rata-rata beberapa yang tidak mengalami kejadian carpal tunnel responden sudah menekuni sebagai penjahit Pada penelitian ini didapatkan sejak usia muda. Responden yang menjadikan sebagian besar penjahit mengalami kejadian pekerjaan menjahit sebagai pekerjaan pokok carpal tunnel syndrome yaitu sebanyak 26 dan sudah menekuninya lebih dari 3 tahun,yaitu responden, hal ini dikarenakan pekerjaan yang pekerja yang sudah memilikiketerampilan dan memiliki resiko terjadinya carpal tunnel syndrome adalah pekerja yang berfokus pada baik kinerja positif maupun tangan salah satunya penjahit. Beberapa dari Beberapa responden yang memiliki responden yang mengalami kejadian carpal masa kerja lebih dari tunnel syndrome tidak menyadari keluhanyang 3 tahun juga akhirnya bisa mempunyai dirasakan disebabkan dari pekerjaan sebagai kebiasaan yang memberikan pengaruh negatif penjahit kemudian saat menyadari hal tersebut pada tubuh. Terutama pada beberaparesponden sudah lama dialami, beberapa responden sudah yang dimana dalam satu konveksi sudah ada yang menyadari beberapa keluhan yang terdapat pembagian pekerjaan seperti sebagai dialami, namun dikarena tuntutan pekerjaan pembuat pola, menjahit, dan bagian permak dan keadaan ekonomi sehingga responden tetap Sehingga besar dampak negatif pada melakukan pekerjaan. Masa pekerja bagian menjahit dan permak pakian Namun dari hasil penelitian di lapangan dikarenakan responden diharuskan bekerja juga didapatkan sebanyak 18 responden yang dengan cepat untuk mencapai target jahitan tidak mengalami kejadian carpal tunnel Universitas Batam Page 234 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 syndrome dikarenakan ada sebagian yang penghasilan utama, sehingga masih tidak ditemukan gejala terjadinya kejadian carpal tunnel syndrome. Beberapa responden yang sudah lama menekuni perkerjaan sebagai penjahit yang sudah memperhatikan kesehatannya, sehingga ada beberaparesponden yang melakukan pekerjaan menjahit sebagai pekerjaan pokok yang tidak mengalami kejadian carpal tunnel syndrome. Analisis Bivariat Hubungan Repetitive Motion dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrom Tabel 4. Hubungan Repetitive Motion dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Penjahit di Kelurahan Belian Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Repetitive motion Tidak Iya Total Value Ou 10 kali per menit < 10 kali per menit 0,002 Jumlah kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit Berdasarkan Tabel 4, terdapat penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam. yang melakukan repetitive motion Ou 10 kali Responden memfokuskan pada hasil per menit dengan mengalami kejadian carpal upah jahitan perharinya yang mengharuskan tunnel syndrome sebanyak 23 penjahit dengan responden menjahit dengan lebih cepat dan persentase . ,2%), dan yang melakukan sedikit memberikan waktu istirahat sehingga repetitive motion Ou 10 kali per menit dengan otot sedikit memperoleh kesempatan untuk tidak mengalami kejadian carpal tunnel Selain itu penjahit melakukan . ,8%). gerakan berulang-ulang tanpa adanya variasi Sedangkan gerakan, sebagaimana yang terdapat pada melakukan repetitive motion <10 kali per menit beberapa konveksi yang membagi beberapa dengan mengalami kejadian carpal tunnel tugas berbeda diantaranya pembuat pola, menjahit dan yang melakukan permak pakaian. ,1%), dan yang melakukan Sehingga pada bagian menjahit mempercepat repetitive motion <10 kali per menit dengan tidak mengalami kejadian carpal tunnel dikerjakan selesai dan tidak menumpuk. Terdapat beberapa responden yang membuka persentase . ,9%). konveksi dan bekerja sendirian sehingga Berdasarkan analisis dari hasil perhitungan responden memforsir diri untuk menyelesaikan uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p jahitan dalam jumlah yang banyak dan dalam = 0,002 . O 0,. sehingga dapat disimpulkan waktu cepatdengan mengerjakan bahanpakaian bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat dalam beberapa jam dan beberapa model hubungan antara repetitive motion dengan Universitas Batam Page 235 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 Hal ini menyebabkan otot-otot dalam keadaan kelelahan dan tegang, penjahit juga tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat demi mengejar target jahitan yang membuat penjahit tidak dapat merelaksasikan otot-otot. Namun masih terdapat 10 responden yang melakukan repeptitive motion kurang dari 10 kejadian carpal tunnel syndrome. istirahat saat menjahit. Responden mampu penjahit tidak sedang ada target jahitan yang responden tersebut peningkatan pemesanan dalam pembuatan baju meningkat saat acara tertentu seperti pesanan baju keluarga saat lebaran (Lazuardi. Marudi and Ragil, 2. Hubungan Masa Kerja dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome responden memberikan waktu otot untuk Table 5. Hubungan Masa Kerja dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Penjahit di Kelurahan Belian Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Masa Kerja Tidak Iya Total Value Ou 3 tahun < 3 tahun 0,001 Jumlah Berdasarkan Tabel 5 di atas penjahit yaitu terdapat hubungan antara masa kerja yang memiliki masa kerja Ou 3 tahun dengan dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada mengalami kejadian carpal tunnel syndrome penjahit di Kelurahan Belian. sebanyak 21 penjahit dengan persentase Penjahit yang memiliki masa kerjalebih . ,8%), dan yang memiliki masa kerja Ou 3 dari 3 tahun dengan mengalami kejadian carpal tahun dengan tidak mengalami kejadian carpal tunnel syndrome sebanyak 21 responden, tunnel syndrome sebanyak 6 penjahit dengan dikarenakan masa kerja mempengruhi baik persentase . ,2%). Sedangkan yang memiliki kinerja positif maupun negatif. Beberapa masa kerja < 3 tahun dengan mengalami responden yang memiliki masa kerja lebih dari kejadian carpal tunnel syndrome sebanyak 5 penjahit dengan persentase . ,4%), dan yang kebiasaan yang memberikan pengaruh negatif memiliki masa kerja < 3 tahun dengan tidak pada tubuh. semakin sedikit memikirkan mengalami kejadian carpal tunnel syndrome sebanyak 12 penjahit dengan persentase menjahit dan hanya berfokus pada upah jahitan. ,6%). Sehingga saat menyadarinyakinerja otot sudah Berdasarkan akhirnya bisa mempunyai pada pekerjaan Sehingga beberapa responden tidak perhitungan uji chi square didapatkan hasil menyadari keluhan yang dirasakan disebabkan dengan nilai p = 0,001 . O 0,. sehingga dapat dari pekerjaan. disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Universitas Batam Page 236 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 Namun pada masa kerja kurang dari 3 tahun dengan tidak mengalami kejadian carpal tunnel syndrome sebanyak 12 responden, memiliki masa kerja kurang dari 3 tahun merupakan dewasa muda yang baru memulai beberapa responden baru beralih ke pekerjaan sebagai penjahit sebagai pekerjaan pokok Terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian dengan p value = 0,001. SARAN Bagi Penjahit Penjahit hendaknya memahami waktu istirahat dalam bekerja untuk mengurangi . epetitive dalam beberapa tahun terakhir sehingga sehingga resiko terjadinya carpal tunnel responden lebih berfokus pada ketelitian dalam syndrome menurun. Sehingga menargetkan sedikit perharinya untuk hasil jahitan perharinya. Bagi Institusi Dinas Ketenagakerjaan Diharapkan penyakit akibat kerja terutama carpal tunnel syndrome pada penjahit dan dapat KESIMPULAN Dari 44 responden penjahit di Kelurahan Belian didapatkan 31 responden dengan melakukan repetitive motion Ou 10 kali per menit sebesar 70,5%, 13 responden dengan melakukan repetitive motion < 10 kali per menit sebesar 29,5%. Dari 44 responden penjahit di Kelurahan Belian didapatkan 27 responden dengan masa kerja Ou 3 tahun sebesar 61,4%, 17 responden dengan masa kerja < 3 tahun sebesar 38,6%. Dari 44 responden penjahit di Kelurahan Belian didapatkan 26 responden dengan mengalami kejadian carpal tunnelsyndrome sebesar 59,1%, 18 responden dengan tidak syndromesebesar 40,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara repetitive motion dengan kejadian carpal melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan dapat menambah referensi, serta bahan bacaan bagi mahasiswa di Fakultas UniversitasBatam. Kedokteran khususnya mengenai faktor resikoterjadinya carpal tunnel syndrome pada penjahit. Bagi Peneliti Diharapkan dapat menambah wawasan mengenai hubungan repetitive motion dana masa kerja drr engan kejadian carpal tunnel syndrome. Diharapkan pengalaman dalam meneliti hubungan repetitive motion dana masa kerja tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian dengan p value = 0,002. Universitas Batam Page 237 ZONAKEDOKTERANVOL. 12 NO. 3 SEPTEMBER 2022 Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkanagardapat menggunakansampel populasidandapatmenelitivariabelvariabellain yang mungkin berhubungan dengan angka kejadian cts. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis Syndrome (CTS) pada Pekerja Pemecah Batu. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2016, pp. 1Ae8. Rina. , 2010. Hubungan Repetitive Motion dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerjaan Menjahit di Bagian Konveksi I Pt. Dan Liris Sukoharjo. Tri Utamy. Kurniawan. Wahyuni. Keselamatan. Kerja. Masyarakat. Diponegoro. Keselamatan. , 2020. LITERATURE REVIEW : FAKTOR RISIKO KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA. Available