https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 DOI: https://doi. org/10. 38035/jgpp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Dosis Serbuk Daun Mimba Azadirachta Indica A. Juss. Terhadap Perkembangan Serangga Hama Gudang Callosobruchus Analis (F. ) Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Elly Roosma Ria1. Siti Nurwanti2. Lia Sugiarti3. Tien Turmuktini4 Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indeonesia, elly. ria@gmail. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indeonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indeonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indeonesia. Corresponding Author: elly. ria@gmail. Abstract: Soybean is a post-harvest product that is stored in warehouses. Storage products can not be separated from the attack of insect pests, namely C. analis F. To control insect pests analis F. used vegetable insecticides from neem leaf powder. The research was carried out from August 2021 to September 2021 at the Laboratory of Universitas Winaya Mukti Sumedang. The design was used a Completely Randomized Design (CRD) consists of six treatments and four replications, each treatment consists of two jars containing 100 g of yellow soybean seeds. The treatments were of A= 0 g. B= 3 g. C= 6 g. D = 9 g. E= 12 g. F=15 g. The results obtained were neem leaf powder had a significant effect on imago mortality, number of eggs, number of larvae, number of pupae, number of imago C. analis F. The dose of neem about 15 g gave the best results on the percentage of seed damage and percentage of weight on soybean seeds of Anjasmoro variety. during storage. Keywords : C. Analis F. Anjasmoro. Neem Abstrak: Kedelai merupakan produk pasca panen yang di simpan di gudang. Produk simpanan tidak terlepas dari serangan serangga hama, yaitu C. analis F. Untuk mengendalikan serangga hama C. analis F. digunakan insektisida nabati dari serbuk daun mimba. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2021 sampai dengan bulan September 2021 di Laboratorium Universitas Winaya Mukti Sumedang. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri pada enam perlakuan dan empat ulangan, setiap perlakuan terdiri dari dua stoples yang berisi 100 g biji kedelai kuning. Perlakuan terdiri dari A= 0 g. B= 3 g. C= 6 g. D =9 g. E= 12 g. F=15 g. Hasil yang diperoleh adalah serbuk daun mimba berpengaruh nyata terhadap mortalitas imago, jumlah telur, jumlah larva, jumlah pupa, jumlah imago C. analis F. Dosis serbuk daun mimba sebanyak 15 g memberikan hasil terbaik pada persentase kerusakan biji dan persentase bobot pada biji kedelai varietas Anjasmoro selama dalam penyimpanan. Kata kunci : C. analis F. Anjasmoro. Mimba 54 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 PENDAHULUAN Produk pasca panen merupakan bagian tanaman yang dipanen dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi petani maupun konsumen. Produk dalam simpanan gudang ini tidak terlepas dari masalah organisme pengganggu tumbuhan terutama dari golongan serangga hama, terutama pada produk simpanan gudang pada kedelai (Harinta. Kedelai merupakan komoditas pangan yang kandungan protein nabatinya tinggi, dan banyak digunakan untuk bahan baku seperti kecap, susu kedelai, tahu, tempe dan bahan makanan ringan lainnya. Kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, . , di Indonesia komoditas kedelai termasuk pangan penting setelah padi dan jagung. Dalam 13 tahun terakhir, komoditas kedelai ini digunakan untuk konsumsi pangan rumah tangga, industri dan benih. Di tahun 2015, konsumsi kedelai mencapai 2,54 juta ton biji kering yang terdiri atas dikonsumsi langsung oleh penduduk mencapai 2,3 juta ton, benih 39. 000 ton, sedang konsumsi non makanan mencapai 446. 000 ton, dan untuk bahan susu kedelai mencapai 000 ton. Tiga diantaranya varietas unggul kedelai yaitu Burangrang. Anjasmoro dan Devon1. Kedelai varietas Anjasmoro memiliki potensi hasil 2,25 ton/ha, polong tidak mudah pecah, ukuran biji besar, rentan terhadap penyakit karat daun (Roswita et al. , 2. Aspek terpenting dari kedelai yaitu sumber pangan fungsional yang dapat ditinjau dari kandungan gizi pada biji kedelai. Berdasarkan basis bobot kering, kedelai mengandung sekitar 40% protein, 20% minyak, 35% karbohidrat larut . ukrosa, stachyose, raffinose, dl. karbohidrat tidak larut . erat maka. , dan 5 % abu (Krisnawati, 2. Kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan vitamin C, akan tetapi kedelai merupakan sumber vitamin B yang lebih baik dibanding dengan komoditas biji- bijian lainnya. Hama yang berpotensi ada pada kedelai yang disimpan di dalam gudang yaitu C. analis F. (Dzulhijja et al. , 2. Menurut Harinta, . , bahwa kerusakan pada serangan hama gudang diperkirakan dapat mencapai kerugian yang sangat besar dan kedelai tidak dapat diproduksi menjadi bahan baku karena rusak menjadi bubuk. Rusak dan penyusutan bobot biji kedelai yang disebabkan oleh kumbang bubuk kedelai C. analis F. mencapai 89,71 %. Menurut Harinta . , bahwa tindakan untuk kerugian pada biji kacang-kacangan yang disimpan di gudang akibat serangga kumbang C. analis F maka diperlukan usaha pengendaliaan. Dengan penggunaan insektisida nabati seperti serbuk daun sirsak, serbuk daun serai, serbuk cabai merah, serbuk daun kluwih dan penggunaan ekstrak serbuk daun mimba (A indica A. Juss. ) untuk pengendalian serangga hama gudang. Teknik pengendalian hama yang banyak dilakukan dengan menggunakan insektisida sintetis yang daya bunuhnya cukup luas, akan tetapi cara tersebut tidaklah baik karena membahayakan manusia, sehingga harus dilakukan pengendalian dengan secara alami menggunakan bahan nabati. Insektisida nabati berperan sebagai penolak, penarik, antifertilitas, racun kontak, racun perut dan aktivitas lainnya. Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati adalah serbuk daun mimba (Yustina, 2. METODE Perobaan dilaksanakan dengan metode eksperimen, di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian. Universitas Winaya Mukti. Kecamatan Tanjungsari. Kabupaten Sumedang, dengan ketinggian tempat 850 meter dari permukan laut. Percobaan dilaksanakan dari bulan Agustus 2021 sampai dengan Oktober 2021. Bahan yang digunakan adalah kedelai kuning varietas Anjasmoro yang di dapat dari balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang Dan Umbi (BALITKABI) Malang Jawa Timur, serangga hama C. analis F. , dan daun mimba. Alat yang digunakan adalah stoples kaca, plastik transparan, karet gelang, kertas label, timbangan digital, aspirator, baki plastik, blander, pisau, spatula, saringan, jarum, thermohigrometer, camera 55 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 handphone, dan alat tulis. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan 4 kali ulangan. perlakuan yang digunakan dalam percobaan ini adalah dosis serbuk daun mimba yang berbeda terdiri atas : A = 0 g serbuk mimba. B = 3 g serbuk mimba. C = 6 g serbuk mimba. D = 9 g serbuk mimba. E = 12 g serbuk mimba. F = 15 g serbuk mimba. Perbanyakan serangga uji dilakukan dengan mengunpulkan imago C. analis F. dari kedelai yang terserang, kemudian di pelihara dalam stoples plastik yang ditutupi bagian atasnya dengan plastik/kain transparan dan diikat menggunakan karet gelang, kemuadian plastiknya dilubangi kecil mengunakan jarum agar ada udara yang masuk. Daun mimba siapkan sebanyak yang diperlukan lalu di cuci bersih pada air yang mengalir kemudian kering anginkan selama 14 hari. Setelah itu dicacah lalu digiling/dihaluskan menggunakan blender kemudian diayak untuk mendapatkan serbuk daun Hasil pengayakan tersebut disimpan pada stoples dan siap untuk digunakan. Untuk itu serbuk yang akan digunakan pada kedelai dengan dosis 0 . , 3 gram, 6 gram, 9 gram, 12 gram, dan 15 gram. Aplikasi penelitian ini dilaksanakan dengan memilih kedelai kuning yang bebas terserang hama, kemudian ditimbang sebanyak 100 gram. Kedelai kuning dimasukan bersamaan dengan imago menggunakan selang respirator selanjutnya serbuk daun mimba dimasukan pada stoples sesuai dosis yang telah ditentukan. Stoples di tutup dengan plastik transparan, diikat dengan karet dan dilubangi dengan jarum untuk pertukaran udara lalu diberi label sesuai dengan perlakuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Toksisitas Daun Mimba Uji toksisitas daun mimba menunjukan bahwa perlakuan dengan dosis serbuk F . pada waktu 24 jam pertama serangga C. analis (F. ) sudah mengalami kematian 35 %, dan dibanding dengan perlakuan A . B . 5% kumbang mati. C . D . E . hanya mengalami kematian 10%. Uji toksisitas serbuk daun mimba terhadap serangga hama gudang pada kedelai kuning yang diberi perlakuan sesuai dosis yang diamati setiap 24 jam sekali sampai dengan 72 jam atau 3 hari untuk mengetahui mortalitas serangga C. analis (F. Dosis yang digunakan pada pengamatan ini yaitu A . B . C . D . E . F . , cukup efektif untuk mengendalikan serangga hama gudang C. analis (F. LD50 tercapai pada pengamatan 48 jam pada perlakuan C . D . E . F . , sedang pada pengamatan 72 jam pada perlakuan B . C . D . E . F . Hal ini menunjukan bahwa meningkatnya serbuk daun mimba akan mengakibatkan terjadinya penurunan nafsu makan dan berakhir pada kematian seraangga hama C. analis F. karena akan meningkatkan jumlah senyawa pada azadirachtin sehingga daya racun pada serbuk daun mimba pada dosis paling tinggi berdampak kematian pada serangga tersebut. 56 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 Mortalitas Imago 24 JAM 48 JAM 72 JAM Gambar 1. Grafik Uji Toksisitas Serbuk Daun Mimba Persentase Mortalitas Imago C. analis F. Hasil analisis pengaruh dosis serbuk daun mimba terhadap mortalitas imago C. analis F. pada pengamatan kedelai kuning varietas Anjasmoro umur 5 HSA . ari setelah aplikas. , 10 HSA, dan 15 HSA terdapat pada Lampiran 7. Hasil analisis lanjutan terdapat pada Tabel 2. Tabel 2. Pengaruh Dosis Serbuk Mimba terhadap Persentase Mortalitas Imago C. (F. Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Perlakuan A . B . C . D . E . F . Persentase Mortalitas C. analis F. (%) 5 HSA 2,50 16,88 16,88 13,13 20,00 36,88 10 HSA 11,25 40,63 80,00 94,38 93,75 97,50 15 HSA 31,88 46,25 86,88 97,50 98,13 97,50 Keterangan : Nilai rataAerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Berdasarkan Tabel 2 menunjukan bahwa pemberian dosis serbuk daun mimba memberikan pengaruh nyata terhadap persentase mortalitas imago pada umur 5 HSA, 10 HSA dan 15 HSA. Pemberian serbuk daun mimba terhadap mortalitas imago C. analis F. pada kedelai kuning varietas Anjasmoro menyebabkan kematian pada semua taraf perlakuan. Setiap perlakuan menunjukan peningkatan seiring dengan bertambahnya dosis yang diuji. Pada pengamatan 5 HSA menunjukan sudah mulai terlihat pengaruh perlakuan terhadap mortalitas imago C. terutama pada perlakuan F . menunjukan pengaruh paling besar dibanding dengan perlakuan yang lainnya. Hal ini dikarenakan daun mimba mengandung 57 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 Jumlah Telur C. analis F. Hasil analis pengaruh dosis serbuk daun mimba terhadap perkembangan jumlah telur pada hama gudang C. analis F. yang terdapat pada kedelai kuning varietas Anjasmoro terdapat pada Lampiran 10 sampai dengan Lampiran 21. Hasil uji disajikan pada Tabel 3. Berdasarkan Tabel 3 pemberian dosis serbuk mimba terhadap jumlah telur memberikan pengaruh nyata pada semua umur setelah aplikasi. Serbuk daun mimba akan berpengaruh terhadap perkembangan pada telur C. analis F. pada umur 5 HSA azadirachtin. Senyawa azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin dan nimbidin yang berpengaruh pada aktivitas biologi serangga hama seperti, menganggu pertumbuhan serangga, memandul, penurun nafsu makan dan penolak . (Indiati dan Marwoto, 2. sampai dengan 60 HSA sudah terjadi berubahan karena daun mimba memiliki bahan aktif utama azadirachtin yang berperan penting pada pengahambatan kerja hormon ecdysone, ecdysone yaitu sesuatu hormon yang berfungsi dalam proses metamorfosis pada serangga, dan dibalik itu serangga akan terganggu pada proses pergantian kulit ataupun perubahan telur menjadi imago. dan akhir dari kegagalan tersebut berujung kematian terhadap imago tersebut (Desita Salbiah dan Nelly Andria, 2. Tabel 3. Pengaruh Dosis Serbuk Mimba Terhadap Jumlah Telur C. analis (F. Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Rata-Rata Jumlah Telur C. analis F. (Buti. Perlakuan 5 HSA 10 HSA 15 HSA 20 HSA 25 HSA 30 HSA 35 HSA 40 HSA 45 HSA 50 HSA 55 HSA 60 HSA A . 32,38 b 49,75 b 61,25 b 66,63 c 74,25 c 80,00 c 87,00 b 89,88 b 89,88 c 97,38 c 109,88 c 154,50 b B . 3,88 a 6,63 a 12,50 a 20,13 b 21,13 b 31,25 c 41,75 b 43,38 b 43,38 bc 52,50 b 63,25 b 72,38 a C . 1,63 a 6,13 a 12,38 a 16,38 ab 20,13 b 23,63 bc 27,75 ab 27,75 ab 27,75 a 40,75 ab 57,13 b 67,00 a D . E . F . 1,50 a 1,38 a 1,13 a 4,50 a 4,38 a 4,25 a 11,13 a 11,63 a 10,38 a 13,50 a 13,38 a 13,13 a 19,75 b 17,00 ab 15,38 a 23,00 b 20,63 ab 16,75 a 24,63 a 23,50 a 22,63 a 25,63 a 22,63 a 22,00 a 25,63 ab 22,63 a 22,00 a 32,25 a 30,75 a 30,63 a 42,88 ab 34,25 a 31,25 a 56,63 a 58,25 a 55,38 a Keterangan : Nilai Rata Ae Rata Yang Diikuti Huruf Yang Sama Pada Kolom Yang Sama Menunjukkan Berbeda Tidak Nyata Menurut Uji Jarak Berganda Duncan Pada Taraf 5%. Jumlah Larva. Jumlah Pupa. Dan Jumlah Imago C. analis F. Hasil analisis pengaruh dosis serbuk mimba terhadap jumlah larva, pupa dan imago C. analis F. terhadap kedelai kuning varietas Anjasmoro pada penyimpanan gudang terdapat pada Lampiran 22, 23 dan 24. Hasil Uji disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Pengaruh Dosis Serbuk Mimba Terhadap Jumlah Larva. Pupa dan Imago C. analis F. Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Pada Umur 60 HSA Perlakuan A . B . C . D . E . F . Rata-Rata Jumlah Larva. Pupa. Dan Imago C. analis F. 60 HSA Jumlah Larva Jumlah Pupa Jumlah Imago (Eko. (Eko. (Eko. 0,75B 1,63b 55,50b 0,00A 0,13a 32,38ab 0,50Ab 0,63a 25,88a 0,38Ab 0,25a 28,63ab 0,13Ab 0,00a 25,75a 0,63ab 0,25a 30,00ab 58 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 Keterangan : Nilai rata Ae rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang Sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Berdasarkan Tabel 4 pada umur 60 HSA perlakuan A . memberikan pengaruh berbeda nyata dengan perlakuan C . D . E . F . Jumlah pupa pada 60 HSA pada perlakuan A . berbeda nyata dengan perlakuan B . C . D . E . dan F . Pada pengamatan jumlah imago pada umur 60 HSA perlakuan A . berbeda nyata terhadap perlakuan B . C . D . E . F . , pada perlakuan B . berbeda tidak nyata terhadap perlakuan D . dan F . Berdasarkan pada hasil pengamatan larva, pupa dan imago yang menetas pada Persentase Kerusakan Biji Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro umur 60 HSA menunjukan bahwa perlakuan A . lebih tinggi dibandingkan pada perlakuan yang lainnya. Hal tersebut karena perlakuan A . tidak terdapat serbuk mimba, serbuk mimba memiliki senyawa kimia azadirachtin yang akan dapat menghambat pada proses ganti kulit serangga yaitu pada hormon ekdison. Senyawa azadirachtin akan mempengaruhi pada kerja hormon ekdison sehingga larva tidak akan mengalami pergantian kulit, akibatnya pada tubuh larva menjadi hijau kekuningan dan kemudian menjadi coklat kehitaman dan lama kelamaan menghitam dan mati (Nurmalia et al. , 2. Tabel 5. Pengaruh Dosis Serbuk Mimba Terhadap Persentase Kerusakan Biji Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Perlakuan A . B . C . D . E . F . Rata-Rata Presentase Kerusakan Biji Kedelai Kuning (%) 10,35b 5,17a 5,13a 5,31a 4,66a 4,45a Keterangan : Nilai rata Ae rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Berdasarkan Tabel 5 menunjukan bahwa kerusakan biji kedelai kuning pada umur 60 HSA di perlakuan A . berbeda nyata dengan perlakuan B ( 3 gra. C . D . E . F . Pemberian serbuk daun mimba berpengaruh terhadap kerusakan biji pada kedelai kuning varietas Anjasmoro terutama pada dosis yang paling tinggi pada perlakuan F ( 15 gra. memberikan pengaruh sangat tinggi pada kerusakan biji kedelai. Senyawa aktif pada tanaman mimba tidak membunuh secara secapat terhadap hama C. analis F. akan tetapi kandungan yang terdapat pada tanaman mimba mengakibatkan daya nafsu makan pada hama hilang, pertumbuhan reproduksinya kurang baik, proses ganti kulit terganggu, menghambat pada perkawinan dan komunikasi seksualnya terganggu, penurunan pada daya tetes telur C. analis F. menghambat pembentukan kitin dan bersifat pemandul, (S. Indiati dan Marwoto. Persentase Kehilangan Bobot Hasil analisis pengaruh dosis serbuk mimba terhadap persentase kehilangan bobot pada kedelai kuning varietas anjasmoro terdapat pada Lampiran 26. Hasil uji disajikan pada Tabel 6. 59 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. Februari 2024 Tabel 6. Pengaruh Dosis Serbuk Mimba Terhadap Presentase Kehilangan Bobot Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Perlakuan A . B . C . D . E . F . Rata-Rata Kehilangan Bobot Biji Kedelai Kuning (%) 11,78d 7,16d 4,97ab 5,81cd 2,77a 0,06a Keterangan : Nilai rata Ae rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Tabel 6 Pengamatan kehilangan bobot biji kedelai kuning pada umur 60 HSA perlakuan A . dan B . berbeda nyata dengan perlakuan C . D . E . dan F . , perlakuan C . berbeda nyata dengan D . , sedang pada perlakuan E . berbeda tidak nyata dengan perlakuan F . Hal tersebut membuktikan bahwa dosis A . diatas berpengaruh terhadap kehilangan bobot biji kedelai kuning varietas Anjasmoro karena tidak terdapat dosis pada perlakuan A . Daun mimba memiliki kandungan selanin yang berperan sebagai penurun KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari hasil percobaan yang dilakukan sebagai berikut. makan yang akan mengakibatkan pada daya rusak serangga menurun, meski serangga belum Pada pengunaan insektisida nabati dari daun mimba, tidak semua kumbang langsung mati seketika, akan tetapi memerlukan waktu beberapa haru untuk mati . -5 har. Serangga yang terkena aplikasi serbuk mimba akan terkapar dan daya rusaknya sangat menurumdikarenakan dalam keaadaan sakit, dan nafsu makannya pada kedelai pun berkurang sehingga biji kedelai tidak mengalami banyak penyusutan bobot pada biji kedelai varietas Anjasmoro (S. Indiati dan Marwoto, 2. Serbuk daun mimba berpengaruh nyata terhadap mortalitas imago, jumlah telur pada semua umur pengamatan, jumlah pupa, jumlah imago C. analis F. persentase kerusakan biji dan persentase bobot pada biji kedelai varietas Anjasmoro di penyimpanan. Dosis serbuk daun mimba sebanyak 15 gram dapat memberikan hasil yang terbaik untuk menekan perkembangan serangga hama gudang C. analis F. pada kedelai kuning varietas Anjasmoro selama di penyimpanan. Saran Untuk mempertahankan kualitas pada kedelai kuning varietas Anjasmoro selama penyimpanan disarankan menggunakan dosis 15 gram/100 gram biji kedelai kuning varietas Anjasmoro. REFERENSI