JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1096-1107 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAUR HIDUP HEWAN BERBASIS VIRTUAL REALITY UNTUK PESERTA DIDIK DISABILITAS RUNGU (RESEARCH AND DEVELOPMENT) Yasifa Rawza Fitri1. Marlina Marlina2. Elsa Efrina3. Arisul Mahdi4 1,2,3,4 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: yasifarawza. fitri@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 16 August 2025 Final Revised: 27 August 2025 Accepted: 29 September 2025 Published: 29 September 2025 Keywords: Hearing Impaired Virtual Reality Animal Life Cycle Teaching Materials ABSTRAK The problem of this research is that the teaching materials used so far have not been optimal, resulting in a low understanding of the concept of recognizing animal life cycles in deaf students of class XI SMALB which affects the effectiveness of natural science learning. This study aims to determine the process of developing teaching materials designed to improve understanding of animal life cycles in deaf students. The type of research used in this study is R&D and uses the ADDIE method starting from analysis, design, development and only up to the implementation stage for the development of virtual reality-based animal life cycle teaching materials. Data collection techniques are simple qualitative and quantitative analysis techniques. The subjects used in this study include 3 validators, namely media experts, deaf children experts, material experts, educators, and deaf students of class IX SMALB totaling 3 The results of the study show that the validity assessment of the teaching materials by expert validators as a whole has achieved a scoring that meets the criteria of very valid with the statement that it does not need to be revised. ABSTRAK Permasalahan penelitian ini adalah belum optimalnya bahan ajar yang digunakan selama ini sehingga mengakibatkan rendahnya pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan pada peserta didik disabilitas rungu kelas XI SMALB yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran ilmu pengetahuan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar yang di rancang untuk meningkatkan pemahaman mengenal daur hidup hewan disabilitas rungu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D dan mengunakan metode ADDIE mulai dari analysis, design, development dan hanya sampai pada tahap implementation untuk pengembangan bahan ajar daur hidup hewan berbasis virtual reality. Teknik pengumpulan data berupa teknik analisis kualitatif dan kuantitatif sederhana. Subjek yang digunakan pada penelitian ini meliputi 3 orang validator, yaitu ahli media, ahli anak disabilitas rungu, ahli materi, pendidik, dan peserta didik disabilas rungu kelas XI SMALB berjumlah 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian validitas dari bahan ajar oleh validator ahli secara keseluruhan sudah mencapai penskoran yang memenuhi kriteria sangat valid dengan keterangan tidak perlu Hasil penilaian praktikalitas dari pendidik dan peserta didik secara keseluruhan sudah mencapai penskoran yang memenuhi kriteria sangat praktis. Kata kunci: Disabilitas Rungu. Virtual Reality. Daur Hidup Hewan. Bahan Ajar Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. PENDAHULUAN Peserta didik disabilitas rungu memiliki hambatan utama dalam komunikasi verbal dan akses terhadap informasi berbasis suara, sehingga memerlukan pendekatan visual yang kuat dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat mereka membutuhkan bahan ajar yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami secara visual. Menurut (Marlina & Rosada, 2. , pengajaran untuk disabilitas rungu harus dilakukan dengan cara yang melibatkan peserta didik secara langsung dan aktif, aktif dalam artian baik secara fisik, mental, sosial serta pemilihan media dan penggunaanya. Penelitian ini berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara di SLBN 1 Padang, terdapat 3 orang subjek yang duduk dibangku kelas XI mengalami hambatan dalam pelajaran IPA materi mengenal daur hidup hewan. Materi ini membutuhkan pemahaman tentang urutan dan proses perubahan bentuk hewan. Namun, peserta didik disabilitas rungu mengalami kesulitan dalam memahami materi ini karena kurangnya media belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. (Afifah et al, 2. , menyatakan bahwa peserta didik disabilitas rungu sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang bersifat proses, seperti metamorfosis, karena tidak cukupnya dukungan media visual yang jelas dan Bahan ajar yang digunakan dilapangan selama ini masih didominasi oleh media tradisional seperti buku guru, gambar, tayangan vidio, bahkan ketika video digunakan durasinya cenderung panjang dan narasinya tidak disertai teks atau bahasa isyarat yang Media ini memang membantu, tetapi belum mampu memberikan pemahaman konsep secara mendalam. Penelitian dari (Yuliana & Hidayati, 2. , yang mengembangkan media komik IPA untuk peserta didik disabilitas rungu menunjukkan hasil positif, tetapi peserta didik masih mengalami keterbatasan dalam mengamati proses perubahan bentuk hewan secara utuh. Sementara itu, (Afifah et al, 2. , mengembangkan media berbasis animasi 2D, namun animasi tersebut sifatnya masih pasif dan tidak memungkinkan peserta didik untuk mempelajari proses daur hidup secara mendalam. Melihat kekurangan itu, pengembangan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality menjadi sangat penting dilakukan. Virtual Reality memungkinkan peserta didik untuk melihat, menjelajah, dan memahami proses daur hidup secara mendalam dalam bentuk 3D yang menyerupai kondisi nyata. (Marom, 2. membuktikan bahwa penggunaan Virtual Reality merupakan salah satu strategi yang sangat menarik dan efektif dalam membantu peserta didik SMA kelas X dalam memahami konsep materi pembelajaran tentang ekosistem. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh (Hidayati & Ramansyah, 2. , menyebutkan bahwa Virtual Reality dapat mempermudah proses pemahaman tentang energi pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Pengembangan bahan ajar ini didukung oleh teori konstruktivisme oleh Piaget dan Vygotsky, yang menyatakan bahwa individu secara aktif membangun pengetahuan dan makna berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja, tetapi dibentuk melalui interaksi individu dengan dunia sekitarnya. Dalam konteks pembelajaran, konstruktivisme menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pemahaman mereka sendiri, bukan hanya menerima informasi dari guru. Selain itu. Teori Dual Coding dari Paivio, yang menjelaskan bahwa peserta didik akan lebih mudah memahami informasi jika disampaikan melalui dua jalur sekaligus, yaitu visual dan verbal. Karena peserta didik disabilitas rungu memiliki keterbatasan dalam jalur verbal, maka jalur visual menjadi sangat penting. Dengan mengacu pada teori-teori tersebut, penggunaan bahan ajar daur hidup hewan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. berbasis Virtual Reality tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan menyenangkan bagi peserta didik disabilitas rungu, tetapi juga membantu mereka memahami konsep ilmiah secara utuh dan mendalam. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality ini sangat penting, guna menjawab kebutuhan belajar peserta didik disabilitas rungu sekaligus menjembatani kesenjangan media pembelajaran yang selama ini masih kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini. Jenis penelitian yang dipilih adalah pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality berupa Research and Development (R&D). Metode pengembangan dipilih karna memungkinkan peneliti untuk mengembangkan suatu produk yang akan melalui beberapa tahap dan juga validasi agar berguna secara efektif (Marlina. Adapun langkah pengembangan media dari penelitian berupa model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluate. Tahap penelitian dibatasi sampai 4 tahap . analysis dilakukan untuk menganalisis permasalahan yang dialami oleh peserta didik berupa hambatan dalam memahami konsep mengenal daur hidup hewan berdasarkan asesmen dan wawancara guru kelas. design dilakukan untuk menentukan produk pembelajaran yang akan dirancang berdasarkan pengumpulan data awal, kemudian peneliti merancang produk berupa bahan ajar 3D yang disimulasikan menggunakan handphone sesuai dengan kebutuhan peserta didik disabilitas rungu. development dilakukan untuk melakukan penilaian oleh beberapa ahli yang terlibat yaitu, ahli media, ahli pembelajaran tunarungu, dan ahli materi untuk mengetahui penilaian bahan ajar. Implementation dilakukan untuk mengetahui umpan balik terhadap penggunaan produk yang telah dikembangkan. Pengumpulan data awal dilapangan dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan guru pendidik di SLB N 1 Padang. Instrumen Pengumpulan Data Peneliti menggunakan instrumen validasi bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality untuk menguji kelayakan bahan ajar. Peneliti melakukan pengembangan instrumen bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality yang akan digunakan untuk memvalidasi produk. Instrumen yang sudah divalidasi oleh praktisi kemudian dianalisis oleh peneliti berdasarkan masukan yang diberikan oleh praktisi sehingga menjadi instrumen yang valid. Setelah instrumen valid, peneliti melanjutkan pengembangan dengan melakukan uji validitas dan uji praktikalitas bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Instrumen uji validitas berupa lembar kuesioner . yang diisi oleh para ahli/pakar untuk menilai bahan ajar. Instrumen uji praktikalitas berupa lembar kuesioner . diisi oleh guru pendidik dan peserta didik. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang digunakan pada pengembangan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality ini terdiri dari subjek ahli kelayakan dan subjek uji coba. Untuk subjek ahli kelayakan meliputi 3 orang validator, yaitu ahli media, ahli anak disabilitas rungu, ahli materi, serta untuk subjek uji coba meliputi pendidik, dan peserta didik disabilas rungu kelas XI SMA berjumlah 3 orang yang bersekolah di SLBN 1 Padang. Teknik Analisis Data Data mempunyai peranan yang sangat dalam penelitian, sebab data tersebut akan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. dapat menentukan tercapai atau tidaknya penelitian setelah diolah dan dianalisa dengan teknik tertentu untuk mencapai kesimpulan (Marlina, 2. Pada teknis pengumpulan data, peneliti menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif sederhana. Analisis data kualitatif melakukan analisa hasil yang diperoleh dari instrumen uji validitas dan uji praktikalitas, yakni ahli bidang anak disabilitas rungu, ahli bidang media pembelajaran, ahli bidang materi pembelajaran. Pada analisis data kuantitatif sederhana, berupa data dari kuesioner yang diolah dan dianalisa. Data kuantitatif sederhana didapati dari hasil uji validitas pemberian skor melalui validasi ahli dan uji praktikalitas yang dilakukan melalui responden berupa pendidik dan peserta didik berdasarkan kriteria dan skor. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analysis Temuan analisis pada guru kelas yang dilakukan dengan wawancara dan observasi diperoleh informasi pemasalahan kemampuan mengenal daur hidup hewan pada peserta didik yang ditimbulkan karena kurangnya layanan fasilitas belajar. Hasil pengamatan berupa kemampuan mengenal daur hidup hewan peserta didik masih rendah sehingga peserta didik membutuhkan bahan ajar visual sebagai penunjang dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Peneliti melanjutkan dengan pencarian literatur melalui artikel ilmiah untuk memperkuat landasan teori. Design Proses pengembangan dimulai dengan identifikasi masalah berupa peserta didik disabilitas rungu yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep mengenal daur hidup hewan, sehingga peneliti merancang sebuah produk berupa media 3D yang disimulasikan menggunakan handphone berupa bahan ajar daur hidup hewan menggunakan Virtual Reality Box yang kontennya dibuat dari aplikasi MilleaLab Creator. Dalam pembuatan bahan ajar terdapat beberapa asset dan fitur yang digunakan berupa: . Asset manusia sebagai custom yang dipilih peneliti untuk pelengkap bahan ajar, . Asset Background sebagai latar belakang yang memperindah dan memberikan suasana terhadap bahan ajar, . Asset Musik sebagai musik yang mengisi selama penggunaan bahan ajar, . Fitur Popup info untuk memberikan petunjuk atau informasi dalam bahan ajar, . Fitur Custom Images untuk menyajikan materi daur hidup hewan, . Fitur Upload Video untuk menyajikan materi daur hidup hewan beserta penjelasan menggunakan bahasa isyarat dan dilengkapi contoh sesuai materi yang digunakan. Setelah bahan ajar dikembangkan, dilanjutkan dengan validitas dan praktikalitas pada bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Uji validitas melibatkan tiga orang ahli yang sesuai dengan kompetensi bidang yakni ahli media, ahli anak disabilitas rungu, dan ahli materi. Para ahli berperan sebagai penilai dalam memberikan masukan ataupun saran kelebihan ataupun kekurangan bahan ajar yang peneliti kembangkan. Proses validasi dengan para ahli dilakukan dengan cara menunjukkan bahan ajar dan memberikan kuesioner untuk dilakukan penilaian. Sedangkan uji praktikalitas melibatkan guru kelas dan peserta didik dengan cara pengisian kuesioner untuk penilaian/respon penggunaan pada bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Development Rancangan desain bahan ajar kemudian direalisasikan melalui proses pembuatan di aplikasi MilleaLab Creator dengan bantuan seorang guru bernama ibu HT Gita agusta. Pd. Pembuatan bahan ajar ini membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Sedangkan untuk bahan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. materi dan desainnya dibuat sendiri oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi editor Bahan https://drive. com/drive/folders/1g3_bbClwDhiYTnjCMzrvLTKDYVmoPA6w. Setelah bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality selesai dibuat, selanjutnya dilakukan uji validasi dengan para ahli. Proses uji validitas dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025 Ae 02 Juni 2025, peneliti melakukan validasi pada ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality sebagai penunjang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada disabilitas rungu dengan 3 orang ahli yaitu ahli media, ahli anak disabilitas rungu, dan ahli materi. Validasi dilakukan agar mendapatkan penilaian untuk mengevaluasi kualitas bahan ajar dari tiap individu bidang ahli. Hasil penilaian validitas dari bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality oleh validator ahli secara keseluruhan dianalisis untuk mengetahui tingkat persentase kelayakannya, jumlah rata-rata yang diperoleh dari semua ahli rata-rata sebesar 91,7% dengan kategori kriteria sangat valid dengan keterangan tidak perlu direvisi, baik dari aspek media, aspek materi, dan aspek pembelajaran peserta didik disabilitas rungu. Kemudian peneliti melakukan uji praktikalitas pada bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality dengan pendidik dan 3 orang peserta didik disabilitas rungu. Hasil penilaian praktikalitas dari bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality oleh pendidik dan 3 orang peserta didik dianalisis untuk mengetahui tingkat persentase praktikalitas, hasil persentase yang diperoleh dari semua responden rata-rata sebesar 92,6% dengan kategori kriteria sangat praktis. Implementation Pada tahap implementation dilakukan uji coba terbatas yang dilakukan dengan metode SSR kepada 3 orang peserta didik disabilitas rungu guna memperoleh data kemampuan peserta didik dalam mengenal konsep daur hidup hewan. Uji coba terbatas menggunakan SSR dengan desain Multiple Baseline Across Subjects, dimana peneliti melakukan pengukuran respon secara sistematis dan diukur dalam dua fase yaitu fase baseline (A) dan intervensi (B) kondisi dimana fase intervensi diterapkan. Tiga subjek yang digunakan pada penelitian ini dapat diihat pada grafik berikut: Grafik 1. Analisis Dalam Kondisi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. Keterangan : Baseline A Intervensi B Trend Split Middle Mean Level Analisis Dalam Kondisi Subjek 1 Analisis data dalam kondisi pada subjek 1 memiliki panjang kondisi pada baseline (A) sebanyak 3x pertemuan serta intervensi (B) sebanyak 9x pertemuan. Estimasi kecendrungan arah saat baseline (A) adalah mendatar dan saat intervensi (B) adalah meningkat. Kecenderungan stabilitas saat baseline (A) adalah stabil dengan presentase 100% dan saat intervensi (B) adalah tidak stabil dengan presentase 22,2%. Kecenderungan jejak data saat baseline (A) adalah mendatar dan saat intervensi (B) adalah meningkat. Level stabilitas dan rentang saat baseline (A) adalah stabil dengan rentang 30%-30% dan saat intervensi (B) stabil dengan rentang 60%-90%. Level perubahan data saat baseline (A) adalah 0 dan saat Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. intervensi (B) adalah 30. Hasil intervensi yang dilakukan pada peserta didik disabilitas rungu subjek 1 memperlihatkan level perubahan ( . yang bisa disebut sebagai peningkatan pada pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan. Data kondisi ini juga memperlihatkan kecenderungan arah meningkat serta terdapat perubahan positif kepada subjek saat diberikan intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Subjek memperlihatkan peningkatan saat fase intervensi pada pertemuan pertama naik frekuensinya dari 30% menjadi 60% dan tiga pertemuan terakhir mendapatkan persentase Subjek 2 Analisis data dalam kondisi pada subjek 2 memiliki panjang kondisi pada baseline (A) sebanyak 5x pertemuan serta intervensi (B) sebanyak 7x pertemuan. Estimasi kecendrungan arah saat baseline (A) adalah mendatar dan saat intervensi (B) adalah meningkat. Kecenderungan stabilitas saat baseline (A) adalah stabil dengan presentase 100% dan saat intervensi (B) adalah tidak stabil dengan presentase 28,5%. Kecenderungan jejak data saat baseline (A) adalah mendatar dan saat intervensi (B) adalah meningkat. Level stabilitas dan rentang saat baseline (A) adalah stabil dengan rentang 20%-20% dan saat intervensi (B) stabil dengan rentang 50%-90%. Level perubahan data saat baseline (A) adalah 0 dan saat intervensi (B) adalah 40. Hasil intervensi yang dilakukan pada peserta didik disabilitas rungu subjek 2 memperlihatkan level perubahan ( . yang bisa disebut sebagai peningkatan pada pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan. Data kondisi ini juga memperlihatkan kecenderungan arah meningkat serta terdapat perubahan positif kepada subjek saat diberikan intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Subjek memperlihatkan peningkatan saat fase intervensi pada pertemuan pertama naik frekuensinya dari 20% menjadi 50% dan pertemuan terakhir mendapatkan persentase 90%. Subjek 3 Analisis data dalam kondisi pada subjek 3 memiliki panjang kondisi pada baseline (A) sebanyak 7x pertemuan serta intervensi (B) sebanyak 5x pertemuan. Estimasi kecendrungan arah saat baseline (A) adalah mendatar dan saat intervensi (B) adalah meningkat. Kecenderungan stabilitas saat baseline (A) adalah stabil dengan presentase 85,7% dan saat intervensi (B) adalah tidak stabil dengan presentase 20%. Kecenderungan jejak data saat baseline (A) adalah meningkat dan saat intervensi (B) adalah meningkat. Level stabilitas dan rentang saat baseline (A) adalah stabil dengan rentang 10%-20% dan saat intervensi (B) stabil dengan rentang 50%-80%. Level perubahan data saat baseline (A) adalah 10 dan saat intervensi (B) adalah 30. Hasil intervensi yang dilakukan pada peserta didik disabilitas rungu subjek 3 memperlihatkan level perubahan ( . yang bisa disebut sebagai peningkatan pada pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan. Data kondisi ini juga memperlihatkan kecenderungan arah meningkat serta terdapat perubahan positif kepada subjek saat diberikan intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality Subjek memperlihatkan peningkatan saat fase intervensi pada pertemuan pertama naik frekuensinya dari 10% menjadi 50% dan dua pertemuan terakhir mendapatkan persentase Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. Grafik 2. Analisis antar Kondisi Keterangan : Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. Baseline A Intervensi B Trend Trend batas atas Split Middle Mean Level Analisis Antar Kondisi Subjek 1 Pada subjek 1 perubahan kecenderungan yang terjadi saat kondisi baseline (A) ialah mendatar (=) dengan mean level 30. Kemudian, saat kondisi intervensi (B) perubahan kecenderungan yang terjadi meningkat dengan persentase overlape 0%. Semakin kecil presentase overlape maka intervensi yang diberikan berarti berhasil. Hal itu memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan pada peserta didik disabilitas rungu subjek 1 dikarenakan intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis virtual reality. Pada tahap intervensi (B) memperlihatkan kecenderungan arah meningkat dengan diperolehnya mean level 81,1. Peningkatan mean level mencapai 81,1 yang berada pada kondisi saat pemberian intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Kecenderungan peningkatan selama pemberian intervensi memperlihatkan adanya efek positif. Subjek 2 Pada subjek 2 perubahan kecenderungan yang terjadi saat kondisi baseline (A) ialah mendatar (=) dengan mean level 20. Kemudian, saat kondisi intervensi (B) perubahan kecenderungan yang terjadi meningkat dengan persentase overlape 0%. Semakin kecil presentase overlape maka intervensi yang diberikan berarti berhasil. Hal itu memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan pada peserta didik disabilitas rungu subjek 2 dikarenakan intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis virtual reality. Pada tahap intervensi (B) memperlihatkan kecenderungan arah meningkat dengan diperolehnya mean level 71,42. Peningkatan mean level mencapai 71,42 yang berada pada kondisi saat pemberian intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Kecenderungan peningkatan selama pemberian intervensi memperlihatkan adanya efek positif. Subjek 3 Pada subjek 3 perubahan kecenderungan yang terjadi saat kondisi baseline (A) ialah mendatar (=) dengan mean level 18,57. Kemudian, saat kondisi intervensi (B) perubahan kecenderungan yang terjadi meningkat dengan persentase overlape 0%. Semakin kecil presentase overlape maka intervensi yang diberikan berarti berhasil. Hal itu memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman konsep mengenal daur hidup hewan pada peserta didik disabilitas rungu subjek 3 dikarenakan intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis virtual reality. Pada tahap intervensi (B) memperlihatkan kecenderungan arah meningkat dengan diperolehnya mean level 68. Peningkatan mean level mencapai 68 yang berada pada kondisi saat pemberian intervensi menggunakan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality. Kecenderungan peningkatan selama pemberian intervensi memperlihatkan adanya efek positif. Terkait hasil uji coba bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengembangan Bahan Ajar Daur Hidup Hewan Berbasis Virtual Reality Untuk Peserta Didik Disabilitas Rungu (Research And Developmen. peneliti lakukan, diketahui bahwa penggunaan bahan ajar daur hewan berbasis Virtual Reality untuk peserta didik disabilitas rungu dapat dikatakan layak dan efektif sebagai bahan ajar pembelajaran mengenal daur hidup hewan bagi peserta didik disabilitas rungu. Efeknya anak dapat menggunakan bahan ajar dengan mudah, anak mengerti dengan materi yang disampaikan menggunakan bahan ajar, serta anak tertarik dan bersemangat dalam menggunakan bahan ajar. KESIMPULAN Proses pengembangan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode Research And Development (R&D) peneliti menggunakan model atau pendekatan berupa ADDIE yang dimodifikasi tahapannya, yaitu menjadi: . Analysis. Design. Development. Implementation. Bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality dikembangkan untuk mendukung prinsip-prinsip kebutuhan belajar disabilitas rungu melalui visualisasi yang mampu menarik perhatian dan semangat serta membantu dalam pemahaman peserta didik disabilitas rungu dalam belajar konsep mengenal daur hidup hewan. Hasil penilaian validitas dari bahan ajar oleh validator ahli secara keseluruhan sudah mencapai penskoran yang memenuhi kriteria sangat valid dengan keterangan tidak perlu direvisi, baik dari aspek media, aspek materi, dan aspek pembelajaran peserta didik disabilitas rungu. Hasil penilaian praktikalitas dari pendidik dan peserta didik secara keseluruhan sudah mencapai penskoran yang memenuhi kriteria sangat Dengan demikian, pengembangan bahan ajar daur hidup hewan berbasis Virtual Reality berdasarkan pada hasil validasi seluruh ahli validator dinyatakan sangat valid . sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran pemahaman mengenal daur hidup hewan bagi peserta didik disabilitas rungu. REFERENSI