Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Pengaruh latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis Muhammad Aqry1. Asep Angga Permadi2. Alam Hadi Kosasih3 1, 2, 3 Pendidikan Olahraga. Universitas Garut Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan drill menggunakan media sasaran kardus dan latihan imagery terhadap akurasi smash pada ekstrakurikuler bulutangkis. Dua puluh lima siswa dari SMA Negeri 1 Garut berpartisipasi dalam eksperimen menggunakan desain pretest-posttest satu Latihan diberikan selama dua belas pertemuan. Skor rata-rata meningkat dari 21,84 pada pretest menjadi 27,32 pada posttest, menurut data terdapat perbedaan yang signifikan sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t yang dihitung sebesar 19,740 dalam hasil uji t, yang lebih tinggi dari nilai t kritis sebesar 2,165 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, akurasi smash siswa dapat ditingkatkan dengan menggabungkan latihan imagery dengan aktivitas latihan drill menggunakan media sasaran kardus. Melalui integrasi yang komprehensif antara komponen mental dan fisik, metode ini telah menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan kemampuan teknis. Kata Kunci: Drill. Media Sasaran Kardus. Imagery. Akurasi Smash. Bulutangkis Abstract The purpose of this study is to determine the effect of drill exercises using cardboard target media and imagery exercises on the accuracy of smash in extracurricular badminton. Twenty-five students from SMA Negeri 1 Garut participated in an experiment using a pretest-posttest design in one group. Exercises are given over the course of twelve meetings. The average score increased from 21. 84 in the pretest to 27. 32 in the posttest, according to the data there was a significant difference as shown by the t-value calculated at 19. 740 in the t-test result, which is higher than the critical t-value of 2. 165 with a significance level of 0. 000 < 0. In conclusion, students' smash accuracy can be improved by combining imagery exercises with drill practice activities using cardboard target Through a comprehensive integration of mental and physical components, this method has demonstrated the ability to develop technical capabilities. Keywords: Drills. Cardboard Target Media. Imagery. Smash Accuracy. Badminton Correspondence author: Muhammad Aqry. Universitias Garut. Indonesia. Email: Muhammadaqry26@gmail. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 781-797 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. PENDAHULUAN Salah satu olahraga yang paling sulit adalah bulu tangkis, karena membutuhkan tidak hanya tingkat kebugaran fisik yang memadai, tetapi juga keterampilan, strategi, dan ketahanan mental. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bulu tangkis mengharuskan pemain memiliki kemampuan mental yang kuat, strategi yang tepat, kesehatan fisik yang baik, dan teknik yang excellent (Fauzan et al. , 2. bulutangkis adalah olahraga yang disukai oleh orang-orang dari segala usia, menjadikannya salah satu olahraga paling populer yang dimainkan saat ini. Selain itu, olahraga ini juga sangat disukai oleh individu dari berbagai latar belakang, termasuk anakanak, orang tua, dan baik pria maupun wanita. Berbagai aktivitas, seperti hiburan, kebugaran dan kesehatan, kesuksesan atletik, dan sebagainya, semuanya termasuk dalam ranah bulutangkis (Setiawan et al. , 2. Olahraga bulutangkis ini dimainkan menggunakan raket dan shuttlecock sebagai objek yang dipukul. Permainan ini bisa dimainkan dengan dua orang pada tunggal dan empat orang pada ganda (Gunawan et al. , 2. Saat berusaha mencetak poin dengan mengarahkan kok ke lapangan lawan, tujuan utama bulu tangkis adalah mencegah kok jatuh di lapangan sendiri (Muthiarani & Lismadiana, 2. Bulu tangkis adalah olahraga yang dapat dimainkan dengan baik oleh seorang pemain yang menguasai dengan baik keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan tersebut. (Kusnadi, 2. Untuk meningkatkan kualitas dalam permainan, pemain harus berlatih teknik dasar secara teratur. Menang atau kalah seorang pemain dalam permainan tergantung penguasaan teknik dasar permainan (Alfauzi. A et al. , 2. Sebagai olahraga kompetitif, bulutangkis menuntut adanya gerakan cepat, banyak berlari, melompat untuk melakukan smash, memiliki refleks yang baik, serta membutuhkan kecepatan dalam mengubah arah dan koordinasi mata-tangan yang optimal (Wijaya, 2. Untuk dapat fokus dalam mekanisme latihan, yakni latihan kemampuan teknik, seperti latihan smash diperlukan latihan yang efektif agar pemain dapat bermain secara optimal. (Artha, 2. Olahraga bulutangkis ini juga termasuk kedalam olahraga Muhammad Aqry. Asep Angga permadi, & Alam Hadi Kosasih Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis yang ada disekolah baik materi dalam pembelajaran olahraga maupun ekstrakulikuler diluar jam pelajaran. Aktivitas ekstrakurikuler menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah minat dan bakat mereka di luar bidang akademik di sekolah (Rasyono. Perkembangan kepribadian dan karakter siswa merupakan salah satu dari banyak tujuan yang dapat dicapai melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler memegang peranan krusial dalam memajukan dan mengasah keterampilan serta minat intrinsik siswa. Melalui partisipasi aktif, para siswa diberi wadah untuk membentuk dan mengembangkan bakat mereka, sekaligus memupuk potensi meraih prestasi yang gemilang. Lebih dari itu, keterlibatan dalam ekskul membuka peluang besar bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi esensial seperti komunikasi efektif, kepemimpinan, kerja tim, dan beragam keahlian lain yang tak ternilai berkesinambungan (Rabwan Satriawan, 2. Pendidikan olahraga merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Dengan menjadikan bulu tangkis sebagai olahraga yang diakui dan diajarkan di sekolah, pendidikan olahraga dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan mereka melalui kegiatan ekstrakurikuler (Mukti et al. , 2. Siswa dapat memulai karir di bidang olahraga melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menengah atas. (Dandi & Nurhidayat, 2. Pelatihan adalah proses terencana dan sistematis dalam bekerja atau berlatih yang diulang secara berkesinambungan, dengan peningkatan intensitas atau volume pekerjaan atau latihan setiap harinya (Edmizal & Maifitri, 2. Dalam konteks latihan yang ideal pada permainan bulutangkis,latihan yang baik untuk teknik dasar smash dipengaruhi oleh tiga faktor, didalamnya terdapat teknik, kekuatan fisik, dan mental seperti konsentrasi dan motivasi, memiliki dampak signifikan terhadap performa seseorang (P. Pramanik & S. Chatterjee, 2. Ada beberapa kondisi yang harus ditingkatkan agar dapat bermain bulu tangkis dengan baik. Setiap pelatih harus meningkatkan dan mengembangkan kondisi fisik pemainnya. Jika seorang pemain bulu tangkis ingin mencapai prestasi yang optimal. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 781-797 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. maka ia harus memiliki kondisi fisik, teknik, mental yang lengkap (Kosasih. A et al. , 2. Smash merupakan keterampilan dominan dalam permainan bulu tangkis, menyumbang sekitar seperlima dari total serangan, karena gerakannya yang kompleks melibatkan koordinasi seluruh tubuh serta kemampuan fisik seperti kecepatan, kekuatan, ketepatan, fleksibilitas, dan Teknik ini sangat efektif dalam meraih poin secara langsung, menciptakan peluang mencetak angka, menekan lawan ke posisi bertahan, dan mengubah situasi permainan dari bertahan menjadi menyerang, sehingga menjadi faktor kunci dalam menentukan kemenangan di setiap tingkat pertandingan (Li et al. , 2. Smash yang dilakukan secara efektif sangat bergantung pada kekuatan ledakan, timing yang tepat, dan terutama akurasi, karena shuttlecock harus diarahkan ke area yang sulit dijangkau oleh lawan untuk menciptakan poin atau keuntungan taktis. Namun meskipun akurasi memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan smash, banyak pemain, termasuk atlet profesional, masih sering mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi akurasi tersebut, yang pada akhirnya dapat memengaruhi performa mereka secara keseluruhan dalam pertandingan (Masail et al. , 2. Untuk bisa mengembangkan kemampuan siswa dalam ekstrakulikuler bulutangkis terutama pada akurasi smash diperlukan metode latihan efektif, diperlukan latihan yang menyatukan antara latihan teknik, fisik dan mental dapat menjadikan perkembangan keterampilan yang ingin dicapai. Sehingga diperlukan latihan yang terprogram dan terstruktur agar siswa dapat mahir dalam menguasai akurasi smash dan meminimalisir kesalahan dalam melakukan smash. Oleh karena itu ada kebutuhan mendesak untuk meneliti strategi pelatihan yang inovatif dan efektif yang bertujuan meningkatkan akurasi smash, sehingga meningkatkan kualitas dalam pertandingan (Kuswanti et , 2. Strategi pelatihan yang diimplementasikan dalam studi ini terdapat tiga aspek yakni latihann aspek fisik dan teknik dengan menerapkan metode drill menggunakan media sasaran kardus dan untuk Muhammad Aqry. Asep Angga permadi, & Alam Hadi Kosasih Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis latihan aspek mental dengan menerapkan metode imagery. Pendekatan drill ini merujuk pada cara pengajaran suatu teknik, yang berpokus pada komponen teknik. Bentuk latihan ini mengharuskan pengulangan yang lumayan intens untuk memperoleh gerakan yang hampir spontan (Artha. Latihan drill pada penelitian ini menggunakan media sasaran Kardus, penelitian sebelumnya menunjukan bahwasannya penggunaan drill menggunakan media sasaran memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan akurasi smash forehand pada siswa ekstrakurikuler (Pranata et al. , 2. Latihan akurasi smash yang dapat digunakan menggunakan media sasaran ada dua yaitu latihan smash dengan target tidak bergerak dan latihan smash dengan target yang berubah. Metode latihan smash dengan target yang berubah memanfaatkan sasaran yang relevan di Teknik smash sasaran tetap adalah jenis latihan yang hanya berlaku untuk satu target dalam satu waktu. Sedangkan sasaran berubah yakni shuttlecock tidak hanya ke satu sasaran saja. Dengan menerapkan pendekatan latihan yang akurat ditargetkan siswa memiliki pukulan smash yang baik. Untuk mencapai performa yang sempurna atau mendekati sempurna dalam olahraga, seorang atlet pemula memerlukan kombinasi latihan yang Ini meliputi tidak hanya latihan fisik , tetapi juga melibatkan serangkaian latihan mental melalui imagery membayangkan dan mempraktikkan gerakan secara mental, yang berkontribusi pada peningkatan keterampilan dan penampilan (Ainun & Wijanarko, 2. Praktik mengalami emosi yang sangat kuat seolah-olah emosi tersebut merupakan situasi nyata dikenal sebagai imagery (Babang et al. Untuk meningkatkan konsentrasi, mengatur aktivitas sesuai rencana, dan mengatur reaksi emosional serta kondisi fisik-psikologis, pelatih menggunakan latihan imajinasi yang melibatkan kelima indra (Babang et al. , 2. Banyak pelatih cenderung mengabaikan komponen Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 781-797 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. mental yang penting dan malah fokus hanya pada penguasaan fisik, teknik, dan taktik (T. Hidayat et al. , 2. Setelah melakukan observasi di SMAN 1 Garut peneliti menemukan permasalahan, yakni akurasi smash siswa di ekstrakulikuler bulutangkis ini mayoritas masih kurang, dimana masih banyak siswa yang melakukan smash lebih sering mengenai net dan keluar lapangan dibanding masuk ke area lawan dalam permainan. Sehingga diperlukan adanya program latihan yang inovatif dan efektif dalam ekstrakulikuler bulutangkis. Salah satu Latihan menggunakan sasaran kardus dan latihan imagery. Berdasarkan permasalahan yang terjadi disekolah tersebut maka hal yang menjadi alasan untuk memilih topik ini. Karena topik ini perlu dikembangkan, kemampuan siswa diluar jam pelajaran ini juga berperan penting dalam mengembangkan bakat di ekstrakulikuler bulutangkis, khususnya akurasi smash bisa berdampak pada peningkatan permainan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana teknik pelatihan yang tepat memengaruhi akurasi smash siswa di ekstrakulikuler bulutangkis di SMAN 1 Garut Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberika solusi dalam meningkatkan akurasi smash bulutangkis dan sebagai acuan dalam merancang program latihan yang lebih efektif bagi siswa ekstrakulikuler bulutangkis. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan desain satu kelompok pra-tes dan pasca-tes. Desain One Group Pretest Posttest, menurut Santoso . adalah memberikan tes kepada suatu kelompok dan kemudian mengevaluasi hasilnya. Untuk memastikan kondisi pre-tes dilakukan sebelum Karena hasilnya dibandingkan dengan kondisi awal, hal ini dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Metode eksperimental dianggap sebagai metode paling efektif untuk mengevaluasi teori tentang hubungan kausal dalam penelitian (Febiasnyah et al. , 2. Muhammad Aqry. Asep Angga permadi, & Alam Hadi Kosasih Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis Populasi adalah subjek keseluruhan dalam sebuah penelitian (Arikunto & Suharmisi, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian yakni siswa yang ikut serta dalam kegiatan ekstrakulikuler bulutangkis SMAN 1 Garut. Sampel dalam studi ini yakni 25 orang, teknik yang diterapkan untuk pemilihan sampel adalah sampel purposive. Menurut sugiyono dalam (Indarto et al. , 2. menjelaskan bahwa sampel purposive merupakan prosedur pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan sehingga memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel. Metode penelitian ini menerapkan drill smash menggunakan media sasaran kardus melalui rangkaian latihan dari kardus statis, kardus yang digeser, kardus di sudut lapangan, kardus digantung bergerak, hingga kardus bertingkat, dengan fokus peningkatan kontrol tenaga, sudut pukulan, koordinasi footwork, kecepatan reaksi, serta transisi teknik, dilaksanakan 3Ae5 set y 10 repetisi setiap sesi. Gambar 1. Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus Latihan ini dipadukan dengan imagery selama 30 menit pada tiap pertemuan, mencakup imagery statis, dinamis, fokus target, simulasi lawan, variasi tempo, situasi tekanan, kombinasi footwork, hingga penggunaan audio/video, yang dilakukan 3 set y 10 repetisi, sehingga siswa dilatih meningkatkan akurasi smash melalui stimulasi teknis, taktis, serta visualisasi mental yang terstruktur. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 781-797 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Gambar 2. Latihan Imagery Uji coba dan pengukuran digunakan dalam metode pengumpulan data pada studi ini. Setelah uji coba awal, kelompok eksperimen menerima latihan yang terdiri dari latihan imagery dan latihan berulang dengan target kardus tiga kali seminggu selama 12 sesi. Menurut Tjaliek Sugiardo dalam (Umar Fitriadi, 2. menjelaskan Praktek minimal 12 kali pertemuan telah mengalami perubahan permanen dalam penelitian. Sumber (Wiratama & Karyono, 2. Gambar 3. Tes Akurasi Smash Bulutangkis Muhammad Aqry. Asep Angga permadi, & Alam Hadi Kosasih Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis Tabel 1. Norma standarisasi Akurasi smash Kategori Poin Diberikan Sangat Bagus Lebih dari 35 Bagus Sedang Rendah Sangat Rendah Kurang dari 15 Sumber (Wiratama & Karyono, 2. Untuk tujuan mengevaluasi hipotesis, uji t merupakan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk melanjutkan pengujian hipotesis, diperlukan penyelesaian uji prasyarat terlebih dahulu. Penilaian data pengukuran yang terkait dengan temuan penelitian dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan analisis. Oleh karena itu, rumus Kolmogorov-Smirnov akan digunakan dalam penelitian ini untuk memeriksa homogenitas dan normalitas data yang diamati. Untuk analisis data menggunakan SPSS 26. HASIL Pada bagian ini, analisis data penelitian dibahas mengenai seberapa efektif latihan drill menggunakan media sasaran kardus dan latihan imagery terhadap akurasi smash bulutangkis. Berikut tabel hasil Pretest dan posttest dan perbandingan peningkatannya. Berdasarkan hasil analisis terhadap data pretest dan posttest peserta, diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 42,00, sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 52,54. Ini menunjukkan adanya peningkatan nilai sebesar 25,09% setelah dilakukan latihan drill dan latihan Peningkatan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 781-797 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. pemahaman, keterampilan, atau pengetahuan peserta setelah proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa program atau pendekatan yang digunakan cukup berhasil dalam meningkatkan tingkat keterampilan umum para peserta. Tabel 3 akan menampilkan hasil analisis akurasi pukulan smash yang dilakukan oleh pemain bulu tangkis ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Garut, beserta deskripsi data statistik. Tabel 3 memberikan informasi yang lebih rinci. Menurut tabel 3, hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata 21,84, nilai tertinggi 27,00, nilai terendah 12,00, dan simpangan baku 3,95. Di sisi lain, data pasca tes menunjukkan nilai rata-rata 27,32, simpangan baku 13,97, nilai terendah 20,00, nilai tertinggi 35,00, dan nilai rata-rata 21,84. Tujuan uji normalitas adalah untuk menentukan apakah variabelvariabel dalam studi memiliki distribusi normal. Tabel 4 menampilkan hasil uji normalitas. Data Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas yang tercantum dalam Tabel 4, yang menghasilkan nilai signifikansi pra-uji sebesar 0,165 dan nilai signifikansi pasca-uji sebesar 0,200. Data tersebut berdistribusi normal karena nilainilai tersebut lebih besar dari 0,05. Muhammad Aqry. Asep Angga permadi, & Alam Hadi Kosasih Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis Salah satu metode yang berguna untuk menentukan apakah sampel yang diambil dari suatu populasi memiliki variasi yang seragam adalah uji Hasil uji homogenitas ditampilkan dalam tabel 5. Pada Tabel 5 hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa data yang dianalisis bersifat homogen, seperti yang terlihat nilai signifikansi 0,838 > 0,05. Hasil uji t berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai t yang dihitung adalah 19,740, dan nilai t pada tabel adalah 2,165 . Nilai p untuk uji ini adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa hasilnya secara statistik signifikan. Karena nilai t yang dihitung sebesar 19,740 lebih besar dari nilai t kritis sebesar 2,165 dan kriteria signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan drill dan latihan imagery terhadap akurasi smash. Berdasarkan analisis data yang menunjukkan peningkatan akurasi smash pada kelompok. hipotesis alternatif . bahwa Auada pengaruh latihan drill menggunakan target karton dan latihan visualisasi terhadap akurasi smash dalam kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis di SMAN 1 GARUTAy dapat diterima. Oleh karena itu, latihan visualisasi dan latihan drill Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 781-797 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. dengan target karton memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan akurasi smash bulu tangkis. PEMBAHASAN. Dalam kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis di SMA Negeri 1 Garut, hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan drill menggunakan target kardus dan latihan imagery secara signifikan meningkatkan akurasi smash Peningkatan skor rata-rata dari 42,00 pada pra-tes menjadi 52,54 pada pasca-tes, serta nilai signifikan 0,000 . < 0,. pada hasil uji t, menjadi bukti dari hal ini. Dengan demikian ada peningkatan 25,09% latihan melalui kombinasi latihan teknik . menggunakan media sasaran kardus dan mental . terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan spesifik siswa . Latihan drill ini juga dapat dikaitkan dengan teori behavioristik yang dikembangkan oleh skinner yang dimana latihan drill ini sejalan dengan prinsip penguatan . dalam teori behavioristik, dimana respon yang benar diperkuat melalui pengulangan hingga menjadi kebiasaan. Oleh karena itu penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pranata yang menunjukkan bahwa latihan drill menggunakan media sasaran berdampak positif terhadap peningkatan akurasi forehand smash. Dalam penelitian tersebut, penggunaan sasaran tetap dan sasaran bergerak secara signifikan membantu siswa memahami arah dan target pukulan (Pranata et al. , 2. Sama halnya dalam penelitian ini, penggunaan kardus sebagai sasaran konkret memberikan umpan balik visual yang kuat bagi peserta didik. Selain menggunakan latihan drill, penelitian ini juga menggunakan latihan imagery yang didasari oleh Lang dengan Teori Bioinformasi bahwasannya imaery membentuk representasi mental dari respon motorik dan fisiologis, sehingga membantu otak dalam mengatur strategi dan tubuh bersiap melakukan aksi nyata. Hasil ini juga didukung oleh penelitian yang menyatakan bahwa pelatihan imagery mampu meningkatkan fokus mental, pengendalian emosi, dan kesiapan motorik atlet dalam menghadapi situasi pertandingan (Alestio & Witarsyah, 2. Proses imagery melibatkan Muhammad Aqry. Asep Angga permadi, & Alam Hadi Kosasih Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash pada Ekstrakulikuler Bulutangkis penggunaan panca indra dan visualisasi gerakan, yang secara neurologis memperkuat jalur motorik dalam otak, sehingga menghasilkan respons motorik yang lebih presisi. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori dan temuan sebelumnya bahwa integrasi antara latihan teknik yang terarah dan latihan mental yang terstruktur mampu meningkatkan hasil latihan keterampilan teknis secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan siswa disekolah di luar jam pelajaran regular dimana siswa memperluas wawasan dan keterampilan siswa di ekstrakulikuler (N. Hidayat et al. , 2. Oleh karena itu metode pelatihan ekstrakurikuler sudah seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga menggabungkan pendekatan mental untuk mencapai hasil yang lebih KESIMPULAN Penelitian menggunakan media sasaran kardus dan latihan imagery efektif dalam meningkatkan akurasi smash siswa ekstrakurikuler bulutangkis. Latihan drill membantu memperbaiki teknik dan kontrol pukulan melalui pengulangan gerak, sementara imagery memperkuat fokus, visualisasi, dan kesiapan mental siswa. Gabungan keduanya memberikan dampak positif yang lebih menyeluruh dibandingkan latihan tunggal, karena melibatkan aspek fisik dan psikologis secara terpadu. Oleh karena itu, metode ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pelatihan yang efektif dan aplikatif dalam pengembangan keterampilan bulutangkis di lingkungan sekolah. REFERENSI