1253 JOONG-KI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Implementasi Pengembangan Profil Pelajar Pancasila melalui Pelaksanaan Program Pendidikan Karakter di SDN Rangkah VI Kota Surabaya Mohamad Hafidz Ikhsan1. Asih Wahyuningsih2. Dewi Yulianawati3. Putri Rara Suparti4. Reva Tri Anggraeni5. Zakkiyyatul Aula6 1,2,3,4,5,6,7,8 Universitas Muhammadiyah Cirebon E-mail: mmhfdzikhsn@gmail. Article History: Received: 20 Mei 2025 Revised: 11 Juni 2025 Accepted: 28 Juli 2025 Keywords: Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan Karakter. Sekolah Dasar. Nilai Kebangsaan Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendukung implementasi pengembangan profil pelajar Pancasila melalui program pendidikan karakter di SDN Rangkah VI Kota Surabaya. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik sejak usia dini guna membentuk generasi yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi, pendampingan, dan pemberian modul penguatan karakter kepada guru dan siswa. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa sekolah telah menjalankan sejumlah program, seperti Anarashol, program gemar membaca, serta kegiatan yang mendorong budaya positif dan Kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat pelaksanaan program-program tersebut dan meningkatkan partisipasi aktif guru dan siswa dalam pembentukan karakter pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai tahapan perkembangan, termasuk dalam hal kurikulum. Sejak sebelum merdeka, perubahan kurikulum sudah terjadi beberapa kali. Muncul suatu stigma di masyarakat terkait perkembangan kurikulum ini, yang dikenal dengan istilah Aoganti menteri ganti kurikulumAo (Alhamuddin, 2. Meskipun demikian, perubahan kurikulum tidak dapat dihindari, mengingat bahwa bentuk ideal pendidikan di Indonesia masih belum sepenuhnya Selain itu, berbagai faktor seperti sosial, budaya, sistem politik, ekonomi, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mempengaruhi. Inovasi kurikulum harus dilakukan secara dinamis agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan tuntutan yang ada di masyarakat (Raharjo, 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana strategis kementerian Pendidikan tahun 2020-2024, . menyebutkan: Aupelajar pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatifAy. Profil Pelajar Pancasila yang dihadirkan dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 mengembangkan karakter dan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran. Dari sudut pandang filosofis, pendidikan karakter sangat penting diberikan kepada peserta didik guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Pemikiran Ki Hajar Dewantara menggarisbawahi bahwa pendidikan harus terintegrasi dengan nilai-nilai karakter . udi pekert. , fisik, dan intelektual, yang kelak akan membentuk peserta didik menjadi 'manusia' yang bermakna dalam masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter memegang peranan krusial dalam mengoptimalkan potensi siswa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi warga negara Indonesia yang berbudi luhur (Wawan, 2. Profil Pancasila yang dimiliki oleh peserta didik berfungsi sebagai simbol siswa Indonesia yang berbudaya, berkarakter, serta menghayati nilai-nilai Pancasila (Rosmana dkk. , 2. Pelajar Indonesia diharapkan dapat menjadi warga negara yang demokratis serta individu yang unggul dan produktif di abad ke-21. Dengan harapan tersebut, mereka diantisipasi untuk berkontribusi dalam pembangunan global yang berkelanjutan dan tangguh menghadapi berbagai Profil Pelajar Pancasila yang tercantum dalam Kurikulum Merdeka sangat berguna untuk mengembangkan karakter dan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran. Secara filosofis, pendidikan karakter menjadi hal yang penting dan perlu diberikan kepada peserta didik agar tujuan pendidikan bangsa dapat tercapai. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, serta kegiatan pendampingan secara langsung di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung implementasi program pendidikan karakter sebagai bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila di SDN Rangkah VI Kota Surabaya. Observasi dilakukan pada tanggal 22 Januari 2025 untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program karakter di sekolah. Wawancara dilakukan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, antara lain Bapak Rusdian selaku staf kurikulum, serta beberapa guru yang menjadi pelaksana utama kegiatan pendidikan karakter. Selain itu, tim pelaksana kegiatan juga menyusun dan mendistribusikan bahan ajar tambahan berupa modul sederhana yang berisi nilai-nilai Pancasila untuk mendukung penguatan karakter peserta didik. Data yang diperoleh dari observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi tantangan serta peluang yang dihadapi sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam pembelajaran. Literatur relevan digunakan sebagai landasan konseptual untuk memperkuat analisis dan merancang strategi pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada hari Rabu, 22 Januari 2025, di SDN Rangkah VI Kota Surabaya, bersama beberapa staf sekolah, ditemukan bahwa sekolah telah melaksanakan berbagai upaya dalam mengembangkan profil Pancasila melalui sejumlah program pendidikan karakter. Program-program tersebut meliputi pengembangan karakter religius, pengembangan karakter gemar membaca, dan pengembangan karakter berbudaya (Kosim. Urgensi Pendidikan Karakter, 2. Pengembangan Karakter Religius Pendidikan nilai-nilai keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Nilai religius menjadi dasar dalam membangun karakter peserta didik, sehingga setiap tindakan yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari dapat a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 mencerminkan perilaku-perilaku yang baik. Sebagaimana diungkapkan oleh Kosim dalam bukunya "Urgensi Pendidikan Karakter" . , nilai-nilai karakter harus berlandaskan pada prinsip dan kaidah yang diambil dari ajaran agama. Dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dan ajaran agama secara efektif, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang bermoral, beretika, dan memiliki spiritualitas yang tinggi. Salah satu program pengembangan karakter yang diterapkan di SDN Rangkah VI adalah Program Anak Rajin Sholat (Anarasho. Program ini dirancang untuk membiasakan siswa melaksanakan sholat lima waktu secara rutin. Setiap peserta didik diberikan buku catatan atau jurnal sholat sebagai sarana untuk memantau perkembangan ibadah mereka. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sebagai bentuk evaluasi, siswa diwajibkan untuk menyerahkan catatan sholat mereka kepada guru atau wali kelas. Guru kemudian melakukan pemantauan dan menilai perkembangan ibadah masing-masing siswa. Program Anarashol telah dilaksanakan secara konsisten selama tiga tahun terakhir dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Pengembangan Karakter Gemar Membaca Gemar membaca adalah kegemaran atau kesukaan terhadap suatu bacaan untuk memperoleh berbagai informasi dan wawasan. Upaya pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Kemampuan literasi merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan oleh setiap peserta didik di sekolah dasar (Sari, 2. Literasi bagi peserta didik mencakup kemampuan membaca, menulis, memahami, dan menafsirkan teks. Untuk mengoptimalkan kemampuan tersebut, sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain: Menulis Diary Peserta didik dianjurkan untuk menuliskan perasaan dan pengalaman mereka setiap hari dalam buku diary. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan mereka dalam mengungkapkan isi pikiran dalam bentuk tulisan, sehingga dapat meningkatkan keterampilan Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh seluruh peserta didik, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Karya Khusus Anak Sekolah menyediakan ruang eksplorasi bagi peserta didik untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan langsung oleh guru kelas sebagai fasilitator. Selain itu, sekolah juga memiliki sarana khusus untuk menampung dan memamerkan hasil karya peserta didik, yang disebut Klinik Kurmer. Sarana