Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 121-132 Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot Esculenta Crant. Terhadap Daya Hambat Bakteri Escherichia Coli Lisa Potti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada Amelia Niwele Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada Misdar Al Umar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada Email: Lisapotti87@gmail. Abstract. Pharmacologically, cassava leaves have activity as anti-inflammatory, antibacterial. The content contained in cassava leaves are water, phosphorus, carbohydrates, calcium, vitamin C, protein, fat, vitamin B1, iron, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. Cassava leaves are believed to have various benefits for the treatment of diseases such as being able to treat rheumatism, gout, anemia, constipation, as well as to increase endurance and can also overcome the problem of diarrhea. Based on previous research by (Mutia et al. , 2. suggested that cassava leaves (Manihot esculenta Cran. contain flavonoids, saponins and tannins which are used as antibacterial. One of the bacteria that causes diarrhea is Escherisia Coli. There is an antibacterial effect on cassava leaves because they contain antibacterial compounds, namely saponins, tannins and flavonoids. Escherisia Coli is a pathogenic microorganism that often infects humans. This bacterium is one of the causes of urinary tract infections, meningitis, pneumonia, diarrhea and other infections. The spread of Escherichia Colli bacteria can be through hand-to-mouth activities or by passive transfer through food or drink intermediaries. Previous research has shown that cassava leaf extract can inhibit the growth of gram-positive and gram-negative bacteria. The purpose of this study was to determine the antibacterial effect of cassava leaf extract on the growth of Escherichia coli bacteria. Cassava extract was made in three concentrations . %, 40%, 60%) which were tested for inhibition. This study used Escherichia coli bacteria cultured with EMBA (Eosin Meythelen Blue Aga. media with the paper disk A clear zone was found around the paper disk containing cassava leaf extract. The conclusion of this research is cassava extract (Manihot esculenta Cran. has antibacterial activity against Eschericia coli bacteria. The most effective concentration in inhibiting bacteria is 60%. Keywords : Cassava leaves. Escherichia coli, zone of inhibition Abstrak. Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri. Kandungan yang terdapat dalam daun singkong yaitu air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin c, protein, lemak, vitamin B1, zat besi, flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Daun singkong dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk pengobatan penyakit seperti dapat mengobati rematik, asam urat, anemia, konstipasi, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat pula mengatasi masalah diare. Berdasarkan penelitian sebelumya oleh (Mutia dkk,. mengemukakan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Cran. memiliki kandungan flavonoid,saponin dan tanin yang digunakan sebagai antibakteri. Salah satunya bakteri penyebab diare yaitu Escherisia Coli. Adanya efek anti bakteri pada daun ubi kayu dikarenakan mengandung mengandung senyawa antibakteri yaitu saponin, tannin dan flavonoid. Bakteri Escherisia Coli merupakan mikroorganisme patogen yang sering menginfeksi manusia. Bakteri ini merupakan salah satu yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran Received Febuari 07, 2022. Revised Maret 2, 2022. April 30, 2022 * Lisa Potti, : Lisapotti87@gmail. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crant. TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia Coli kemih, meningitis, pneumonia,diare dan infeksi lainnya. Penyebaran bakteri Escherchia Colli dapat melalui kegiatan tangan ke mulut atau dengan cara pemindahan pasif melalui perantara makanan maupun minuman. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi kayu dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak daun ubi kayu terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak ubi kayu dibuat dalam tiga konsentrasi . %, 40%, 60%) yang diuji daya hambatnya. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang dibiakkan dengan media EMBA (Eosin Meythelen Blue Aga. dengan metode paper disk. Didapatkan adanya zona bening disekitar paperdisk yang mengandung ektrak daun ubi kayu. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak ubi kayu (Manihot esculenta Cran. memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat bakteri adalah 60%. Kata kunci : Daun ubi kayu. Escherichia coli, zona hamba PENDAHULUAN Indonesia yang terletak di daerah tropis memiliki keunikan dan kekayan hayati yang sangat Tercatat bahwa di Indonesia terda pat 30. 000 jenis tanaman obat yang tumbuh di Indonesia, namun belum bisa dimanfaatkan dengan baik untuk dijadikan bahan obat, tetapi masyara kat masih menggunakannya secara empiris (Komala,2. Masyarakat di Indonesia telah lama memanfaatkan tanaman obat sebagai upaya alternative untuk mengatasi masalah kesehatan, diman a masyarakat memanfaatkannya seca ra turun temurun atau secara empiris. (Rikomah,dkk. ,2. Selain itu Penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional juga semakin banyak diminati oleh masyarakat karena telah terbukti bahwa obat yang berasal dari tumbuhan lebih menyehatkan dan tanpa menimbulkan adanya efek samping jika dibandingkan dengan obatobatan yang berasal dari bahan kimia. Salah satu tanaman yang berpotesi sebagai tanaman obat adalah daun singkong (Manihot esculenta Cran. Salah satu tumbuhan obat yag digunakan secara turun temurun yaitu tanaman daun singkong (Manihot esculenta Crant. Secara farmakologi daun singkong mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Kandungan yang terdapat dalam daun singkong yaitu air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin c, protein, lemak, vitamin B1, zat besi, flavanoid, saponin, tanin dan Daun singkong dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk pengobatan penyakit seperti dapat mengobati rematik, asam urat, anemia, konstipasi, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat pula mengatasi masalah diare (Rikomah dkk, 2017 ). Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh (Mutia dkk,. mengemukakan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Cran. memiliki kandungan flavonoid,saponin dan tanin yang digunakan sebagai antibakteri. Salah satunya bakteri penyebab diare yaitu Escherisia Coli. JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 121-132 TINJAUAN TEORITIS Diare merupakan peningkatan frekuensi bakteri dan perubahan konsistensi feses yang disebabkan oleh agen infeksi pada gastrointestinal atau pada system pencernaan, dan biasanya sering terjadi pada balita dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam (WHO,2. Menurut (Ginting,2. Faktor-faktor yang lingkungan yang kurang Higienis hal tersebut yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab diare Yaitu Escherisia Coli. Bakteri Escherisia Coli merupakan mikroorganisme patogen yang sering menginfeksi manusia. Bakteri ini merupakan salah satu yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, meningitis, pneumonia,diare dan infeksi lainnya. Penyebaran bakteri Escherchia Colli dapat melalui kegiatan tangan ke mulut atau dengan cara pemindahan pasif melalui perantara makanan maupun minuman. Dalam kepercayaan secara empiris masyarakat desa wanath menggunakan ekstrak daun singkong sebagai penyembuh diare yang penggunaanya dengan cara direbus dan diminum air Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk meneliti tanaman daun singkong (Manihot Esculenta Cran. ,dikarenakan kandungan metabolit sekunder pada daun singkong diduga memiliki potensi sebagai antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri Escherisia Coli penyebab diare. Tujuan Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun singkong (Manihot esculenta Cran. berpotensi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Eschersia Coli. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku Karpan (Karang Panjan. dan Laboratorium Mikrobiologi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 12 April Ae 2 Mei 2022. Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun singkong (Manihot esculenta Crant. yang diambil di daerah Desa Wanath kecamatan Leihitu kota Ambon Alat yang digunakan Alat yang digunakan adalah incubator, autoklaf, beker gelas. Bunsen, cawan petri, corong. Erlenmeyer, gelas ukur, kapas, pipa kapiler, kertas cakram, jangka sorong atau penggris, timbangan analitik, penangas air, kawat ose, pipet tetes, tabung teaksi, rak tabung, dan spirtus. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crant. TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia Coli Bahan yang digunakan Bahan yang digunakan adalah aquadest, etanol 70%. HCl 2N. Mg. Fecl3 1%. Eosin Methylenen Blue Agar (EMBA). Kloramfenikol, bakteri Escherichia Coli dan daun Singkong (Manihot esculenta Crant. 300 gram. Pengambilan sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel daun Singkong. Sebanyak 300 teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu diambil secara langsung dan secara manual. Persiapan Sampel Pengumpulan sampel diawali dari proses pemilihan sampel Daun Singkong (Manihot esculenta Crant. , sampel yang diambil tersebut adalah sampel Darat yang baik dan tidak rusak dan diambil sebanyak 300 gram. Sampel Daun Singkong (Manihot esculenta Crant. yang telah dikumpulkan, di lakukan sortasi basah, setelah itu dicuci bersih dengan air yang mengalir, kemudian di rajang dan diangin-anginkan dengan tujuan agar sampel cepat kering, setelah kering sampelnya di sortasi kering dan di haluskan, kemudian di saring atau di tapis dan ditimbang berat keringnya. Untuk melakukan ekstraksi zat aktif tertentu dari bahan tanaman secara sempurna, harus menggunakan pelarut yang ideal dan menunjukan selektifitas yang maksimal, mempunyai kapasitas Dalam penelitian ini Pelarut yang digunakan adalah etanol 70% karena secara umum pelarut ini paling banyak digunakan dalam proses isolasi senyawa organic karena dapat melarutkan hampir seluruh golongan metabolit sekunder. Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Singkong Simplisia ditimbang 300 gram kemudian dilakukan proses maserasi dengan diberi penambahan etanol 70% sebanyak 2 liter (Erina, dkk 2. Larutan hasil maserasi yang kemudian dipanaskan atau diuapkan menggunakan penangas air sampai memperoleh ekstrak kental (Afrina dkk. , 2. Rendamen merupakan suatu nilai penting dalam pembuatan produk. Rendamen ekstrak dihitung berdasarkan perbandingan antara ekstrak yang diperoleh dengan simplisia awal . ang diekstra. dikalikan 100%. %Rendamen= ycaycuycaycuyc yceycoycycycycayco ycycaycuyci yccycnEaycaycycnycoycoycaycu X 100% 2ycaycuycaycuyc ycaycycayco ycycnycoycyycoycnycycnycayca JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 121-132 Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Uji Flavonoid Sebanyak 1 ml ekstrak ditambahkan 10 ml air panas, didihkan selama 5 menit, kemudian disaring, diambil filtrate sebanyak 5 ml ditambahkan 0,5 gr serbuk Mg dan 1 m HCl pekat dan dikocok. Jika positif mengandung flavonoid ditunjukan dengan terbentuknya warna merah, kuning atau jingga (Rusdianti Helmidanora, 2018 ). Uji Saponin Sepuluh tetes larutan uji dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 5 tetes air panas, dikocok selama 15 detik hingga terbentuk busa. Kemudian ditambahkan 1 tetes HCl 2N. jika buih tidak hilag menunjukan adanya saponin (Rusdianti Helmidanora, 2. Uji Tanin Sebanyak 3 tetes ekstrak dimasukan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 3 tetes FeCL3 1%. Uji positif ditunjukan terbentuknya warna hijau biru, ungu, atau hitam pekat. Pembuatan Media Pertumbuhan Bakteri Media yang digunakan adalah media Eosin Methylenen Blue Agar (EMBA). media EMBA dibuat dengan cara melarutkan serbuk EMBA sebanyak 30 gram kedalam 100 mL aquadest, dipanaskan dan diaduk hingga homogeny. Setelah itu masukan kedalam cawan petri steril dan biarkan sampai Media Suspensi Bakteri Biakan bakteri Escherichia Coli diinokulasi pada media Eosin Methylenen Blue Agar (EMBA). Isolate bakteri Escherichia Coli dibuat dengan cara menginokulasi sebanyak satu ose biakan yang berumur 24 jam kemudian lalu diinkubasi pada suhu 37AC selama 24 jam. Pembuatan Larutan Uji Selanjutnya ekstrak dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 20%, 40% dan 60%. Pembuatan konsentrasi ekstrak etanol 70 % Daun Singkong (Manihot esculenta Crant. dimulai dengan membuat perhitungan untuk konsentrasi 20% 40% dan 60% b/v dengan cara ditimbang 0,2 g, 0,4 g, dan 0,6 g Daun Singkong (Manihot esculenta Crant. setelah itu masing masing ekstrak dilarutkan dalam 1 ml larutan aquades steril. Pembuatan Larutan Kontrol Positive Kontrol positive dibuat dengan kloramfenikol dengan menimbang 0,1 g serbuk dilarutkan dengan aquadest steril sebanyak 1 ml sedangkan kontrol negative menggunakan aquadest. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crant. TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia Coli Pengujian Aktivitas Ekstrak Daun Singkong Menggukan metode difusi cakram Kirby-beaur. Cawan petri yang dituangi media Eosin Methylenen Blue Agar (EMBA) kemudian dengan menggunakan pipa kapiler steril, permukan media diolesi bakteri Eschersia Coli yang telah distandarkan. Kemudian kertas cakram dicelupkan pada masing-masing konsentrasi, selama 15 menit. Kloramfenikol sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negative selama 15 menit. Kemudian diinkubasi pada suhu 37AC selama 24 jam. Setelah itu diukur zona hambat menggunakan jangka sorong atau penggaris. HASIL Hasil Persen Rendamen %Rendamen = ycaycuycaycuyc yceycoycycycycayco ycycaycuyci yccycnEaycaycycnycoycoycaycu X 100% 2ycaycuycaycuyc ycaycycayco ycycnycoycyycoycnycycnycayca 47,08 gram = 300 grayco X100% = 15,69 % Tabel 1. Hasil identifikasi senyawa metabolit ekstrak etanol daun singkong No Uji Fitokimia Hasil Kesimpulan Flavanoid Terdapat warna kuning Positif ( ) kemerahan Positif ( ) Saponin Terdapat buih selama 10 Positif ( ) menit buih tidak hilang Tanin Terdapat warna hijau Positif ( ) Keterangan : Positive( ):Mengandunggolongan senyawa Negative (-) : Tidak mengandung golongan senyawa JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 121-132 Tabel 2. Hasil PengujianAktivitas Anti bakteri Escherichia Coli Konsentrasi Rata-Rata Daya Keterangan Hambat ( mm ) Escherichia Coli Kontrol Negative ( 0 mm Lemah 20 % 19 mm 19 mm Kuat 25 mm Sangat kuat 29 mm Kontrol Positive ( 32 mm Sangat kuat Sangat Kuat Keterangan : (Anita,2. Sangat Kuat : Ou 25 Kuat : 10 Ae 20 mm Sedang : 5 Ae 10 mm Lemah : O 5 mm PEMBAHASAN Hasil Persen Rendamen Hasil rendamen ekstrak daun singkong (Manihout Euscelenta Crant. dengan bobot simplisia 300 gr yang diekstraksi . didapatkan bobot ekstrak kental sebanyak 47,08 gr dengan nilai % rendamen sebesar 15,69%. Identfikasi kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun singkong ( Manihout Esculenta Crantz ) Berdasarkan hasil penelitian pengujian fitokimia ekstrak daun singkong (Manihot esculnta Crant. pada tabel 2. Menunjukan hasil positif pada senyawaa flavanoid setelah penambahan 10 ml aquades yang sudah dipanaskan dimana terbentuk warna kuning orange. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crant. TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia Coli Pada pengujian senyawa Tanin didapatkan hasil positif saat penambahan 3 tetes FeCl3 1% terbentuk warna hijau kehitaman. Dan pada pengujian senyawa saponin didapatkan hasil positif dengan terbentuknya buih yang dikocok selama 1 menit dan ditambahkan 1 tetes HCl 2 N. Hasil yang didapatkan sejalan dengan penelitian Mutia dkk,2017. Uji skrining fitokimia yang dilakukan saat penelitian menunjukan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Crant. mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder diantaranya, flavonoid, saponin, dan tanin. Dimana senyawa- senyawa metabolit sekunder tersebut berfungsi sebagai antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri dengan caranya masing - masing hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mutia dkk,. mengemukakan bahwa daun singkong (Manihot esculenta Cran. memiliki kandungan flavonoid, saponin dan 69annin yang digunakan sebagai antibakteri. Salah satunya bakteri penyebab diare yaitu Escherisia Coli Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Singkong ( Mahihout Esculenta Crantz ) Tahap pengujian antibakteri dimulai dengan pengolesan suspensi antibakteri Escherichia Coli kedalam medium Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) dengan menggunakan metode swab . apas lid. Setelah pengolesan kemudian diambil kertas cakram dan dimasukan kedalam variasi konsentrasi yang berbeda dan kontrol positif serta kontrol negatif yang direndam selama 5 menit, selanjutnya kertas cakram yang sudah direndam diambil dan diletakan kedalam medium EMBA yang telah dibuat Alasan menggunakan metode difusi cakram yaitu agar konsentarsi dari ekstrak dan dari kontrol positif dan negatif dapat diserap dalam kertas cakram untuk menghindari mengupanya variasi konsentrasi dan kontrol positif dan negatif yang dapat berpengaruh pada zona hambat bakteri, dan metode difusi terbilang cepat dalam penyiapannya, kemudian bakteri di inkubasi selama1 y 24 jam. Lama waktu yang digunakan untuk menginkubasi bakteri akan mempengaruhi pertumbuhan bakteri tersebut secara makroskopis dan mikroskopis. Biakan bakteri pada kondisi inkubasi yang lama atau diatas waktu optimum yang diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh akan mempengaruhi morfologi bakteri secara mikroskopis ( Fifendy, 2017 ). Penggunaan bakteri Escherichia Coli dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun singkong (Manihot Esculenta Crant. dapat menghambat bakteri gram negatif yang terdapat pada usus manusia dan hewan, yang dapat menyebabkan diare bahkan infeksi pada usus. EMBA (Eosin Methylene Blue Aga. adalah media selektif dan media diferensial, media ini selektif untuk menumbuhkan bakteri gram negatif pada umumnya digunakan untuk isolasi dan diferensiasi bakteri non fecal coliform dan fecal coliform. JURRIKES - VOLUME 1. NO. APRIL 2022 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Vol. No. 1 April 2022 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal 121-132 Parameter yang diukur dalam pengujian aktivitas antibakteri ini yaitu terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram yang menunjukan terhambatnya pertumbuhan bakteri di daerah tersebut setelah diinkubasi selama 1 y 24 jam. Pengukuran zona bening menggunakan satuan rasio panjang . Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri daun singkong (Manihot Esculenta Crant. pada tabel 3 dapat dilihat bahwa zona hambat yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi ekstrak daun singkong (Manihot esculenta Crant. yaitu 20%, 40%, dan 60% terdapat pertumbuhan bakteri Escherichia Coli memiliki diameter zona hambat yang berbeda dan memiliki kriteria kekuatan antibakteri yang berbeda Ekstrak daun singkong (Manihot Esculenta Crant. pada konsentarsi 60% dan 40% mempunyai daya hambat sangat kuat . dengan diameter zona hambat 29 mm Ae 25 mm dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escheichia Coli. Sedangkan pada konsentrasi 20% zona hambatnya 19 mm masuk dalam kriteria Kuat dimana konsetrasi tersebut dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri. Penelitian ini sejalan dengan Rosario . yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Untuk hasil kontrol positif menggunkan Kloramfenikol memiliki daya hambat antibakteri sebesar 32 mm dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan efektif dan masuk kedalam kategori sensitif dikarenakan Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktivitas bakteriostatik dan pada dosis tinggi bersifat bakterisidal. Kloramfenikol merupakan antibiotik golongan kloramfenikol yang mempunyai spektrum luas terhadap bakteri gram negatif dan gram positif, mekanisme kerja kloramfenikol yaitu menghambat sintesis protein dan juga kloramfenikol bersifat bakteriostatik. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Heti . yang menyatakan bahwa kloramfenikol adalah antibiotik yang memiliki spektrum luas dan dapat menghambat pembentukam peptide, sedangkan untuk kontrol negatif yaitu aquades karena termasuk dalam senyawa netral sehingga aktivitas antibakteri tidak akan terjadi atau aquades tidak menghambat pertumbuhan bakteri, ditunjukan hasil pengukuran diameter zona hambat pada kontrol negative yaitu 0 Berdasarkan hasil ini maka penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rikomah dkk . yang menunjukan hasil bahwa ekstrak Daun Singkong (Manihot Esculenta Crant. mengandung zat antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia Coli. Dengan demikian eksrak yang digunakan dalam penelitian ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan dilakukan beberapa konsentrasi yang berbeda namun kriteria zona hambat yang dihasilkan sangat baik yang dimana kosentrasi 20% memiliki zona hambat 19 mm . sedangakan untuk konsentrasi 40% - 60% memeliki zona hambat 25 mm Ae 29 mm . angat kua. , kemudian untuk kontrol positif yang digunakan yaitu kloramfenikol mampu menghambat bakteri dengan diameter zona hambat yang dibentuk yaitu 32 mm (Sangat Kua. , penggunaan kontrol positif dimaksud untuk membandingkan zona hambat antara ekstrak dengan variasi konsentrasi dan zona hambat dari kontol positif yaitu kloramfenikol, sedangkan kontrol negative yang digunakan tidak menunjukan adanya zona hambat. Tujuan digunakanya kontrol negative adalah untuk menunjukan ada UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crant. TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia Coli atau tidaknya pengaruh pelarut terhadap pertumbuhan bakteri, hanya saja pada penelitian yang dilakukan ini terdapat beberapa perbedaan diantaranya, pemilihan bakteri yang dimana pada penelitian ini tidak menggunakan bakteri yang sama seperti pada penelitian sebelumnya dan konsentrasi yang digunakan pada penelitian ini juga berbeda dengan penelitian sebelumnya. Alasan mengapa dalam percobaan didapatkan zona hambat yang besar pada konsentrasi yang rendah, karena ada beberapa faktor pada penelitian saya dan penelitian pendukung saya yang berbeda, pertama terletak pada pengulangan dalam uji antibakteri, dimana pada penelitian terdahulu menggunakan 3 kali pengulangan, dan pada penelitian saya hanya 1 kali namun pada penelitian terdahulu dengan 3 kali penggulangan tidak didapatkan hasil yang begitu signifikan atau berbeda jauh diameter zona hambatnya, kemudian terletak pada pembuatan ekstrak kental juga, dimana saya menggunakan alat waterbath dan bantuan hairdrayer yang dimana kedua alat ini memiliki suhu yang tidak dapat diukur, sehinggan akan berpengaruh juga pada hasil ekstraknya, sedangkan pada jurnal menggunakan rotary evaporator yang dimana alat ini sudah dikhususkan untuk pembuatan ekstrak pada suatu sampel. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa : Daun singkong (Manihot Esculenta Crant. mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa Flavanoid, saponin, dan tanin, dimana senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia Coli. Ekstrak daun singkong (Manihot Esculenta Crant. pada konsentarsi 60% dan 40% mempunyai daya hambat sangat kuat . dengan diameter zona hambat 29mm Ae 25mm dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escheichia Coli. Sedangkan pada konsentrasi 20% zona hambatnya 19mm masuk dalam kriteria Kuat dimana konsetrasi tersebut dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri. DAFTAR PUSTAKA