Volume 4 Nomor 3 Juli Ae September 2025 hisworkislicensedunderaCreative CommonsAttribution - E - ISSN2829 - 9280 Non Commercial 4. 0 International License METODE ROYAL ACADEMY OF DANCE (RAD) PADA PEMBELAJARAN TARI PRE BALLET MARLUPI DANCE ACADEMY Melia Cahya Agusti Sidik1. Dwi Junianti Lestari2. Dadang Dwi Septiyan3 Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa email : meliacahyasidik@gmail. email : dwi@untirta. email : dadang. vivaldi@untirta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) dalam pembelajaran tari pre ballet di Marlupi Dance Academy (MDA) sebagai upaya pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan motorik anak usia dini. Marlupi Dance Academy merupakan lembaga pendidikan tari yang telah berdiri sejak tahun 1956 dan secara konsisten menerapkan metode RAD sebagai pendekatan internasional dalam kurikulumnya. Metode RAD, yang berasal dari Inggris, dirancang untuk memberikan struktur pembelajaran balet yang sistematis, progresif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pelatih, siswa, dan orang tua, serta dokumentasi berupa foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RAD diterapkan melalui beberapa tahapan pembelajaran, meliputi pemberian materi gerak dasar, pengenalan musik dan ekspresi, serta pengembangan kreativitas dan imajinasi. Proses pembelajaran dilakukan dalam tiga kategori kelas pre ballet berdasarkan usia, yaitu Pre School . ,5Ae4 tahu. Pre Primary . tahun ke ata. , dan Primary. Setiap kategori dirancang untuk menumbuhkan kemampuan motorik, musikalitas, dan kesadaran tubuh melalui pendekatan menyenangkan, edukatif, dan interaktif. Faktorfaktor yang memengaruhi penerapan metode ini dibagi menjadi dua, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi dan minat siswa, rasa percaya diri, kondisi fisik dan motorik, serta kedisiplinan dan konsistensi. Sementara itu, faktor eksternal mencakup peran pelatih bersertifikasi RAD, kualitas sarana dan media pembelajaran, metode pengajaran yang sesuai perkembangan anak, lingkungan belajar yang positif, serta dukungan orang tua. Integrasi kedua faktor tersebut mendukung efektivitas pembelajaran, serta berkontribusi pada pembentukan karakter, disiplin, dan kreativitas anak sejak usia dini. Kata Kunci: Royal Academy of Dance. Pre Ballet. Anak Usia Dini. Pembelajaran Balet. Marlupi Dance Academy. Abstract This study aims to examine the application of the Royal Academy of Dance (RAD) method in learning pre ballet dance at Marlupi Dance Academy (MDA) as an effort to develop character, creativity, and motor skills in early childhood. Marlupi Dance Academy is a dance education institution that has been established since 1956 and consistently applies the RAD method as an international approach in its curriculum. The RAD method, which originated in the UK, is designed to provide a systematic, progressive, and developmentally appropriate structure for ballet learning. The research approach used was qualitative with descriptive methods, through direct observation, semi-structured interviews with trainers, students, and parents, as well as documentation in the form of photos and The results show that the RAD method is applied through several stages of learning, including the provision of basic movement materials, introduction to music and expression, as well as the development of creativity and imagination. The learning process is conducted in three age-based pre ballet class categories, namely Pre School . 5-4 years ol. Pre Primary . years old and abov. , and Primary. Each category is designed to foster motor skills, musicality, and body awareness through a fun, educational, and interactive approach. The factors that influence the implementation of this method are divided into two, namely internal and external factors. Internal factors include student motivation and interest, self-confidence, physical and motor condition, as well as discipline and consistency. Meanwhile, external factors include the role of RAD-certified trainers, the quality of learning facilities and media, developmentally appropriate teaching methods, a positive learning environment, and parental support. The integration of both factors supports the effectiveness of learning, and contributes to children's character building, discipline and creativity from an early age. Keywords: Royal Academy of Dance. Pre Ballet. Early Childhood. Ballet Learning. Marlupi Dance Academy. berperan utama untuk merangsang kreativitas hingga imajinasi anak. Salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan anak usia dini yakni kemampuan motorik, bisa diasah melalui pembelajaran seni tari. Materi pembelajaran yang diberikan untuk anak usia dini yaitu salah satunya pembelajaran tari balet. PENDAHULUAN Pembelajaran tari balet sejak usia dini penting dalam mendukung perkembangan motorik, karakter, dan sosial anak. Marlupi Dance Academy menerapkan metode Royal Academy of Dance (RAD), yang berstandar internasional, dalam kelas pre ballet untuk anak usia 2Ae4 tahun. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana metode ini diterapkan serta faktorfaktor yang mempengaruhinya. Anak usia dini merupakan anak yang ada diantara usia 0-6 tahun, tahap ini menjadi periode penting dalam pembentukan karakter hingga kepribadiannya. Di usia ini, anak pastinya mempunyai karakteristik yang khas sesuai tahap Terdapat karakteristik yang biasanya dimiliki anak usia dini, seperti: . memiliki keunikan tersendiri, . biasanya bersikap spontan, . aktif, penuh energi, . gemar mengeksplorasi dan mempunyai jiwa petualang, . mempunyai rasa keingintahuan yang besar dan memperlihatkan antusiasme pada berbagai hal, . bersifat egosentris, . mempunyai daya imajinasi serta fantasi yang kuat, . mudah frustrasi, dan . mempunyai rentang perhatian yang relatif singkat. Tari Balet merupakan bentuk tarian yang perkembangannya mempunyai fungsi dibandingkan dengan tarian-tarian yang lain seperti tari tradisional, tari kontemporer atau tari kreasi karena gaya, teknik dan pelatihan yang diberikan berbeda dengan tarian yang lain. Dalam pembentukan pada karakter anak, melalui pembelajaran balet, anak akan belajar untuk lebih sabar untuk mengelola emosi hingga mengendalikan keinginannya, terutama saat berinteraksi pada kelompoknya. Anak diajari keutamaan menjaga kebersamaan hingga membangun sikap yang baik terhadap teman kelompoknya. Oleh sebab itu, pengenalan tari balet dimulai sejak usia dini. Pre Ballet merupakan kelas tari balet untuk anak usia dini yang berusia 2-4 tahun. Melalui pelatihan pre balet, anak usia dini mengembangkan otot inti yang kuat, memperbaiki postur tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, mengembangkan kemampuan sosial, dan keseimbangan yang lebih baik. Dari karakteristik di atas, maka masing-masing orang tua akan memberi pendidikan yang terbaik bagi anak. Salah satu contoh pendidikan yang baik untuk anak adalah pendidikan seni, seni ialah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk mendukung perkembangan anak usia dini. Seni Gerakan dan teknik yang tepat memerlukan disiplin dan kontrol, sehingga meningkatkan kesadaran tubuh dan kontrol atas gerakan. Kelas balet secara teratur membantu mengembangkan kebugaran, stamina, dan daya berkontribusi terhadap kehidupan yang sehat. Melalui balet, anak dapat mengekspresikan diri secara kreatif melalui gerakan. Saat mempelajari berbagai teknik balet dan melakukan koreografi rutin, anak dapat meningkatkan daya nalar dan daya ingat serta meningkatkan kepercayaan diri. disiplin, serta kemampuan sosial anak. Oleh sebab itu, penelitian ini sangat penting untuk menganalisis metode pengajaran balet, khususnya metode Royal Academy of Dance (RAD) yang telah diadaptasi oleh Marlupi Dance Academy. Metode ini berstandar pembelajaran yang terstruktur sehingga dapat menjadi metode yang cocok untuk memotivasi perkembangan anak usia dini melalui seni tari. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan bisa turut mengoptimalkan pendidikan balet bagi anak usia dini serta memperkaya literatur mengenai pembelajaran balet. Salah satu sekolah ballet yang berada di Indonesia adalah sekolah Malupi Dance Academy. Marlupi Dance Academy (MDA) didirikan tahun 1956 oleh Marlupi Sijangga. Awalnya, sekolah balet ini berdiri di Surabaya bernama Mary Ballet School. Seiring waktu, nama sekolah ini sempat berubah menjadi Marry Marlupi. Nama "Marlupi" sendiri berasal dari kombinasi Mary dan Dewi Palupi. Saat ini, sekolah tari ini terkenal dengan nama Marlupi Dance Academy. Adapun seyogyanya penelitian maka tentunya memiliki sumber dan research gap untuk menjadi tolak ukur peneliti dan menjadi pendukung dalam menunjang konsep dan teori Penelitian oleh Yanti Margaretta di tahun 2016, dimuat dalam artikel berjudul "Hubungan Keterampilan Menari Balet Dengan Pembentukan Karakter Anak Usia DiniAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterampilan menari dengan pembentukan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasi. Penelitian ini menunjukkan peran lingkungan sangat berarti untuk pembentukan karakter anak. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang hendak dilakukan yakni karakter anak usia dini dapat dibentuk melalui tari balet. Walau terdapat perbedaan perihal metode dan tujuan penelitian hingga lokasi yang digunakan pada Di tahun 1993. Marlupi Dance Academy membuka cabang di Jakarta lalu mulai menambah kelas baru sejak 2006. Kini, kurikulumnya meliputi banyak jenis tari, seperti balet klasik, modern dance . azz dan hip ho. , hingga fitness. Awalnya hanya sekolah balet. Marlupi Dance Academy kini berkembang menjadi sekolah tari yang lebih Melalui menyediakan pelatihan terbaik, akademi ini menerapkan metode pengajaran berstandar internasional yang berfokus pada teknik yang kuat, ekspresi artistik, dan perkembangan bertahap dari tingkat pemula hingga profesional yaitu disebut metode Royal Academy of Dance (RAD). Metode RAD diterapkan dengan dukungan pengajar bersertifikasi profesional untuk memastikan kualitas pembelajaran yang METODE Penelitian berjudul "Penerapan Metode Royal Academy of Dance (RAD) Pada Pembelajaran Tari Pre Ballet di Marlupi Dance Academy" menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Pendekatan menggambarkan hingga menginterpretasikan sebuah objek sesuai kondisi aslinya. Melalui metode ini, peneliti bisa menganalisis hubungan antar variabel, menguji asumsi yang ada, hingga mengembangkan generalisasi dan teori yang mempunyai tingkat validitas universal (Sukardi, 2. Oleh sebab itu, dilaksanakan secara sistematis guna memahami fenomena yang diteliti secara lebih dalam. Berdasarkan uraian di atas, pendidikan pada anak usia dini mempunyai fungsi penting untuk pembentukan karakter, kreativitas, serta kemampuan motorik anak. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah pendidikan seni, khususnya seni tari. Balet, sebagai salah satu bentuk seni tari, tidak hanya berkontribusi dalam aspek fisik seperti fleksibilitas, koordinasi, dan kekuatan tubuh, tetapi juga membantu dalam pengembangan karakter. Kualitatif menurut Basrowi dan Suwandi . mengemukakan bahwa, metode kualitiatif adalah penelitian yang dilaksanakan merujuk paradigma, strategi, hingga model yang di kembangkan sangatlah Untuk mengetahui pembelajaran dan hasil belajar pada Tari Ballet diperlukan suatu penelitian dengan menggunakan metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi langsung serta situasi yang sedang diteliti. Demgan ini, menyusun pertanyaan yang sesuai tujuan penelitian agar data yang diperoleh relevan, mendalam, serta menentukan responden yang akan diwawancarai. Penulis menemukan berbagai fenomena yang ada dilapangan sehingga menimbulkan berbagai macam pertanyaan pada saat wawancara. Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur dengan memungkinkan tanggapan terbuka dari responden untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. Pada proses wawancara ini, penulis mempunyai 3 narasumber yaitu pelatih, murid, dan orangtua. Observasi adalah sebuah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui cara fenomena yang terjadi secara sistematis. Saat prosesnya, peneliti terlibat langsung dalam kegiatan subjek penelitian, sehingga bisa memperoleh pemahaman yang lebih dalam terkait objek yang diteliti. Dengan ini, observasi bisa diklasifikasikan sebagai metode penelitian yang mewajibkan peneliti turut serta dalam lingkungan sosial atau budaya yang sedang Ada tiga jenis observasi yang umum digunakan, yakni observasi langsung, observasi tidak langsung, dan observasi partisipatif. Pada penelitian ini, peneliti menerapkan observasi langsung, yakni metode pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk turun ke lapangan dan memperoleh data yang lebih akurat, mendalam dan mengetahui setiap data yang ada dari Penerapan Metode Royal Academy of Dance (RAD) Pada Pembelajaran Tari Pre Ballet di Marlupi Dance Academy untuk mengamati metode RAD dalam pembelajaran tari pre ballet dan faktor yang mempengaruhi dalam penerapan motode RAD. Dokumentasi berupa foto, video, dan catatan kegiatan belajar. Terdapat salah satu cara dalam mengumpulkan data yakni dengan cara dokumentasi pada penelitian ini, tidak digunakan untuk mengumpulkan data saja, namun bisa juga untuk meneliti gambaran umum penelitian yang berkenaan dengan filefile penting yang mendukung penelitian, baik berupa foto, audio, ataupun video. Dengan melengkapi pembahasan penelitian. Semua ini digunakan untuk melengkapi hasil penelitian yang sedang dibuat. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan Dalam analisis data kualitatif, pendekatan yang digunakan bersifat induktif, dikembangkan menurut data yang sudah Tujuan utama analisis data menyederhanakan informasi agar lebih mudah Pada penelitian ini, peneliti menggambarkan secara menyeluruh penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) pada pembelajaran tari pre balet di Marlupi Dance Academy. Wawancara semi-terstruktur dengan pelatih, orang tua, dan peserta didik. Wawancara adalah metode yang digunakan untuk mendapat data hinggs informasi melalui interaksi langsung antara peneliti dan responden berupa tanya jawab. Menurut Moleong, wawancara berfungsi membangun pemahaman terkait seseorang, peristiwa, aktivitas, organisasi, perasaan, kebutuhan, hingga beragam aspek lainnya. Melalui proses ini, peneliti berupaya menggali pengalaman responden terkait sebuah topik Hasil penelitian dianalisis, ditelaah, lalu disimpulkan sesuai tujuan penelitian. Pada penelitian kualitatif, data dikumpulkan dari triangulasi secara berulang hingga mencapai kejenuhan data. Teknik analisisnya meliputi tiga langkah utama yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan atau verifikasi (Sugiyono, 2017: . Adapun, tahapan yang dilakukan dalam menganalisi data yaitu melalui Reduksi data mengalam sebuah proses yang tidak sebentar. Reduksi data pun merupakan proses filterisasi dalam mengambil sebuah topik atau hasil yang akan dituangkan dalam sebuah penelitian. Tidak semua hal yang kita teliti di tuangkan seluruhnya pada sebuah Hal yang dilakukan dalam melakukan reduksi data antara lain sebagai . Pertama, melakukan observasi terlebih dahulu sesuai dengan fenomena yang kita ambil dalam melakukan rencana penelitian. Kedua, teknik pengumpulan data ini merupakan hasil dari observasi lalu dikaukan sebuah wawanara dengan naasumber yang berkaitan dengan fenomena yang ditemukan. Ketiga, setelah hasil dari wawancara Langkah yang seharusnya di ambil adalah sebuah rangkuman atau catatan yang aga supaya pada saat hasil observasi. Kita lebih mudah memahami atas apa yang di bicarakan karena ada catatan yang sudah menjadi Marry Marlupi. Nama "Marlupi" adalah kolaborasi dari Mary dan Dewi Palupi. Kini, institusi tersebut dikenal sebagai Marlupi Dance Academy. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelas-kelas tari yang berada di MDA terbuka untuk anak dari mulai berusia 2,5 Marlupi Dance Academy memfokuskan murid yang ingin belajar tari balet sejak kecil, dikarenakan MDA memiliki level-level tertentu untuk setiap kelas. Oleh karena itu, kelas tari untuk dewasa hanya dikhususkan bagi murid yang sudah belajar sejak kecil. Pada tahun 1993. MDA membuka cabang di Jakarta oleh sang putri Fifi Sijangga dan sejak tahun 2006. MDA mulai membuka kelas-kelas baru. Kurikulum yang ada di MDA kini terdiri dari berbagai jenis tari yang meliputi balet klasik, modern dance . azz dan hip ho. dan fitness. MDA telah memiliki berbagai kelas tambahan seperti modern dance yang terdiri dari jazz dan hip hop, dan juga kelas fitness. Dengan adanya penambahan kelas maka MDA pun kini menjadi sekolah balet dan tari. Dengan adanya penambahan kelas baru. MDA yang semula sebagai sekolah balet, kini telah menjadi sekolah balet dan tari. Marlupi Dance Academy telah berkembang pesat hingga kini memiliki lebih dari 40 studio, 50 guru, dan lebih 500 murid di seluruh Indonesia. Akademi ini dikelola oleh para guru profesional yang berdedikasi untuk membimbing para penari agar mencapai potensi terbaik mereka. Dengan dukungan tim berkualitas, baik akademi maupun para siswanya terus melangkah maju ke jenjang yang lebih tinggi dalam pendidikan seni, khususnya di bidang tari. 1 Hasil Marlupi Dance Academy merupakan lembaga pendidikan seni tari yang berfokus pada pengembangan keterampilan menari, khususnya dalam genre ballet. Marlupi Dance Academy atau yang disingkat MDA, didirikan pada tahun 1956 oleh Marlupi Sijangga. Marlupi mendirikan sekolah tari bermula saat ia melihat anak-anak Belanda berlatih balet. usia 15 tahun, beliau mulai belajar balet di bawah naungan seorang guru warganegara Belanda. Mevrow Zaller. Saat itu, ia menyadari bahwa banyak anak lain yang hendak belajar balet namun tidak mempunyai tenaga pengajar yang kompeten seperti gurunya. Perihal ini memotivasinya untuk membuka sekolah balet Sebelum mendirikan sekolahnya. Marlupi pernah menjadi asisten pengajar di tempat ia menimba ilmu tari. Akhirnya, tahun 1956, ia berhasil membuka sekolah balet pertamanya di Surabaya dengan nama Mary Ballet School. Seiring berjalannya waktu. Mary Ballet School mengalami perubahan nama Gambar 1. Studio Marlupi Dance Academy Visi Marlupi Dance Academy adalah memajukan seni tari di masyarakat Indonesia, khususnya balet klasik dan tari modern, serta mengharumkan nama bangsa di dunia Untuk mewujudkan visi tersebut. Marlupi Dance Academy menetapkan misi sebagai berikut: keseimbangan tubuh, serta membantu siswa memahami konsep ruang dan waktu dalam gerakan tari. Selain itu, siswa juga mulai dikenalkan dengan postur tubuh yang benar serta teknik-teknik dasar ballet secara perlahan dan sesuai dengan kemampuan mereka, dengan pendekatan yang menyenangkan dan tidak Melalui metode pengajaran yang interaktif, kelas ini bertujuan membangun fondasi yang kuat serta kecintaan terhadap seni tari sejak usia dini. Menyediakan Pendidikan Berkualitas Mengembangkan Potensi Siswa Mendorong Ekspresi dan Kepercayaan Diri Menjalin Kerjasama dan Kolaborasi Menyelenggarakan Kegiatan Berkualitas Membangun Karakter Profesional Meningkatkan Apresiasi Seni Tari Marlupi Dance Academy (MDA) memiliki beragam program pembelajaran yang disusun secara khusus untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa dari berbagai rentang usia serta tingkat keahlian. Program-program ini dirancang tidak hanya untuk melatih keterampilan teknis dalam seni tari, tetapi juga untuk mengasah kreativitas serta kemampuan ekspresi artistik siswa secara Melalui pendekatan pembelajaran yang sistematis dan komprehensif. MDA berkomitmen untuk membimbing setiap peserta didik agar mampu mengembangkan potensi terbaiknya, baik dari segi teknik, interpretasi gerak, maupun kepekaan terhadap estetika seni Dengan demikian, setiap siswa tidak hanya mampu menguasai aspek teknis secara matang, tetapi juga dapat mengekspresikan dirinya secara bebas dan penuh penghayatan dalam setiap tarian yang dibawakan. Kelas Ballet Tingkat Dasar Kelas Ballet Tingkat Dasar ditujukan bagi siswa yang berusia 8 hingga 12 tahun yang sudah menyelesaikan tahap Pre Ballet dan siap untuk melangkah ke pembelajaran yang lebih Pada kelas ini, siswa mulai diajarkan teknik dasar ballet secara lebih terstruktur dan detail, meliputi penguasaan posisi kaki yang tepat, gerakan tangan yang anggun, serta langkah-langkah dasar yang menjadi fondasi penting dalam seni ballet. Selain penguasaan teknik, kelas ini juga menitikberatkan pada pengembangan postur tubuh yang ideal sesuai standar ballet, termasuk penguatan otot inti, kaki, dan punggung untuk mendukung keseimbangan dan stabilitas saat Latihan fleksibilitas seperti stretching rutin menjadi bagian penting dalam program ini untuk meningkatkan kelenturan otot dan mencegah cedera selama latihan maupun Program ditawarkan oleh Marlupi Dance Academy (MDA), yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan minat siswa dengan latar belakang usia dan tingkat keterampilan yang beragam, diantaranya: Metode pengajaran di kelas ini menggunakan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan, di mana setiap gerakan diajarkan secara bertahap dengan pengulangan intensif dan koreksi langsung dari instruktur Selain itu, siswa juga mulai dikenalkan pada konsep musikalitas, ritme, dan koordinasi gerakan dengan musik klasik yang menjadi ciri khas tarian ballet. Kelas Pre Ballet Marlupi Dance Academy memiliki kelompok kelas Pre Ballet yang dibagi menjadi 3 kategori yang berdasarkan kategori usia yaitu Pre School. Pre Primary, dan Primary. Tiga kelas ini termasuk kelas pengenalan balet dasar untuk anak berumur 2,5 tahun sampai 8 tahun sebagai tahap awal pengenalan terhadap dunia Pada kelas ini, siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar gerakan tari melalui berbagai permainan edukatif dan aktivitas kreatif yang menyenangkan, sehingga anak-anak dapat belajar dan bermain. Fokus utama pembelajaran di kelas ini adalah mengembangkan koordinasi motorik halus dan kasar, meningkatkan Pada akhir periode kelas, siswa akan mengikuti evaluasi berupa latihan koreografi sederhana yang menggabungkan berbagai teknik dasar yang telah dipelajari sebagai persiapan menuju kelas tingkat lanjut. Dengan demikian. Kelas ballet tingkat dasar di Marlupi Dance Academy tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mental siswa untuk melanjutkan perjalanan mereka di dunia seni tari secara lebih serius dan profesional. bentuk ekspresi artistik melalui gerakan yang lebih bebas dan inovatif, sehingga dapat mengembangkan kreativitas serta keunikan gaya tari masing-masing peserta. Kelas Ballet Tingkat Lanjut Kelas Ballet Tingkat Lanjut dirancang khusus bagi siswa yang telah menguasai teknik dasar ballet dan siap untuk memperdalam kemampuan mereka ke tingkat yang lebih Pada kelas ini, siswa akan mempelajari berbagai teknik lanjutan yang lebih kompleks dan menantang, seperti pirouette . utaran satu kak. , grand jety . ompatan panjang dan leba. , serta kombinasi gerakan yang menggabungkan beberapa teknik sekaligus untuk meningkatkan kelincahan, kekuatan, dan kontrol tubuh. Dalam kelas ini, siswa diperkenalkan pada teknik-teknik dasar tari modern dan improvisasi, pengolahan ruang, ritme yang lebih dinamis, serta penggunaan tubuh secara ekspresif dan komunikatif. Siswa didorong untuk berani bereksperimen dengan gerakangerakan tradisional dengan inovasi pribadi yang mencerminkan identitas seni mereka sendiri. Selain teknik, kelas ini juga menekankan pentingnya pemahaman musik yang beragam sebagai media pendukung ekspresi tari, termasuk musik kontemporer, jazz, dan berbagai genre lainnya. Melalui latihan improvisasi dan kreasi gerak, siswa belajar untuk menyesuaikan ekspresi tubuh dengan suasana dan mood musik, sehingga mampu menghadirkan pertunjukan yang autentik dan Selain fokus pada pengembangan teknik fisik, kelas ini juga memberikan perhatian khusus pada aspek artistik dalam seni tari, termasuk interpretasi musik dan ekspresi emosi yang diwujudkan melalui gerakan tubuh. Siswa diajarkan bagaimana cara menyesuaikan gerakan tari dengan irama dan nuansa musik sehingga setiap penampilan tidak hanya sekadar menunjukkan teknik, tetapi juga mampu menyampaikan cerita dan perasaan kepada penonton. Sebagai bagian dari profesional, siswa dalam kelas ini juga diberi latihan intensif untuk membangun stamina, kelenturan, dan disiplin tinggi. Latihan persiapan kostum, manajemen waktu latihan, serta simulasi pertunjukan juga dilakukan secara rutin untuk membiasakan siswa tampil di atas panggung dengan percaya diri dan Kelas tari modern dan kontemporer di Marlupi Dance Academy juga berperan sebagai wadah untuk mendorong perkembangan artistik dan personal siswa, dengan tujuan membantu mereka menemukan dan mengembangkan gaya tari pribadi yang unik serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan berbagai jenis pertunjukan dan karya seni tari modern. Kelas Penampilan dan Persiapan Kompetisi Kelas Tari Modern dan Kontemporer Kelas Penampilan dan Persiapan Kompetisi adalah program khusus yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menampilkan karya tari di depan publik serta mempersiapkan mereka mengikuti berbagai ajang kompetisi seni tari. Kelas ini menitikberatkan pada aspek teknis dan non-teknis yang sangat penting dalam sebuah pertunjukan, sehingga siswa tidak hanya menguasai gerakan tari, tetapi juga mampu tampil dengan percaya diri dan Kelas Tari Modern dan Kontemporer merupakan program pembelajaran yang dirancang untuk memberikan variasi gaya tari dan memperluas wawasan seni siswa di luar teknik tari klasik. Kelas ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai Dalam kelas ini, siswa belajar mengenai berbagai persiapan penting sebelum pentas, seperti pemilihan kostum yang sesuai dengan tema dan karakter tarian, pengaturan panggung termasuk tata letak dan pencahayaan, serta manajemen waktu dan teknik presentasi Kelas ini memadukan latihan teknis, artistik, dan mental sehingga siswa dapat mencapai performa maksimal dalam setiap Dengan bimbingan instruktur berpengalaman, siswa tidak hanya diasah dari segi kemampuan fisik, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan dunia tari secara menyeluruh, baik dalam konteks pertunjukan maupun kompetisi. yang efektif agar penampilan dapat berjalan lancar dan menarik perhatian penonton. Selain itu, siswa juga dilatih untuk mengelola rasa gugup dan membangun mental yang kuat menghadapi penonton maupun juri. Peserta program Part-Time tetap dapat berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan dan kegiatan yang diadakan oleh Marlupi Dance Academy, dengan jadwal yang disesuaikan dengan kelas yang diambil. Program ini dirancang agar siswa tetap bisa melatih keterampilan tari secara konsisten sambil menjaga keseimbangan dengan kegiatan Tujuan utama dari kelas ini adalah membekali siswa dengan keterampilan dan kesiapan mental yang diperlukan untuk bersaing dalam kompetisi tari serta tampil secara profesional dalam berbagai kesempatan seni pertunjukan. Program Scholarship (Program Beasisw. Program Beasiswa (Scholarshi. dirancang khusus untuk mendukung siswa berbakat yang menghadapi keterbatasan finansial agar tetap dapat mengakses pendidikan tari berkualitas. Program ini bertujuan menciptakan kesempatan yang adil bagi semua kalangan untuk mengembangkan potensi seni tari tanpa terkendala biaya. Program Full time Program Full-Time dirancang bagi siswa yang ingin fokus penuh dalam mempelajari seni tari dengan jadwal yang lebih intensif dan komprehensif. Peserta program ini mengikuti kelas harian dengan durasi yang lebih panjang, meliputi berbagai jenis tari seperti ballet, tari modern, dan kontemporer. Program ini biasanya berlangsung selama satu tahun dan mencakup pelatihan teknik mendalam serta persiapan untuk berbagai Selain latihan rutin, siswa juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kompetisi tari di tingkat lokal hingga nasional, sekaligus mengikuti program pengembangan karakter dan etika kerja yang kuat. Program ini bagi siswa yang ingin menekuni dunia tari sebagai karir. Beasiswa kemampuan teknis tari siswa, tingkat dedikasi dan komitmen mereka dalam berkarya, serta kondisi kebutuhan finansial yang dialami. Para calon penerima beasiswa akan menjalani proses seleksi yang meliputi audisi tari dan wawancara, guna memastikan bahwa mereka memiliki potensi dan motivasi yang kuat untuk berkembang dalam dunia seni tari. Siswa yang lolos seleksi beasiswa akan memperoleh keringanan biaya pendidikan, mulai dari potongan biaya hingga pembebasan biaya penuh selama masa studi di Marlupi Dance Academy. Sebagai bentuk tanggung jawab dan apresiasi, para penerima beasiswa aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademi, latihan rutin, serta pertunjukan yang diadakan oleh akademi. Program Part Time Program Part-Time dirancang khusus bagi siswa yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti pembelajaran tari secara penuh, seperti pelajar yang memiliki jadwal sekolah padat atau individu yang bekerja. Program ini memiliki jadwal yang lebih fleksibel sehingga siswa dapat memilih kelas yang sesuai dengan minat dan ketersediaan waktu tanpa mengganggu aktivitas lain. Metode Metode Royal Academy of Dance (RAD) Pada Pembelajaran Tari Pre Ballet Marlupi Dance Academy menerapkan strategi dengan fokus pada pelatihan dan pendidikan penari balet klasik yang unggul, serta menetapkan standar tinggi dalam dunia pelatihan tari, baik di tingkat nasional maupun Akademi ini menekankan disiplin yang ketat dalam setiap aspek, mulai dari proses latihan, teknik menari, hingga penampilan saat latihan maupun di atas Dengan menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan penuh perhatian, serta Kelas dalam program ini biasanya diselenggarakan pada waktu sore hari atau di akhir pekan, memberikan kesempatan bagi kemampuan tari tanpa harus meninggalkan kewajiban lain. Siswa dapat memilih mengikuti kelas tertentu, seperti ballet dasar, tari modern, atau kelas penampilan, sesuai dengan minat dan tujuan pembelajaran masing-masing. akademik dengan standar kualitas tinggi, semua siswa diberikan kesempatan untuk belajar secara positif. Proses pembelajaran didukung oleh kurikulum terpercaya yang dirancang untuk membentuk karakter siswa dan menerapkan metode pengajaran yang efektif. Marlupi Dance Academy menerapkan metode pembelajaran, yaitu Royal Academy of Dance (RAD). Royal Academy of Dance merupakan sistem pembelajaran tari balet klasik yang berasal dari Inggris dan digunakan secara internasional. Sistem ini dikembangkan oleh Royal Academy of Dance, sebuah lembaga pendidikan tari yang berdiri pada tahun 1920 di London. Royal Academy of Dance dibentuk pada tahun 1920 di London. Inggris. Dipelopori oleh Philip Richardson, mantan editor The Dancing Times. Kini. RAD hadir di 79 negara, dengan 36 kantor perwakilan, 13,000 anggota Auregistered teacherAy, dan lebih dari 250,000 murid di seluruh dunia . Gambar 2. Siswa melakukan penempatan 1st Gambar 3. Siswa melakukan Jete RAD berfokus pada standarisasi dan peningkatan kualitas pengajaran balet dengan memberikan dukungan penuh untuk para pengajarnya melalui konferensi, workshop, dan training rutin. Metode pembelajaran RAD yang diterapkan di Marlupi Dance Academy khususnya pada tingkat Pre-Ballet, yaitu: Gambar 4 Siswa melakukan Salam Pengenalan Musik Pemberian materi gerak dasar Dalam tahap pengenalan musik, siswa diajarkan untuk mengidentifikasi berbagai jenis suara yang diperkenalkan oleh guru, baik suara dari lingkungan sekitar seperti kendaraan, hewan, atau benda, maupun suara dari instrumen musik. Pengajaran ini dapat disampaikan melalui media audio, vokal, nyanyian, serta gerakan dan lagu dengan variasi tempo serta dinamika. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan dinamika gerakan dengan irama yang didengar, serta mampu merespons unsurunsur musik secara tepat. Dalam menyampaikan materi gerak dasar untuk tingkat Pre-Ballet. Marlupi Dance Academy menggunakan pendekatan dengan kegiatan sehari-hari. Gerak dasar diberikan bertujuan untuk membentuk fondasi teknik yang kuat bagi siswa. Melalui materi gerak dasar ini, siswa belajar mengenali gerakan tubuh, menjaga postur yang benar, serta mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan kelenturan. Selain itu, gerak dasar melatih kedisiplinan, konsentrasi, dan respons terhadap menumbuhkan ekspresi diri. Contoh gerak dasar yaitu saat mengajarkan posisi kaki pertama atau 1st Position, lompatan dari satu kaki ke kaki lain atau Jete, dan salam. Gambar 5. Siswa mengikuti tempo dan dinamika musik Pre-Primary, dan Primary. Ketiga kategori ini dirancang sebagai tahap awal pengenalan balet untuk anak-anak berusia antara 2,5 hingga 8 tahun, dan direkomendasikan sebagai langkah pertama bagi siswa balet usia dini. Pengenalan Ekspresi Pengenalan ekspresi dilakukan untuk membantu siswa mengkomunikasikan emosi melalui gerakan yang sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Melalui kegiatan seperti permainan imajinatif, serta kegiatan kreatif lainnya, anak-anak belajar menampilkan perasaan seperti bahagia, sedih, marah, atau takut lewat bahasa tubuh dan mimik wajah. Tujuannya untuk membangun rasa percaya diri, keberanian, dan kepekaan terhadap unsur seni. Pre School . ,5 s/d 4 tahu. Siswa diajak untuk mengembangkan keterampilan dasar dalam gerakan, kepekaan terhadap musik, ekspresi diri, dan kreativitas. Kegiatan pembelajaran dirancang dengan tema menarik yang mendorong siswa aktif, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Bertujuan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu tingkat Pre-Primary. Gambar 6. Siswa melakukan permainan Gambar 7. Siswa Pre School Kreativitas dan imajinasi Pre Primary . tahun keata. Tahap difokuskan pada pelatihan untuk membangun kekuatan tubuh serta mengembangkan koordinasi, fleksibilitas, pemahaman terhadap irama musik, arah, dan penggunaan ruang. Siswa mulai mempelajari posisi dasar tangan dan kaki dalam balet, yang dipadukan dengan gerakan tarian sederhana. Kreativitas padan umumnya dimaknai sebagai pandangan atas kompetensi seseorang dalam berinovasi menciptakan sesuatu . o Pada konteks yang lebih luas kreativitas merupakan upaya kemampuan seseorang dalam merespon atas rangsangan mengenai masalah atau pemikiran ide-ide kreatif (Septian, sinaga dkk: 2. Kreativitas dan imajinasi menjadi aspek penting yang dikembangkan, di mana siswa didorong untuk mengekspresikan ide-ide mereka, misalnya melalui penggambaran suatu cerita dengan melibatkan daya imajinasi. Contohnya, ketika siswa diminta membayangkan sedang memetik Untuk menggambarkan hal ini, siswa diminta berjinjit dan meregangkan tangan ke atas seolah-olah sedang meraih buah yang tergantung tinggi, sehingga secara tidak langsung mereka belajar menggunakan gerakan tubuh untuk mengekspresikan imajinasi Gambar 8. Siswa Pre Primary Primary Pada tahap kelas pemula, siswa mulai diperkenalkan dengan dasar-dasar istilah dalam balet, seperti nama-nama gerakan dasar . ontohnya: pliy, bend and pointe, dan lainny. , serta kemampuan mengenali musik melalui latihan yang melibatkan imajinasi. Fokus utama pembelajaran pada kelas ini adalah membangun Proses pelaksanaan pembelajaran Marlupi Dance Academy memiliki kelas Pre-Ballet yang terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan usia, yaitu Pre-School, koordinasi gerak tubuh. Siswa mulai dilatih untuk mengingat dan menghafal rangkaian gerakan tarian yang diberikan oleh pelatih. Penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) dalam pembelajaran tari PreBallet dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, yakni: Faktor Internal Faktor internal yang memengaruhi penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) pada pembelajaran Pre-Ballet meliputi beberapa aspek penting, diantaranya: Motivasi dan minat Gambar 9. Siswa Primary Siswa yang didorong oleh keinginan belajar yang muncul dari dalam diri sendiri, umumnya menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses Siswa yang memiliki ketertarikan terhadap dunia tari serta kemampuan mereka, akan lebih antusias mengikuti kegiatan di kelas dan giat berlatih secara mandiri. Selain itu, minat terhadap seni tari, baik yang terbentuk melalui dukungan lingkungan, pengaruh orang tua, dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Siswa yang menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti pelatihan serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten. Berikut merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam proses pembelajaran kelas Pre Ballet di Marlupi Dance Academy. Kelas Pre Ballet di Marlupi Dance Academy dibimbing oleh 1 hingga 2 orang pelatih yang telah menjalani pelatihan serta memiliki sertifikasi resmi, baik dari Marlupi Dance Academy sendiri maupun dari Royal Academy of Dance. Siswa dalam kelas berusia antara 2,5 hingga 8 tahun, dengan jumlah siswa antara 10 hingga 15 orang. Sesi pembelajaran berlangsung selama 45 hingga 60 menit dalam setiap Materi yang disampaikan mencakup gerakan dasar balet, kesadaran terhadap musik, ekspresi, serta pengembangan kreativitas. Sarana dan prasarana yang tersedia . Studio tari yang dilengkapi dengan cermin besar dan bars sebagai alat bantu latihan teknik dasar. Perangkat media seperti sound system yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis audio. Properti penunjang seperti kotak spons atau gabus, pita, dan lainnya. Ruang tunggu, area resepsionis, kamar mandi, serta ruang ganti yang memadai untuk siswa maupun Kepercayaan Diri Rasa percaya diri siswa terhadap mempelajari balet memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Siswa yang memiliki keyakinan diri cenderung lebih terbuka untuk mencoba gerakan baru tanpa takut melakukan kesalahan, sehingga proses belajarnya menjadi lebih optimal. Selain itu, dukungan dalam bentuk umpan balik positif dari pelatih dapat memperkuat rasa percaya diri tersebut. Ketika pencapaian siswa diapresiasi, siswa akan merasa lebih termotivasi untuk terus dan Kondisi Fisik dan Motorik Faktor Yang Memengaruhi Penerapan Metode Royal Academy Of Dance (RAD) Pada Pembelajaran Tari Pre Ballet Kondisi fisik siswa sangat berpengaruh terhadap kemampuan dalam mengikuti latihan balet. Siswa yang memiliki kekuatan otot, fleksibilitas tubuh, serta daya tahan yang baik akan lebih mudah memahami dan menguasai teknikteknik balet yang diajarkan dalam metode Royal Academy of Dance (RAD). Selain itu, kemampuan motorik halus maupun kasar juga memegang peranan penting dalam menunjang latihan. Siswa dengan koordinasi tubuh yang baik serta kemampuan motorik yang optimal lebih mampu mengikuti gerakan yang kompleks dan merespons pelatih dengan lebih tepat dan efisien. Peran Pelatih Pelatih di Marlupi Dance Academy (MDA) wajib menyandang gelar ARAD (Associate of the Royal Academy of Danc. profesional yang diberikan oleh Royal Academy of Dance (RAD) memainkan peran penting dalam memastikan penerapan metode RAD, khususnya dalam pembelajaran Pre Ballet. Keunggulan utama dari pelatih dengan status ARAD adalah kualifikasi yang tinggi. Mereka telah melalui pelatihan intensif dan berhasil memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh RAD, yang mencerminkan penguasaan teknik balet serta kemampuan yang mumpuni. Kedisiplinan dan Konsistensi Disiplin merupakan keterampilan yang sangat penting dalam proses belajar, termasuk dalam pembelajaran tari balet, dan berlaku pada semua jenjang usia. Disiplin mencakup ketepatan waktu dalam mengikuti latihan, kerapihan dalam berpakaian, ketelitian dalam gerakan, serta sikap yang sesuai selama proses belajar. Kedisplinan dapat membantu membentuk pola pikir dan sikap mental yang positif pada siswa, menanamkan pemahaman bahwa pencapaian memerlukan usaha. Contohnya, siswa pemula yang sedang mempelajari dasar-dasar balet, seperti posisi berdiri yang benar, pembentukan pointe, dan gerakan dasar lainnya, terkadang mengabaikan tahap-tahap awal Akibatnya, saat siswa naik ke kelas tingkat lanjut, kelemahan teknik dasar tersebut menjadi kendala yang membuat gerakan terasa kaku, tidak maksimal, bahkan berisiko menimbulkan cedera. Selain menerapkan metode Royal Academy of Dance (RAD), baik pelatih maupun siswa, menjadi faktor penting. Siswa yang konsisten dalam mengikuti latihan dan menerapkan latihan dengan tekun akan mengalami perkembangan teknik dan keterampilan yang lebih cepat dan stabil dibandingkan siswa yang tidak rutin Dengan sertifikasi RAD, para pelatih memiliki pemahaman mendalam terhadap kurikulum dan silabus RAD. Mereka mampu menyampaikan materi sesuai tahap perkembangan siswa, serta menerapkan pendekatan yang tepat untuk membantu anak-anak menguasai teknik balet secara bertahap. Selain itu, pengalaman dan pelatihan menjadikan mereka memiliki kemampuan mengajar yang efektif, terutama dalam membimbing Mereka menyampaikan instruksi secara jelas, menyenangkan, dan mudah dipahami, sekaligus memberikan umpan balik yang perkembangan setiap siswa secara Kualitas Sarana Pembelajaran Media Ketersediaan fasilitas yang layak menjadi salah satu faktor penunjang utama dalam proses pembelajaran balet, khususnya dalam penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD). Studio balet yang ideal harus memiliki ruang gerak yang cukup luas agar siswa dapat melakukan latihan dengan bebas tanpa Selain itu, keberadaan kaca besar di sepanjang dinding memungkinkan siswa mengamati postur dan posisi tubuh secara visual, sehingga siswa dapat memperbaiki gerakan secara mandiri. Barre atau pegangan yang terpasang di Faktor Eksternal Faktor eksternal yang memengaruhi penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) pada pembelajaran Pre-Ballet meliputi beberapa aspek penting, diantaranya: dinding juga penting dalam mendukung latihan teknik dasar, terutama dalam penguatan dan keseimbangan. Lantai studio pun harus dirancang dengan bahan khusus yang elastis namun stabil, untuk melakukan lompatan atau gerakan intens. balet dengan cara yang sistematis, aman, dan efektif. Lingkungan Belajar Lingkungan diciptakan di dalam kelas balet memiliki pengaruh besar terhadap semangat, kenyamanan, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Suasana kelas yang positif, di mana pelatih menunjukkan sikap ramah, sabar, dan mendukung akan membangun rasa aman dan percaya diri pada diri siswa, terutama bagi anak-anak di usia dini yang sedang dalam tahap eksplorasi dan penyesuaian Kelas yang inklusif dan bebas dari mengekspresikan diri tanpa rasa takut akan kesalahan, sehingga dapat belajar dan berkembang secara optimal. Di samping fasilitas, media pembelajaran juga memiliki peran dalam meningkatkan efektivitas pengajaran. Musik yang dipilih harus selaras dengan tempo dan dinamika gerakan balet, memahami ritme dan emosi dari gerakan Alat bantu seperti alat peraga, hingga rekaman audio dapat digunakan untuk memperkuat daya ingat dan pemahaman siswa. Dengan penyajian media pembelajaran yang menarik dan interaktif, siswa akan lebih terlibat secara aktif, merasa antusias, dan terdorong untuk belajar dengan semangat tinggi. Selain atmosfer kelas, kualitas interaksi sosial di antara siswa, pelatih, dan teman sekelas juga merupakan faktor Hubungan yang harmonis dan penuh rasa saling menghargai akan menciptakan rasa kebersamaan, kerja sama, dan saling mendukung. Interaksi yang baik tidak hanya membantu siswa merasa diterima dalam lingkungan belajar, tetapi juga memperkaya pengalaman sosial mereka, yang dapat meningkatkan motivasi untuk terus belajar dan berlatih. Dengan demikian, suasana kelas yang mendukung dan interaksi sosial yang positif menjadi faktor dalam menciptakan menyenangkan dan efektif. Metode Pembelajaran Dalam mengajar balet tingkat Pre Ballet, metode pengajaran yang digunakan oleh pelatih harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan perkembangan kebutuhan anak usia dini. Pelatih perlu menerapkan metode yang menyenangkan, interaktif, dan komunikatif agar siswa merasa nyaman serta termotivasi untuk Pembelajaran yang dikemas dalam bentuk permainan, cerita, atau eksplorasi gerak yang imajinatif dapat membantu meningkatkan konsentrasi, partisipasi aktif, serta memperkuat pemahaman anak terhadap materi yang diberikan. Dukungan Orangtua Selain itu, metode pengajaran yang diterapkan harus selaras dengan kurikulum Royal Academy of Dance (RAD). Mengintegrasikan prinsip-prinsip RAD, pembelajaran yang jelas dan terarah. Hal memahami dasar-dasar balet secara bertahap, mulai dari posisi tubuh, kontrol gerakan, hingga ekspresi. Dengan mengikuti silabus RAD secara konsisten, mengembangkan keterampilan teknik Keterlibatan orangtua memainkan peranan penting dalam mendukung khususnya dalam pembelajaran tari Pre Ballet. Orangtua yang aktif mendampingi dan menunjukkan dukungan terhadap kegiatan menari anak-anaknya dapat memberikan dorongan motivasi yang besar bagi anak. Dukungan emosional dan menumbuhkan rasa percaya diri anak dan membangun kebiasaan belajar yang Umpan balik yang diberikan orangtua terkait perkembangan anak mereka juga sangat berharga bagi pelatih. Dengan mendengarkan masukan atau pengamatan dari orangtua, pelatih dapat lebih memahami kebutuhan dan kondisi siswa di luar kelas, sehingga metode pengajaran dapat disesuaikan secara lebih personal dan efektif. Keterlibatan orangtua yang aktif juga menciptakan sinergi antara rumah dan studio, yang memperkuat proses pembelajaran serta menciptakan pertumbuhan anak secara menyeluruh, baik dalam aspek teknik tari maupun perkembangan emosional dan sosialnya. Untuk mendukung penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD), terdapat Faktor-faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Faktor kepercayaan diri, kondisi fisik dan motorik, serta kedisiplinan dan konsistensi siswa dalam Sementara itu, faktor eksternal meliputi kualitas dan pengalaman pelatih, kelengkapan fasilitas, pendekatan pengajaran yang sesuai, lingkungan belajar yang positif, interaksi sosial di kelas, serta keterlibatan orang Keseluruhan faktor ini saling berperan pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan siswa dalam seni tari balet secara optimal. Dari faktor internal dan eksternal dalam penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) dalam pembelajaran PreBallet menumbuhkan motivasi, kepercayaan diri, kondisi fisik, disiplin, dan konsistensi siswa yang menentukan keberhasilan Kualitas pelatih, fasilitas, metode pengajaran, suasana kelas, interaksi sosial, dan dukungan orangtua turut memperkuat proses pembelajaran. Kombinasi kedua faktor ini mendukung perkembangan teknik balet sekaligus karakter dan kreativitas anak secara menyeluruh. SIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui berbagai sumber seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat diambil kesimpulan sebagai Penerapan metode Royal Academy of Dance (RAD) dalam pembelajaran Pre-Ballet di Marlupi Dance Academy berlangsung melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi yang dirancang secara terstruktur dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Materi pembelajaran disusun berdasarkan silabus RAD yang mengutamakan pengenalan teknik dasar balet secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan fisik dan kognitif anak, serta didukung oleh media pembelajaran yang menarik seperti musik, properti, dan metode pengajaran yang kreatif dan komunikatif. Proses pelaksanaan dibagi dalam tiga kategori usia yaitu Pre-School. PrePrimary, dan Primary, yang dibimbing oleh pelatih bersertifikasi, serta ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh pelatih melalui observasi dan komunikasi dengan orangtua untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa. Keberhasilan penerapan metode ini tidak lepas dari pengaruh faktor internal, seperti motivasi, kepercayaan diri, kondisi fisik, kedisiplinan, dan konsistensi siswa dalam berlatih, serta faktor eksternal, yaitu kompetensi pelatih bersertifikasi ARAD 2 Pembahasan Berdasarkan temuan penelitian yang diperoleh peneliti. Marlupi Dance Academy memiliki sebuah metode pembelajaran yang diadaptasi dari sekolah balet terkenal yang berada di Inggris, yaitu Royal Academy of Dance (RAD). Royal Academy of Dance merupakan sistem pembelajaran tari balet klasik yang berasal dari Inggris dan digunakan secara internasional. Sistem ini dikembangkan oleh Royal Academy of Dance, sebuah lembaga pendidikan tari yang berdiri pada tahun 1920 di London. Royal Academy of Dance berfokus pada standarisasi dan peningkatan kualitas dukungan penuh untuk para pengajar melalui konferensi, workshop, dan training rutin. Metode pembelajaran RAD yang diterapkan di Marlupi Dance Academy khususnya pada tingkat Pre Ballet, yaitu pemberian materi gerak dasar, pengenalan musik, pengenalan ekspresi, dan kreativitas dan imajinasi. (Associate of the Royal Academy of Danc. , kelengkapan sarana, pendekatan metode mengajar yang sesuai dengan usia anak, lingkungan belajar yang positif, serta dukungan aktif dari orangtua. Seluruh komponen tersebut berkontribusi secara menyeluruh dalam meningkatkan kemampuan teknis, kreativitas, dan karakter siswa, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni tari sejak usia Bagi Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Untuk Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan pengenalan terhadap seni tari balet dengan metode Royal Academy of Dance (RAD). Hal ini dapat membantu mahasiswa memahami esensi dan keindahan seni tari balet, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi pendidik dan praktisi yang kompeten di bidang 2 Saran