JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH TOKO PUPUK Roeskani Sinaga1. January Riski1. Jeffri Bahagia Simanjorang2 A, 2 Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun A Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Email : roeskani@gmail. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: . untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani, dan . untuk mengidentifikasi faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani. Lokasi penelitian adalah tempat penelitian dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan di UD Karya Tani, yang terletak di Jalan Merdeka. Seribu Dolok. Kecamatan Silimakuta. Kabupaten Simalungun. Provinsi Sumatera Utara. Lokasi ini dipilih karena UD Karya Tani terletak di persimpangan jalan yang mudah diakses oleh petani dari berbagai desa sekitarnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Faktor-faktor yang mempengaruhi akses ke toko meliputi usia, pendidikan, luas lahan, pengalaman bertani, jarak ke toko, kelengkapan produk di toko, dan harga produk di toko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani adalah pendidikan dan ketersediaan produk, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan petani, sedangkan variabel lain tidak menunjukkan pengaruh signifikan. faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani adalah ketersediaan produk, dengan nilai koefisien regresi tertinggi . dan nilai signifikansi 0,000. Variabel usia menunjukkan bahwa petani yang lebih tua cenderung tetap setia pada satu toko, sedangkan variabel pendidikan menunjukkan bahwa petani dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi juga cenderung memilih dan tetap setia pada satu toko. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk merupakan faktor utama yang dipertimbangkan petani dalam menentukan pilihan toko mereka. Kata kunci: Akses Toko. Ketersediaan Produk. Usia. UD Karya Tani, dan Pengalaman Bertan Abstract: The objectives of this study were: . to determine the factors influencing farmersAo decisions in choosing a fertilizer store at UD Karya Tani, and . to identify the most dominant factor influencing farmersAo decisions in selecting a fertilizer store at UD Karya Tani. The research location was the place where the study was conducted by the researcher. This research was carried out at UD Karya Tani, located on Merdeka Street. Seribu Dolok. Silimakuta District. Simalungun Regency. North Sumatra Province. This location was chosen because UD Karya Tani is situated at a road intersection that is easily accessible to farmers from various surrounding villages. The data analysis methods used in this study were descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The factors influencing access to the store included age, education, land area, farming experience, distance to the store, product completeness in the store, and product prices in the store. The results showed that: . the factors influencing farmersAo decisions in choosing a fertilizer store at UD Karya Tani were education and product availability, which had a significant effect on farmersAo decisions, while the other variables did not show a significant effect. the most dominant factor influencing farmersAo decisions in choosing a fertilizer store at UD Karya Tani was product availability, with the highest regression coefficient value . and a significance value of 0. The age variable indicated that older farmers tended to remain loyal to one store, while the education variable showed that farmers with higher educational levels also tended to choose and remain loyal to one store. This indicates that fertilizer availability is the main factor considered by farmers in determining their choice of store. Keywords: Store Access. Product Availability. Age. UD Karya Tani, and Farming Experience PENDAHULUAN Meningkatnya bidang usaha dagang mendorong konsumen untuk lebih bijaksana dalam menentukan Situasi ini tidak hanya terjadi pada JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 sektor industri dan perdagangan, tetapi juga turut memengaruhi sektor pertanian. Pertanian secara langsung memiliki peran penting dalam perekonomian, hal ini disebabkan karena dampaknya yang langsung terhadap kebutuhan pokok masyarakat (Maulia et al. , 2. Kemajuan teknologi pertanian serta perubahan kondisi pasar menuntut petani untuk mampu mengambil keputusan yang tepat dan efisien agar produktivitas usahatani dapat terus dipertahankan. Salah satu keputusan penting yang harus diambil petani berkaitan dengan pemilihan jenis pupuk dan penentuan tempat pembelian pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman serta kemampuan ekonomi petani (Soedarto and Ainiyah, 2. Keputusan tersebut tidak hanya bersifat sederhana, melainkan melibatkan berbagai pertimbangan yang berkaitan dengan karakteristik petani dan kondisi usaha pertanian yang dijalankan. Dalam sektor pertanian, pupuk merupakan salah satu input produksi yang sangat krusial karena berperan langsung dalam meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman, serta hasil dan kualitas panen. Pupuk merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan juga berfungsi sebagai sarana produksi yang mendukung peningkatan produktivitas serta hasil pertanian (Bertham. Gonggo and Utami, 2. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien dapat membantu petani memperoleh hasil panen yang optimal dan meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar. Oleh karena itu, ketersediaan pupuk yang memadai serta kemudahan akses petani terhadap pupuk menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha tani. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses petani terhadap pupuk tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fisik pupuk, tetapi juga oleh keberadaan toko pupuk sebagai penyedia utama sarana produksi Meskipun produksi pupuk dalam negeri terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan nasional, pada kenyataannya ketersediaan pupuk permasalahan bagi petani di beberapa daerah (Khamimiya, 2. Dalam kondisi tersebut, toko pupuk berperan sebagai bagi petani dalam memperoleh pupuk, sehingga terdapat perbedaan pertimbangan petani dalam menentukan pilihan toko pupuk. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik petani yang meliputi umur petani dan tingkat pendidikan, kondisi usahatani berupa luas lahan dan pengalaman bertani, serta faktor toko pupuk yang mencakup jarak rumah ke toko pupuk, kelengkapan produk, dan harga pupuk. Oleh karena itu, petani cenderung lebih selektif dalam memilih toko pupuk yang mampu memenuhi kebutuhan usaha taninya secara tepat, konsisten, dan berkelanjutan. Perbedaan pertimbangan tersebut tercermin dalam keputusan petani yang tidak sama antara satu petani dengan petani lainnya. UD Karya Tani merupakan salah satu toko pupuk yang melayani kebutuhan petani di wilayah sekitarnya melalui penyediaan berbagai jenis pupuk dan obatobatan pertanian. Berdasarkan observasi awal, petani yang berbelanja di UD Karya Tani tidak menunjukkan keputusan yang sama, karena terdapat perbedaan jumlah dan jenis sarana produksi pertanian yang Perbedaan jumlah dan jenis sarana produksi yang dibeli tersebut menunjukkan bahwa keputusan petani dalam memilih UD Karya Tani sebagai tempat pembelian memiliki tingkat dan variasi yang berbedabeda. Kondisi ini menunjukkan bahwa keputusan petani dalam memilih UD Karya Tani dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, sehingga perlu dianalisis lebih Fokus penelitian ini bukan pada produk pupuk, melainkan pada faktorfaktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk sebagai tempat Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Lokasi penelitian merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan penelitian oleh Penelitian ini dilakukan di UD. Karya Tani yang beralamat di Jl. Merdeka. Seribu Dolok. Kecamatan Silimakuta. Kabupaten Simalungun. Provinsi Sumatera Utara. Lokasi ini dipilih karena UD. Karya Tani berada di persimpangan jalan yang mudah diakses oleh petani dari berbagai desa di sekitarnya. Selain itu, lokasi toko juga berada dekat dengan pusat aktivitas petani sehingga sering dikunjungi oleh petani untuk membeli sarana produksi Kondisi tersebut didukung dengan akses transportasi yang mudah serta memudahkan petani datang berbelanja. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Desember 2025 sampai dengan Maret 2026. Stasistik deskriptif dapat digunakan untuk memberikan deskripsi dan gambaran yang berdasarkan dari data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (Sugiyono, 2018. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis analisis faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Hermawan, 2. Untuk menentukan ketepatan prediksi apakah ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen maka digunakan model penelitian sebagai berikut: yeA = yeC yeEyaycya yeEyaycya yeEycycyc yeEyeycye yeEyeycye yeEyiycyi yeEyiycyi yeI Dimana = Keputusan Petani Memilih Toko Pupuk = Konstanta b1, b2, b3 = Koefisien Regresi = Umur Petani = Pendidikan = Luas Lahan = Pengalaman = Jarak ke Toko = Kelengkapan Produk = Harga Pupuk = error / kesalahan gangguan . Uji Koefisien Determinan (R. dan Uji T Menurut Sugiyono, . koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur menerangkan variasi variabel independen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Sebaliknya nilai R 2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan kedalam model. Setiap satu tambahan variabel independen, maka R2 meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengakses ketoko pupuk UD Karya Tani dan bukan UD Karya Tani. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 70 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis untuk memperoleh data yang akurat dan Wawancara (Metode Utam. Observasi Dokumentasi Sumber Data Data Primer Data primer diperoleh langsung dari responden melalui wawancara dan observasi di lapangan. Data Sekunder Data sekunder digunakan untuk analisis penelitian. Analisis Data . Analisis deskritif JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai Adjusted R2 karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini lebih dari dua variabel. Selain itu nilai Adjudted R2 dianggap lebih baik dari nilai R 2, karena nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun ditambahkan ke dalam model regresi (Ghozali, 2. berada pada usia produktif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa petani masih memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan kegiatan usahatani. Selain itu, petani pada usia produktif cenderung lebih aktif dalam mengambil keputusan, termasuk dalam memilih toko pupuk. Meskipun demikian, petani yang berusia lebih tua tetap memiliki pengalaman yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil. Pendidikan Responden Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola pikir dan kemampuan seseorang dalam menerima Dalam kegiatan usahatani, pendidikan dapat membantu petani dalam memahami penggunaan pupuk serta menentukan pilihan yang tepat. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin mudah petani dalam mempertimbangkan keputusan secara rasional. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 52 orang . ,3%). Selanjutnya, responden dengan pendidikan S1 berjumlah 16 orang . ,9%), sedangkan pendidikan SMP hanya sebanyak 2 orang . ,9%). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden tergolong cukup baik. Tingkat pendidikan yang cukup tinggi dapat mempengaruhi kemampuan petani dalam memahami informasi terkait produk pupuk. Namun demikian, dalam praktiknya keputusan petani tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman bertani dan kondisi di Oleh karena itu, pendidikan bukan satu- satunya faktor yang menentukan dalam memilih toko pupuk. Luas Lahan Luas lahan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil produksi Semakin luas lahan yang dimiliki petani, maka semakin besar kebutuhan sarana produksi seperti pupuk. Selain itu, luas lahan juga dapat mempengaruhi keputusan petani dalam memilih tempat pembelian pupuk. Sebagian besar responden memiliki luas lahan O 0,5 ha yaitu sebanyak 46 orang . ,7%). Selanjutnya, responden dengan luas lahan 0,6Ae1,0 ha berjumlah 20 orang HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden merupakan bagian penting dalam penelitian karena menggambarkan kondisi umum subjek yang Pada penelitian ini, responden adalah petani yang melakukan pembelian pupuk di UD Karya Tani. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 70 orang Faktor-faktor yang diamati dalam penelitian ini umur petani, tingkat pendidikan, luas lahan, pengalaman bertani, kelengkapan/ketersediaan produk, dan harga pupuk. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk melihat gambaran umum responden serta hubungannya dengan keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Dengan demikian, faktor- faktor tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan menentukan pilihan. Umur Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam bekerja dan mengambil keputusan. Pada umumnya, umur produktif berada pada rentang 15Ae64 tahun, dimana seseorang masih aktif secara fisik maupun dalam kegiatan ekonomi. Dalam kegiatan usahatani, umur juga berpengaruh terhadap kemampuan petani dalam menerima informasi dan menentukan pilihan. sebagian besar responden berada pada rentang umur 42Ae50 tahun yaitu sebanyak 34 orang . ,6%). Selanjutnya diikuti oleh umur 35Ae42 tahun sebanyak 29 orang . ,4%) dan umur di atas 50 tahun sebanyak 7 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 jarak rumah ke toko pupuk O 1 km yaitu sebanyak 32 orang . ,7%). Selanjutnya, responden dengan jarak 2Ae3 km berjumlah 30 orang . ,9%), sedangkan yang memiliki jarak > 3 km sebanyak 8 orang . ,4%). Jarak yang relatif dekat memudahkan petani memerlukan biaya transportasi yang besar. Selain itu, kemudahan akses ini dapat meningkatkan frekuensi pembelian pupuk oleh petani. Oleh karena itu, jarak menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan petani memilih toko pupuk. Ketersediaan Produk Ketersediaan produk merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan petani dalam membeli pupuk. Ketersediaan produk yang lengkap akan memudahkan petani dalam memenuhi kebutuhan usahataninya. Selain itu, meningkatkan kepercayaan petani terhadap menyatakan bahwa ketersediaan produk tersedia yaitu sebanyak 67 orang . ,7%), sedangkan yang menyatakan tidak tersedia hanya sebanyak 3 orang . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan produk di toko pupuk tergolong sangat baik. Ketersediaan memudahkan petani dalam memperoleh pupuk sesuai kebutuhan. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan loyalitas petani terhadap toko pupuk tersebut. Oleh karena itu, ketersediaan produk menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keputusan petani . Harga Produk Harga pupuk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan pembelian. Harga yang terjangkau akan memudahkan petani dalam memenuhi kebutuhan usahataninya. Namun demikian, harga juga sering ketersediaan produk. Sebagian besar responden menilai harga pupuk tergolong mahal, yaitu sebanyak 63 orang . ,0%), sedangkan yang menilai murah hanya sebanyak 7 orang . ,0%). Hal ini menunjukkan bahwa harga pupuk masih menjadi beban bagi . ,6%), sedangkan yang memiliki luas lahan > 1,0 ha hanya sebanyak 4 orang . ,7%). Luas lahan yang relatif sempit menyebabkan kebutuhan pupuk tidak terlalu besar, namun tetap menjadi kebutuhan utama dalam usahatani. Selain itu, petani dengan lahan yang lebih luas cenderung lebih mempertimbangkan jumlah dan ketersediaan pupuk dalam memilih Oleh karena itu, luas lahan dapat mempengaruhi keputusan petani dalam menentukan tempat pembelian pupuk. Pengalaman Bertani Pengalaman bertani merupakan salah kemampuan petani dalam mengelola Semakin lama pengalaman pengetahuan yang diperoleh petani dari Pengalaman mengambil keputusan. sebagian besar responden memiliki pengalaman bertani selama 11Ae20 tahun yaitu sebanyak 50 orang . ,4%). Selanjutnya, responden dengan pengalaman O 10 tahun berjumlah 11 orang . ,7%), sedangkan yang memiliki pengalaman > 20 tahun sebanyak 9 orang . ,9%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas petani memiliki pengalaman bertani yang cukup Pengalaman bertani yang cukup lama memahami kondisi usahatani dengan baik. Selain itu, petani yang berpengalaman cenderung lebih selektif dalam memilih kebutuhan usahatani, termasuk dalam memilih toko pupuk. Oleh karena itu, pengalaman bertani dapat mempengaruhi keputusan petani dalam menentukan . Jarak Rumah Ke toko Jarak rumah ke toko pupuk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemudahan petani dalam memperoleh sarana produksi. Semakin dekat jarak rumah ke toko, maka semakin mudah petani dalam melakukan pembelian Selain itu, jarak juga dapat mempengaruhi biaya dan waktu yang dikeluarkan oleh petani. Sebagian besar responden memiliki JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 sebagian besar petani. Meskipun harga pupuk dianggap mahal, petani tetap melakukan pembelian karena pupuk merupakan kebutuhan utama dalam Selain itu, petani juga mempertimbangkan faktor lain seperti ketersediaan produk dan kemudahan akses. Oleh karena itu, harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan petani dalam memilih toko pupuk koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai R = 0,884 dan RA = 0,781. Hal ini menunjukkan bahwa 78,10% variasi keputusan petani dalam memilih toko pupuk dapat dijelaskan oleh variabel independen, yaitu Usia. Pendidikan. Luas Lahan. Pengalaman Bertani. Jarak Rumah ke Toko Pupuk. Ketersediaan Produk, dan Harga Jual Pupuk, sedangkan sisanya sebesar 21,90% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Nilai Adjusted RA = 0,756 memperkuat kesimpulan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen masih cukup baik dan layak digunakan dalam penelitian untuk memprediksi keputusan petani dalam memilih toko . Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Penggunaan Uji-F bertujuan Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat pada sebuah penelitian secara simultan atau bersama-sama. Pada uji F penelitian ini akan memakai nilai signifikansi 5% atau 0,05 dengan kriteria : Jika P value (Si. > maka Ho Artinya Jika P value (Si. O maka Ho Artinya ada pengaruh terhadap variable dependen Hasil uji F dalam penelitian ini ada pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji F Analisis Regresi . Analisis Regresi Liner Berganda Metode digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda. Analisis regresi mengetahui pengaruh antara varibel X dan perhitungan modelregresi linier berganda dilakukan menggunakan program SPSS. Hasil analisis yang diperoleh sebagai berikut: Uji Koefisien Determinasi (RA) Koefisien (RA) dimaksudkan untuk menentukan tingkat akurasi terbaik dalam analisis regresi, yang ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi (RA) antara 0 . dan 1 . Koefisien determinasi (RA) nol variabel independen tidak berpengaruh pada variabel dependen. Jika koefisien determinasi mendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Selain itu, koefisien determinasi digunakan untuk menentukan persentase perubahan dalam variabel dependen (Y) yang disebabkan oleh variabel independen (X). Maka hasil uji koefisien determiasi bisa dilihat pada tabel berikut: Model Mean Sig Square Regression Residual Total Predictors: (Constan. Harga Jual Pupuk. Ketersediaan Produk. Pengalaman Bertani. Pendidikan. Jarak Rumah ke Toko Pupuk. Usia. Luas Lahan Dependent Variable: Keputusan Petani dalam Memilih Pupuk Tabel 1. Hasil Uji Koefisien Determiasi (RA) Modal Summary Mode R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber Pengolahan SPSS . ANOVAb Sum of Squares Predictors: (Constan. Harga Jual Pupuk. Ketersediaan Produk. Pengalaman Bertani. Pendidikan. Jarak Rumah ke Toko Pupuk. Usia. Luas Lahan Dependent Variable: Keputusan Petani dalam Memilih Pupuk Berdasarkan Tabel 9. hasil uji F (ANOVA), signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000. Karena Berdasarkan Tabel 1, hasil uji JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti secara simultan variabel Usia. Pendidikan. Luas Lahan. Pengalaman Bertani. Jarak Rumah ke Toko Pupuk. Ketersediaan Produk, dan Harga Jual Pupuk berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Selain itu, nilai F hitung sebesar 31,571 menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak . untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan demikian, secara bersama-sama seluruh variabel independen dalam penelitian ini mampu mempengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Uji Signifikan Parsial (Uji . Uji T pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat pada sebuah penelitian. Dalam melakukan Uji T parsial pengambilan keputusan bisa dengan melihat nilai Sig. Penelitian ini menggunakan nilai signifikansi 5% atau 0,05 dengan kriteria : Jika P value (Si. > Ho diterima. Artinya tidak ada pengaruh signifikan variabel independen terhadap variable Jika P value (Si. O Ho ditolak. Artinya ada pengaruh signifikan variabel independen terhadap variable Tabel 3. Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Model 1 (Constan. umur petani . luas lahan . jarak ke toko . kelengkapan produk di toko . 0=tidak lengkap, 1=lengka. ummy: 0= mahal, 1=mura. Dependent Variable: Keputusan mengakses ke toko . ummy: 0=tidak mengakses, 1=mengakse. Dari Tabel 3. Maka hasil analisis regresi linier berganda di peroleh persamaan sebagai berikut : Y = -0,943 0,013X1 Ae 0,029X2 Ae 0,005X3 0,004X4 Ae 0,013X5 0,842X6 0,098X7 e Berdasarkan persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Hasil uji T dalam penelitian ini pada Tabel 10. Keterangannya sebagai berikut: Pengaruh Usia (XCA) terhadap Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Usia (XCA) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Berdasarkan tabel output SPSS AuCoefficientsAy diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Usia adalah 0,013. Karena nilai Sig. 0,07<0,10, maka H1 diterima dan H0 Artinya. Usia Sig. signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Berdasarkan hasil uji t, variabel usia memiliki nilai t hitung sebesar 1,843 dengan nilai signifikansi 0,07 (< 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Usia (XCA) berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh ditolak. Secara teoritis, menurut Kotler dan Keller . , usia termasuk dalam faktor demografis yang dapat memengaruhi perilaku konsumen. Namun, pengaruh usia tidak selalu menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan, terutama untuk barang kebutuhan pokok atau kebutuhan produksi seperti pupuk. Pupuk merupakan input penting dalam kegiatan usahatani yang dibutuhkan oleh seluruh petani tanpa memandang usia. Baik petani yang berusia muda, produktif, maupun lanjut usia JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 memiliki kebutuhan yang relatif sama terhadap pupuk. Oleh karena itu, keputusan dalam memilih toko pupuk lebih didasarkan pada faktor lain seperti ketersediaan produk, kemudahan akses, dan harga, bukan pada perbedaan usia. Koefisien regresi yang bernilai positif . menunjukkan adanya arah hubungan searah antara usia dan keputusan petani, semakin meningkat usia semakin besar keputusan untuk mengakses ke toko. Ini bisa disebabkan petani yang semakin tua tidak akan membandingkan harga lagi dengan toko lain atau memilih hanya belanja di satu toko saja. Pengaruh Pendidikan (XCC) Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Pendidikan (XCC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Berdasarkan hasil SPSS diketahui nilai Sig. 0,012. Karena 0,012< 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendidikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Setiap peningkatan satu tingkat kecenderungan petani dalam memilih toko pupuk sebesar 0,029. Berdasarkan hasil uji t, variabel pendidikan memiliki nilai t hitung sebesar 2,593 dengan nilai signifikansi 0,012 (< 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan (XCC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y), sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Tingkat pendidikan petani pada pendidikan formal maupun nonformal, di mana kedua aspek tersebut dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan usaha Menurut Nino et al. pendidikan formal dan nonformal memiliki kemampuan petani dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan usaha Tingkat berpengaruh terhadap kemampuan dalam menerima informasi, memahami inovasi, serta mengambil keputusan ekonomi secara lebih rasional. Petani dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan analisis yang lebih baik dalam membandingkan berbagai alternatif, termasuk dalam memilih toko Selain itu, berdasarkan teori perilaku konsumen oleh Kotler dan Keller . , pendidikan mempengaruhi proses kognitif konsumen dalam pengambilan keputusan, seperti pencarian informasi, evaluasi alternatif, hingga keputusan pembelian. Dalam konteks penelitian ini, petani dengan pendidikan yang lebih tinggi lebih selektif dalam memilih toko pupuk dengan mempertimbangkan faktor kualitas produk, harga, serta ketersediaan pupuk. Koefisien regresi sebesar 0,029 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu tingkat pendidikan akan meningkatkan kecenderungan petani dalam memilih toko pupuk sebesar 0,029 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan sikap rasional petani dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pengaruh Luas Lahan (XCE) Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Luas Lahan (XCE) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Nilai signifikansi sebesar 0,890. Karena 0,890 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya. Luas Lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Berdasarkan hasil uji t, variabel luas lahan memiliki nilai t hitung sebesar 0,139 dengan nilai signifikansi 0,890 (> 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Luas Lahan (XCE) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh ditolak. Luas lahan merupakan salah satu faktor penting dalam usahatani karena berkaitan dengan skala produksi dan kebutuhan input pertanian, termasuk pupuk. Semakin luas lahan yang dimiliki petani, seharusnya semakin besar pula kebutuhan JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 input produksi yang digunakan (Nino et al. Petani yang memperoleh pupuk bersubsidi pada umumnya dibatasi dengan luas lahan maksimal sekitar dua hektar. Kepemilikan lahan yang lebih luas justru dapat menurunkan peluang petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, karena masyarakat beranggapan bahwa semakin luas lahan maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian Kondisi ini diperburuk oleh pendapatan petani yang relatif rendah, mencantumkan luas lahan yang lebih kecil dalam RDKK agar tetap memenuhi syarat memperoleh pupuk bersubsidi, meskipun sebenarnya mereka memiliki lahan yang lebih luas. Menurut Pradnyawati and Cipta, . , luas lahan dan modal merupakan faktor penting yang secara terus-menerus mendukung keberlangsungan usaha tani, karena berperan sebagai penghubung antara pengeluaran petani untuk memperoleh input penjualan di kemudian hari. Dalam konteks penelitian ini, luas lahan tidak menjadi faktor yang menentukan dalam pemilihan toko pupuk. Hal ini menunjukkan bahwa baik petani dengan lahan sempit maupun luas tetap memiliki kebutuhan pupuk yang harus dipenuhi dari toko yang sama, sehingga keputusan pembelian tidak dipengaruhi oleh perbedaan luas lahan. Koefisien 0,005 menunjukkan adanya arah hubungan positif antara luas lahan dan keputusan petani, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, peningkatan luas lahan tidak secara nyata meningkatkan kecenderungan petani dalam memilih toko pupuk tertentu. Pengaruh Pengalaman Bertani (XCE) terhadap Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Pengalaman Bertani (XCE) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Nilai signifikansi sebesar 0,636. Karena 0,636 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya. Pengalaman Bertani tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Berdasarkan hasil uji t, variabel pengalaman bertani memiliki nilai t hitung sebesar 0,476 dengan nilai signifikansi 0,890 (> 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Pengalaman Bertani (XCE) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh ditolak. Pengalaman merupakan salah satu faktor konsumen karena pengalaman masa lalu dapat membentuk pola pengambilan keputusan di masa depan (Haro et al. Dalam pengalaman bertani seharusnya dapat meningkatkan kemampuan petani dalam menentukan pilihan yang lebih tepat, termasuk dalam memilih sumber input seperti toko pupuk. Pengalaman petani menunjukan kemampuan petani selama ia berusaha tani. Semakin berpengalaman petani maka semakin tau ia akan kebutuhan usahatani nya. Menurut Nino et al. , . menyatakan bahwa semakin tinggi pengalaman petani maka semakin tinggi pengalaman petani pula respons petani terhadap akses toko Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman bertani tidak menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan petani. Hal ini dapat terjadi karena keputusan pemilihan toko pupuk lebih dipengaruhi oleh faktor praktis seperti ketersediaan produk, harga, dan pengalaman pribadi dalam bertani. Koefisien regresi yang bernilai 0,004 menunjukkan arah hubungan positif antara pengalaman bertani dan keputusan petani, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, semakin lama pengalaman bertani akan meningkatkan kecenderungan petani dalam memilih toko pupuk tertentu. Pengaruh Jarak Rumah ke Toko Pupuk (XCI) terhadap Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Jarak Rumah ke Toko Pupuk (XCI) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Nilai signifikansi sebesar 0,665. Karena 0,066 > 0,05, maka H0 diterima dan JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 H1 ditolak. Artinya. Jarak Rumah ke Toko Pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani, meskipun memiliki kecenderungan pengaruh positif. Berdasarkan hasil uji t, variabel jarak rumah ke toko pupuk memiliki nilai t hitung sebesar -0,435 dengan nilai signifikansi 0,665 (> 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Jarak Rumah ke Toko Pupuk (XCI) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y) pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh ditolak. Lokasi dan aksesibilitas, jarak merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku konsumen karena berkaitan dengan biaya transportasi, waktu, dan kemudahan dalam memperoleh Semakin dekat lokasi toko, maka seharusnya semakin besar kemungkinan konsumen memilihnya karena lebih efisien. Hal ini disebabkan karena lokasi yang dekat akan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga, dan biaya untuk memperoleh pupuk bersubsidi dibandingkan dengan petani yang berada di lokasi yang jauh. Petani yang jaraknya jauh biasanya harus mengeluarkan biaya tambahan seperti menyewa kendaraan serta membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama, sehingga hal tersebut dapat mengurangi efisiensi dalam proses pembelian pupuk. Lokasi pada dasarnya berperan sebagai saluran distribusi, yaitu jalur yang digunakan untuk menyalurkan produk dari produsen hingga sampai ke konsumen. Menurut (Dai and Widajanto, 2. lokasi merupakan bagian dari saluran distribusi yang sangat menentukan kelancaran proses penyaluran barang kepada konsumen akhir. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tidak menjadi faktor utama dalam keputusan petani memilih toko Hal ini dapat terjadi karena petani lebih mempertimbangkan faktor lain yang dianggap lebih penting, seperti ketersediaan produk, kelengkapan pupuk, serta kualitas pelayanan toko. Dengan demikian, meskipun jarak berbeda-beda, petani tetap cenderung memilih toko yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara Koefisien regresi sebesar -0,013 menunjukkan arah hubungan negatif antara jarak dan keputusan petani, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara Artinya, semakin jauh jarak rumah ke toko pupuk makan akan menurunkan kecenderungan petani dalam memilih toko Pengaruh Ketersediaan Produk (XCI) terhadap Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan Ketersediaan Produk (XCI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena 0,000 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara Ketersediaan Produk terhadap keputusan petani dalam memilih Setiap ketersediaan produk akan meningkatkan keputusan petani dalam memilih toko pupuk sebesar 0,842. Berdasarkan hasil uji t, variabel ketersediaan produk memiliki nilai t hitung sebesar 10,434 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Ketersediaan Produk (XCI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y), sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Secara teoritis, menurut Kotler dan Keller . , ketersediaan produk merupakan bagian penting dari bauran pemasaran . lace/distributio. Ketersediaan produk yang baik akan meningkatkan kepuasan konsumen karena kebutuhan dapat terpenuhi secara tepat waktu tanpa harus mencari ke tempat Dalam konteks penelitian ini, pupuk merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan usahatani yang harus tersedia secara tepat waktu agar tidak mengganggu proses produksi. Oleh karena itu, ketika toko pupuk mampu menyediakan produk yang lengkap dan selalu tersedia, petani akan lebih cenderung memilih toko tersebut dibandingkan toko lain. Koefisien regresi sebesar 0,842 menunjukkan bahwa ketersediaan produk memiliki pengaruh positif yang sangat besar terhadap Artinya. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 peningkatan ketersediaan produk akan kecenderungan petani dalam memilih toko pupuk sebesar 0,885 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Pengaruh Harga Jual Pupuk (XCN) terhadap Keputusan Petani dalam Memilih Toko Pupuk (Y) Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa Harga Jual Pupuk (XCN) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y). Nilai signifikansi sebesar 0,128. Karena 0,128 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya. Harga Jual Pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Berdasarkan hasil uji t, variabel harga jual pupuk memiliki nilai t hitung sebesar 1,543 dengan nilai signifikansi 0,128 (> 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Harga Jual Pupuk (XCN) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh ditolak. Secara teoritis, menurut (Kotler, 2. , harga merupakan salah satu unsur penting dalam bauran pemasaran yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen karena berkaitan dengan kemampuan daya beli serta persepsi nilai suatu produk. Konsumen umumnya cenderung memilih produk dengan harga yang lebih terjangkau apabila kualitas dianggap sama. Namun, dalam konteks penelitian ini, harga pupuk tidak menjadi faktor utama dalam keputusan petani memilih toko pupuk (Nasution. Kemal and Triana, 2. Hal ini dapat disebabkan karena pupuk merupakan kebutuhan pokok dalam kegiatan usahatani, sehingga petani tetap melakukan pembelian meskipun harga relatif tinggi. Selain itu, petani lebih memprioritaskan ketersediaan produk dan dibandingkan pertimbangan harga semata (Nasution. Kemal and Triana, 2. Koefisien 0,098 menunjukkan arah hubungan positif yang sangat kecil antara harga dan keputusan petani, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, perubahan harga pupuk tidak memberikan dampak yang berarti terhadap keputusan petani dalam memilih toko pupuk. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani adalah pendidikan dan ketersediaan produk keputusan petani, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Faktor memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk di UD Karya Tani adalah ketersediaan produk, dengan nilai koefisien regresi terbesar . dan nilai signifikansi 0,000. Variabel umur . emakin tua akan menetap kepada satu tok. , dan Pendidikan . emakin tinggi pendidikan akan menetap kepada satu Tok. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk menjadi faktor utama yang paling dipertimbangkan oleh petani dalam menentukan pilihan toko. Saran UD Karya Tani diharapkan untuk terus ketersediaan produk pupuk agar selalu lengkap dan tersedia sesuai kebutuhan Hal ini penting karena ketersediaan produk merupakan faktor utama yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk. Petani diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih toko pupuk, tidak hanya berdasarkan kebiasaan, tetapi kualitas, ketersediaan, dan efisiensi pembelian agar kegiatan usahatani dapat berjalan lebih optimal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini, seperti kualitas pelayanan, promosi, dan loyalitas pelanggan, agar dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih toko pupuk. JURNAL AGRILINK Volume 8 No. 1 Februari 2026- ISSN : P 2252-5602 E 2302-6510 AoPengaruh luas lahan, modal dan jumlah produksi terhadap pendapatan petani sayur di kecamatan BaturitiAo. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9. , pp. 93Ae100. Soedarto. and Ainiyah. Teknologi pertanian menjadi petani 0: Transisi menuju pertanian modern. Uwais Inspirasi Indonesia. Sugiyono . Metode Penelitian Dan Pendekatan Penelitian : Analisa Penarikan Sampel. Bandung: CV. Alfabeta. Sugiyono . Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. penerbit Alfabeta,Bandung. DAFTAR PUSTAKA