TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF PERSPEKTIF LONTARAQ GOWA DAN IMPLIKASI TERHADAP BIMBINGAN KONSELING Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Universitas Negeri Malang1. Universitas Negeri Makassar2,3,4,5,6 Syawalhikmah46@gmail. com, mohmirdanbk@gmail. com, muhammadsilmi341@ com, akbargibrany2003@gmail. com, aadfathan@gmail. com, al. ABSTRACT The purpose of this reserch is to explore the values of peace-oriented character in the life history of Syekh Yusuf Al-Makassari from the perspective of Lontaraq Gowa, and to examine how these character values imply for guidance and counseling practices. This research employs a qualitative approach using the Gadamerian hermeneutic method, which emphasizes the analytical process between the parts and the whole in the effort to understand and interpret texts The findings of this reserch reveal eight peace character values exemplified by Syekh Yusuf: nikatutuinna and ningainna . oving and being love. , kamaseang . aring and compassionat. , mallaq and masiriq . ear and shame as moral boundarie. , paqrasangang matangkasaka . ursuing trut. , bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua . elping to bring joy to other. , tamasalai . , napassamaturuki . eliberation and consensu. , and pamopporang . The implications of these peace character values for guidance and counseling services are identified in the core services, particularly in the areas of personal and social guidance. Key word: Tusalama Syekh Yusuf. Peace Character. Guidance and Counseling Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah menelisik nilai-nilai karakter damai pada riwayat hidup Syekh Yusuf Al-Makassari dalam perspektif lontaraq Gowa dan bagimana implikasi nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf terhadap bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset hermeneutika Gadamerian, yang menekankan pada proses analisis antara bagian dan keseluruhan . art and whol. dalam upaya memahami serta memberi makna terhadap Dari hasil penelitian ditemukan terdapat tujuh nilai karakter damai Syekh Yusuf yang meliputi nikatutuinna dan ningainna . enyanyangi dan disuka. , kamaseang . eduli dan menyanyang. , mallaq dan masiriq . akut dan mal. , paqrasangang matangkasaka . encari kebenara. , bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua . embantu membuat hati seorang senan. , tamasalai . idak menyakahka. , napassamaturuki . usyawarah mufaka. , pamopporang . Adapun implikasi nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf pada layanan bimbingan dan konseling dalam penelitian ini teridentifikasi dalam layanan dasar bidang bimbingan pribadi dan sosial Kata kunci: Tusalama Syekh Yusuf. Karakater Damai. Bimbingan dan Konseling PENDAHULUAN Indonesia identik dengan potensi local wisdom yang tumbuh subur dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satunya tercermin dalam falsafah hidup yang dijunjung tinggi oleh penduduk pribumi dalam berinteraksi sosial. Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi di indonesia yang memiliki banyak keanekaragaman budaya serta suku yang dikenal sebagai salah satu kelompok etnis terbesar di indonesia dan dikenal memiliki sistem nilai yang kuat, termasuk dalam hal menjunjung tinggi kedamaian, kehormatan, dan solidaritas. 1 Dengan mengeksplorasi budaya lokal . ndigenous cultur. , masyarakat Indonesia didorong untuk menyadari dan mengapresiasi nilai-nilai budaya asli yang dimiliki, sehingga dapat menumbuhkan kebanggaan serta kemandirian dalam merumuskan teori dan praktik sendiri tanpa bergantung secara penuh pada konsep-konsep teoretis dari luar. 2 Liliweri menjelaskan Desy Karolina and Randy Randy. Kebudayaan Indonesia (Purbalingga: Eureka Media Aksara. Syahria Anggita Sakti. Suwardi Endraswara, and Arif Rohman. AuIntegrating Local Cultural An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . bahwa nilai-nilai luhur yang berasal dari budaya menjadi semacam semangat hidup yang meresap ke dalam diri individu dan tercermin melalui perilaku sehari-hari dalam masyarakat. Nilai-nilai ini juga merepresentasikan identitas budaya, yakni karakteristik khas yang menunjukkan bahwa seseorang merupakan bagian dari kelompok etnik tertentu. Identitas tersebut terbentuk melalui proses pembelajaran serta penerimaan terhadap berbagai unsur budaya seperti tradisi, warisan leluhur, bahasa, agama, dan garis keturunan. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan nilai-nilai lokal, penguatan karakter damai dapat digali dari warisan sejarah dan tokoh-tokoh lokal yang telah mempraktikkan nilai-nilai tersebut secara konkret dalam kehidupannya. Salah satu tokoh dari sulawesi selatan yang hidup di masa silam dan dikenal dengan kearifannya Syekh Yusuf Al-Makassari tercatat sebagai salah satu tokoh spiritual dan pejuang yang memiliki kontribusi besar dalam menyebarkan nilai-nilai Islam serta memperjuangkan keadilan dan 4 Selain itu juga syekh Yusuf dikenal dengan sebutan Tuanta Salamaka ri Gowa, yang berarti AuTuan Kita yang Membawa Keselamatan dari GowaAy, dia tidak hanya dihormati karena keilmuannya dalam bidang tasawuf, tetapi juga karena perjuangannya dalam mengdepankan nilai-nilai universal yang mencakup religius, inclusivity, toleransi, dan penghormatan terhadap 5 Menurut Rahmatullah & Suhaeni. Keteladanan hidup Syekh Yusuf tidak hanya terletak pada perjuangannya melawan kolonialisme, tetapi juga pada nilai-nilai moral dan karakter yang diwariskannya kepada setiap individu serta kontribusinya dalam menebarkan ajaran Islam yang inklusif dan membela kaum tertindas dari dominasi kolonial membuatnya dihormati bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Afrika Selatan, yang turut menetapkannya sebagai national hero. 6 Oleh karena itu sepatutnya nilaiValues into Early Childhood Education to Promote Character Building,Ay International Journal of Learning. Teaching and Educational Research 23, no. : 84Ae101. Sahril Buchori and Nurfitriany Fakhri. AuPeace Values in Bugis and Makassar Perspective,Ay JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling 2, no. : 62Ae71. Dyan Paramitha Darmayanti and Najma Moosa. AuStrengthening National Identity Through Sheikh Yusuf Aos Historical Traces,Ay KnE Social Sciences, 2024, 449Ae58. Nurhayati Abd Rasyid and Nurdin Nurdin. AuThe Diaspora of the Sufis in Indonesia: Moving from Western to Eastern Islands,Ay International Journal of History and Philosophical Research 9, 1 . : 33Ae45. M Asep Rahmatullah and Suhaeni. AuHidup Dan Perjuangan Syekh Yusuf,Ay Islamika (Jurnal Agama. Pendidikan. Dan Sosial Buday. 15, no. : 11Ae19. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil nilai karakter damai Syekh Yusuf Al-Makassari ini diketahui dan dijunjung tinggi serta diterapkan dalam seluruh ranah kehidupan, baik itu diterapkan damai dan harmoni pada diri sendiri, sesama orang lain, kepada alam sekitar terutama kepada Tuhan. Seiring perkembangan zaman dinamika global yang semakin kompleks, karakter damai melalui pendidikan perdamaian menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, terutama dalam menghadapi realitas sosial yang penuh dengan konflik, intoleransi, kekerasan verbal, dan kekerasan simbolik yang kini marak terjadi di kalangan remaja. 7 Yuniarto menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan lemahnya pemahaman serta merosotnya karakter damai berupa nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan empati dalam kehidupan sehari-hari, selain itu adanya penyimpangan dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan tujuan Pembukaan UUD 1945, yang menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan, serta upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam suasana damai dan berkeadilan sosial. Permasalahan remaja, khususnya di kalangan pelajar, yaitu mudahnya tersulut emosi dan kehilangan kendali, yang pada akhirnya memicu terjadinya konflik seperti perkelahian, perundungan, hingga tawuran antar pelajar maupun mahasiswa. 9 Menurut Ningtias et al. salah satu penyebab utama dari tindakan kekerasan ini adalah fase Austorm and stressAy atau masa gejolak emosi, ketika remaja mengalami ketegangan batin akibat benturan nilai yang belum stabil, sehingga mendorong munculnya perilaku menyimpang. Selain itu, pengaruh negatif dari lingkungan sebaya dan minimnya perhatian dari keluarga juga menjadi faktor yang memperburuk arah perilaku remaja, menjadikan mereka rentan melakukan tindakan destruktif. Peran guru Bimbingan dan Konseling atau konselor sangat krusial Nadia Azadi and Prangya Das. AuReduction of Aggression in Adolescents through Peace Education : A Review,Ay International Journal of Humanities Social Science and Management (IJHSSM) 3, no. : 435Ae42. Bambang Yuniarto. Wawasan Kebangsaan (Deepublish, 2. Sahrul Pahmi et al. AuStudi Literatur Terhadap Kekerasan Di Kalangan Remaja,Ay Jurnal Basicedu 8, no. : 911Ae20. Dhela Kusuma Ningtias et al. AuKONSELING KEDAMAIAN SEBAGAI STRATEGI KONSELOR UNTUK MEREDUKSI PERILAKU AGRESI SISWA DI ERA COVID 19,Ay Prosiding Seminar Nasional FIP 2020, 2020. Fadilah Mughni Waliah. AuPencegahan Dan Penanggulangan Tindak Kekerasan Di Lingkungan Satuan Pendidikan Pada UPT Satuan Pendidikan SMPN 1 BontomarannuAy (UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR, 2. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . dalam mereduksi dan mencegah terjadinya konflik, intoleransi, kekerasan verbal, dan kekerasan simbolik yang kini marak terjadi melalui pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sebagai teladan dalam proses tersebut, konselor perlu memahami serta menghayati nilai-nilai perdamaian guna mendukung perkembangan pribadi konseli, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai damai selama sesi bimbingan, selain dari keterampilan teknis konseling yang dikuasai. 12 Nilai-nilai yang diyakini dan diterapkan oleh konselor sebaiknya juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, agar mampu menginternalisasi semangat perdamaian dalam diri peserta didik. Menurut Hikmah et al. pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai karakter damai berperan krusial dalam membentuk pribadi yang mandiri serta mampu bertanggung jawab atas dirinya, kehidupannya, dan relasinya dengan orang lain. 13 Nilai-nilai ini juga memperkuat kemampuan individu untuk menjalin kerja sama dengan lingkungan sekitar. 14 Dengan demikian, nilai-nilai perdamaian idealnya melekat dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak seseorang, sebagai fondasi utama untuk hidup harmonis dan saling menghargai dalam kehidupan bersama. Galtung menjelaskan bahwa secara umum, damai dapat dimaknai sebagai kondisi tanpa adanya kekerasan. Konsep damai terbagi ke dalam dua aspek, yakni damai negatif dan damai positif. Damai negatif merujuk pada situasi di mana tidak terjadi kekerasan secara fisik, sedangkan damai positif mencerminkan terciptanya perdamaian melalui penerapan keadilan sosial serta upaya penyelesaian konflik tanpa kekerasan. 15 Menurut Harris dan Morrison perdamaian adalah proses dinamis yang melibatkan upaya aktif untuk membangun hubungan yang harmonis, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, serta menciptakan kondisi sosial yang adil dan berkelanjutan. Buchori and Fakhri. AuPeace Values in Bugis and Makassar Perspective. Ay Muh. Syawal Hikmah. AsAoad Fathan, and Akbar Gibran Yusri. AuNILAI-NILAI KARAKTER DAMAI AoTO UGIAo DALAM SUREQ I LA GALIGO EPSIODE MULA RIOLUNA BATARA GURU,Ay YASIN: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Budaya 5, no. April . : 1522Ae51. Eva Imania Eliasa et al. AuPedagogy of Peacefulness as an Effort of Peaceful Education at School,Ay Indonesian Journal of Educational Counseling 3, no. : 85Ae96, doi:10. 30653/001. Ian M Harris and Mary Lee Morrison. Peace Education, 3d ed (London: McFarland & Company. Inc, 2. Roberta Holanda Maschietto. AuPeace Education: History. Features, and Effectiveness,Ay in Peace. Justice and Strong Institutions (Springer, 2. , 631Ae40. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Kedamaian juga mencakup kondisi harmonis yang dirasakan oleh individu, keluarga, masyarakat, hingga tingkat bangsa dan negara, yang ditandai dengan minimnya tindak kekerasan dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut Harris & Morrison dalam bukunya Peace Education, karakter damai . eaceful characte. merujuk pada nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang mendukung terbentuknya budaya damai, baik pada tingkat individu maupun komunitas. 18 Mereka menegaskan bahwa pendidikan damai tidak hanya menitikberatkan pada upaya menghindari kekerasan, tetapi juga pada pengembangan karakter positif yang mendorong terwujudnya harmoni sosial dan empati antarsesama. Karakter damai yang dijabarkan meliputi empati, toleransi, serta kerja sama dalam menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Selain itu. Harris dan Morrison juga menjelaskan bahwa karakter damai juga mencakup nilai keadilan yang berpihak pada kesetaraan, tanggung jawab atas tindakan sendiri, dan sikap menghormati martabat setiap individu tanpa diskriminasi, kemudia komunikasi tanpa kekerasan serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai dan konstruktif juga termasuk bagian dari karakter damai yang esensial. Perdamaian tumbuh dari nilai-nilai seperti saling menghormati, menghargai perbedaan, toleransi, kasih sayang, serta sikap menerima satu sama lain. Nilai-nilai ini menjadi dasar terciptanya suasana yang nyaman, damai, bahagia, dan bebas. Kedamaian bisa terwujud melalui penguatan pengetahuan, penghayatan nilai, sikap positif, dan keterampilan sosial yang mendukung keharmonisan hidup sebuah keadaan yang diidamkan setiap orang. Untuk mencapainya, dibutuhkan cara berpikir dan bertindak yang mencerminkan semangat damai, baik dalam kehidupan kelompok maupun dalam hubungan Beberapa hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh para peneliti dalam konteks kedamaian berbasis budaya lokal, antara lain penelitian Esther Oreofeoluwa Esho. AuThe Paradigm of Peace Enhancing Peace Culture,Ay Journal of Aggression. Conflict and Peace Research 16, no. : 83Ae97. Ian M. Harris and Mary Lee Morrison. Peace Education. J P Linstroth. AuEmpathy. Love, and Peace,Ay in Politics and Racism Beyond Nations: A Multidisciplinary Approach to Crises (Springer, 2. , 255Ae321. Ilfiandra Ilfiandra. Nadia Aulia Nadhirah, and Dodi Suryana. AuMeta-Ethnography of Local Wisdom Total Peace of Urang Sunda and Its Implications to Peace Pedagogy,Ay in The International Seminar on Delivering Transpersonal Guidance and Counselling Services in School (ISDTGCSS 2. (Atlantis Press, 2. , 132Ae49. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . yang dilakukan oleh Hikmah et al. , yang menemukan bahwa Nilai-nilai karakter damai AuTo UgiAy yang terkandung dalam Sureq ILagaligo Epsiode Mula Rioluna Batara Guru mencakup, hati yang baik, kehati-hatian dan kewaspadaan untuk menghindari bahaya, kesesuaian ucapan dan perbuatan AoadanagauAo atau kesesuian dan tindakan, tidak sombong atau rendah hati, berpikir sebelum bertindak, kebersamaan . otong royon. , kejujuran dan perkataan yang benar . empu sibawa ada tongen. , setia kawan . , bersahabat, serta tangung jawab dan kasih sayang. 21 Kemudian penelitian Janna et al. , yang mengungkapkan bahwa terdapat budaya damai Suku To Balo di kabupaten Barru provinsi Sulawesi Selatan yang memuat prinsipprinsip seperti penghargaan terhadap kehidupan, anti kekerasan, toleransi, dan partisipasi dalam demokrasi. 22 Pada tahun 2023 Lusi et al menemukan arti dibalik budaya AuAta DikeAy (Manusia Yang Baik/Bermoral/Berada. dalam meujudkan perdamaian antara lain dilakukan dengan ritual-ritual yaitu: . Gencatan Senjata . aAoo dopi, ledang gal. Proses Pencarian Kebenaran . ahinkoda, turu ira. Sumpah Adat . ayu geto, bayabola. Perdamaian atau Rekonsiliasi . ,23 selanjutnya penelitian Gabriel berhasil menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Fagogoru ialah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,24 terakhir penelitian Hasby & Wahyono, mengungkapkan bahwa makna perdamian di dalam pela gandong memiliki yakni hubungan saudara dan persaudaraan sejati, makna ini berkontribusi terhadap perdamaian pada konflik daerah Maluku Tengah. Hikmah. Fathan, and Yusri. AuNILAI-NILAI KARAKTER DAMAI AoTO UGIAo DALAM SUREQ I LA GALIGO EPSIODE MULA RIOLUNA BATARA GURU. Ay Charizatul Janna et al. AuAnalisis Budaya Damai Suku To Balo Dan Masyarakat Desa Bulo Bulo Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan,Ay Jurnal Kewargan 8, no. : 1229Ae38. Andreas Gama Lusi et al. AuMAKNA SIMBOLIK BUDAYA AoAta DikeAo(Manusia Yang Baik/Bermoral/Berada. DALAM MEMBANGUN PERDAMAIAN. MEWUJUDKAN KEAMANAN NASIONAL (Studi Resolusi Konflik Berbasis Penguatan Nilai Budaya Di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timu. ,Ay JURNAL EKONOMI. SOSIAL & HUMANIORA 4, no. : 1Ae19, https://w. com/index. php/jurnal/article/view/962. Ravanelly F Gabriel. AuTeologi Fagogoru: Mewujudkan Perdamaian Berbasis Budaya,Ay Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 5, no. : 1Ae14, doi:https://doi. org/10. 34307/b. Muhammad Hasby and Edi Wahyono. AuKEARIFAN LOKAL PELA GANDONG SEBAGAI TANDA PERDAMAIAN MASYARAKAT,Ay in PROSIDING SEMINAR NASIONAL DMI, 1, 2020, 76Ae86, https://dmi-journals. org/prosiding/article/view/13. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Selain itu penelitian terkait dengan Syekh Yusuf Al Makassari juga telah dilakukan oleh Darmayanti & Moosa yang menemukan bahwa perjalanan hidup Syekh Yusuf dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat identitas nasional pada generasi muda,26 selanjutnya penelitian Rahmatullah & Suhaeni, menemukan bahwa perjuangan dakwah dan jihad fi sabilillah Syekh Yusuf betujuan untuk menegakan agama Islam, serta untuk melenyapkan kejahatan,keserakahan dan penjajahan,27 terakhir penelitian Arif membuahkan hasil bahwa Syekh Ysuf merefleksikan nilainilai utama dalam ajaran Sufisme, seperti keyakinan yang teguh kepada Tuhan, ketulusan yang abadi, serta rasa tanggung jawab spiritual yang tidak pernah luntur. Berdasarkan beberapa hasil penelitian kedua variabel diatas terkait dengan kedamaian berbasis budaya lokal dan Perjalanan hidup Syekh Yusuf Al-Makassari telah banyak di teliti sebelumnya akan tetapi penelitian yang berfokus mengkaji nilai-nilai karakter damai Tuanta Salamaka Syekh Yusuf Al-Makassari perspektif lontarq Gowa dan implikasinya terhadap bimbingan dan konseling belum pernah dilakukan. Pendekatan yang menitikberatkan pada kearifan lokal juga dinilai mampu mengembangkan kecerdasan moral dan emosional peserta didik. 29 Dengan mengacu pada nilai-nilai lokal, program BK tidak hanya memperkuat karakter siswa, tetapi juga membantu membentuk tatanan norma sosial yang positif di lingkungan Dengan kajian ini dirasa tepat digali sebagai salah satu aset kearifan lokal . ocal wisdo. dalam pengembangan karakter damai siswa berbasis nilai indigenous melalui layanan BK di bumi nusantara Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menelisik nilai-nilai karakter damai pada riwayat hidup Syekh Yusuf Al-Makassari dalam perspektif lontaraq Gowa dan implikasinya terhadap bimbingan dan konseling, sehingga penulis dapat memahami dan berkontribusi dalam menambah studi penelitian terkait nilai-nilai karakter damai berbasis kearifan lokal yang berimplikasi Darmayanti and Moosa. AuStrengthening National Identity Through Sheikh Yusuf Aos Historical Traces. Ay Rahmatullah and Suhaeni. AuHidup Dan Perjuangan Syekh Yusuf. Ay Syamsuddin Arif. AuShaykh Ysuf of Makassar . 1111 AH/1699 CE): A Bio-Bibliographical and Doctrinal Survey,Ay Intellectual Discourse 32, no. Nanik Suryati and Mohammad Salehudin. AuProgram Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Dan Emosional Siswa,Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. : 578Ae88, doi:10. 31004/edukatif. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . terhadap layanan bimbingan dan konseling serta dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengikuti prinsip-prinsip Hermeneutika Gadamerian (HG) dalam pengumpulan, analisis, dan penafsiran data. Menurut Palmer Hermeneutika Gadamer (HG) merupakan pendekatan penafsiran teks yang menitikberatkan pada upaya memahami kesadaran serta pengalaman yang tersimpan dalam suatu 30 Pendekatan ini berfokus pada pencarian makna yang autentik dari teks yang sedang dikaji, dengan cara menghayati kedalaman makna yang RifaAoi menegaskan bahwa pendekatan interpretatif dalam penelitian kualitatif berorientasi pada understanding of understanding, yaitu upaya untuk memahami makna dari suatu pemahaman. 31 Esensi utama dari pendekatan Hermeneutika Gadamer (HG) terletak pada analisis hubungan antara bagian dan keseluruhan . art and whol. Dalam rangka memperjelas pemahaman ini. Skyldberg & Alvesson menggambarkannya melalui visualisasi lingkaran yang menunjukkan keterkaitan antara bagian . dan keseluruhan . , sebagai berikut:32 Gambar 1 Lingkaran Part and Whole Richard E Palmer. Hermeneutika: Teori Interpretasi Dalam Pemikiran Schleiermacher. Dilthey. Heidegger. Dan Gadamer (IRCiSoD, 2. Yasri RifaAoi. AuAnalisis Metodologi Penelitian Kulitatif Dalam Pengumpulan Data Di Penelitian Ilmiah Pada Penyusunan Mini Riset,Ay Cendekia Inovatif Dan Berbudaya 1, no. : 31Ae37. Kaj Skyldberg and Mats Alvesson. AuReflexive Methodology: New Vistas for Qualitative Research,Ay Reflexive Methodology, 2017, 1Ae456. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Dalam model analisis lingkaran part and whole. Mappiare-AT merinci tahapan-tahapannya sebagai berikut: . penafsiran terhadap bagianbagian atau unsur-unsur teks, peneliti mengambil peran sebagai pembaca yang mengamati kata, frasa, kalimat, hingga paragraf, lalu memberikan interpretasi dan merangkumnya ke dalam tema atau subtema tertentu. penafsiran terhadap keseluruhan makna, peneliti berupaya menyusun dan membingkai pemaknaan secara menyeluruh agar tercipta pemahaman utuh dari teks. pencapaian pemahaman terhadap makna yang mendasari, yaitu saat peneliti mengevaluasi secara mendalam hubungan antara makna yang muncul dari bagian-bagian teks . ebagai the interprete. dan posisi pemaknaan yang dibangun oleh peneliti itu sendiri . ebagai the interprete. Melalui pendekatan metodologis tersebut, naskah riwaqana tuanta salamaka ri Gowa dalam buku Syekh Yusuf dalam perspektif lontaraq Gowa karya Prof. Dr. Abdul kadir Mayambeang,34 dianalisis dengan mengacu pada tiga tahap dalam lingkaran hermeneutik part and whole guna menggali makna utuh nilai-nilai krakter damai yang terkandung di dalam naskah Riwaqana Tuanta Salamaka ri Gowa (RSTG). Rangkaian tahapannya dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: . tahap awal berupa penafsiran terhadap bagian-bagian teks percakapan baik kata, frasa, kalimat, maupun paragraph yang kemudian dianalisis secara tematik untuk membentuk sejumlah subtema. Dalam proses ini, ditemukan beberapa bagian penting yang menggambarkan karakter damai dari suatu objek yang diteliti. tahap selanjutnya adalah menyusun pemaknaan secara menyeluruh . , dimana peneliti merangkai dan membingkai makna-makna yang telah diinterpretasikan dari bagian-bagian sebelumnya. terakhir, peneliti berupaya mengungkap nilai-nilai mendasar melalui pemahaman terhadap makna yang lebih dalam . nderstanding of underlying meanin. , sehingga berhasil dirumuskan sejumlah nilai-nilai krakter damai di dalam naskah riwaqana tuanta salamaka ri Gowa, serta implikasinya di dalam bimbingan dan konseling. Andi Mappiare-AT. AuTipe-Tipe Metode Riset Kualitatif: Untuk Eksplanasi Sosial Budaya Dan Bimbingan Konseling,Ay Malang: Elang Mas Bersama Prodi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 2013. Abdul kadir Manyambeang. Syekh Yusuf Dalam Perspektif Lontaraq Gowa. La Galigo Perss (Makassar: Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, 2. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . KAJIAN TEORI Karakter Damai Karakter damai merupakan aspek kepribadian yang mencerminkan kecenderungan individu untuk hidup dalam harmoni dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. 35 Johan Galtung menggambarkan perdamaian sebagai keadaan batin seseorang yang memungkinkan individu tetap menjaga ketenangan pikiran terhadap dirinya sendiri ketika menghadapi beragam situasi. 36 Nilai-nilai seperti saling menghormati, menghargai, toleransi, kasih sayang, dan penerimaan terhadap perbedaan menjadi fondasi utama terciptanya perdamaian, yang pada gilirannya menumbuhkan perasaan aman, bahagia, tenteram, dan kebebasan dalam kehidupan. 37 Dalam perspektif pendidikan damai, karakter ini bukan sekedar hasil dari kondisi bawaan, melainkan dibentuk melalui proses pendidikan dan pengalaman sosial yang konsisten dan berkelanjutan. Menurut Harris & Morrison, dalam bukunya Peace Education, karakter damai . eaceful characte. merujuk pada nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang mendukung terbentuknya budaya damai, baik pada tingkat individu maupun komunitas. Mereka menegaskan bahwa pendidikan damai tidak hanya menitikberatkan pada upaya menciptakan individu yang mampu mengenali dan menanggapi konflik secara konstruktif, menghindari kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan, serta aktif membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan, tetapi juga pada pengembangan karakter positif yang mendorong terwujudnya harmoni sosial. Karakter positif yang di maksud disini adalah karakter damai yang dijabarkan meliputi empati, toleransi, serta kerja sama dalam menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Selain itu, menjelaskan bahwa karakter damai juga mencakup nilai keadilan yang berpihak pada kesetaraan, tanggung jawab atas tindakan sendiri, dan sikap menghormati martabat setiap individu tanpa diskriminasi, kemudian komunikasi tanpa kekerasan serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai dan konstruktif juga termasuk bagian Rosa Angela Fabio and Alessandra Croce. AuThe Role of Peace Attitudes on Sustainable Behaviors: An Exploratory Study,Ay Behavioral Sciences 14, no. : 120, doi:https://doi. org/10. Johan Galtung and Dietrich Fischer. Positive and Negative Peace, 2013, doi:10. 1007/978-3642-32481-9_17. Linstroth. AuEmpathy. Love, and Peace. Ay Ian Harris and Mary Lee Morrison. Peace Education. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil dari karakter damai yang esensial. Keseluruhan karakter ini dipandang sebagai landasan penting dalam membentuk individu yang mampu menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang damai, baik dalam konteks keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas. TusalamaAo Syekh Yusuf Al-Makassari Syaikh Yusuf al-Makassari, yang diberi nama Muhammad Yusuf oleh orang tuanya, dikenal pula dengan berbagai gelar kehormatan seperti asy-Syaikh al-Hajj Yusuf Abu Mahasin Hadiyatullah Taj al-Khalawati al-Makassari. Di kalangan masyarakat Gowa, beliau kerap dipanggil Tuanta Salamaka (Tusalam. ri Gowa, yang berarti Auguru kami yang selamat . dari GowaAy. Ia dilahirkan di Gowa. Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 1627 Masehi atau 8 Syawal 1036 Hijriah (Manyambeang 2. Syaikh Yusuf al-Makassari adalah anak dari pasangan Aminah, putri dari Gallarang Moncong, dengan seorang pria yang dikenal sebagai petani ulet asal desa KoAomara. Dari garis ibunya. Syaikh Yusuf memiliki silsilah darah bangsawan karena ibunya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga kerajaan Gowa. Identitas ayah Syekh Yusuf tidak diketahui secara pasti, sehingga muncul berbagai versi. Menurut Prof. Dr. Abdul kadir pada buku Syekh Yusuf dalam perspektif lontaraq Gowa mengungkapkan bahwa ayah Syekh Yusuf berasal dari sinar yang turun dari langit yang tidak diketahui asal kampungnya. Syekh Yusuf telah menunjukkan penguasaan atas ilmu-ilmu dasar ini. Syekh Yusuf mampu memahami berbagai kitab dalam bidang fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf. Dari sekian banyak cabang ilmu, tasawuf menjadi bidang yang paling menarik perhatiannya. Hal ini sejalan dengan karakter Islam yang pertama kali berkembang di Sulawesi Selatan, yang banyak dipengaruhi oleh unsur mistik, selain aspek fikih yang bermazhab. Hidup dalam lingkungan semacam ini. Syekh Yusuf pun lebih banyak mencurahkan waktunya untuk memperdalam ilmu tasawuf dan menjelajahi beragam tarekat yang ada pada masanya. Untuk memperdalam pengetahuan agamanya dan mencari kebenaran atas ilmunya sekaligus menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima. Syekh Yusuf meninggalkan pelabuhan Tallo di Makassar, menumpang kapal dagang milik Portugis. 40 Perjalanan hajinya tidak hanya Manyambeang. Syekh Yusuf Dalam Perspektif Lontaraq Gowa. Ibid. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . memberikan pengalaman spiritual, tetapi juga memperkaya wawasan keilmuannya melalui pembelajaran dari sejumlah ulama ternama. Tak heran jika sepulangnya ke tanah air, ia memberikan kontribusi besar dalam pengembangan dakwah Islam dan keilmuan di Indonesia. Selain itu. Syekh Yusuf juga turut menyebarkan ajaran Islam ke wilayah lain seperti Banten. Sri Lanka, dan Afrika Selatan. Ajaran utama tarekat yang diajarkan oleh Syekh Yusuf berfokus pada upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. , yang diwujudkan melalui peningkatan akhlak mulia, amal saleh, serta praktik Bimbingan dan Konseling Bimbingan, atau dalam bahasa Inggris disebut guidance, memiliki makna sebagai suatu upaya untuk mengarahkan, membimbing, mengatur, dan menuntun individu. Secara terminologis, bimbingan merujuk pada suatu proses pemberian dukungan kepada seseorang agar mampu mengembangkan potensi maupun bakat yang dimilikinya secara optimal. Akdemir menyatakan bahwa bimbingan merupakan bentuk pertolongan yang diberikan kepada individu atau kelompok untuk membantu mereka dalam menghindari atau mengatasi hambatan hidup, sehingga dapat mencapai taraf kehidupan yang lebih sejahtera. 42 Sementara itu, konseling dipahami sebagai suatu layanan bantuan yang diberikan oleh seorang konselor kepada individu yang membutuhkan . , dengan tujuan untuk membantu mereka menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. 43 Akdemir menjelaskan bahwa bimbingan dan konseling merupakan suatu bentuk interaksi langsung antara konselor dan konseli yang bertujuan agar konseli dapat beradaptasi secara efektif dengan lingkungannya. Selama proses konseling berlangsung, konselor akan mendampingi konseli dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi sekaligus membantu Arif. AuShaykh Ysuf of Makassar . 1111 AH/1699 CE): A Bio-Bibliographical and Doctrinal Survey. Ay Azam Akdemir. AuSchool Guidance & Counseling in the 21st Century: A Focused Review,Ay ISPEC International Journal of Social Sciences & Humanities 7, no. : 994Ae1002, doi:https://doi. org/10. 5281/zenodo. Siti Rahmi. Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial (Syiah Kuala University Press, 2. , http://w. Akdemir. AuSchool Guidance & Counseling in the 21st Century: A Focused Review. Ay Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil konseli untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 45 Pada intinya, bimbingan dan konseling bertujuan mendukung seseorang dalam pengembangan dirinya, penyelesaian masalah, serta perencanaan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, layanan ini dapat dimaknai sebagai suatu proses profesional yang dilakukan oleh konselor dalam rangka membantu individu mengatasi permasalahan, mencegah munculnya persoalan baru, menggali potensi, serta mencapai hasil hidup yang diharapkan. Lontaraq Gowa Tulisan atau kitab yang di tulis dengan menggunakan aksara lontaraq disebut lontaraq. Lontaraq adalah semua peninggalan nenek moyang yang berupa tulisan tangan yang menggunakan aksara lontaraq yang membicarakan tentang manusia. Binatang, maupun alam semesta. Pemberian nama ini dihubungkan denga nasal tempat penulisan aksara itu seblum kertas digunakan, yaitu daun lontaraq. 46 Koleksi lontaraq di Sulawesi Selatan telah dikenal oleh para peneliti sejarah sebagai tempat penulisan yang yang cermat dan rasional. Lontaraq RSTG (Riwaqana Tuanta Salamaka ri Gow. yang menjadi objek penelitian ini adalah lontaraq yang berbahasa Makassar. Lontaraq Riwaqana Tuanta Salamaka ri Gowa adalah lontaraq yang menceritakan riwayat hidup Syekh Yusuf seorang ulama dan pejuang yang berasal dari gowa sejak lahirnya sampai meninggalnya. Naskah RSTG ini telah dituliskan kembali oleh budayawan sekaligus dosen bernama Prof. Dr. Abdul kadir Mayambeang dalam buku berjudul AuSyekh Yusuf dalam perspektif lontaraq GowaAy. Menurut Manyambeang naskah yang berada di dalam buku dianggap oleh masyarakat sebagai naskah suci yang telah banyak menarik perhatian di kalangan masyarakat, para sarjana dan para cendikiawan lainnya. Oleh karena itu peneliti menelisik dan mengupas kembali naskah RSTG dalam buku tersebut dengan tujuan menemukan nilai-nilai kedamaian dalam riwayat hidup Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai unsur keterbaruan dalam penelitian ini. HASIL PENELITIAN Nilai-nilai Karater Damai Syekh Yusuf Berdasarkan naskah riwaqana tuanta salamaka ri Gowa yang terdapat Siti Rahmi. Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial. Abdul kadir Manyambeang. Syekh Yusuf Dalam Perspektif Lontaraq Gowa. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . pada buku Syekh Yusuf dalam perspektif lontaraq Gowa karya Prof. Dr. Abdul kadir Mayambeang yang memuat kisah perjalanan hidup Syekh Yusuf Al-Makassari. Dalam kajian hermeneutika gadamerian mengenai nilai-nilai karakter damai yang terdapat dalam naskah riwaqana tuanta salamaka ri Gowa, analisis dilakukan berdasarkan sumber-sumber data tersebut. Pada dasarnya ada beberapa nilai-nilai karakter damai yang terdapat di dalam naskah riwaqana tuanta salamaka ri Gowa, antara lain sebagai berikut: Nikatutuinna dan Ningainna (Menyayangi dan disuka. AuNa anjo anaq-anaka taqlaloi nikatutuinna, niallei anaq ri SombayaAy. Terjemahan: Anak itu sangat disukai dan disayangi (Syekh Yusuf ) oleh Raja Gowa dan diakui sebagai anak Raja Gowa. Interpretasi potongan naskah diatas di maknai bahwa naskah ini merujuk pada salah satu nilai karakter damai yakni Autaqlaloi nikatutuinnaAy yang berarti sangat di sukai dan di sayangi, kemudian krakter ini di tuliskan kembali lagi di dalam naskah tersebut dengan kata yang berbeda . ahasa lontara. namun memiliki arti yang sama yang menyatakan bahwa AuNaia leqbanamo nisunnaq, taqlalomi ningaina ri Karaenga kammaya pole, ri tauangasengAy. Terjemahan: Sesudah upacara penyunatan itu, ia (Syekh Yusuf ) pun makin disukai dan disayangi oleh Raja dan oleh semua orang. Pada kata Autaqlalomi ningainaAy yang memiliki arti makin disukai dan disayangi, kata ini pula sama halnya merujuk pada karakter damai. Dari kedua potongan naskah diatas dimaknai bahwa manusia pada dasarnya memiliki karakter untuk memciptakan suatu kedamaian, bilamana krakter tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya dan manusia pada hakikatnya akan terasa aman dan damai jika saling menyanyangi dan disukai oleh orang-orang di sekitarnya dalam berkehidupan sosial. Kamaseang (Peduli dan Mengasihan. AuNaia leqbanamo nisunnaq, taqlalomi nikamaseanna ri Karaenga kammaya pole, ri tauangaseng. Terjemahan: Sesudah upacara penyunatan itu, ia (Syekh Yusuf Al-makassar. pun makin di sayangi . oleh Raja dan semua orang. Pada naskah tersebut sangat berhubungan erat dengan potongan naskah selanjutnya yang dimana naskah sebelumnya menceritakan Syekh Yusuf Al-makassari sewaktu kecil, dan naskah selanjutnya menceritakan ia telah dewasa yang menyampaikan bahwa Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil AuNa niaqmo seqre allo ri awattu Asaraka na nakana Tuanta. AuO Kapitang kappalaq, anngapako antu nukamma kuciniq tau birisiqdudu ri nakke. Teako appakammai ka para i katte antu atanna Allataala sikamaseang. Ay Na taena nakkana kapitang kappalakaAy. Terjemahan: Pada suatu waktu di kala Ashar berkatalah Tuanta. AuHai kapten kapal, mengapa engkau kelihatan seperti orang yang tidak senang pada saya, janganlah engkau berbuat demikian, kita sebagai hamba Allah harus saling mengasihaniAy. Kapten kapal itu tak dapat menyahut. Pada kedua potongan naskah ini termuat makna bahwa AukamaseangAy adalah suatu karakter saling peduli yang berimplikasi pada pembentukan krakter pada individu yang kuat sejak dini apabila diterapkan dan dibiasakan, karakter tersebut akan tertanam pada diri individu hingga Selain itu nilai AusikamaseangAy juga mengandung makna bahwa keharmonisan dalam hidup berdampingan di lingkungan masyarakat adalah ditandai dari perbuatan saling mengasihani atau peduli. Dengan demikian makna secara luas dari nilai kamaseang tampak dari perilaku manusia yang saling mengasihani dan peduli satu sama lain. Artinya setiap hamba allah yakni manusia sudah seharusnya saling mengasihani dan peduli dan tidak berbuat perilaku yang tidak menyenangkan. Mallaq dan Masiriq (Takut dan Mal. AuNakanamo Yusupu. AuO aringku takkulle sikali-kaliai. Rua tallui taqsiratanna gauka antu. Uru-uruna karaengko kau, nai nakke ataq. Makaruana napassariqbattangkiq karaenga. Makatalluna i nakke anngalawi-ngaq epuq ri Karaenga. Apaji kumallaq masiriq ri parangku tau siagang ri AllataalaAy . Terjemahan: Berkatalah Yusuf. AuHai adikku, hal itu tak boleh terjadi. Ada beberapa sebab sehingga hal ini tak boleh terjadi. Pertama, engkau adalah puteri Raja sedangkan saya adalah hamba Kedua, kita telah dipersaudarakan oleh Raja dan yang ketiga saya adalah pembawa cerana Raja. Oleh karena itu saya takut dan malu pada sesamaku dan pada AllahAy. Makna potongan naskah ini menandakan bahwa dalam menghadapi godaan atau situasi sulit . erilaku yang tidak sesuai norm. , seseorang harus berpegang pada nilai Aukumallaq masiriq ri parangku tau siagang ri AllataalaAy. akut dan malu pada sesamaku dan pada Alla. yang artinya adalah manusia akan senantiasa berbuat baik . akut untuk berbuat tidak sesuai norm. manakala dalam kehidupannya menanamkan nilai takut dan malu pada sesama manusia dan Allah. Oleh karena itu nilai ini apabila di terapkan dalam kehidupan sosial. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . maka akan mencipatakan kehidupan yang damai dan bebas dari konflik. Paqrasangang Matangkasaka (Mencari Kebenara. Nakanamo IDP. AuO. Yusupu, la kupauangko bajikko kalauq ri alompoafri pagrasangang matangkasaka na nuassai anne massing panngassenta nasabaq segreji anrong guru kitallui na massing maraeng anne paqrupanna Terjemahan: Berkatalah IDP. AuKusampaikan kepadamu, baiklah engkau pergi ke Mekkah, tanah yang suci, untuk mencari kebenaran tentang ilmu kita bertiga. Kita memperoleh ilmu itu dari guru yang sama namun dalam kenyataan ilmu kita masing-masing berbeda dalam peraktek. Potongan naskah ini menyiratkan makna bahwa pada dasarnya ilmu yang di dapat seseorang di suatu tempat sudah sepatutnya agar mencari kebenaran tentang ilmu tersebut. Dengan demikian makna ektensif dari nilai ini tampak dari perilaku manusia yang berhati-hati dalam mengonsumsi serta menyampaikan informasi . , apabila informasi itu belum diketahui Artinya dalam kehidupan bersosial manusia akan hidup damai dan tentram manakala kehidupannya mereka selalu mencari kebenaran atas informasi atau ilmu yang mereka dapat. Bantui Na Tamaka-makai Rannuna Pagmaiqna Taua (Membantu Membuat Hati Seseorang Senan. AuMangemi. Jurumudia anngalle jukuq kalotoroq sikayu, ande-ande arenna na natanroiang Tuanta. Naallemi jukuka Tuanta, nanatuiq babana na nakana. AuMangeko bantui boyangi ladinna Jurumudia. Na lanri kalompoanna Allataala siagang barakkaqna Naqbia SAW, tagannakai silicaq panngajai na niaqmo ladinga nalollong jukuka. Nakanamo Tuanta. AuTaqgalaq bajiqbajiki kodiaka lappasaki. Ay Na naallemo Jurumudia anjo ladinga siagang Na tamaka-makai rannuna pagmaiqna anjo naci-niqnangaseng taua i lalang biseangAy. Terjemahan: Lalu Jurumudi pergi mengambil ikan kering, ande-ande namanya kemudian memberikan kepada Tuanta. Diambilnya ikan itu lalu ditiup mulutnya sambil berkata. AuPergilah tolong carikan pisau si Jurumudi. Dengan kebesaran Allah dan berkah dari Nabi SAW tidak cukup sepemakan sirih pisau itu telah ada dibawa ikan. Berkatalah Tuanta. AuPeganglah baik-baik jangan ia lepasAy. Jurumudi pun mengambil ikan dan pisau itu. Alangkah gembira hatinya semua orang yang ada dalam perahu. Pada naskah ini mengurai makna bahwa manusia sebagai mahluk sosial Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil sudah sepatutnya harus tolong-menolong sesamanya agar dapat disenangi oleh semua orang. Artinya, manusia akan senantiasa senang hatinya bila ia ditolong dan begitu pun sebaliknya bilamana manusia membantu individu lainnya akan di senangi oleh orang banyak, serta perilaku atau karakter yang dimiliki individu ini juga berkontribusi dalam menciptakan kedamaian dalam lingkungan sosial. Tamasalai (Tidak Menyalahka. Au(Sallo-sallo. nabangungammi ulunna Karaenga, nampa nabali kananna Gallarranga, nampamo akkana Karaenga angkana. AuO Gallarrang Manngasa, tamasalai antu Yusupu, naiajia antu nikanaya ata atatonji naia nikanaya karaeng karaengtonji. Ay Sikammaminjo kana, na para ammakkammoAy. Terjemahan: Maka Raja berpikir sejenak, tak lama kemudian ia mengangkat Berkatalah Raja kepada Gallarang Manngasa. AuO Gallarang Mangngasa sebenarnya Yusuf itu tidak salah, namun yang disebut hamba adalah hamba sedangkan raja tetap rajaAy. Demikian pembicaraan itu dan pada akhirnya mereka diam. Teks ini menyajikan makna bahwa manusia seharusnya tidak boleh menyalahkan sebelum memikirkan perbuatan/ perilaku dari seseorang tersebut apakah sesuai dengan norma atau pun tidak sesuai dengan norma yang berlaku pada lingkungan sosial. Dengan demikian, makna ekstensif dari nilai tamasalai . idak menyalahka. tampak dari perilaku manusia yang berhati-hati dan berpikir sebelum mengambil suatu tindakan dalam menyelesaikan perkara . yang terjadi. Artinya, dengan nilai ini menggambarkan kedamaian yang dimana manusia dituntut dalam berkehidupan sosial agar meraka tidak saling menyalahkan apabila terjadi suatu perkara atau masalah. Napassamaturuki (Musyawara Mufaka. AuApaji, na lama napassamaturuki, na nierangmo kalauq ri Kampomberu, nipaqbunting, nisuro nikkaAy. Terjemahan: maka, itulah mereka sepakati bersama, maka dibawalah ke Kampungbaru, dikawinkan dan disuruh Makna teks ini menandakan bahwa tindakan AunapassamaturukiAy adalah suatu kepatuhan manusia dalam menjalankan suatu tindakan yang telah disepakati secara bersama dalam musyawarah. Dengan demikian nilai ini berimplikasi positif pada pembentukan karakter damai pada diri manusia yang dikarenakan keputusan dalam bermusyawarah lahir dari An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . prinsip kebersamaan, kesetaraan dan resolusi masalah. Selain itu ditemukan juga potongan naskah dari riwaqana tuanta salamaka ri Gowa yaitu AuApaji, na iamo napassamaturuki Tugowaya, angkanaya, nabunoaq Karaenga. manna ammaliangaq anraiq nabunojaq KaraengaAy. Terjemahan: Ada pun permufakatan orang Gowa bahwa, biarlah Raja (Bante. membunuh kita, karena walaupun kita kembali, kita pun akan dibunuh juga oleh raja Gowa. Teks ini mengurai makna bahwa manusia pada dasarnya akan senantiasa mematuhi hasil musyawarah mufakat manakala senantiasa berperilaku saling mengutamakan komitmen dalam menjalankan permufakatan yang telah disepakati secara bersama. Dengan demikian nilai ini memproyeksikan untuk menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial Pamopporang (Memaafka. Nakanamo Tuanta. AuKammatojengintu kananna I Daeng Ritasammeng, mingka apaji kanakapanrakangi Tugowaya, na antu I Daeng Ritasammeng assami tanakapanrakanna. Kammaminjo nammotereqja Tugowaya aqrappo, appanai appanaung ka Tuanta napamopoprangiki. Mingka leqbaq aqlannyaqmi bungung barania ri Tamalate. Terjemahan: Berkatalah Tuanta. AuApa yang dilakukan oleh Daeng Ritasammeng itu benar, tetapi sayang karena orang Gowa merasa dirugikanAy. Sedangkan I Daeng Ritasammeng tidak merasa rugi sama sekali. Demikianlah orang Gowa kembali lagi melakukan kebiasaannya seperti melakukan upacara-upacara pemujaan. Tuanta yang Walaupun demikian bungung barania di Tamalate tetap Pada naskah diatas mengandung makna bahwa pribadi tuanta Syekh Yusuf Al-Makassari memiliki karakter memaafkan tergambar pada perilaku beliau yang memafkan masyarakat Gowa yang telah di rugikan akibat tidak melaksanakan upacara-upacara pemujaan lagi. Artinya dengan nilai ini manusia sepatutnya sebagai mahluk sosial dapat saling memaafkan agar dapat membangun harmoni dalam kehidupan bersama, menghindari konflik berkepanjangan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan memahami perbedaan. Sikap memaafkan seperti yang dicontohkan oleh Tuanta Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi teladan dalam menciptakan budaya damai dan memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat. Untuk memudahkan dalam memahami nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf Al-Makassari tersebut, maka disajikan abstraksi temuan penelitian berikut ini: Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Tabel 1. Abstraksi Temuan Nilai-Nilai Karakter Damai Syekh Yusuf Karakter Damai Nilai Indigenous Nikatutuinna dan Ningainna Kamaseang Mallaq dan Masiriq TusalamaAo Syekh Yusuf AlMakassari Paqrasangang Matangkasaka Bantui Na Tamakamakai Rannuna Pagmaiqna Taua Tamasalai Napassamaturuki An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 Makna Refleksif Manusia akan terasa aman dan damai jika saling menyanyangi dan disukai oleh orang-orang di sekitarnya dalam berkehidupan sosial. keharmonisan dalam hidup berdampingan di lingkungan masyarakat adalah ditandai dari perbuatan saling mengasihani atau peduli serta tidak berbuat perilaku yang tidak menyenangkan. Manusia akan senantiasa berbuat baik . akut untuk berbuat tidak sesuai norm. manakala dalam kehidupannya menanamkan nilai takut dan malu pada sesama manusia dan Allah. Manusia akan mencari kebenaran sebelum menyampaikan informasi . , apabila informasi itu belum diketahui kebenarannya. Manusia sebagai mahluk sosial sudah sepatutnya harus tolong-menolong sesamanya agar dapat disenangi oleh semua orang. Artinya, manusia akan senantiasa senang hatinya bila ia ditolong dan begitu pun sebaliknya bilamana manusia membantu individu lainnya akan di senangi oleh orang Manusia dituntut dalam berkehidupan sosial agar meraka berhati-hati dan berpikir sebelum mengambil suatu tindakan serta tidak saling menyalahkan apabila terjadi suatu perkara atau masalah. Manusia pada dasarnya akan senantiasa mematuhi hasil musyawarah mufakat manakala senantiasa berperilaku saling mengutamakan TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . Pamopporang komitmen dalam menjalankan permufakatan yang telah disepakati secara bersama. Manusia sepatutnya sebagai mahluk sosial dapat saling memaafkan agar dapat membangun harmoni dalam kehidupan bersama, menghindari konflik berkepanjangan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan memahami perbedaan Berdasarkan uraian tabel abstraksi diatas menunjukkan bahwa ada 8 karakter damai Syekh Yusuf yang di temukan dalam naskah riwayaqna tuanta salamaka ri Gowa pada buku karya Prof. Dr. Abdul kadir Mayambeang, yaitu meliputi nikatutuinna dan ningainna, kamaseang, mallaq dan masiriq, matangkasaka bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua, tamasalai, napassamaturuki, pamopporang. Implikasi Nilai Karakter Damai Syekh Yusuf dalam Bimbingan dan Konseling Implikasi nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf didasarkan dari hasil eksplorasi nilai-nilai yang diperoleh dari naskah riwayaqna tuanta salamaka ri Gowa. Hasil analisis naskah tersebut di peroleh hasil bahwa terdapat delapan karakter damai Syekh Yusuf yang meliputi nikatutuinna dan ningainna, kamaseang, mallaq dan masiriq, matangkasaka, bantui na tamakamakai rannuna pagmaiqna taua, tamasalai, napassamaturuki, pamopporang. Berdasarkan nilai tersebut, penting untuk dikolaborasikan sebagai bentuk penguatan nilai-nilai dalam layanan bimbingan dan konseling yang dapat diimplementasikan oleh guru BK, sehingga layanan tersebut memiliki dampak yang lebih bermakna serta mampu memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta didik. Secara umum, hubungan antara nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf dan unsur-unsur dalam layanan bimbingan dan konseling dapat disajikan dalam bentuk tabel Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Tabel 2. Kaitan Nilai Syekh Yusuf Dengan Layanan Bimbingan Dan Konseling Nilai Karakter Damai Syekh Yusuf Sikap dan Keterampilan Seorang Konselor Melaksanakan Bimbingan Pokok-Pokok Bimbingan Pribadi dan Sosial Konseling - Sikap Welas asih yaitu - Pengauatan kemampuan Membantu . dan menumbuhkan selfmenyeksaikan masalah compassion . asih sayang pada dir. - Sikap Menghargai martabat - Penguatan keterampilan konseli tidak merendahkan, dalam bersikap dan tidak menghakimi. menjalin interaksi sosial, - Keterampilan Komunikasi baik di lingkungan rumah, interpersonal, membangun sekolah, maupun masyarakat rapport, bahasa tubuh secara luas, dengan tetap menghormati norma kesopanan, etika, serta nilainilai agama, adat istiadat, hukum, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Kamaseang - Keterampilan Active - Penguatan sikap - Peduli listening, membangun menempatkan diri pada - Mengasihani rapport, komunikasi posisi orang lain dan hangat, follow-up merasakan apa yang orang - Memberi afirmasi yang lain rasakan. - Penguatan sikap peduli - Empathic responding melalui mendengarkan aktif, . erespon dengan empat. tidak menyakiti dengan - Keterampilan regulasi emosi kata-kata, dan berbicara dengan kejujuran dan - Sikap konselor peka terhadap kebutuhan konseli Mallaq dan Masiriq - Penerapan kode etika - Penguatan kesadaran diri - Takut dan asas konseling dan dan konsekuensinya - Malu keprofesionalan dalam - Penguatan etika pergaulan dalam lingkungan sekolah - Sikap Tanggung jawab, dan masyarakat integritas, serta kehati- Penguatan disiplin diri dan hatian dalam interpretasi tangung jawab moral masalah konseli. Nikatutuinna dan Ningainna - Menyanyangi - Disukai An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . - Sikap rendah hati, menjaga martabat, hormat pada Paqrasangang - Sikap jujur dan otentik - Pemahaman akan Matangkasaka - Sikap Objektif dan Tidak kemampuan dan potensi (Mencari Bias diri menjadi dasar untuk Kebenara. - Keterampilan Clarifying pengembangan diri secara and Summarizing menyaring dan menjelaskan - Pengembangan kembali pernyataan konseli kemampuan menerima dan untuk membantu mereka menyampaikan pendapat melihat kebenaran dari sudut pandang baru. - Keterampilan assessment yang Akurat dan Terbuka Bantui Na Tamaka- - Reframing Positif. - Penguatan sikap suka makai Rannuna Mengubah cara pandang menolong dengan ketulusan. Pagmaiqna Taua konseli terhadap masalah, - Penguatan Kesadaran sosial - Membantu agar lebih optimis dan dan rasa memiliki terhadap Sesama hati seseorang - Empowerment Skill (Memberdayaka. Konselor mengajak konseli untuk menemukan kekuatan dalam dirinya dan mengambil langkah nyata untuk perubahan. - Communication of Warmth (Komunikasi Hanga. Mampu menggunakan bahasa tubuh, nada suara, dan kata-kata yang bersifat menenangkan dan menyenangkan, menumbuhkan suasana positif dalam proses Tamasalai - Problem-focused Rather Than - Penguatan kecakapan dalam (Tidak Person-focused. Konselor menjalin interaksi sosial Menyalahka. fokus pada masalah, bukan yang tercermin melalui pada kesalahan pribadi kemampuan membangun Misalnya, menggali relasi pertemanan, solusi bersama tanpa mencari siapa yang salah. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil Napassamaturuki (Musyawarah Mufaka. Pamopporang (Memaafka. - Active Listening Tanpa Penghakiman (Nonjudgmental Listenin. Konselor mendengarkan secara aktif tanpa menginterupsi atau mengarahkan klien pada rasa bersalah. Ia menerima cerita klien apa adanya. - Keterampilan Komunikasi Asertif dan Aktif - pengambilan keputusan - Keterampilan konselor membantu konseli mengelola rasa bersalah dan belajar memaafkan diri menyelesaikan konflik baik yang bersumber dari dalam diri maupun dengan pihak lain serta membuat keputusan secara cermat dan - Penguatan tanggung jawab melalui komitmen terhadap tugas, serta pengembangan kemampuan mengambil keputusan secara tepat dan mengarahkan diri sesuai pilihan yang diambil. - Penguatan kesadaran akan kelemahan diri mendorong perbaikan diri, pengendalian emosi, dan kemampuan PEMBAHASAN/ANALISIS Nilai-nilai Karater Damai Syekh Yusuf Hasil kajian terhadap potongan-potongan naskah yang memuat riwayat hidup dan nilai-nilai kehidupan Syekh Yusuf Al-Makassari menunjukkan bahwa naskah tersebut merupakan ajaran dan keteladanan karakter damai . eaceful characte. Nilai-nilai ini tidak hanya tercermin dalam tutur kata, namun juga dalam tindakan nyata yang membentuk kerangka sosial dan spiritual kehidupan masyarakat pada masanya. Adapun pembahasan dari delapan nilai karakter damai yang berhasil ditemukan sebagai berikut: Nikatutuinna dan Ningainna (Saling Menyayangi dan Disuka. Pada potongan naskah ini mencerminkan nilai karakter damai yakni Aunikatutuinna dan ningainna . aling menyayangi dan disuka. Nilai ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya manusia memiliki potensi dasar untuk menciptakan kedamaian, yaitu melalui perilaku kasih sayang dan membangun relasi positif dengan sesama. Dalam konteks kehidupan sosial, ketika seseorang mampu menerapkan sikap saling menyayangi dan menciptakan rasa saling An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . menyukai, maka interaksi sosial yang terbangun akan lebih harmonis, terbuka, dan bebas dari konflik yang merusak. 47 Temuan ini sejalan dengan pandangan Fromm48 pada teorinya tentang the art of loving, bahwa cinta dalam bentuk perhatian, tanggung jawab, dan rasa hormat merupakan unsur penting dalam hubungan manusia yang sehat dan damai. Fromm menyatakan bahwa cinta bukan hanya perasaan, tetapi tindakan aktif yang membangun kedekatan dan keamanan emosional antarindividu. 49 Dalam konteks ini, nikatutuinna dan ningainna menjadi representasi nyata dari cinta yang memelihara hubungan sosial yang sehat dan bebas dari kekerasan. Selain itu, konsep ini juga relevan dengan teori Positive Psychology oleh Seligman khususnya pada elemen Positive Relationships dalam model PERMA. Seligman50 menegaskan bahwa hubungan sosial yang positif dan penuh kasih adalah salah satu pilar utama kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis manusia. Ketika individu merasa disayangi dan diterima dalam lingkungannya, maka mereka cenderung menunjukkan perilaku prososial, empati, dan keinginan untuk menjaga kedamaian bersama. Nilai ini menegaskan bahawa kearifan lokal seperti nikatutuinna dan ningainna tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki kekuatan pedagogis dan psikologis yang relevan dalam membangun budaya damai. Implementasi nilai ini dalam pendidikan karakter dapat menjadi strategi preventif terhadap konflik sosial dan kekerasan, serta memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat multikultural. Kamaseang (Saling Peduli dan Mengasihan. Nilai kamaseang, sebagaimana tergambar dalam dua potongan naskah riwaqana tuanta salamaka ri Gowa yang telah dianalisis, mengandung makna karakter saling peduli dan disayangi yang sangat relevan dalam Salsabila Anita Firdaus and Suwendi Suwendi. AuFostering Social Harmony: The Impact of Islamic Character Education in Multicultural Societies,Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 17, 1 . : 942Ae55. Mufid James Hannush and Mufid James Hannush. AuLove: The Capacity to Love and Be Love Able,Ay in Markers of Psychosocial Maturation: A Dialectically-Informed Approach (Springer, 2. , 383Ae481, doi:https://doi. org/10. 1007/978-3-030-74315-4_28. S Mukherjee and L Zsolnai. Of Erich FrommAos Concept of Love. Global Perspectives on Indian Spirituality and Management: The Legacy of SK Chakraborty (Springer Nature, 2. Margaret L Kern. AuPERMAH: A Useful Model for Focusing on Well-Being in Schools,Ay in Handbook of Positive Psychology in Schools (Routledge, 2. , 12Ae24, https://w. com/chapters/edit/10. 4324/9781003013778-3/permah-margaret-kern. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil pembentukan karakter damai pada individu. Menurut Gilbert, nilai mengasihi dan menyanyangi akan menjadi bagian dari struktur kepribadian yang kuat, membentuk individu yang tidak hanya memiliki empati tinggi, tetapi juga mampu peduli serta dapat mengelola konflik secara damai. 51 Hal ini sejalan dengan temuan Jazaieri, yang menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai kasih sayang dalam lingkungan sosial mampu meningkatkan sikap peduli toleran dan mengurangi potensi perilaku agresif pada peserta didik. Penelitian lain oleh Afdhal, juga menegaskan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter terbukti efektif dalam membentuk perilaku sosial yang harmonis dan memperkuat kohesi sosial di lingkungan sekolah. Lebih jauh Nilai sikamaseang, merupakan perwujudan dari keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dapat terwujud melalui tindakan saling mengasihani atau belas kasih. Ini memperkuat hasil penelitian dari Fabio & Croce, yang menyatakan bahwa karakter mengasihani . elas kasi. dan rasa peduli antarsesama adalah indikator utama dari budaya damai yang berkelanjutan. 54 Selain itu, dalam konteks ini, sikap peduli terhadap penderitaan orang lain . menjadi ciri utama dari kehidupan bermasyarakat yang damai. Menurut Galtung, perdamaian yang positif tidak cukup hanya dengan ketiadaan kekerasan, melainkan harus ada kehadiran keadilan sosial, empati, dan kepedulian antarsesama. 55 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai sikamaseang bukan hanya konsep normatif, tetapi juga memiliki kekuatan praktis dalam membentuk karakter damai yang kontekstual dengan budaya lokal serta sesuai dengan kebutuhan pembinaan karakter generasi masa kini. Paul Gilbert. AuCreating a Compassionate World: Addressing the Conflicts between Sharing and Caring versus Controlling and Holding Evolved Strategies,Ay Frontiers in Psychology 11, no. : 582090, doi:10. 3389/fpsyg. Hooria Jazaieri. AuCompassionate Education from Preschool to Graduate School: Bringing a Culture of Compassion into the Classroom,Ay Journal of Research in Innovative Teaching & Learning 11, no. : 22Ae66, doi:https://doi. org/10. 1108/JRIT-08-2017-0017. Afdhal Afdhal. AuEducation and Peacebuilding: Cultural Values as the Foundation for Conflict Resolution in Schools,Ay RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan 2, no. : 68Ae87. Fabio and Croce. AuThe Role of Peace Attitudes on Sustainable Behaviors: An Exploratory Study. Ay Aloysius Jondar et al. AuJOHAN GALTUNGAoS CONCEPT OF PEACE CULTURE AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA,Ay Lire Journal (Journal of Linguistics and Literatur. 6, 2 . : 230Ae52, doi:https://doi. org/10. 33019/lire. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . Mallaq dan Masiriq ( Takut dan Mal. Nilai Mallaq dan Masiriq . akut dan mal. memegang peranan penting dalam membentuk karakter individu agar senantiasa patuh pada norma sosial dan nilai-nilai moral yang berlaku. Nilai mengandung arti takut dan malu kepada sesama manusia dan kepada Allah. Makna mendalam dari ungkapan ini menunjukkan bahwa seseorang yang menanamkan rasa takut dan malu akan cenderung menghindari perilaku menyimpang, baik dalam konteks sosial maupun spiritual. Dalam konteks ini, rasa takut tidak hanya ditujukan pada hukuman sosial, tetapi juga pada pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan Tuhan. Hal ini sejalan dengan hasil temuan penelitian Muttaqin & Saputra yang menyebut bahwa nilai malu . dalam masyarakat tradisional Bugis-Makassar berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang efektif, mengarahkan individu untuk menghindari konflik dan menjaga hubungan sosial yang harmonis. 56 Hasil penelitian Afrilsah yang menegaskan bahwa dimensi spiritual seperti takut kepada Tuhan dapat memperkuat moralitas individu dalam mengambil keputusan yang berdampak sosial. 57 Selain itu. Mursyid mengungkapkan bahwa bahwa internalisasi nilai-nilai agama dan budaya seperti rasa takut dan siriAo . dapat membentuk kontrol diri . elf-contro. yang efektif dalam menjaga harmoni sosial. 58 Oleh karena itu, penerapan nilai Mallaq dan Masiriq dalam kehidupan sosial Masyarakat dan di Sekolah berpotensi besar menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan bebas dari konflik, karena setiap individu memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam menjaga hubungan antar sesama serta ketaatan kepada Tuhan. Paqrasangang Matangkasaka (Mencari Kebenara. Nilai ini menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dalam menerima dan menyampaikan informasi atau ilmu, serta dorongan moral untuk selalu Faizal Amrul Muttaqin and Wahyu Saputra. AuBudaya Hukum Malu Sebagai Nilai Vital Terwujudnya Kesadaran Hukum Masyarakat,Ay Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies 1, no. : 187Ae207. Muh Afrilsah. AuInvestigating the Role of Religion in Shaping Moral Values and Social Norms,Ay Mahogany Journal De Social 1, no. : 29Ae36, https://gensain. com/index. php/mjds/ article/view/7/5. Imam Mursyid. AuSiriAoCulture-Based Psychoeducation Services in an Effort Alleviation of Adolescent Problems Due to the Negative Impact of Globalization,Ay Edumaspul: Jurnal Pendidikan 7, no. : 22Ae27. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil menelusuri kebenaran dari setiap pengetahuan yang diperoleh. Potongan naskah yang mengandung nilai ini menyiratkan bahwa seseorang tidak boleh serta-merta mempercayai atau menyebarkan suatu informasi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Dalam konteks ini, kehatihatian menjadi wujud nyata dari nilai tanggung jawab dan penghormatan terhadap orang lain dalam komunikasi sosial. Penelitian Rahmat et al. menunjukkan bahwa literasi informasi yang disertai etika komunikasi berkontribusi signifikan terhadap terciptanya iklim sosial yang damai dan toleran, terutama di lingkungan multicultural. 59 Hal ini sejalan dengan temuan Ludvik yang menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai kedamaian harus mencakup kemampuan berpikir kritis terhadap informasi agar peserta didik tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan atau menghasut. 60 Selain itu, temuan ini diperkuat oleh penelitian Ollinheimo & Hakkarainen yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi secara signifikan berkorelasi dengan berkurangnya konflik sosial dan meningkatnya kohesi sosial. 61 Dengan demikian, nilai ini tidak hanya membentuk sikap intelektual yang sehat, tetapi juga menjadi landasan penting dalam membangun budaya damai di tengah masyarakat yang plural. Nilai ini sekaligus berperan sebagai penjaga kebenaran informasi dan menjadi instrumen strategis dalam menumbuhkan budaya damai yang berakar pada kesadaran moral dan tanggung jawab Bantui Na Tamaka-makai Rannuna Pagmaiqna Taua (Membantu Membuat Hati Seseorang Senan. Nilai karakter ini mengandung ajaran penting tentang esensi membantu sesama sebagai jalan menciptakan kebahagiaan bersama dan harmoni Dalam narasi naskah, tokoh Tuanta menunjukkan sikap membantu dengan penuh ketulusan, yang berujung pada kebahagiaan kolektif. Hal ini Wahyudi Rahmat. Erdela Erdela, and Emil Septia. AuFostering Cross-Cultural Communication Ethics through a Multiculturalism Perspective,Ay Bhandar: Harvesting Community Service in Asia 1, no. : 27Ae31, doi:https://doi. org/10. 51817/bhandar. Marilee J Bresciani Ludvik. The Neuroscience of Learning and Development: Enhancing Creativity. Compassion. Critical Thinking, and Peace in Higher Education (Taylor & Francis, 2. Ari Ollinheimo and K Hakkarainen. AuCritical Thinking as Cooperation and Its Relation to Mental Health and Social Welfare,Ay New Ideas in Psychology 68, no. , doi:10. 1016/j. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . memperlihatkan bahwa tindakan kecil namun tulus dapat berdampak besar pada suasana emosional suatu komunitas. Nilai ini sangat sejalan dengan konsep prosocial behavior yang dikemukakan oleh Eisenberg dan Mussen,62 bahwa perilaku menolong dan empati memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan ikatan sosial dan perasaan aman dalam kelompok. Selain itu, makna mendalam dari nakah ini menegaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial akan mendapatkan kebahagiaan ketika memberi bantuan dan menciptakan manfaat bagi orang lain, sebagaimana juga ditegaskan oleh teori psikologi positif Martin Seligman yang mengungkapkan, bahwa membantu sesama adalah bentuk aktualisasi makna hidup yang memperkuat hubungan antarindividu. Selain itu, penelitian Iksal et al. , mengungkapkan bahwa praktik tolongmenolong dalam konteks pendidikan maupun sosial memiliki pengaruh positif terhadap pengembangan karakter empati, solidaritas, dan harmoni 64 Menurut Purwaningsih & Ridha, nilai tolong-menolong tidak hanya dilandasi oleh rasa kasihan atau kewajiban sosial, tetapi juga oleh nilai spiritual dan penghormatan terhadap norma adat yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. 65 Dengan demikian, nilai AuBantui Na Tamakamakai Rannuna Pagmaiqna TauaAy mengajarkan bahwa tindakan sederhana dalam membantu sesama mampu menjadi pondasi bagi terbentuknya rasa damai, saling menghargai, dan kebahagiaan bersama dalam komunitas. Nilai ini sangat relevan untuk ditanamkan dalam pendidikan karakter modern karena dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berempati. Tamasalai (Tidak Menyalahka. Nilai Tamasalai . idak menyalahka. mengandung makna filosofis Aileen Fullchange. AuEMPATHY: A Necessary Ingredient in School-Based Social-Emotional Health and Equity,Ay in Handbook of Positive Psychology in Schools (Routledge, 2. , 217Ae29, https://w. com/chapters/edit/10. 4324/9781003013778-17/empathy-aileenfullchange. Stefani Virlia. Jessica Christina Widhigdo, and Kuncoro Dewi Rahmawati. BUKU AJAR PSIKOLOGI POSITIF (Penerbit Universitas Ciputra, 2. Iksal Iksal. Ratu Amalia Hayani, and Aslan Aslan. AuStrengthening Character Education as a Response to the Challenges of the Times,Ay Indonesian Journal of Education (INJOE) 4, no. : 761Ae74. Endang Purwaningsih and Rasyid Ridha. AuThe Role of Traditional Cultural Values in Character Education,Ay Pakistan Journal of Life and Social Sciences 22, no. : 5305Ae14. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil mendalam yang mencerminkan karakter pentingnya sikap untuk tidak tergesa-gesa menyalahkan orang lain tanpa terlebih dahulu memahami konteks perilaku yang terjadi apakah tindakan tersebut sesuai atau bertentangan dengan norma yang berlaku di lingkungan sosial. Niali karakter ini sejalan dengan pendekatan penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog dan pemahaman bersama. 66 Menurut Siska et al. , menjelaskan bahwa nilai karakter tidak saling menylahkan membentuk perilaku yang bijak, reflektif, dan penuh kehati-hatian dalam menyikapi konflik atau persoalan yang muncul. Karakter ini menjadi landasan penting dalam membangun budaya damai, karena mendorong individu untuk memprioritaskan pemahaman, dialog, dan empati daripada mencari kambing hitam atas setiap persoalan. Sejalan dengan hal ini. Galtung menyebutkan bahwa kedamaian positif terwujud ketika individu dan komunitas menolak kekerasan struktural dan memilih pendekatan yang bersifat membangun serta kooperatif dalam menyelesaikan konflik,68 Selain itu, hasil penelitian Januar & Rahmi, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal yang menekankan pada kesabaran dan ketidaktergesaan dalam menilai kesalahan orang lain dapat meningkatkan resiliensi sosial serta memperkuat harmoni dalam komunitas. 69 Dengan menerapkan nilai Tamasalai . idak menyalahka. , pribadi individu diajak untuk tidak saling menyalahkan dalam menghadapi masalah, melainkan menciptakan ruang untuk saling memahami, sehingga terbentuk relasi sosial yang lebih damai dan produktif. Napassamaturuki (Musyawarah Mufaka. Nilai Napassamaturuki atau musyawarah mufakat merefleksikan prinsip luhur dalam budaya lokal yang mengutamakan penyelesaian masalah secara kolektif, dengan menjunjung tinggi komitmen terhadap hasil kesepakatan Hal ini sejalan dengan pandangan Pirsoul, musyawarah sebagai Tawfig Khidir Ibnouf Adham. AuConflict Resolution in Team: Analyzing the of Conflicts and Best Skills for Resolution,Ay Scholars Journal of Engineering and Technology 11, no. 152Ae62, doi:10. 36347/sjet. Falina Siska et al. Personality Development (Publica Indonesia Utama, 2. Jondar et al. AuJOHAN GALTUNGAoS CONCEPT OF PEACE CULTURE AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA. Ay Januar Januar and Alfi Rahmi. AuBuilding Social Harmony Through Islamic Education: Exploring Local Wisdom for Peace,Ay GIC Proceeding 2 . : 136Ae47. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . bentuk demokrasi lokal mampu meredam konflik dan memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat multicultural. 70 Ketika masyarakat memegang teguh hasil permufakatan yang dicapai melalui musyawarah, maka kepercayaan sosial . ocial trus. akan meningkat, yang pada gilirannya memperkuat stabilitas sosial dan memperkecil kemungkinan terjadinya kekerasan atau disintegrasi. Penelitian Rochira et al. , menemukan bahwa komunitas yang secara konsisten menghidupkan budaya musyawarah menunjukkan tingkat toleransi dan resiliensi sosial yang lebih tinggi dalam menghadapi perbedaan pandangan. 71 Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Widyastuti, menegaskan bahwa implementasi nilai musyawarah dalam pendidikan karakter dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya damai dan menangkal radikalisme di kalangan remaja. 72 Dengan demikian, nilai Napassamaturuki tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga memiliki relevansi universal sebagai landasan etis dalam membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Dalam kerangka ini, internalisasi nilai musyawarah mufakat perlu terus didorong melalui pendidikan formal maupun nonformal, serta diperkuat melalui kebijakan yang mendorong partisipasi publik dan penyelesaian masalah berbasis dialog. Pamopporang (Memaafka. Perilaku ini menegaskan bahwa memaafkan bukan bentuk kelemahan, melainkan kekuatan moral yang mendorong terciptanya harmoni sosial. Seperti ditegaskan oleh Thapliyal et al. , kemampuan memaafkan terbukti berkontribusi secara signifikan dalam mengurangi stres interpersonal, meningkatkan kualitas hubungan sosial, dan mencegah siklus kekerasan Lebih lanjut, dalam konteks lokal, nilai pamopporang seperti yang Nicolas Pirsoul. AuMulticulturalism and Democracy: Elite-Based and Deliberation-Based Policies of Recognition,Ay in Research Handbook on Multiculturalism (Edward Elgar Publishing, 2. , 397Ae415, doi:https://doi. org/10. 4337/9781800884007. Alessia Rochira et al. AuMulticulturalism in Dominant Ethnic Populations: A Transnational Profile Analysis,Ay International Journal of Intercultural Relations 103 . : 102051, doi:https:// org/10. 1016/j. Retno Widyastuti. AuStrategi Pendidikan Karakter Dalam Mengantisipasi Paham Radikal Dan Intoleran Di Sekolah,Ay Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta 2, no. : 187Ae201, doi:https://doi. org/10. 53800/wawasan. Chitralekha Thapliyal. Ravindra Singh, and Ajay Kumar Singh. AuAssociation of Forgiveness With Learning: For Social and Psychological Wellbeing,Ay in Cultivating Flourishing Practices Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil dicontohkan oleh Syekh Yusuf menjadi teladan yang sangat relevan dalam menghadapi berbagai konflik sosial dan identitas yang masih terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. Menurut Paula da Silva & Bachkirov, penyebaran nilai-nilai pemaafan dalam pendidikan multikultural terbukti efektif dalam mengurangi intoleransi dan mendorong dialog damai antar 74 Dengan demikian, pamopporang bukan hanya menjadi ajaran moral individual, tetapi juga merupakan strategi sosial-kultural dalam membangun kohesi sosial dan budaya damai yang berkelanjutan. Keteladanan Syekh Yusuf memperlihatkan bahwa rekonsiliasi dan pemaafan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat beradab yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan solidaritas. Implikasi Nilai Karakter Damai Syekh Yusuf dalam Bimbingan dan Konseling Berdasarkan hasil kajian menyeluruh, nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf yang meliputi nikatutuinna dan ningainna, kamaseang, mallaq dan masiriq, bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua, tamasalai, napassamaturuki, pamopporang ternyata lebih banyak berkaitan dengan aspek bimbingan pribadi dan sosial. Hal ini telah dijelaskan sebelumnya melalui tabel layanan dasar bimbingan pribadi-sosial berbasis karakter damai Syekh Yusuf. Menurut Rahmi, layanan bimbingan ini bertujuan mendampingi peserta didik dalam menggali potensi dirinya, menjalin hubungan sosial yang sehat, serta mencari solusi atas berbagai persoalan pribadi dan sosial. Aspek-aspek yang termasuk dalam bimbingan ini antara lain adalah hubungan interpersonal dengan teman sebaya dan guru, pengenalan karakter serta kemampuan diri, pengembangan minat dan bakat, adaptasi terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, hingga penyelesaian konflik yang muncul baik secara individu maupun dalam konteks sosial. 75 Bimbingan pribadi-sosial pada dasarnya merupakan proses mendukung individu dalam memahami cara bersikap yang mempertimbangkan keberadaan dan perasaan orang lain. Tujuannya adalah and Environments by Embracing Positive Education (IGI Global Scientific Publishing, 2. , 335Ae60. Maithe Paula da Silva and Alexandre Anatolievich Bachkirov. AuSocial Inclusion through Synergy of Kindness. Forgiveness, and Peaceableness: A Conceptual Proposition,Ay Journal of Moral Education 53, no. : 450Ae66, doi:https://doi. org/10. 1080/03057240. Siti Rahmi. Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . membantu siswa mengenali jati dirinya, mampu menjalin interaksi sosial yang baik, belajar etika dan kesopanan, mengelola waktu luang dengan bijak, serta memperkuat hubungan keluarga dan tanggung jawab sosial. Uraian di atas menunjukkan bahwa bimbingan pribadi dan sosial menekankan pentingnya pemahaman diri serta kemampuan menjalin relasi dengan lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang dianalisis dalam karakter damai Syekh Yusuf, yang memuat ajaran untuk memahami diri sendiri dan lingkungan sosial. Karakter damai tusalama Syekh Yusuf pertama nikatutuinna dan ningainna yang berarti menyanyangi dan disukai. Beradarkan hasil analisis didalamnya terdapat nilai saling menyanyangi dan disukai berkaitan erat dengan tujuan bimbingan pribadi sosial. Keterkaitan nilai-nilai dalam karakter damai Syekh Yusuf dengan layanan bimbingan dan konseling semakin diperkuat dengan tujuan bimbingan sosial sebagaimana tercantum dalam Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa bimbingan dan konseling sosial bertujuan untuk membentuk peserta didik atau konseli yang mampu menunjukkan empati terhadap kondisi sesama, memiliki pemahaman terhadap keberagaman latar belakang sosial dan budaya, serta dapat menghormati dan menghargai keberadaan orang lain. Selain itu, peserta didik diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, serta menjalin hubungan sosial yang sehat dan efektif. Hal ini juga sejalan dengan salah satu fokus utama dalam layanan bimbingan pribadi dan sosial yang dikemukakan oleh Sukardi, yaitu pembinaan hubungan yang harmonis dan dinamis dengan teman sebaya, keluarga, serta masyarakat sekitar. Dalam konteks ini, penghayatan terhadap nilai nikatutuinna dan ningainna yang menekankan saling menyanyangi dan disukai, dapat diintegrasikan ke dalam layanan dasar bimbingan pribadi-sosial berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan ini, peserta didik dibimbing untuk menumbuhkan sikap self-compassion . asih sayang pada dir. , menjalin interaksi sosial, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat secara luas, dengan Zulfikri. Farida Aryani, and Suciani Latif. AuNilai-Nilai Maccera Manurung Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Konseling,Ay Indonesian Journal of School Counseling : Theory . Application and Development 5, no. : 108Ae19, doi:https://doi. org/10. 26858/ijosc. Arifin Hidayat. AuLayanan Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial,Ay Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam 1, no. : 235Ae50, http://jurnal. id/index. Irsyad/article/view/2020/1729. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil tetap menghormati norma kesopanan, etika, serta nilai-nilai agama, adat istiadat, serta memiliki kepekaan untuk berbagi dengan lingkungan sekitar. Nilai karater damai Syekh Yusuf yang kedua yaitu AukamaseangAy . eduli dan mengasihan. Beradasarkan hasil analisis nilai ini didalamnya terkandung nilai saling peduli dan mengasihani selaras dengan salah satu pokok bimbingan pribadi sosial yang dirincikan sukardi yakni Penguatan kapasitas berkomunikasi secara efektif, baik melalui lisan maupun tulisan, serta pengembangan kemampuan menjalin relasi yang sehat dan selaras dengan teman-teman sebaya. 78 Nilai ini juga sejalan dengan tujuan pokok dari bimbingan pribadi sosial yang di ungkapkan oleh Yusuf dan Nurihsan yaitu menunjukkan sikap menghargai sesama, peduli memberikan penghormatan yang layak, serta menghindari tindakan yang merendahkan martabat dan harga diri orang lain. 79 Dengan dasar pemikiran tersebut, internalisasi dan penerapan nilai peduli dan mengasihani dalam perilaku peserta didik, baik sebagai individu maupun makhluk sosial, dapat diimplementasikan melalui layanan dasar bimbingan pribadi-sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf, khususnya dalam nilai AukamaseangAy, yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah. Nilai karakter damai ketiga yaitu Mallaq dan Masiriq yang berarti takut dan malu, nilai ini sejalan dengan tujuan dari bimbingan pribadi sosial sebagaiman yang diungkapkan oleh Nursalim dan Suardi yaitu pemahaman dan pengalaman disiplin dan peraturan di Sekolah maupun di masyarakat. Selain itu nilai ini sejalan dengan materi pokok layanan bimbingn pribadi dan sosial yakni penguatan keterampilan berelasi secara positif dan selaras dengan rekan sebaya, diiringi dengan pemahaman terhadap dinamika lingkungan sekolah dan regulasi yang berlaku, kemudian penguatan sikap dan pembiasaan perilaku religius serta perluasan pemahaman dalam menjalankan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta penerapannya secara berkelanjutan dengan sikap tanggung 81 Berdasarkan nilai karakter damai Aumallaq dan masriq berpotensi menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan bebas dari konflik, karena setiap individu memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab sosial Ibid. Diana Ariswanti Triningtyas. Bimbingan Konseling Pribadi Sosial (CV. Ae Media Grafika, 2. Ibid. Hidayat. AuLayanan Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial. Ay An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . yang tinggi dalam menjaga hubungan antar sesama serta ketaatan kepada Tuhan dapat terwujud tujuan dari bimbingan konseling melalui layanan dasar bimbingan pribadi sosial di sekolah. Keempat nilai karakter damai AuBantui Na Tamaka-makai Rannuna Pagmaiqna TauaAy . embantu membuat hati seseorang senan. , nilai ini selaras dengan materi pokok bimbingan pribadi sosial yang sampaikan oleh Hibana dan Rahman yaitu pengembangan kemampuan menjalin hubugan secara harmonis dengan teman sebaya. 82 Berdasarkan pemahaman dan pengamalan atas nilai ini sebagai mahluk pribadi dan sosial, agar dapat diimplementasikan kepada peserta didik dapat diwujudkan dengan layanan dasar bimbingan pribadi sosial berbasis nilai karakter damai Syekh Yusuf di Sekolah. Kemudian pada nilai karakter damai yang kelima yaitu AuTamasalaiAo . idak menyalahka. yang mengandung nilai agar tidak saling menyalahkan, nilai ini sejalan dengan tujuan bimbingan sosial pribadi yang diungkapakn oleh Syamsu Yusuf dan Ahamad Juntika yaitu kecakapan dalam menjalin interaksi sosial yang tercermin melalui kemampuan membangun relasi pertemanan, menyelesaikan konflik baik yang bersumber dari dalam diri maupun dengan pihak lain serta membuat keputusan secara cermat dan bijaksana. 83 Selain itu juga sejalan dengan pokok bimbingan pribadi sosial yang di sampaikan oleh Hidayat, yakni pengembangan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. Berdasarkan kedua nilai karakter damai ini dapat diimplementasi kedalam layanan dasar bimbingan pribadi sosial di lingkungan Sekolah agar dapat terciptanaya relasi sosial yang lebih damai dan produktif serta peduli dan berempati di kalangan siswa. Nilai karakter damai keenam AuNapassamaturukiAy (Musyawarah Mufaka. , nilai ini sejalan dengan tujuan dari bimbingan pribadi sosial yang di sampaikan oleh Syamsu Yusuf dan Ahamad Juntika bahwa rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk, komitmen melalui tugas atau kewajiban. 85 Nilai ini juga selaras dengan materi pokok bimbingan sosial pribadi yaitu penguatan tanggung jawab melalui komitmen terhadap tugas, serta pengembangan kemampuan mengambil keputusan secara tepat Ibid. Triningtyas. Bimbingan Konseling Pribadi Sosial. Hidayat. AuLayanan Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial. Ay Triningtyas. Bimbingan Konseling Pribadi Sosial. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil dan mengarahkan diri sesuai pilihan yang diambil. 86 Kemudian nilai yang ketuju yaitu AupamopporangAy yang mengandung nilai memaafkan, nilai ini memiliki keterkaitan dengan materi pokok bimbingan pribadi sosial yang di sampaikan oleh Triningtyas bahwa penguatan kesadaran akan kelemahan diri mendorong perbaikan diri, pengendalian emosi, dan kemampuan 87 Nilai ke delapan karakter damai Syekh Yusuf yaitu paqrasangang matangkasaka . encari kebenara. , nilai tersebut sangat erat kaitannya dengan materi pokok bimbingan pribadi sosial yaitu pemahaman akan kemampuan dan potensi diri menjadi dasar untuk pengembangan diri secara optimal danPengembangan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat. 88 Serta sejalan dengan tujuan bimbingan dan konseling pribadi sosial yang dikatakan oleh Syamsu Yusuf dan Ahamad Juntika yaitu memiliki kemampuan mengambil keputusan secara efektif berdasarkan pertimbangan rasional, nilai moral, dan pencarian kebenaran secara jujur dan objektif. 89 Berdasarkan nilai-nilai karakter damai ini dapat di terapkan di kalangan peserta didik melalui layanan dasar bimbingan pribadi sosial agar dapat mendorong penyelesaian masalah berbasis dialog, mengembangkan potensi diri serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan solidaritas. Nilai karakter tusalama Syekh Yusuf terdiri atas 8 karakter damai nilai-nilai ini sangat berkaitan erat dengan aspek bimbingan pribadi dan Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inovasi dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah, dengan mengedepankan kearifan lokal yang selaras dengan karakter luhur peserta didik. Menurut Zulfikri et , selama ini, pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia cenderung mengacu pada teori-teori dari dunia Barat, sementara potensi budaya lokal belum banyak dijadikan sumber alternatif dalam pengembangan layanan BK. 90 Padahal. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Pasal Ibid. Ibid. Ibid. Hidayat. AuLayanan Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial. Ay Zulfikri. Aryani, and Latif. AuNilai-Nilai Maccera Manurung Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Konseling. Ay An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . 5, menegaskan bahwa layanan bimbingan dan konseling harus dijalankan dengan prinsip inklusivitas, menghargai proses individuasi, berorientasi pada nilai-nilai positif, serta menjadi tanggung jawab kolektif antara kepala satuan pendidikan, konselor atau guru BK, dan tenaga pendidik lainnya. Layanan ini juga perlu mendorong konseli untuk mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab, diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan, menjadi bagian integral dari pendidikan, dilakukan dalam kerangka budaya Indonesia, serta bersifat adaptif, fleksibel, berkelanjutan, dan sesuai dengan standar profesional yang berlaku. PENUTUP Syekh Yusuf dikenal sebagai Tuanta Salamaka (Tusalam. ri Gowa, yang berarti Auguru kami yang selamat . dari Gowa dan merupakan salah satu tokoh spiritual dan pejuang yang memiliki kontribusi besar dalam menyebarkan nilai-nilai Islam serta memperjuangkan keadilan dan Dengan kajian ini dirasa tepat digali sebagai salah satu aset kearifan lokal . ocal wisdo. dalam pengembangan karakter damai siswa berbasis nilai indigenous melalui layanan BK. Nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf yang berhasil ditemukan dalam naskah riwayaqna tuanta salamaka ri Gowa yaitu meliputi nikatutuinna dan ningainna, kamaseang, mallaq dan masiriq, bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua, tamasalai, napassamaturuki, pamopporang. Penerapan nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf dalam layanan bimbingan dan konseling dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam layanan bimbingan pribadi dan sosial di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap nilai karakter damai Syekh Yusuf sangat krusial dan dibutuhkan oleh peserta didik. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan pribadi sosial yang berlandaskan nilai-nilai tersebut menjadi sangat penting. Pengintegrasian nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf dalam program bimbingan dan konseling melalui layanan yang mendorong kemandirian siswa dapat menjadi langkah strategis dalam upaya pelestarian budaya tersebut di tengah derasnya arus modernisasi. Layanan dasar yang mengusung nilainilai karakter damai Syekh Yusuf dalam bimbingan pribadi sosial dirancang dalam bentuk prototipe sebagai rekomendasi implementasi program Ibid. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muh. Syawal Hikmah. Moh. Mirdan. Muhammad Silmi Kaffah. Akbar Gibran Yusri. AsAoad Fathan. Alfin Elkindy Amsil bimbingan konseling di sekolah. Penggunaan nilai-nilai karakter damai Syekh Yusuf sebagai bagian dari layanan bimbingan pribadi sosial juga berfungsi sebagai solusi atas permasalahan pendidikan, terutama dalam membantu guru BK menangani permasalahan siswa, khususnya yang berkaitan dengan membangun kedamaian serta relasi pribadi dan sosial antar teman. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 TUSALAMAAo: NILAI KARAKTER DAMAI SYEKH YUSUF . DAFTAR PUSTAKA