Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) P-ISSN: 2807-2871 | E-ISSN: 2807-1557 PELATIHAN LEAN MANUFACTURING. PENJADWALAN PRODUKSI DAN PEMILIHAN SUPPLIER DI INDUSTRI MANUFAKTUR Ahmad Farhan 1*. Agung Sasongko 2. Docki Saraswati 3 Parwadi Moengin 4. Rahmi Maulidya 5 1,2,3 Jurusan Teknik Industri. Universitas Trisakti. Indonesia 4,5Program Studi Magister Teknik Industri. Universitas Trisakti. Indonesia farhan@trisakti. id, agung. sasongko@trisakti. id, docki_saraswati@trisakti. id, parwadi@trisakti. rahmimaulidya@trisakti. ABSTRAK Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di supplier PT. Komatsu Indonesia sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi alat berat. Supplier PT. komatsu berusaha meningkatkan hasil produksinya untuk memenuhi kepuasan dan kepercayaan pelanggan, tetapi pelanggan mengeluhkan bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan produk yang di pesan, hal ini dikarenakan kendala yang dialami oleh perusahaan. Berdasarkan pengamatan secara langsung di lantai produksi didapati bahwa tidak tercapainya rata Ae rata target produksi dikarenakan adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah atau waste dan terjadi keterlambatan bahan baku. Solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah tersebut berupa pelatihan Lean Manufacturing untuk mengurangi waktu waste, perencanaan produksi untuk menjadwalkan produksi untuk menghindari perpanjangan waktu penyelesaian produksi yang pada akhirnya dapat menurunkan kuantitas produksi sehingga permintaan produk dapat terpenuhi dan pemilihan supplier sehingga tidak ada bahan baku yang terlambat. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan secara luring. Kata Kunci: Lean manufacturing, perencanaan produksi, supplier. Abstract: Community Service is carried out at the supplier PT. Komatsu Indonesia as a manufacturing company that produces heavy equipment. Suppliers of PT. Komatsu are trying to increase their production results to meet customer satisfaction and trust, but customers complain that the company cannot meet the demand for the ordered product, this is due to the constraints experienced by the Based on direct observation on the production floor, it was found that the average production target was not achieved due to non-value-added activities or waste and delays in raw materials. The solution given to overcome this problem is in the form of Lean Manufacturing training to reduce waste time, production planning to schedule production to avoid extending production completion time which in turn can reduce production quantity so that product demand can be fulfilled and supplier selection so that no raw materials are late. This community service activity plan is in the form of offline counseling and training. Keywords: Lean manufacturing, production planning, suppliers LATAR BELAKANG Bidang industri manufaktur di Indonesia semakin berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Penerapan teknologi yang canggih juga telah menopang keberlangsungan industri manufaktur yang terotomatisasi dan terintegrasi. Berbagai perusahaan-perusahaan besar telah menggunakan mesin dan alat yang terotomasi pada proses produksinya. Penopang perekonomian secara nasional yang memberikan kontribusi cukup signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pada sektor industri manufaktur (NINGRUM, 2. Pada perusahaan manufaktur terdapat aktivitas tidak bernilai tambah . onvalue adde. atau pemborosan . mengakibatkan pemakaian sumber daya mulai energi, sumberdaya manusia dan waktu yang semakin tinggi, maka proses produksi tersebut tidak efisien. Salah satu metode untuk meminimalkan waste pada proses produksi adalah Lean Manucacturing yang berfungsi sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi waktu proses produksi dengan cara 58 |JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. No. Januari 2024, hal. mengidentifikasi pemborosan . Lean Manufacturing merupakan suatu pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan . (Buer et , 2. Penjadwalan merupakan faktor penting pada lingkungan industri manufaktur maupun jasa (Nasution et al. , 2. Penjadwalan adalah pengaturan alokasi sumber daya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang melibatkan pekerjaan, sumber daya dan waktu (Garside et al. , 2. Dengan adanya penjadwalan, semua pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan prioritasnya dan dapat meminimalkan waktu pengerjaan, sehingga makespan menjadi minimal. Makespan merupakan total waktu proses yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kumpulan tugas (Jo. (Nasution et al. , 2. Seiring dengan berjalanan waktu supplier PT. Komatsu berusaha meningkatkan hasil produksinya untuk memenuhi kepuasan dan kepercayaan para pelanggan, akan tetapi pelanggan mengeluhkan bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan produk yang dipesannya, hal ini dikarenakan kendala yang dialami oleh perusahaan. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung bahwa tidak tercapainya target produksi dikarenakan adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah atau waste, keterlambatan bahan baku khusunya pada produk bearing bracket D85. Solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah tersebut berupa pelatihan Lean Manufacturing untuk mengurangi waktu waste, perencanaan produksi untuk menjadwalkan produksi untuk menghindari perpanjangan waktu penyelesaian produksi yang pada akhirnya dapat menurunkan kuantitas produksi sehingga permintaan produk dapat terpenuhi dan pemilihan supplier sehingga tidak ada bahan baku yang terlambat. Tujuan diadakannya kegiatan pelatihan kepada mitra dengan topik Lean Manufacturing. Penjadwalan Produksi dan Pemilihan Supplier di Industri Manufaktur yaitu memberikan pengetahuan kepada mitra penyebab apa aja yang dapat berdampak pada keterlamabatan bahan baku khususnya cara pemilihan supplier, memberikan pengetahuan kepada mitra dalam meminimasi waste dengan konsep lean manufacturing dan memberikan pengetahuan mengenai penjadwalan produksi untuk memenuhi pesanan dari pelanggan. METODE PELAKSANAAN Pendekatan pemecahan masalah : Diskusi awal dengan perusahaan mengenai topik PKM, diskusi mengenai kesesuaiannya dengan kebutuhan bagi karyawan supplier PT. Komastus Indonesia yaitu PT. Menara Cipta Metalindo. Menyiapkan materi pelatihan oleh tim PKM Jurusan Teknik Industri dan Teknik Elektro. Persiapan pelatihan . ateri, tim, administrasi dan lainny. Sosialisasi konsep Lean manufacturing. Perencanaan Produksi dan Pemilihan Supplier di lingkungan supplier PT. Komastus Indonesia yaitu PT. Menara Cipta Metalindo secara luring. Evaluasi hasil pelatihan dengan tema Pelatihan Lean Manufacturing. Penjadwalan Produksi dan Pemilihan Supplier di Industri Manufaktur. Menyusun Laporan PKM. Menyiapkan luaran PKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan secara lingkungan supplier PT. Komastus Indonesia yaitu PT. Menara Cipta Metalindo secara luring pada hari Senin 6 Tema utama yang diberikan adalah Pelatihan Lean Manufacturing. Penjadwalan Produksi dan Pemilihan Supplier di Industri Manufaktur. Ahmad Farhan. Pelatihan Lean Manufacturing. Gambar 1 Pembukaan sekaligus sambutan oleh ketua tim Gambar 2 Diskusi langsung ke Lantai Produksi Isi Kegiatan Kegiatan pelatihan dibuka oleh koordinator PKM. Agung Sasongko. ST. MM, dilanjutkan sambutan oleh perwakilan PT. Komatsu Indonesia dan perwakilan supplier PT. Menara CiptaMetalindo yang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Lalu dilanjutkan pemaparan materi tentang Lean manufacturing yang diberikan oleh Dr. Ir. Docki Saraswati. Eng. IPU, materi tentang Perencanaan Produksi yang akan di paparkan oleh DR. Rahmi Maulidya. ST. MT dan materi terakhi tentang Pemilihan Supplier oleh Prof. Parwadi Moengin dan di bantu oleh Ahmad Farhan. ST. MT. Di sela-sela materi ada 60 |JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. No. Januari 2024, hal. tanya jawab yang dipandu oleh MC dari mahasiswa Segara, serta acara di akhiri dengan foto bersama dan mengisi form evaluasi. Hasil yang dicapai oleh Peserta dan Perusahaan dari PKM ini adalah peserta dapat memahami konsep Lean manufacturing. Perencanaan Produksi dan Pemilihan Supplier. Hasil yang dicapai oleh Tim PKM adalah dosen mampu mengaplikasikan materi Lean manufacturing. Perencanaan Produksi dan Pemilihan Supplier. Sharing knowledge dengan dengan PT. Komastus Indonesia dan PT. Menara CiptaMetalindo. Mengintegrasi TriDharma Perguruan Tinggi : Pendidikan Pengajaran. PKM dan Penelitian. Evaluasi Pemberian materi sangat baik dan bermanfaat Materi yang disampaikan sangat bagus, menarik, bermanfaat. Ini sangat membantu sekali terhadap pembuatan presentasi dalam pengajaran. Waktu diskusi terbatas SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari PKM ini adalah sebagai berikut PKM yang berjudul AuPelatihan Lean Manufacturing. Penjadwalan Produksi dan Pemilihan Supplier di Industri ManufakturAy telah terlaksana dengan baik pada tanggal 6 februari 2023 secara luring. Materi PKM meliputi : Lean manufacturing. Perencanaan Produksi dan Pemilihan Supplier. Permasalahan yang teridentifikasi adalah masih ada kendala pada produksi yang kurang efisien, permintaan produksi ada yang tidak terpenuhi dan cara pemilihan supplier yang baik. Hasil evaluasi PKM menunjukan antusias peserta terhadap materi yang diberikan cukup baik. Peserta menginginkan diadakan pelatihan lagi yang sejenis dengan waktu yang lebih panjang. PKM selanjutnya dapat dilanjutkan dalam bentuk pendampingan. UCAPAN TERIMA KASIH