P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR Development Of Balaghah Teaching Materials In The FAI-UIR Arabic Language Education Department Taufik Rohman1. Harif Supriady2 Universitas Islam Riau. Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28284. Indonesia e-mail: harifsupriady@fis. ABSTRACT Balaghah is one of the branches of Arabic knowledge that must be mastered by Arabic language learners, where the study focuses on the meanings of Arabic so that diction and expressions can be in accordance with the situation and conditions in which the conversation takes place. However, the obstacle faced by students is the difficulty of understanding the learning material, most of the examples used are Arabic poetry, for students with a non-pesastren background, this is certainly a difficult thing. This research was carried out with the aim of developing teaching materials for Balaghah Science by using the Qur'anic expression pattern approach. The method used in this study is Research and Development research with a qualitative approach, the development model used is the Design-Based Research (DBR) model, which is a research approach that is very oriented towards developing practical solutions to deal with concrete problems in the world of education. The author's data collection techniques used observation, interviews, documentation and focused group Keywords: Balaghah. Pattern of Expression of the Qur'an. Teaching Materials ABSTRAK Ilmu Balaghah adalah salah satu cabang ilmu Bahasa Arab yang mesti dikuasai oleh pelajar Bahasa Arab, di mana kajiannya focus kepada makna-makna Bahasa Arab sehingga diksi dan ungkapan bisa sesuai dengan situasi dan kondisi di mana terjadi pembicaraan, namun kendala yang dihadapi oleh mahasiswa adalah sulitnya memahami materi pembelajaran yang sebagian besar contoh-contoh yang digunakan adalah syair-syairy arab, bagi mahasiswa yang berlatar belakang non pesastren hal ini tentu menjadi hal yang sulit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan bahan ajar Ilmu Balaghah dengan menggunakan pendekata pola ungkapan Al QurAoan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Developmen. dengan pendekatan kualitatif. Adapun model pengembangan yang digunakan adalah model Design-Based Research (DBR) merupakan suatu pendekatan penelitian yang sangat berorientasi pada pengembangan solusi yang praktis untuk menangani masalah-masalah konkret dalam dunia pendidikan. Adapun teknik pengumpulan data penulis menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan diskusi kelompok terfokus Kata Kunci: Ilmu Balaghah. Pola Ungkapan Al QurAoan. Bahan Ajar FIRST RECEIVED: 2025-03-29 REVISED: 2025-04-16 ACCEPTED: 2025-04-19 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-05-12 Corresponding Author: Harif Supriady AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 PENDAHULUAN Pembelajaran Ilmu Balaghah merupakan yang satu dari sekian keilmuan bahasa arab yang mesti dikuasai oleh mahasiswa yang belajar bahasa arab, dalam hal ini khususnya mahasiswa pendidikan bahasa arab, jika Ilmu Sharf merupakan ilmu yang mengkaji bangunan struktur kosa kata, dan Ilmu Nahwu mengakaji terkait struktur kalimat dan jabatan kata dalam kalimat, maka Ilmu Balaghah ilmu yang mengkaji tentang benar atau baiknya sebuah pola ungkapan secara diksi dan (Hasyimi, 1. Mata kuliah Ilmu Balagah merupakan Mata Kuliah keilmuan Prodi di Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIR, mata kuliah ini diajarkan pada semester 3 dan 4 pada setiap angkatannya, mata kuliah ini disajikan pada 2 semester tersebut dengan nama Balaghah Dasar dan Balaghah Lanjutan, dalam kurikulum Prodi PBA FAI UIR, mata kuliah Ilmu Balaghah merupakan mata kuliah inti prodi kelompok keilmuan Kesastraan dan Kebudayaan Arab bersama mata kuliah lainnya seperti Pengantar Sastra Arab dan Pemahaman Lintas Budaya, oleh karenanya mata kuliah ini sangat erat kaitannya dengan mata kuliah kelompok kemahiran bahasa dan kebahasaan. Dalam rumpun ilmu kebahasaan ilmu balaghah merupakan ilmu yang kajiannya terpusat kepada keindahan bahasa, bahwa bahasa tidak sekedar struktur kalimat dan kosa kata, namun ada kesesuaian makna dengan situasi dan kondisi, hal ini juga sangat terkait dengan keterampilan komunikasi bahasa tentunya baik tulisan atau ungkapan. 2 ,UA)OA, dengan demikian keterampilan menentukan makna yang sesuai dengan situasi dan kondisi pembicaraan adalah termasuk yang perlu diperhatikan oleh seorang Mutakallim dalam berbicara, karena tujuan dari pada komunikasi adalah terjadinya kesepahaman antara pihak yang sedang berkomunikasi. Hal ini senada dengan yang ditetapkan oleh Menteri Agama RI nomor 2 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, di antaranya adalah Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik lisan maupun tulis, yang mencakup empat kecakapan berbahasa, yakni menyimak . , berbicara . , membaca . , dan menulis . (Mutmainnah & Syarifuddin, 2. Seluruh mata kuliah keilmuan di Prodi Pendidikan Bahasa Arab FAI-UIR, memang diarahkan kepada peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa terlatih dalam menggunakan Bahasa Arab yang komunikatif sesuai dengan tuntutan dan kesesuaian dari makna yang dituju, karena Kurikulum Bahasa Arab adalah keseluruhan situasi, pengalaman berbahasa, dan kegiatan komunikatif yang ditawarkan, dipersiapkan, dipilih, direncanakan, dan diatur supaya pembelajar bahasa memiliki kemampuan untuk mengembangkan dan mempraktekkan bahasa baik itu kemahiran mendengar, berbicara, membaca, maupun menulis(S. Inaku & Laubaha, 2. Dalam observasi yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan beberapa fakta terkait dengan pembelajaran mata kuliah ilmu balaghah. Pertama: Mata Kuliah ilmu balaghah sudah menjadi mata kuliah wajib yang diajarkan di Prodi Pendidikan Bahasa Arab FAI-UIR. Kedua: buku ajar yang digunakan untuk mengajarkan materi kajian ilmu balaghah berbeda-beda dalam kurun 4 tahun terakhir, di antaranya Al Balaghah Al Arabiyyah FI Tsaubiha Al Jadid yang merupakan karya Dr Bakriy Syaikh Amin. 1 ,e. A, kemudian juga Buku Jawahirul Balaghah karya As Sayyid Ahmad Al Hasyimiy(Hasyimi, 1. , kemudian yang terakhir dan masih digunakan sebagai bahan ajar mata kuliah ilmu balaghah hingga saat ini yaitu. Hilya Al-Lubb Al-Mashun Bi Syarhi Al-Jauhar Al-Maknun Fi Shadafi Ats Tsalatsah Al-Funun karya daripada seorang ulama al Azhar di zamanya Syaikh Ahman Ibn Abdul MunAoim Ad Damanhuriy. Peneliti menemukan satu kondisi yang ada pada mahasiswa, yaitu masih lemahnya kemampuan para mahasiswa dalam membuat contoh-contoh setiap materi yang terdapat dalam bukubuku yang digunakan sebagai bahan ajar, berdasarkan asumsi peneliti sementara bahwa contoh-contoh yang digunakan dalam buku tersebut masih didominasi oleh syair-syair arab, yang masih sulit Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 dipahami oleh mahasiswa yang memang bukan pelajar sastra, bahkan sebagiannya bukan dari berlatar belakang Pondok Pesantren, tentunya hal ini menyulitkan bagi mahasiswa untuk memahami meteri pembelajaran, karena di antara indikator capaian pembelajaran adalah mahasiswa mampu membuat atau menirukan atau bahkan mengkreasikan pola-pola ungkapan yang terdapa dalam balaghah ke dalam diksi-diksi yang mereka pahami. Untuk itu penelitiani ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan atau kesesuaian contoh-conton ungkapan balagah yang terdapat dalam bahan ajar tersebut untuk dikembangkan dengan pola pendekatan uslub atau gaya bahasa Al QurAoan. METODE PENELITIAN Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar sebagai solusi praktis terhadap permasalahan yang terjadi penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran. Adapun model pengembangan yang digunakan adalah model Design-Based Research (DBR) merupakan suatu pendekatan penelitian yang sangat berorientasi pada pengembangan solusi yang praktis untuk menangani masalah-masalah konkret dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini menempatkan proses desain dan pengembangan sebagai inti dari kegiatan penelitian, dengan tujuan menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi praktisi pendidikan di lapangan. Tahapan awal dalam DBR melibatkan analisis mendalam terhadap konteks pendidikan, di mana peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dan menetapkan tujuan desain yang spesifik untuk memecahkan masalah tersebut. Berikutnya. DBR melibatkan proses pengembangan prototipe atau solusi desain yang berpotensi menjadi jawaban atas masalah yang telah diidentifikasi. Prototipe tersebut kemudian diujicobakan dalam lingkungan nyata untuk mengevaluasi kinerjanya dan mengumpulkan data empiris yang relevan(Judijanto et al. , 2. Adapun langkah Aelangkah yang dijalankan pada penelitian pengembangan ini adalah disarikan dari berbagai prosedur penelitian pengembangan, dan disederhanakan sesuai dengan kebutuhan peneliti dalam rangka mengembangkan contoh-contoh yang ada dalam bahan ajar Ilmu Balaghah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Maka dalam penelitian ini peneliti hanya merancang 3 tahap, yaitu . Penelitian Pendahuluan, . Perencanaan Pengembangan Bahan ajar, . tahap pengembangan Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus dan dokumentasi. Setelah mendapatkan data-data penelitian dari instrument yang telah digunakan, maka data-data tersebut dianalisis dengan teknik analisis multivariat baik analisis faktor, analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi pola atau struktur yang mendasari kumpulan variable, misalnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, ataupun analisis klaster yang digunakan untuk mengklasifikasikan peserta didik atau sekolah berdasarkan kesamaan dalam profil atau karakteristik tertentu. (Judijanto et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Ilmu Balaghah (Sejarah dan Perkembanganny. Perkembangan ilmu balaghah sama sepertinya ilmu-ilmu yang lain, mengalami proses panjang sehingga menjadi satu disiplin ilmu mandiri. Secara Bahasa kata balaghah mengandung arti tuntas, selesai, dan fasih. kata balaghah merujuk pada sifat bagi si pembicara . dan sifat bagi ucapan . Maksud dari sifat bagi si pembicara adalah bahwa orang tersebut memiliki kemampuan untuk menyampaikan maksudnya dengan ucapan yang fasih (Ummah, 2. Dalam perkembangannya Ilmu Balaghah mengalami beberapa tahap hingga menjadi keilmuan mandiri, hal tersebut dapat kita klasifikasikan ke dalam 3 masa atau periode: Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Fase Pra Islam (Jahiliyya. Era pra islam atau yang lebih dikenal dengan masa Jahiliyyah merupakan zaman keemasan Bahasa Arab di mana kekuatan diksi adalah sebuah kebanggaan, pada masa ini, ilmu balaghah lebih dominan kepada Dzauq . , masyarakat arab pra islam sejatinya tidak memerlukan analisa pengetahuan yang kompleks seperti yang terjadi pada masa-masa setelah Islam, masyarakat pra islam yang memang hidup di tengah kemurnian Bahasa dan kemurnian naluri Bahasa mampu merasakan keindahan dan ketinggian makna sebuah diksi(NEJJAR, 2. , jadi segala bentuk penilaian kepada keindahan diksi dan makna pada syair-syair gubahan para pujangga arab berpusat pada naluri kebahasaan yang masih murni pada masyarakat arab. Hal ini kita dapat kita temukan dalam riwayat-riwayat penyair arab di mana An Nabighah Adz Dzubyaniy yang merupakan kritikus sastra di masa Jahiliyyah, hal ini berawal daripada saat An Nabighah menilai syair-syair yang didemokan di pasar Ukazh, di antara Al Khansao menampilkanm syair jenis Ritsao . atas kematian saudara laki-lakinya, kemudian An Nabighah mengomentari bait-bait syair milik Al KhansaAo, secara positif dan memujinya. Kalaulah tadi Abu Bashir tidak mendendangkan baitnya, niscaya aku jadikan kamu sebagai penyair terbaik dari kalangan manusia dan jin, mendengar ini, seorang penyair anshar Hassan Ibn Tsabit merasa iri dan menganggap dirinya lebih baik dalam hal syair daripada Al Khansao kemudian Hassan pun menampilakna baitnya di hadapan An Nabighah. AOOAI OCI II NAA IA AEI EAI EOEII EOA A O EI I IIAUAAEI I EA AOEN A A A A AA OI EICA A A AA O IO ICA Kemudian An Nabighah melakukan penilai pada syair yang ditampilkan oleh Hassan tersebut dengan berkata: anda memang seorang penyair, namun anda menjadikan (A )AiAdan (A )abagian yang sedikit . al tersebut karena Hassan menggunakan shighat JamAoul Qillah, lebih lanjut An Nabighah mengomentari antara saja anda memilih diksi (UA )aEe UAini lebih baik secara makna ketimbang (UA )asce UAhal ini dikarenakan para tamu lebih banyak hadir pada malam hari, jika anda menggunakan kata . aA )aAketimbang . A )aIAmaka maknanya lebih sesuai karena pada pedang darah tentu lebih disifat dengan mangalir ketimbang menetes. (At Taftazaniy, 2. Fase Islam Setelah diutusnya Rasulullah-shallallahu Aoalaihi wasallan- kedudukan Al-QurAoan sebagai petunjuk bagi umat islam mengalihkan perhatian mereka yang sebelumnya terpusat pada syair-syair dan produk sastra arab lainnya dalam bentuk Natsr seperti Hikam. Washaya dan Khithaabah kepada Al QurAoan, seluruh cita rasa keindahan bahasa yang sebelumya direfleksikan dalam bentuk syair, maka pada masa Islam cita rasa bahasa yang terdapat dalam Al-QurAoan menjadi pusat perhatian baik yang menjadi pengikut Nabi Muhammad atau tidak (Farohidy, 2. Salah satu yang riwayat yang masyhur adalah saat tokoh Quraisy yang bernama al Walib Ibn Al Mughirah menemui Nabi Muhammad atas permintaan tokoh-tokoh kontra lainnya, untuk melihat dan melakukan kritik terhadap Al QurAoan yang tersiar di Makkah saat itu. A OuIN EOEOAUA OuI EON EEOAUA OuI EN EEOAUA Au NO EO EN AUAONEE EC I AOI CE N EEA c A OIAUAaOI OEOA AE IN A AuDemi Allah, aku sudah menyimak apa yang disampaikannya (Muhamma. , sepertinya ungkapan tersebut bukanlah syair, namun maknanya sangat indah dan menarik, dan sangat tinggi tidak ada yang menandinginya, saya rasa ini adalah sihirAy(Ath-Thabariy, 2. Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Namun pergerakan aktifitas kebahasaan pada masa awal islam ini tidak semasif pada masa Jahiliyyah hal ini dikarenakan Al QurAoan mengambil sepenuhnya waktu para sahabat untuk mengkaji dan memahami maksud dan pesan Allah-subhanah- di dalamnya(At Taftazaniy, 2. Kendatipun demikian Al QurAoan memberikan pengaruh dan pola ungkapan pada umat islam pada masa awal kemunculan Islam, di mana Rasulullah-shallallahu Aoalaihi wasallam- menyeleksi pola-pola ungkapan yang sebenarnya biasa bagi masyarakat arab sebelum Islam, namun diganti oleh Nabi Muhammad (Farohidy, 2. , seperti yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhariy dalam Shaihihnya: e a e a a a a a a a a a a Aa e a a a a a N a a ea a N c a N a a a e a a NA A aOE aE eIAUA AE aOCOE NI a aE eI a NA a OA:AEA A aI EI a aO AEO NEE EO aN OEI CAUAI a a O acEE INA a a ea e AaE aOC eE E aC a NA a OA AuDari Aisyah-radhiyallahu anha-, dari Nabi Muhammad-shallallahu alaihi wasallam- beliau bersabda: janganlah sekali-kali kalian mengucapkan Khabutsat Nafsiy, tapi ucapkannya Laqisat Nafsiy [HR. Al Bukhari. Masa Abad Ke 3 dan 4 Hijriyah Abad ke 3 dan 4 H adalah bisa disebut sebagai awal dari abad keemasan Islam di mana para cendikiawan, ulama, dan saintis tumbuh subur di seluruh negeri-negeri Islam, semua disiplin keilmuan menjadi matang dan mandiri pada fase ini, tanpa terkecuali keilmuan bahasa di antaranya Ilmu Balaghah, muncul beberapa tokoh keilmuan bahasa yang menjadi pencetus lahirnya ilmu balaghah di kemudian hari di antaranya. Abu Ubaidah MaAomar Ibn Al Mutsanna . 201 H) yang terkenal dengan karyanya Majaazul QurAoan, kemudian Abu Amr Al Jahizh . 255 H) yang terkenal dengan karyanya Al Bayaan wat Tabayyiin, kemudian Ibnul MuAotaz . 296 H) dengan karyanya yang terkenal Al BadiiAo, ini di antara generasi pertama menjadi pencetus awal ilmu balaghah di mana focus analisis mereka dominan kepada Al QurAoan terkait dengan Majaaz Tasybih, dan IstiAoaarah(At Taftazaniy, 2. , setelah 3 tokoh besar ini, berikutnya bermunculan ulama-ulama generasi setelahnya, di antaranya Asy Syarif Ar Radhiy . 406 H). Al Qadhi Abu Bakr Al Baqillaniy . 403 H), dan generasi setelahnya bermunculan sepertinya Abdul Qahir Al Jurjaniy ( w 471 H), nama ini dalam disiplin ilmu balagah sudah sangat dikenal, boleh dibilang beliau adalah pencetus utama disiplin ilmu balagah, menjadi disiplin ilmu mandiri yang kita kenal dengan Ilmu Maoniy. Ilmu Bayan, dan Ilmu BadiAo,. 0 ,siA )UA, 2 karya monumental beliau menjadi fokus kajian sarjana-sarjana bahasa setelahnya di mana dalam karya-karyanya tersebut kajian-kajian balaghah terlihat lebih rinci seperi jenis-jenis Majaaz. Tasybih. IstiAoarah dan lain-lain(At Taftazaniy, 2. , meskipun sistematika keilmuan balaghah belum seperti yang kita lihat Keilmuan Balaghah terus dari masa ke masa mengalami penyempurnaan hingga abad ke 6H, pada abad ini muncul tokoh besar dalam keilmuan bahasa yaitu Abul Qasim Az Zamakhsyariy . 538 H) di mana lewat karya menomentalnya beliau merincikan dan menjelaskan dalam karya beliau Asaasul Balaghah secara sistematis,. 1 ,UA )UaAkajiankajian ilmu balaghah yang ada sebelum beliau, bahkan kajian-kajian kebahasaan arab lebih jelas dan rinci terdapat dalam karya tafsir beliau yang diberi nama Al Kasysyaaf(At Taftazaniy, 2. Kemudian ilmu balaghah betul-betul matang dan tersusun dengan sistem yang kita lihat sampai hari ini, adalah hasil penelitian dan kajian daripada generasi setelah Az Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Zamakhsyariy yaitu Yusuf As Sikakiy ( w 626 H) dalam karya monumentalnya beliau menyusun ulang kajian-kajian ilmu balaghah pada bagian ke tiga dari bukuny tersebut, dan diuraikan secara rinci dan eksplisit. 1 ,sA)UOOA, maka jadilah Ilmu Balaghah seperti yang kita pelajari dan kajia hingga hari ini, adapun generasi setelah As Sikakiy peran mereka lebih kepada menguraikan dan menjelaskan kajian-kajian para pendahulu khususnya Al Jurjaniy dan As Sikakiy, seperti Al Khathib Al Qazwiniy . 739 H), at Taftazaniy . 791 H) dan masih banyak generasi setelah mereka yang menjelaskan atau mensarikan kajian-kajian Balaghah tersebut. Bahan Ajar Ilmu Balaghah Bahan Ajar Bahan ajar dapat diartikan bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan murid dalam proses pembelajaran. Bahan ajar bersifat sistematis artinya disusun secara urut sehingga memudahkan murid belajar(El Hanif, 2. , dalam konteks pembelajaran Ilmu Balaghah keberadaan bahan ajar tentu sangat efektif menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran, bahan ajar tidak hanya menjadi panduan bagi guru untuk menyampaikan bahan kajian, namun juga menjadi bahan penting untuk analisis dan bahan belajar mandiri bagi peserta didik. pada prinsipnya bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran(Syaifullah & Izzah, 2. Materi pembelajaran yang lengkap dan disusun secara sistematis dapat menciptakan proses belajar dan pembelajar- an yang efektif dan efisien. Kualitas materi pembelajaran ju- ga merupakan salah satu faktor penentu bagi proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuannya (Satrio, 2. Menurut Kasihani desain bahan ajar minimal meliputi beberapa hal. Pertama. Adopsi bahan ajar: guru dapat menentukan materi ajar dengan cara langsung menggunakan bahanbahan yang ada di lapangan tanpa melakukan perubahan apapun. Kedua. Adapsi bahan: pengembagan materi ajar dapat dilakukan dengan cara mengadapsi bahan yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam adapsi bahan, guru dapat melakukan dengan cara menambah, meng- urangi, mengganti, atau menghilangkan beberapa bagian materi yang dianggap tidak relevan. Ketiga. Penulisan materi ajar: seorang guru dan dosen sebenar- nya juga dapat menjadi penulis materi ajar. Dengan ada- nya bahan ajar yang sesuai kebutuhan, baik guru, dosen, maupun peserta didik akan banyak terbantu dalam meng- ikuti kegiatan (Satrio, 2. Model Pola-Pola Ungkapan dalam Materi Balaghah Berbasis Ungkapan Al-QurAoan Ilmu Balaghah sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya sangat erat kaitannya dengan al QurAoan, riset dan kajian para sarjanawan Bahasa Arab sejak lama memang memfokuskan objek kajian pada Al QurAoan, hal ini tentu berangkat dari bahwa Al QurAoan diturunkan berbahasa arab, oleh karenanya keindahan-keindahan yang terdapat dalam Bahasa Arab juga terdapat dalam Al QurAoan. Untuk memudahkan peserta didik, pola-pola ungkapan yang terdapat dalam bahan ajar Ilmu Balaghah dapat kita lihat dalam tabel berikut . Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Tema Kajian Sub Tema Keterangan Contoh Dari Bahan Ajar Contoh Pola Ungkapan Dari Al Qur'an Kalam Khabariy aAOONN O OI A AaNaa a aNaA a aAEOa a U asa uNa aOA Kalam Insya'iy Ghairu Thalabiy Madh dan Dzam Al Qasam Insya Thalabiy Amr Aia UsaA cA AUcI ue U EA Aia UcOUU Oia Uia eaAONEE i a Oi aOA A aAU A NAUUcAA aAO u aOA AEacO UAEA Ilmu Ma'aniy Nahyi Istifham sAAs U Oi aOa Uca a AA AUOCA Nidaa' Aa ae aU Us OsNA Tamanniy Tasybih Ilmu Bayan AAE Ois UOaA Isti'arah Majaz Kinayah AE Ua U aO aOaA A aE uA## AOOe ac UIAA AAO O AA UsA e A## AEa aEO iA Aa ae AA AOEU acs As U Ac OA A uO U aU a u UA## sAaIA A A aiNA## siAE O U uA AUcA ## A Aa UcAUAOaU UiA AOa Ua u aA sAE AO AOOa AOC AO UiA eAsacOA ae a Asa saa aU a aeaNA a A aaiaa A. a aEa aa NA ca UAA AOEO UOO a ue EOas O NA AUIe aNOA Aa Oas UaU Ua AEi saEA Ua a a a aU Uacaaea a accsaOe U ac O a aOa a aca Uaa aa ca saONa aO acA a a ca aAUA a a A aa ca aU a AA ca a a Uae a sa AA a Ac a aNan aOA a Ua asAA a Asa aU EasaOa aNa aOA a acEEA n a a aa a AA ANA AOA AOA ANA a UAA a aa a a a a a a A a A AaOA a A aA a A ae UIa aa a Uacas Oai a aA a aAiia U aNA AU a aA eca AN acae aUa UacOaa aOaiaa aUa Uac aNA Dalam tabel di atas adalah sebuah desain perencanaan terkait model contoh pola-pola ungkapan dalam Ilmu Balaghah berdasarkan Al QurAoan, karena sebagian besar buku-buku ajar Ilmu Balaghah masih dominan menggunakan uslub syair-syair, yang menyulitkan mahasiswa-mahasiswa yang berlatar pendidikan umum, bahkan pesantren sekalipun kesulitan dalam memahami pola ungkapan tersebut, sehingga tak sedikit yang mengasumsikan pelajaran atau mata kuliah ilmu balaghah adalah mata kuliah atau pelajaran tersulit, hal ini terjadi dikarenakan bahan ajar yang digunakan masih belum kondusif dan sesuai dengan kondisi peserta didik, sehingga indicator capaian pembelajaran masih belum terwujud. Supaya bahan belajar dapat memudahkan pembelajaran, maka setiap bahan ajar harus memenuhi komponen-komponen yang relevan dengan kebutuhan siswa. Komponen-komponen tersebut juga harus dapat memberikan motivasi, mudah dipelajari dan dipahami siswa. Lebih penting lagi adalah relevan dengan sifat mata pelajaran yang disajikan. Selain itu, bahan ajar juga harus memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan buku-buku yang(Syaifullah & Izzah. Dari proses pengumpulan data yang dilakukan ditemukan beberapa fenomena pembelajaran balaghah sebagai berikut. Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Dari wawancara dengan salah seorang dosen Prodi PBA Dr. Ismail Akzam, terdapat beberapa hal yang menjadi sebab kurang tercapainya tujuan pembelajaran mata kuliah Ilmu Balaghah, beliau menceritakan terkait latar belakang pendidikan mahasiswa prodi PBA ini menjadi salah satu kesulitan pembelajaran yang dialami oleh dosen-dosen yang mengampu mata kuliah keahlian prodi, di mana seorang dosen mensiasati agar pembelajaran yang berlangsung tetapm kondusif dengan kondisi tidak sepadannya kemampuan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Dari wawancara yang dilakukan kepada beberapa orang mahasiswa pun demikian mengkonfirmasi apa yang dinyatakan oleh dosen, bahwa memang kesulitan memamahi pembelajaran Ilmu Balaghah khusus mahasiswa yang berlatar belakang non pesantren. Pada saat observasi langsung peneliti menemukan hal-hal yang dibicarakan pada saat wawancara terjadi, ada 2 fenomena dalam kelas yang bisa dituliskan yaitu. Pertama: mahasiswamahasiswa yang berlatar belakang pesantren dapat mengikuti dengan baik, kedua: mahasiswamahasiswa yang berlatar belakang non pesantren tidak dapat mengikuti dengan baik hal ini dapat dilihat dari hasil ujian yang sebagian besar tidak memuaskan. Prodi Pendidikan Bahasa Arab secara rutin mengadakan forum-forum diskusi terbatas antara dosen, dalam forum tersebut didiskusikan banyak hal terkait pembelajaran, dan capaian pembelajaran mata kuliah. Dari beberapa masukan yang didiskusikan terkait bahan ajar Ilmu Balaghah memang contoh-contoh yang digunakan dari bahan ajar, sebagian besar memang berupa syair-syair arab yang tentunya bagi mahasiswa yang berlatar belakang non pesantren terkesan sulit dipahami. Kemudian dari hasil-hasil ujian mahasiswa memang rata-rata hasil belajar tidak memuaskan dan tidak mencapai target sebagaimana yang diharapkan, berikut contoh daftar hasil ujian Mid Semester dan Akhir Semester Mata Kuliah Balaghah Dasar. NAMA NPM Nilai UTS Nilai UAS Abdilah Ilham Abdullah Umar Syah Ahmad Ramadhan Aina Balqis Azza Amanda Syabilla Difira Sesilia Firdaus Fahmi Fajar Fairuz Rizky Fatimah Azzahra Fauzan Azizi Hsb Fauziyyah Az Zahra Fransiska Handayani Hak Rofiem Hanifah Izzatu Rahmi Heni Suratih Jihan Tasri Key Maysmah Muhammad Habibi Farid Muhammad Kholiq Aljaizi Muhammad Nabil Mafazi Muhammad Nafis Fauzan Muhammad Rivaldo Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Osman Ainy Putri Azzila Batubara Rio Chandra Sabariah Adi Ningsih Sapna Rahma Tuljannah Suci Sefridawati Tiara Novitri Debrina Ummi Khairani Vera Nurhaliza Dari table hasil semester di atas lebih dari 18 orang mahasiswa belum mencapai hasil yang memuaskan sebanyai 18 orang mahasiswa 58% mendapat nilai yang berada di bawah 70. Melihat dari hasil ini, maka peneliti melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa, memang sebagian besar masih kurang memahami materi pembelajaran dikarenakan karena contoh-contoh pola kalimat dalam buku ajar masih terkesan sulit. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada table berikut. Baik Sekali . Baik . Kurang . Diagram Hasil Belajar Ilmu Balaghah Dalam Tabel di atas menyatakan bahwa mahasiswa dengan hasil belajar yang kurang masih mendonimasi dengan persentasi 58 %, dengan demikian peneliti melihat perlu adanyab pengembangan bahan ajar ilmu balaghah yang praktis dan mudah dipahami oleh peserta didik. SIMPULAN Bahan ajar merupakan faktor penting dalam menunjang tercapainya indikator capaian pembelajaran, oleh karenanya perlu menjadi focus perhatian para pengajar, khususya Ilmu Balaghah. Mengingat orientasi Belajar Arab sebagian besar mahasiswa adalah bagian dari belajar ilmu agama, maka sudah semestinya bahan-bahan ajar yang dikembangkan bertujuan untuk menunjang hal Sebagian besar contoh-contoh kalimat yang terdapat dalam sub-sub materi kajian masih memuat syair-syair arab sehingg menyulitkan bagi sebagian besar mahasiswa, khususnya yang berlatar belakang non pesantren. Oleh karena peneliti melihat perlu adanya pengembangan pada contoh-contoh tersebut di ambil dari Al QurAoan, dengan harapan lebih mendekatkan kepada pemahaman peserta didik pada setiap sub-sub materi kajian Ilmu Balaghah. Sebagai rekomendasi dari penelitian ini, adalah bagi pengajar Bahasa Arab khususnya Ilmu Balaghah agar mengadopsi pendekatan uslub al-QurAoan, sebagai langkah mendekatkan peserta didik kepada Al-QurAoan yang menjadi objek kajian keindahan Bahasa Arab, dan memudahkan peserta didik agar lebih memahami bahan-bahan kajian Balaghah ketimbang menampilkan syair-syair arab yang kurang kondusif dengan latar belakang pendidikan peserta didik. Taufik Rohman. Harif Supriady: Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Balaghah yang Berbasiskan Uslub Al QurAoan di Prodi PBA FAI-UIR P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 DAFTAR PUSTAKA