Tasamuh: Jurnal Studi Islam Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021, 189-387 ISSN 2086-6291 . 2461-0542 . https://e-jurnal. id/index. php/Tasamuh Peranan Filsafat Ilmu Untuk Kemajuan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Nurhayati Institut Agama Islam Abdullah Said Batam E-mail: nurhayatirazeq@gmail. Ahmad Syukri Universitas Islam Negeri Jambi E-mail: ahmadsyukriss@uinjambi. Badarussyamsi Universitas Islam Negeri Jambi E-mail: badarussyamsi@uinjambi. Abstract: Historically, philosophy is the mother of science, in its development science has become more specific and independent, but considering the many problems of life that science cannot answer, philosophy becomes the basis for answering them. Before the 17th century, science was synonymous with philosophy. At the beginning of the 17th century, a new thought emerged about philosophy, namely the separation of Philosophy from Science. Philosophy provides a substantial and radical explanation or answer to a problem. Meanwhile, science continues to develop within its limits, while remaining radically criticized. Therefore, the philosophy of science can be seen as an attempt to bridge the gap between philosophy and science. The urgency of the philosophy of science can be seen from its role as a critical dialogue partner towards the development of science. In essence, the philosophy of science can stand in the middle of a branch of science as a controller and mediator for other sciences. This article uses the Auliterature reviewAy method in digging and obtaining data. The data in this article were obtained through scientific journals, research articles, and relevant books about the elements of the development of Science in the Philosophy of Science. The search results and literature review show that the role of Philosophy of Science in the development of Science is very significant. Keywords: Philosophy of Science and Science TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Abstrak: Secara historis filsafat merupakan induk ilmu, dalam perkembangannya ilmu makin terspesifikasi dan mandiri, namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat menjadi tumpuan untuk menjawabnya. Sebelum abad ke -17, ilmu pengetahuan identik sekali dengan Filsafat. Pada awal abad ke-17, munculah pemikiran baru tentang filsafat. yaitu pemisahan Filsafat dengan Ilmu pengetahuan. Filsafat memberi penjelasan atau jawaban substansial dan radikal atas masalah tersebut. Sementara ilmu terus mengembangakan dirinya dalam batas-batas wilayahnya, dengan tetap dikritisi secara radikal. Oleh karena itu filsafat ilmu dapat dipandang sebagai upaya menjembatani jurang pemisah antara filsafat dengan ilmu. Urgensi filsafat ilmu dapat dilihat dari peranannya sebagai mitra dialog yang kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pada Pada intinya, filsafat ilmu dapat berdiri di tengah-tengah cabang ilmu pengetahuan sebagai pengontrol dan penengah bagi ilmu-ilmu lainnya. Artikel ini menggunakan metode Auliteratur reviewAy dalam menggali dan mendapatkan data. Data dalam artikel ini diperoleh melalui jurnal-jurnal ilmiah, artikel hasil penelitian, dan buku yang relevan tentang unsur perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Filsafat Ilmu. Hasil penelusuran dan kajian literatur menunjukkan bahwa peranan Filsafat Ilmu dalam bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan sangat berarti. Kata Kunci: Filsafat Ilmu dan Ilmu Pengetahuan Pendahuluan Menurut sejarah, filsafat terwujud sebagai sikap yang ditauladankan oleh Socrates. Yaitu sikap seorang yang cinta kebijaksanaan yang mendorong pikiran seseorang untuk terus menerus maju dan mencari kepuasan pikiran, tidak merasa dirinya ahli, tidak menyerah kepada kemalasan, terus menerus mengembangkan penalarannya untuk mendapatkan kebenaran. Timbulnya filsafat karena manusia merasa kagum dan merasa Pada tahap awalnya kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut, karena persoalan manusia makin kompleks, maka tidak semuanya dapat dijawab oleh filsafat secara memuaskan. Menurut Koento Wibisono dkk dengan meAlakukan refleksi yaitu berpikir tentang pikirannya sendiri. Dengan demikian, tidak semua persoalan itu harus persoalan filsafat. Secara historis filsafat merupakan induk ilmu, dalam perkemA bangannya ilmu makin terspesifikasi dan mandiri, namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat menjadi tumpuan untuk menjawabnya. Filsafat memberi penjelasan atau jawaban substansial dan radikal atas masalah tersebut. Nurhayati. Ahmad Syukri. Badarussyamsi - Peranan Filsafat Ilmu . Sementara ilmu terus mengembangakan dirinya dalam batas-batas wilayahnya, dengan tetap dikritisi secara radikal. Proses atau interaksi tersebut pada dasarnya merupakan bidang kajian Filsafat Ilmu, oleh karena itu filsafat ilmu dapat dipandang sebagai upaya menjembatani jurang pemisah antara filsafat dengan ilmu, sehingga ilmu tidak menganggap rendah pada filsafat, dan filsafat tidak memandang ilmu sebagai suatu pemahaman atas alam secara dangkal. Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan kajian filosofis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan ilmu, dengan kata lain filsafat ilmu merupakan upaya pengkajian dan pendalaman mengenai ilmu (Ilmu Pengetahuan/Sain. , baik itu ciri substansinya, memperolehnya, atauApun manfaat ilmu bagi kehidupan manusia. Pengkajian tersebut tidak terlepas dari acuan pokok filsafat yang tercakup dalam bidang ontologi, epistemologi, dan axiologi dengan berbagai pengembangan dan pendalaman yang dilakukan oleh para ahli. Adapun beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof adalah: Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas. Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar serta Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan sumbernya, hakikatnya, keabsahannya, dan nilainya. Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataanpernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan. Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk mengatakan apa yang Anda lihat. Pembahasan Sejarah Filsafat Ilmu Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy. Adapun istilah Lorens Bagus. Kamus Filsafat. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia, yang terdiri atas dua kata philos . atau philia . ersahabatan, tertarik kepad. dan sophos . ikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, intelegens. Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran . ove of wisdo. Orangnya disebut filosof yang dalam bahasa Arab disebut failasuf. Secara terminologi, menurut Surajiyo filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya. 3 Filsafat bukan mempersoalkan gejala-gejala atau fenomena, tetapi yang dicari adalah hakikat dari sesuatu fenomena. Hakikat adalah suatu prinsip yang menyatakan AusesuatuAy adalah AusesuatuAy itu adanya. Filsafat mengA kaji sesuatu yang ada dan yang mungkin ada secara mendalam dan Jadi filsafat merupakan induk segala ilmu. Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan kajian filosofis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan ilmu, dengan kata lain filsafat ilmu merupakan upaya pengkajian dan pendalaman mengenai ilmu (Ilmu Pengetahuan/Sain. , baik itu ciri substansinya, pemerolehannya, ataupun manfaat ilmu bagi kehidupan manusia. Pengkajian tersebut tidak terlepas dari acuan pokok filsafat yang tercakup dalam bidang ontologi, epistemologi, dan axiologi dengan berbagai pengembangan dan pendalaman yang dilakukan oleh para ahli. Ontologi ilmu meliputi, hakikat ilmu, kebenaran, dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafati tentang apa dan bagaimana . AuadaAy itu. Faham Monisme yang terpecah menjadi idealisme/spiritualisme, materialisme, dualisme, pluralisme, dengan berbagai nuansanya, merupakan faham ontologik yang pada akhirnya menentukan pendapat bahkan AukeyakinanAy mengenai apa dan bagaimana . AuadaAy sebagaimana manifestasi kebenaran yang Amsal Bahtiar. Filsafat Agama. (Jakarta: Logos, 1. Surajiyo. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Koento Wibisono. AuIlmu Pengetahuan, sebuah Sketsa umum mengenai Nurhayati. Ahmad Syukri. Badarussyamsi - Peranan Filsafat Ilmu . Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dapat dipahami bahwa para filsuf Yunani Kuno ternyata telah merintis tentang pengertian apa itu filsafat ilmu dan bagaimana ilmu pengetahuan itu harus diletakkan? Ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai masyarakat, sebagai proses dan sebagai produk, di mana kaidah-kaidah ilmu pengetahuan itu dikatakan oleh Robert Merton adalah universalisme, komunalisme, disinterestedness dan skeptisisme yang terarah. Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Oleh karena itu, tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalinmenjalin dan taat asas . dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan. Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala keA alaman, kemasyarakatan atau perorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan. Sebelum abad ke -17, ilmu pengetahuan identik sekali dengan Filsafat. Bahkan Filsafat merupakan bahasa lain dari Ilmu pengetahuan pada saat itu. Misalnya perkembangan Filsafat di Yunani, yang semuanya hampir meliputi pemikiran teoritis para pemikir, artinya para ahli pada saat itu menciptakan ide dan pendapat yang nantinya dijadikan rujukan dan pedoman oleh orang lain. Pada awal abad ke -17, munculah pemikiran baru tentang filsafat. yaitu pemisahan Filsafat dengan Ilmu Kelahiran dan Perkembangannya sebagai Pengantar untuk Memahami Filsafat IlmuAy. dalam Koento Wibisono. Hubungan Filsafat. Ilmu Pengetahuan, dan Budaya. Hand Out. Yogyakarta: Program Pascasarjana Filsafat UGM. Diktat Mata Kuliah. (Program Pascasarjana Ilmu Filsafat. Fakultas Filsafat. Universitas Gadjah Mada. Tidak Diterbitka. Syahrul Kirom. Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Relevansi dalam mengatasi persoalan bangsa. Jurnal Filsafat Vol. Nomor 2. Agustus 2011. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Hal ini sejalan dengan pendapat seorang ahli yaitu Van Peursen yang mengemukakan bahwa Audahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat dan setiap ilmu itu bergantung pada Filsafat yang dianutAy. Pada awal abad ke -20. Filsafat mulai merebak. Hal ini bergantung pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu masyarakat atau Dalam perkembangan dari masa ke masa, filsafat melahirkan konfigurasi yang menunjukkan Aupohon ilmu pengetahuanAy telah tumbuh mekar bercabang subur. Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru. Bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi, seperti spesialisasi-spesialisasi. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan suatu sistem yang saling menjalin dan taat asas . Sebagai cabang ilmu filsafat, epistemologi pada hakikatnya merupakan suatu kajian Filosofis yang bermaksud mengkaji masalah umum secara menyeluruh dan mendasar untuk menemukan ciri-ciri umum dan hakiki dari pengetahuan manusia. Membahas Bagaimana pengetahuan itu pada dasarnya diperoleh dan dapat diuji kebenarannya? manakah ruang lingkup dan batasan-batasan kemampuan manusia untuk mengetahui?, serta membahas pengandaian-pengandaian dan syarat-syarat logis yang mendasari adanya pengetahuan dan memberi pertanggung jawaban secara rasional terhadap klaim kebenaran dan Sehingga epistemologi merupakan disiplin ilmu yang Evaluative, yaitu menilai apakah teori yang digunakan dapat dipertanggung jawabkan secara nalar atau tidak. Normative, yaitu menentukan tolok ukur kebenaran atau norma dalam bernalar. Kritis, yaitu menguji penalaran cara dan hasil dari pelbagai akal . manusia untuk dapat ditarik kesimpulan. Adapun cara kerja metode pendekatan epistemologi adalah dengan cara bagaimana objek kajian itu didekati atau dipelajari. Cirinya adalah Nurhayati. Ahmad Syukri. Badarussyamsi - Peranan Filsafat Ilmu . dengan adanya berbagai macam pertanyaan yang diajukan secara umum dan mendasar dan upaya menjawab pertanyaan yang diberikan dengan mengusik pandangan dan pendapat umum yang sudah mapan. Dengan tujuan agar manusia bisa lebih bertanggung jawab terhadap jawaban dan pandangan atau pendapatnya dan tidak menerima begitu saja pandangan dan pendapat secara umum yang diberikan. Berdasarkan cara kerja atau metode yang digunakan, maka episA temologi dibagi menjadi beberapa macam. Berdasarkan titik tolak pendekatannya secara umum, epistemologi dibagi menjadi 3, yaitu: Epistemologi metafisis Epistemologi metafisis adalah pemikiran atau pengandaian yang berasal dari paham tertentu dari suatu kenyataan lalu berA usaha bagaimana cara mengetahui kenyataan itu. Kelemahan dari pendekatan ini adalah hanya menyibukkan diri dalam mendapatkan uraian dari masalah yang dihadapi tanpa adanya pertanyaan dan tindakan untuk menguji kebenarannya. Epistemologi skeptis Epistemologi skeptis lebih menekankan pada pembuktian terlebih dahulu dari apa yang kita ketahui sampai tidak adanya keraguan lagi sebelum menerimanya sebagai pengetahuan. Kelemahan dari pendekatan ini adalah sulitnya mencari jalan keluar atau keputusan. Epistemologi kritis Pada Epistemologi ini tidak memperioritaskan Epistemologi manapun, hanya saja mencoba menanggapi permasalahan secara kritis dari asumsi, prosedur dan pemikiran, baik pemikiran secara akal maupun pemikiran secara ilmiah, dengan tujuan untuk meAnemukan alasan yang rasional untuk memutuskan apakah permasalahan itu bisa diterima atau ditolak. Ilmu pada dasarnya merupakan kumpulan pengetahuan atau sistem yang bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian tindakan untuk menguasai gejala tersebut berdasarkkan penjelasan yang ada dengan metode tertentu. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Hubungan Filsafat Ilmu dengan Ilmu lainnya Karena obyek filsafat sangat umum . eluruh kenyataa. , sedangkan ilmu membutuhkan obyek material yang khusus, mengakibatkan berpisahnya ilmu dari filsafat . amun tidak berarti hubungannya putu. Ciri-ciri yang dimilki oleh setiap ilmu, menimbulkan batas-batas yang tegas antar masing-masing ilmu. Disinilah filsafat bertugas: Berusaha menyatu padankan masing-masing ilmu Mengatasi spesialisasi Merumuskan pandangan yang didasarkan atas pengalaman Mengatur hasil-hasil berbagai ilmu khusus ke dalam sesuatu pandangan hidup dan pandangan dunia yang tersatupadukan . , komperhensif, dan konsisten. (Komprehensif: tidak ada satu bidang yang berada di luar jangkuan filsafat, konsisten: uraian kefilsafatan tidak menyusun pendapat-pendapat yang saling berkontradiksi. llmu berasal dari bahasa Arab: Aoalima, yaAolamu,Aoilman, dengan wazan faAoila, yafAoalu, yang berarti: mengerti, memahami benar-benar, seperti ungkapan: AuAsmuAoi telah memahami pelajaran filsafatAy. 7 Dalam bahasa Inggris disebut Science. dari bahasa Latin Scientia . scire (Mengetahu. Sinonim yang paling dekat dengan bahasa Yunani adalah episteme. 8 Maka pengertian ilmu yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang . Multadhi Kartanegara mengatakan bahwa ilmu adalah any organized Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang Ahmad Warson Munawir. Kamus Arab Indonesia. Yogyakarta: Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak Yogyakarta, 1984. Jujun S. Suriasumantri. filsafat Ilmu. sebuah pengantar Populer: Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1998. Wihadi Admojo, et. Kamus Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka. Nurhayati. Ahmad Syukri. Badarussyamsi - Peranan Filsafat Ilmu . fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang nonfisik, seperti metafisika. Berdasarkan beberapa pemaparan mengenai arti dari Ilmu maka Filsafat ilmu secara kritis menganalisis konsep-konsep dasar dan memeriksa asumsi-asumsi dari ilmu-ilmu untuk memperoleh arti validitasnya, sehingga hasil yang dicapai mempunyai landasan yang Meskipun secara historis antara ilmu dan filsafat pernah merupakan suatu kesatuan, namun dalam perkembangannya mengalami divergensi, dimana dominasi ilmu lebih kuat mempengaruhi pemikiran manusia, kondisi ini mendorong pada upaya untuk memposisikan ke duanya secara tepat sesuai dengan batas wilayahnya masing-masing, bukan untuk mengisolasinya melainkan untuk lebih jernih melihat hubungan keduanya dalam konteks lebih memahami khazanah intelektuan manusia Adapun persamaan . ebih tepatnya persesuaia. antara ilmu dan filsafat adalah bahwa keduanya menggunakan berfikir reflektif dalam upaya menghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan, terhadap hal-hal tersebut baik filsafat maupun ilmu bersikap kritis, berfikiran terbuka serta sangat konsern pada kebenaran, disamping perhatiannya pada pengetahuan yang terorganisisr dan sistematis. Sementara itu perbedaan filsafat dengan ilmu lebih berkaitan dengan titik tekan, dimana ilmu mengkaji bidang yang terbatas, ilmu lebih bersifat analitis dan deskriptif dalam pendekatannya, ilmu menggunakan observasi, eksperimen dan klasifikasi data pengalaman indra serta berupaya untuk menemukan hukum-hukum atas gejalagejala tersebut, sedangkan filsafat berupaya mengkaji pengalaman secara menyeluruh sehingga lebih bersifat inklusif dan mencakup halhal umum dalam berbagai bidang pengalaman manusia, filsafat lebih bersifat sintetis dan sinoptis dan kalaupun analitis maka analisanya memasuki dimensi kehidupan secara menyeluruh dan utuh, filsafat lebih tertarik pada pertanyaan kenapa dan bagaimana dalam mempertanyakan masalah hubungan antara fakta khusus dengan skema masalah yang Mulyadhi Kartanegara. Pengantar Epistemologi Islam. (Bandung. Mizan. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 lebih luas, filsafat juga mengkaji hubungan antara temuan-temuan ilmu dengan klaim agama, moral serta seni. Dengan memperhatikan ungkapan di atas nampak bahwa filsafat mempunyai batasan yang lebih luas dan menyeluruh ketimbang ilmu, ini berarti bahwa apa yang sudah tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat berupaya mencari jawabannya, bahkan ilmu itu sendiri bisa dipertanyakan atau dijadikan objek kajian filsafat (Filsafat Ilm. , namun demikian filsafat dan ilmu mempunyai kesamaan dalam menghadapi objek kajiannya yakni berfikir reflektif dan sistematis, meski dengan titik tekan pendekatan yang berbeda. Hubungan filsafat dengan ilmu pengetahuan dapat dirumuskan sebagai berikut: Filsafat mempunyai objek yang lebih luas, sifatnya universal, sedangkan ilmu-ilmu pengetahuan objeknya terbatas, khusus lapangannya saja. Filsafat hendak memberikan pengetahuan, insight/pemahaman lebih dalam dengan menunjukan sebab-sebab yang terakhir, sedangkan ilmu pengetahuan juga menunjukkan sebab-sebab tetapi yang tak begitu mendalam. Perananan Filsafat Ilmu untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan menunjukkan sketsa umum . ambaran secara garis besa. mengenai perkembangan ilmu pengetahuan yang pada gilirannya meA lahirkan suatu cabang filsafat ilmu, kiranya menjadi jelas bahwa filsafat ilmu bukanlah sekedar metode atau tata-cara penulisan karya ilmiah atau pun penelitian. Filsafat ilmu adalah refleksi filsafati yang tidak pernah mengenal titik henti dalam menjelajahi kawasan ilmiah untuk mencapai kebenaran atau kenyataan, sesuatu yang memang tidak pernah akan habis difikirkan dan tidak pernah akan selesai diterangkan. Filsafat . diharapkan dapat berdiri di tengah-tengah ilmuilmu pengetahuan. Secara historis filsafat merupakan induk ilmu, dalam perkembangannya ilmu makin terspesifikasi dan mandiri, namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat menjadi tumpuan untuk menjawabnya. Filsafat memberi penjelasan atau jawaban substansial dan radikal atas masalah Nurhayati. Ahmad Syukri. Badarussyamsi - Peranan Filsafat Ilmu . Sementara ilmu terus mengembangakan dirinya dalam batasbatas wilayahnya, dengan tetap dikritisi secara radikal. Proses atau interaksi tersebut pada dasarnya merupakan bidang kajian Filsafat Ilmu, oleh karena itu filsafat ilmu dapat dipandang sebagai upaya menjembatani jurang pemisah antara filsafat dengan ilmu, sehingga ilmu tidak menganggap rendah pada filsafat, dan filsafat tidak memandang ilmu sebagai suatu pemahaman atas alam secara dangkal. Timbulnya filsafat karena manusia merasa kagum dan merasa Pada tahap awalnya kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut, karena persoalan manusia makin kompleks, maka tidak semuanya dapat dijawab oleh filsafat secara memuaskan. Menurut Koento Wibisono dkk dengan melakukan refleksi yaitu berpikir tentang pikirannya sendiri. Dengan demikian, tidak semua persoalan itu harus persoalan filsafat. Secara historis filsafat merupakan induk ilmu, dalam perkemA bangannya ilmu makin terspesifikasi dan mandiri, namun mengingat banyaknya masalah kehidupan yang tidak bisa dijawab oleh ilmu, maka filsafat menjadi tumpuan untuk menjawabnya. Filsafat memberi penjelasan atau jawaban substansial dan radikal atas masalah tersebut. Sementara ilmu terus mengembangakan dirinya dalam batas-batas wilayahnya, dengan tetap dikritisi secara radikal. Proses atau interaksi tersebut pada dasarnya merupakan bidang kajian Filsafat Ilmu, oleh karena itu filsafat ilmu dapat dipandang sebagai upaya menjembatani jurang pemisah antara filsafat dengan ilmu, sehingga ilmu tidak menganggap rendah pada filsafat, dan filsafat tidak memandang ilmu sebagai suatu pemahaman atas alam secara dangkal. Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan kajian filosofis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan ilmu, dengan kata lain filsafat ilmu merupakan upaya pengkajian dan pendalaman mengenai ilmu . lmu pengetahuan/sain. , baik itu ciri substansinya, memperolehnya, atauA pun manfaat ilmu bagi kehidupan manusia. Pengkajian tersebut tidak terlepas dari acuan pokok filsafat yang tercakup dalam bidang ontologi, epistemologi, dan axiologi dengan berbagai pengembangan dan pendalaman yang dilakukan oleh para ahli. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Di sini bukan berarti filsafat ilmu menjadi semacam puncak ekstasi rasional ilmu-ilmu, mahkota ilmu-ilmu, atau ratu ilmu-ilmu. status simbolis yang boleh diagungkan, meski tak punya tangan untuk Filsafat ilmu . yang dimaksud di sini adalah memiliki fungsi reflektif dan pragmatis, yaitu menempatkan klaim-klaim analitis ilmu-ilmu. Penutup Dari pemaparan di atas, dapat diketahui betapa pentingnya keA dudukan filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu mampu berperan sebagai mitra dialog yang kritis, penegas nilai moral-aksiologis, dan masih banyak lagi bagi perkembangan ilmu Dewasa ini filsafat ilmu diberikan secara sporadic pada setiap jenjang pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Akan tetapi, materi filsafat ilmu yang diberikan terlalu menekankan aspek penalarannya dan kurang memperhatikan aspek moral keilmuannya. Cara penyampaian yang sukar dan kurang memperhatikan aspirasi atau cara berfikir peserta didik menjadikan filsafat ilmu sebagai objek yang kurang menarik. Sebagai dasar bagi proses pendidikan yang menghasilkan manusia -yang disamping cerdas dan terampil juga bermoral luhur, maka disarankan agar diberikan filsafat ilmu pada semua tingkatan pendidikan dengan tujuan/metode instruksional yang memperhatikan berbagai faktor. Memasukkan mata kuliah filsafat ilmu . engan berbagai perbaikan di dalamny. kedalam kurikulum pendidikan adalah amat tepat, dalam rangka peningkatan mutu akademik, sebab filsafat ilmu berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan paradigm Aomanusia Indonesia seutuhnyaAo yang dalam penalarannya diharapkan mampu melakukan terobosan ke kawasan yang paling mendasar untuk memahami hakikat ilmu sampai pada batas yang ultimate. Nurhayati. Ahmad Syukri. Badarussyamsi - Peranan Filsafat Ilmu . Daftar Pustaka