Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies Volume 1. Nomor 1. April . Hal: 58-78 http://jebmes. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama Steven Tan Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jl. Menteng Raya No. Kb. Sirih. Kec. Menteng. Kota Jakarta Pusat. Jakarta. Indonesia tan1710@gmail. Ningky Sasanti Munir* Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jl. Menteng Raya No. Kb. Sirih. Kec. Menteng. Kota Jakarta Pusat. Jakarta. Indonesia nky@ppm-manajemen. *Corresponding Author Diterima: 12-04-2021 Disetujui: 11-04-2021 Dipublikasi: 30-04-2021 ABSTRAK Kenaikan jumlah transaksi non-tunai akibat bergesernya cara pembayaran masyarakat menjadi non-tunai mulai melonjak pesat pada akhir tahun 2018, namun jumlah pembayaran EDC tidak kunjung meningkat. Perancangan model bisnis & pengembangan bisnis PT Anagile Kharisma Utama ditujukan untuk mengambil kesempatan atas fenomena yang ada dengan menempatkan POS (Point of Sale. dan PG (Payment Gatewa. dalam satu device yaitu EDC Android. Perancangan model bisnis & pengembangan bisnis dianalisis dengan pendekatan Business Model Canvas. Hasil dari analisis adalah sembilan elemen pada model bisnis yaitu customer segments, channels, customer relationships, value propositions, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure. Kata Kunci: Non-Tunai. POS. PG. EDC Android. BMC (ST) ABSTRACT The increase in the number of cashless transactions due to the shift in the way of public payments to cashless began to surge rapidly at the end of 2018, but the amount of EDC payments did not increase. The business model design & business development of PT Anagile Kharisma Utama is intended to take the opportunity of the phenomenon by placing POS (Point of Sale. and PG (Payment Gatewa. in one device, namely EDC Android. Business model design & business development are analyzed using the Business Model Canvas approach. The results of the analysis are nine elements in the business model, which are customer segments, channels, customer relationships, value propositions, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost Keywords: Cashless. POS. PG. EDC Android. BMC (ST) Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama PENDAHULUAN Berdasarkan dari Bank Indonesia (BI) pada Gambar 1 transaksi uang elektronik tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir. Sepanjang 2018, volume transaksi sebanyak 2,92 miliar transaksi atau tumbuh 600 kali dibandingkan tahun 2009. Pertumbuhan nilai transaksi juga melesat. Sepanjang 2018, nilai transaksi Rp. 47,19 triliun atau tumbuh 90,9 kali dari tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp. 519 miliar. Baik volume dan nilai transaksi tahun ini akan lebih tinggi dibanding 2018. Hal ini terlihat dari fenomena berikut, hingga Juli 2019, nilai transaksi sebesar Rp 69,04 triliun dengan volume transaksi mencapai 2,73 miliar. (Databoks, 2. Transaksi pembayaran digital di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh. BI memperkirakan, transaksi melalui uang elektronik mencapai US$ 25 miliar pada tahun 2023. Sementara Morgan Stanley . meramal transaksi pembayaran digital di Indonesia berpotensi mencapai US$ 50 miliar pada 2027, terutama ditopang fintech pembayaran. Gambar 1. Volume dan Nilai Transaksi Non-tunai Sumber (Databoks, 2. Kenaikan transaksi non-tunai ini menyebabkan pesatnya perkembangan beberapa perusahaan FinTech (Financial Technolog. diantaranya seperti Go-Pay. OVO. Dana, dan LinkAja. Transaksitransaksi dari perusahaan-perusahaan FinTech ini termasuk kedalam transaksi non-perbankan. Sedangkan yang dinamakan transaksi non-tunai juga mengandung transaksi perbankan di dalamnya. Jenis transaksi perbankan memiliki beberapa channel transaksi, diantaranya dapat dilihat pada Gambar 2. Dari tahun 2012 hingga akhir 2018 terjadi penurunan yang signifikan di sektor transaksi ATM/Debit menjadi 37%, kenaikan signifikan terjadi pada sektor mobile banking menjadi 41%, sektor internet banking terlihat stabil di angka 18%, penurunan terjadi di sektor branch menjadi 4%, dan transaksi EDC (Electronic Data Captur. terbilang stabil di angka 5%. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 Gambar 2. Transaksi Perbankan Sumber: (Databoks, 2. Dari Gambar 2 tersebut juga dapat dilihat bahwa penggunaan EDC untuk transaksi perbankan adalah senilai 5%, nilai ini masih tidak menunjukkan kenaikan meskipun transaksi non-tunai melonjak sebesar 209,8%. Hal ini bisa disebabkan karena transaksi yang terjadi bukanlah transaksi perbankan, melainkan transaksi non-tunai yang terjadi pada perusahaan-perusahaan FinTech. Namun untuk para konsumen yang menggunakan perbankan sebagai alat pembayaran, masih belum tersedia platform yang mampu mengimbangi budaya yang mulai bergeser ke arah non-tunai platform yang paling tepat untuk para pengguna non-tunai perbankan maupun non-tunai FinTech adalah alat EDC, yang dapat mencakup kebutuhan untuk pembayaran menggunakan kartu perbankan dan produk FinTech QR Code E-wallet (Quick Response E-Walle. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan konsumen yang sudah non-tunai dan penyediaan EDC di Indonesia. Berdasarkan Gambar 1 dan Gambar 2 terkait kesenjangan antara kebutuhan konsumen yang non-tunai dan penyediaan EDC di Indonesia, sektor ekonomi kreatif menarik untuk dibahas dikarenakan kesenjangan kebutuhan transaksi yang ada terjadi nyata pada sektor ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif (Ekra. merupakan salah satu sektor yang memberikan nilai tambah kepada produk melalui daya pikir dan kreativitas manusia. Ekraf diharapkan untuk menjadi kekuatan baru dan katalisator untuk ekonomi Indonesia. Salah satu aspek penting dalam sektor Ekraf adalah ketersediaan data dan informasi statistik untuk pengambilan keputusan dan kebijakan, baik bagi pelaku Ekonomi kreatif maupun pemerintah. (BEKRAF, 2. Oleh karena itu, berdasarkan Gambar 2 terkait kesenjangan antara kebutuhan konsumen yang non-tunai dan penyediaan EDC di Indonesia, sektor ekonomi kreatif menarik untuk dibahas dikarenakan kesenjangan kebutuhan transaksi yang ada terjadi nyata pada sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data hasil kolaborasi antara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2019, didapatkan bahwa sebaran pelaku ekonomi kreatif di Indonesia adalah Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama seperti pada Tabel 1 merupakan data yang diambil dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. (BEKRAF, 2. Tabel 1. Sebaran Pelaku Ekonomi Kreatif di Indonesia No. Keterangan Persentase Jumlah Kuliner 70,98% Lainnya 29,02% Total 100,00% 151 *) *) kecuali Provinsi Sulawesi Barat. Sumber : (BEKRAF, 2. Sebaran pelaku ekonomi kreatif di Indonesia pada Tabel 1 memperlihatkan bahwa peluang untuk masuk ke pasar pelaku ekonomi kreatif sangatlah besar, dengan total pelaku sebesar lebih dari delapan juta. Meningkatnya jumlah pengguna non-tunai di Indonesia belum banyak digarap oleh para pemilik bisnis EDC, meninggalkan peluang yang sangat besar untuk bisnis EDC bertumbuh dengan pesat dalam sektor ekonomi kreatif, mengingat penggunaan EDC dapat memberikan data dan informasi statistik untuk keperluan pengembangan sektor ekonomi kreatif. EDC ditemukan dengan tujuan untuk mengambil data yang masuk dari pengguna, dan pertukaran data di sistem. EDC memungkinkan data untuk diolah secara otomatis dan dijabarkan dalam layar komputer. (Simpson & Us, 2. Lahirnya EDC berbasis Android pada akhir tahun 2018, diharapkan dapat mendongkrak nilai transaksi non-tunai. Karena selain memiliki kemampuan untuk menjadi payment gateway. EDC berbasis Android ini juga memiliki kemampuan untuk menjadi mesin POS (Point of Sale. , dan memungkinkan untuk di inject beberapa jenis aplikasi yang dapat menunjang baik secara sistem bisnis maupun sistem pembayaran. (Sepianto & Hartawan, 2. Kemampuan EDC Android yang bisa memiliki sistem POS dan multi payment dalam satu alat ini masih minim diketahui oleh masyarakat. Awareness yang belum tinggi juga merupakan salah satu celah dimana pasar yang ada masih merupakan blue-ocean. (Sepianto & Hartawan, 2. Mengetahui bahwa dengan penggunaan EDC Android untuk transaksi dapat memberikan banyak manfaat bagi pelaku bisnis dan juga pelanggan, namun masih kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat yang diberikan tersebut, maka pada bulan September tahun 2019. PT Anagile Kharisma Utama hadir di Indonesia sebagai penyedia Solusi Aplikasi untuk EDC Android dan juga penyedia Hardware EDC Android dengan nama Agile Solution. Karena kondisi yang masih baru, baik dari segi perusahaan maupun produk, maka pasar tidak memiliki sepak terjang, sehingga tidak bisa diperkirakan ke depannya pasar akan menjadi seperti apa, begitu pula dengan kondisi masa depan bisnis perusahaan yang masih minim dari segi data maupun record mengenai produk. Kondisi ini memberikan kesempatan untuk melakukan Pengembangan Bisnis pada PT Anagile Kharisma Utama, khususnya untuk mendapatkan target segmen pada ekonomi kreatif di Pulau Jawa dan Bali, karena P. Jawa memiliki lebih dari 50% ekonomi kreatif di Indonesia (BEKRAF, 2. dan Bali merupakan tempat masuknya wisata asing terbesar di Indonesia sebanyak 4. 334 wisatawan pada periode Januari Ae September 2019 (Statistik, 2. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 Startup Dalam bukunya yang berjudul AuThe Lean StartupAy, (Ries, 2. AuA startup is a human institution designed to create a new product or service under conditions of extreme uncertaintyAy. Startup adalah sebuah institusi yang dirancang untuk menciptakan produk atau jasa didalam kondisi yang tidak menentu. Kalimat diatas sama sekali tidak membahas mengenai besaran perusahaan, industri dimana perusahaan berkecimpung, ataupun sektor ekonomi perusahaan. Dalam bukunya yang berjudul AuZero to OneAy, (Thiel, 2. menuliskan AuPositively defined, a startup is the largest group of people you can convince of a plan to build a different future. Ay yang mengartikan bahwa startup adalah sekumpulan orang yang mampu diyakinkan untuk membangun masa depan yang berbeda. Lingkungan Eksternal PESTEL merupakan akronim dari Political. Economic. Social. Technological. Environmental, dan Legal. Menurut (David & David, 2. PESTEL merupakan sebuah alat yang membantu sebuah perusahaan untuk mengetahui hal-hal besar yang terjadi. Analisis PESTEL merupakan elemen analisis eksternal ketika melakukan riset pasar dan memberikan sebuah gambaran aspek perbedaan lingkunganmakro yang perusahaan harus pertimbangkan. Aspek-aspek tersebut adalah: Politik adalah terdiri dari peraturan mengenai kepegawaian, aturan lingkungan, ketentuan pajak, dan stabilitas politik. Pengaruh ekonomi berdampak pada daya beli pelanggan potensial dan biaya modal perusahaan. Sosial, terdiri dari demografi dan aspek budaya dari lingkungan makro. Teknologi, yang mana faktor ini dapat menurunkan hambatan untuk memasuki pasar, mengurangi tingkat minimum produksi yang efisien, dan mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing. Lingkungan, faktor ini terdiri dari perubahan cuaca dan iklim serta faktor geografis. Legal berhubungan dengan aturan atau hukum lingkungan sekitar perusahaan beroperasi. Menurut (Porter, 1. , bahwa PorterAos Five Forces merupakan alat yang bermanfaat secara sistematis dalam menganalisis tekanan dalam persaingan. Ada lima aspek yang dapat menimbulkan tekanan dalam perusahaan, yaitu: Bargaining Power of Supplier, kekuatan dari pemasok yang dapat mengatur harga tau proses bisnis dari suatu perusahaan. Bargaining Power of Buyer, kekuatan dari pembeli yang bisa mengatur harga dari barangbarang yang dijual oleh perusahaan. Threat of New Entrance, pesaing menjadi ancaman bagi sebuah perusahaan. Threat of Substitute Products, barang pengganti termasuk menjadi ancaman bagi perusahaan. Competitive Rivalry, pesaing yang memiliki jenis produk sama adalah ancaman yang bisa mengganggu kerja dari perusahaan. Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama Model Bisnis Model bisnis menjelaskan bagaimana sebuah organisasi atau perusahaan membuat, menyampaikan, dan menangkap value. Model bisnis dapat dituangkan kedalam sembilan kolom yang akan membantu dalam menganalogikan bagaimana sebuah perusahaan mendapatkan uang. Kesembilan kolom ini akan menjelaskan empat area besar dalam sebuah bisnis, yaitu customers, penawaran, infrastruktur, dan keuangan. Model bisnis juga dapat dikatakan sebagai sekma untuk implementasi strategi melalui struktur organisasi, proses, dan sistem. (Osterwalder & Pigneur, 2. Kesembilan kolom tersebut mencakup Customer Segments. Value Propositions. Channels. Customer Relationsips. Revenue Streams. Key Resources. Key Activities. Key Partnerships, dan Cost Structures. Masing-masing kolom memiliki tempat spesifik dengan nama Business Model Canvas. (Osterwalder & Pigneur, 2. Kerangka Analisis Kerangka analisis pada penelitian ini dimulai dengan Value Propositions dan diakhiri dengan terbentuknya Business Model Canvas sebagai bentuk dari pengembangan bisnis. Kerangka analisis dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Kerangka Analisis Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis METODE RISET Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini disebut deskriptif karena berisi gambaran mengenai perusahaan dan pengembangan bisnis yang ditinjau dari aspek-aspek Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 model bisnis PT Anagile Kharisma Utama sehingga dapat membuat rancangan rekomendasi model bisnis dan rencana pengembangan bisnis untuk Agile Solution. Penelitian dilakukan secara kualitatif, dimana yang diteliti adalah model bisnis dan pengembangan bisnis dari PT Anagile Kharisma Utama. Data dikumpulkan dari data primer pada PT Anagile Kharisma Utama dengan Direktur Utama dan Komisaris sebagai narasumber. Data primer dikumpulkan dengan tujuan untuk mengetahui model bisnis saat ini, yang kemudian akan dianalisis untuk mendapatkan model bisnis rekomendasi dan rencana pengembangan bisnis. Metode Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara untuk mengetahui kondisi internal dan juga melakukan riset untuk mengetahui kondisi lingkungan eksternal. Pedoman wawancara terbagi menjadi dua bagian, yaitu analisis data kualitatif dan pertanyaan wawancara. Analisis data kualitatif dimaksudkan untuk menjadi panduan dalam penelitian tentang bagaimana cara mereduksi data dari bentuk jawaban atas pertanyaan, menjadi data-data yang dapat digunakan untuk analisis yang dilakukan dalam penelitian. Pertanyaan wawancara dimaksudkan agar dalam pengambilan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian terdapat panduan untuk narasumber berupa pertanyaan-pertanyaan yang mengarah kepada teori sesuai kebutuhan analisis. Untuk menganalisis data kualitatif, dilakukan tiga tahap, yaitu reduksi data, tampilan data, dan konklusi data. Reduksi data dilakukan dengan membagi pertanyaan wawancara berdasarkan kategorikategori yang ada dari konsep Business Model Canvas (BMC) dan SWOT Analysis untuk BMC, sehingga data hasil wawancara bersinergi dengan teori yang digunakan. Setelah melakukan reduksi data, kemudian data akan ditampilkan dalam bentuk tabel yang akan menjelaskan kategori, pertanyaan, jawaban, dan konklusi data. Konklusi terhadap data akan dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap reduksi data, sehingga data yang didapatkan bisa digunakan untuk melakukan analisis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Customer Segments SWOT pada elemen customer segments disampaikan pada Tabel 2. Tabel 2. SWOT pada Elemen Customer Segments Strengths Weakness Segmentasi customer dapat terlihat jelas Secara berkala mampu mendapatkan customer baru Opportunities Threats Pasar sedang bertumbuh Kompetitor dapat Segmen dapat dipersempit mengambil market share Setiap pemain memiliki keunggulan masing-masing Pendatang baru akan Volume pembeli ada lebih dari 8 juta, yang tersebar di seluruh bermunculan dengan cepat Indonesia . juta di P. Jaw. Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Untuk memanfaatkan peluang, ancaman, dan kekuatan dengan semaksimal mungkin, perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap segmentasi dan target. Segmentasi dan target juga ditinjau Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama kembali agar semua segmen-segmen yang ada dapat terlihat dengan jelas, dan jika direkomendasikan untuk masuk ke segmen tersebut, maka segmen tersebut akan dimasukkan ke dalam BMC rekomendasi. Segmentasi dan target dirangkum dalam Tabel 3. Variabel Segmen B2B Industri Ukuran perusahaan Lokasi Status pengguna Kapabilitas customer Relasi Kriteria pembelian Ukuran pemesanan Loyalitas Tabel 3. Segmentasi & Target Segmentasi Demografis Berbagai industri Besar. Sumatera. Kalimantan. Jawa. Sulawesi. Bali. Maluku. Papua Variabel Operasional Berat. Butuh banyak servis. butuh sedikit servis Pendekatan saat Pembelian Relasi kuat. tidak ada relasi Kualitas. Faktor Situasional Besar. Karakteristik Personal Loyal. tidak loyal Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Target Ekonomi kreatif . etail & restora. Besar. Jawa. Bali Semua Semua Relasi kuat Semua Semua Semua Berdasarkan segmentasi dan target yang ada pada Tabel 3, dapat dikatakan bahwa pasar di Jakarta sedang bertumbuh, dan Agile Solution memiliki kekuatan untuk bersaing di pasar Jakarta, namun pasar ini akan segera jenuh dengan banyaknya kompetitor. Mempertimbangkan kecepatan munculnya kompetitor baru. Agile Solution harus mengembangkan sayap ke pasar yang lain. Dapat diasumsikan kompetitor pertama-tama akan berfokus ke pasar Jakarta karena Jakarta memiliki potensi paling tinggi sebagai Ibu Kota. Dalam hal ini. Agile Solution dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk dapat menyasar ke pasar yang ada di sekitar Jakarta, yaitu Jawa Barat dengan jumlah pasar ekonomi kreatif sebanyak 1,5 juta. Jawa Tengah dengan jumlah pasar ekonomi kreatif sebanyak 1,4 juta. Jawa Timur dengan jumlah pasar ekonomi kreatif sebanyak 1,5 juta, dan kemudian Agile Solution juga dapat menyasar ke pasar di Bali dengan jumlah pasar ekonomi kreatif sebanyak 200 ribu dan mempertimbangkan banyaknya turis yang akan melakukan pembayaran dengan non-tunai. Salah satu yg membuat kekuatan Agile Solution . ingkat perpindahan customer renda. adalah karena memiliki relasi yang kuat. Sehingga pada BMC direkomendasikan agar Agile Solution tetap berfokus dan mengutamakan pasar di mana pelaku-pelaku bisnis memilki relasi yang kuat dengan Agile Solution. Fokus ini membuat rekomendasi terhadap BMC menjadi Bank. BPR, dan Koperasi yang membawahi pemilik bisnis retail, restoran, dan retail kecil yang berdomisili di Pulau Jawa (Banten. Jakarta. JaBar. JaTeng. Jatim. Yogyakart. yang memiliki relasi yang kuat dengan PT Anagile Kharisma Utama. Channels SWOT pada elemen channels disampaikan pada Tabel 4. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 Tabel 4. SWOT pada Elemen Channels Strengths Weaknesses Waktu yang dikeluarkan tidak banyak . Channels masih jarang digunakan. Biaya yang dikeluarkan tidak banyak . hanya WA yang intens digunakan Value disampaikan sesuai dengan fungsi pada fase Channels kurang selaras dengan masing-masing . Customer Segments Customers dapat dengan mudah melihat / mencari channels Agile Solution Channels terintegrasi satu dengan yang lain Opportunities Threat Meningkatkan integrasi antar channels Channels yang ada bersifat teknologi Ae Bekerjasama dengan partner / distributor yang memiliki ada pasar yang belum terlalu paham channel yang mendukung Channel bisa lebih direct ke customers Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Peluang yang dimiliki oleh Agile Solution adalah dengan meningkatkan integrasi antar channels, bekerjasama dengan partner/distributor, dan channel yang lebih direct ke customers. Meningkatkan integrasi antar channels bisa dilakukan dengan menggunakan web yang sudah bisa hyperlink antar sosial media. Bekerja sama dengan partner/distributor yang memiliki channel yang mendukung dimaksudkan agar channes Agile Solution bisa semakin luas. Channel yang lebih direct ke customers dilakukan dengan door to door selling. Ancaman yang dihadapi oleh Agile Solution merupakan sifat channels yang semuanya menggunakan teknologi, dimana ada customer segments yang belum begitu paham mengenai teknologi. Kekuatan channel Agile Solution terletak pada efektivitas dan efisiensi channels yang dimiliki, channels menyampaikan value sesuai fungsinya masing-masing, juga channels yang dimiliki Agile Solution visibile . udah diliha. oleh customers, dan channels yang terintegrasi satu sama lain. Agile Solution harus memanfaatkan kekuatan ini untuk lebih maksimal dalam menggunakan channels yang Kelemahan channel Agile Solution adalah hanya menggunakan WhatsApp saja ketika melakukan customer reach, dan channels yang kurang selaras. Channels yang belum terintegrasi bisa diintegrasikan dengan menggunakan teknologi yang sudah bisa melakukan hyperlink antar sosial media. Dalam melakukan customer reach sebaiknya Agile Solution mulai menggunakan channels yang lain secara maksimal. Channel yang kurang selaras bisa diatasi dengan memasukkan channel yang sesuai dengan customer. Berdasarkan analisis SWOT. Agile Solution dapat memanfaatkan peluang untuk mengintegrasikan channels yang ada dengan memberikan semacam hyperlink pada setiap channels agar customers dapat dengan lebih mudah mengetahui atau melihat channel yang lain. Hal ini juga dilakukan agar apabila customers melihat channel yang sedang dibukanya tidak selaras, maka customer bisa langsung beralih ke channel yang lain yang mungkin selaras. Channel juga dapat ditambahkan ke media sosial yang lainnya seperti Instagram dan Facebook. Agile Solution memiliki channels yang mudah dicari/dilihat oleh customers, oleh karena itu Agile Solution disarankan untuk menggunakan setiap channels dengan maksimal karena tidak Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama memakan waktu & biaya yang signifikan, dan juga agar value bisa tersampaikan dengan baik. Agile Solution juga direkomendasikan untuk dapat bekerja sama dengan partner/distributor yang memiliki channels sebagai perpanjangan tangan channel Agile Solution, agar value dapat tersampaikan melalui banyak channel, dan customer bisa lebih melihat channel dengan jelas. Hal ini juga dipertimbangkan agar edukasi kepada pasar yang belum terlalu paham teknologi bisa dilakukan oleh partner / distributor. Partner/distributor yang dimaksud bisa berupa korporasi yang membawahi beberapa restoran atau retail Selling door to door juga direkomendasikan kepada Agile Solution dengan mengerahkan tenaga sales pada tiap-tiap daerah yang disasar untuk membuat channel menjadi selaras dan menjadi lebih Hal ini juga dilakukan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada customers yang belum terlalu menggunakan teknologi Instagram. Website. Youtube, dan WhatsApp. Agile Solution juga dapat membuka toko retail sebagai tempat untuk showroom agar channel lebih selaras dan direct kepada customers. Hal ini juga dilakukan mengingat semua channels saat ini adalah channels yang berbasis internet, rekomendasi ini bertujuan agar Agile Solution dapat menyasar pasar yang belum terlalu menggunakan teknologi. Agile Solution sudah direkomendasikan untuk memiliki channel komunikasi dan channel distribusi, namun berdasarkan teori channel dari Kotler & Keller, . , masih diperlukan channel dalam bentuk servis, sehingga Agile Solution direkomendasikan untuk memiliki Perusahaan Kurir sebagai pengantar barang yang juga berlaku sebagai distribusi. Bank sebagai channel servis saat terjadinya transaksi, dan perusahaan asuransi untuk menjadi penunjang dalam setiap kegiatan. Dengan adanya rekomendasi tersebut, maka Channels Agile Solution menjadi Website. Youtube. WhatsApp. Facebook. Instagram yang terintegrasi satu dengan lainnya. Jaringan (Partner / distributo. Door to door selling dengan Salesman. Toko retail / showroom. Perusahaan Kurir. Bank Ae transaksi, dan Asuransi. Customer Relationships SWOT pada elemen customer relationships disampaikan pada Tabel 5 Tabel 5. SWOT pada Elemen Customer Relationships Strengths Weakness Relasi yang kuat dengan customers Brand belum kuat Customer relationships selaras dengan customer segments Switching costs relatif tinggi Memiliki tim IT yang kompeten Opportunities Threat Meningkatkan / menambah cara follow-up customer Meningkatkan personalisasi MengOtomatisasi customer relationships Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Peluang yang dimiliki Agile Solution adalah meningkatkan / menambah cara follow-up customer, meningkatkan personalisasi, dan meng-Otomatisasi customer relationships. Meningkatkan / menambah cara follow-up customer bisa dilakukan dengan memberikan panduan penggunaan. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 Meningkatkan personalisasi bisa dilakukan dengan cara membuat form pendaftaran yang tersedia khusus untuk masing-masing pelaku bisnis. Otomatisasi customer relationships bisa dilakukan dengan memberikan chat bot kepada customers. Agile Solution memiliki kekuatan yang terletak pada kuatnya relasi dengan customers, keselarasan customer relationships dengan customer segments, switching cost yang relatif tinggi, dan memiliki tim IT yang kompeten. Keempat hal ini bisa dimanfaatkan Agile Solution untuk meraih peluang dengan memberikan form pendaftaran online, dan membuat chat bot. Agile Solution memiliki kelemahan yang terletak pada brand, brand Agile Solution tidak dapat dikatakan cukup kuat untuk menjadi pertimbangan dalam customer relationship. Kondisi ini dapat diatasi dengan memanfaatkan peluang yaitu meningkatkan personalisasi dan melakukan Otomatisasi. Berdasarkan Analisis SWOT yang ada. Agile Solution direkomendasikan untuk memberikan form pendaftaran merchant. Karena Agile Solution memiliki tim IT yang mumpuni, form pendaftaran merchant direkomendasikan agar diberikan secara sistem, dan proses olah data juga dilakukan oleh sistem, sehingga mampu memaksimalkan kesempatan yaitu meningkatkan personalisasi tiap pemilik bisnis, dan juga Otomatisasi. Tujuan dari memberlakukan form pendaftaran merchant adalah untuk customer acquiring, mengingat dimana pasar bisnis masih bertumbuh . , customer acquiring perlu dilakukan agar Agile Solution tetap menambah customer secara berkala, juga untuk mengantisipiasi kelemahan Agile Solution dimana brand yang belum kuat, agar customer memiliki ikatan terhadap Agile Solution. Agile Solution juga direkomendasikan untuk membuat chat bot untuk meningkatkan personalisasi dan Otomatisasi yang didukung oleh tim IT yang kuat. Chat bot bisa ditaruh pada website Agile Solution maupun di tempat yang lainnya. Kemudian Agile Solution juga direkomendasikan untuk menambah cara follow-up customer, salah satunya adalah dengan memberikan tutorial atau panduan cara penggunaan Agile Solution. Tutorial atau panduan ini tentunya ditujukan untuk menjaga customer . ustomer retentio. dan masuk ke dalam kategori self-service. Kemudian Dengan adanya rekomendasi ini, maka Customer Relationships Agile Solution menjadi 24/7 Customer Service. After-sales Maintenance. Form pendaftaran merchant secara sistem. Chat Bot, dan Tutorial / panduan penggunaan Agile Solution. Value Propositions SWOT pada elemen value propositions disampaikan pada Tabel 6 Tabel 6. SWOT pada Elemen Value Propositions Strengths Weakness Value propositions selaras dengan kebutuhan customers Produk dan servis tersinergi dengan baik Customers puas dengan value yang ditawarkan Opportunities Threat Penambahan value propositions Beberapa kompetitor memberikan Melakukan jobs untuk customers harga yang lebih murah Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama Peluang yang dimiliki oleh Agile Solution terletak pada value propositions yang masih bisa ditambahkan dan dapat melakukan atau menambahkan solusi untuk customers jobs. Kedua peluang ini akan diidentifikasi lebih mendalam pada customer profile dan value map. Ancaman yang dimiliki oleh Agile Solution adalah harga yang diberikan beberapa kompetitor lebih kompetitif. Hal ini disebabkan karena kompetitor tidak menawarkan device dalam bundling harga, namun ditawarkan terpisah. Kekuatan Agile Solution terletak pada produk dan servis yang tersinergi dengan baik, value propositions yang selaras dengan kebutuhan customers dan customers yang ada puas dengan value yang Kedua hal ini akan dianalisis lebih mendalam pada customer profile dan value map. Untuk memanfaatkan SWOT dengan semaksimal mungkin, perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap value propositions. Peninjauan kembali value propositions dilakukan dengan mengidentifikasi customer profile . ustomer jobs, customer pains, customer gain. dan value map . roducts & services, pain relievers, gain creator. Customer profile diidentifikasi dengan analisis customer jobs pada tabel 7, analisis customer pains pada tabel 8, dan analisis customer gains pada tabel 9. Tabel 7. Customer Jobs Customer Jobs Melakukan penjualan Mencatat penjualan Melakukan settlement akhir Manajemen stok Monitoring penjualan Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Tabel 8. Customer Pains Customer Pains Nilai pencatatan yang tidak sesuai Penjualan tidak tercatat karena lalai Kerugian finansial karena penjualan tidak di monitor Customer kecewa karena pesanan tidak sesuai Kehilangan customers apabila tidak dapat menerima semua pembayaran bank Data yang bocor akan membuat kepercayaan customer hilang Kehilangan data akan membuat pemilik bisnis melakukan input ulang Kesulitan dalam manajemen stok Kesulitan apabila pembayaran harus di kasir . idak bisa mobil. Waktu terbuang melakukan penyelesaian akhir Waktu terbuang membuat laporan penjualan Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Tabel 9. Customer Gains Customer Gains Menghemat waktu pencatatan Menghemat waktu dan biaya dalam manajemen stok Bisnis menjadi lebih terpercaya jika memiliki sistem & pembayaran yang lengkap Desain POS (UI/UX) yang bagus Monitoring penjualan dari rumah Material EDC Android yang bagus Mengetahui lokasi EDC Android Menyediakan PPOB untuk consumer yang membutuhkan Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 Value map diidentifikasi dengan analisis products & services pada tabel 10, analisis pain relievers pada tabel 11, dan analisis gain creators pada tabel 12. Tabel 10. Products & Services Products & Services Point of Sales (POS) - pencatatan penjualan untuk toko ritel, restoran, dan ritel kecil Pembayaran debit/kredit semua perbankan & QRIS nonperbankan POS & Pembayaran dalam 1 EDC Android Laporan penjualan Manajemen stok Monitoring penjualan secara mobile (Agile Manage. PPOB Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Tabel 11. Pain Relievers Pain Relievers POS & Pembayaran dalam 1 EDC Android, semua catatan penjualan & pembayaran tersimpan secara digital dalam 1 device . Semua transaksi otomatis tercatat dalam POS Transaksi di EDC Android bisa dimonitor melalui HP Pesanan yang tercatat di POS, bisa diteruskan ke dapur secara digital, dan terdapat history . rack recor. Menerima semua pembayaran perbankan & nonperbankan (QRIS) EDC Android bersertifikasi PCIDSS. Agile Solution menggunakan data center cloud yang sudah PCIDSS Data di sistem Agile Solution tersimpan secara cloud dan juga hardware, sehingga backup data tersimpan di 2 tempat Sistem dashboard . ntuk input semua produ. terkoneksi dengan POS, sehingga sisa stok dapat dilihat dengan jelas, dan juga dapat di monitor pada Agile Manager EDC Android terkoneksi dengan 4G & bisa digunakan secara mobile 10 Penyelesaian akhir dibantu oleh Agile Solution 11 Memberikan laporan penjualan secara otomatis melalui sistem Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Tabel 12. Gain Creators Gain Creators Semua transaksi otomatis tercatat dalam POS Stok barang tercantum dalam Dashboard. POS, dan Agile Manager Menerima semua pembayaran perbankan & nonperbankan (QRIS) Agile Manager bersifat mobile yang memungkinkan untuk monitoring secara live time dari manapun Agile Solution memiliki TMS yang dapat memantau lokasi EDC Android Agile Solution menyediakan layanan PPOB Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Berdasarkan analisis SWOT, customer profile, dan value map, rekomendasi diberikan kepada Agile Solution yaitu Agile Store Point of Sales (POS) - pencatatan penjualan untuk toko ritel, restoran, dan ritel kecil. Menerima pembayaran semua perbankan & nonperbankan (QRIS), satu device EDC Android mencakup POS, pembayaran, penyimpanan data ( clou. bisa digunakan secara mobile. sertifikasi PCIDSS. Memberikan laporan penjualan periodik di Agile Dashboard. Membantu dalam manajemen stok. Agile Manager - monitoring mobile, dan PPOB. Revenue Streams SWOT pada elemen revenue streams disampaikan pada Tabel 13. Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama Tabel 13. SWOT pada Elemen Revenue Streams Strengths Weaknesses Cara mendapatkan revenue mudah diprediksi Salah satu revenue (Sales of EDC. masih Memiliki revenue streams dengan tipe dan bertipe one-time purchase jenis yang berbeda-beda Untuk mendapatkan revenue, perlu Revenue berkelanjutan mengeluarkan cost terlebih dahulu Customer hanya perlu membayar apa yang mereka butuhkan Opportunities Threat Bisa mengubah one-time purchase menjadi Kompetitor memiliki pricing strategy yang recurring revenue (EDC jual jd sew. berbeda dan sepintas dapat membuat Agile Ada kemungkinan untuk melakukan crosolution terlihat mahal selling . enawarkan produk provider. menawarkan produk PPOB) Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Agile Solution juga memiliki peluang untuk mengubah one-time purchase menjadi recurring revenue & peluang untuk melakukan cross-selling. Ancaman bagi Agile Solution terletak pada pricing strategy yang dimiliki kompetitor, sebagian kompetitor memiliki pricing strategy yang membuat produk mereka terlihat murah, dan Agile Solution terlihat mahal. Agile Solution memiliki kekuatan dimana revenue mudah diprediksi, memiliki tiga revenue streams dengan tipe dan jenis yang berbeda, & customer hanya perlu membayar yang dibutuhkan. Kelemahan terletak pada salah satu revenue yang masih bertipe one-time purchase dan juga perlu mengeluarkan cost untuk mendapatkan revenue. Hal ini dapat mengancam margin Agile Solution apabila terpaksa menurunkan harga. Berdasarkan SWOT yang dimiliki oleh Agile Solution. Agile Solution direkomendasikan untuk mengubah secara perlahan salah satu revenue stream yang ada yaitu penjualan EDC dari one-time purchase menjadi recurring revenue dengan cara memberlakukan sistem sewa EDC kepada customers. Menyewakan EDC kepada customers termasuk ke dalam jenis revenue yaitu lending / renting / leasing karena memberikan hak kepada customers untuk menggunakan EDC dalam jangka waktu tertentu. Rekomendasi kedua untuk Agile Solution adalah dengan menambah sebuah revenue stream baru yaitu cross-selling. Cross-selling bisa dilakukan dengan melakukan kerjasama untuk dapat menjual produk dari partner, partner pertama yang direkomendasikan adalah provider internet, maka dapat melakukan cross-selling penjualan paket internet. Partner kedua yang direkomendasikan adalah penjual PPOB, dengan menjual PPOB Agile Solution memiliki revenue stream tambahan dengan melakukan cross-selling. Dari rekomendasi yang ada atas analisis BMC Saat Ini dan analisis SWOT, maka BMC rekomendasi untuk Agile Solution adalah Sales of EDCs. EDCs Renting Fee. Monthly Subscriptions. Transactions MDR, dan Cross-Selling (Internet packages & PPOB). Key Resources SWOT pada elemen key resources disampaikan pada Tabel 14. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 Tabel 14. SWOT pada Elemen Key Resources Strength Weaknesses Resources yang dimiliki mudah diprediksi Resources yang dimiliki mudah ditiru oleh Jumlah key resources belum memadai Opportunity Threat Programmer & sales sebagai resource bisa lebih murah Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Agile Solution memiliki peluang untuk membuat resource lebih murah. Agile Solution memiliki kekuatan di mana resources yang dimiliki mudah diprediksi. Kelemahan Agile Solution terletak di resources yang mudah ditiru oleh kompetitor dan juga jumlah key resources yang belum Dari SWOT yang dimiliki Agile Solution, ada dua hal yang direkomendasikan untuk Agile Solution. Dengan jumlah key resources yang belum memadai, dan bisa mencari programmer dan sales yang lebih murah, maka Agile Solution disarankan untuk memperbanyak programmer dan sales. Kemudian Agile Solution juga disarankan untuk menambah jumlah EDC. Oleh karena itu, key resources pada BMC rekomendasi untuk Agile Solution tidak berubah, yaitu Programmer Ae mencari yang lebih murah & memperbanyak. Sales Ae mencari yang lebih murah & memperbanyak. Sistem, dan EDC Ae dengan jumlah yang lebih banyak. Key Activities SWOT pada elemen key activities disampaikan pada Tabel 15. Tabel 15. SWOT pada Elemen Key Activities Strength Weaknesses App Development efisien Marketing belum efisien Key activities mudah ditiru Kualitas key activities belum terlalu baik karena sumber daya yang kurang Belum ada keseimbangan antara key activities yang dilakukan internal dan Opportunities Threat Key activities bisa diberikan standarisasi Kualitas key activities bisa menurun Efisiensi key activities bisa ditingkatkan New Normal, key activities bisa kembali Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Peluang yang dimiliki Agile Solution adalah key activities yang bisa distandarisasi, efisiensi key activities yang dapat ditingkatkan, dan key activities yang sudah dapat kembali berjalan dengan adanya new normal. Ancaman Agile Solution terletak pada kualitas key activities yang bisa menurun. Agile Solution memiliki kekuatan yang terletak pada app development yang efisien. Kelemahan Agile Solution terletak pada kurangnya efisiensi dari marketing, key activities yang mudah ditiru, kualitas yang belum terlalu baik, dan belum ada keseimbangan antara key activities yang dilakukan internal dan eksternal. Kurangnya efisiensi dan kualitas yang belum terlalu baik disebabkan oleh belum Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama ditetapkannya standar kepada sumber daya yang ada untuk melakukan key activities. Berdasarkan analisis SWOT yang ada pada Agile Solution, rekomendasi yang diberikan adalah dengan menetapkan standarisasi untuk key activities dengan memberikan SOP (Standar Operasional Prosedu. SOP diberikan dengan tujuan agar kualitas key activities bisa terjaga. Kemudian Agile Solution juga disarankan untuk menerapkan KPI & target, sehingga efisiensi bisa ditingkatkan, dan kualitas bisa tetap terjaga. Target penjualan & KPI ditetapkan pada aktivitas marketing sehingga penjualan memiliki target dan juga evaluasi. Sedangkan untuk aktivitas app development diperlukan KPI agar kualitas aplikasi tetap terjaga atau bahkan meningkat. Agile Solution juga direkomendasikan untuk menambah sumber daya untuk mendukung kualitas dari key activities. Sehingga key activities pada BMC rekomendasi menjadi Marketing yang berjalan sesuai SOP, dengan menerapkan KPI & Target penjualan untuk dicapai. App development yang berjalan sesuai dengan SOP dan KPI yang diterapkan untuk menjaga efisiensi dan kualitas, dan Pembelian EDC. Key Partner SWOT pada elemen key partnerships disampaikan pada Tabel 16. Tabel 16. SWOT pada Elemen Key Partners Strengths Weakness Agile bekerja dengan partner hanya ketika Memiliki hubungan yang baik dengan partners Opportunities Threats Melakukan cross-selling dengan partner Bisa kehilangan partner Partner memiliki channel yang menguntungkan Partner bisa berkolaborasi dengan Agile Partner membuat value Agile menjadi lebih baik Agile bergantung dengan partner tertentu Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Peluang untuk Agile Solution yaitu dapat melakukan cross-selling dengan partner, partner memiliki channel yang menguntungkan Agile Solution, dan partner membuat value Agile Solution menjadi lebih baik. Cross-selling yang dapat dilakukan Agile Solution dapat berupa menjual produk provider internet dan layanan PPOB. Partner yang menambah value Agile Solution adalah seperti BI, bank, pelaku QRIS. Ancaman untuk Agile Solution adalah bisa kehilangan partner, partner yang bisa berkolaborasi dengan kompetitor, dan Agile Solution bergantung kepada parnter tertentu. Ketergantungan Agile Solution adalah kepada bank, karena memiliki perjanjian eksklusivitas. Kekuatan Agile Solution terletak pada ketika Agile bekerja dengan partner, hanya pada saat dibutuhkan, dan juga Agile Solution memiliki hubungan yang baik dengan para partners. Dari analisis SWOT Agile Solution, diberikan rekomendasi untuk melakukan cross-selling dengan partner yang ada, seperti dengan EDC supplier, dengan bank, dengan SIM card provider, dan. Pelaku PPOB karena dengan melakukan cross-selling, para partner ini juga bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan Agile Solution. Rekomendasi selanjutnya adalah dengan mencari partner yang memiliki channel yang bisa menguntungkan Agile Solution, seperti perpanjangan tangan Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 . Berdasarkan rekomendasi tersebut, maka beberapa dari partners saat ini memiliki fungsi lebih dari satu, yang awalnya hanya sebagai aliansi stratejik atau buyer-supplier, menjadi memiliki fungsi tambahan untuk cross-selling dan juga perpanjangan channel. Agile Solution juga disarankan untuk memanfaatkan partners dengan sebaik-baiknya agar bisa memaksimalkan hubungan yang baik dan mempertahankan kualitas value. Maka dari itu. Key Partners rekomendasi menjadi EDC Supplier . upplier EDC & cross-sellin. SIM Card Provider . rovider & cross-sellin. Banks . ayment gateway & cross-sellin. FinTech. Server Provider. BI (Regulato. Marketeers . , dan Pelaku PPOB . ross-sellin. Cost Structure SWOT pada elemen cost structure disampaikan pada Tabel 17 Tabel 17. SWOT pada Elemen Cost Structure Strengths Weakness Costs Agile Solution mudah diprediksi Tidak memiliki economic of scale Costs yang digunakan mendukung model bisnis . ibutuhkan untuk keperluan key resources, key activities, dan customer Kegiatan operasional efisien Opportunity Threats Bisa ada cost yang unpredictable Ada cost yang mengeluarkan biaya lebih besar daripada pendapatan revenue . arna masih dalam tahap pengembanga. Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Ancaman yang ada untuk Agile Solution adalah cost yang mungkin akan unpredictable dan ada cost yang mengeluarkan biaya lebih besar daripada pendapatan revenue. Kedua kelemahan ini bisa terjadi karena Agile Solution masih termasuk ke dalam perusahaan start up. Kekuatan yang dimiliki oleh Agile Solution terletak pada cost yang mudah diprediksi, cost yang mendukung model bisnis, dan kegiatan operasional yang efisien. Kelemahan Agile Solution karena tidak memiliki economic of scale. Dari SWOT yang ada pada Agile Solution, rekomendasi diberikan pada bagian economic of scale, dimana Agile bisa melakukan economic of scale pada advertising, di mana melakukan advertising besar-besaran sehingga memperkecil biaya satuan. Kemudian Agile Solution disarankan untuk menyiapkan dana untuk cost yang tidak terduga di masa depan. Agile Solution juga disarankan untuk memanfaatkan efisiensi kegiatan operasional dengan sebaik mungkin agar bisa menekan pengeluaran biaya. Dari rekomendasi yang ada, maka Cost Structure untuk BMC rekomendasi menjadi Salaries. Advertising Ae economic of scale. Operational . uilding, transpor. Taxes, dan Maintenance. BMC. Dari hasil analisa terhadap kesembilan kolom model bisnis, maka model bisnis rekomendasi dapat dilihat pada Gambar 4. Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama Gambar 4. Rekomendasi Business Model Canvas PT Anagile Kharisma Utama Sumber: Hasil pengolahan oleh penulis Sasaran Pendapatan dan Biaya Pengembangan bisnis memiliki dua elemen penting dalam prosesnya, yang pertama adalah business model, dan yang kedua adalah business plan. Dalam business plan, tahap dasar atau yang terutama adalah penentuan arus kas. Rencana proyeksi keuangan PT Anagile Kharisma Utama dalam 24 bulan ke depan dibagi dalam bulanan. Rencana proyeksi pendapatan dan biaya di hitung dalam bentuk rencana arus kas PT Anagile Kharisma Utama Tahun 2020-2022. Rencana arus kas tersebut dimulai dari semester II tahun 2020 sampai dengan semester I tahun 2022. Rencana arus kas Agile Solution mencakup Penerimaan. Pengeluaran. Profit. Saldo Kas Awal, dan Saldo Kas Akhir. Penerimaan pada arus kas Agile Solution berupa penjualan dan modal disetor. Pengeluaran pada arus kas Agile Solution berupa gaji pimpinan, gaji staf admin dan umum, biaya pemeliharaan, biaya sewa EDC, biaya pemasaran, alat tulis kantor, listrik, air, telepon, internet, bonus, tunjangan, dan pajak. Pada awal semester II tahun 2020. Agile Solution diberikan setoran modal sebesar Rp. 000,00, dengan saldo kas akhir sebesar Rp. 250,00. Pada akhir semester II tahun 2020. Agile Solution diperkirakan memiliki saldo kas akhir sebesar Rp. 250,00. Pada akhir semester I tahun 2021. Agile Solution diperkirakan memiliki saldo kas akhir sebesar Rp. 000,00. Pada akhir semester II tahun 2021. Agile Solution diperkirakan memiliki saldo kas akhir sebesar Rp. 666,67. Pada akhir semester I tahun 2022. Agile Solution diperkirakan memiliki saldo kas akhir sebesar Rp. 333,33 Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah rekomendasi model bisnis dan pengembangan bisnis dari segi arus kas. Pada elemen customer segments. Agile Solution direkomendasikan memiliki Bank. BPR, dan Koperasi yang membawahi bisnis retail, restoran, & retail kecil yang berdomisili di Jakarta. Pulau Jawa, dan Bali yang memiliki relasi yang kuat dengan PT Anagile Kharisma Utama. Pada elemen channels. Agile Solution direkomendasikan memiliki Website. Youtube. WhatsApp. Facebook. Instagram yang terintegrasi satu dengan lainnya. Jaringan (Partner / distributo. Door to door selling dengan Salesman. Toko retail / showroom. Perusahaan Kurir. Bank Ae transaksi, dan Asuransi. Pada elemen customer relationships. Agile Solution direkomendasikan memiliki 24/7 Customer Service. After-sales Maintenance. Form pendaftaran merchant secara sistem, dan Tutorial / panduan penggunaan Agile Solution. Pada elemen value propositions. Agile Solution direkomendasikan memiliki Agile Store Point of Sales (POS) - pencatatan penjualan untuk toko ritel, restoran, dan ritel kecil. Menerima pembayaran semua perbankan & nonperbankan (QRIS), satu device EDC Android mencakup POS, pembayaran, penyimpanan data ( clou. bisa digunakan secara mobile. sertifikasi PCIDSS. Memberikan laporan penjualan periodik di Agile Dashboard. Membantu dalam manajemen stok. Agile Manager - monitoring mobile, dan PPOB. Pada elemen revenue streams. Agile Solution direkomendasikan memiliki Sales of EDCs. EDCs Renting Fee. Monthly Subscriptions. Transactions MDR , dan Cross-Selling (Internet packages & PPOB). Pada elemen key resources. Agile Solution direkomendasikan memiliki Programmer Ae mencari yang lebih murah. Sales Ae mencari yang lebih murah. Sistem, dan EDC Ae dengan jumlah yang lebih Pada elemen key activities. Agile Solution direkomendasikan memiliki Marketing yang berjalan sesuai SOP, dengan menerapkan KPI & Target penjualan untuk dicapai. App development yang berjalan sesuai dengan SOP dan KPI yang diterapkan untuk menjaga efisiensi dan kualitas, dan Pembelian EDC. Pada elemen key partnerships. Agile Solution direkomendasikan memiliki EDC Supplier . upplier EDC & cross-sellin. SIM Card Provider . rovider & cross-sellin. Banks . ayment gateway & cross-sellin. FinTech. Server Provider. BI (Regulato. Marketeers . , dan Pelaku PPOB . ross-sellin. Pada elemen cost structure. Agile Solution direkomendasikan memiliki Salaries. Advertising Ae economic of scale. Operational . uilding, transpor. Taxes, dan Maintenance. Pengembangan bisnis dilakukan dengan memperhatikan segala aspek yang ada dalam elemenelemen business model, yang kemudian perlu disandingkan dengan business plan agar tercapai satu kesatuan proses pengembangan bisnis. Pada business plan di pengembangan bisnis ditinjau dari segi arus kas. Agile Solution diproyeksikan untuk perlu memiliki modal sebesar Rp. 000,00 agar bisa menjalankan operasional bisnis yang menguntunkan, arus kas dibuat berdasarkan cost dan revenue yang didapat dari BMC Rekomendasi. Tan. & Munir. Pengembangan Bisnis PT Anagile Kharisma Utama Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian bisa dilakukan dengan membuat pengembangan bisnis dari aspek yang lebih spesifik. Juga penelitian bisa dilanjutkan dengan meneliti strategi dari masing-masing divisi. Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies. Vol. , 2021. Hal 58-78 DAFTAR PUSTAKA