Eirene Vol. 10 No. 1, 01-18 (Juni 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X CONGREGATION'S UNDERSTANDING OF THE HOLY COMMUNION PEMAHAMAN JEMAAT TENTANG PERJAMUAN KUDUS Diana Tereisya Suu1. Ricky Donald Montang2. Jean Anthoni3 Fakultas Teologi. Program Studi Teologi Universitas Kristen Papua Sorong Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong. Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong, *Email: rickymontang@ukip. Abstract:The aim of this research is to find out the Maranatha Malagubtuk congregation's understanding of holy communion and also its categorization which must be understood by the congregation, because the Sacrament is a promise and sign attached to them or a divinely appointed sign and a promise of forgiveness of sins. Through Holy Communion we will again be reminded of Christ's sacrifice for us. Therefore, in the Holy Supper what we must look at is not primarily the visible bread and wine, but Jesus Christ Himself as the invisible bread and wine. This is where our fellowship with Him is reaffirmed and so is our fellowship with other believers. Comfort, strength and healing do not come from bread and wine but from Christ Himself whom we receive by faith. From the results of research conducted at the Maranatha Malagubtuk congregation with a congregation population of 198 and the population required for the research was 30 people. The discovery of the main problem in the field is that there is still minimal understanding about holy communion, and there are also cultural values that hinder marriage for married couples in holy marriage, so the suggestions and solutions that researchers provide are the need for guidance to the congregation, and an explanation of the two Different values, namely, cultural values, in this case traditional and church customs, must be separated, this needs to be explained well in the form of socialization to the congregation. Key Words: Understanding. Congregation. Holy Communion Abstrak:Tujuam dari penelitianini adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat Maranatha Malagubtuk tentang perjamuan kudus dan juga kategisasi yang adalah bagi yang harus dimengerti oleh jemaat, karena Sakramen merupakan janji dan tanda yang dilampirkan kepada mereka atau tanda ilahi yang ditetapkan dan janji akan pengampunan dosa. Melalui Perjamuan Kudus maka kita kembali hendak diingatkan akan pengorbanan Kristus bagi kita. Karena itu di dalam Perjamuan Kudus yang harus kita pandang bukanlah terutama roti dan anggur yang kelihatan, melainkan Yesus Kristus sendiri sebagai roti dan anggur yang tidak kelihatan. Di sinilah persekutuan kita dengan- Nya diteguhkan kembali dan demikian pula persekutuan kita dengan orang-orang percaya lainnya. Penghiburan, kekuatan serta kesembuhan bukanlah datang dari roti dan anggur melainkan dari Kristus sendiri yang kita terima dengan iman. Dari hasil penelitian yang lakukan di jemaat Maranatha Malagubtuk dengan jumlah populasi jemaat sebanyak 198 dan jumlah populasi yang dibutukan dalam penelitian berjumlah 30 orang. Penemuan permasalahan utama dilapangan adalah pemahaman yang masih minim tentang perjamuan kudus, dan ada pulai nilai-nilai budaya yang menghambat pernikahan bagi pasangan suami istri dalam dalam nikah kudus, makan saran dan solusi yang peneli berikan adalah perlu adanya pembinaan pada jemaat, dan penjelasan tentang dua nilai yang berbeda yaitu, nilai budaya dalam hal ini adat isti adat dan gereya harus dipisahkan, hal tersebut perlu di jelasakan dengan baik dalam bentuk sosiali kepada jemaat. Kata Kunci : Pemahaman. Jemaat. Perjamuan Kudus PENDAHULUAN Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Perjamuan adalah suatu hal yang umum sekali. Segala bangsa mempunyai adat perjamuan pada waktu yang dianggap penting. Juga di Indonesia adat Perjamuan Kudus memperingati pengorbanan Yesus Kristus di salib, di mana ia menawarkan diri-Nya untuk penebusan dosa umat manusia. Ini adalah sakramen yang diatur oleh Yesus sendiri untuk mengingat kembali betapa besar kasih-Nya kepada umat-Nya, serta untuk memperkuat iman dan persatuan umat Kristen dalam Kristus. setiap orang beriman. Bagi kita orang Kristen, perjamuan kudus merupakan tanda dan meterai, bahwa setiap Perjamuan Kudus adalah salah satu cara di mana umat Kristen mengingat dan merayakan pengorbanan Kristus yang memungkinkan keselamatan mereka. Ini adalah momen sakral di mana umat percaya mengalami persekutuan yang lebih dalam dengan Kristus dan dengan sesama percaya, mengakui bahwa keselamatan mereka datang semata-mata dari kasih karunia Allah melalui Kristus. Inilah yang telah membawa keyakinan dan memberikan harapan bagi orang percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah awal dari kehidupan yang kekal bersama dengan Allah. sakramen Perjamuan Kudus dianggap sebagai suatu kewajiban dan hak yang mendasar bagi orang percaya dalam kehidupan Kristen. Dalam Perjamuan Kudus, umat Kristen mengingat kembali pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib, di mana tubuhNya diberikan sebagai roti dan darah-Nya sebagai anggur, sebagai simbol tebusan dosa Ini bukan hanya sebuah peringatan, tetapi juga sebuah pengalaman spiritual yang mendalam di mana umat percaya menyatu dengan Kristus dalam persekutuan Perjamuan Kudus juga merupakan momen di mana umat Kristen memperbarui komitmen mereka kepada Kristus dan satu sama lain sebagai anggota Tubuh Kristus. Ini adalah tindakan ibadah yang penting dalam Gereja Kristen yang mengingatkan umat akan kasih karunia Allah dan menguatkan iman mereka. Lukas 22:14-20 mencatat peristiwa saat Yesus mengadakan Makan Paskah terakhir bersama murid-murid-Nya sebelum menjalani penderitaan-Nya yang terakhir. Dalam perikop Yesus mengadakan perjamuan kudus perdana dan memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk melanjutkan pelayanan sebagai suatu perintah bagi mereka . Paulus memberikan pandangaan dan istruksi tambahan mengenai perjamuan kudus dalam surat surat yang tertulis dalam Alkitab,dan juga dalam surat kepada jemaat di korintus Paulus menguraikan pentingnya perjamuan kudus dan cara yang benar untuk melaksanakannya Dia juga menegaskan bahwa perjamuan tersebut adalah suatu cara untuk mengingat kembali pengorbanan kristus dan mengakui hehadiran-Nya dalam hidup orang percaya. Menurut pandangan Paulus dalam Kitab 1 Korintus 11:23-26, perjamuan kudus dimaksudkan untuk mengingatkan umat Kristen akan makna penyelamatan yang disediakan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Paulus mengaitkan Perjamuan Kudus dengan pengorbanan Kristus di kayu salib, di mana Kristus menyerahkan diri-Nya untuk menebus dosa manusia. Dalam pengajaran Paulus, perjamuan kudus adalah suatu upacara yang memiliki makna yang dalam, tidak hanya sebagai peringatan atau ritual semata, tetapi juga sebagai sarana yang membawa umat Kristen untuk menghayati kembali betapa besar kasih Allah dalam memberikan keselamatan melalui pengorbanan Kristus. Perjamuan Kudus adalah momen di mana umat Kristen mengingat kembali pengorbanan Kristus di kayu salib. Roti yang dipecahkan dan anggur yang diminum Soedarmo. Ikhtisar Dogmatika (Jakarta :BPK Gunung Mulia ,2019 )hal 33-38. Hadiwijono. Pengajaran Agama Kristen (Jakarta :BPK Gunung Mulia,2. hal 45-46. Suu at. al : Pemahaman Jemaat . adalah simbol dari tubuh Kristus yang disalibkan dan darah-Nya yang dicurahkan untuk menebus dosa manusia. Ini adalah saat untuk menghormati, menghargai, dan merenungkan kasih karunia Allah yang besar melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Perjamuan Kudus juga merupakan momen persekutuan rohani yang mendalam dengan Kristus. Melalui partisipasi dalam Perjamuan Kudus, umat Kristen menyatakan kembali imannya kepada Kristus sebagai Juruselamat dan mengakui bahwa hanya melalui Dia mereka dapat mendapatkan keselamatan dan hidup yang kekal. Itu berarti kita harus menjaga kesucian hidup dihadapan Tuhan dengan tidak berzinah, mencuri, membenci, iri hati dan sebagainya. Dalam jemaat GKI Maranatha Malagubtuk Klasis MaIamoi, penulis mendapatkan beberapa orang yang memiliki pengertian atau pemahaman yang salah tentang Perjamuan Kudus ini. Beberapa di antara mereka percaya dan berpendapat bahwa ketika mereka masih berbuat sesuatu yang tidak berkenan dengan Tuhan maka pada saat mengikuti Perjamuan Kudus mereka akan mendapat tantangan, contohnya tersandung, anggur yang tumpah dan lain sebagainya sehingga itu yang membuat mereka belum sepenuhnya mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Ada juga yang berpendapat bahwa ketika mereka mendapatkan hal demikian pada saat mengikuti Perjamuan Kudus, pastinya jemaat yang ada pada saat itu berpikir bahwa mereka telah melakukan satu pelanggaran . Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukanpenelitian dengan judul AuPemahaman warga jemaat Maranatha Malagubtuk distrik Makbon kabupaten Sorong Papua Barat DayaAy. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana pemahaman warga jemaat Maranatha Malagubtuk tentang Perjamuan Kudus? Mengapa kita harus mengikuti perjamuan Kudus Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pemahaman warga jemaat tentang Perjamuan Kudus dan untuk mengetahui pemahaman warga jemaat tentang pentingna Perjamuan Kudus . KAJIAN TEORI Sakramen Perjamuan Kudus Dalam Gereja Kristen, perjamuan kudus diterima sebagai sebuah sakramen. Definisi Sakramen Istilah AuSakramenAy berasal dari bahasa Latin yaitu AusacramentumAy. Istilah ini di gunakan untuk merujuk pada tindakan atau ritual yang di anggap memiliki nilai sakral atau kudus. Para Reformator Gereja memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang Pandangan Calvin : Perjamuan Kudus merupakan salah salah satu aspek sentra dalam Reformasi Protestan yang telah memberikan dampak besar bagi Gereja Kristen . Calvin mengembangkan pandangannya ini melalui ,karyanya yang terkenal institusi -institusi PANDUAN PELAYANAN GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA,PENULIS BADAN PEKERJA SINODE GKI DI TANAH PAPUA. Eddy Tjondro. AuPerjamuan Kudus Dan Din. Hidup Orang Percaya. hal 23-25Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Kristen ,( intitutio chirtianae Religioni. ,dimana ia merinci doktrin-doktrin teologisnya dengan cermat . Salah satunya elemen kunci dalam pemahaman Calvin tentang perjamuan Kudus adalah konsep konsubstansu Calvin menolak doktrin Transubtansiasi yang di pegang oleh Gereja katolik Roma ,yang mengajarkan bawah elemen-elemen fisik dalan perjamuan Kudus ( Roti dan Anggur ) secara harfiah beruba menjadi tubuh dan dalan Kristus. sebaliknya Calvin memandang elemen-elemen tersebut tetap dalam bentuk fisik mereka, namun Kristus hadir secara Rohani dalam sakramen ini. Dalam pandangan Calvin , perjamuan Kudus adalah tanda kasih karunia Allah memberikan makanan Rohani kepada jemaat , tetapi elemen-elemen fisiknya tetap bersifat simbolis . Pertama , ia menekan pentingnya partisipasi aktif jemaat dalam perjamuan Kudus. Calvin memandang sakramen ini sebagai kesempatan bagi orang percaya ,memperkokoh iman mereka dan menyatakan kesetiaan mereka kepadaNya ini mendorong praktik rutin perjamuan Kudus sebagai cara untuk memperdalam hubungan individu dengan Kristus. Pandangan Martin Luther: Mengajarkan doktrin persatuan sakramental Roti dan Anggur yang terkonsekrasi di persatukan dengan tubuh dan darah Kristus Luther menolak pandangan transubtansiasi yang mengajarkan bawah subtansi Roti dan Anggur berubah menjadi subtstansi tubuh dan darah Kristus ,Roti dan tubuh Kristus tetap merupakan dua substansi yang berbeda ,namum di persatukan secara sakramental. Pandangn Zwingling memandang bawah perjamamuan Kudus adalah sebagai tanda perjamuan untuk mengenang kematian Yesus Kristus melalui Tubuh-Nya yang di pecahpecahkan dan darah-Nya yang terucurah. Definisi Perjamuan Kudus Kudus Dalam bahasa ibrani ,istilah yang digunakan untuk menyatakan AukudusAy adalah AuqadoshAy. Kata kudus juga merujuk pada sesuatu yang dipersembahkan atau dikhususkan bagi Tuhan ,yang berarati bahwa itu di peruntukan bagi-Nya dan di gunakan untuk Kudus atau suci merupakan sifat Allah ,Dalam Bahasa Yunani kudus digunakan dengan istilah hagios diartikan sabagai memisahkan dan menjadikan milik Allah6. Perjamuan Menurut KBBI . amus bahasa Indonesi. perjamuan merupakan pertemuan makan minum. erkawinan dan sebagainy. Perjamuan Kudus Perjamuan Kudus dikenal dengan beberapa istilah atau nama yang berbeda, antara lain: Perjamuan Tuhan: Istilah ini merujuk kepada peristiwa di mana Kristus menetapkan Perjamuan Kudus pada malam sebelum Dia disalibkan. Dalam surat 1 Korintus 11:20. Paulus menggunakan istilah "Perjamuan Tuhan" ketika mengingatkan jemaat tentang pentingnya mengikuti Perjamuan Kudus dengan sikap yang benar dan hormat. Paulus Purwoto Tinjauan Teologis tentang konsep sakramen perjamuan kudus, 2018,19,https//w. edu/Tinjauan teologis tentang konsep . hal 66-70Ay Riska "Skripsi ,Makna Roti dan Anggur dalam Perjamuan Kudus menurut katolik dan kristen Protestan . hal 56-58Ay Suu at. al : Pemahaman Jemaat . Komuni: Istilah ini berasal dari kata Latin "communio" yang berarti persekutuan atau Dalam surat 1 Korintus 10:16. Paulus menggunakan kata ini untuk menjelaskan bagaimana melalui Perjamuan Kudus, umat Kristen mengalami persekutuan dengan Kristus dan satu sama lain sebagai anggota Tubuh Kristus. Memecahkan Roti: Istilah ini juga sering digunakan untuk merujuk kepada tindakan Kristus memecahkan roti pada Perjamuan Kudus yang mewakili tubuh-Nya yang diberikan bagi umat-Nya. Ini mengacu pada peristiwa yang dicatat dalam Injil-injil di mana Kristus memecahkan roti dan memberikannya kepada murid-murid-Nya sebagai lambang pengorbanan-Nya. dan ekaristi yang merupakan istilah Yunani untuk pengucapan syukur. Sakramen Perjamuan Kudus memiliki arti yang penting bagi Gereja yaitu sebagai peringatan akan Kristus, tanda perjanjian baru,mengumumkan kematian Kristus, dan merupakan nubuat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya, juga sebagai persekutuan dengan Kristus dan umat-Nya . 11:24. Lukas 22:20. 11:26. 1 kor. Ayat 1 Korintus 10:21 berbunyi: "Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. kamu tidak dapat mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. " Ayat ini menekankan pentingnya integritas dan kesetiaan dalam menjalani kehidupan sebagai pengikut Kristus. Kita tidak bisa setengah-setengah dalam mengikut Tuhan. kita harus berkomitmen sepenuhnya kepada-NyaBeberapa ajaran Alkitab tentang Perjamuan Kudus yang relevan: Kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita (Yohanes 6:54-. : "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku akan hidup oleh Aku. " Ayat ini menekankan pentingnya persekutuan yang erat dengan Kristus melalui Perjamuan Kudus. Ketika kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus, kita menyatu dengan Kristus dan hidup dalam-Nya. Persekutuan dengan Tuhan . kor 10:16-. ayat ini menegaskan bahwa ketika kita mengambil bagian dalam perjamuan kudus kita menyatakan persekutuan dengan tubuh kristus,yaitu gereja-Nya. Untuk memperingati kasih Tuhan dan hidup senantiasa di dalam kasih-Nya . kor 11:24-. Dalam ayat ini ,Paulus mengajarkan pentingnya memperingati kasih Tuhan melalui Perjamuan Kudus . Melalui Perjamuan Kudus setiap kali kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus, kita mengingat kembali bagaimana Kristus memberikan tubuh-Nya untuk kita dan mencurahkan darah-Nya bagi pengampunan dosa kita. Ini adalah peringatan yang penuh rasa syukur akan kasih dan pengorbananNya. Perjamuan Kudus adalah momen yang sangat penting dalam memperkuat persekutuan kita dengan Tuhan dan dengan sesame orang percaya lainnya. Saat kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus, kita menyatu dengan Kristus dalam persekutuan yang mendalam. Oleh karena itu, penting untuk mendekati Perjamuan Kudus dengan hati yang penuh iman, menyadari bahwa berkat-berkat rohani yang kita Kharisma. AuJurnal Ilmiah Teologi Kajian Teologis Praktek Sakramen Perjamuan kudus 2 . hal 26-39Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi terima berasal dari hubungan kita dengan Kristus, bukan dari elemen fisik roti dan anggur itu sendiri. Dalam 1 Korintus 11:26. Paulus menulis: "Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Paulus mengingatkan kita bahwa Perjamuan Kudus bukanlah sekadar ritual atau tradisi. Ini adalah tindakan ibadah yang khidmat dan serius, di mana kita mengingat dan menghormati pengorbanan Kristus di salib. Setiap elemen dari Perjamuan KudusAi roti dan anggurAimelambangkan tubuh dan darah Kristus yang diberikan bagi kita. Sejarah Perjamuan Kudus Dalam Perjanjian Lama Perjalanan keluar dari mesir ini,yang di kenal sebagai AuEksodusAy (Keluar dari esir ) adalah momen penting dalam sejarah Israel. Allah menunjukkan kuasa-Nya yang besar melalui serangkaian mujizat,termasuk sepuluh tulah yang menimpa mesir. Salah satu peristiwa paling terkenal adalah saat Allah membelah laut merah sehingga bangsa Israel dapat melintas dan kemudian menenggelamkan pasukan firaun yang mengejar mereka dan Tuhan menimpakan Mesir dengan berbagai tulah. Orang Israel mematuhi perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mereka memanggang domba itu dengan api dan memakannya dengan roti tidak beragi dan sayur pahit. Mereka juga diperintahkan untuk memakan makanan tersebut dengan pinggang berikat, kasut pada kaki, dan tongkat di tangan, siap untuk berangkat (Keluaran 12:8-. Tuhan menetapkan Paskah sebagai perayaan yang harus diperingati oleh bangsa Israel turun-temurun. Paskah menjadi tanda dan peringatan akan pembebasan Tuhan dari perbudakan di Mesir. Setiap tahun, bangsa Israel harus merayakan Paskah dan mengajarkan generasi berikutnya tentang karya penyelamatan Tuhan (Keluaran 12:14, 24-. Mereka mengambil seekor domba jantan yang tidak bercela,menyembelihnya,dan mengoleskan darahnya pada tiang dan ambang pintu rumah mereka. Mereka juga memasak daging domba tersebut dan memakannya dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit ini adalah perjamuan yang harus di rayakan setaip tahun untuk mengingat peristiwa penyelamatan yang luar biasa yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka. Dalam Perjanjian Baru Selanjutnya dalam PB, pejamuan kudus merupakan suatu pembebasan dari Dalam perjamuan kudus ,roti melambangkan tubuh Yesus yang diserahkan,sedangkan anggur melambangkan darah-Nya yang dicurahkan untuk pengampunan dosa. Ini adalah symbol dari pengorbanan-Nya yang penuh kasih yang membawa pembebasan dari dosa dan kematian kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Dasar Alkitab tentang Perjamuan Kudus Yulian Anouw dan Nelwan Naa. AuTHE QUALITY OF LEADERS IN IMPROVING SERVICES IN THE GPDPB CLASS . SORONG CITY MUTU PEMIMPIN DALAM PENINGKATAN PELAYANAN DI 8,no 1,. Ay Damayanti Sinaga. Dameria, and Dewi Sintha Bratanata. AuPerjamuan Kudus Sebagai Sarana Pastoral Bagi Penderita Penyakit Terminal Illness Di HKBP. Fidei:Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 4,no 2. : 159-82,https ://doi. org/10. 30481/fidei. Ay Shalomita. AuPerjamuan Kudus Dalam 1 Korintus 11:27-30 Terhadap Sikap Beribadah Jemaat Tuhan hal 12-18. Ay Suu at. al : Pemahaman Jemaat . Perjamuan Kudus dimulai saat peristwa makan malam terakhir Yesus dengan murid-muridNya sebelum Ia ditangkap dan diadili sampai dihukum mati (Lukas 22:1. 11 Perjamuan kudus pada malam itu mempunyai hubungan dengan upacara Yahudi yang dinamakan Pesakh yang berarti berlalu atau melewati (Keluaran 12:. Dalam Perjanjian Lama (PL) Dalam perjanjian lama perayaan paskah yahudi sama perayaan roti tidak beragi, kedua dari perayaan ini saling melengkapi dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan ajaran agama yahudi. Selama perjamuan Paskah, keluarga Yahudi memakan makanan simbolis, termasuk roti tidak beragi . , sayuran pahit . , dan daging anak domba. Setiap elemen dari makanan ini melambangkan bagian dari kisah keluaran dan penderitaan serta pembebasan mereka. Upacara Perjamuan Paskah Yahudi semua jenis makanan mempunyai makna tersendiri. Makna perjamuan paskah dan makna perayaan roti tidak beragi memainkan peran penting dalam memperkuat identitas keagamaan dan budaya yahudi serta meneruskan tradisi dan nilai-nilai yang penting kepada generasi berikutnya,melalui perayaan ini pengalaman sejarah bangsa Israel menjadi hidup kembali,dan mereka dikenang dan diperingati dengan harapan dan pengaharapan bagi masa depan. Perayaan ini tidak hanya mengenang masa lalu,tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,sehari terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. (Kel. 12:27 . Kel 12:39 . Kel 1:14 . 3:7. Kel 12:14-. Dalam Perjanjian Baru (PB) Dalam persekutuan perjamuan kasih seperti dalam Kisah Para Rasul 2: 41,46 tidak disebutkan minuman anggur, tetapi selalu diasumsikan bahwa anggur pasti menjadi minuman utama di samping makanan utama roti14. Peran anggur dalam acara gembira dan hubungannya dengan Perjamuan Tuhan adalah sangat tepat. Dalam konteks Perjamuan kudus,anggur di hubungkan dengan darah Kristus,yang merupakan salah satu elemen pentingnya dalam perayaan ini. Cawan dalam Perjanjian Baru dalam 1 Kor :11 Paulus menggambarkan cawan sebagai cawan perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah kristus,sedangkan makna darah dalam perjanjian lama yang memiliki makna yang sangat penting dalam perjanjian lama darah juga merupakan bagian penting dari korban persembahan di bait suci,melambangkan pemulihan hubungan yang rusak antara manusia dan Allah melalui pengorbanan yang diberikan. Dalam konteks perjamuan kudus ,darah kristus di hubungkan dengan makna dan simbolisme yang mendalam dari tradisi lama,di pembebasan,pengampunan,dan pembentukan persekutuan antara Allah dan umat-Nya Mendrofa. AuImplikasi Pedagogis Pada Sakramen Perjamuan Kudus Dalam Liturgi Gereja. Ay Ricky Donald Montang. AuUNDERSTANDING GOD Ao S WORKS AND ITS IMPLICATIONS IN TODAY MEMAHAMI KARYA-KARYA ALLAH DAN IMPLIKASINYA. 34-55Ay AuIndonesian Journal of Theology 2/1. no July . 42-64Ay Perjamuan Kudus . AuPosisi Anak Dalam Sakramen Perjamuan Kudus: Boleh Atau Tidak? Rivaldi Bamba. Frederika Patrecia Kulas Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sulawesi Tengah Tentena 1,no 1 . : hal 1-14Ay Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Unsur Perjamuan Kudus Perjamuan kudus yang di tetapkan oleh Tuhan Yesus benar sekali bahwa roti dan anggur dalam perjamuan kudus adalah tanda yang kelihatan ,tetapi yang lebih penting adalah makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Simbol Roti dan Anggur ,dalam Perjamuan Kudus, roti dan anggur melambangkan tubuh dan darah Kristus yang diserahkan bagi keselamatan umat manusia. Wujud yang menyelamatkan ,Roti dan anggur bukan hanya sekadar tanda-tanda fisik, tetapi mereka mewakili kehadiran nyata Kristus dalam hidup orang percaya. Kasih Allah dan kebenaran. Perjamuan Kudus adalah tanda nyata dari kasih Allah kepada umat manusia. Mengasihi Tuhan dan sesama Mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama sebagai diri sendiri adalah tanggapan yang wajar atas kasih dan pengampunan yang dinyatakan melalui Perjamuan Kudus. Makna yang mendalam dari perjamuan kudus ,orang percaya dapat mengalami berkat yang lebih dalam hubungan mereka dengan Allah dan dengan sesama mereka. Itulah berkat Perjamuan Kudus15. Roti yang digunakan tidak boleh mengandung ragi. Roti tidak beragi Dalam perjamuan Paskah Yahudi, roti tak beragi digunakan untuk mengingat peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir dengan terburu-buru sehingga tidak sempat menunggu adonan roti mengembang. Dalam konteks Kristen, roti tak beragi melambangkan kesucian, kekudusan, dan pemurnian diri dari dosa. Satu Roti dan Satu Cawan . Prinsip satu roti dan satu cawan dalam perjamuan Kudus menekankan persatuan umat Kristen dalam Kristus. Walaupun ada banyak anggota jemaat, mereka semua menjadi satu dalam persekutuan dengan Kristus melalui partisipasi dalam Perjamuan Kudus. memahami dan menghormati simbolisme roti tak beragi, jus anggur, dan prinsip satu roti dan satu cawan, umat Kristen diingatkan akan kasih karunia Allah, kesucian Kristus, dan persatuan dalam persekutuan Kristus. Ini adalah momen yang sakral dan penting dalam ibadah Kristen, di mana umat bersekutu dengan Kristus dan dengan sesama umat-Nya16 Pentingnya Perjamuan Kudus dan kehidupan Kristiani Penyertaan dalam perjanjian Penggunaan istilah "darah perjanjian baru" oleh Tuhan Yesus dalam Perjamuan Kudus menunjukkan pentingnya penyertaan dalam perjanjian antara Allah dan umat-Nya melalui Kristus. Dalam Perjanjian Baru. Allah menawarkan persekutuan yang baru dan penyelamatan yang sempurna melalui Kristus. Melalui iman kepada Kristus dan penyertaan dalam Perjamuan Kudus, orang percaya menjadi bagian dari perjanjian baru antara Allah dan umat-Nya. Melalui darah Kristus, kita ditebus dari dosa dan kebinasaan, dan diberikan hak untuk menjadi anak-anak Tuhan. Penyertaan dalam perjanjian ini memungkinkan umat Kristen untuk hidup dalam hubungan yang dekat dengan Allah dan untuk mengalami berkat dan kebaikan-Nya secara pribadi. Ini adalah panggilan untuk Luther. Panjaitan, and Munthe. AuTinjauan Dogmatis Pandangan Penatua HKI Resort Khusus Pekanbaru Tentang Perjamuan Kudus Darurat Diperhadapkan. Ay Limbuk. AuKajian Biblika Tentang Makna Roti Dan Anggur Dalam Perjamuan Kudus Berdasarkan Matius 26 : 26-29 Dan Implikasinya Terhadap Pengajaran Perjamuan Kudus Dalam Gereja. Ay Suu at. al : Pemahaman Jemaat . hidup dalam iman, ketaatan, dan cinta kepada Allah sebagai anak-anak-Nya yang ditebus oleh darah Kristus. Menghapuskan dosa Tuhan Yesus Kristus telah mempersembahkan diriNya sebagai persembahan hidup. Perjamuan Kudus adalah momen sakral yang membutuhkan kesiapan spiritual dan kekudusan dari penerima. Analogi menggunakan gambaran roti yang tidak beragi dalam Kitab 1 Korintus menggambarkan kebutuhan akan pemurnian dan kesucian dalam hidup orang percaya yang menerima tubuh dan darah Tuhan. Ketika kita menerima tubuh dan darah Tuhan dalam Perjamuan Kudus, kita harus memiliki tekad untuk menyingkirkan segala dosa dari hidup kita. Ragi yang lama dapat diartikan sebagai dosa, keburukan, dan kejahatan yang harus disingkirkan dari kehidupan kita. Perjamuan Kudus bukan hanya tentang menerima tubuh dan darah Tuhan secara fisik, tetapi juga tentang kesiapan kita untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip kerajaan-Nya. Ini adalah panggilan untuk mengubahkan hidup kita, menyingkirkan dosa, dan hidup dalam kemurniaan dan kebenaran Kristus setiap hari. Persekutuan dengan Tuhan Yesus dalam Yohanes 6:56 menjelaskan makna yang mendalam dari perjamuan kudus dan hubungan yang intim antara kristus dan orang percaya yang menerima tubuh dan darahnya. ini menggambarkan hubungan yang mendalam antara Kristus dan orang percaya yang menerima-Nya dengan iman dalam Perjamuan Kudus. Ini adalah panggilan untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Kristus, membiarkan-Nya memimpin dan mengisi hidup kita setiap hari. Selain dari pada menerima sakramen tersebut, kita harus hidup didalam Tuhan untuk setiap waktu dan membenarkan Ia hidup di dalam kita. menerima Kristus sebagai "roti hidup" berarti lebih dari sekadar mengakui-Nya sebagai Juruselamat, tetapi juga hidup dalam persekutuan yang erat dan penuh dengan-Nya setiap Ini adalah panggilan untuk hidup dalam iman yang aktif, bergantung pada firmanNya, dan membiarkan Roh-Nya memimpin dan membimbing kita dalam setiap langkah hidup kita. menerima Kristus sebagai "roti hidup" berarti lebih dari sekadar mengakuiNya sebagai Juruselamat, tetapi juga hidup dalam persekutuan yang erat dan penuh dengan-Nya setiap hari. Ini adalah panggilan untuk hidup dalam iman yang aktif, bergantung pada firman-Nya, dan membiarkan Roh-Nya memimpin dan membimbing kita dalam setiap langkah hidup kita. Kesatuan tubuh Kristus Roti yang satu melambangkan kesatuan kita dalam Kristus. Meskipun kita berasal dari berbagai latar belakang, budaya, dan keadaan, kita semua bersatu dalam iman kepada Kristus. Perjamuan Kudus mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya, kita adalah satu tubuh, yaitu tubuh Kristus. Melalui partisipasi dalam roti yang satu itu, kita menghayati persekutuan yang mendalam dengan Kristus dan dengan sesama orang Ini melampaui perbedaan individu dan menyatukan kita dalam tujuan dan misi yang sama untuk mengikut Kristus dan menyebarkan kasih-Nya. Ay (I Koristus 10: . Setiap kali kita merayakan Perjamuan Kudus, kita memperbarui komitmen kita untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus dan memuliakan Dia dalam Eirene Jurnal Ilmiah Teologi semua aspek kehidupan kita. Ini adalah panggilan untuk hidup dalam hubungan yang penuh kasih dan harmoni dengan sesama orang percaya, memuliakan Allah sebagai satu tubuh Kristus yang bersatu. Makna Perjamuan Kudus bagi orang percaya Masa kini Perjamuan Kudus mengingatkan orang percaya akan pengorbanan Kristus di kayu salib untuk menebus dosa-dosa dunia. Melalui Perjamuan Kudus, orang percaya mengalami persekutuan yang lebih dalam dengan Kristus. Perjamuan Kudus juga menunjukkan persatuan dalam tubuh Kristus, yaitu gereja-Nya. Perjamuan Kudus juga memiliki dimensi eschatologis, yaitu sebagai peringatan akan kedatangan kembali Kristus. makna-makna ini, orang percaya dapat lebih menghargai dan menghayati pentingnya Perjamuan Kudus dalam kehidupan rohani mereka. Makna Persekutuan. Perjamuan kudus tidak hanya merupakan peringatan akan pengorbanan Kristus, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kasih dalam persekutuan gereja. Ketika roti dipecah dan dibagikan dalam Perjamuan Kudus, itu mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama dalam tubuh Kristus. Kita dipanggil untuk meniru teladan Kristus dalam kasih dan pengorbanan, hidup dalam kesatuan, dan membangun komunitas gereja yang saling mendukung dan peduli. Perjamuan Kudus menjadi pengingat terusmenerus bahwa kita adalah satu tubuh dalam Kristus, dan kita harus menjalankan panggilan kita untuk mengasihi dan melayani satu sama lain dengan sepenuh hati. Perjamuan kudus menjadi momen di mana jemaat berkumpul untuk merayakan kasih dan pengorbanan Kristus, serta memperkuat persekutuan mereka sebagai umat Allah. Kasih agape, yaitu kasih tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh Kristus, menjadi fondasi dari persekutuan gereja. perjamuan kudus bukan hanya merupakan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ekspresi nyata dari kasih dan persatuan dalam gereja. Ini menjadi momen yang memperkokoh hubungan antar anggota gereja, serta mengingatkan mereka akan panggilan untuk hidup dalam kasih dan persekutuan yang saling membangun. Makna Peringatan. Perjamuan Kudus adalah sakramen yang memiliki makna yang mendalam bagi orang percaya di masa kini, karena mengingatkan mereka akan karya Kristus di kayu salib dan kasih-Nya yang besar kepada manusia. Perjamuan Kudus adalah momen yang menegaskan kembali pengorbanan Kristus di kayu salib untuk penebusan dosa manusia Melalui Perjamuan Kudus, orang percaya mengalami secara nyata penebusan dan keselamatan yang diberikan oleh Kristus. Perjamuan Kudus juga menegaskan persatuan rohani antara orang percaya dengan Kristus Yesus. Perjamuan Kudus bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pengalaman rohani yang memperdalam iman, mengingatkan akan kasih Allah yang besar, dan memperkuat persekutuan dengan Kristus. Setiawan. AuYang Terlupakan Dan Terabaikan: Dimensi Eskatologis Perjamuan Kudus. hal 22- 30Ay Mamu. Pelleng. , & Kelles. AuPEMAHAMAN JEMAAT TENTANG PERJAMUAN KUDUS. hal 34-38Ay Suu at. al : Pemahaman Jemaat . Hal ini menjadi momen yang sakral dan berarti bagi orang percaya, karena mengingatkan mereka akan karya penyelamatan Kristus dan memperkuat hubungan rohani dengan-Nya. Makna Pemberitaan Sakramen Perjamuan Kudus bukan hanya pengalaman pribadi dengan Kristus, tetapi juga sarana untuk memberitakan kematian-Nya kepada banyak orang. Melalui tindakan ini, orang percaya mengingatkan diri mereka sendiri dan satu sama lain tentang kasih dan pengorbanan Kristus, serta menyatakan iman mereka kepada dunia. Perjamuan Kudus memperkuat iman dan persekutuan, memperbarui komitmen untuk mengikuti Kristus, dan berfungsi sebagai alat pengajaran dan penginjilan yang penting dalam kehidupan Makna Perubahan hidup Paulus menegaskan bahwa orang yang mengikuti Perjamuan Kudus dengan sikap yang tidak pantas, misalnya tanpa pertobatan atas dosa-dosanya atau tanpa penghormatan terhadap makna sakral perjamuan itu, mereka berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Perjamuan Kudus bukan hanya sebuah ritual keagamaan, tetapi juga merupakan tindakan yang memerlukan sikap hormat, kesadaran akan dosa, serta komitmen untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah ( 1 Kor 11:. Hubungan Antara Budaya Dan Agama Budaya merupakan cara hidup yang anut dan diwariskan dari generasi yang satu ke generasi lainnya sebagai sebuah nilai, sedangkan agama adalah sebuah dogma yang memiliki nilai kepercayaan pada suatu doktrin. Kebudayaan berasal dari Allah dijalankan sesuai tata nilai dari Allah dan harus kembali kepada Allah, itulah esensi iman Kristen. Budaya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Allah, baik asal muasalnya, proses hingga sampai pada tujuan akhirnya. Meskipun demikian, kebudayaan tidak terlepas dari pergumulan tertua manusia, yaitu dosa. Keberadaan dosa juga mengambil andil dalam perkembangan kebudayaan manusia ke berbagai bidang, sehingga ada yang melecehkan dan mengganggap bahwa Allah bukanlah yang tertinggi dan harus dimuliakan, bahkan menolak keberadaan Allah. Ajaran iman Kristen memaparkan konsep penebusa yang akhirnya memampukan kebudayaan itu mengakui keberadaan Allah sebagai Pribadi yang tertinggi, dan menyatakan kemuliaanNya. Tulisan ini mengungkapkan berbagai pergumulan orang Kristen dalam menyingkapi keberadaan maupun perkembangan kebudayaan manusia dari sudut pandang iman Kristen, dan mengembalikannya pada posisi maupun tujuan awal Allah bagi manusia. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian dapat bervariasi tergantung pada jenis penelitian dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam metode penelitian ini adalah melalui metode kualitatif dengan data yang dikumpulkan bukan dengan cara pengumpulan angka-angka atau statistis. Tanuwidjaja. , & Udau. Iman Kristen dan Kebudayaan. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia , 1Vol. 1 No. : Juni Eirene Jurnal Ilmiah Teologi melainkan dengan data tersebut melalui, naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo dan catatan resmi lainya. Waktu dan Lokasi Penelitian lokasi penelitian yang dipilih adalah Jemaat GKI Jemaat Marantha Malagubtuk kab. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan peneliti telah memahami kondisi Warga jemaat dengan segala kelebihan dan kekurangnya penelitian dilaksanakan selama 2 bulan. Populasi dan sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek / subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. populasi yang tepat sangat penting dalam merancang dan menginterpretasikan hasil penelitian. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Peneliti menjadikan sebagian populasi yang sudah dipilih berdasarkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bahan kajian sebagai sampel untuk meneliti,21 Sesuai dengan judul yang akan diteliti. AuPEMAHAMAN MENGENAI PERJAMUAN KUDUS OLEH JEMAAT GKI MARANATHA MALAGUBTUK KAB. SORONGAy. Maka objek penelitian ini adalah Seluruh warga jemaat GKI Maranatha Malagubtuk, yang terdiri dari: (Pendeta. Majelis. PKB. PW dan Pemud. Subjek dari penelitian adalah orang-orang yang memiliki pemahaman pembinaan dan melayani, yang akan di jadikan narasumber. Total jumlah sampel yang diambil adalah 30 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan data yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama peneliti adalah memperoleh informasi. Tanpa pengetahuan tentang teknik pengumpulan data, peneliti tidak dapat memperoleh data yang memenuhi standar data yang ditentukan. Pengumpulan data berlangsung di lingkungan yang berbeda, dari sumber yang berbeda dan menggunakan metode yang berbeda. Saat pengumpulan data menggunakan setting alam. Menggunakan metode eksperimen di rumah dengan berbagai responden, dalam seminar, diskusi, di jalan, dll. Ada dua sumber pengumpulan data yaitu. Sumber data primer dan pengumpulan data sekunder. Sumber informasi utama adalah laporan atau catatan saksi mata pada saat kejadian/kejadian. Sumber informasi sekunder adalah cerita atau catatan tentang peristiwa/kejadian yang tidak disaksikan langsung oleh sumbernya, tetapi diberitakan menurut tulisan para saksi peristiwa tersebut. Selanjutnya hal ini dapat dilihat pada teknik pengumpulan data yaitu : Observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan triangulasi/kombinasi. Teknik analisa data Analisa data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil obsevasi. Wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikan sebagai temuan kepada Orang. 23 Data dianalisa dengan Albi Anggiti & Johan Setiawan. Sandu Siyato. Dasar Metodologi Penelitian. Endang. Teori Dan Praktek Penelitian Kuantitatf. Kualitatif PTK. Rukin. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Suu at. al : Pemahaman Jemaat . pendekatan kualitatif. Seluruh data yang diperoleh diolah secara kualitatif, kemudian dianalisa dan dilakukan verifikasi ulang agar data yang digunakan benar-benar valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Jemaat Maranatha Malagubtuk merupakan salah satu jemaat mandiri di klasis Malamoi lingkungan Makbon kabupaten sorong provinsi papua barat daya. Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti yang berhubungan langsung dengan judul Skripsi dan pertanyaan penelitian kepada warga jemaat maranatha Malagubtuk yang merupakan objek penelitian sesuai populasi yang dibutuhkan 30, dari populasi yang peneliti gunakan adalah benar-benar warga jemaat Maranatha Malagubtuk yang peneliti mengunakan sebagai objek penelitian, dari data hasil yang ditemukan dilapangan kemudian diolah dan dikembangkan dalam skripsi ini. Dari data hasil observasi di lapangan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek / subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang dimaksud bukan hanya orang atau makhluk hidup akan tetapi benda-benda yang alam lainnya. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Peneliti menjadikan sebagian populasi yang sudah dipilih berdasarkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bahan kajian sebagai sampel untuk meneliti. Sesuai dengan judul yang akan diteliti. AuPEMAHAMAN MENGENAI PERJAMUAN KUDUS OLEH JEMAAT GKI MARANATHA MALAGUBTUK KAB. SORONGAy. Maka objek penelitian ini adalah Seluruh warga jemaat GKI Maranatha Malagubtuk, yang terdiri dari: (Pendeta. Majelis. PKB. PW dan Pemud. Subjek dari penelitian adalah orangorang yang memiliki pemahaman pembinaan dan melayani, yang akan di jadikan Total jumlah sampel yang diambil adalah 30 orang. Dari hasil penelitian peneliti mendapatkan jumlah keseluruhan jemaat Maranatha Malagubtuk sebanyak 198 orang yang terdiri berbagai-bagai intra dalam gereja yaitu. Persekutuan Kaum Bapak. Persekutuan Kaum Ibu, dan Persekutuan Kaum anak, ,Remaja dan pemuda, juga berdasarakan kelas sosial yang ada di jemaat Maranatha Malagubtuk, berdasarkan pada data penelitian dilapangan tingkat kelas sosial tertinggi adalah petani, selain dari pada itu adalah pegawai pegawai honor dan pegawai negeri sipil. Dengan demikian peneliti dapat dapat membuat data populasi pada jemaat sebagaimana yang terlampirkan pada 1 sebagai berikut : Tabel. 1 Analisis Data Persekutuan kaum bapak (PKB) 25 Jiwa Persekutuan kaum ibu (PW) 27 Jiwa Persekutuan angkatan muda (PAM) 42 Jiwa Persekutuan kaum anak dan remaja 104 Jiwa Total Warga Jemaat Malagubtuk 198 Jiwa Yang aktif dalam Perjamuan kudus 75 Jiwa Yang tidak aktif mengikuti perjamuan kudus 19 Jiwa Yang belum mengikuti kategisasi 15 Jiwa Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Yang sudah menikah 39 Keluarga Yang belum menikah 9 Keluarga Yang sudah mengikuti kategisasi 42 Jiwa Yang belum mengikuti kategisasi 15 Jiwa Sumber : Data observasi Jemaat GKI Malagubtuk Berdasarkan tabel 4. 1 yang merupakan hasil yang di temukan di Jemaat GKI Malagubtuk sehingga ada beberapa masalah yang berhubungan langsung dengan pertanyaan penelitian, maka peneliti mendapatkan beberapa pernyataan di lapangan dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Responden yang terdiri dari 30 orang tersebut adalah benar-benar warga jemaat Maranatha Malagubtuk yang diambil berdasarkan beberapa tingkatan dalam gereja seperti. PKB,PW dan PAM, seperti yang tertara dalam tabel 4. ada beberapa masalah didalam jemaat, karena ada beberapa di antara jumlah populasi pada jemaat masih ada jemaat yang belum mengikuti Nikah kudus dan juga beberapa pemuda yang belum mengikuti katekisasi. Dari hasil temuan di lapangan terkait 9 keluarga yang belum Nikah Kudus dan 15 pemuda yang belum mengikuti katekisasi mereka punya alasannya masing-masing, namun hal utama berdasarkan hasil wawancara dengan mereka sebagai responden adalah ketidaksiapan dalam rumah tangga yang baru dibangun, sehingga mereka belum siap diri dalam mengikuti pernikahan kudus yang lakukan. Begitu pula dengan pemuda yang sudah beranjak pada usia 17 tahun keatas, masing-masing punya alasan, ada yang belum mengikuti perjamuan kudus karena bersekolah atau kuliah dikota, sehingga dari 15 orang ini belum sempat dalam mengikuti katekisasi. Karena belum mengikuti pernikahan kudus dan katekisasi bagi yang usia remaja, sehingga menjadi kendala bagi mereka sehingga itu menambah angka dalam tingkat ketidak ikut sertaan dalam perjamuan kudus semakin tinggi. Dari apa yang ditemukan oleh peneliti sangat berhubungan langsung dengan tujuan pengambilan terkait pemahaman warga jemaat tentang pentingnya perjamuan kudus, sehingga peneliti mendapatkan data yang akan dibahas lebih secara detail tentang perjamuan kudus pada responden yang merupakan warga jemaat Maranatha Malagubtuk terlampir pada tabel 4. Sumber : Hasil Observasi Jemaat Maranatha Malagubtuk Berdasarkan pada analisis data yang merupakan hasil observasi dijemaat Maranatha Malagubtuk, yang terdiri dari 30 responden mereka menyampaikan pendapatnya tentang AuBagaimana pemahaman warga jemaat Maranatha Malagubtuk tentang Perjamuan KudusAy. Dengan berbagai respon positif dari responden yang di ambil merupakan perwakilan dari berbagai intra yaitu. persekutuan kaum bapak, persekutuan kaum Ibu dan persekutuan angkatan muda bawah Perjamuan kudus merupakan suatu hal yang sakral, dan sangat penting untuk mengikuti perjamuan kudus bagi umat yang percaya karena di dalamnya ada pengampunan. Perjamuan kudus sangat penting bagi warga jemaat, karena dengan ada mengikuti perjamuan kudus ada pengampunan, ada kasih Kristus yang nyata di dalam kehidupan pribadi, keluarga atau pun persekutuan didalam jemaat. Pemahaman tentang perjamuan kudus oleh jemaat Maranatha Suu at. al : Pemahaman Jemaat . Malagubtuk sudah sangat baik tentang perjamuan kudus, namun perlu adanya bimbingan teknis secara khusus tentang penting mengadakan perjamuan kudus agar jemaat bisa memahami lebih dalam lagi tentang pentingnya perjamuan kudus di dalam tiga intra utama gereja yang adalah persekutuan kaum Bapak, persekutuan kaum Ibu dan persekutuan angkatan muda. Sehingga tidak ada kendala dalam pemahaman yang masih minim tentang perjamuan kudus, karena ada jemaat yang tidak aktif mengikuti perjamuan kudus karena pemahaman yang minum tentang perjamuan kudus yang selalu dikaitkan dengan perbuatan dosa. Maka sangat di perlukan sebelum memasuki perjamuan kudus ada kunjungan pastoral, karena pasti ada masalah yang sifatnya khusus atau umum yang dialami dalam jemaat sehingga perlu adanya keterbukaan hati yang tulus untuk menerima Tuhan. Roti dan Anggur melambangkan darah dan tubuh Kristus. Dari hasil observasi perjamuan kudus merupakan makna yang sangat sakral sehingga perlu dijaga nilai-nilai kesakrallannya dan tidak lakukan oleh sembarang orang karena perjamuan kudus memiliki nilai yang bertanda sebagai berikut : Sebagai tanda kematian dan kebangkitan Yesus Sebagai tanda keselamatan Sebagai umat yang percaya kepada Yesus Kristus Adanya kedatangan kembali sang Juru Selamat Yesus Krisus Perjamuan kudus merupakan suatu peringatan akan kematian dan kebangkitan Yesus sebagai tanda keselamatan kepada umat kristen karena melalui momentum kematian dan kebangkitannya Tuhan Yesus sendiri sudah membayar lunas serta dimeteraikan di dalam Yesus, sehingga bagi umat yang percaya dan memakan roti yang adalah dagingnya dan anggur yang merupakan darahnya ia akan diselamatkan, sehingga melalui perjamuan kudus ada pemahaman yang lahir langsung dari umat percaya, bahwa akan ada perjamuan satu meja di dalam kerajaan Allah, karena perjamuan kudus adalah sebuah peristiwa yang bukan mengecewakan umat yang percaya, melainkan kabar baik sebagai perayaan terhadap anugerah Allah. Dalam perjamuan kudus adanya satu kesatuan bagi persekutuan umat yang percaya akan kedatangan Kristus, pengharapan dan tindakan iman dalam persekutuan umat percaya menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan sang Mesias yang kedua kalinya. Secara umum dapat disimpulkan dari hasil responden melalui observasi di jemaat Maranatha Malagubtuk, perjamuan kudus sangat penting, karena Allah sangat baik menawarkan dirinya bagi manusia mempersembahkan korban yang sangat berharga demi umat manusia melalui Kristus kepada kita manusia, serta anugerah yang sangat sempurna menjadi milik manusia dan manusia mengakuinya melalui iman dan percaya kepadanya. Maka jemaat harus mempersiapkan diri mereka untuk mengikuti perjamuan kudus, karena roti dan anggur adalah simbol Kristus yang ada dalam Ada pula data keseluruhan warga jemaat Maranatha Malagubtuk dilihat pada Tabel 4. 3 Data Keseluruhan Jemaat PKB 25 Orang 27 Orang PAM 42 Orang Eirene Jurnal Ilmiah Teologi PAR 102 Orang Bayi yang baru lahir 2 Orang Jumlah Total Warga Jemaat 198 Orang Maranatha Malagubtuk Sumber : Hasil Observasi Jemaat Maranatha Malagubtuk Berdasarkan identifikasi jemaat atau responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 4. 4 Tingkat Responden Berdasarkan Kelas Sosial Petani 100 Orang SMP 6 Orang SMA 8 Orang Sarjana 4 Orang Yang bekerja sebagai Honor 3 Orang Yang bekerja sebagai pegawai 9 Orang JumlahTotal 130 Orang Sumber : Hasil Observasi Jemaat Maranatha Malagubtuk Berdasarkan pada tabel 4. 4 hasil temuan observasi dilapangan ada 130 orang sebagai pekerja di masing-masing bidang, seperti petani dengan jumlah kualitas yang lebih tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa jemaat Maranatha Malagubtuk adalah petani, selain dari pada itu adalah pekerja sebagai honor atau pegawai negeri sipil (PNS), sisa dari pada itu adalah anak-anak dan remaja yang masuk dalam kategori pelajar atau mahasiswa. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian dalam skipsi ini, maka peneliti dapat mengambil kesimpukan sebagai berikut. Pemahaman warga jemaat Maranatha Malagubtuk tentang perjamuan kudus cukup baik,mereka menanggap perjamuan kudus merupakan suatu tanda penebusan dosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus, maka bagi umat yang percaya harus mengikuti perjamuan kudus, makan Roti dan Anggur sebagai suatu simnol daging dan darah Yesus. Dari hasil penelitian dengan 30 responden dijemaat Maranatha Malagubtuk terdapat hasil positif, namun masih ada warga jemaat yang belum memahami pentingnya perjamuan kudus, karena mereka mempersatukan nilai budaya dan agama, sebagaimana penemuan dilapangan ada bebera keluarga yang belum menikah karena belum ada penyelesaian maskawin, serta beberapa yang tidak bersedia mengikuti perjamuan kudus karena perbuatan dosa mereka. DAFTAR PUSTAKA