Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis 5. : 55-64 https://jurnal. net/index. php/jikab doi: https://doi. org/10. 53088/jikab. ISSN: 2962-2433 Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi, dan Teknologi Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa Sekecamatan Tanon Sragen Isnaini Taufik Hidayah1. Yuwita Ariessa Pravasanti2. Desy Nur Pratiwi3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Indonesia. Alamat Email: isnainith648@gmail. com1, yuwita. pravasanti@gmail. com2, desynurpratiwi692@gmail. Sitasi Artikel: Hidayah. Pravasanti. , & Pratiwi. , . Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi, dan Teknologi Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa Sekecamatan Tanon Sragen. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 5. , 55Ae64. https://doi. org/10. 53088/jikab. Abstract: This study aims to examine the effect of financial supervision, regulatory compliance, and accounting information technology on the performance of village government officials in Tanon District. This research employs a quantitative approach using a survey method involving 80 respondents, including village heads, secretaries, and administrative staff in finance, planning, and governance. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that financial supervision, regulatory compliance, and accounting information technology have a positive and significant effect on the performance of village officials, both partially and simultaneously. The model explains 57. 2% of the variance in officialsAo performance, suggesting that these variables are key determinants in improving administrative performance at the village level. These findings highlight the importance of strengthening financial supervision systems, enhancing regulatory compliance, and optimizing the use of accounting information technology to support sustainable improvements in village government performance. Keywords: accounting information technology, financial supervision, performance of village officials, regulatory Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan keuangan, kepatuhan regulasi, dan teknologi informasi akuntansi terhadap kinerja aparatur pemerintahan desa di Kecamatan Tanon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 responden yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, serta perangkat desa pada bidang keuangan, perencanaan, dan pemerintahan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan keuangan, kepatuhan regulasi, dan teknologi informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa, baik secara parsial maupun simultan. Model penelitian mampu menjelaskan 57,2% variasi kinerja aparatur, yang menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan desa. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan sistem pengawasan, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi akuntansi perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kinerja aparatur desa secara Kata Kunci: Kepatuhan Regulasi. Kinerja Aparatur. Pengawasan Keuangan. Teknologi Informasi Akuntansi. Pendahuluan Latar belakang penelitian ini berfokus pada bergantung pada sistem dan mekanisme yang kinerja aparatur pemerintahan Desa yang sangat Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Hidayah. Pravasanti. , & Pratiwi. , . Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi, dan Teknologi Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa Sekecamatan Tanon Sragen. ditemukan kendala seperti rendahnya efisiensi Apakah pengawasan terhadap penggunaan anggaran, serta berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Kecamatan Tanon? Dengan mendukung tugas-tugas administrasi. Oleh karena pertanyaan ini, penelitian ini bertujuan untuk itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor memberikan rekomendasi berbasis data bagi pemerintah daerah dalam dalam meningkatkan Desa keuangan, kepatuhan regulasi dan teknologi informasi akuntansi. Tinjauan beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang (Cahyaningsih pengawasan keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah, (Andiga & Aprilia, 2. kepatuhan regulasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah, (Kharisman, 2. teknologi informasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur Namun, studi lain, seperti yang pemerintahan desa. Tinjauan Teoritis Kerangka teoritis dalam penelitian ini berfokus pada interaksi antara pengawasan keuangan, akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur di Kecamatan Tanon. Teori good governance prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, seperti akuntabilitas, transparansi, efisiensi, efektivitas, partisipasi, dan kepatuhan terhadap hukum. Dalam dilakukan oleh (Lintong et al. , 2. , pengawasan penerapan prinsip good governance diyakini dapat keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan mendorong terciptanya pelayanan publik yang terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah, profesional dan bertanggung jawab. Penerapan (Umam & Setiyowati, 2. kepatuhan regulasi prinsip-prinsip ini secara menyeluruh mampu tidak berpengaruh terhadap kinerja aparatur meningkatkan kualitas tata kelola serta kinerja daerah, (Kusumawati, 2. teknologi informasi administrasi publik, terutama dalam pemerintahan akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap berbasis pelayanan masyarakat. Salah satu bentuk kinerja aparatur pemerintah. Hal ini menunjukkan konkret implementasi good governance yang dapat memengaruhi kinerja aparatur adalah pengawasan mengenai dampak akuntabilitas dan transparansi terhadap kepercayaan publik, sehingga menyoroti perlunya penyelidikan tambahan. keuangan (Mulanda & Adnan, 2. Selain sebagai alat kontrol, pengawasan juga berfungsi untuk meningkatkan disiplin kerja dan Alasan diadakannya penelitian ini adalah untuk tanggung jawab aparatur. Aparatur yang bekerja di bawah sistem pengawasan yang ketat cenderung ketiga variabel tersebut memengaruhi tingkat menunjukkan kinerja yang lebih baik karena kinerja aparatur di Kecamatan Tanon. Hasil dari merasa tindakannya terpantau dan dievaluasi. Selain pengawasan, variabel lain seperti kepatuhan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas dan terhadap regulasi dan pemanfaatan teknologi efisiensi kinerja aparatur pemerintahan desa. informasi akuntansi juga berperan penting dalam Pertanyaan tujuan dari penelitian ini adalah: mendukung tata kelola yang efektif (Safira, 2. Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 55-64. Sementara itu, pemanfaatan teknologi informasi akuntansi mendukung transparansi dan efisiensi menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan- dalam pengelolaan keuangan dan laporan kegiatan. laporan yang diperlukan (Zulfah & Wahyuni, 2. Ketiga variabel ini secara sinergis diyakini dapat Penerapan Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen dan pemerintah kelurahan, khususnya dalam hal teknologi yang keterkaitannya dirancang untuk pelayanan publik yang optimal. Ketiga faktor mengumpulkan dan memproses data, sampai meningkatkan variabel utama yang menjadi fokus pengambil keputusan di internal organisasi dan dalam penelitian ini, eksternal organisasi (Gusherinsya & Samukri, yaitu kinerja pemerintah (Rofika & Ardianto, 2. Kinerja yang optimal mencerminkan tingkat prinsip-prinsip Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa (Cahyaningsih et al. , 2. pengawasan keuangan governance, serta menjadi tujuan akhir dari berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pelaksanaan pengawasan keuangan, kepatuhan pemerintah, (Andiga & Aprilia, 2. kepatuhan terhadap regulasi, dan pemanfaatan teknologi regulasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja informasi akuntansi. Penilaian terhadap kinerja aparatur pemerintah, (Kharisman, 2. teknologi aparatur juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan kapasitas dan reformasi terhadap kinerja aparatur pemerintah. Namun, birokrasi di lingkungan pemerintahan daerah studi lain, seperti yang dilakukan oleh (Lintong et (Wahyudi, 2. , 2. , pengawasan keuangan tidak memiliki Menurut (Syafiie, 2. , pengawasan dapat perkembangan kegiatan untuk menjamin jalannya pekerjaan, dengan demikian dapat selesai secara pengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah, (Umam & Setiyowati, 2. kepatuhan regulasi tidak berpengaruh terhadap kinerja aparatur daerah, (Kusumawati, 2. teknologi informasi akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah. pemikiran yang saling berhubungan. Ini dilakukan Penelitian ini berupaya mengisi gap dalam untuk lebih mengefektifkan peraturan yang telah literatur dengan menganalisis bagaimana ketiga dikeluarkan dalam rangka menegakkan disiplin. variabel ini pengawasan keuangan, kepatuhan Kepatuhan individu terhadap peraturan dan hukum yang diberlakukan oleh pemerintah untuk terhadap kinerja aparatur. mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara Berdasarkan tinjauan teoritis ini, hipotesis yang dikenal sebagai kepatuhan terhadap hukum. dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai Entitas pemerintah wajib bertanggung jawab H1: Pengawasan dihimpun dari masyarakat dan digunakan untuk signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintahan kepentingan bersama berdasarkan Pasal 23. UUD Desa sekecamatan Tanon. 1945 dan UU APBN (Hafiz & Saryadi, 2. H2: Kepatuhan regulasi berpengaruh signifikan Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan terhadap kinerja aparatur pemerintahan Desa sekecamatan Tanon. H3: Teknologi informasi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintahan Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Hidayah. Pravasanti. , & Pratiwi. , . Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi, dan Teknologi Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa Sekecamatan Tanon Sragen. Desa sekecamatan Tanon. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa variabel Metode Penelitian Penelitian Pertama, pengawasan keuangan (X. berfungsi sebagai alat kontrol agar penggunaan anggaran kuantitatif dengan desain survei yang bertujuan sesuai aturan dan menghindari penyimpangan. Kedua, kepatuhan regulasi (X. mencerminkan keuangan, kepatuhan regulasi dan teknologi seberapa besar aparatur bekerja sesuai peraturan perundang-undangan, yang merupakan bagian terhadap kinerja aparatur di Kecamatan Tanon. dari tanggung jawab negara hukum. Ketiga. Desain ini memungkinkan pengumpulan data yang teknologi informasi akuntansi (X. membantu sistematis dan terstruktur, sehingga hasil yang meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan, diperoleh dapat diolah secara statistik untuk pelaporan, serta pengawasan keuangan desa. mendapatkan temuan yang objektif dan dapat Terakhir, kinerja aparatur (Y) adalah pencapaian dari suatu usaha entah itu berhasil atau tidak sesuai Dengan peneliti dapat mengukur hubungan antar variabel dengan lebih tepat dan menghasilkan rekomendasi ditetapkan, diukur melalui aspek-aspek seperti yang berbasis data. pengawasan keuangan, kepatuhan regulasi dan Populasi penelitian ini berfokus pada seluruh teknologi informasi akuntansi. Definisi yang jelas pegawai di Desa Sekecamatan Tanon dengan ini akan membantu dalam pengukuran dan analisis jumlah 160 pegawai. Menurut (Sugiono, 2. populasi merupakan wilayah generalisasi yang Teknik terdiri atas: objek/subjek yang memiliki ukuran dan penelitian ini adalah regresi linier berganda, yang karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti bertujuan untuk menentukan pengaruh variabel untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. independenAiyaitu Sampel menurut (Sugiyono, 2. adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh akuntansiAiterhadap variabel dependen, yaitu populasi tersebut. Teknik pengumpulan datanya kinerja aparatur. Sebelum melakukan analisis, uji menggunakan purposive sampling. Sebanyak 80 validitas dan reliabilitas akan dilakukan untuk dengan menggunakan teknik purposive sampling. memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk memilih analisis asumsi klasik seperti uji normalitas, responden berdasarkan kriteria tertentu, seperti multikolinearitas, dan autokorelasi juga akan Berhubungan dengan keuangan seperti kepala dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi desa, sekretaris desa, kaur keuangan, dan kaur yang digunakan valid. Hasil dari analisis ini akan perencanaan, kaur pemerintahan. diinterpretasikan untuk menjawab pertanyaan Penelitian ini menggunakan data primer yang penelitian dan membahas implikasi dari temuan merupakan data yang diperoleh dari sumber yang diperoleh. pertama atau tempat objek yang dilakukan secara Hasil dan Pembahasan langsung oleh peneliti tanpa melalui perantara (Ghozali, 2. Kuesioner ini menggunakan skala Hasil Penelitian Likert untuk mengukur sikap responden terhadap Penelitian ini melibatkan 80 responden yang setiap pernyataan. mengenai kondisi yang diteliti. terdiri dari pejabat kelurahan bagian kepala desa. Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 55-64. dianggap valid. perencanaan, kaur pemerintahan. Data responden Tabel 4. 2 Uji Reliabilitas berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa digunakan dalam pengolahan data terdiri dari laki Pengawasan Keuangan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Teknologi Informasi Akuntansi (X. Kinerja Aparatur (Y) CronbachAos 0,921 Nilai kritis 0,70 Hasil Reliabel 0,865 0,70 Reliabel 0,898 0,70 Reliabel 0,934 0,70 Reliabel laki berjumlah 62 orang . ,5%) dan perempuan 18 orang . ,5%). Berdasarkan usia, responden terbagi dalam beberapa kelompok. <20 berjumlah 0 orang . %), 20-30 tahun 9 orang . ,25%), 30-40 tahun 34 orang . ,5%), 40-50 tahun 22 orang . ,5%), 50-60 tahun 15 orang . ,25%), dan >60 tahun 0 orang . %). Informasi instrumen kuesioner tersebut dianggap reliabel karena nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,70. Berdasarkan jabatan, sebanyak 16 orang . %) Tabel 4. 3 Uji Normalitas sebagai Kades. Carik 16 orang . %), kaur keuangan 16 orang . %), kaur perencanaan 16 Variabel orang . %), dan kaur pemerintahan 16 orang Residual Asymp. Sig . 0,200 Level of Keterangan 0,05 Normal . %). Data Tabel 4. 1 Uji Validitas Pernyataan Rhitung 0,832 0,852 0,758 0,808 0,800 0,842 0,877 Rtabel 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pernyataan Rhitung 0,805 0,658 0,791 0,777 0,708 0,687 0,774 Rtabel 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pernyataan Rhitung 0,788 0,788 0,797 0,784 0,804 0,794 0,821 Rtabel 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pernyataan Rhitung 0,828 0,886 0,869 0,754 0,896 0,856 0,840 Rtabel 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 0,2199 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,05, mengindikasikan bahwa uji normalitas disalurkan Tabel 4. 4 Uji Multikolinielitas Pengawasan Keuangan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Teknologi Informasi Akuntansi (X. Tolerance 0,890 VIF 1,124 0,916 1,092 0,860 1,163 Keterangan Bebas Multikolinielitas Bebas Multikolinielitas Bebas Multikolinielitas Mengingat nilai tolerance > dari 0,1 dan nilai VIF < 10, maka, tabel 4. 4 memperlihatkan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas dengan model Tabel 4. 5 Uji Autokorelasi Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,767 0,588 0,572 2,728 Durbin Watson 1,981 Dalam riset ini, autokorelasi dilakukan dengan mamakai uji Durbin Watson. Menurut uji ini. Menurut (Hartono, 2. validitas adalah tingkat ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur masalah autokorelasi tidak terdapat dalam model regresi jika: dalam melakukan fungsinya. Karena nilai r yang du < d < 4-du dihitung lebih besar dari r tabel, seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas, data dari semua d: nilai durbin Watson hitung indikator yang digunakan dalam penelitian ini Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Hidayah. Pravasanti. , & Pratiwi. , . Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi, dan Teknologi Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa Sekecamatan Tanon Sragen. du: nilai batas atas / upper durbin Watson tabel Dari rumus durbin Watson diatas dapat autokorelasi karena nilai durbin Watson hitung . > nilai batas atas durbin Watson tabel . ,7. dan nilai durbin Watson hitung . < 4 nilai batas atas durbin Watson tabel . ,7. atau 2,2847. -2,159 5,759 Sig. 0,034 0,000 0,481 5,154 0,000 meningkat satu satuan maka variabel Y akan menurun sebesar 0,481. Nilai koefisisen regresi variabel X3 bernilai positif ( ) sebesar 0,236 maka dapat diartikan bahwa jika variabel X3 meningkat satu satuan maka (-) maka dapat diartikan bahwa jika variabel X3 (-) maka dapat diartikan bahwa jika variabel X2 pula sebaliknya apabila variabel X3 bernilai minus Unstandarized Standarized Coefficie nt Coefficie nt Std. Beta -6,363 2,947 0,452 0,078 0,449 Model (Constan. Pengawasan Keuangan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Teknologi Informasi Akuntansi (X. pula sebaliknya apabila variabel X2 bernilai minus variabel Y akan meningkat sebesar 0,236, begitu Tabel 4. 6 Analisis Linear Berganda variabel Y akan meningkat sebesar 0,481, begitu meningkat satu satuan maka variabel Y akan menurun sebesar 0,236. Tabel 4. 7 Uji F 0,093 0,396 Model Regression Residual Total 0,236 0,083 0,224 2,827 0,006 F hitung 36,220 F tabel 2,2724944 Sig. 0,000 Karena nilai signifikansi 0,000 < dari 0,05 atau Berdasarkan tabel diatas diperoleh persamaan 5%, seperti yang ditunjukkan pada tabel 4. 7, maka variabel independen dianggap memiliki dampak regresi sebagai berikut: Y = o 1x1 2x2 3x3 e pada variabel dependen, yang menunjukkan bahwa Y = -6,363 0,452 Pengawasan Keuangan 0,481 penelitian ini bermanfaat. Tabel 4. 8 Uji t Kepatuhan Regulasi 0,236 Teknologi Informasi Akuntansi e Variabel Pengawasan Keuangan (X. Kepatuhan Regulasi (X. Teknologi Informasi Akuntansi (X. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut dengan t hitung 5,759 t tabel 1,99167 p value 0,000 Keterangan Berpengaruh 5,154 1,99167 0,000 Berpengaruh 2,827 1,99167 0,006 Berpengaruh menggunakan hasil persamaan regresi berganda. Nilai konstanta () sebesar -6,363 dapat diartikan bila variabel Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi. Teknologi Informasi Akuntansi bernilai nol . , maka kinerja aparatur menurun sebesar 6,363. Nilai koefisisen regresi variabel X1 bernilai positif ( ) sebesar 0,452 maka dapat diartikan bahwa jika variabel X1 meningkat satu satuan maka variabel Y akan meningkat sebesar 0,452, begitu pula sebaliknya apabila variabel X1 bernilai minus (-) maka dapat diartikan bahwa jika variabel X1 meningkat satu satuan maka variabel Y akan menurun sebesar 0,452. Nilai koefisisen regresi variabel X2 bernilai positif ( ) sebesar 0,481 maka dapat diartikan bahwa jika variabel X2 meningkat satu satuan maka Dalam proses pengambilan keputusan untuk uji t, apabila nilai thitung melebihi ttabel, maka Ho akan ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh signifikan antara variabel independen Untuk keterangan dari data tabel 4. adalah sebagai berikut. Pada variabel pengawasan keuangan nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . ,99. , atau Ho ditolak yang berarti H1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengawasan keuangan terhadap kinerja aparatur. Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 55-64. Pada variabel akuntabilitas nilai thitung menciptakan efek kontrol dan meningkatkan . lebih besar dari nilai ttabel . ,99. , atau Ho kesadaran terhadap pentingnya akuntabilitas dan ditolak yang berarti H2 diterima, artinya terdapat kepatuhan terhadap prosedur kerja. Akibatnya, kepatuhan regulasi terhadap kinerja aparatur. terdorong untuk bekerja lebih profesional dan Pada variabel akuntabilitas nilai thitung menghindari kesalahan atau penyimpangan dalam . lebih besar dari nilai ttabel . ,99. , atau Ho ditolak yang berarti H2 diterima, artinya terdapat pengawasan keuangan yang baik, aparatur desa pengaruh yang signifikan antara variabel teknologi merasa termotivasi untuk bekerja secara lebih informasi akuntansi terhadap kinerja aparatur. profesional karena mereka tahu bahwa setiap Tabel 4. 9 Uji Koefisien Determinasi Model R Square 0,767 0,588 Adjusted R Square 0,572 Adjustet R Square 0,572 menunjukan bahwa 57,2% Selain Adanya pengawasan yang jelas juga menciptakan rasa tanggung jawab dan mendorong aparatur untuk Berdasarakan tabel diatas dapat dilihat nilai berkontribusi pada peningkatan kinerja secara variabel kinerja aparatur dipengaruhi oleh faktor Hasil tersebut juga didukung dengan hasil pengawasan keuangan, kepatuhan regulasi dan penelitian yang dilakukan oleh (Binawati & teknologi informasi akuntansi. Faktor lain yang Badriyah, 2. dan (Cahyaningsih et al. , 2. yang mempengaruhi variabel kinerja aparatur yaitu menyatakan pengawasan keuangan berpengaruh 42,8%. positif terhadap kineja aparatur. Sedangkan hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil Pembahasan Penelitian penelitian Lintong et al. , . yang menyatakan (X. , pengawasan keuangan tidak berpengaruh terhadap kineja aparatur. akuntabilitas (X. , dan transparansi (X. terhadap 1 variabel dependen, yaitu kepercayaan masyarakat (Y), di Kecamatan Tanon. Temuan-temuan tersebut Kepatuhan regulasi terhadap kinerja aparatur Dalam dibahas sebagai berikut. Kecamatan Tanon dapat memberikan hasil baik. Pengawasan keuangan terhadap kinerja aparatur Hal ini didukung dengan hasil Analisis regresi yang memberikan pengaruh positif dan juga dengan uji t Dalam variabel pengawasan keuangan pada Kecamatan Tanon dapat memberikan hasil baik. Hal ini didukung dengan hasil Analisis regresi yang memberikan pengaruh positif dan juga dengan uji t memberikan nilai t hitung . lebih besar dari . ,99. memberikan nilai t hitung . lebih besar dari . ,99. menunjukkan bahwa pada hipotesis 1 ini bisa diterima, yang artinya jika pengawasan keuangan pada Kecamatan Tanon meningkat maka akan meningkat pula kineja aparaturnya. menunjukkan bahwa pada hipotesis 1 ini bisa diterima, yang artinya jika pengawasan keuangan Ketika aparatur desa memahami dan mematuhi pada Kecamatan Tanon meningkat maka akan meningkat pula kineja aparaturnya. menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar dan aturan yang telah ditetapkan. Dengan adanya pengawasan keuangan yang efektif, aparatur desa merasa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Pengawasan Kepatuhan ini meminimalisir risiko pelanggaran administratif dan meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, regulasi juga berfungsi sebagai pedoman Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Hidayah. Pravasanti. , & Pratiwi. , . Pengawasan Keuangan. Kepatuhan Regulasi, dan Teknologi Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa Sekecamatan Tanon Sragen. kerja yang menjamin adanya keseragaman dan integrasi data secara real-time, sehingga pimpinan kejelasan tugas, sehingga mendukung peningkatan keputusan berbasis data yang akurat dan terkini. Kepatuhan Kecepatan Ketika aparatur desa bekerja berdasarkan aturan pengambilan tindakan dan meningkatkan daya yang jelas, proses kerja menjadi lebih efisien dan tanggap aparatur terhadap berbagai kebutuhan minim konflik internal. Hal ini meningkatkan administrasi maupun pelayanan masyarakat. pencapaian tujuan organisasi, yang berdampak langsung pada kinerja yang lebih optimal. Hasil tersebut juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Savila, 2. dan (Cahyaningsih et al. , 2. yang menyatakan Sedangkan penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Umam & Setiyowati . menyatakan kepatuhan regulasi tidak berpengaruh terhadap kineja aparatur. menciptakan iklim kerja yang tertib dan sistematis. Hasil tersebut juga didukung dengan hasil (Arifin Sinambela, 2. dan (Cahyaningsih et al. , 2. berpengaruh positif terhadap kineja aparatur. Sedangkan hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Kusumawati . yang menyatakan kepatuhan regulasi tidak berpengaruh terhadap kineja aparatur Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan. Teknologi infomrasi akuntansi terhadap kinerja dapat disimpulkan bahwa pengawasan keuangan. Dalam variabel teknologi informasi akuntansi pada Kecamatan Tanon dapat memberikan hasil Hal ini didukung dengan hasil Analisis regresi yang memberikan pengaruh positif dan juga dengan uji t memberikan nilai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . ,99. dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada hipotesis 1 ini bisa diterima, yang artinya jika teknologi informasi akuntansi pada Kecamatan Tanon meningkat maka akan meningkat pula kineja aparaturnya. Penerapan membantu mempercepat proses pengelolaan dan Teknologi mengurangi kesalahan manual, meningkatkan informasi keuangan. Dengan demikian, aparatur dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada kualitas akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa di Kecamatan Tanon. Pengawasan keuangan yang efektif mampu meningkatkan kedisiplinan, akuntabilitas, dan transparansi dalam pelaksanaan tugas, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja aparatur. Kepatuhan terhadap regulasi mendorong aparatur untuk bekerja sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku, yang pada akhirnya meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan publik. Sementara itu, pemanfaatan teknologi informasi akuntansi terbukti mampu mendukung efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan serta pelaporan keuangan desa. Dengan demikian, ketiga faktor meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan desa secara berkelanjutan. Keterbatasan Dan Saran meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Selain Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan itu, teknologi informasi akuntansi memungkinkan yang perlu menjadi perhatian dalam interpretasi Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 55-64. Pertama, cakupan penelitian yang hanya konstruktif, pimpinan dan staf Kecamatan Tanon terbatas pada aparatur desa di Kecamatan Tanon atas izin serta bantuan selama proses pengumpulan menyebabkan temuan penelitian ini belum dapat data, serta para responden atas partisipasi yang digeneralisasikan secara luas pada konteks wilayah Penulis juga mengucapkan terima kasih lain dengan karakteristik yang berbeda. Kedua, kepada rekan-rekan mahasiswa dan berbagai pihak lainnya atas dukungan dan bantuan yang turut menggambarkan kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi kinerja aparatur desa. Berdasarkan keterbatasan tersebut, beberapa implikasi dan rekomendasi dapat diajukan. Bagi pemerintah kecamatan dan desa, hasil penelitian ini pengawasan keuangan melalui mekanisme kontrol internal yang lebih efektif, audit berkala, serta peningkatan kapasitas aparatur dalam aspek Selain peningkatan kepatuhan terhadap regulasi perlu dilakukan secara sistematis melalui sosialisasi kebijakan yang berkelanjutan dan penyusunan pedoman kerja yang operasional dan mudah Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi akuntansi juga menjadi langkah strategis, infrastruktur digital dan pelatihan teknis guna mendukung efisiensi serta akurasi pelaporan keuangan desa. Sementara itu, bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan wilayah penelitian agar menghasilkan temuan yang lebih representatif dan memiliki daya generalisasi yang lebih kuat. Selain itu, penelitian mendatang diharapkan dapat mengintegrasikan variabel lain seperti motivasi kerja, budaya organisasi, dan kepemimpinan, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai determinan kinerja aparatur pemerintahan desa. Ucapan Terimakasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan artikel ini. Apresiasi secara khusus diberikan kepada dosen pembimbing atas arahan dan masukan yang mendukung terselesaikannya penelitian ini. Daftar Pustaka