SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Kelompok Bidang: Keanekaragaman Hayati dan Bioprospeksi Keanekaragaman Jenis Burung Pada Tiga Tipe Habitat Situ Wulukut Desa Kertayuga Kecamatan NusaherangKabupaten Kuningan Oleh Ari Lumanda Sidik. Yayan Hendrayana. Nurdin Program Studi Kehutanan. Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan lumandaari@gmail. ABSTRAK Burung merupakan kelompok vertebrata yang termasuk ke dalam kelas Aves dengan jumlah sekitar 8600 spesies di dunia (MacKinnon 2. ,tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana keanekaragaman jenis burung pada tiga tipe habitat di situ Wulukut Desa kertayuga dan Bagaimana perbedaan tingkat dominansi jenis burung pada tiga tipe habitat tersebut. adapun metodologi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Mackinon . etode daftar jenis burung ) yaitu dengan mendaftar jenis burung hingga jumlah tertentu (Mackinnon et al 2. sedangkan untuk pengolahan data Keanekaragaman jenis burung diketahui dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Ae Wiener (Odum, 1. , kemudian untuk dominansi yaitu dengan rumus dominansi menurut (Van Helvoort,1. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan keragaman jenis burung yang di temukan di situ Wulukut ,jenis burung yang ditemukan pada tipe habitat tegakan pinus 25 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 992 kali, kemudian pada tipe habitat semak belukar 30 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 1160 kali ,selanjutnya yang terakhir pada tipe habitat sawah 17 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 1354 kali dapat disimpulkanbahwa penelitianini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung dan dominansi burung pada tiga tipe habitat situ wulukut desa kertayuga menggunakan metode daftar jenis burung. Kata kunci: Keaekaragaman Jenis Burung. Tipe Tiga Habitat. Situ Wulukut Desa Kertayuga. ABSTRACT Birds are a group of vertebrates that belong to the class Aves with the amount of about 8600 species in the world (MacKinnon 2. ,the purpose of this study was to determine How the diversity of bird species in three habitat types in situ Wulukut Village kertayuga and How the difference in the level of dominance of bird species in three types of habitat. as for the methodology used in this research is by using the method Mackinon . he method list type of bird ), namely by registering types of birds up to a certain amount (Mackinnon et al while for the data processing, the Diversity of bird species is known by using the diversity index of Shannon Ae Wiener (Odum, 1. , then for dominance that by the formula dominance according to (Van Helvoort,1. Based on the results of field observations of the diversity of bird species found in situ Wulukut ,kinds of birds that are found in the type of habitat of the pine stands of 25 types with a total of encounter as much as 992 times, then on the type of habitat shrubs 30 types with a total of encounter as much as 1160 times ,then the last on the type of habitat rice 17 types with a total of encounter as much as 1354 times . it can be concluded that this research aims to determine the diversity of bird species and the dominance of the birds on the three habitat types there wulukut village kertayuga using the method list types of birds. Keywords: The Diversity Of Bird Species. Type Three Habitat. Situ Wulukut Village Kertayuga SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 PENDAHULUAN Situ Wulukut terletak di Desa Ketayuga Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, di bangun pada tahun 2007-2008 oleh Dinas pengelola sumber daya air Provinsi Jawa Barat. Pembangunan bertujuan untuk penampungan air hujan dan pengairan sawah, agar pada saat musim kemarau cadangan air selalu Luas areal Situ Wulukut adalah 6,2 ha, terdiri dari 5 ha lahan atau tanah milik perum perhutani, serta 1,2 ha lahan atau tanah milik Desa Kertayuga. (Profil Desa Kertayuga 2. Situ Wulukut juga pada saat ini dijadikan tempat wisata alam dan dikelola oleh dua pihak yaitu oleh pemerintahan desa, sebagai mitra perhutani karena wilayah di situ Wulukut, sebagian wilayahnya merupakan wilayah desa. Kemudian ,pihak perhutani, merupakan pengelola di wisata situ Wulukut tersebut. (Profil Desa Kertayuga 2. Selain dari pada tempat wisata, situ wulukut menjadi habitat bagi beberapa jenis burung. Situ wulukut juga harus menyuguhkan atraksi lainnya ,sehingga situ Wulukut tidak hanya menyuguhkan pemandangan alamnya saja melainkan juga satwa liar seperti burung burung yang ada di wilayah tersebut,maka dari itu permasalahannya adalah informasi jenis Ae jenis burung tersebut belum ada sehingga harus dilakukannya penelitian . Maka dari itu penulis ingin melakukan penelitian dengan judul Keanekaragaman Jenis Burung Pada Tipe Tiga Habitat Situ Wulukut Desa Kertayuga Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, kemudian hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai data atau informasi dasar dalam pengelolaan satwa liar khususnya burung di situ wulukut, kemudian menjadi daya tarik bagi Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimana keanekaragaman jenis burung pada tiga tipe habitat di situ Wulukut Desa Kertayuga ? Bagaimana perbedaan tingkat dominansi jenis burung pada tiga tipe habitat di situ wulukut Desa Kertayuga? Bagaimana kemerataan jenis burung pada tiga tipehabitat situ Wulukut Desa Kertayuga ? Tujuan Penelitian Adapun Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut : Mengetahui keanekaragaman jenis burung pada tiga tipe habitat di situ Wulukut Desa Kertayuga. Mengetahui perbedaan tingkat dominansi jenis burung pada tiga tipe habitat di situ Wulukut Desa Kaertayuga. Mengetahui kemerataan jenis burung pada tiga tipe habitat situ Wulukut Desa Kertayuga. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Situ Wulukut terletak pada koordinat S. 7001Ao49,866 Ae T. Kemudian luasan areal situ Wulukut adalah 6,2 Ha. 5 Ha lahan dan tanah milik perum perhutani,selanjutnya 1,2 Ha lahan tanah Desa. Situ Wulukut berpapasan langsung dengan lahan milik perum perhutani. Gambar 3. 1 Peta Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Situ Wulukut Desa Kertayuga Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan pada tiga tipe habitat yaitu tegakan pinus, semak belukar dan sawah. Dilaksanakan pada Bulan Februari s. d Mei, 2021 1 Alat dan Bahan Penelitian Alat-alat yang digunakan dilapangan dalam pelaksanaan yaitu Binokuler ,Kamera,Buku Panduan di Sumatra,Jawa,Bali dan Kalimantan (John Mackinon. Karen Phillipps,Bas Van Balen 2. Tally sheet dan Parang. Jenis Data Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan selama penelitian meliputi : Jenis Ae jenis burung yang dijumpai dilokasi penelitian pada setiap titik pengamatan. Data sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari studi litelatur atau studi pustaka yang bertujuan untuk melengkapi hasil penelitian seperti kondisi umum lokasi penelitian dan tinjauan tinjauan pelengkap lainnya yang berhubungan dengan penelitian serta pencocokan berdasarkan buku panduan burung di Sumatra,Jawa,Bali dan Kalimantan (John Mackinon. Karen Phillipps,Bas Van Bale. Teknik Pengumpulan Data SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Pengambilan data dengan menggunakan metode Mackinon . etode daftar jenis burung ) yaitu dengan mendaftar jenis burung hingga jumlah tertentu (Mackinnon et al 2. Pengamatan dilakukan dengan menyusuri jalan setapak atau bisa dengan mengambil tempat dengan jarak pandang yang luas. artinya tidak membuat jalur akan tetapi menyusuri jalur yang telah ada atau jalan setapak. Setiap jenis burung yang di temukan di identifikasi jenisnya. Burung hasil pengamatan dan telah diidentifikasi dimasukan kedalam suatu daftar yang mencatat jenis Ae jenis burung yang teramati, setiap jenis hanya dicatat satu kali untuk setiap daftar pada penelitian ini akan dibuat 10 daftar jenis Setiap daftar terdiri dari 10 jenis,jika daftar telah mencapai 10 jenis, maka dibuat daftar jenis Setiap selesai pengamatan data dimasukan kedalam kurva hubungan antara akumulasi jumlah jenis dengan jumlah daftar jenis. Pencatatan dihentikan bila kurva perubahan jenis sudah mendatar yang menandakan tidak ada lagi pertambahan jenis. Hasil yang didapat menggambarkan jumblah jenis burung dikawasan tersebut (Mackinnon et al 2. Pengamatan dilakukan pada pukul 00 Ae 18. 00 WIB dan pengambilan data dilakukan tiga kali ulangan yaitu pagi,siang dan sore hari Kemudian pengamaatan dilakukan selama 15 hari. Analisis Data Indeks Keanekaragaman Jenis (HA. Keanekaragaman jenis burung diketahui dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Ae Wiener (Odum, 1. , dengan rumus : HAo=-Oc(Pi 1n P. Pi = . i/N) Keterangan: HAo= Indeks keanekaragaman jenis ni = Jumlah individu jenis ke Ae i N = Jumlah individu seluruh jenis Pi = Proporsi Jenis Ae i terhadap total individu semua jenis Kriteria: HAo < 1 Keanekaragaman rendah 1 3 Keanekaragaman tinggi Dominansi Analisis dominansi jenis burung digunakan untuk melihat bagaimana komposisi jenis burung dominan , sub dominan , dan non dominan atau jarang dalam komunitas burung yang diamati. Hal ini berkaitan dengan jenis burung yangpaling banyak ditemukan di lokasi penelitian. Rumus yang digunakan adalah rumus dominansi menurut (Van Helvoort,1. Dengan kategori sebagai berikut . Di (>5%) berarti dominan . Di . -5%) berarti sub- dominan ,Di <2% berarti non dominan. SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Di = yeayeO/ycA X 100% Keterangan Di = Indeks dominansi suatu jenis burung ni = Jumlah individu suatu jenis burung N = Jumlah individu seluruh jenis burung Kemerataan Indeks Kemerataan (Ludwig dan Reynolds 1. yang digunakan yaitu : E = HAo/lns : indeks kemerataan jenis HAo : indeks keanekaragaman jenis : logaritma natural : jumlah jenis HASIL DAN PEMBAHASAN Keankaragaman Jenis Burung Jumlah Jenis Burung Berdasarkan hasil pengamatan lapangan keragaman jenis burung yang di temukan di situ Wulukut berjumlah 60 jenis. Jenis burung yang ditemukan pada tipe habitat tegakan pinus 25 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 992 kali , kemudian pada tipe habitat semak belukar 30 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 1160 kali ,selanjutnya yang terakhir pada tipe habitat sawah 17 jenis dengan total perjumpaan sebanyak 1354 Tabel 1 Jumlah jenis burung yang ditemukan pada tiga tipe habitat Nama jenis Habitat Nama ilmiah Htp Hsb 1 Alap alap sapi 2 Anis merah Falco moluccensis - 2 Zoothera citrina 3 Apung tanah Anthus novaeseelandiae 4 Ayam hutan merah Gallus gallus 5 Bentet kelabu Lanius schach - 2 - 47 6 Bondol haji Lonchura maja 7 Bondol hijau Erythrura prasina - - 8 Bondol jawa 9 Bondol peking Lonchura punculata - 43 Lonchura leucogastroides Napothera epilepidota - 70 - 2 10 Brencet berkening 11 Brencet kerdil Pneopyga pusilla 12 Bubut alang alang Centropus bengalensis - 2 - 12 SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Nama jenis Habitat Nama ilmiah Htp Hsb 13 Burung gereja 14 Burung madu belukar Passer montanus Anthreptes singalensis 15 Burung sepah raja Aethopyga siparaja - 4 - 4 16 Burung sriganti Nectarinia jugularis - 78 17 Cabai polos Dicaeum concolor 18 Caladi batu Meiglyptes tukki 19 Cekakak jawa Halcyon smyrnensis 20 Cekakak sungai Todirhamphus chloris Cettia vulcania - 2 21 Ceret gunung 22 Cica koreng jawa Megalurus palustris 23 Cici padi Cisticola juncidis 24 Cinenen jawa 25 Cinenen pisang Orthotomus sepium Orthotomus sutorius - 50 - 20 26 Cipoh kacat 27 Cucak kuning Aegithina tiphia Pycnonotus melanicetrus 28 Cucak kutilang 29 Elang hitam Pycnonotus aurigaster Ictinaetus malayenis 30 Elang ular bido Spilornis cheela 31 Empuloh janggut Alophoixus bres 32 Gelatik batu kelabu 33 Gelatik jawa 34 Kacamata biasa 35 Kacamata jawa 36 Kacici lurik 37 Kangkok besar 38 Kapinis rumah 39 Kareo padi 40 Kepudang kudik hitam 41 Kerak kerbau 42 Kerakbasi ramai 43 Kicuit kerbau 44 Kipasan bukit 45 Merbah belukar 46 Merbah cerukcuk 47 Paok pancawarna 48 Pekutut jawa 49 Pelanduk semak 50 Pelanduk topi hitam 51 Perenjak padi 52 Puyuh batu 53 Sepah hutan Psaltria exilis Padda oryzivora Zosterops palpebrosus Zosterops flavus Locustella lanceolata Cuculus fugax Apus affinis Amaurornis phoenicurus Oriolus chinensis Acridotheres javanicus Acrocephalus stentoreus Motacilla flava Rhipidura euryura Pycnonotus plumosus Pycnonotus bimaculatus Pitta guajana Geopelia striata Malacocinla sepiarium Pellorneum capistratum Prinia inornata Coturnix chinensis Pericrocotus flammeus - 199 SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Nama jenis 54 Sikatan ninon 55 Srigunting hitam 56 Srigunting kelabu 57 Takur tulung tumpuk 58 Tekukur biasa 59 Uncal buau 60 Wiwik uncuing Jumlah Habitat Nama ilmiah Eumyas indigo Dicrurus macrocerus Dicrurus leucophaeus Megalaima javensis Streptopelia chinensis Macrroppygia ruficeps Cuculus sepulcralis Htp Hsb Keterangan : Htp = Habitat tegakan pinus Hsb = Habitat semak belukar Hs = Habitat Sawah . Gambar 5. Jenis burung di habitat pinus (Spilornis cheel. Jenis burung di habitat sawah (Lonchura leucogastroide. Jenis burung di habitat semak belukar (Pellorneum capistratu. Keanekaragaman jenis burung dipengaruhi oleh keanekaragaman tipe habitat. Struktur vegetasi dan ketersediaan pakan pada habitat merupakan faktor utama yang mempengaruhi keanekaragaman jenis di suatu habitat (Tortosa 2. Menurut James . dan Welty . bahwa penumpukan tajuk, ketinggian tajuk dan keanekaragaman jenis pohon menentukan keanekaragaman jenis di suatu tempat. Deshmukh . menyatakan bahwa faktor yang membatasi populasi adalahkemampuan atau ketidak mampuan untuk menemukan sumber daya yang memadai. dapat dilihat pada tabel jenis burung yang ditemukan di setiaphabitat berbeda beda namun adajuga yang sama . Hal ini dikarenakan vegetasi yang sangat berbeda pada ketiga habitat tersebut sehingga jenis burung atau komunitas burung yang di temukan beragam pada setiap habitat. karena pada dasarnya burung atau SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 komunitas burung mencari tempat yang memiliki sumberpakan di habitat tersebut,Kawasan situ Wulukut memiliki sumber penghasil buah dan bunga salah satu penghasil bunga yang ada disitu yaitu pohon kaliandra ,serta vegetasi yang masih cukup baik sehingga cocok untuk keberlangsungan hidup bagi beberapa jenis Berdasarkan pengamatan dilapangan pada ke tiga habitat menunjukankenaekaragaman jenis yang cukup melimpah,hal ini dikarenakan pada setiaphabitat memiliki beberapa unsur yang di butuhhkan oleh burung yaitu tempat mencari pakan,berkembang biak dan bersarang. Menurut Rohiyan. Setiawan dan Rustiati . tingginya jumlah spesies yang dapat hidup di suatu komunitas menunjukkan bahwa komunitas tersebut memberikan peranan baik bagi keberadaan burung untuk mencari pakan, bersarang dan berlindung dari tegakan pinus semak belukar Gambar 5. 5 Kurva Spesies kekayaan jenis burung padatiga tipe habitat Keanekaragaman jenis burung pada tiga tipe habitat sangat berbeda ,kenaekaragaman jenis burung pada tipe habitat semak belukar lebih tinggi dari pada tipe habitat tegakan pinus dan tipe habitat sawah. Grafik diatas menunjukan untuk tipe habitat tegakan pinus menunjukan dari daftar ke-22 sampai daftar ke-30 sudah tidak ditemukan jenis baru ,sedangkan pada tipe habitat semak belukar pada daftar ke-24 sampai daftar ke -30 ,kemudian yang terakhir pada habitat sawah pengamatan ke-25 sampai ke -30. Hal yang patut menjadi perhatian dengan kenaekaragaman jenis burungadalah kurva spesies atau kurva penemuan jenis. Kurva ini dapat menjelaskan posisi keanekaragaman burung pada suatu tempat ,dan membandingkan dengankeanekaragaman ditempat lain. Bahkan kurva ini dapat digunakan memprediksikan keanekaragaman jenis atau penambahan jenis pada unit unitpengamatan berikutnya. Kurva yang terbentuk dapat memiliki kecenderungan naik atau mendatar. Kurva yang cenderung naik menunjukan bahwa penambahan jenisbaru akan terus berlangsung sejalan dengan bertambahnya unit SEMINAR NASIONAL Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat II Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan Kamis, 28 Oktober 2021 Artinya untuk mendapatkan kurva mendatardari kurvayang cenderung naik ini masih diperlukan unitpengamatan yang lebih banyak lagi. Kurva yang cenderung mendatar menunjukan bahwa penambahan jenisnya hanya sedikit sejalan denganbertambahnya unit pengamatan. Perbedaan penemuan pada setiap habitat kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan vegetasi pada setiap habitat,perbedaan tajuk dan tutupan lahan struktur tersebut dapat mempengaruhi jumlah jenis burung pada suatau kawasan. Indeks Keanekaragaman dan Indeks Kemerataan Jenis Burung Berdasarkan hasil penelitiaan yang telah dilakukan pada ketiga tipe habitat di situ Wulukut desa Kertayuga ,baik melalui perjumpaan langsung maupun suara ditemukan 25 jenis burung dengan total perjumpaan 992 individu pada tipe habitattegakan pinus,dari 25 jenis burung yang ditemukan ditipe habitat tegakan pinus di peroleh indek keanekaragaman jenisnya sebesar 2,57. Kemudian pada tipe habitat semak belukar ditemukan 30 jenis burung dengan total perjumpaan 1160 diperoleh indeks keanekaragaman jenisnya 2,68 . Serta untuk tipe habitat sawah ditemukan 17 jenis burung dengan total perjumpaan 1354 diperoleh indeks keanekaragaman jenisnya 1,36. Apabila dilihat dengan kriteria indeks keanekaragaman jenis Shannon (HA. dimana nilai 1