Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan Fina SyifaAour Rohmah1. Nafis Irkham2 Universitas Islam Negeri Salatiga Email: finasyifa. febi@gmail. com1, nafisirkhami@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen Dan Islamic Social Reporting Terhadap Nilai perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Di JII Tahun 2019 Ae 2022. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan populasi perusahaan yang terdaftar di JII Data yang didapat selanjutnya diolah dengan cara memakai alat kemudian diolah menggunakan bantuan E-views 12. Hasil dari pada yang sudah di dapatkan dari penelitian ini menjelaskan bahwa Hasil pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa: Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Dewan Komisaris Independen memiliki hasil positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Corporate Social Resonsibilit memiliki hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan. Kepemilikan Manajerial memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan setelah dimoderasi oleh Profitabilitas. Dewan Komisaris Independen memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan setelah dimoderasi oleh Profitabilitas. Islamic Social Reporting memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan setelah dimoderasi oleh Profitabilitas. Kata Kunci: Pengaruh Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen dan Islamic Social Reporting. Nilai Perusahaan. Profitabilitas PENDAHULUAN Persaingan dalam meningkatkan kualitas secara permanen di era industrialisasi memiliki peranan yang penting terkhusus oleh emiten perusahaan global. Persaingan yang semakin ketat baik di pasar domestik maupun pasar internasiomal mengharuskan perusahaan untuk dapat mempertahankan atau memperoleh keunggulan kompetititf dengan memberikan perhatian penuh pada kegiatan operasional dan finansial perusahaan. Perusahaan tentunya memiliki tujuan jangka pendek dan juga jangka panjang. Dalam jangka pendek, perusahaan bertujuan memperoleh laba sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya yang ada, sedangkan dalam jangka panjang, perusahaan mempunyai tujuan yaitu memaksimalkan nilai Persaingan dalam meningkatkan kualitas secara permanen di era industrialisasi memiliki peranan yang penting terkhusu emiten perusahaan global. Konflik yang biasa terjadi pada perusahaan yaitu konflik seperti manajer yang lebih mementingkan urusan pribadi sehingga pemegang saham tidak menyukai Tindakan dari manajer karena akan mengakibatkan pembekakan biaya yang ditanggung oleh Perusahaan. Tidak hanya Perusahaan menanggung biaya saja namun juga Perusahaan akan mengalami penurunan keuntungan serta dapat mempengaruhi harga saham yang akibatnya nilai Perusahaan akan turun. Konflik ini biasa disebut agency problem, adanya konflik ini akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan Perusahaan yaitu meningkatkan nilai Perusahaan dengan cara memaksimumkan kekayaan pemegang saham (Pambudi, 2. Kepemilikan manajerial mampu mengontrol maupun meminimalkan perilaku manipulasi laba oleh manajer. Dapat dipahami bahwa perusahaan dalam menjalankan aktifittas dengan memanajemen laba dapat meminimalkan konflik keagenan. Yang terjadi Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan pada kepemilikan manajerial dalam mengurangi konflik keagenan yaitu dengan mengontrol aktivitas perusahaan sehingga akan meminimalkan manajemen laba (Gede & Mas, 2. Selain kepemilikan manajerial, perusahaan yang menerapkan good corporate governance membutuhkan pihak atau kelompok untuk memonitor implementasi kebijakan direksi. Oleh karena itu dewan komisaris independen merupakan bagian pokok dari mekanisme corporate Dewan komisaris independen memegang peranan penting dalam mengarahkan strategi dan mengawasi jalannya perusahaan serta memastikan bahwa para manajer benarbenar meningkatkan kinerja perusahaan sebagai bagian dari pencapaian tujuan perusahaan. Dewan komisaris independen merupakan inti dari corporate governance yang ditugaskan untuk menjamin pelaksanaan strategi perusahaan, mengawasai manajemen dalam mengelola perusahaan serta mewajibkan terlaksanya akuntabilitas Begitu pentingnya nilai perusahaan sehingga penelitian ini menggunakan Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen. Islamic Social Reporting, sebagai sarana untuk menganalisis nilai perusahaan. Perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik akan menambah nilai perusahaan. Menurut Institute For Corporate Directorship (IIDC) peringkat Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS) Indonesia pada tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 70,59 dari 62,88 pada tahun 2015. Hasil penilaian menunjukan bahwa tingkat praktik tata kelola yang baik dan tingkat pengungkapan lebih dipengaruhi oleh manajemen puncak perusahaan dari pada ukuran perusahaan (Hafiyyan, 2. Dengan adanya Good Corporate Governance diharapkan Perusahaan dapat dinilai baik oleh investor. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantiatif, penelitian kuantitatif adalah metode penelitian dengan basis data, di mana data penelitian berisi angka-angka yang akan diukur dan diuji dengan statistik berkaitan deng prolematika yang diteliti untuk mencapai kesimpulan (Sugiyono, 2. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh melalui website resmi perusahaan dari Jakarta Islamic Index 30 w. Populasi adalah sekelompok subyek penelitian yang menggeneralisasikan hasil studinya (Jama, 1. Di mana dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index 30 (JII . Menurut Sugiyono . sampel adalah bagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, di mana pada penentuan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Perusahaan yang dipilih oleh peneliti sebagai bahan sampel dalam penelitian ini merupakan perusahaan yang memiliki kriteria sebagai berikut: Perusahaan yang konsisten terdaftar di Jakarta Islamic Indeks 30 (JII . Perusahaan yang konsisten mempublikasikan laporan keuangannya secara berturut-turut pada periode 2019-2022. Perusahaan manufaktur yang melaporkan laporan tahunan secara lengkap pada kurun waktu 2019-2022. Menyajikan item-item khusus yang dibutuhkan dalam penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Analisis deskriptif adalah jenis analisis data yang digunakan untuk memeriksa generalisasi temuan penelitian sampel tunggal. Pengujian hipotesis deskriptif digunakan untuk melakukan analisis deskriptif ini. Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan Tabel 1. Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis 50E-05 81E-05 Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Tabel diatas memperlihatkan kepemilikan manajerial diperoleh rata-rata 0. dengan median 3. 50E-05, memiliki nilai maksimum 0. 721788, serta nilai minimum 0. dan standar devisiasinya 0. Dewan komisaris independent diperoleh rata-rata 429098, dengan median 0. 400000, memiliki nilai maximum sebesar 0. 833333 serta nilai minimumnya sejumlah 0. 285714 serta standar deviasinya 0. Variabel Islamic Social Reporting memiliki nilai rata-rata 0. 642140, dengan nilai median 0. 652174 juga mempunyai nilai maksimum serta minimum 0. 782609 dan 0. 456522, dengan standar Profitabilitas sebagai variabel moderasi rata-ratanya menunjukkan 274183, dengan nilai median 0. 153172 yang nilai maksimum serta minimunya 1. 874447 dan 006850, dan juga standar deviasinya menunjukkan 0. Pada variabel nilai perusahaan sebagai variabel dependen mempunyai nilai rata-rata 1. 463439, nilai median 1. dengan nilai maksimum serta minimum 6. 81E-05 juga standar deviasinya Analisis Data Uji Stasioneritas Winarno . menjelaskan bahwa uji stasioneritas yaitu apabila probabilitas < 0,05 menandakan data itu sifatnya stasioner. Untuk menguji stasioneritas yang muncul dari Augmented Dickey-Fuller yaitu dengan menggunakan Unit Root Test. Hasil dari uji stasioneritasnya yaitu: Tabel 2. Uji Stasioneritas No. Variabel Prob. Ket. 0,0000 Data Stasioner DKI 0,0000 Data Stasioner ISR 0,0071 Data Stasioner 0,0000 Data Stasioner Profitabilitas 0,0009 Data Stasioner Berdasar pada tabel diatas diperoleh bahwasanya variabel bebas, terikat dan juga variabel moderating memiliki nilai prob < 0. 05 yang berarti sesuai dengan ketentuan uji Uji Regresi Uji Chow Menurut Baltagi . , penerapan chow test dimaksudkan untuk memilih antara fixed effect atau common effect untuk model data panel. Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan Tabel 3. Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. Sumber : Data sekunder yang diolah, 2023 Tabel diatas menunjukan Statistic cross-section Chi-square senilai 126. 139204 dengan Prob Hal ini dengan melihat nilai prob kurang dari 0. 0000 < 0. maka secara statistik H0 ditolak dan H1 diterima. Model Fixed Effect telah terpilih sebagai model untuk uji chow. Uji Hausmen Menurut Baltagi . , pengujian hausman mengetahui kesalahan interaksi dalam model dengan satu variabel X ataupun lebih pada modelnya. Tabel 4. Uji Husman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Sumber : Data sekunder yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan Chi Square senilai 12. 276386 dan nilai Prob 0. Maka hal ini berarti nilai Prob melebihi 0. 0918 > 0. yang artinya secara statistic H 1 ditolak dan H0 diterima. Sehingga pada uji Hausmen model yang terpilih yakni Random Effects. Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier dilakukan karena pada Uji Chow dan di Uji Hausman memperoleh hasil yang berbeda yaitu Fixed Effect dan Random Effect. Hal ini berarti bahwa belum ada model efektif untuk digunakan pada penelitian ini. Untuk menentukan model yang terbaik maka dilakukannya Uji Lagrange Multiplier yaitu untuk membandingkan kemudian memilih model yang terbaik antara CEM atau REM. Tabel 5. Hasil Uji Lagrange Multiplier Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No effects Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Paga. and one-sided . ll other. alternatives Cross-section Test Hypothesis Time Both Breusch-Pagan . Honda . King-Wu . Standardized Honda . Standardized King-Wu . Gourieroux, et al. Sumber : Data sekunder yang diolah, 2023 Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan Berdasar tabel 5 Breusch-Pagan Lagrange Multiplier ini diketahui bahwa nilai dari probabilitas dua efek yakni efek cross-section dan time Breusch-Pagan Lagrange Multiplier random 0000 yang berarti signifikan, dikarenakan nilainya lebih kecil dari 0. Maka bisa diambil kesimpulan bahwa random effects lebih efektif daripada common effects. Uji Regresi Analisis Regresi Berganda Analisis ini digunakan sebagai tolak ukur dalam menentukan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat(Ainaya F. Fernaldi Anggadha Ratno, 2. Ambang batas signifikan yang digunakan adalah 5%. Model statistik yang diestimasi adalah yang terbaik dan tidak memiliki penyimpangan asumsi klasik (Yusra, 2. Tabel 6. Hasil Uji Regresi Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 08/13/23 Time: 20:04 Sample: 2019 2022 Periods included: 4 Cross-sections included: 13 Total panel . observations: 52 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. X1Z X2Z X3Z Rho Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid Mean dependent var Durbin-Watson stat Sumber : Data Sekunder yang Diolah, 2023 Berikut adalah hasil pengujian model regresi: Y (CSR) = Ae 3. 726280 Ae 1. 936148 (X. 259956 (X. 665257 (X. e Berikut mengenai penjelasan persamaan model regresi: Konstanta -3. 726280 memperlihatkan bahwasanya variabel X konstan atau tetap dengan 0 artinya nilai ROE yakni -3. Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan . Koefisien kepemilikan manajerial (X. 936148 berarah negatif Artinya jika X1 mendeteksi penurunan 1 satuan, maka ROE mengalami penurunan senilai 1. melalui asumsi variabel lainnya konstan. Namun pertumbuhan ini tidak signifikan. Koefisien Dewan Komisaris Independen (X. 259956 berarah positif. Artinya jika X2 mendeteksi kenaikan 1 satuan, maka ROE mendeteksi kenaikan senilai 1. melalui asumsi variabel lainnya konstan. Namun kenaikan ini tidak signifikan. Koefisien Islamic Social Reporting (X. 690275 berarah positif. Artinya jika X3 mendeteksi kenaikan 1 satuan, berarti ROE mendeteksi penurunan 2. 690275 melalui asumsi variabel lainnya konstan. Namun kenaikan ini tidak signifikan. Moderated Regression Analysis (MRA) Moderated Regression Analysis (MRA) digunakan sebagai persamaan model regresi data panel pada variable moderasi, dimana dalam persamaan regresinya mempunyai interaksi perkalian antara dua ataupun lebih dengan variabel bebas. Pengambilan keputusan moderasi data panel ialah jika nilai Probability > 0. 05 maka H0 ditolak dan mengartikan bahwa variabel moderasi tidak mampu memperkuat pengaruh variabel independen terhadap dependen. Namun, jika nilai Probability < 0. 05 maka H0 diterima dan mengartikan bahwa variabel moderasi mampu memperkuat variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 7. Hasil Uji MRA Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 08/13/23 Time: 20:04 Sample: 2019 2022 Periods included: 4 Cross-sections included: 13 Total panel . observations: 52 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. X1Z X2Z X3Z Sumber : Data sekunder yang diolah. Effects2023 Specification Y = - 3. 3726280 Ae 1. 936148X1 1. 259956X2 6. 665257X3 Ae 9. 564096X1Z RhoAe 19928X2Z Ae 8. 135687X3Z BerdasarkanCross-section tabel diatas diperoleh: Idiosyncratic random Profitabilitas positif dan tidak signifikan sebagai pemoderasi hubungan antara Kepemilikan Manajerial terhadapWeighted Nilai Perusahaan, dengan nilai koefisien = - 9. Statistics dan prob = 0. 0015 > 0. R-squared Mean dependent var antara0. Profitabilitas negatif dan signifikan KI terhadap ROE. Adjusted R-squared 269615 S. dependent var dengan nilai koefisien = - 15. 19928 dan prob = 0. 0049 > 0. of regression 531312 Sum squared resid Profitabilitas positif dan tidak 3. signifikan Durbin-Watson sebagai pemoderasi F-statistic 188473 antara CSR ROE, < 0. Prob(F-statisti. Uji Asumsi Klasik Unweighted Statistics Uji Normalitas Ghozali . menjelaskan, uji normalitas dimaksudkan untuk memeriksa apakah R-squared 311841 Mean dependent var variabel gangguan dalam model regresi terdistribusi secara normal. Uji t Sum squared Durbin-Watson Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan serta F seperti yang diketahui memberikan asumsi bahwasanya nilai residual mengikuti distribusi normal. Bila asumsi tersebut tidak terpenuhi, apalagi jika ukuran sampelnya kecil, berarti perolehan uji statistiknya bisa dinyatakan tidak valid. Normalitas bisa diketahui melalui penggunaan uji Jarque-Bera, dimana model yang lolos uji normalitas yakni yang memperoleh sig > 0,05. Tabel 8. Hasul Uji Normalitas Sumber : Data sekunder yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas bisa dinyatakan bahwa tabel diatas memiliki nilai probabilitas 804450 yang berarti sudah memenuhi syarat uji normalitas, dan data tersebut dinyatakan normal dalam berdistribusi. Uji Multikolenioritas Uji Multikolinearitas digunakan untuk memastikan korelasi tinggi antara variabel Multikolinearitas terjadi ketika diperoleh VIF > 10 ataupun tolerance < 0,10. Tabel 9. Hasil Uji Multikoleniaritas Sumber: Data sekunder yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel 4. 10 Diketahui bahwa nilai VIF semua data lebih kecil dari 10. Maka bisa disimpulkan data tersebut tidak terjadi korelasi yang tinggi antar variabel bebas . Uji Heterokdastisitas Uji heteroskedastisitas difungsikan untuk melihat adanya kesamaan variasi residual antar penelitian (Ghozali, 2. Pada Penelitian ini memilih untuk menggunakan uji park guna melihat ada tidaknya heteroskedastisitas. Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan Tabel 10. Hasil Uji Heterokdastisitas Sumber : Data sekunder yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa nlai probability setiap variabelvariabel melebihi 0. 05 maka dapat dikatakan data tidak ada masalah heteroskedastisitas. Uji Hipotesis Uji f Ghozali . menjelaskan, uji F statistik mampu memperlihatkan apakah seluruh variabel X pada model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Dapat diketahui pada tabel hasil regresi bahwa nilai Probability (F-Statisti. 000054 yang menunjukkan bahwa nilainya kurang dari tingkat signifikansi (< 0,. Jadi KM. DKI dan CSR secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap ROE. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima Uji t Uji t ini digunakan dalam menjelaskan bagaimana pengaruh setiap variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Pengaruh setiap variabel independen tersebut dapat disimpulkan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen jikalau nilai probabilitynya kurang dari 0. Berdasarkan hasil uji regresi pada tabel 4. 8 dapat kita simpulkan hasilnya sebagai berikut: Pengaruh X1 (Kepemilikan Manajeria. terhadap Y (Nilai Perusahaa. X1 yakni Kepemilikan Manajerial mempunyai nilai koefisien regresi -2. Nilai Probability senilai 0. 5641 (> 0. yang menjelaskan bahwa variabel X1 Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Y Nilai Perusahaan. Pengaruh X2 (Dewan Komisaris Independe. terhadap Y (Nilai Perusahaa. X2 yakni Dewan Komisaris Independen mempunyai nilai koefisien regresi 1. Nilai Probability senilai 0. 8793(<0. yang bermakna menjelaskan bahwa variabel X2 Dewan Komisaris Independen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel Y Nilai Perusahaan. Pengaruh X3 (Islamic Social reportin. terhadap Y (Nilai Perusahaa. Variabel X3 yakni ISR mempunyai nilai koefisien 2. Nilai probabilitasnya senilai 7867 (> 0. yang bermakna menjelaskan bahwa variabel X3 ISR berhubungan positif dan tidak signifikan terhadap variable Y Nilai Perusahaan. Uji Koefisien Determinasi Ghozali . menjelaskan, nilai dari R2 yakni diantara 1 hingga 0, dengan nilai yang rendah menunjukkan bahwa kapabilitas variabel X untuk menjelaskan variasi dari Interpretasi Profitabilitas sebagai Variabel Moderating Kepemilikan Manajerial. Dewan Komisaris Independen, dan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap Nilai Perusahaan Y sangat terbatas. Sebaliknya, angka yang tinggi berarti bahwa variabel X dapat menyajikan hampir sesemua informasi yang diperlukan untuk memperkirakan variasi Y. Berdasar tabel hasil regresi didapati nilai R-Square-nya ialah 0. 126206 jika dinyatakan persentase hasilnya adalah 12% menunjukkan bahwa variabel X menjelaskan variabel Y. Sedangkan 78% lainnya dijelaskan oleh faktor-faktor yang tidak dikontrol peneliti. KESIMPULAN Hasil dari pada yang sudah di dapatkan dari penelitian ini menjelaskan bahwa Hasil pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa: Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Dewan Komisaris Independen memiliki hasil positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Corporate Social Resonsibilit memiliki hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan. Kepemilikan Manajerial memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan setelah dimoderasi oleh Profitabilitas. Dewan Komisaris Independen memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan setelah dimoderasi oleh Profitabilitas. Islamic Social Reporting memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan setelah dimoderasi oleh Profitabilitas. DAFTAR PUSTAKA