Jurnal Kesehatan Indonesia (The Indonesian Journal of Healt. Volume Xi. Nomor 2. Maret 2023 Hubungan Pelayanan Gizi. Kualitas Makanan, dan Konseling Terhadap Kepuasan Pasien di RSUD Balaraja The Relation of Nutrition Services. Food Quality, and Nutritional Counseling on Patient Satisfaction at Balaraja Hospital Fatkul AliyahA. Tri Ardianti Khasanah1* Program Studi Gizi. Universitas Binawan *Korespondensi: ardianti@binawan. Abstract Nutrition services as part of hospital services have a very important role that affecting patient The purpose of this research was to identify the association between the quality of nutrition service, food quality, and nutritional counseling toward patient satisfaction at Balaraja Hospital. This was analytical research with a cross-sectional design. The number of research samples was 122 subjects. Data were collected through questionnaires which included questions such as patientAos identity, quality of nutrition service, food quality, nutritional counseling, and patient satisfaction. The questionnaire was given in the form of questions and answers in the form of a Likert scale. Data analysis was done by using a statistical test using Chi-Square with the level of significance of = 0,05. The results of a statistical test to determine the relationship between the quality of service provided by officers . with patient satisfaction obtained a value of p = 0,001. The relationship between the service quality of officers . with patient satisfaction showed a value of p = 0,04. The relationship between the quality of service provided by officers . and patient satisfaction obtained a value of p = 0,001. Statistical test results to determine the relationship between food quality with patient satisfaction received a value of p = 0,004. The results of statistical tests were carried out to determine the relationship between nutritional consultation with patient satisfaction, obtaining a value of p = 0,007. There is a relationship between nutrition services, food quality, and nutritional counseling on patient Keywords: food quality, nutrition counseling, nutrition service Pendahuluan Pelayanan gizi merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan lainnya di rumah sakit dan secara menyeluruh merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien rawat inap maupun pasien rawat Semakin baik pelayanan gizi yang diberikan oleh rumah sakit maka semakin baik pula standart akreditasi rumah sakit . Tenaga gizi merupakan salah satu sumber daya penting karena menjadi kunci dalam keberhasilan kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit. Instalasi gizi di rumah sakit sebaiknya menjamin bahwa pembagian tugas di dalamnya baik secara vertikal maupun horizontal diperlukan kerjasama yang baik agar tercapai pelayanan yang optimal . Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit ditetapkan bahwa indikator Standar Pelayanan Gizi meliputi: . ketepatan waktu pemberian makan kepada pasien . %), . sisa makanan yang tidak dihabiskan oleh pasien (O 20%) dan . ketepatan pemberian pemberian diet . %). Pelayanan gizi di rumah sakit dikatakan bermutu jika memenuhi tiga komponen mutu, yaitu pengawasan dan pengendalian mutu untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman, menjamin kepuasan konsumen dan assessment yang berkualitas . Hasil penelitian di RS Jemursari. Surabaya, menunjukkan sebagian besar . ,5%) menyatakan mutu pelayanan gizi rumah sakit baik dan hampir setengahnya . ,2%) menyatakan puas. Uji statistik Fisher Exact Test didapatkan nilai p=0,007 artinya ada hubungan mutu pelayanan gizi rumah sakit dengan tingkat kepuasan pasien di ruang Fatkul Aliyah, dkk Teratai RS Islam Jemursari. Surabaya. Responden kebersihan tempat makanan, penyajian menu makanan sesuai pada tempatnya serta sikap dan penampilan petugas pengantar makanan. Adanya keterkaitan yang erat antara kebersihan peralatan makanan, porsi menu makanan, dan sikap petugas pengantar makanan dapat menimbulkan kepuasan pasien . Hasil laporan kinerja instalasi gizi RSUD Balaraja tahun 2019 yaitu penilaian tentang ketepatan waktu pemberian makan dengan nilai rata-rata 98%, dan tidak adanya kesalahan pemberian diet 97%. Selama ini RSUD Balaraja belum pernah melakukan evaluasi tentang mutu pelayanan gizi, kualitas makanan dan konseling gizi dilihat dari segi kepuasan pasien. Hasil laporan instalasi gizi hanya berupa laporan tahunan dan tidak menggunakan uji statistik . Pelayanan gizi sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit mempunyai peranan sangat penting yang berpengaruh terhadap kepercayaan pasien. Pelayanan yang baik akan berpengaruh pada peningkatan citra rumah sakit. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan pelayanan gizi, kualitas makanan dan konsultasi gizi terhadap kepuasan pasien. Penelitian dilakukan dari Mei hingga Juni Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dewasa di Ruang Rawat Inap Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 122 subyek. Teknik pengambilan responden penelitian menggunakan purposive sampling, yaitu mengambil seluruh sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen berupa kuesioner yang berisi pertanyaan tentang data identitas responden, pelayanan gizi, kualitas makanan yang disajikan, konseling gizi, dan kepuasan pasien yang telah pasien dapatkan selama Materi konsultasi yang diberikan kepada responden adalah materi menu seimbang. Media yang digunakan berupa leaflet dan daftar bahan makanan penukar. Konseling dirawat inap dilakukan satu kali pada awal masuk, jika pasien dalam waktu 3 hari belum pulang maka dilakukan konseling lagi. Waktu yang digunakan saat konseling 15-30 menit. Kuesioner diberikan dalam bentuk 19 pertanyaan dan jawaban dalam bentuk skala Skala likert disajikan dalam 4 skala kemudian data kuesioner dikelompokkan menjadi 2 skala yaitu baik dan tidak baik atau tepat dan tidak tepat. Jawaban sangat baik dan baik dikategorikan skala baik dan jawaban kurang baik dan tidak baik dikategorikan skala Tanggapan dalam bentuk rentang jawaban mulai dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Kolom jawaban sudah tersedia dan responden tinggal memilih salah satu jawaban yang Responden memberikan check list pada kolom rentang jawaban yang tersedia. Analisis univariat dilakukan penilaian responden terhadap mutu pelayanan petugas yang meliputi kehandalan, kesigapan, dan Gambaran penilaian responden terhadap kualitas makanan yang meliputi warna, rasa, aroma, variasi menu, penyajian dan alat makan dan gambaran terhadap konseling gizi dengan analisa diskriptif. Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan variabel independen yang meliputi pelayanan petugas . ehandalan, kesigapan, dan jamina. , mutu makanan . arna, rasa, aroma, variasi menu, penyajian dan alat Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Variabel terikat adalah kepuasan pasien, variabel bebas adalah pelayanan gizi, kualitas makanan dan konseling gizi. Penelitian ini telah mendapatkan surat ethical clearance dari Komisi Etik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Jakarta nomor 03/21. 03/0935 tanggal 27 Maret 2021. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner responden. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari rekam medis pasien. Tempat penelitian di Ruang Rawat Inap RSUD Balaraja dengan kelas perawatan kelas 3. Fatkul Aliyah, dkk maka. , konseling gizi dan variabel dependen yaitu kepuasan pasien. Tanggapan responden dinyatakan dalam bentuk rentang jawaban mulai dari sangat tidak setuju sampai sangat Kolom jawaban sudah tersedia dan responden tinggal memilih salah satu jawaban yang tersedia. Data kuesioner dikelompokkan menjadi 2 skala yaitu baik dan tidak baik atau tepat dan tidak tepat. Jawaban sangat baik dan baik dikategorikan skala baik dan jawaban kurang baik dan tidak baik dikategorikan skala tidak baik. Data dianalisis menggunakan uji chisquare dengan tingkat kemaknaan () <0,05 hubungan pelayanan gizi, kualitas makanan, dan konseling terhadap kepuasan pasien. Nasi Nasi Bubur Diet Biasa Tim Cair Gambar 2. Permintaan Makan PasienTahun 2020 Daftar pemintaan makan terbanyak adalah nasi biasa. Makanan biasa meliputi jenis makan biasa berupa nasi, makanan lunak . im dan bubu. , makanan diet disesuaikan dengan diet pasien. Tabel 1. Data Karakteristik Responden Hasil Gambaran Umum Karakteristik Responden RSUD Balaraja merupakan RS tipe B dengan jumlah kapasitas 254 tempat tidur. Penyelengaraan makanan menggunakan sistem swakelola. Pemesanan makanan pasien disesuaikan dengan jenis penyakit, jenis diet, kebutuhan pasien dan kondisi Standar makanan pasien rawat inap terdiri dari makanan biasa, makanan lunak, makanan diet, makanan cair dan snack. Makanan biasa meliputi jenis makan biasa berupa nasi, makanan lunak . im dan bubu. , makanan diet disesuaikan dengan diet pasien. Karakteristik Kategori Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan Total Umur 17 - 25 Thn 26 Ae 35 Thn 36 - 45 Thn 46 Ae 55 Thn 56 Ae 65 Thn Total Agama Islam Kristen Katolik Total Pendidikan SMP SMA Total Ruang Perawatan Nifas Bedah IPD Total Post sc Pp spontan Hamil ppi Kuret Hernia Penyakit lain Total Gambar 1. Diagnosis Terbanyak Tahun 2020 Diagnosa Diagnosis terbanyak yaitu post operasi Caesar. Responden yang paling banyak adalah pasien dengan diet biasa yang dirawat di ruang nifas. Fatkul Aliyah, dkk Berdasarkan tabel 1, dapat diketahui responden terbanyak yaitu perempuan sebanyak 101 responden . %). Umur terbanyak rentang umur 26-35 tahun . ewasa awa. sebanyak 50 responden . %). Agama Islam merupakan agama terbanyak yang dianut oleh 119 responden . %). Tingkat pendidikan sebagian besar responden . %) adalah SMA. Ruang rawat inap nifas terbanyak 90 responden . %). Pasca operasi caesar merupakan diagnosa yang paling banyak sebanyak 55 responden . %) Hubungan Mutu Pelayanan Petugas dengan Kepuasan Tabel 2. Hubungan Mutu Pelayanan Petugas dengan Kepuasan Karakteristik Kategori Kepuasan Tidak puas Puas Kehandalan Tidak Handal Handal Total Tidak tanggap Tanggap Total Tidak baik Baik Total Ketanggapan Jaminan Berdasarkan tabel 2 hasil uji statistik dengan uji chi square diperoleh nilai p=0,001 . <0,. yang berarti ada hubungan antara kehandalan dengan kepuasan pasien. Hasil uji statistik dengan uji chi square yang dilakukan untuk mengetahui hubungan jaminan dengan kepuasan memperoleh nilai p = 0,001 . <0,. yang berarti ada Total 0,001 0,041 0,001 hubungan antara jaminan dengan kepuasan Hasil uji statistik dengan uji chi square yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ketanggapan dengan kepuasan memperoleh nilai p=0,041 . <0,. yang berarti ada hubungan antara ketanggapan dengan kepuasan pasien. Hubungan Kualitas Makanan dengan Kepuasan Pasien Tabel 3. Hubungan Kualitas Makanan dengan Kepuasan Karakteristik Kualitas Makanan Kategori Tidak Baik Total Kepuasan Total p-value Tidak Puas Berdasarkan tabel 3 hasil uji statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,004 . < 0,. yang berarti ada hubungan 77,33 . ,4 Ae 0,004 antara kualitas makanan dengan kepuasan Nilai odds ratio sebesar 77,33 hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan yang Fatkul Aliyah, dkk baik memiliki pengaruh 77,33 kali lebih tinggi terhadap kepuasan pasien. Hubungan Pelaksanaan Konsultasi Gizi Dengan Kepuasan Tabel 4. Hubungan Pelaksanaan Konsultasi Gizi dengan Kepuasan Karakteristik Konsultasi Kategori Kepuasan Total Tidak baik Baik Tidak puas Puas Total p value 0,007 . ,6 Ae Jadwal pemberian makan di RSUD Balaraja sudah sesuai dengan SOP yang Pada kondisi sakit makanan yang disediakan harus tepat waktu pemberiannya Berdasarkan tabel 4 hasil uji statistik dengan uji chi square yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan konsultasi dengan kepuasan memperoleh nilai p = 0,007 . < 0,. yang berarti ada hubungan antara pelaksanan konsultasi gizi dengan kepuasan pasien. Nilai odds ratio sebesar 18 yang berarti bahwa konsultasi gizi yang baik memiliki pengaruh 18 kali lebih tinggi terhadap kepuasan pasien. karena bersamaan dengan pemberian Manusia secara alamiah akan merasa lapar 3 Ae 4 jam setelah makan, sehingga lebih dari waktu tersebut manusia membutuhkan makanan kembali baik dalam bentuk makanan ringan maupun makanan Menghadapi kondisi tersebut maka rumah sakit harus menyediakan makanan secara tepat waktu, tepat diet dan tepat jumlah . Dalam standar pelayanan minimal rumah sakit ditetapkan bahwa indikator standart pelayanan gizi meliputi: ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien . %), sisa makanan yang tidak dihabiskan oleh pasien (O20%) dan tidak ada kesalahan pemberian diet . %). Pada penelitian ini lebih dari 95 % menyatakan puas dengan ketepatan waktu makan dan ketepatan dietnya. Penilaian petugas selalu bertindak cepat / sigap dalam memenuhi kebutuhan pasien. Sebanyak 89 responden . %) menyatakan bahwa ketanggapaan petugas dalam melayani pasien baik. Ketanggapan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Mobilitas pasien di rumah sakit terbatas karena kondisi pasien yang masih sakit. Pada penelitian ini sebagian besar responden adalah dengan menyebabkan pasien belum sepenuhnya Pembahasan Hubungan Pelayanan Petugas dengan Kepuasan Pada penelitian ini yang dimaksud . , . , jaminan dan kepastian . Aspek yang dinilai dalam kehandalan adalah ketepatan waktu makan dan ketepatan diet pasien. Ketepatan makan pagi 84 responden . %) menyatakan tepat Ketepatan makan siang 85 responden . %) menyatakan tepat waktu. Ketepatan makan malam sebanyak 87 responden . %) menyatakan tepat waktu. Ketepatan diet yaitu ketepatan diet yang diberikan kepada pasien yang meliputi nama pasien, nomor rekam medis dan diet pasien yang di cocokkan dengan etiket makan. Penelitian ini 72% . mengatakan bahwa diet yang diberikan Pada penelitian ini ketepatan waktu makan berpengaruh terhadap kepuasan Fatkul Aliyah, dkk mandiri sehingga memerlukan petugas yang sigap dalam memberikan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari 117 responden . ,7%) puas dengan petugas yang tanggap dalam pelayanan di RSUD Balaraja. Penelitian yang dilakukan oleh Wigiantoro . pada pasien rawat inap kelas i di RSUD Kajen kabupaten Pekalongan, responden yang puas dengan persepsi ketanggapan mutu petugas gizi baik, lebih besar . ,3%) dibanding dengan responden yang tidak puas dengan persepsi ketanggapan baik . ,9%). Penelitian di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pengaruh kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien menyajikan makanan dan jenis makanan yang diberikan memberikan kontribusi positif terhadap kepuasan pasien di rumah sakit. Karena di rumah sakit pasien memiliki berbagai jenis penyakit dan mereka harus mengkonsumsi makanan sesuai penyakit yang dideritanya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pendekatan pasien dengan petugas agar terbina hubungan kerja sama yang baik antara pasien dan petugas rumah sakit. Kurang puasnya pasien juga terlihat dari masih ada keluhan pasien VIP pada, hal ini terlihat masih adanya keluhan pasien VIP mengenai pelayanan yang diberikan oleh bagian gizi berkenaan dengan kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik hal itu terbukti dari hasil kuesioner yang peneliti lakukan terhadap 48 orang responden . Jaminan dan kepastian . , yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan Hal ini meliputi beberapa . , keamanan . , . , . dan sopan santun . Pada berpengaruh terhadap kepuasan pasien pelayanan yang baik dari rumah sakit. Aspek jaminan yang diberikan kepada responden meliputi: pengetahuan petugas tentang makanan, keramahan, dan kesopanan kepada pasien. Setiap bentuk pelayanan memerlukan adanya kepastian akan pelayanan yang diberikan. Bentuk kepastian dari suatu pelayanan sangat ditentukan oleh pelayanan, sehingga orang menerima pelayanan merasa puas dan yakin bahwa segala bentuk urusan pelayanan yang dilakukan akan sesuai dengan kecepatan, ketepatan, kemudahan dan kualitas layanan yang diberikan. Sebagian besar responden . ,5%) menyatakan jaminan baik dan puas dengan pelayanan yang diberikan rumah Penelitan di RS At Turots Al Islamy Yogyakarta tentang kepuasan pasien kelas i dilihat dari responsiveness . menunjukkan puas karena keadaan sakit pasien akan kehilangan nafsu makan . Berbeda dengan penelitian di Rumah Sakit Umum Aminah Blitar didapatkan hasil penelitian 35 responden yang mengisi kuesioner ada 30 orang . ,7%) yang menyatakan sikap petugas tidak ramah dan sopan, sedangkan ada 5 orang . ,3%) yang menyatakan sikap petugas ramah dan Hasil pengujian statistik dengan menggunakan pearson correlation di peroleh angka signifikasi sebesar 0,702 . > 0,. sehingga Ho di terima hal ini memiliki makna tidak ada hubungan signifikasi antara sikap petugas dengan kepuasan pasien . Hubungan Kualitas Makanan dengan Kepuasan Pasien Kualitas atau mutu pangan terdiri dari komponen-komponen: . Sifat indrawi /organoleptik yaitu sifat-sifat yang dapat dinilai dengan panca indera seperti sifat kenampakan . entuk, ukuran, warn. sifat cita rasa . asa asam, asin, manis, pahit, sifat tekstur . ifat yang dinilai dengan indra perab. nilai gizi . keamanan pangan . Kualitas yang dinilai dalam penelitian ini oleh responden berupa sifat inderawi / organoleptik yang meliputi: warna makanan, rasa, aroma, variasi menu dan penyajian alat Uji statistik dengan chi-square Fatkul Aliyah, dkk menunjukkan hubungan antara kualitas makanan dan kepuasan. Makanan yang disajikan rumah sakit mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien selama masa penyembuhan di rumah sakit. Prinsipnya dengan pemberian makanan mengoptimalkan status gizi selama masa Selain obat makanan menjadi faktor yang berperan penting bagi kesembuhan pasien. Pada keadaan sakit pasien akan kehilangan nafsu makan dan adanya persepsi pasien yang beranggapan bahwa makanan rumah sakit tidak enak. Untuk meningkatkan nafsu makan dan asupan makan pasien, rumah sakit harus bisa menciptakan variasi menu yang baik, warna makanan yang menarik, rasa yang enak dan penyajian alat makan yang Proses pengolahan makanan di RSUD Balaraja memiliki standar untuk menjamin Standar kualitas diterapkan dari proses penerimaan sampai distribusi makanan ke pasien. Sebelum makanan disajikan, rasa makanan di tes dahulu sebelum disajikan. Variasi menu makanan telah ditetapkan dengan siklus menu. Pada penelitian ini 116 responden puas dengan kualitas makanan yang baik. Penelitian di RS Pusat Pertamina dengan menggunakan uji spearman rank untuk rasa makanan nilai p = 0,78 > 0,05 yang berarti bahwa rasa makanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Uji variasi makanan nilai p value 0,000 < 0,05 dan nilai r=0,445 yang berarti ada hubungan antara variasi makanan dengan kepuasan Uji penampilan makanan didapatkan hasil p= 0,000 (<0,. dengan nilai r=0,695 yang berarti ada hubungan antara penampilan makanan dengan kepuasan pelanggan dengan hubungan yang kuat . Pada penelitian ini didapatkan 2 responden menyatakan tidak puas dengan kualitas makanan, salah satu responden menyatakan bahwa sayur sop rasanya Responden tersebut mendapat makan sore setelah menjalani operasi dengan jeda waktu setelah operasi. Pemberian makanan pada orang sakit harus disesuaikan dengan keadaan penyakitnya dan memperhatikan konsistensi makanan Kebutuhan zat gizi pada setiap individu dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, aktifitas, komplikasi penyakit dan faktor stress . Hal ini menyebabkan rasa makanan akan berpengaruh terhadap daya terima makanan oleh pasien. Hasil peneletian yang dilakukan di RS Panti Rapih Yogyakarta beberapa pasien mengatakan bahwa tidak ada selera makan, sehingga walaupun makanan yang disajikan enak dan penampilannya menarik namun pasien hanya makan sedikit. Hal ini bisa dipengaruhi juga dengan saat penelitiaan adalah hari kedua pasien dirawat, di mana pada awal perawatan pasien masih memerlukan penyesuaian dengan kondisi perawatan . Hubungan Konseling Gizi Dengan Kepuasan Pasien Aspek-aspek yang diperlukan dalam pelaksanaan konseling gizi meliputi: konselor, metode, materi, media, tempat, waktu, dan frekuensi. Dalam penelitian ini aspek yang dinilai dalam pelayanan konsultasi meliputi sikap konselor, materi, dan waktu konseling. Terdapat hubungan antar konseling gizi dengan kepuasan. Dalam SOP instalasi gizi RSUD Balaraja disebutkan bahwa setiap pasian harus diberikan asuhan gizi yang didalam asuhan gizi tersebut terdapat kegiatan konsultasi Konsultasi gizi dilakukan oleh ahli Jumlah ahli gizi di RSUD Balaraja sebanyak 5 orang yang terdiri dari S1 gizi sebanyak 1 orang dan 4 orang lulusan D3 Ahli gizi bekerja berdasarkan SOP yang sudah ada. Hal ini karena SOP dibuat untuk menjaga serta meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Sikap konselor yaitu keterampilan komunikasi yang baik dengan melakukan, dan saling berbagi. Pada penelitian ini sikap konselor yang dinilai Fatkul Aliyah, dkk adalah keramahan dan cara komunikasi konselor, sebanyak 80 responden . %) menyatakan bahwa komunikasi petugas gizi baik. Pada penelitian ini 108 responden ,2%) konsultasi gizi yang baik. Hasil penelitian ini didapatkan 9 responden menyatakan bahwa tidak puas dengan pelaksanaan konsultasi gizi. Aspek komunikasi konselor dengan responden dalam penelitian ini menjadi kendala. Ada beberapa responden yang menilai bahasa konselor kurang dipahami. Pada penelitian ini sebagian responden bersuku Sunda dan menggunakan bahasa Sunda, jika dilihat dari karakteristik umur responden yang berusia 55 tahun keatas ada 9 orang, sedangkan konselor dalam memberikan konsultasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia dimana ada beberapa responden yang tidak paham dengan bahasa Indonesia dan Pada peneltian di RS panti Rapih pasien yang mengatakan puas terhadap edukasi gizi sekaligus yang memiliki sisa makanan baik sebanyak 61%, sedangkan yang mengatakan puas namun sisa makanannya tidak baik sebanyak 39%. Tidak dapat dilakukan uji statistik untuk hubungan antara kepuasan pasien terhadap edukasi gizi dengan sisa makanan pasien karena terdapat hasil 0 . dalam salah satu sel yaitu tidak ada pasien yang tidak puas dengan kebersihan dan keutuhan alat makan yang sisa makanannya baik. Pada penelitian ini 25 responden menyatakan tidak paham dan tidak mengerti dengan konseling yang diberikan oleh ahli Selain kendala dari segi bahasa, tingkat pendidikan juga sangat mempengaruhi pemahaman atau daya terima responden Responden yang memiliki tingkat pendidikan menengah akan lebih mudah menerima dan menghargai apa yang mereka dapatkan serta dari segi pemikiran lebih mampu untuk mengontrol keinginan. Pendidikan akan berpengaruh pada nilai yang dianut, cara pikir, cara pandang dan persepsi orang Data sebanyak 65 responden . %) masih berpendidikan dasar (SD dan SMP). Faktorfaktor konsultasi gizi dengan kepuasan pasien berkaitan dengan karakteristik pasien seperti umur, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan. Penelitian kepuasan pasien di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen menunjukkan bahwa pelaksanaan konseling gizi yang sangat memuaskan mempunyai dampak pada kepuasan pasien yang sangat puas sebesar . Hasil penelitian ini sebagian besar pasien sudah merasakan puas, walaupun demikian, penilaian kepuasan pasien harus rutin dilakukan untuk mempertahankan kualitas pelayanan. Rumah sakit perlu pelayanan semakin baik sesuai dengan harapan konsumen. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu pada responden dengan kondisi pasien yang baru selesai operasi sehingga responden tidak bisa duduk terkadang responden minta tolong peneliti untuk mengisi kuesioner sehingga kurang Kesimpulan Mutu pelayanan petugas . ehandalan, ketanggapan dan jamina. berhubungan dengan kepuasan pasien. Kualitas makanan dan konseling gizi berhubungan dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien sudah merasakan puas, walaupun demikian penilaian kepuasan pasien harus rutin dilakukan untuk mempertahankan kualitas Fatkul Aliyah, dkk Daftar Pustaka