PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Agustus - Oktober e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Pengaruh Pendapatan Nelayan Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah Khofifah Khusnul Khotimah1*. Yati Heryati2. Rusli3 khofifahkhusnulkhotimah98@gmail. com1*, heryati17@gmail. com2, ruslimamuju42@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Indonesia1*,2,3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan nelayan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara. Kuesioner dan Metode analisis data menggunakan Regeresi Linear Sederhana. Mengunakan uji hipotesis yaitu uji validitas, uji realibilitas uji t . dan uji determinasi. Hasil menunjukkan bahwa variabel pendapatan nelayan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah dengan nilai signifikan 0,018 lebih kecil dari 0,05 dan Variabel pendapatan nelayan memiliki korelasi terhadap berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah dengan nilai korelasi sebesar 20,2 persen. Kata kunci: Pendapatan Nelayan. Peningkatan Ekonomi Masyarakat This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Kabupaten Mamuju Tengah terletak di Provinsi Sulawesi Barat. Ibukota kabupaten ini berada di Kecamatan Tobadak. Mamuju Tengah merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Mamuju yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB). Pada tahun 2024, penduduk kabupaten Mamuju Tengah berjumlah 135. 280 jiwa, dengan kepadatan 44 jiwa/km2, dan pada pertengahan 2024 berjumlah 143. 274 jiwa. (Badan Pusat Statistik Mamuju Tengah 2. Desa Babana merupakan Desa Pesisir yang berbatasan langsung dengan selat Makassar sekaligus sebagai Desa tertua yang ada di Kecamatan Budong-Budong dengan luas wilayah kurang lebih 38,32 km2. Desa Babana mempunyai masyarakat yang terdiri dari beberapa Etnis yakni. Bugis. Makassar, mandar. Jawa. Toraja. Mamasa. Mamuju dll (Kantor Desa Babana Kecamatan Budong-Budong, 2. Kemudahan yang dinikmati oleh masyarakat pesisir Ketika mereka tinggal di daerah pantai. Pertama, mereka memiliki akses yang mudah untuk menangkap ikan, mengumpulkan dan membudidayakan rumput laut, serta melakukan kegiatan maritim lainnya yang mendukung perekonomian mereka. Kedua, mereka dapat dengan mudah mengakses fasilitas mandi, mencuci, dan memiliki kemudahan dalam pembuangan limbah domestik ke wilayah pantai atau laut (Putra & Asri, 2023:. Namun kenyataannya kemudahan-kemudahan tersebut tidak menghapuskan masyarakat pesisir dari dampak kemiskinan dan marginalisasi. Perangkap Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 550 kemiskinan yang memengaruhi kehidupan nelayan disebabkan oleh faktor-faktor kompleks seperti perubahan iklim, fluktuasi musim ikan, keterbatasan sumber daya manusia, modal, dan akses. jaringan perdagangan ikan yang eksploitatif. serta dampak negatif modernisasi perikanan yang mendorong overfishing dan kerusakan lingkungan laut. Kesenjangan sosial-ekonomi dan ketimpangan pendapatan ini kemudian menjadi masalah serius (Intyas et al. , 2022:. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti kepada masyarakat nelayan di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah bahwa hasil tangkap ikan nelayan yang diperoleh belum bisa dikatakan sebagai pendapatan, jika belum terjadi transaksi jual beli. Transaksi yang dimaksud yaitu transaksi jual beli antara Pendapatan yang diterima oleh masyarakat nelayan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan dalam setiap rumah tangga mereka, misalnya membeli perlengkapan rumah tangga, membayar listrik bulanan, membayar pinjaman atau utang lainnya, membeli sarana dan prasarana penangkapan ikan, biaya untuk bekerja para nelayan seperti pembalian bahan bakar bensin bagi yang punya mesin, biaya tenaga kerja, biaya makan dan bahkan digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Pendapatan yang diperoleh para nelayan tidak seluruhnya berasal dari hasil penangkapan ikan saja, melainkan dapat diperoleh dari hasil kegiatan ekonomi lainnya yaitu ojek, petani, buruh, pedagang, kepala desa atau apparat desa sebagai pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu luang. Selain itu peran istri dan anak juga dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan yaitu untuk meningkatkan jumlah pendapatan. Kondisi kehidupan perekonomian masyarakat nelayan di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah selalu tidak pasti, selain dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, kadang pula tidak, karena pendapatan yang mereka terima tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari, sebab pendapatan nelayan sangat bergantung pada situasi dan kondisi alam. Kondisi alam yang tidak menentu yaitu musim hujan, keberadaan ikan tidak menetap karena selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain disebabkan pasang surut air, arus sungai tidak stabil, adanya angin, bahkan setibanya musim hujan juga sangat menghambat para nelayan. Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang mendalam tentang pendapatan nelayan dan peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah dengan mengambil judul penelitian AuPengaruh Pendapatan Nelayan Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju TengahAy. TINJAUAN PUSTAKA Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi merupakan upaya yang dilakukan oleh negara untuk mencapai tujuan ekonomi, dengan bantuan perencanaan ekonomi suatu negara akan dapat mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang sudah ditentukan. Pembangunan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh hubungan antara beberapa faktor ekonomi yang saling berpengaruh satu dengan lainnya dalam mencapai suatu tujuan pembangunan ekonomi suatu negara dipengaruhi hubungan antara beberapa faktorekonomi yang saling berpengaruh dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi (Rukianti, 2018:. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 551 Pembangunan ekonomi diperlukan untuk memberikan pengaruh bagi kesejahteraan masyarakat, dalam mewujudkan negara dengan masyarakat yang sejahtera maka pembangunan ekonomi harus dilakukan berdasarkan prinsip berkelanjutan. Prinsip berkelanjutan yang diterapkan dalam pembangunan ekonomi harus mempertimbangkan faktor penyumbang pembangunan agar dapat terus dinikmati oleh generasi di masa Prinsip berkelanjutan ini mengharuskan pembangunan dilakukan secara efektif, efisien dan terencana. Wilayah laut Indonesia yang luas membuat Indonesia menjadi negara yang memiliki potensi besar di bidang kelautan dan perikanan. Dengan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh negara Indonesia maka potensi mewujudkan pembangunan berkelanjutan bidang ekosistem laut dapat diterapkan. Menurut Siregar . mengartikan pembangunan masyarakat sebagai proses transformasi menuju keadaan yang lebih sejahtera. Dengan begitu. Meningkatkan taraf hidup seseorang dapat dipandang sebagai tujuan yang ingin dicapai melalui proses pembangunan masyarakat. Program pengembangan masyarakat dapat berhasil dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat untuk dapat mencapai pertumbuhan masyarakat. Proses modernisasi mengandung pengertian bahwa pembangunan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam segala aspek, dengan menitikberatkan pada faktor sosial dan ekonomi. Definisi Pendapatan Pendapatan diartikan sebagai penghasilan yang diterima individu melalui kegiatan ekonomi dalam bentuk upah atau uang yang memiliki nilai selama suatu periode. Menurut Carles . mengemukakan bahwa pendapatan adalah harga yang dibebankan kepada para pelanggan dikalikan dengan unit terjual. Pendapatan adalah yang diterima oleh masyarakat dari seluruh kegiatan usaha disuatu wilayah selama waktu tertentu, biasanya disebut pendataan masyarakat. Selain itu, pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban suatu badan usaha, yang timbul dari penyerahan barang dagang/jasa atau aktivitas usaha lainnya didalam suatu periode. Masalah pendapatan tidak hanya dilihat dari jumlahnya saja, tetapi juga bagaimana masyarakat umum mendistribusikan pendapatan yang di peroleh. Menurut Abdul, . Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap distribusi pendapatan dan kekayaan di Indonesia: pertama, faktor produksi yang penting dalam situasi ini adalah tanah/modal. Kedua, perolehan pekerjaan bagi mereka yang tidak memiliki tanah yang cukup untuk melakukan penulis kesempatan kerja. Ketiga, aspek terpenting dari proses produksi dalam situasi ini adalah produksi itu sendiri, dan harga yang diberikan kepada produk yang bersangkutan. Pendapatan adalah kumpulan penilaian yang dilakukan oleh setiap anggota masyarakat terhadap apapun yang telah terjadi dalam jangka waktu tertentu, apakah itu sehari, seminggu, sebulan atau setahun penuh. Pendapatan juga dapat diartikan sebagai jumlah uang yang dibelanjakan seseorang atau rumah tangga dalam kurun waktu Dari kedua definisi tersebut, dapat disumpulkan bahwa pendapatan seseorang merupakan ukuran yang akan diperhitungkan oleh masyarakat umum berdasarkan kinerjanya selama bekerja, baik dalam hal menerima uang atau tidak, atau dalam jangka waktu tertentu, seperti hari, minggu, bulan atau tahun Shabrina, . Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 552 Dilihat dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah suatu aliran yang masuk atau peningkatan lainnya atas jasa yang diberikan oleh perusahaan yang menghasilkan kenaikan pada ekuitas pemilik dengan bentuk berupa penjualan, pendapatan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa. Berdasarkan definisi yang diberikan diatas, dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah jumlah total uang yang dapat ditawarkan oleh bisnis kepada pelanggan sebagai imbalan atas suatu layanan. Hal ini dapat mencakup menawarkan produk atau layanan kepada pelanggan dengan imbalan pembayaran, atau bisa juga menawarkan layanan kepada pelanggan dengan imbalan layanan. Indikator Pendapatan Pendapatan adalah suatu persepsi seseorang mengenai harapan untuk memperoleh Indikator pada variabel ini menurut penelitian Mualifah & Prasetyoningrum, . Pendapatan yang lebih tinggi. Harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi sebelumnya atau penghasilan yang lebih tinggi dari pekerjaan lainnya. Pendapatan yang tidak terbatas. Harapan bahwa potensi pendapatan yang diperoleh dari suatu usaha atau pekerjaan tidak dibatasi oleh faktor eksternal, seperti jam kerja atau atasan, melainkan bergantung pada usaha atau kemampuan pribadi. Memperoleh pendapatan sendiri. Untuk Mengacu pada harapan untuk dapat menghasilkan pendapatan secara mandiri, tanpa bergantung pada pihak lain, yang sering kali terkait dengan keinginan untuk menjadi wirausahawan atau pekerja Pendapatan yang lebih besar Harapan untuk memperoleh jumlah pendapatan yang lebih besar, baik dari segi nominal maupun daya beli, dalam rangka mencapai tujuan pribadi atau meningkatkan kualitas hidup. Ekonomi Masyarakat Kegiatan yang dilakukan oleh manusia . erseorangan, perusahaan dan masyaraka. untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi yang ditujukan kepada usaha untuk memehuni segala keinginan yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber-sumber daya yang serba terbatas dinamakan aktivitas ekonomi. Secara umum, aktivitas ekonomi yang dilakukan manusia dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu: Golongan pertama yaitu memproduksi berbagai jenis barang dan jasa. Sumber daya ekonomi yang terbatas atau faktor-faktor produksi terdiri atas tenaga kerja, kapital, dan tanah. Menurut Halim . Produksi ialah suatu kegiatan untuk menambah nilai guna atau menciptakan benda baru sehingga memiliki manfaat. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia guna mencapai kemakmuran, sedangkan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Golongan kedua yaitu mendistribusikan barang atau jasa yang sudah dihasilkan. Distribusi adalah pembagian aktivitas ekonomi diantara anggota-anggota masyarakat karena setiap aktivitas ekonomi memberikan pendapatan bagi pelakunya, setiap orang menerima pembagian aktivitas ekonomi dan menerima Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 553 bagian pendapatan nasional dari dirinya sendiri, dari aktivitas ekonomi yang dilakukan maka setiap orang menerima pendapatan. Golongan ketiga yaitu mengonsumsi/memakai barang. Konsumsi adalah pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pokok. Faktor penentu tingkat konsumsi rumah tangga menurut Abdul Halim, . yakni pendapatan, prospek pendapatan, kekayaan dan suku bunga. Metode Analisis Penelitian ini dilaksanakan pada masyarakat nelayan di Desa Babana. Kecamatan Budong-Budong. Kabupaten Mamuju Tengah. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian adalah sekitar dua bulan, yakni mulai bulan April 2025 hingga Juni 2025. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri atas data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif, sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono . , merupakan data yang menggambarkan fenomena yang disajikan dalam bentuk kata-kata verbal, bukan angka. Dalam konteks penelitian ini, data kualitatif diperoleh melalui hasil observasi langsung terhadap masyarakat nelayan di Desa Babana. Sementara itu, data kuantitatif menurut Sugiyono . adalah data berbentuk angka yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan dengan metode statistik, dengan tujuan mengetahui pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen. Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat nelayan di Desa Babana yang berkaitan dengan variabel penelitian, yaitu pendapatan nelayan dan peningkatan ekonomi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah dengan jumlah 960 orang. Menurut Sugiyono . , populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta ditarik kesimpulannya. Sampel, sebagaimana dikemukakan oleh Asrulla dkk. , adalah bagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data serta dapat mewakili populasi. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 90 orang nelayan yang dipilih secara representatif untuk mewakili populasi masyarakat nelayan di Desa Babana. Pengolahan dan analisis data penelitian dilakukan dengan beberapa tahap Pertama, uji validitas digunakan untuk memastikan apakah kuesioner yang disusun mampu mengungkapkan hal yang memang diukur (Ghozali, 2. Kedua, uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur dalam memberikan hasil yang Reliabilitas diukur menggunakan Cronbach Alpha, dan jika nilainya lebih dari 0,6 maka instrumen dinyatakan reliabel (Ghozali, 2. Selanjutnya, analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh kuantitatif antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) dengan bantuan program SPSS versi 24. Model regresi yang digunakan dirumuskan sebagai berikut: Y=a bX e Di mana y adalah peningkatan ekonomi masyarakat, a adalah konstanta, b adalah koefisien regresi, x adalah pendapatan nelayan, dan e adalah standar error. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 554 Uji t . ji parsia. digunakan untuk mengetahui pengaruh pendapatan nelayan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Kriteria pengujian adalah jika nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka terdapat pengaruh signifikan, sedangkan jika nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel maka pengaruhnya tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis . H0: Pendapatan nelayan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah. H1: Pendapatan nelayan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah. Selain itu, analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, baik yang bersifat positif maupun negatif (Sugiyono, 2. Terakhir, analisis koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur sejauh mana model penelitian mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai RA berkisar antara 0 hingga 1. Nilai yang kecil menunjukkan keterbatasan model dalam menjelaskan variabel dependen, sedangkan nilai yang mendekati 1 berarti variabel independen hampir sepenuhnya mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Ghozali. Hasil dan Pembahasan Responden dalam penelitian adalah nelayan di Desa Babana Kecamatan BudongBudong Kabupaten Mamuju Tengah. Adapun jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 90 orang nelayan di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah. Hasil Uji t (Parsia. Uji t (Parsia. dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependennya. Berikut adalah output uji t yang telah diolah menggunakan SPSS 24. 0 yang disajikan dalam bentuk tabel : Tabel 1 Hasil Uji t (Parsia. Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Y Hasil Uji parsial menunjukkan nilai thitung lebih besar dari t tabel maka H0 ditolak. Sedangkan apabila thitung lebih kecil dari ttabel maka H0 diterima. Dari pengolahan diatas dapat diartikan bahwa nilai thitung variabel Pendapatan Nelayan lebih kecil dari nilai ttabel . 937 > 2. Maka H0 Tolak. Untuk tingkat signifikansi apabila tingkat signifikansi lebih besar dari 0. 05 maka H0 diterima, sedangkan apabila tingkat signifikansi lebih kecil dari 0. maka H0 ditolak. Dari pengolahan diatas terlihat bahwa nilai signifikansi variabel Pendapatan nelayan lebih kecil dari 0. 018<0. , maka H0 ditolak. Hasil Uji Koefisien Korelasi Koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih atau juga dapat menentukan arah dari kedua variabel. Nilai korelasi . = (-1 O 0 O . Angka dalam koefisien korelasi yang dihasilkan dalam uji ini berguna untuk menunjukkan kuat lemahnya hubungan antara variabel independen dengan variabel Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 555 dependen. Berikut ini hasil uji analisis koefisien korelasi yang telah dioleh menggunakan SPSS 0 yang disajikan pada tabel sebagai berikut : Tabel 2 Koefisien Korelasi Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. X Dependent Variable: Y Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Berdasarkan tabel tersebut, dapat terlihat bahwa koefisien korelasi sebesar 0. 450 yang terletak pada interval 0. 599, hal itu berarti bahwa tingkat hubungan antara variabel X (Pendapatan Nelaya. dengan variabel Y (Peningkatan Ekonomi Masyaraka. adalah Hasil Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. menjelaskan sejauh mana garis regresi fit dengan data. ini mengukur proporsi dari varians Y. Nilai R2 terletak antara 0 sampai dengan 1 . O R2 O . Dengan tujuan menghitung koefisien determinasi adalah untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. apabila dalam proses mendapatkan R2 yang tinggi adalah baik, namun apabila dalam proses mendapatkan R2 yang rendah tidak berarti model regresi buruk. Adapun nilai R2 dalam penelitian ini terlihat pada tabel 2 di atas. Berdasarkan pada tabel Koefisien Determinasi diatas, bahwa diketahui Nilai dari koefisien determinasi (R. adalah sebesar 0. Hal ini berarti variabel X (Pendapatan Nelaya. dapat menjelaskan variabel Y Peningkatan Ekonomi Masyarakat sebesar 20. Sedangkan sisanya yakni sebesar 100%- 23% = 79. 8% dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya. Beberapa faktor lainnya yaitu penggunaan teknologi penangkatan tenaga kerja dan biaya bahan bakar yang sukup mahal. Simpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengenai pengaruh pendapatan nelayan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Babana. Kecamatan Budong-Budong. Kabupaten Mamuju Tengah, dapat disimpulkan bahwa: Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pendapatan nelayan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dengan nilai signifikansi sebesar 0,018 yang lebih kecil dari 0,05. Variabel pendapatan nelayan memiliki hubungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat, yang ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 20,2 persen. Rekomendasi Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran yang dapat diberikan kepada pemerintah desa, pihak terkait, serta masyarakat nelayan adalah sebagai berikut: Untuk meningkatkan pendapatan nelayan, pihak terkait diharapkan dapat memberikan dukungan berupa tambahan modal, karena modal memegang peranan penting dalam keberhasilan operasi penangkapan ikan. Pemerintah maupun pihak swasta perlu mengarahkan nelayan dalam hal pemasaran hasil tangkapan serta penerapan teknologi di bidang penangkapan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 556 ikan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, sehingga pendapatan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan. Pemerintah Desa Babana diharapkan senantiasa memberikan dukungan dan fasilitas bagi nelayan yang memiliki keterbatasan dalam menjalankan kegiatan Perlu adanya program khusus bagi keluarga nelayan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan perahu berukuran lebih besar sebagai sarana peningkatan pendapatan. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan acuan dalam melakukan kajian yang berkaitan dengan tingkat pendapatan serta kesejahteraan nelayan. Daftar Pustaka