JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti1*. Airlangga Surya Kusuma2 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta. Depok. Indonesia *retnodyah@upnvj. Abstract The existence of the Covid-19 pandemic has hit the tourism sector hard, including tourist villages, where many tourist villages have been closed and do not accept tourist visits. One of these tourist villages is Giriloyo Tourism Village, where the closure of this tourist village has hit the economy of the batik craftsmen who are members of the Sido Asih Batik Community. The purpose of this study is to describe and explain the role of group communication in the Sido Asih Batik Community in dealing with the impact of the Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive qualitative with a case study Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and literature This study shows that the role of group communication is important, because group communication can act as a medium for community coordination and consolidation. Due to the pandemic, group communication is carried out virtually via the WhatsApp (WA) group. Group communication is also used as a forum for joint problem solving and produces a number of initiatives, such as selling batik cloth online using WhatsApp (WA) to a number of cities in Indonesia, and selling other products such as herbal medicine. Another role of group communication is to strengthen each other and work together in dealing with the Covid-19 pandemic through traditions such as jimpitan, as well as a medium for making certain decisions, such as the decision to reopen the Giriloyo Tourism Village. Keywords: group communication, sido asih batik community, covid-19 pandemic Abstrak Adanya pandemi Covid-19 sangat memukul sektor pariwisata, termasuk desa wisata, dimana banyak desa wisata yang ditutup dan tidak menerima kunjungan wisatawan. Salah satu desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Giriloyo, dimana penutupan desa wisata tersebut mengakibatkan terpukulnya perekonomian para pengrajin batik yang tergabung dalam Komunitas Batik Sido Asih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai peran komunikasi kelompok pada Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan kajian literatur. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi kelompok menjadi penting, dikarenakan komunikasi kelompok dapat berperan sebagai media koordinasi dan konsolidasi komunitas. Dengan adanya pandemi, maka komunikasi kelompok dilakukan secara virtual melalui grup WhatsApp (WA). Komunikasi kelompok juga dimanfaatkan sebagai forum pemecahan masalah bersama dan menghasilkan sejumlah inisiatif, seperti penjualan kain batik secara online dengan memanfaatkan WhatsApp (WA) ke sejumlah kota di Indonesia dan menjual produk lain seperti jamu. Peran lain dari komunikasi kelompok adalah untuk saling menguatkan dan bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19 melalui tradisi seperti jimpitan, serta sebagai media pengambilan keputusan tertentu, seperti keputusan pembukaan kembali Desa Wisata Giriloyo. Kata kunci: komunikasi kelompok, komunitas batik sido asih, pandemi covid-19 Submitted: January 2023. Accepted: March 2023. Published: March 2023 ISSN: 2614-8153 . ISSN: 2614-8498 . Website: http://journal. id/index. php/pustakom JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 PENDAHULUAN Pada tanggal 31 Desember 2019. Komisi Kesehatan Kota Wuhan Tiongkok memberitahukan bahwa telah terjadi beberapa kasus pneumonia di Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei. Republik Rakyat Tiongkok. Sejak saat itu, virus corona jenis baru akhirnya diumumkan sebagai virus SARS-CoV-2 (Zaini, 2. Pada tahun 2020, virus penyebab infeksi Covid-19 ini telah menyebar dengan cepat dan menyebabkan pandemi global. SARS-CoV2 ditularkan melalui tetesan pernapasan . yang masuk ke mulut, hidung, atau mata oleh tangan yang terkontaminasi, sehingga membuat penyakit ini sangat mudah menyebar (Kusumastuti dkk. , 2. Hingga awal November 2021, ada sekitar 250 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 5,04 juta kematian yang dikonfirmasi akibat Covid-19 secara global (Zaini, 2. Pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global, tetapi juga menimbulkan pukulan besar bagi aktivitas ekonomi global (Fariastuti & Pasaribu, 2. Untuk menghentikan pandemi Covid-19, pemerintah di seluruh dunia memutuskan untuk memulai lockdown atau perintah untuk tetap di rumah. Akibatnya, banyak kegiatan ekonomi terpaksa terhenti dan miliaran orang harus berdiam diri di rumah (Fariastuti & Pasaribu. Zaini, 2. Dengan demikian, banyak orang yang menganggur atau mengakibatkan hilangnya pendapatan yang signifikan bagi banyak orang. Pandemi Covid-19 juga menyebabkan kontraksi 3,5 persen pada PDB global selama tahun 2020 (Zaini, 2. Di Indonesia, pandemi Covid-19 dimulai pada 2 Maret 2020 dengan kasus 2 orang WNI yang terkonfirmasi tertular dari warga negara Jepang. Selama hampir satu tahun pandemi, tepatnya hingga akhir tahun 2021, terdapat sekitar 4 juta pasien dan penyintas Covid-19 di Indonesia, di antaranya sekitar 144. 094 orang meninggal dunia (Kusumastuti dkk. , 2. Pemerintah telah menerapkan berbagai taktik untuk memerangi penularan dan menghentikan penyebaran virus Covid-19. Berbagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku sejak Maret 2020 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai pengganti PSBB per Januari 2021 (Kusumastuti dkk. Baik PSBB maupun PPKM berusaha membatasi pertemuan di lingkungan dan menegakkan segregasi sosial atau social distancing (Kusumastuti dkk. , 2. Misalnya. Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan hanya sektor-sektor penting seperti keuangan, energi, logistik, dan lainnya yang boleh bekerja di kantor (Work From Office atau WFO), sedangkan sektor non-esensial diwajibkan bekerja dari rumah (Work From Home atau WFH). Kebijakan pemerintah ini meskipun melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 yang masif, tetapi kebijakan ini (Kusumastuti dkk. , 2022. Saifulloh & Lazuardi, 2. Hampir semua perusahaan dan UMKM di berbagai sektor industri di Indonesia mengalami guncangan selama Perekonomian Indonesia sendiri terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat terkontraksi sebesar 2,07% pada tahun 2020 (Iriyadi & Purba, 2. Salah satu sektor perekonomian yang sangat terpukul akibat adanya pandemi Covid-19 adalah sektor pariwisata. Hal ini mengingat sektor pariwisata sangat tergantung dengan adanya mobilitas wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing (Utami & Kafabih. Sejumlah indikator menunjukkan adanya penurunan kinerja sektor pariwisata, seperti jumlah kunjungan wisatawan dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sepanjang 2020 hanya mencapai 4,02 juta kunjungan, turun sebesar 75,03 PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan asing pada tahun 2019 yang berjumlah 16,11 juta kunjungan. Devisa negara dari sektor pariwisata tahun 2020 turun hingga 80 persen menjadi US$3,54 miliar dari tahun sebelumnya di 2019 yang mencapai US$16,9 miliar (Wahyuni, 2. Salah satu daerah yang sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini dikarenakan DIY merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat mengandalkan sektor pariwisata (Anggraini, 2. Adanya Covid-19 menyebabkan sektor pariwisata di DIY mengalami penurunan yang signifikan. Akibatnya sektor pariwisata di DIY mengalami kerugian hingga 10 triliun rupiah dan dan tingkat okupansi hotel di Yogyakarta rata-rata hanya berada di bawah 10 persen (Wahyuni, 2. Adanya penerapan social distancing melalui PSBB maupun PPKM juga mengakibatkan sejumlah destinasi wisata di DIY, seperti desa wisata, mengalami penutupan dan tidak dapat menerima kunjungan wisatawan. Salah satu desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Giriloyo yang merupakan sentra penghasil kerajinan batik di DIY. Akibat adanya pandemi Covid-19, penduduk desa yang tergabung dalam sejumlah komunitas pembatik kehilangan sumber pemasukan. Penelitian-penelitian mengenai dampak Covid-19 terhadap desa wisata cenderung memandang dari sisi ekonomi (Dianasari, 2021. Rianto dkk. , atau dari sisi teknis (Hendry dkk. Lumanauw & Gupta, 2021. Rubiyanti. Namun, belum banyak penelitian yang melihat dampak Covid-19 terhadap desa wisata dari sisi ilmu komunikasi, khususnya mengenai peran komunikasi kelompok dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Penelitian ini memilih Komunitas Batik Sido Asih di Desa Wisata Giriloyo dikarenakan penelitian ini ditujukan untuk menganalisis lebih jauh mengenai peran komunikasi kelompok pada Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan penjelasan diatas, rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana peran komunikasi kelompok pada Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Manfaat teoritis yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan bagi kajian ilmu komunikasi, khususnya yang berkaitan dengan peran komunikasi kelompok dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Manfaat praktis yang diharapkan dari adanya penelitian ini adalah penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait, seperti pengelola desa wisata. Kerangka pokok pikiran dari penelitian ini adalah Komunitas Batik Sido Asih, khususnya dalam menghadapi dampak pandemi Covid19. Coronavirus merupakan kelompok virus yang menyebabkan sejumlah penyakit, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus merupakan awalnya merupakan virus zoonosis . itransmisikan dari hewan ke manusi. , dan kemudian bertransformasi menjadi virus anthroponosis . itransmisikan dari manusis ke manusi. MERS sendiri awalnya ditularkan dari unta ke manusia, sedangkan SARS ditularkan dari kelelawar dan musang ke manusia (Kusumastuti dkk. , 2. Pada Desember 2019 di Kota Wuhan. Provinsi Hubei. Republik Rakyat Tiongkok (RRT), untuk pertama kalinya muncul penyakit Covid-19 yang ditimbulkan oleh salah satu jenis coronavirus baru, yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Corononavirus-2 PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 (SARS-CoV-. (Kusumastuti dkk. , 2. Penyakit ini memiliki masa inkubasi sekitar 5-6 hari, dan dapat mencapai hingga 14 hari. Penyakit Covid-19 memiliki sejumlah gejala, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, sakit kepala, sesak napas, anosmia . ilangnya kemampuan indra perasa dan penciuma. , serta happy hypoxia . enurunan kadar oksigen dalam dara. Penyakit CovidAe19 terkadang sama sekali tidak menimbulkan gejala atau asimptomatik, sehingga penderitanya dapat saja tidak sadar jika sudah tertular Covid-19 (Sari dkk. , 2. Penyakit Covid-19 pada umumnya ditularkan melalui air liur dari penderita yang batuk atau bersin. Seseorang dapat tertular apabila berdekatan dengan penderita CovidAe19 atau menyentuh benda dengan partikel virus yang masih aktif. Penyakit Covid-19 menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan seringkali juga mengakibatkan kematian bagi Untuk memastikan apakah seseorang menderita Covid-19, pada umumnya dilakukan tes PCR (Polymarase Chain Reactio. Selain itu juga terdapat tes lain dengan hasil lebih cepat, namun tidak seakurat tes PCR, seperti tes swab antigen (Kusumastuti dkk. , 2. Sejak pertama kali terdeteksi, penyakit Covid-19 dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hal ini dikarenakan penyakit ini sangat mudah menular dan juga banyaknya penderita asimptomatik, sehingga sulit untuk mendeteksi siapa saja yang sudah menderita Covid-19. Adanya kemudahan dan kecepatan dalam bepergian antar negara melalui memudahkan penyebaran penyakit ini ke seluruh penjuru dunia (Kusumastuti dkk. Zaini, 2. Hingga awal November 2021, ada sekitar 250 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 5,04 juta kematian yang dikonfirmasi akibat Covid-19 secara global (Zaini, 2. Di Indonesia sendiri, penderita Covid-19 pertama kali ditemukan pada 2 Maret 2020, yaitu 2 orang dari Kota Depok yang terinfeksi dari seorang Warga Negara Asing (WNA) Jepang. Penyakit ini kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah Indonesia (Fariastuti & Pasaribu. Kusumastuti dkk. , 2. Selama hampir satu tahun pandemi, tepatnya hingga akhir tahun 2021, terdapat sekitar 4 juta pasien dan penyintas Covid-19 di Indonesia, di antaranya sekitar 144. 094 orang meninggal dunia (Kusumastuti dkk. , 2. Untuk menghadapi pandemi Covid19, pemerintah mengupayakan sejumlah penyebaran penyakit Covid-19. Sejumlah strategi yang diterapkan antara lain adalah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Maret 2020. PSBB kemudian diganti menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Januari 2021. Baik PSBB maupun PPKM ditujukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di masyarakat dan terlaksananya social distancing (Kusumastuti dkk. , 2021. Sari & Susilo, 2. Kebijakan PSBB maupun PPKM meskipun ditujukan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 yang masif, namun kebijakan ini juga menimbulkan dampak negatif, yaitu terpuruknya ekonomi masyarakat atau terjadinya krisis ekonomi (Kusumastuti , 2022. Zaini, 2. Krisis ekonomi merupakan kondisi dimana terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi akibat adanya perlambatan aktivitas ekonomi (Iriyadi & Purba, 2. Melalui PSBB atau PPKM, pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak di luar rumah. Kebijakan ini mengakibatkan terbatasnya mobilitas barang dan jasa, serta menurunnya permintaan dan penawaran atas barang dan jasa menurun, sehingga pendapatan di berbagai sektor ekonomi menurun (Karina dkk. , 2. PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 Dampaknya adalah terjadinya krisis ekonomi dan penurunan drastis pendapatan para pelaku usaha yang mengakibatkan terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerj. besar-besaran dan penutupan banyak usaha (Sari & Susilo, 2. Hampir semua perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. di berbagai sektor ekonomi mengalami guncangan selama pandemi. Perekonomian Indonesia juga terkontraksi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat terkontraksi sebesar 2,07% pada tahun 2020 (Iriyadi & Purba, 2. Sektor pariwisata adalah sektor yang bergerak dalam pelayanan kegiatan orang yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di suatu tempat di luar lingkungan kesehariannya dalam jangka waktu tidak lebih dari setahun untuk bersantai, bisnis dan lainnya (Utami & Kafabih, 2. Akibatnya tidak mengherankan jika sektor pariwisata menjadi salah satu sektor perekonomian yang sangat terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. Hal ini mengingat sektor pariwisata sangat tergantung dengan adanya mobilitas wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing (Utami & Kafabih. Sejumlah indikator menunjukkan adanya penurunan kinerja sektor pariwisata, seperti jumlah kunjungan wisatawan dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sepanjang 2020 hanya mencapai 4,02 juta kunjungan, turun sebesar 75,03 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan asing pada tahun 2019 yang berjumlah 16,11 juta kunjungan. Devisa negara dari sektor pariwisata tahun 2020 turun hingga 80 persen menjadi US$3,54 miliar dari tahun sebelumnya di 2019 yang mencapai US$16,9 miliar (Wahyuni, 2. Sebagai pariwisata, desa wisata juga tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Desa wisata merupakan desa yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat desa dalam rangka memanfaatkan potensi dan daya tarik wisata di desa tersebut, seperti lingkungan desa, sosial budaya, adat-istiadat, keseharian, arsitektur tradisional, dan struktur tata ruang desa (Lumanauw & Gupta, 2. Desa kesejahteraan masyarakat desa (Dianasari. Salah satu desa wisata yang terdampak pandemi Covid-19 adalah Desa Wisata Giriloyo yang berada di Desa Wukirsari. Kecamatan Imogiri. Kabupaten Bantul. Provinsi DIY. Sebagaimana desa wisata lainnya. Desa Wisata Giriloyo juga digerakkan oleh komunitas-komunitas yang dibentuk oleh masyarakat desa. Komunitas merupakan sekelompok individu yang berbagi sifat terikat oleh interaksi sosial, merasakan rasa kohesi sosial yang kuat berdasarkan genealogi dan minat yang sama, dan berbagi lingkungan hidup yang terbatas (Wahyono. Mengingat desa wisata digerakkan oleh masyarakat desa, maka peran komunitas-komunitas masyarakat desa menjadi penting dalam pengelolaan aktivitas desa wisata (Rochman, 2. Komunitas yang berperan dalam menggerakkan desa wisata adalah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisat. , namun komunitas lain dapat pula mengambil peran, seperti komunitas petani atau komunitas pengrajin (Rianto dkk. Wibhisana, 2. Untuk Desa Giriloyo, komunitas yang berperan penting di desa wisata tersebut adalah komunitas pengrajin batik, seperti Komunitas Batik Sido Asih. Saat pandemi Covid-19, peran komunitas menjadi penting mengingat menyatukan dan menguatkan masyarakat desa dalam menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid-19 (Lumanauw & Gupta. Salah satu bentuk dukungan komunitas dalam menghadapi krisis seperti pandemi Covid-19 dilakukan melalui Komunikasi PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 kelompok adalah sekelompok individu yang berkomunikasi dan menjalin hubungan dalam skala tertentu, serta melakukan komunikasi yang intens dengan norma dan tujuan tertentu. Pada komunikasi kelompok, anggota kelompok dapat melihat dan mendengar anggota lain serta mengatur umpan balik baik secara verbal maupun non verbal dari setiap anggota (Rosyidi dkk. Sodikin, 2. Penelitian mengenai dampak Covid19 terhadap desa wisata sudah banyak Namun penelitian-penelitian tersebut lebih banyak memandang dari sisi ekonomi atau dari sisi teknis, seperti kebijakan bela negara untuk desa wisata, mitigasi krisis akibat pandemi Covid-19, konsep ecotourism, dampak pandemi Covid19 terhadap ekonomi dan lingkungan hidup desa wisata, dan implementasi protokol Clean Health Safety Environtment (CHSE) di desa wisata. Penelitian Rianto, dkk . membahas mengenai peran kebijakan bela negara dalam mendukung desa wisata menghadapi pandemi Covid-19 dan sekaligus mendukung penerapan ekonomi Penelitian Ferdiansyah, dkk . membahas mengenai peran pengelolaan mitigasi krisis di Desa Wisata Nglanggeran dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mempersiapkan desa wisata di era new Penelitian Rubiyanti . membahas mengenai penerapan konsep ecotourism di Desa Wisata Brajan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan sesudah pandemi Covid-19 mereda. Penelitian Dianasari . membahas mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap kondisi ekonomi dan lingkungan hidup 10 desa wisata di Bali. Penelitian Lumanauw dan Gupta . membahas mengenai penerapan protokol Clean Health Safety Environtment (CHSE) di Desa Wisata Bongan untuk meningkatkan daya tarik Merujuk pada beberapa penelitian yang sudah disinggung diatas, perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah penelitian ini membahas dampak Covid-19 terhadap desa wisata tidak dari sisi ekonomi atau dari sisi teknis, melainkan dari sisi ilmu komunikasi, khususnya mengenai peran komunikasi kelompok dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Penelitian ini juga tidak hanya sebatas menjelaskan mengenai komunikasi kelompok yang terjadi di desa wisata, namun juga akan menganalisis lebih dalam mengenai peran komunikasi kelompok tersebut dalam menguatkan komunitas di desa wisata dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Hal ini yang menjadi perbedaan sekaligus pembaruan yang dihadirkan oleh penelitian ini. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk makna, bukan frekuensi, dari suatu fenomena (Yin, 2. Penelitian kualitatif menekankan pada analisis data yang bersifat lunak . oft dat. , seperti kata, kalimat, foto, dan simbol. Penelitian kualitatif memiliki tujuan untuk mengekstraksi tema dan menyajikan hasil dari analisis data untuk menunjukkan sebuah gambaran yang koheren dan konsisten (Neuman, 2. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan gambaran yang konsisten dan koheren mengenai obyek penelitian, yaitu peran komunikasi kelompok Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, melalui analisis data berupa hasil pengamatan yang didapat oleh Penelitian ini juga merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan secara spesifik detailAedetail mengenai sebuah situasi, setting sosial, atau hubungan dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif sendiri berfokus untuk menjawab pertanyaan AubagaimanaAy dari suatu fenomena (Neuman. PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara detail bagaimana peran komunikasi kelompok Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Studi kasus merupakan studi yang bersifat mendalam mengenai konteks pada situasi dan fenomena tertentu (Yin, 2. Penelitian ini melakukan analisis yang bersifat mendalam mengenai konteks fenomena komunikasi kelompok Komunitas Batik Sido Asih dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Penelitian ini sendiri dilaksanakan di Desa Wisata Giriloyo yang terletak di Desa Wukirsari. Kecamatan Imogiri. Kabupaten Bantul. Provinsi DIY, dan dilaksanakan dari tanggal 16-17 November 2021. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan pengamatan terhadap obyek tertentu . rang atau kegiata. di suatu lingkungan, dan peneliti selanjutnya mencatat informasi-informasi yang relevan dari hasil pengamatan tersebut (Sekaran & Bougie, 2. Wawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada responden yang berkaitan dengan keperluan penelitian (Sekaran & Bougie. Yin, 2. Kajian literatur merupakan teknik pengumpulan data dengan memanfaatkan data sekunder, seperti laporan, artikel berita, maupun data dari organisasi atau perusahaan (Yin, 2. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi terhadap Komunitas Batik Sido Asih, serta melakukan wawancara terhadap sejumlah anggota Komunitas Batik Sido Asih, yaitu Pak Kukuh. Bu Vianti. Bu Nini. Bu Nurjanah, dan Bu Anifah. Peneliti juga memanfaatkan data sekunder mengenai Komunitas Batik Sido Asih. Data yang sudah dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya diolah dengan metode analisis data Miles dan Haberman. Menurut metode ini, terdapat tiga tahap analisis data, yaitu: . reduksi data, dimana data-data yang sudah dikumpulkan diringkas, dikelompokkan, dan disusun menjadi suatu konsep. penyajian data, dimana data-data yang sudah direduksi selanjutnya disajikan dalam bentuk teks . penarikan kesimpulan dan verifikasi, dimana peneliti mengambil kesimpulan dari data-data yang disajikan dan melakukan verifikasi mengenai kebenaran dari simpulan-simpulan yang diambil tersebut (Yin, 2. Untuk memverifikasi temuan Ae temuan dari penelitian ini, peneliti menerapkan metode Metode triangulasi merupakan metode dimana peneliti menerapkan sejumlah teknik pengumpulan data dan analisis data yang berbeda, dalam rangka meningkatkan akurasi temuan penelitian (Neuman, 2. Peneliti menerapkan triangulasi berupa triangulasi metode pengumpulan Triangulasi metode pengumpulan data merupakan pemanfaatan beberapa metode pengumpulan data yang berbeda dalam rangka meningkatkan kekayaan temuan penelitian (Neuman, 2. Triangulasi metode pengumpulan data dilakukan dengan menerapkan tiga metode pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan kajian literatur, dimana selanjutnya peneliti akan membandingkan dan mengkombinasikan data dari hasil observasi dan wawancara dengan data dari kajian literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Wisata Giriloyo merupakan salah satu dari sejumlah desa wisata yang tersebar di wilayah Provinsi DIY. Desa Wisata Giriloyo merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Wukirsari. Kecamatan Imogiri. Kabupaten Bantul. Provinsi DIY . Desa Wisata Giriloyo memiliki daya tarik wisata sebagai sentra pengrajin PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 Desa Wisata Giriloyo bersama dengan Dusun Cengkehan dan Karangkulon, merupakan dusun-dusun penghasil batik di Desa Wukirsari (Nurficahyanti, 2015. Nursaid & Armawi, 2015. Wahidin, 2. Penduduk Giriloyo sudah mulai membatik sejak abad ke-17. Batik yang dihasilkan oleh penduduk desa adalah batik tulis dengan berbagai motif klasik, seperti motif Sido Asih. Sido Mukti. Sekar Jagad. Lung Atas Angin, dan Wahyu Tumurun. Motif-motif klasik ini merupakan keunikan yang dimiliki pengrajin batik di Desa Wisata Giriloyo dan tetap dijaga keasliannya selama ratusan Meskipun begitu, para pengrajin juga tetap membuat motif batik baru dengan berbagai kreasi motif hasil karya mereka sendiri, sehingga tetap dapat mengikuti perkembangan zaman (Arlita & MutaAoali. Terdapat sekitar 16 komunitas batik yang tergabung dalam Paguyuban Batik Tulis Giriloyo, dan 4 usaha batik milik Jumlah pengrajin di Desa Wisata Giriloyo mencapai 600 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1. 168 pengrajin. Rata-rata setiap komunitas batik memiliki jumlah anggota sebanyak 30 sampai 50 pengrajin, sedangkan usaha batik milik perorangan memiliki kurang lebih sekitar 10 sampai 15 pengrajin (Arlita & MutaAoali. Nurficahyanti, 2. Komunitas batik pada umumnya dibentuk berdasarkan motif batik yang dihasilkan oleh pengrajin batik tersebut. Salah satu komunitas batik tersebut adalah Komunitas Batik Sido Asih, dimana komunitas ini mewadahi para pengrajin batik yang menekuni motif Sido Asih . Nama motif Sido Asih berasal dari dua kata bahasa Jawa, yaitu sido dan asih. Kata sido bisa berarti selesai, atau terus menerus, atau terus menerus. Kata asih sendiri dapat diartikan sebagai cinta. Apabila dipadukan, kata Sido Asih dapat diartikan sebagai simbol cinta kasih terhadap kehidupan manusia. Batik dengan motif Sido Asih biasanya digunakan dalam acara pernikahan, dimana kain batik Sido Asih digunakan sebagai baju pengantin atau gaun Dengan menggunakan kain batik Sido Asih, maka diharapkan kedua mempelai akan membangun kehidupannya dengan kebahagiaan dan cinta (Arlita & MutaAoali, 2. Gambar 1. Desa Wisata Giriloyo (Sumber: Junianto, 2. Gambar 2. Aktivitas Pengrajin Batik di Desa Wisata Giriloyo (Sumber: Batik Giriloyo, 2. Komunitas Batik Sido Asih bersama dengan komunitas batik lainnya di Desa Wisata Giriloyo memiliki sejumlah sumber penghasilan, seperti dengan menjual batik ke toko batik lain, menjual batik ke wisatawan yang datang ke Desa Wisata Giriloyo, hingga menyediakan paket membatik untuk wisatawan . Sebagaimana yang disampaikan oleh anggota Komunitas Batik Sido Asih: AuKomunitas batik kami bersama dengan komunitas batik lainnya menyediakan layanan paket membatik untuk wisatawan. PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 Paket tersebut biasanya seharga 25 ribu dan jika wisatawan menginginkan makan siang maka harganya menjadi 50 ribu. Kami juga menyediakan fasilitas seperti kompor, lilin, canting, dan kain untuk membatik. Aktivitas membatik bagi wisatawan biasanya berlangsung selama 3 jam dari jam 09. 00 dan biasanya diakhiri dengan makan siang. Kain biasanya sudah kami gambar polanya, sehingga wisatawan tinggal mencanting polanya saja. Proses selanjutnya seperti mewarnai, merebus, mencuci, hingga mengeringkan kain batik kami yang mengerjakan. Selanjutnya kain batik tersebut kami serahkan ke wisatawan sebagai buah tangan. Ay Gambar 3. Aktivitas Membatik Oleh Wisatawan Desa Wisata Giriloyo (Jumali. Pandemi Covid-19 dampak yang sangat merugikan bagi Komunitas Batik Sido Asih. Akibat pandemi ini Desa Wisata Giriloyo terpaksa ditutup untuk mematuhi ketentuan social distancing yang diterapkan dalam kebijakan PSBB maupun PPKM. Dampaknya tidak ada wisatawan yang dapat mengunjungi Desa Wisata Giriloyo, sehingga terjadi penurunan penjualan batik dan terhentinya kegiatan paket membatik wisatawan. Pendapatan anggota Komunitas Batik Sido Asih maupun pengrajin batik lainnya di Desa Wisata Giriloyo menurun secara drastis. Selain itu Covid-19 mengakibatkan banyak penduduk Desa Wisata Giriloyo yang meninggal dunia. Kabupaten Bantul merupakan sendiri merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terinfeksi Covid19 terbanyak di DIY. Selama tahun 2020 371 kasus positif di Kabupaten Bantul dan 65 orang meninggal akibat penyakit Covid-19 (Aminah, 2. Sebagaimana yang disampaikan oleh anggota Komunitas Batik Sido Asih: AuAkibat pandemi Covid-19 Desa Wisata Giriloyo terpaksa ditutup selama 1,5 tahun dari Maret 2020 dan baru dibuka serta menerima wisatawan di September 2021. Dampaknya pendapatan kami menurun Pada tahun 2019, ada 28 ribu membatik, tapi di tahun 2020 hanya ada sekitar 800 wisatawan yang mengambil paket membatik. Penjualan batik juga menurun sebesar 73 persen di tahun 2020, karena wisatawan yang biasa berbelanja batik tidak lagi datang ke Desa Wisata Giriloyo. Masyarakat desa sendiri juga banyak yang takut menerima wisatawan karena adanya pandemi ini. Warga desa kami banyak pula yang meninggal karena tertular Covid-19. Ay Akibat adanya pandemi Covid-19, terjadi krisis ekonomi yang dialami oleh para pengrajin batik di Desa Wisata Giriloyo. Peran Komunitas Batik Sido Asih menjadi penting, mengingat dengan adanya komunitas maka setiap anggota dapat saling menguatkan dan membantu dalam menghadapi pandemi ini (Nurhaliza & Fauziah, 2020. Paryati & Salsabila, 2. Dalam hal ini peran komunikasi kelompok menjadi penting, dikarenakan komunikasi kelompok dapat berperan sebagai media koordinasi dan konsolidasi komunitas (Utami, 2. Komunikasi kelompok sebelum adanya pandemi dilakukan secara tatap muka melalui forum seperti arisan dan Pertemuan Ae pertemuan ini diadakan setiap 2 minggu atau setiap bulan. Dengan adanya pandemi sehingga tidak memungkinkan dilakukan komunikasi PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 secara tatap muka, maka komunikasi dilakukan secara virtual melalui grup WhatsApp (WA). Sebagaimana yang disampaikan oleh anggota Komunitas Batik Sido Asih: AuKomunitas kami secara rutin melakukan komunikasi melalui forum seperti arisan atau musyawarah. Forum ini biasanya diadakan setiap 2 minggu atau sebulan Dikarenakan adanya pandemi Covid19, maka forum-forum ini untuk sementara kami hentikan hingga pandemi mereda. Komunikasi di komunitas kami tetap memanfaatkan grup WhatsApp (WA), sehingga komunitas kami tetap kompak meskipun di tengah pandemi Covid-19. Ay Komunikasi dilakukan oleh Komunitas Batik Sido Asih selain dilakukan sebagai media koordinasi dan konsolidasi, juga dimanfaatkan sebagai forum pemecahan masalah bersama (Rosyidi, 2. Mengingat anggota Komunitas Batik Sido Asih menghadapi permasalahan berupa krisis ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19, maka melalui komunikasi kelompok diusulkan sejumlah solusi untuk menambah pendapatan anggota yang berkurang drastis selama pandemi Covid-19. Solusi tersebut adalah melakukan penjualan kain batik secara online dengan memanfaatkan WhatsApp (WA) ke sejumlah kota di Indonesia. Selain itu juga terdapat inisiatif untuk menjual produk lain selain kain batik, seperti jamu. Sebagaimana yang disampaikan oleh anggota Komunitas Batik Sido Asih: AuMelalui grup WhatsApp (WA) kami dapat memfasilitasi penjualan kain batik secara Kami menerima cukup banyak pesanan dari sejumlah kota seperti Jakarta. Surabaya. Palembang, hingga Kalimantan. Kami sebetulnya juga memiliki usaha sampingan berupa Bertani, jadi kami tidak hanya mengandalkan penghasilan dari usaha batik saja. Selain itu kami juga memiliki inisiatif untuk berjualan produk lain seperti jamu, karena di Imogiri sendiri terkenal dengan produk jamu seperti wedang uwuh dan beras kencur. Yang penting kami tetap berusaha dan tidak menyerah begitu saja. Ay Peran kelompok yang dilakukan oleh Komunitas Batik Sido Asih adalah untuk saling menguatkan dan bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19 (Rosyidi. Sari dkk. , 2. Melalui komunikasi kelompok sejumlah tradisi seperti jimpitan . engumpulkan beras untuk diberikan ke keluarga yang berduka karena kehilangan anggota keluargany. dapat dikoordinasikan dengan lebih baik. Selain itu komunikasi pengambilan keputusan tertentu, seperti pembukaan kembali Desa Wisata Giriloyo (Rosyidi, 2. Pembukaan kembali desa wisata ini menuai pro kontra di kalangan masyarakat desa. Di satu sisi masyarakat desa memerlukan kehadiran wisatawan agar roda perekonomian masyarakat dapat berputar kembali. Namun di sisi lain terdapat kekhawatiran bahwa wisatawan akan menyebarkan penyakit Covid-19 yang sudah banyak memakan korban di Desa Wisata Giriloyo. Komunikasi kelompok dalam bentuk musyawarah kemudian dilakukan untuk mengambil keputusan terkait dengan pembukaan kembali Desa Wisata Giriloyo. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa Desa Wisata Giriloyo dapat dibuka kembali dan menerima kunjungan wisatawan. Meskipun begitu tetap dilakukan penerapan protokol kesehatan . yang ketat, sehingga baik wisatawan maupun penduduk desa dapat Covid-19. Sebagaimana yang disampaikan oleh anggota Komunitas Batik Sido Asih: AuAdanya pandemi ini justru semakin menguatkan tradisi gotong royong di desa Kami tetap mempertahankan tradisi yang sudah ada seperti jimpitan untuk membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat pandemi ini. Ketika kami hendak membuka kembali Desa Wisata Giriloyo, kami menghadapi sejumlah PERAN KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS BATIK SIDO ASIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Retno Dyah Kusumastuti. Airlangga Surya Kusuma JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 141-154 dilema karena ada warga yang khawatir bahwa wisatawan yang datang akan menyebarkan penyakit Covid-19, sementara warga juga memerlukan kehadiran wisatawan sehingga roda perekonomian dapat berputar kembali. Oleh karena itu musyawarah dengan melibatkan Paguyuban Batik Tulis Giriloyo. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa sebelum dilakukan pembukaan semua warga harus sudah menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap dan juga dilakukan penerapan protokol yang ketat saat menerima kehadiran wisatawan di desa SIMPULAN Peran menjadi penting, dikarenakan komunikasi kelompok dapat berperan sebagai media koordinasi dan konsolidasi komunitas. Dikarenakan adanya pandemi maka komunikasi kelompok yang tadinya dilakukan secara tatap muka melalui forum arisan dan musyawarah, menjadi dilakukan secara virtual melalui grup WhatsApp (WA). Komunikasi kelompok juga dimanfaatkan sebagai forum pemecahan masalah bersama. Sejumlah inisiatif baru juga dilakukan, seperti melakukan penjualan kain batik secara online dengan memanfaatkan WhatsApp (WA) ke sejumlah kota di Indonesia dan menjual produk lain selain kain batik, seperti jamu. Peran lain dari komunikasi kelompok yang dilakukan oleh Komunitas Batik Sido Asih adalah untuk saling menguatkan dan bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. Melalui komunikasi kelompok sejumlah tradisi seperti jimpitan . engumpulkan beras untuk diberikan ke keluarga yang berduka karena kehilangan anggota keluargany. dapat dikoordinasikan dengan lebih baik. Selain itu komunikasi kelompok keputusan tertentu, seperti pembukaan kembali Desa Wisata Giriloyo. Pembukaan kembali Desa Wisata Giriloyo menuai pro kontra dikarenakan adanya kekhawatiran wisatawan akan menularkan penyakit Covid-19, meskipun kehadiran wisatawan sendiri diperlukan agar roda perekonomian masyarakat desa dapat kembali berputar. Komunikasi kelompok dalam bentuk musyawarah kemudian dilakukan untuk mengambil keputusan terkait dengan pembukaan kembali Desa Wisata Giriloyo. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa Desa Wisata Giriloyo dapat dibuka kembali dan menerima kunjungan wisatawan. Meskipun begitu tetap dilakukan penerapan protokol kesehatan . yang ketat, sehingga baik wisatawan maupun penduduk desa dapat Covid-19. Rekomendasi dari penelitian ini, khususnya bagi pihak terkait, terutama bagi komunitas penggerak desa wisata adalah ada baiknya jika komunitas-komunitas penggerak desa wisata untuk dapat menerapkan komunikasi kelompok secara intensif, sehingga semakin menguatkan kekompakan dalam komunitas dan menjadikan komunitas sebagai wadah yang efektif dalam mendukung dan menguatkan setiap anggotanya. DAFTAR PUSTAKA