ANALISIS PENERAPAN MODEL ASUHAN KEBIDANAN: SCOPING REVIEW Hotmauli BR. Sitanggang1. Desi Aulia Fitri2. Eka Maria3. Radika Syahlina4 Program Studi Sarjana Kebidanan. Universitas Imelda Medan hotmaulisitanggang55@gmail. com, dsiauliaftri03@gmail. com, mariaeka887@gmail. syahlina@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Model asuhan kebidanan merupakan suatu kerangka kerja yang digunakan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan. Model ini didasarkan pada filosofi bahwa kehamilan dan persalinan merupakan hal fisiologis. Seorang bidan tidak hanya memberikan perawatan dari segi biologi tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan sosial budaya dan spiritual pasiennya, sehingga dikatakan bahwa pelayanan kebidanan efektif dan komprehensif bagi ibu, bayi dan keluarganya melalui skrining, pencegahan dan pengobatan yang tepat. Tujuan: Untuk menganalisis penerapan model asuhan kebidanan pada ibu Metode: : Studi ini menggunakan metode Scoping Review yang sesuai dengan Pedoman PRISMAScR. Fokus review ditentukan dengan kata kunci, kriteria inklusi dan eksklusi, strategi pencarian artikel dengan database yang relevan (PubMed. ProQuest, dan Wile. , proses seleksi artikel dideskripsikan dalam PRISMA flowchart. Critical Appraisal menggunakan CEBM, selanjutnya ekstraksi data, dan menyajikan Hasil : 1311 Artikel ditemukan, setelah dilakukan remove duplikat dan seleksi artikel. Akhirnya, 8 artikel terseleksi yang sesuai dengan kriteria inklusi. Enam tema ditemukan dalam penelitian ini Yaitu Continuity of Care (CoC). Telemedicine. Antenatal Care : SBB (Safety Baby Bundle ). Midwifery-led Continuity of Care. Midwifery Continuity of Care. Maternity Care. Kesimpulan : Penerapan model asuhan kebidanan terbukti meningkatkan kualitas pelayanan bagi ibu hamil. Pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan janin. Keywords: Practice. Implementation. Midwifery Care Model. Pregnancy PENDAHULUAN Kehamilan resiko tinggi adalah ibu hamil dengan berbagai faktor resiko yang dapat mengganggu proses kehamilan sampai bersalin atau mengancam keselamatan jiwa ibu dan Kehamilan resiko tinggi akan komplikasi yang lebih besar, baik terhadap ibu maupun janin yang di kandungan selama masa kehamilan dibandingkan dengan kehamilan normal (Elisa, 2. Kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi (Manuaba, 2. Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan yang cenderung berpotensi mengganggu kesehatan dan membahayakan keselamatan ibu hamil, janin, ataupun keduanya. Sebetulnya, semua kehamilan memang memiliki risiko tersendiri. Namun, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi lebih berisiko, misalnya ibu yang terlalu tua, terlalu banyak anak, mengidap penyakit bawaan atau memiliki riwayat kehamilan yang bermasalah Kehamilan dengan risiko tinggi memiliki beberapa kategori, yang termasuk dalam kehamilan dengan risiko tinggi yaitu : usia ibu hamil yang terlalu muda (< 16 tahu. usia ibu hamil yang terlalu tua (> 35 tahu. jarak kehamilan yang terlalu jauh (>10 tahu. jarak kehamilan yang terlalu dekat (< 2 tahu. terlalu banyak anak. tinggi badan yang terlalu pendek < 145cm. pernah gagal dalam pernah melahirkan dengan tindakan vakum. pernah menjalani operasi terdapat penyakit pada ibu hamil diantaranya : Anemia. TB Paru. Malaria. Penyakit Menular Seksual. Diabetes. pada muka dan tungkai serta hipertensi. kehamilan gameli. bayi mati dalam kehamilan lebih bulan. letak lintang. perdarahan dalam preeklamsi berat (Fauzy & Fourianalistyawati, 2. Kehamilan risiko tinggi ini dapat dideteksi apabila ibu sering melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara rutin. Asuhan yang bisa diberikan kepada ibu hamil dengan risiko tinggi perlu dilakukan secara komprehensif dengan meningkatkan kualitas pelayanan antenatal sesuai kondisi ibu dan faktor risiko yang dimiliki, deteksi din melalui skrining antenatal untuk mengindentifikasi secara dini tanda bahaya dan faktor risiko pada kehamilan, dan meningatkan akses rujukan. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi tantangan global. Pada 2022. WHO melaporkan sekitar 810 kematian ibu terjadi setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, terutama di negaranegara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana layanan kesehatan maternal masih Mayoritas kematian ini disebabkan oleh kondisi yang sebenarnya bisa dicegah atau diobati, seperti infeksi, perdarahan, dan hipertensi selama kehamilan. Sementara itu, angka kematian bayi baru lahir mencapai 2,3 juta pada 2022, dengan sekitar 47% dari seluruh kematian anak di bawah lima tahun terjadi pada periode neonatal . hari pertama kehidupa. Faktorfaktor penyebab utama kematian bayi baru lahir termasuk prematuritas, komplikasi persalinan, infeksi, dan kelainan bawaan. Wilayah sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan memiliki angka kematian neonatal tertinggi, masing-masing 27 dan 21 kematian per 1. kelahiran hidup. Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. WHO menetapkan target global baru yang mencakup akses ke layanan kesehatan maternal dan neonatal berkualitas, termasuk kunjungan antenatal, perawatan pasca persalinan, dan layanan yang dipimpin oleh bidan terlatih. Upaya ini diharapkan dapat membantu negara-negara mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. pada 2030 dan mencegah kematian yang bisa dicegah melalui perawatan kesehatan yang lebih baik. Pendekatan pendekatan yang paling komprehensif dalam pelayanan kesehatan, termasuk kebidanan. Dalam pendekatan ini, seorang individu merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari dimensi fisik, mental, emosional, sosio kultural dan spiritual, dan setiap bagiannya memiliki hubungan dan ketergantungan satu sama lain. Seorang bidan tidak hanya memberikan asuhan dalam segi biologis tapi juga harus memerhatikan kebutuhan sosialkultural dan spiritual pasiennya, sehingga dikatakan pelayanan kebidanan secara efektif dan menyeluruh bagi ibu, bayi dan keluarganya melalui tindakan skrining, pencegahan dan penanganan yang tepat. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review. Proses Scoping Review ini dilakukan sesuai dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses for Scoping Review (PRISMAScR). PRISMA-ScR menyediakan kerangka kerja yang sistematis bagi peneliti untuk melaporkan tujuan, metode, hasil, dan Review ini meliputi beberapa langkah yaitu: Kriteria Kelayakan Untuk mengidentifikasi pertanyaan Scoping Review serta mengembangkan strategi pencarian digunakan framework PICO. Hal ini diuraikan pada Tabel 1. Untuk mengidentifikasi artikel yang relevan dalam Review ini, maka langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan kriteria inklusi dan eksklusi dari framework yang telah dibuat supaya data yang dicari tidak melebar dan fokus pada konteks yang Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam studi ini dapat dilihat pada Tabel. Tabel 2. 2 Kriteria Inklusi dan Eksklusi Aspek 1 Karakteristik Artikel Partisipan Fokus Studi Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi Original Research/Peer a. Grey literature termasuk Reviewed conference paper, conference Artikel yang diterbitkan dalam proceedings, tesis/disertasi, bahasa Inggris buku, guidelines dan Artikel yang diterbitkan dalam paper lainnya yang dianggap sebagai rentang waktu tahun 2018 s/d grey literature Artikel yang diterbitkan Semua studi design pada jurnal predator Reviewed Artikel Populasi : Semua ibu hamil yang menerima model asuhan kebidanan dalam kehamilan resiko tinggi Artikel yang membahas tentang Model Asuhan Kebidanan dalam Penanganan Kehamilan Resiko Tinggi Artikel tentang teknologi yang masih direncanakan dan yang sudah dilakukan Strategi Pencarian Untuk mengidentifikasi artikel yang relevan dalam review ini, langkah pertama untuk strategi pencarian akan dimulai dengan mengembangkan kata kunci yang berfokus pada AuImplementationAy dan AuMidwifery Care ModelAy. AuPregnancyAy. Daftar kata kunci yang akan digunakan sebagai dasar untuk pencarian literature yang lebih luas akan ditulis secara rinci pada (Tabel. Pencarian dengan menggunakan tiga database yaitu: PubMed. ProQuest, dan Wiley. Operator Boolean (AND dan OR) akan digunakan untuk menggabungkan atau mengecualikan kata kunci dalam pencarian Tabel 2. 3 Keywords yang digunakan dalam Keywords Implementation Use Practice Exercise OR 1-4 Midwifery Care Model 5 AND 7 Pregnancy 7 AND 9 Tabel. 4 String Pencarian pada Database Keywords String Pencarian Implementation ((((((((((((((((((((((((((((((((. OR . ) OR . ) OR . Midwifery Care Model . idwifery care mode. High Risk Pregnancy . igh risk pregnanc. Menggabungkan Keyword menggunakan ((((. OR . OR . Boolean AND. Rentang Waktu dan Abstrak OR . AND . idwifery care mode. AND . igh risk pregnanc. Seleksi Artikel Continuity of Care menjadi salah satu model penerapan asuhan kebidanan. Berdasarkan penelitaian Pelak et al. Wanita dalam model kontinuitas perawatan (CoC), termasuk Midwifery Group Practice (MGP). Private Obstetric (POB), dan Privately Practising Midwifery (PPM), melaporkan pengalaman positif dalam penyembuhan trauma kelahiran masa lalu dan perawatan yang diperluas untuk kelahiran ganda. Kelangsungan perawatan bidan telah terbukti meningkatkan hasil perinatal , mengurangi intervensi dalam persalinan, meningkatkan angka kelahiran spontan per vaginam, meningkatkan kepuasan Wanita dan hemat biaya untuk layanan Dan berdasarkan Fernandez Turienzo, et al. Asuhan Kebidanan Continuity of Care dengan Pengenalan model POPPIE dianggap sebagai perubahan mendasar yang positif untuk layanan maternitas lokal. Hampir 98% wanita yang menanggapi survei pascanatal sangat puas dengan model POPPIE. emua artikel yang telah diidentifikasi menggunakan strategi dijelaskan akan disaring untuk dimasukkan kelayakan yang telah disebutkan di atas. Dari ketiga database PubMed. Wiley dan ProQuest ditemukan 1311 artikel. Seluruh hasil pencarian dari ketiga database tersebut disimpan dan disaring di dalam manajemen referensi . eference management softwar. Zotero. Proses skrining dimulai dengan melakukan remove duplikat, dan ditemukan artikel yang terduplikat sebanyak 31 artikel. Sebanyak 1280 artikel di skrining melalui judul dan abstrak, dan ditemukan 1263 artikel yang tidak relevan. Selanjutnya 10 artikel dilakukan skrining secara fullteks dan ditemukan 2 artikel yang tidak sesuai dengan kriteria kelayakan dan di eksklud dengan beberapa alasan. Sehingga artikel yang inklud dalam studi ini adalah sebanyak 8 artikel. Critical Appraisal Telemedicine Berdasarkan penelitian Xie et al. Telemedicine dalam penanganan gestational diabetes mellitus memberikan dampak yang menguntungkan pada kadar glikemik, dan neonatal/fetal pada pasien dengan diabetes gestasional dibandingkan dengan efek perawatan standar. Penerapan telemedicine dalam manajemen klinis diabetes gestasional mungkin disarankan. Karena keterbatasan tinjauan sistematis dan meta-analisis, metaanalisis data pasien individu atau studi acak yang dirancang dengan baik dapat memberikan Alat yang dipilih untuk menilai kualitas dalam Systematic Review ini adalah Center for Evidence-Based Management (CEBM). Data Charting dan Ekstraksi Setelah dianalisis dan dievaluasi dari beberapa point diatas maka hasil pengumpulan dari ekstraksi data sesuai dengan judul Scoping Review. HASIL DAN PEMBAHASAN Continuity of Care (CoC) Terdapat 2 Artikel yang menyatakan bahwa informasi yang lebih penting untuk manajemen Mempertimbangkan perkembangan teknologi informasi dan kompleksitas diabetes gestasional, efektivitas telemedicine untuk diabetes gestasional perlu dipelajari lebih lanjut di masa mendatang. akses ke model MCoC bagi wanita dengan kebutuhan kesehatan fisik, mental, dan sosial yang kompleks akan membantu mengatasi ketidakadilan kesehatan. Maternity Care Berdasarkan penelitian PalgiAaHacker et al. Mayoritas berpartisipasi dalam penelitian ini menganggap perawatan maternitas yang mereka terima penuh hormat dan memuaskan. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor utama yang terkait dengan cara perempuan memandang perawatan mereka, termasuk praktik perawatan penuh hormat dan tidak penuh hormat, dengan banyak faktor penting yang terkait dengan komunikasi dan kepercayaan. Memahami apa yang dikaitkan perempuan dengan pengalaman melahirkan yang positif adalah kunci untuk meningkatkan perawatan maternitas penuh hormat di rumah sakit Israel, yang diperlukan untuk memastikan kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan perempuan dan bayi yang baru lahir. Antenatal Care : SBB (Safety Baby Bundle ) Dari hasil penelitian Andrews et al. menunjukkan bahwa penerapan Safety Baby Bundle di lingkungan bersalin Australia menghasilkan perbaikan penting dalam praktik perawatan antenatal yang direkomendasikan terkait dengan pengurangan kelahiran mati dan telah diterima dengan baik oleh HCP . erutama bida. dan wanita. Midwifery-led Continuity of Care Terdapat 2 Artikel yang menyatakan bahwa Midwifery-led Continuity of Care menjadi salah satu model penerapan asuhan kebidanan. Berdasarkan penelitian Solomon Hailemeskel et al. menunjukkan bahwasanya para wanita yang menerima MLCC secara eksplisit puas dengan perawatan yang diberikan dengan aman dan kompeten, keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, dan dukungan emosional yang diterima dari bidan. Dan berdasarkan penelitian Dharni et al. para wanita melaporkan bahwa kesinambungan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dengan bidan, mendorong mereka untuk mengungkapkan masalah kesehatan mental,dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam membuat pilihan persalinan. KESIMPULAN Penerapan model asuhan kebidanan terbukti meningkatkan kualitas pelayanan bagi ibu hamil dengan risiko tinggi. Pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan Penerapan model asuhan kebidanan memberikan banyak manfaat bagi para peserta ibu hamil yaitu mempermudah meningkatkan hasil kesehatan pada ibu dan bayi, menghemat waktu dan biaya, serta mendapatkan banyak informasi kesehatan ibu hamil serta mendapatkan dukungan sosial dari tenaga kesehatan maupun Penerapan model asuhan kebidanan secara keseluruhan melaporkan kelayakan dan penerimaan pengguna secara positif terhadap layanan yang diterima. Intervensi pelayanan yang diberikan mencakup: monitoring kehamilan resiko tinggi. Promosi kesehatan dan pendidikan Midwifery Continuity of Care Dari hasil penelitian Deborah Fox et al. model Midwifery Continuity of Care perempuan dan bayinya, serta bagi bidan yang bekerja dalam model ini. Keuntungan bagi perempuan dan bidan mencakup peningkatan pengalaman dan akses terhadap perawatan maternitas yang sesuai dengan budaya bagi perempuan, peningkatan kepuasan kerja dan keberlanjutan tenaga kerja bagi bidan, serta kelayakan finansial. Serta dapat memberikan antenatal, konsultasi perinatal. Implementasi model asuhan kebidanan yang baik memerlukan peningkatan keterampilan dan kompetensi bidan melalui pelatihan berkelanjutan, terutama dalam mengenali faktor risiko tinggi dan melakukan intervensi yang tepat. preterm birth in the UK: Process evaluation of a hybrid randomised controlled pilot trial. WHO et al, 2022. Angka Kematian Ibu dan Bayi. Xie et al 2022. Effectiveness of telemedicine for pregnant women with gestational diabetes mellitus: an updated metaanalysis of 32 randomized controlled trials with trial sequential analysis. DAFTAR PUSTAKA