Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research Vol. 2 No. eISSN: 2797-1813 The Influence of Individual Personality Factors. Locus of Control and Self Efficacy on the Performance of SMEAos in the Food Industry Sector Titania Ayu Rizqia. Rochiyati Murniningsih . Dahli Suhaeli. Eni Zuhriyah Department of Management. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia murni@ummgl. https://doi. org/10. 53017/ujmr. Received: 15/02/2022 Revised: 25/03/2022 Accepted: 28/03/2022 Abstract This study aims to examine whether individual personality, locus of control, and self-effecacy affect the performance of micro, small and medium enterprises in the food industry sector in Magelang City. This research method uses descriptive quantitative. Data processing was tested using multiple linear regression test. The sampling technique used purposive sampling with a total of 88 respondents. The results of this study indicate that individual personality, locus of control, and self-effecacy simultaneously have a positive effect on micro, small and medium enterprises, individual personality partially has a positive effect on micro, small, and medium enterprises, locus of control partially has no effect on micro, small, and medium enterprises, and self-effecacy partially has poritive effect on mocro, small, and medium enterprises. Keywords: Individual personality. Locus of control. Self-efficacy. Micro small and medium Pengaruh Faktor Kepribadian Individu. Locus of Control dan Self Efficacy Terhadap Kinerja UKM Sektor Industri Makanan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kepribadian individual, locus of control, dan self-effecacy berpengaruh terhadap kinerja UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Pengolahan data diuji menggunakan uji regresi linier berganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 88 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian individual, locus of control, dan self-effecacy secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM, kepribadian individual secara parsial berperngaruh positif terhadap kinerja UMKM, locus of control secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM, dan self-effecacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Kata kunci: Kepribadian Individual. Locus of Control. Self Efficacy. Kinerja UMKM Pendahuluan Pada era perdagangan bebas diharapkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pemain penting dalam pasar yang mampu menjadi salah satu sumber penting bagi surplus neraca perdagangan dan jasa atau neraca pembayaran. Untuk melakukan peran tersebut. UMKM di Indonesia harus banyak melakukan pembenahan, yakni salah satunya adalah menciptakan daya saing globalnya. Salah satu tujuan pemberdayaan UMKM yaitu untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan serta meningkatkan peran UMKM dalam Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Menurut Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sektor UMKM merupakan menopang utama perekonomian Indonesia, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pelaku UMKM yang mencapai 99% dari total 396 pelaku usaha di Indonesia berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta tercatat sebagai penyedia lapangan pekerjaan sebesar sekitar 99,4 juta tenaga kerja, sedangkan usaha besar hanya menyerap sekitar 2,8 juta pekerja . Gambar 1 memperlihatkan tingkat pertumbuhan jumlah pemilik usaha mikro kecil dan menengah yang terdapat di Kota Magelang dari tahun 2019 sampai dengan 2021. Gambar 1. Grafik Jumlah Pelaku Usaha UMKM Sektor Industri Pangan di Kota Magelang Sumber: Kementrian Koperasi dan UMKM Fluktuasi UMKM sektor pangan yang terjadi dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 menunjukan adanya penurunan dan kenaikan jumlah UMKM di Kota Magelang. Selain factor eksternal seperti kondisi perekonomian, kualitas SDM juga menjadi salah satu factor yang sangat mempengaruhi sebuah usaha. Sumber daya manusia (SDM) merupakan potensi yang terkandung di dalam diri manusia sebagai mahluk social yang adaptif dan transformasitif yang mampu mengelola dirinya sendiri dan seluruh potensi yang terkandung di alam menuju kesejahteraan hidup dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Sumber daya manusia berkaitan dengan pengelolaan manusia melalui aktivitas-aktivitas organisasi dan fungsi operasionalnya. Organisasi termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mewujudkan keberhasilannya dalam bekerja keras untuk meningkatkan kinerjanya. Untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusianya, diperlukan sebuah organisasi yang memiliki budaya berprestasi. Hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh sumber daya manusia pada suatu organisasi yang memiliki kompetensi sesuai . Sumber daya manusia yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan kinerja usaha. Aspek sumber daya manusia dan prilaku manusianya penting karena menjadi factor yang menentukan keberhasilan kinerja usaha atau bisnis . Kualitas SDM seperti kemapuan beradaptasi, keterbatasan sumberdaya dan modal, jiwa kewirausahaan, manajemen waktu, kreativitas dan inovativ, kebanyakan pemilik usaha menengah tidak memiliki pandangan dan pengetahuan yang luas, sehingga kurang berorietasi jangka panjang. Kusumadewi . yang paling terpenting adalah ketika terjadi kesalahan dalam perencanaan dari tujuan usaha baik itu jangka panjang ataupun perencanaan jangka pendek usaha tersebut. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan manajer ataupun pemilik usaha sebagai pengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja usahanya. Oleh karena itu, pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh seorang pemilik usaha merupakan hal yang sangat dipertimbangkan dan juga didorong oleh berbagai aspek dalam menentukannya, baik dari eksternal maupun internal dari pemilik usaha tersebut. Salah satu yang mendorong Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al pengambilan keputusan adalah Locus of Control yang merupakan aspek kepribadian yang mengacu pada system psikologis individu. Peneliti menentukan faktor kompetensi sumber daya manusia dan Locus of Control yang diduga merupakan factor yang mempengaruhi dan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja usaha pada UMKM di Kota Magelang. Selain itu penyataan Taormina . , kesuksesan sebuah bisnis ditentukan pula oleh karakteristik dari individu pelaku usaha tersebut serta banyaknya pengalaman. Dari pengalaman dan pembelajaran saat menjalankan sebuah bisnis maka akan terbentuk selfeffecacy didalam diri pengusaha tersebut, mereka biasanya memiliki motivasi dan kompetensi yang lebih tinggi dalam menjalankan usahanya dan akan mamberikan dampak yang positif terhadap kinerja usahanya. Persoalan yang akan diangkat dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: . Apakah kepribadian individual, locus of control, dan self-effecacy berpengaruh secara simultan terhadap kinerja UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang? . Apakah kepribadian individual berpengaruh terhadap kinerja UMKM sektor industri pangan di Kota Magelang? . Apakah locus of control berpengaruh terhadap kinerja UMKM sector industry pangan di Kota Magelang? . Apakah self efficacy berpengaruh terhadap kinerja UMKM sector industry pangan di Kota Magelang?. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kepribadian individual, locus of control, dan self efficacy berpengaruh terhadap kenaikan kierja UMKM sector industry pangan di Kota Magelang. Diharapkan hasil penelitian ini akan memberikan masukan bagi pemilik UMKM di Kota Magelang mengenai factor apa saja yang akan mempengaruhi kenaikan kinerja usahanya. Serta bagi pemerintah Kota Magelang dapat memberikan pemahaman mengenai factor apa saja yang memiliki pengaruh potitif dan negative terhadap kinerja UMKM serta menjadi masukan untuk meningkatkan perekonomian lewat sektor usaha. Metode Populasi dan sampel Populasi pada penelitian ini adalah para pelaku UMKM di Kota Magelang yang tercatat pada kementrian koperasi dan UMKM Kota Magelang pada tahun 2021 sebesar 2. pelaku UMKM. Sampel ditentukan dan di hitung dengan rumus Ferdinan: n = . x Jumlah Indicato. n = . n = 88 Sehingga responden yang diperlukan untuk penelitian ini adalah sebanyak 88 Tehnik pengambilan sampel mengunakan tehnik purposive sampling dengan ketetntuan sampel adalah usaha yang telah berdiri minimal selama 6 bulan. Data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari responden melalui pertanyaan koesioner atau angket yang dianggap relevan pada topic penelitian. Tehnik pengumpulan data dengan cara peneliti terjun ke lapangan dan menyebarkan kuesioner kepada responden secara langsung. Desain Penelitian Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang menyajikan data berupa angka yang kemudian dianalisis dan diolah statistik sehingga memberikan informasi yang tepat dan akurat. Peneliti ingin menerangkan hubungan pada variabel bebas dan terikat untuk memenuhi hipotesis yang di tentukan untuk menguji, mendapatkan bukti empiris dan Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al mengkaji pengaruh variable bebas terhadap variable terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kepribadian individual, locus of control, dan self efficacy. Sedangkan variable terikat pada penelitian ini adalah kinerja UMKM. Indikator tersebut digunakan untuk menyusun permyataan yang akan diajukan kepada responden yang terpilih nantinya (Tabel Penelitian ini mengunkan skala likert untuk menjawab pernyataan yang diajukan kepada responden. Skala likert memiliki lima kategori, yaitu poin 1 mengarahkan jawaban sangat tidak setuju (STS), poin 2 mengarahkan jawaban tidak setuju (TS), poin 3 mengarahkan jawaban netral (N), poin 4 mengarahkan jawaban setuju (S), dan poin 5 mengarahkan jawaban sangat setuju (SS). Tabel 1. Indikator Penelitian Variabel Definisi Operasional Kinerja Kinerja UMKM merupakan UMKM persepsi responden mengenai hasil kerja yang dicapai oleh seorang individu di dalam periode tertentu Kepribadian Individual Locus Self efficacy Faktor kepribadian invidual responden mengenai karakter yang melekat dalam diri individu dan tidak dapat berubah-ubah atau stabil kepribdian seorang pemilik UMKM Locus of control adalah bagaimana cara pandang individu dalam menghadapi kemampuan dari individu Self-afficacy keyakinan atau bahwa dia dapat menunjukan prilaku yang dituntut dalam suatu situasi yang spesifik serta dapat mengerjakan tugasnya untuk mncapai tujuan tertentu Indikator Tingkat penjualan Pencipta lapangan kerja Tingkat keuntungan Membentuk jaringan kerja Mempkerjakan karyawan professional Melakukan peningkatan SDM Menempatkan SDM sesuai dengan Tertutup Mudah mempercayai Santai menangani tekanan dengan baik Terbuka, berjiwa social Cenderung mencari kesalahan Memiliki daya imajinasi Indicator internal locus of control meliputi: Segala yang dicapai adalah hasil usaha Menjadi pemimpin karena kemampuan Sedangakn indicator eksternal locus of control meliputi: Kegagalan yang dialami individu karena ketidak beruntungan Kejadian yang dialami dalam hidup ditentukan oleh yang berkuasa Kesuksesan individu dikarenakan faktor Selalu menyelesaikan pekerjaan tepat Selalu berusaha untuk kreatif dalam berbagai hal Selalu belajar dari masa lalu baik dari pengalaman pribadi maupun orang lain Selalu berusaha keras untuk mencoba sesuatu hal yang baru . Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al Pengolahan Data Uji Asumsi Klasik. Asumsi klasik terdiri dari uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid dan tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur oleh koesioner tersebut . Menurut Ghozali . , bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel atau konstuk. Suatu instrument penelitian dinyatakan reliable reliabilitas koefisien Cronbach Alpha lebih besar atau sama dengan 0,5. Metode Analisis Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis Regresi linier berganda adalah suatu analisis asosiasi yang digunakan secara bersamaan untuk meneliti pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat dengan skala interval . Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan model sederhana analisis regresi berganda dengan SPSS. Adapun rumus matematikanya adalah sebagai berikut: ycU = yu yu 1ycU yu 2ycU2 yu 3ycU3 yce Dimana: ycU = Kinerja UMKM . yu = Konstanta. ycU1 = Kepribadian individual. ycU2 = Locus of Control. ycU3 = Self-effecacy. yu1= Koefisienregresivariabel X1. Kepribadian individual. yu2= koefisien regresi variabel X1. Locus of Control. yu = koefisienregresivariabel X1. Selfeffecacy. yce = standar error. Pengujian Hipotesis Uji F dilakukan untuk mengetahui secara serentak atau bersama-sama variable independen berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen. Dengan tingkat signifikansi . yang digunakan adalah 5%, distribusi F dengan derajat kebebasan . ca: ya Oe 1, ycu Oe y. Berikut adalah hipotesis operasionalnya: C Ha : 1 : 2 : 3 O 0 yang artinya terdapat pengaruh antara variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. C Ho: 1 : 2 : 3 = 0 yang artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Kriteria pengujian: C Bila F hitung > F atau p value yu0,05 maka yaycu diterima dan Ha ditolak, yang artinya variabel independen secara serentak tidak memengaruhi variabel dependen. Dilakukannya uji r menurut Ghozali . , intinya untuk mengukur sejauh apa kemapuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 . sampai dengan 1 . Nilai RA yang kecil berarti kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen sangat kecil. Dilakukan pengujian secara individual . yaitu pengujian koefisien regresi secara parsial dengan menentukan formula statistic yang akan diuji. Untuk mengetahui apakan suatu variabel secara parsial berpengaruh atau tidak. Variabel bebas berpengaruh tidak nyata apabila nilai koefisiennya sama dengan nol, sedangkan variabel bebas akan berpengaruh nyata apabila nilai koefisiennya tidak sama dengan nol. C Jika ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco yaycu diterima dan yayca ditolak, yang artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al C Jika ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco yaycuditolak dan yayca diterima, yang artinya variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil dan pembahasan Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Hasil pengujiam analisis validitas maupun reliabilitas item instrument dalam penelitian ini valid dan reliabel. Deskripsi Responden Karakteristik jenis kelamin para pelaku usaha pada UMKM sektor industri pangan di Kota Magelang yang menjadi responden penelitian ini berdasarkan jawaban responden dijelaskan bahwa dari 88 responden yang memiliki presentase terbanyak adalah pelaku usaha dengan jenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 52 orang atau 59,1% sedangkan laki-laki dengan jumlah 36 orang atau 40,9%. Maka dapat diketahui bahwa yang mendominasi pelaku usaha di Kota Magelang adalah perempuan yaitu sebanyak 59,1%. Karakteristik usia para pelaku usaha pada UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang yang menjadi responden pada penelitian ini berdasarkan responden didapati bahwa karakteristik responden mayoritas berusia <30 tahun dengan jumlah responden sebanyak 70 atau 79,5% dari 88 responden, sedangkan sisanya dengan umur 31-40 tahun sebanyak 11 orang atau 12,5% dan umur 41-50 tahun sebanyak 4 orang atau 5% dan dengan umur >50 tahun sebanyak 3 orang atau 3%. Diketahui bahwa responden rata-rata yakni dengan umur <30 tahun. Dapat disimpulkan bahwa pelaku usaha sektor pangan di Kota Magelang masih tergolong usia muda yaitu <30 tahun. Dapat disimpulkan para pelaku UMKM sektor pangan yang diteliti memulai usahanya pada usia muda yaitu saat usia mereka belum menginjak 30 tahun. Karakteristik pekerjaan utama para pelaku usaha pada UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang yang menjadi responden pada penelitian ini berdasarkan jawaban responden dapat dijelaskan bahwa presentase terbanyak pekerjaan utama yang dimiliki pelaku usaha adalah sebagai wirausaha dengan responden sebanyak 39 orang atau 44,3% dari 88 responden. Sedangkan sisanya memiliki pekerjaan utama sebagai PNS/BUMN yaitusebanyak 7 orang atau 8%, pekerjaan sebagai pegawai sebanyak 11orang atau 12,5% dan pekerjaan lainnya sebanyak 31 orang atau 35,2%. Dapat kita simpulkan dari data tersebut, mayoritas para pelaku usaha di Kota Magelang yang diteliti dalam penelitian ini berprofesi utama memang sebagai seorang wirausaha lalu selanjutnya adalah pekerjaan lain-lain contohnya beberapa dari mereka adalah seorang Hasil Pengujian Regresi Berganda Bentuk persamaan dihitung dengan menggunakan analisis regresi linear brganda. Adapun persamaan tersebut adalah untuk menunjukan pengaruh factor kepribadian individual, locus of control, dan self efficacy terhadap kinerja UMKM sector industry pangan. Dalam penelitian ini telah melakukan analisis regresi linier berganda dengan SPSS 21 dan rumus yang dihasilkan adalah sebagai berikut: Y = -0,636 0,294 X1 0,127 X2 1. 123 X3 e Dapat diartikan bahwa nilai konstanta pada persamaanregresidiatas adalah -0,636 yang artinyaapabila variable kepribadian individual (X. , locus of control (X. , dan locus of control (X. bernilai nol . idak ad. , maka kinerja UMKM akan bersifat negatif. Koefisienregresi variable kepribadian individual (X. = 0,294 artinya variable kepribadian individual Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al terhadap kinerja UMKM (Y). Hal ini menunjukkan bahwa ketika kepribadian individual tinggi, maka kinerja UMKM akan meningkat. Koefisien regresi locus of control (X. = 0,127 artinya variable locus of control berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM (Y). Hal ini menunjukkan bahwa locus of control yang dimiliki oleh pelaku usaha maupun karyawannya akan mempengaruhi kondisi kinerja UMKM. Koefisien regresi variabel self-efficacy (X. = 123 artinya vaiabel self-efficacy berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM (Y). Hal ini mempunyai arti bahwa self-effecacy yang dimiliki pelaku usaha maupun karyawan akan mempengaruhi kondisi kinerja pada kinerja UMKM yang dijalankan. Uji F Hasil uji F dapat dilihat pada Tabel 2 yang menunjukkan hasil nilai fhitung 26,674 > ftabel 3,10 dan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ho ditolak dan ha diterima. Dengan demikian, variable independen yairu kepribadian individual, locus of control, dan selfefficacy berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap variable dependen yaitu kinerja UMKM. Menurut hasil dari kuesioner responden, banyak yang menilai bahwa pelaku usaha yang memiliki sifat individu mudah bergaul, inovatif, dapat bekerja sama dengan rekan kerja digabungkan dengan locus of control dimana seseorang percaya bahwa kerja keras yang ia lakukan akan berbuah hasil kesuksesan, dan juga self-efficacy yang merupakan sikap kepercayaan diri seorang pelaku usaha akan kemampuan dirinya sendiri bahwa ia mampu menjalankan usaha dan tangung jawabnya terbukti memperoleh hasil kinerja usaha yang baik, dan memuaskan hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan omset dan semakin tingginya permintaan akan produk yang mereka produksi. Hasil tersebut sesuai dengan grand theory yang ada pada penelitian ini yaitu teori atribusi sebagai penilaian Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang dijadikan sebagai subjek penelitian menunjukkan bahwa nilai atribusi penilaian kausalitas cenderung mengarah pada jenis personal atau yang berorientasi pada internal hal ini dibuktikan dengan jika seorang pelaku usaha memiliki ketiga karakter tersebut yaitu kepribadian individual, locus of control, dan self efficacy dalam dirinya terbukti memiliki pengaruh secara positif terhadap kinerja UMKM khususnya pada sektor industri pangan. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumantri . mengenai pengaruh kepibadian individual, locus of control, dan self efficacy terhadap kinerja usaha dinyatakan berpengaruh positif dan signifikan. Tabel 2. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X3. X2. X1 Mean Square Sig. Uji r Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi pada (Tabel . diperolehnilai Adjusted R sebesar 0,488 atau 48,8%. Hal ini diartikan bahwa kinerja UMKM dipengaruhi oleh kepribadian individual, locus of control, dan self-effecacy sebesar 48,8% sedangkan sisanya yaitu 51,2% disebabkan oleh variabel lain diluar penelitian ini. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al Tabel 3. Hasil Uji r Model Summaryb Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. X3. X2. X1 Dependent Variable: Y Std. Error of the Estimate DurbinWatson Uji t Hasil uji t ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji t Model (Constan. Dependent Variable: Y Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Pengaruh Kepribadian Individual Terhadap Kinerja UMKM Variabel kepribadian individual memiliki t hitung 2,475 > t tabel 1,9886, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,015 < 0,05. Maka ho ditolak dan ha diterima artinya kepribadian individual berpengaruh positif dan terhadap kinerja UMKM. Apabila kepribadian individual yang ada pada suatu usaha berkualitas, maka akan berpengaruh pada kinerja yang dimiliki usaha tersebut. Kepribadian individual yang dimiliki seseorang dapat digunakan untuk menilai dan memprediksi tingkat kinerja suatu usaha yang dijalankan. Dari hasil kuesioner responden banyak dari mereka menilai seseorang yang mudah bergaul, dapat bekerja sama dan mempercayai rekan kerjanya, tenang dan santai dalam mengahadpi tekanan serta inovativ merupakan sifat individual yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha dan terbukti dapat meningkatkan kinerja usaha mereka dengan senderung meningkatnya penjualan setiap bulan dan semakin memerlukan karyawan tambahan untuk kegiatan Sesuai dengan grand theory yang ada pada penelitian ini yaitu teori atribusi sebagai penilaian kausalitas. Berdasarkan penelitiannya pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang dijadikan sebagai subjek penelitian menunjukkan bahwa nilai atribusi penilian kausalitas cenderung mengarah pada jenis personal atau yang berorientasi pada internal hal ini terlihat ketika seorang pelaku usaha berkepribadian seperti percaya diri, berorientasi pada hasil, kepemimpinan, kerja keras, serta kepribadian seorang wirausaha yang telah ada didalam diri seseorang sangat berpengaruh menentukan arah dari bisnis yang dijalankan yang dapat mengakibatkan meningkatnya kinerja usaha yang dimiliki atau berkorelasi secara positif dengan meningkatnya kinerja dari pelaku UMKM khususnya pada sektor industri pangan. Sesuai dengaan pendapat Ratno . menunjukan bahwa dimensi kepribadian khususnya conscientiousness berpengaruh signifikan terhadap kinerja kontekstual. Selanjutnya penelitian oleh Griffith . menunjukan bahwa kepribadian menentukan terbentuknya prilaku positif seperti organizational citizenship behaviour. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al Pengaruh locus of control Terhadap Kinerja UMKM Variabel locus of control memiliki t hitung 1,298 < t tabel 1,9886, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,198 > 0,05. Maka ho diterima dan ha ditolak artinya locus of control tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Locus of control yang terjadi pada suatu usaha yang dimiliki oleh pemilik usaha maupun para pekerjanya tidak mempengaruhi kondisi kinerja yang dijalankan. Hal ini berarti locus of control tidak dijadikan patokan oleh pemilik usaha maupun para pekerjanya dalam meningkatkan kinerja usahanya. Locus of control merupakan suatu konsep kepribadian individual dalap prilaku berorganisasi yang melihat sejauh mana seseorang percaya bahwa mereka memiliki kendali atas nasib mereka sendiri. Berdasarkan dari hasil kuesioner responden banyak yang masih mempercayai bahwa factor eksternal seperti keberuntungan dan nasib yang telah ditetapkan oleh sang pencipta memiliki pengaruh lebih besar dalam keberuntungan usaha mereka dari pada factor internal yaitu dari usaha dan kerja keras mereka sendiri. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan sebelumnya dapat dikatakan bahwa variable locus od control tidak perpengaruh terhadap kinerja UMKM, akan tetapi hal tersebut tidak menentukan apakah pelaku UMKM mengunakan atribusi yang berorientasi pada penelitian kausalitas personal atau tidak karena pada dasarnya terdapat banyak faktorkepribadian lain yang dapat dikaitkan dengan teori atribusi yang berorientasi pada penelitian kausalitas personal pada pelaku UMKM. Dalam penelitian Kutanis . , yang mengemukakan bahwa internal locus of control memiliki hubungan yang negative terhadap kinerja yang berarti tingkat locus of control yang dimiliki pelaku usaha tidak mempengaruhi peningkatan kinerja UMKM. Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Kinerja UMKM Variabel self-efficacy t hitung 5,618 > t tabel 1,9886, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka ho ditolak dan ha diterima artinya self-efficacy berpengaruh positif tehadap kinerja UMKM. Tingginya tingkat self-efficacy yang dimiliki pemilik usaha maupun para pekerjanya akan mempengaruhi kinerja UMKM. Self-effecacy merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk melakukan sesuatu atau tanggung Seseorang dengan self-effecacy tinggi akan merasa bahwa dirinya mampu dan optimis untuk menyelesaikan pekerjaan dan tangung jawabnya. Dari hasil kuesioner responden, banyak diantara mereka selalu mengerjakan pekerjaan tepat waktu, berfikir kreatif, selalu belajar dari pengalaman, dan selalu berinovasi pada usahanya. Self-effecacy yang mereka miliki telah terbukti mempengaruhi tingginya tingkat kinerja usaha yang mereka miliki dengan meningkatnya omset dan semakin banyaknya sumber daya manusia yang mereka perlukan dalam menjalankan usaha mereka karena permintaan yang Sesuai dengan grand theory yang ada pada penelitian ini yaitu teori atribusi sebagai penilaian kausalitas. Berdasarkan penelitiannya Heider menjelaskan bahwa teori atribusi sebagai penilian kausalitas dibagi menjadi dua jenis yaitu atribusi penilaian kausalitas yang bersifat personal atau yang berorientasi pada internal dan juga atribusi penelian kausalitas yang bersifat impersonal atau yang berorientasi pada eksternal. Akan tetapi, pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang dijadikan sebagai subjek penelitian menunjukkan bahwa nilai atribusi penilian kausalitas cenderung mengarah pada jenis personal atau yang berorientasi pada internal hal ini dibuktikan dengan seseorang yang memiliki self efficacy atau keyakinan yang tingi terhadap kemampuan yang dimiliki dan mau berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan yang dikerjakan maka hal tersebut pada dapat meningkatkan kinerja dari pelaku UMKM khususnya pada sektor industri pangan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil dari Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al penelitian yang dilakukan oleh Sumantri . menunjukan bahwa self-efficacy berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepribadian individual, locus of control, dan self-effecacy terhadap kinerja UMKM di Kota Magelang. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Variabel kepribadian individual, locus of control, dan self-effecacy secara simultan atau bersamaan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang Variabel kepribadian individual secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang Variabel locus of control secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang Variabel self-effecacy secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sektor industry pangan di Kota Magelang. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dapat diberikan beberapa saran yang diharapkan bias membantu untuk keberlangsungan usaha. Beberapa saran tersebut yaitu: Pada hasil penelitian menjukan bahwa variable kepribadian individual berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sektor pangan di Kota Magelang. Sehingga para pengusaha UMKM sektor pangan diharapkan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kepribadian individual yang telah dimiliki dengan kepribadian seperti mudah bersosialisasi dengan lingkungan usaha seperti konsumen atau sesama rekan usaha, selalu berinovatif dengan menciptakan produk baru yang akan menguntungkan untuk usaha, tenang saat menghadapi tekanan maupun permasalahan didalam usaha, dan rasa percaya terhadap rekan kerja karena hal tersebut merupakan factor yang penting dan terbukti dapat meningkatkan kinerja usaha demi kesuksesan usaha yang dimiliki atau dijalankan. Pada hasil penelitian menunjukan bahwa variable locus of control tidak mempengaruhi kinerja UMKM sektor pangan di Kota Magelang. Sehingga pelaku maupun pengelola UMKM sektor pangan di Kota Magelang diharapkan dapat membentuk locus of control yang baik yaitu dengan meningkatkan keyakinan bahwa factor internal yaitu factor internal seperti rasa percaya bahwa kesusesan usaha yang didapat adalah berkat dari udaha dari diri mereka sendiri saat menjalankan usahanya missal dengan saat keuntunggan meningkat setelah melakukan promosi atau yang lainnya. Apabila telah terbentuk locus of control tersebut maka para pelaku usaha UMKM sektor pangan di Kota Magelang dapat menjalankan maupun mengelola usaha dengan baik supaya kedepannya kinerja usaha yang dimiliki semakin meningkat dan maksimal. Pada hasil penelitian menunjukan bahwa variable self-efficacy berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM sektor industri pangan di Kota Magelang. Sehingga pelaku dan pengelola UMKM diharapkan juga dapat mempertahankan serta meningkatkan selfeffecacy yang telah dimiliki dengan cara lebih bekerja keras, lebih giat, dan selalu menghasilkan sesuatu yang terbaik dalam menjalankan usaha yang dimiliki demi kinerja usaha yang dimiliki kedepannya semakin meningkat dan memperoleh hasil yang lebih maksimal lagi. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Titania Ayu Rizqia et al Saran untuk peneliti selanjutnya yang juga akan meneliti tentang kinerja UMKM lebih baik mengunkan kriteria sampel dengan usia UMKM yang telah lebih dari 2 tahun berdiri hal ini dikarenakan pada usis tersebut UMKM sudah melewati fase kritis dan telah mapan untuk dapat diteliti. Serta mengunkan kriteria jumlah karyawan yang dimiliki oleh UMKM tersebut untuk lebih mengidentifikasikan bahwa usaha tersebut termasuk kedalam usaha mikro kecil dan menengah. Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih kepada LPPM UNIMMA yang sudah mengfasilitasi oral presentation artikel ini, dan UMKM sektor industri pangan di Kota Magelang yang telah bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Referensi