Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 3. Desember 2024 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X PENGARUH MANAJEMEN PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA UMKM SEKTOR PRODUK KREATIF DI KABUPATEN GOWA The Influence of Production Management and Production Costs on Increasing Business Revenue of MSMEs in the Creative Product Sector in Gowa Regency Suriyanti. Fatchul Amri. Ayu Lestari Kamal. Andhika Putra Rusdin. Khafifa Sari. Email : suriyantimangkona@umi. , amrifatchul@yahoo. ayulestarikamal251101@gmail. , andhikaputra. maret2001@gmail. Khafifasari99@gmail. Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia Makassar Jl. Urip Sumoharjo No. Panaikang. Kec. Panakkukang. Kota Makassar Sulawesi Selatan 90231 Abstract Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a vital role in the local economy, particularly in the creative product sector. Gowa Regency, as one of the regions with numerous MSMEs in this sector, faces challenges in increasing business income. One of the factors that can influence MSME income is production management and production costs. This study aims to examine the influence of production management and production costs on improving the business income of MSMEs in the creative product sector in Gowa Regency. Research data were collected from creative product MSMEs in Gowa Regency, registered under the Department of Cooperatives and MSMEs of Gowa Regency, and willing to participate as The study used primary data obtained through a survey method by distributing questionnaires to 75 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression with a quantitative approach. The research findings indicate that: Production management has a positive and significant effect on the increase in business income of MSMEs in the creative product sector in Gowa Regency. This indicates that effective production management can enhance efficiency and business income. Production costs also have a positive and significant effect on the increase in business income of MSMEs in the creative product sector in Gowa Regency, suggesting that proper cost management can improve business profitability. Keywords : Production Management. Production Costs. MSME Business Income Abstrak UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, khususnya di sektor produk kreatif. Kabupaten Gowa, sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak UMKM di sektor tersebut, menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendapatan usaha. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pendapatan UMKM adalah manajemen produksi dan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen produksi dan biaya produksi dalam meningkatkan pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa. Data penelitian diperoleh dari UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Gowa yang bersedia menjadi responden. Penelitian ini menggunakan data primer melalui metode survei dengan memberikan kuesioner kepada 75 responden. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Manajemen produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa, yang mengindikasikan bahwa pengelolaan produksi yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan usaha. Biaya produksi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa, yang menunjukkan bahwa pengelolaan biaya yang tepat dapat meningkatkan profitabilitas usaha. Kata kunci: Manajemen Produksi. Biaya Produksi. Pendapatan Usaha UMKM ISSN: 1978-1520 PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi merupakan agenda penting bagi setiap negara, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu sektor yang dapat mendukung pembangunan ekonomi adalah Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM memiliki peran vital dalam ekonomi Indonesia, karena selain dapat menyerap tenaga kerja, juga dapat mendorong inovasi dan perkembangan produk di pasar. Kabupaten Gowa, meskipun tergolong daerah muda, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan industri rumah tangga, termasuk sektor produk kreatif. UMKM di Kabupaten Gowa menjadi motor penggerak perekonomian kerakyatan, dengan jumlah mencapai 61. unit berdasarkan sensus BPS 2023. Namun, banyak pelaku UMKM di Kabupaten Gowa yang belum dapat mengelola keuangan dan produksi dengan efektif, sehingga sulit memprediksi keuntungan di masa depan dan mengatasi kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen produksi dan biaya produksi terhadap peningkatan pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa. Data penelitian diperoleh melalui survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada 75 responden yang terdaftar di bawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Manajemen produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa. Biaya produksi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa. Meskipun UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian daerah, pengelolaan produksi dan biaya produksi masih menjadi tantangan besar bagi banyak pelaku UMKM, khususnya di sektor produk kreatif. Penelitian sebelumnya (Siregar, 2020. Lestari dan Amri, 2. menunjukkan pentingnya UMKM sebagai pendorong perekonomian namun belum banyak membahas secara spesifik bagaimana manajemen produksi dan biaya produksi dapat memengaruhi pendapatan usaha UMKM di tingkat kabupaten. Penelitian ini berfokus pada gap tersebut dengan melihat secara lebih mendalam pengaruh manajemen produksi dan biaya produksi terhadap pendapatan UMKM sektor produk kreatif, terutama di Kabupaten Gowa yang memiliki potensi besar namun belum maksimal dalam pengelolaan sumber daya usaha METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengkaji hubungan antara variabel-variabel yang diteliti dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Lokasi penelitian ini dilakukan pada UMKM sektor produk kreatif yang terletak di Kabupaten Gowa. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 301 pelaku UMKM sektor produk kreatif yang tercatat di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa. Mengingat jumlah populasi yang cukup besar, penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin yang dikutip dari Sugiyono . , yang dirancang untuk memperoleh ukuran sampel yang Berdasarkan rumus Slovin, jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan sebesar 75 responden UMKM sektor produk kreatif. Pemilihan jumlah sampel ini didasarkan pada pertimbangan praktis, di mana dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang diperoleh dianggap cukup representatif untuk mewakili populasi yang ada dengan margin of error yang dapat diterima. Selain itu, jumlah 75 responden juga memungkinkan pengumpulan data yang efisien serta memadai untuk melakukan analisis statistika yang diperlukan dalam penelitian ini. Dengan sampel sebanyak 75 responden, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai pengaruh manajemen produksi dan biaya produksi terhadap pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari para responden melalui kuesioner yang telah disebarkan. Kuesioner tersebut berisi pertanyaan yang terkait dengan manajemen produksi, biaya produksi, dan pendapatan usaha UMKM sektor produk Sebelum dilakukan analisis, pengujian prasyarat dilakukan, yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi asumsi yang diperlukan dalam analisis regresi berganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, yang digunakan untuk menguji pengaruh manajemen produksi dan biaya produksi terhadap pendapatan usaha UMKM sektor produk kreatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Peneliti menggunakan statistik deskriptif dalam penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai gambaran atau deskripsi variabel dalam penelitian: Tabel 1 Hasil Uji Pengujian Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Manajemen Produksi 2,33 5,00 4,2400 Biaya Produksi 3,25 5,00 4,2400 Pendapatan Usaha UMKM 3,25 5,00 4,2567 Valid N . Sumber: Data primer diolah. Tahun 2024 Std. Deviation ,66793 ,41395 ,40888 Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel diatas diketahui jumlah data atau pada setiap variabel yaitu 7 sampel. Manajemen Produksi sebagai variabel independen memiliki nilai minimum sebesar 2,33 dan nilai maximum sebesar 5,00. Variabel Manajemen Produksi memiliki nilai mean . ata-rat. sebesar 4,2400. Biaya Produksi sebagai variabel independen memiliki nilai minimum sebesar 3,23 dan nilai maximum sebesar 5,00. Variabel Biaya Produksi memiliki nilai mean . ata-rat. sebesar 4,2400. Pendapatan Usaha UMKM sebagai variabel dependen memiliki nilai minimum sebesar 3,25 dan nilai maximum sebesar 5,00. Variabel Pendapatan Usaha UMKM memiliki nilai mean . ata-rat. sebesar 4,2567. Hasil Uji Validitas Uji vaIiditas digunakan untuk mengukur sah/vaIid atau tidaknya suatu kuesioner sebagai suatu instrumen peneIitian. Kuesioner dikatakan vaIid jika pertanyaan daIam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oIeh kuesioner tersebut Ghozali. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Butir Person r tabel Keterangan Pertanyaan X1. 0,793** VALID X1. 0,819** VALID X1. 0,719** VALID X2. 0,786** VALID X2. 0,675** VALID X2. 0,688** VALID X2. 0,761** VALID 0,797** VALID 0,645** VALID 0,738** VALID 0,749** VALID Sumber: Data primer diolah. Tahun 2024 Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa variabel Manajemen Produksi dan Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha UMKM. memiliki nilai r hitung > r tabel . hitung > 0,1. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan dalam penelitian tersebut valid. Hasil Uji Reliabilitas ReIiabitas adaIah aIat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabeI yang diteIiti Ghozali. Pertanyaan daIam kuesioner dikatakan handaI jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adaIah konsisten. Uji reIiabitas A ISSN: 1978-1520 pengukuran daIam peneIitian ini diIakukan dengan menggunakan Cronbach`s aIpha dengan bantuan software SPSS 26. Koefisien Cronbach`s aIpha yang Iebih dari niIai r tabIe disebut reIiabeI. Ada juga yang berpendapat reIiabeI jika Cronbach aIpha >0,60 Ghozali. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel. Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach's Alpha Manajemen Produksi 0,671 Biaya Produksi 0,704 Pendapatan Usaha UMKM 0,714 Sumber: Data primer diolah. Tahun 2024 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Tabel 3 menunjukkan bahwa Manajemen Produksi dan Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha UMKM. Mempunyai nilai CronbachAos alpha lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa item pertanyaan dalam penelitian ini bersifat reliabel. Sehingga setiap item pertanyaan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dan apabila pertanyaan diajukan kembali maka akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya. Uji AsumsiKlasik Hasil Uji Normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, error yang dihasilkan mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Dalam penelitian ini untuk menguji normalitas data digunakan grafik Normal P-Plot of Regression Standardized Residual yang hasil pengujiannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 1 Hasil Uji Normalitas Sumber: Data primer yang diolah 2024 Dari Gambar 1 di atas, dapat dilihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah normal. Hasil Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel independen. Dilakukan melalui perhitungan varians inflation factor (VIF) dan Tolerance. Apabila nilai VIF lebih besar dari 10 atau nilai tolerance < 0,10 maka variabel independen tersebut memiliki gejala multikolinearitas. Sebaliknya apabila nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,10 maka dapat disimpulkan model regresi tersebut bebas dari Hasil pengujian multikolinieritas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Varian Inflation Variabel Toleransi Factor Keterangan (VIF) 0,850 1,177 Tidak terjadi Manajemen Produksi Multikolineritas 0,850 1,177 Tidak terjadi Biaya Produksi Multikolineritas Sumber: Data primer yang diolah 2024 Berdasarkan Tabel 4, menunjukkan nilai tolerance > 0,10 yang artinya tidak terdapat kolerasi antar variabel. Masing-masing variabel Independen memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan nilai < 10. Hal ini berarti bahwa variabel independen pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya gejala multikolinieritas sesama variabel independen. Sehingga dapat disimupulkan bahwa model regresi ini terbebas dari multikolinearitas. Analisis Regresi Berganda Pengujian Hipotesis Uji hipotesis menggunakan uji t untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variabel-variabel terikat. Apabila thitung > ttabel atau tvalue < maka koefisien regresi adalah signifikan, dan hipotesis diterima, dengan artian variabel independen tersebut berpengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya, jika thitung < ttabel < , artinya independen tersebut tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil uji t disajikan di bawah ini: Tabel 5 Hasil Uji t Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. ,547 ,494 1,107 Manajemen Produksi ,054 ,025 ,066 2,125 Biaya Produksi ,931 ,031 ,943 30,524 F hitung = 580. = 0,970 = 0,942 Sig = 0,000 Sumber: Data primer yang diolah 2024 Sig. ,272 ,037 ,000 Berdasarkan pada Tabel 5. Maka persamaan regresi yang di dapatkan dari hasil perhitungan adalah sebagai berikut: Y = 0,547 0,054X1 0,931 X2 Nilai konstan yaitu o = 0,547, mempunyai arti bahwa, apabila variabel Manajemen Produksi dan Biaya Produksi sebesar 0,547 tidak mengalami perubahan, maka Pendapatan Usaha UMKM sebesar 0,547. Koefisien variabel Manajemen Produksi (X. sebesar 0,054 yang berarti hal ini berarti apabila Manajemen Produksi meningkat satu persen, maka Pendapatan Usaha UMKM meningkat sebesar 5,4%. Koefisien variabel Biaya Produksi (X. sebesar 0,931 yang berarti hal ini berarti apabila Biaya Produksi meningkat satu persen, maka Pendapatan Usaha UMKM meningkat sebesar 93,1%. Uji Koefisien Korelasi (R) Analisis ini digunakan untuk mengetahuai besarnya proporsi sumbangan variabel Manajemen Produksi dan Biaya Produksi terhadap variable dependen Pendapatan Usaha UMKM. Koefisien korelasi (R) = 0. 970 menunjukkan bahwa korelasi variabel Independen dan variabel dependen sangat erat kaitannya dan bernilai positif dan mendekati 1. Uji Koefisien Diterminasi. (R. ISSN: 1978-1520 Nilai Koefisien determinasi (R. = 0,931 yang menunjukkan bahwa variasi dari Pendapatan Usaha UMKM, dapat dijelaskan oleh variabel Manajemen Produksi dan Biaya Produksi, sebesar 93,1%, sedangkan sisanya sebesar 6,9%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji F Tabel 5 diatas diperoleh F-hitung = 580. 433 > Ftabel = 3. 97, serta memiliki tingkat signifikansi 0,000. Karena probabilitas 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang telah digunakan dapat meningkatkan Manajemen Produksi dan Biaya Produksi secara bersama-sama berpengaruh terhadap Pendapatan Usaha UMKM. Hipotesis yang menyatakan bahwa Manajemen Produksi dan Biaya Produksi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Usaha UMKM. Terbukti Diterima. Uji t (Uji Parsia. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari masing- masing variabel independen yaitu variabel Manajemen Produksi dan Biaya Produksi berpengaruh terhadap Pendapatan Usaha UMKM, maka berikut ini akan dijelaskan: Variabel Manajemen Produksi Terhadap Pendapatan Usaha UMKM Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh Manajemen Produksi terhadap Pendapatan Usaha UMKM nilai t hitung = 2,125 > t tabel = 1. 99300, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,037, lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat = 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa secara perhitungan statistik Manajemen Produksi berpengaruh terhadap Pendapatan Usaha UMKM. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa AuManajemen Produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Usaha UMKM terbukti (H1 diterim. Ay. Variabel Biaya Produksi Pendapatan Usaha UMKM Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh Biaya Produksi terhadap Pendapatan Usaha UMKM nilai t hitung = 30,524 > t tabel = 99300, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000, lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat = 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa secara perhitungan statistik Biaya Produksi berpengaruh terhadap Pendapatan Usaha UMKM. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa AuBiaya Produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Usaha UMKM (H2 diterim. Ay. Pembahasan Pengaruh Manajemen Produksi Terhadap Pendapatan Usaha UMKM Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 1 yang diajukan diterima. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa manajemen produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha UMKM. Artinya, semakin baik manajemen produksi, maka akan diikuti dengan meningkatnya pendapatan usaha UMKM. Manajemen produksi yang efektif memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi tetapi juga melampaui harapan pelanggan. Kepuasan pelanggan yang tinggi dapat meningkatkan loyalitas, yang selanjutnya meningkatkan penjualan melalui rekomendasi dan ulasan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Janah. , yang menemukan bahwa manajemen produksi berpengaruh positif terhadap Manajemen produksi yang baik juga mendorong inovasi dan pengembangan produk baru. Dengan proses produksi yang efisien. UMKM memiliki lebih banyak sumber daya untuk diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan produk. Ini dapat menarik lebih banyak pelanggan, yang berkontribusi pada peningkatan Penelitian oleh Padilah dan Syahrizal. juga menunjukkan bahwa penerapan manajemen produksi yang baik, seperti yang dilakukan oleh Ibu Yani dalam usaha produksi tahu, telah berhasil menghasilkan keuntungan yang optimal melalui perencanaan dan aktualisasi biaya produksi yang efektif. Pengaruh Biaya Produksi Pendapatan Usaha UMKM Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 2 yang diajukan diterima. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha UMKM. Artinya, semakin baik pengelolaan biaya produksi, maka akan diikuti dengan peningkatan pendapatan usaha UMKM. Biaya produksi yang terkelola dengan baik dapat membantu UMKM mengurangi risiko keuangan yang terkait dengan fluktuasi biaya bahan baku atau tenaga kerja. Pengendalian biaya yang baik membuat keuangan usaha lebih stabil dan terprediksi, yang memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih baik. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Aini dan Putri. , yang menunjukkan bahwa biaya produksi berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Biaya produksi yang dikelola dengan baik berfungsi sebagai penentu harga jual produk, yang pada gilirannya memengaruhi besarnya laba yang diperoleh. Oleh karena itu, pengelolaan biaya produksi yang efisien sangat penting untuk meningkatkan pendapatan. Penelitian oleh Fitriyanti. juga menunjukkan bahwa pengelolaan biaya produksi yang tepat pada industri roti dapat meningkatkan pendapatan dengan memastikan produk berkualitas tinggi. Produk berkualitas tinggi cenderung lebih disukai oleh konsumen, yang dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan usaha. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan data yang telah dikumpul dan pengujian hipotesis dengan analisis regresi linear berganda telah dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 1 yang diajukan diterima. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Manajemen Produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Usaha UMKM. Artinya, semakin baik Manajemen Produksi maka akan diikuti dengan meningkatnya Pendapatan Usaha UMKM. Hal ini. Produksi yang dikelola dengan baik memastikan produk yang dihasilkan memenuhi atau bahkan melampaui harapan pelanggan. Kepuasan pelanggan yang tinggi dapat menghasilkan loyalitas pelanggan yang lebih besar dan peningkatan penjualan melalui rekomendasi dan ulasan positif. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 2 yang diajukan diterima. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Biaya Produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Usaha UMKM. Artinya, semakin baik Biaya Produksi maka akan diikuti dengan meningkatnya Pendapatan Usaha UMKM. Biaya produksi yang terkelola dengan baik membantu UMKM mengurangi risiko keuangan yang terkait dengan fluktuasi biaya bahan baku atau tenaga kerja. Pengendalian biaya yang baik membuat keuangan usaha lebih stabil dan terprediksi, memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih baik. Saran Berikut adalah perbaikan dan perluasan saran untuk penelitian selanjutnya sesuai dengan koreksi dari reviewer: Penggunaan Metode Kualitatif Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha UMKM, disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan metode kualitatif. Pendekatan ini dapat melibatkan wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus . ocus group discussio. , atau studi kasus untuk menggali persepsi, tantangan, dan pengalaman langsung dari pelaku UMKM. Metode kualitatif akan memberikan wawasan yang lebih luas mengenai implementasi manajemen produksi dan pengelolaan biaya, serta kendala yang mungkin dihadapi oleh UMKM dalam mempraktikkan teori yang ada. Variabel Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran Penelitian selanjutnya dapat memasukkan variabel inovasi produk dan strategi pemasaran dalam analisis. Inovasi produk memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik produk kepada konsumen dan memperluas pangsa pasar, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan. Selain itu, strategi pemasaran yang efektif, baik melalui pemasaran digital, media sosial, atau pendekatan pemasaran tradisional, dapat memperkuat daya saing UMKM. Peneliti dapat mengeksplorasi bagaimana inovasi produk dan strategi pemasaran dapat berinteraksi dengan manajemen produksi dan biaya produksi untuk meningkatkan kinerja usaha. Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelolaan SDM yang efektif juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kinerja UMKM. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana aspek manajemen ISSN: 1978-1520 SDM, seperti pelatihan karyawan, kepuasan kerja, dan pengembangan keterampilan, berperan dalam mendukung peningkatan kualitas produk dan efisiensi biaya produksi. Hal ini penting untuk memahami hubungan antara kualitas manajemen sumber daya manusia dan keberhasilan usaha UMKM. Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Pendapatan UMKM Peneliti selanjutnya dapat memperluas penelitian dengan mempertimbangkan pengaruh faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah, akses terhadap pembiayaan, kondisi pasar, dan perubahan ekonomi global. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kemampuan UMKM dalam mengelola biaya produksi dan mengoptimalkan manajemen Penelitian yang lebih luas ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan atau kegagalan usaha UMKM. Penerapan Teknologi dan Digitalisasi dalam Manajemen Produksi dan Pengendalian Biaya Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan teknologi dan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dalam manajemen produksi dan pengendalian biaya. Teknologi seperti perangkat lunak manajemen produksi, otomatisasi, dan penggunaan analitik data dapat membantu UMKM mengoptimalkan proses produksi dan mengurangi Penelitian ini dapat mengeksplorasi pengaruh adopsi teknologi terhadap pengelolaan biaya dan peningkatan pendapatan. Program Pelatihan dan Edukasi untuk Pelaku UMKM Pemerintah daerah dan lembaga terkait dapat menyelenggarakan program pelatihan dan edukasi yang lebih komprehensif mengenai manajemen produksi dan pengendalian Pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup aspek manajerial, seperti perencanaan keuangan, analisis biaya, dan pengambilan keputusan strategis. Dengan pelatihan yang tepat, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk mengelola usaha dengan lebih efisien dan mengoptimalkan pendapatan usaha. Penyusunan Rencana Bisnis yang Solid Setiap UMKM disarankan untuk memiliki rencana bisnis yang solid dan terstruktur dengan baik, yang mencakup strategi manajemen produksi, pengelolaan biaya, serta rencana pemasaran dan inovasi produk. Rencana bisnis yang jelas dapat membantu UMKM untuk fokus pada tujuan jangka panjang, mengelola sumber daya dengan lebih efektif, serta membuat keputusan strategis yang mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha. Dengan perluasan saran di atas, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha UMKM, serta memberikan rekomendasi yang lebih aplikatif bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kinerja usaha mereka. DAFTAR PUSTAKA