Manajemen Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut Rd. Kilma Kalimatul Mardiah1. Ummu Salamah2. Wati Susilawati3 1, 2, 3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut 24093121016@pasca. salamah@uniga. susilawati@uniga. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat gap analisis antara manajemen pembentukan karakter saat ini dengan standar pemerintah dan untuk mengetahui strategi manajemen yang bisa diterapkan untuk menutupi kelemahan dan menonjolkan kelebihan model pengelolaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan analisis POAE dan SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan yang dilakukan oleh pesantren dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, pengorganisasian yang dilakukan oleh pesantren dan yang dilakukan oleh pemerintah juga sudah sesuai, pada tahap actuating yang dilakukan pesantren dan yang diharapkan pemerintah juga sudah sesuai. Begitupun pada tahap evaluasi juga sudah sesuai. Namun, terdapat gap yang terjadi antara manajemen saat ini dengan pemerintah, nilai-nilai PPRA yang ditentukan oleh pemerintah belum sepenuhnya tertuang pada santri di pondok pesantren. Terdapat karakter yang belum terbentuk di kalangan santri, yakni karakter dinamis dan inovatif. Kemudian strategi yang harus dilakukan oleh pondok pesantren wanita babakan fauzan adalah meningkatkan komitmen/loyalitas pengajar dengan menjamin kesejahteraannya, meningkatkan motivasi siswa dalam belajar melalui pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi dan mengadakan kompetisi antar kelas/antar pesantren, dan lainlainnya, meningkatkan mutu sekolah dengan mengupayakan pemenuhan nilai-nilai PPRA, memperketat tingkat kedisiplinan siswa dengan memberikan punishment bagi siswa yang melanggar aturan pesantren, agar siswa merasa jera. Kata Kunci: Karakter. Manajemen. SWOT. Latar Belakang Karakter adalah proses berkelanjutan yang tidak pernah berakhir. Roosevelt mengklaim bahwa mendidik seseorang hanya untuk berpikir rasional tanpa mendidik mereka secara moral menciptakan ancaman dalam interaksi sosial (Lichona , 2019:. Karakter adalah sesuatu yang sangat penting untuk mencapai tujuan hidup atuh karakter lainnya adalah bagaimana membangun kebiasaan baik pada anak-anak muda sehingga mereka memiliki kesadaran dan kepedulian yang kuat untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari (Mulyasa, 2019:. Karakter adalah sesuatu yang sangat penting untuk mencapai tujuan hidup seseorang. Karakter adalah inspirasi untuk memilih yang terbaik dalam hidup. Dilema tentang benar dan salah Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. hanyalah salah satu aspek dari pengembangan karakter lainnya adalah bagaimana membangun kebiasaan baik pada anak-anak muda sehingga mereka memiliki kesadaran dan kepedulian yang kuat untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari (Zubaidi, 2015:. Bahwa sangat penting menanamkan karakter untuk usia bangsa, sudah pada jalur yang tepat dengan asumsi salah satu arsitek awal negara. Bung Karno, ketika mengingatkan bahwa: AuNegara ini harus digarap dengan fokus pada pembangunan karakter karena pembangunan karakter akan membuat Indonesia menjadi negara yang besar, tinggi, dan megah, dan tidak dibanggakan. Pembangunan karakter adalah tujuan sekolah umum. Alasan suci penyelenggaraan pendidikan karakter tertuang dalam Amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat 3: Penguasa negara mencari dan memilah sistem pendidikan publik yang meningkatkan (Salahudin, 2017:. Tujuan pendidikan nasional adalah membangun kemampuan dan membentuk pribadi dan kebudayaan masyarakat yang berwibawa untuk mencerdaskan kehidupan negara, sebagaimana diatur dalam Peraturan Sistem Pendidikan Umum Nomor 20 Tahun 2003, khususnya pada pasal berupaya untuk meningkatkan kapasitas peserta didik agar menjadi siswa yang bermoral, kokoh, terpelajar, orang dewasa yang terampil dan inovatif, individu-individu bebas yang juga akan menjadi warga masyarakat yang berbasis suara dan penuh perhatian (Salaudin, 2017:. Rencana Peningkatan Jangka Panjang Masyarakat (RPJPN) 2005-2025 yang didalamnya pemerintah menetapkan pengembangan karakter sebagai salah satu program kebutuhan kemajuan masyarakat, secara diam-diam menonjolkan jiwa pelatihan karakter. Pembinaan budi pekerti diposisikan sebagai upaya untuk membentuk masyarakat luas yang mempunyai budi pekerti yang berakhlak mulia, berakhlak mulia, halus dan tercerahkan dalam memandang asal usul Pancasila sebagai landasan untuk mewujudkan visi penyelenggaraan masyarakat. Dalam penyalurannya tahun 2011. AuAturan Pelaksana Pelatihan KarakterAy. Program Pendidikan Komunitas Kerja Inovatif Organisasi Pelayanan Sekolah Umum menyatakan bahwa pelatihan karakter pada dasarnya diarahkan untuk menjadikan negara yang rajin, kejam, bermoral, berpikiran terbuka dan bergabung bersama. Hal ini juga diharapkan dapat menciptakan sebuah negara yang tumbuh dengan kuat dan berpusat pada ilmu pengetahuan dan inovasi (Samani, 2017:. Secara garis besar pengajaran bahasa dibagi menjadi tiga bagian yang pada intinya memiliki bobot yang hampir sama, yaitu: . Pelatihan Formal Persiapan formal, yaitu pelatihan yang dikoordinir oleh pemerintah Indonesia mulai dari Sekolah Taruna. Taman Kanak-Kanak (TK). Sekolah Dasar Islam (SD). Sekolah Pengalaman Berharga Islam (SMP). Sekolah Menengah Islam (SMA), dan Pendidikan Tinggi (PT). Pembinaan yang longgar, terutama persiapan yang diarahkan oleh keluarga dan organisasi. Pendidikan nonformal, khususnya pengajaran yang dilakukan oleh yayasan-yayasan pendidikan tetapi tidak dikoordinasikan oleh otoritas publik, dalam hal ini, misalnya, pesantren-pesantren yang dikenang. Kegawatdaruratan berlapis yang dialami negara kita sejak dua puluh tahun terakhir ini, diduga merupakan salah satu dampak dari kemajuan bidang instruktif yang kurang seimbang antara wawasan . , pengaruh . , dan psikomotor . Sistem sekolah kami sebenarnya berpusat pada bagian-bagian dari pengetahuan ilmiah, sementara sudut pandang yang berbeda belum benar-benar berkembang. Metodologi dalam membingkai karakter pada individu dapat ditunjukkan secara efisien dalam Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. model persekolahan pribadi yang komprehensif . elatihan formal, santai dan non forma. dengan tujuh poin pendukung. Tujuh latihan karakter andalan adalah lingkaran jadi yang dapat diinstruksikan secara berurutan atau tidak berurutan. Suatu kegiatan dapat membentuk pribadi yang berkarakter apabila tujuh pilar pendidikan karakter dilakukan secara tuntas dan Tujuh poin pendukung adalah pembiasaan dan pengembangan yang baik, mempelajari hal-hal yang bermanfaat . engetahuan-mora. , kecenderungan dan pemujaan moral, tindakan moral, kebaikan, penyesalan kepada Tuhan setelah melakukan kesalahan (Maragustam, 2015:. Kehadiran inovasi dan data di tengah peliknya persoalan eksistensi manusia tampak menjelma sebagai AuTuhanAy yang bisa dimanfaatkan sebagai jawaban atas segala persoalan yang muncul. sinilah inovasi dengan berbagai tawarannya membuat seseorang bergantung dan terkungkung pada inovasi, sehingga modernisasi sosial dan akibat buruk dari inovasi yang ada saat ini sulit untuk dihindari, termasuk jagat mazhab pengalaman hidup Islam, dan khususnya bagi para Kemajuan-kemajuan inovatif yang melanda seluruh lini kehidupan menambah kerumitan persoalan yang dihadapi negeri ini. Konsekuensi negatif dari kemajuan mekanis termasuk memunculkan cara-cara baru berperilaku yang tidak banyak muncul sebelumnya. Sebagian dari perspektif buruk yang tercermin dalam kehidupan individu saat ini, sehingga pendidikan karakter, saat ini sangat penting dalam kehidupan sekolah Islam, namun di rumah dan dalam iklim sosial. Bahkan saat ini, pendidikan budi pekerti umumnya tidak hanya diadakan untuk anak-anak saja, tetapi juga untuk orang dewasa sebagai kelanjutan dari kemajuan bangsa. Pesatnya kemajuan inovasi menjadi salah satu variabel bagi kebobrokan moral kaum muda. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai penyimpangan dari penggunaan teknologi modern seperti ponsel, yakni kecenderungan anak muda yang banyak melakukan kebodohan menggunakan Meskipun memiliki efek positif, kebetulan konsekuensi buruk yang ditimbulkan karena instrumen tersebut lebih banyak. Masih banyak ditemukan kasus, misalnya santri yang malas konsentrasi sehingga . digunakan untuk mencontek saat ujian, bermain berlebihan, hurahura, melakukan kesembronoan, gangguan mental karena ketergantungan bermain game internet, berhasil mendapatkan berita yang tidak akurat, melakukan demonstrasi kriminal (Marzuki, 2019:. Tanpa disadari, saat ini darurat etika telah memasuki setiap lapisan yang bersahabat, dan terutama sangat dikhawatirkan santri yang masih berada di pesantren dapat saling menyakiti (Majid, 2. Selain itu, anak-anak negeri yang duduk di parlemen, yang sejujurnya adalah hasil terbaik dari sekolah, tidak jarang orang-orang yang terhuyung-huyung pada kasus-kasus yang telah menodai dunia pelatihan yang telah memberi mereka panggilan dan posisi, seperti kekotoran, membayar, dan lain-lainnya. Dunia pendidikan di era sekarang ini sepertinya telah lupa bahwa kapasitas akademik yang tinggi bukanlah jaminan bahwa santri akan menjadi orang yang berharga bagi mereka dan iklim sosial Karena dasar orang terpelajar skolastik benar-benar dapat membuat seseorang tidak berarti atau bahkan tidak aman bagi masyarakat dengan anggapan kepribadiannya rendah. Menjawab darurat etika yang telah menimbulkan keributan di sekitar usia kota yang sedang Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. berlangsung, dorongan dalam inovasi dan sains juga telah memainkan peran penting dalam korupsi etis di negara ini. Hal ini konsisten, karena inovasi layanan dalam memberikan berbagai bentuk relaksasi, kenyamanan, dan kebahagiaan yang semakin berubah hampir menyentuh semua elemen kehidupan manusia, termasuk dunia pelatihan dengan berbagai isunya. Berbagai jenis kekhasan dari penyimpangan moral tersebut menunjukkan bahwa sampai saat ini penataan akhlak baik dalam pesantren pengalaman hidup Islam maupun dalam iklim keluarga dan lingkungan setempat masih sangat diperlukan. Perilaku santri sehari-hari, khususnya di pesantren, sangat terkait dengan iklim saat ini. Sangat tidak terduga atau bahkan tidak terbayangkan jika generasi muda diharapkan berperilaku terpuji dan memiliki kepribadian yang baik, padahal kehidupan lokal dan pesantren ternyata memiliki banyak unsur yang tidak dapat Dalam pandangan pencipta, selain kemajuan teknologi yang cepat yang sulit untuk dihindari, sesungguhnya yang lebih mendasar dari persoalan yang terkait dengan persoalan kemerosotan akhlak dan kepribadian zaman negeri ini adalah kekurangan suatu kompartemen atau ruang sebagai kerangka administrasi dalam iklim pesantren yang memungkinkan santri untuk mempertahankan sifat-sifat ketat yang mendalam yang pada puncaknya dapat mendorong pengetahuan moral di dalam diri mereka. Sebenarnya, penting untuk memiliki gagasan tentang dewan santri, yang selain sesuai dengan elemen administrasi logis, juga harus didasarkan pada penanaman moral atau kebajikan pada Meskipun demikian, sistem persekolahan dengan santri sebagai dewan yang memiliki arah utama dalam menanamkan kebajikan dan benteng terakhir untuk menaklukkan kemerosotan etika di usia yang lebih muda . eperti pelatihan pesantre. , bagaimanapun juga dipandang sebagai landasan pendidikan yang moderat yang tidak dapat menjawab kemajuan dalam tantangan global (Kompri, 2018:52-. Sudut pandang Terry yang dikutip oleh Mulyasa . mengartikan bahwa manajemen adalah suatu siklus yang teratur, yang terdiri dari pengaturan, pengkoordinasian, dorongan dan pengendalian yang dilakukan untuk memutuskan dan mencapai sasaran Ae sasaran yang telah ditetapkan dengan menggunakan SDM dan aset yang berbeda-beda. Manajemen menyiratkan partisipasi untuk mencapai tujuan instruktif. Siklus untuk mencapai tujuan instruktif adalah mengatur, mengkoordinasikan, menyelesaikan latihan . , menilai (Nur'aini, 2023:. Sebagai salah satu lembaga non-formal yang berkiprah di kancah publik. Islamic live-in school mempunyai kepedulian yang besar untuk ikut andil dalam mengontrol masyarakat luas, khususnya melalui penguatan di bidang pelatihan karakter. Pelatihan Islamic live in school memberikan penekanan yang luar biasa pada pendidikan yang ketat sebagai informasi untuk memahami makna agama dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah Islam yang tinggal di dalam . ive in schoo. sangat penting bagi pendidikan masyarakat. Karenanya, sekolah pengalaman hidup Islam merupakan lembaga pendidikan Islam tertua yang telah banyak berkontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan Islam di nusantara dan sekaligus mengawali perkembangan dan kemajuan lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia. Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Dalam hal aktivitas publik, pendidikan Islam langsung di sekolah menghadapi tentangan keras dari lembaga pendidikan lain di wilayah sekitarnya. Baik persaingan dari sekolah Islam yang tinggal di dalam itu sendiri maupun sekolah Islam umum yang inklusif . elatihan forma. yang pada umumnya menonjolkan persyaratan hidup di negara maju dibandingkan dengan pembelajaran yang ketat. Dengan cara ini, para pengurus atau para pengurus sangat penting bagi keselarasan pengalaman hidup Islam sekolah, karena dewan merupakan cara yang paling umum dalam menggunakan SDM, melalui latihan-latihan yang dilakukan bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tentunya siklus ini meliputi perkumpulan, kursus, koordinasi, pengendalian, pengawasan dan penilaian individu untuk mencapai tujuan yang telah Urgensi penelitian ini yakni manajemen pembentukan karakter di pondok pesantren yang mana kita dapat lebih memahami prosesnya, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan menemukan strategi yang efektif untuk meningkatkan pembentukan karakter santri. Kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren wanita babakan fauzan, dalam manajemen pembentukan karakter merupakan proses yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang komprehensif karena membentuk karakter dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan, pendidikan, pengaruh sosial, dan nilai-nilai yang dianut oleh individu dan masyarakat. Seseorang yang memiliki karakter yang kuat dapat membantu dirinya menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat, serta membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Melalui manajemen pembentukan karakter, individu didorong untuk terus tumbuh dan berkembang, meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola emosi, berinteraksi dengan orang lain, dan membuat keputusan yang etis. Pembentukan karakter di Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan pada santri memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya pada individu santri tetapi juga pada masyarakat secara Santri yang memiliki karakter yang kuat akan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berintegritas, dan peduli terhadap kebaikan masyarakat. Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan dalam pelaksanaan pengembangan karakter para eksekutif dikemas dalam sistem sekolah pengalaman hidup Islami yang sarat dengan kualitas dan budaya ketat yang terlihat dalam kecenderungan sosial sehari-hari. Gambar 1: Rekapitulasi Kehadiran Santri April Ae Juni 2023 Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa kehadiran santri dalam mengikuti pembelajaran di pondok pesantren. Kelas awal . dengan persentase kehadiran santri 90%, kelas menengah . dengan persentase kehadiran 80% dan kelas atas . dengan persentase kehadiran 50%. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, alasan yang diberikan oleh para santri tidak mengikuti pembelajaran yakni karena metode mengajar yang klasik, belum siap tes hafalan, takut mendapatkan sanksi karena sadar akan kesalahan, sakit-sakitan, bersembunyi di area belakang pondok . c, balkon dan kolam ika. dan berpura-pura mendapatkan tugas lain. Berdasarkan fenomena yang terjadi diatas, peneliti memilih pondok pesantren wanita babakan Lokasi tersebut dipilih karena merupakan satu-satunya pondok pesantren di kecamatan sukaresmi yang menjadi pusat santri Wanita atau Perempuan tanpa adanya santri laki-laki. Kemudian pondok pesantren tersebut menjadi pondok pesantren tertua di kecamatan sukaresmi dan menjadi salah satu pondok pesantren yang mendapatkan sertifikat sebagai salah satu pondok pesantren dengan usia lebih dari satu abah. Penghargaan tersebut diberikan oleh PBNU . engurus besar nahdlatul ulam. saat pelaksanaan harlah 1 abad NU. Pondok pesantren Wanita Babakan Fauzan beralamat di Kp. Babakan fauzan 006/005 Ds/Kec. Sukaresmi Kab. Garut. Pondok pesantren ini, hanya menerima santri perempuan yang berusia dari 9 tahun hingga usia 27. Santri baru pada setiap tahunnya sekitar 60 santri baru. Pembelajaran yang terjadi di pesantren ini adalah, mengkaji kitab-kitab kuning mengenai peribadatan sehari-hari dan akhlak. Kitab kuning yang disampaikan oleh ustadzah A bisa diselesaikan dalam kurun waktu 3 bulan, sedangkan dalam kurun waktu 3 bulan ustadzah B belum menyelesaikan kitab tersebut. Para tenaga pengajar di lingkungan pondok pesantren wanita babakan fauzan terdiri dari 11 pengajar dengan latar belakang berasal dari keluarga pesantren dan tidak ditopang dengan kualifikasi pendidikan formal. Sehingga, pengembangan pengelolaan pada pondok pesantren masih memerlukan sumber daya manusia yang sangat optimal. Kurikulum yang digunakan oleh pondok pesantren wanita babakan fauzan ialah masih bersifat hidden curriculum yang mana pelaksanaan pembelajaran terkadang tidak sesuai dengan perencanaan dan capaian pembelajaran. Seperti santri yang berasal dari kota-kota besar dan tidak memiliki latar belakang mondok belum dapat membaca al-qurAoan dengan fasih. Sehingga, capaian yang dirancang untuk semua santri tidak merata meskipun dengan metode yang sama. Manajemen adalah suatu siklus untuk mengatur, mengevaluasi, memeriksa dan memperbaiki perilaku dan pelaksanaan fakultas apakah sudah sesuai dengan sasaran. Untuk hal ini dilakukan oleh pimpinan (Pangersa Ib. dalam rangka program pelatihan karakter siswa di sekolah pengalaman hidup Islami Wanita Babakan Fauzan. Sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian Atika . yang berjudul AuEksekusi Penguatan Sekolah Berkarakter untuk Membentuk Kepribadian Cinta Tanah AirAy diungkapkan bahwa kepribadian cinta tanah air ditunjukkan oleh siswa. Hal ini harus dilihat dari peningkatan kemajuan kepribadian siswa yang berlangsung selama ini. Sesuai penelitian Manurung . yang berjudul AuBukti Kenali Unsur-Unsur Pembentuk Karakter SiswaAy dikemukakan bahwa hasil akhir dari karakter siswa tidak sepenuhnya merupakan Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. kewajiban pendidikan lanjutan, namun arah pengembangan di perguruan tinggi adalah terdekat dalam menentukan seberapa hebat karakter pengganti untuk dijadikan sumber. SDM yang bersifat publik dan hidup di arena publik. Berdasarkan penelitian terdahulu diatas, novelty dari penelitian ini adalah lokasi yang dipilih adalah pondok pesantren yang berfokus terhadap santri perempuan, dan metode yang digunakan juga berbeda. Pada penelitian ini menggunakan metode POAE (Planning. Organizing. Actuating dan Evaluatin. Kemudian penelitian ini juga membentuk karakter yang dianjurkan oleh pemerintah yakni berdasarkan KMA No. 347 Tahun 2022, profil pelajar rahmatan lil alamin Berkeadaban . aAoaddu. Keteladanan . Kewarganegaraan dan kebangsaan . Mengambil jalan tengah . Berimbang . awAzu. Lurus dan tegas (IAotidA. Kesetaraan . usAwa. Musyawarah . Toleransi . asAmu. Dinamis dan inovatif . aawwur wa ibtikA. Metodologi Dalam struktur penilaian ini, pencipta menggunakan semacam penelitian lapangan. Jenis penelitian lapangan ini adalah penyelidikan emosional dengan pendekatan hipotesis organisasi Investigasi emosional . enilaian emosiona. adalah survei yang ditujukan untuk menggambarkan dan menganalisis keanehan peristiwa, latihan sosial, sudut pandang, keyakinan, konfirmasi, kontemplasi individu, hanya atau dalam pertemuan (Sukmadinata, 2012:. Penelitian yang bertujuan untuk memahami secara spesifik apa yang dapat dilakukan oleh subjek ujian, misalnya tingkah laku, pernyataan, motivasi, tindakan, secara menyeluruh, dan melalui penggambaran melalui kata-kata dan bahasa, dalam suasana adat yang tidak biasa dan dengan menggunakan berbagai prosedur yang sah (Moleong, 2018:. Pengecekan diarahkan dalam keadaan biasa . ormal settin. Sifat teratur ini memerlukan eksplorasi subjektif untuk mensyaratkan kesamaan ilmuwan sebagai spesialis dengan item yang diteliti (Sugiyono, 2018: . Taylor, sebagaimana dikutip oleh Moleong, memaknai bahwa strategi eksplorasi subyektif adalah teknik penilaian yang menghasilkan data menarik sebagai kata-kata yang dibentuk atau dikomunikasikan secara verbal dari orang dan penghibur yang terlihat dalam iklim kehidupan sehari-hari mereka (Moleong, 2018:. Pendekatan ini digunakan untuk melihat dan memahami obyek pemeriksaan ini secara otentik sesuai dengan kondisi yang Dengan strategi tersebut adalah wajar untuk mengungkap gambaran kebenaran tujuan yang dikaji, khususnya tentang penyelenggaraan pembinaan pribadi santri di Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan, tanpa terpengaruh oleh pengukuran formalitas dengan cara Planning. Organizing. Actuating. Controlling. Dari penemuan-penemuan informasi di lapangan kemudian diurai secara arif dengan spekulasispekulasi character building board yang telah dikemukakan oleh para ahli, maka akan terlihat hubungan atau bahkan celah antara tataran logika dan spekulasi tersebut. Hasil dan Pembahasan Pengumpulan data analisis SWOT ini dilakukan mulai dari bulan Januari 2023 sampai dengan bulan Juni 2023. Adapun teknik pengumpulan data yang pertama dilakukan oleh penulis adalah Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. melalui observasi. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian secara langsung terhadap berbagai faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan. Selanjutnya untuk memperkaya data tersebut sekaligus untuk mengkonfirmasi ketepatannya, penulis melakukan wawancara dengan Pengasuh Pondok Pesantren selaku informan kunci. Kegiatan wawancara juga dilakukan dengan perwakilan guru dan siswa sebagai informan Selain melalui observasi dan wawancara, penulis juga melakukan pengumpulan data dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan FGD ini dilakukan pada bulan Maret 2023 yang diikuti oleh Pengasuh. Guru dan santri serta penulis sendiri sebagai moderator. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan FGD tersebut diperoleh hasil sebagai berikut: Kekuatan (Strengt. Kekuatan (Strengt. yang dimiliki Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan meliputi: Kepemimpinan Pesantren Yang Demokratis. Partisipatif. Transparan, dan Responsif Terhadap Berbagai Inovasi Pendidikan Pengasuh Pondok Pesantren memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis. Hal tersebut terbukti pada setiap rapat rutin, beliau selalu memberikan kesempatan kepada semua guru dan staf untuk menyampaikan berbagai masukan dan saran terkait dengan manajemen pesantren yang meliputi santri, sarpras yang dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran, kendala yang dihadapi saat mengajar, dan sebagainya untuk kemudian dibahas secara bersama-sama. Selain itu, pengasuh pondok pesantren juga aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang menyangkut peningkatkan mutu pendidikan serta memberikan respon yang baik terhadap berbagai inovasi Selain itu kepemimpimam pesantren yang demokratis, partisipatif, transparan, dan responsif dapat ditemukan dalam pemilihan ketua pondok . ois pondo. , di mana ketua pondok dipilih secara langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas yang melibatkan semua santri dan dilakukan secara keterbukaan . idak ditutup-tutup. Komitmen/Loyalitas Pengajar Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kehadiran guru setiap harinya, meskipun jarak tempuh antara rumah dengan tempat mengajar . ondok pesantre. sangat jauh dan memakan waktu >30 menit, komitmen/loyalitas para guru sangat tinggi. Mereka hadir tidak mengenal jarak dan kondisi, selama mampu untuk hadir maka mereka pasti hadir. Mereka mengerti arti sebuah kewajiban dan tanggung jawab yang memang harus diutamakan sehingga tingkat kehadiran guru Para Pengajar Yang Mayoritas Berusia 20 Hingga 30 Tahun Para pengajar yang ada di pesantren Babakan Wanita Fauzan mayoritas berusia sekitar 20-30 Hal tersebut dapat dilihat dari usia dan kualifikasi pendidikannya. Mayoritas masih berada pada masa kuliah sarjana maupun magister. Hal itu dilakukan salah satunya adalah untuk meningkatkan SDM pengajar yang memiliki semangat tinggi dan menampung lulusan-lulusan pesantren yang mau berkhidmah . tetapi tidak punya tempat untuk mengajar. Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Kesetaraan Gender Orientasi adalah pembedaan pekerjaan, kemampuan dan kewajiban di antara orang-orang yang merupakan konsekuensi dari pembangunan sosial dan dapat berubah seiring dengan perbaikan dalam jangka panjang. Banyak orang yang mengartikan atau mengacaukan sifat-sifat manusia yang normal . idak dapat diuba. dengan yang tidak teratur . yang dapat berubah dan diubah sepanjang zaman. Perbedaan orientasi seksual ini juga memberi makna bahwa orang mempertimbangkan kembali peran intrinsik mereka, baik untuk manusia. Namun demekian itu tidak mejadikan perempuan untuk tidak bergerak lebih leluasa. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan para santri yang berperan aktif dalam kegiatan pencak silat, hadroh . dan olahraga, seperti sepak bola, tenis meja, dan badminton. Kelemahan (Weaknes. Kelemahan (Weaknes. yang dimiliki Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan meliputi: Sarana Prasarana Yang Tersedia Kurang Memadai Sampai saat ini, sarana prasarana yang ada di Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan belum cukup memadai, misalnya gedung asrama yang hanya memuat 100 hingga 200 santri, namun jumlah santri sekitar 300. Sehingga setiap prodi sering mengalami kendala saat jadwal praktek. Kemudian sarana prasara ruang belajar yang juga masih kurang sehingga pembelajaran kurang Motivasi Santri Dalam Belajar Kurang Motivasi santri dalam belajar dapat dilihat dari tingkat kehadirannya saat mengikuti kegiatan Tidak sedikit santri yang bolos kegiatan pembelajaran dengan alasan pura-pura sakit ataupun santri yang bersembunyi di tempat-tempat yang tidak masuk akal seperti di tempat menjemur pakaian, tidur di toilet dan lain-lain. Pengalaman Mengajar Para Pengajar Hal Hal ini dapat dilihat dari usia para pengajar yang mayoritas masih muda dan dalam tahap Sehingga pengalaman yang dimiliki para pengajar masih rendah karena memang jam terbang mengajar belum tinggi. Berbeda dengan para pengajar yang sepuh-sepuh selain memiliki pengetahuan yang luas jam terbang mengajar banyak, juga memilki pengalaman yang luas. Tidak Ada Pelayan Khusus Pesantren Hal Hal ini dapat dilihat dari tugas-tugas yang seharusnya dilakukan oleh pelayan khusus, dikerjakan oleh santri sehingga pekerjaan berat maupun ringan menjadi kegiatan santriwati yang memang idealnya pelayan pesantren itu khusus santri yang memiliki kegiatan sedikit sehingga pelayanan pesantren akan maksimal. Contohnya santri yang sudah lulus Diniyah ditugaskan sebagai pelayan khusus pesantren sehingga santri yang masih punya kegiatan mengaji tidak terganggu oleh keperluan pesantren. Peluang . Peluang . yang dimiliki Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan meliputi: Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Adanya Regulasi Pemerintah Mengenai Pondok Pesantren Sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang (UU) pesantren. Setelah adanya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren kemudian terbitlah peraturan turunannya, diantaranya : Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pendirian dan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1626 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Keberadaan Pesantren. Brand Image Hal ini dapat dilihat dari ketika perayaan 1 Abad NU kemarin mendapatkan sertifikat sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Yang Semakin Pesat Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah melahirkan inovasiinovasi baru dalam dunia pesantren. Oleh karena itu. Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan mendorong agar semua unsur dalam organisasi, baik guru maupun staf lainnya untuk dapat memaksimalkan penggunaan teknologi tersebut serta menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran, misalnya dengan diadakannya sistem pembelajaran e-learning, dimana santri dapat dengan mudah mengakses sumber belajar kapanpun dan dimanapun dan memudahkan koordinasi antara guru dan siswa. Banyaknya Calon Santri Baru Hal ini dapat dilihat dari pesatnya perkembangan lembaga yang berada dibawah naungan yayasan Al-Fauzaniyyah, pada setiap tahunnya menerima peserta didik dan santri dengan total berjumlah 1500 santri dan berdampak terhadap bertambahnya jumlah santri baru di pesantren. Ancaman (Threa. Ancaman (Threa. yang dihadapi Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan meliputi: Dampak Negatif Budaya Global Budaya global yang berkembang saat ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap gaya hidup santri. Beberapa dampak negatif budaya global yang menerpa santri saat ini adalah pergaulan bebas, dimana beberapa santriwati merokok, bahkan ada santri yang menggoreskan kaca pada pergelangan tangannya. Tingkat Kepercayaan Masyarakat Adanya berbagai kasus atau permasalahan yang menyebar di media mengenai permasalah yang ada di Pesantren seperti pelecehan yang dilakukan oleh pengajarnya maupun masalah lainnya. Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Sehingga akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pondok Pesantren, dan hal ini akan membuat orang tua ragu-ragu untuk memondokkan anaknya di Pondok Pesantren Adanya Lembaga Pendidikan Lain Yang Sejenis (Kompetito. Kendala berikutnya yang dihadapi Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan saat ini adalah adanya persaingan dengan lembaga pendidikan lain atau pesantren lain yang memiliki program Ae program unggulan yang tidak dimiliki pesantren ini. Contohnya di Pondok Pesantren Wanita Fauzan pusat dan Pondok Pesantren Wanita Salaman. Tabel 1: Analisis SWOT Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan Kekuatan (Strengt. Kepemimpinan pesantren yang demokratis, partisipatif, transparan, dan responsif terhadap berbagai inovasi pendidikan Komitmen/loyalitas pengajar cukup tinggi Para pengajar yang mayoritas berusia 20 hingga 30 tahun Kesetaraan Gender Peluang (Opportunit. Adanya regulasi pemerintah mengenai sistem pendidikan nasional Brand Image Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin Banyaknya calon santri baru Kelemahan (Weaknes. Sarana prasarana yang tersedia kurang Motivasi santri dalam belajar kurang Pengalaman mengajar para pengajar Tidak ada pelayan khusus pesantren Kendala (Threa. Dampak negatif budaya global Tingkat kepercayaan masyarakat Adanya lembaga pendidikan lain yang sejenis . Setelah data hasil analisis SWOT ini diidentifikasi, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh penulis adalah melakukan penilaian terhadap faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan melalui penyebaran kuesioner. Adapun jumlah informan yang dijadikan target kuesioner ini adalah 7 orang yang penulis anggap memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dengan pihak pesantren. Adapun pertimbangan penulis dalam memilih jumlah informan tersebut adalah melihat dari dua sisi, pertama tingkat kesesuaian data dan kedua tingkat kecukupan data. Setelah data hasil kuesioner diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan penilaian bobot dan Rating terhadap setiap faktor. Untuk faktor internal dilakukan penilaian Internal Factors Analysis Strategy (IFAS) dan untuk faktor eksternal dilakukan penilaian Eksternal Factors Analysis Strategy (EFAS). Langkah-langkah yang dilakukan dalam penilaian IFAS dan EFAS adalah sebagai berikut: Mendaftarkan berbagai faktor internal dan eksternal mulai dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman . asing-masing 3-10 fakto. , berdasarkan temuan di pesantren. Melakukan pembobotan terhadap faktor-faktor internal dan eksternal tersebut dimulai dari nilai 0,0 . idak pentin. sampai dengan 1,0 . angat pentin. Faktor-faktor tersebut memberikan dampak strategis terhadap kesuksesan Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan di masa mendatang. Semakin tinggi bobot, menunjukkan semakin tinggi pula faktor dalam menentukan kesuksesan. Bobot total harus berjumlah 1,0. Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Melakukan perangkingan/pemberian Rating pada faktor-faktor tersebut dimulai dari nilai 1 . sampai dengan nilai 5 . angat kua. berdasarkan respon informan terhadap faktor Menghitung Score pada masing-masing faktor dengan mengalikan nilai bobot dan Rating. Adapun hasilnya dapat dilihat pada tabel 2 dan 3 sebagai berikut: Tabel 2: Matriks IFAS Kekuatan (Strengt. Kepemimpinan pesantren yang demokratis, partisipatif, transparan, dan responsif terhadap berbagai inovasi Pendidikan Komitmen/loyalitas tenaga pendidik dan kependidikan cukup tinggi Para pengajar yang mayoritas berusia 20 hingga 30 tahun Kesetaraan Gender Total Kelemahan (Weaknes. Sarana prasarana yang tersedia kurang memadai Motivasi santri dalam belajar kurang Pengalaman mengajar para pengajar Tidak ada pelayan khusus pesantren Total Total SW Bobot Rating Score Bobot Rating Score Bobot Bobot Rating Rating Score Score Tabel 3: Matriks EFAS Peluang (Opportunit. Adanya regulasi pemerintah mengenai sistem pendidikan nasional Brand Image Banyaknya calon santri baru Total Kendala (Threa. Dampak negatif budaya global Tingkat kepercayaan masyarakat Adanya lembaga pendidikan lain yang sejenis Total Total OT Dari tabel Matriks Internal Factor Analysis Strategy (IFAS) didapatkan nilai skor faktor kekuatan . sebesar 1,53 dan nilai skor faktor kelemahan . adalah sebesar 1,25. Sementara itu, dari tabel Matriks External Factor Analysis Strategy (EFAS) didapatkan nilai skor faktor peluang . sebesar 1,60 dan nilai skor faktor kendala . adalah sebesar 1,34. Salah satu output dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi kuadran SWOT Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan, sehingga dapat ditentukan strategi apa yang sebaiknya dilakukan Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan dalam meningkatkan karakter santri. Dari hasil scoring semua faktor kumulatif pada tabel 2 dan 3 di atas, maka diperoleh hasil sebagai Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Tabel 4: Rekapitulasi Score Faktor Internal X = Kekuatan Ae Kelemahan X = 1,53 Ae 1,25 X = 0,28 Faktor Eksternal Y = Peluang Ae Kendala Y = 1,60 Ae 1,34 Y = 0,26 Dari hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang lebih besar dari faktor ancaman. Koordinat SWOTnya berada pada titik X = 0,28 dan titik Y = 0,26. Untuk melihat posisi Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan berdasarkan hasil penilaian faktor IFAS dan EFAS di atas, dapat dilihat pada diagram SWOT berikut. Gambar 2: Diagram SWOT Berdasarkan diagram cartesius analisis SWOT tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dimiliki Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan masuk ke dalam kuadran 1 (Growt. Hal ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi Pondok Pesantren Wanita Babakan Fauzan karena memiliki peluang dan kekuatan, sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dapat memanfaatkan peluang yang ada . trategi S-O). Dengan demikian, sistem yang harus dijalankan dalam pemerintahan ini adalah dengan membantu pengaturan pembangunan yang tegas . evelopment situtive engineerin. Kesimpulan Perencanaan yang dilakukan oleh pesantren dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, pengorganisasian yang dilakukan oleh pesantren pengalaman hidup islam dan yang diselesaikan oleh otoritas publik juga sudah sesuai, pada tahap actuating yang dilakukan pesantren dan yang diharapkan pemerintah juga sudah sesuai. Begitupun pada tahap evaluasi juga sudah sesuai. Namun, terdapat gap yang terjadi antara manajemen saat ini dengan pemerintah. Nilai-nilai PPRA yang ditentukan oleh pemerintah belum sepenuhnya tertuang pada santri di pondok pesantren. Terdapat karakter yang belum terbentuk di kalangan santri, yakni karakter dinamis dan inovatif. Berdasarkan hasil penelitian strategi yang harus dilakukan oleh pondok pesantren wanita babakan fauzan adalah meningkatkan komitmen/loyalitas pengajar dengan menjamin kesejahteraannya, meningkatkan motivasi siswa dalam belajar melalui pemberian penghargaan bagi siswa Mardiah, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. berprestasi dan mengadakan kompetisi antar kelas/antar pesantren, meningkatkan mutu sekolah dengan mengupayakan pemenuhan nilai-nilai PPRA, memperketat tingkat kedisiplinan siswa dengan memberikan punishment bagi siswa yang melanggar aturan pesantren. Daftar Pustaka Abd.