Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 ISLAM YANG WELAS ASIH: Studi Historis dan Hermeneutis Compassion Muslim Perdana Joseph El Islamic Thought & Muslim Societies (ITMS) fidesetratio11@gmail. com, islamicphilosophy112@gmail. Abstrak Jahiliyah mewakili krisis iman, pengetahuan, moralitas, dan krisis sosial masyarakat pra-Islam di Jazirah Arab. Hanif Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan Ismail 'alaihis salam redup dalam krisis manusia Arab-Makkah di Hijaz pra-islam. Efek sosialnya adalah cinta dan belas kasih atau compassion tereleminasi dalam lingkup komunal secara menyeluruh melalui praktik politeisme, keuntungan ekonomi dan politik parsial dan perbudakan. Manusia sezaman terpenjara namun Allah tidak kehilangan belas kasihnya. Dia Maha Pengasih (Rahma. yang telah menciptakan manusia. Dia jugalah Maha Penyayang (Rahi. yang menyelamatkannya dari Aupenjara duniaAy. Islam lahir di tengah krisis manusia untuk menjawabnya bukan dengan kekerasan, tetapi dengan cinta dan belas kasih. Di dalam diri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, agenda pembaharuan dimulai dan menggerakkan lahirnya komunitas Muslim perdana dengan ciri primordialnya, yaitu compassion. Keutamaan hidup ini menjadi rahmatan lil alamin . erennial wisdo. bagi semua umat Muslim dan dunia. Oleh karena itu, studi ini berbasis analisis historis dan hermeneutika untuk menemukan esensi Islam yang ber-welas asih dan menyelami karakteristiknya dalam pribadi Rasulullah dan komunitas Muslim perdana yang menginspirasi manusia di segala Kata kunci: Nabi Muhammad SAW. Rasulullah, cinta dan belas kasih, welas asih, compassion, rahmatan lil Abstract Jahiliyyah represents a crisis of faith, knowledge, ethics, morality, and social structures in pre-Islamic Arabian The monotheistic tradition of the Hanifs, inspired by Prophet Ibrahim (Abraha. 'alayhis salam and Ismail (Ishmae. 'alayhis salam, faded amidst the human crisis of the Arab-Makkah community in pre-Islamic Hijaz. Its social effects were the elimination of love and compassion within communal life due to practices of polytheism, economic and political greed, and slavery. Humanity of that era was imprisoned, yet Allah never ceased to show His mercy. He is the Most Compassionate (Rahma. , who created humanity, and the Most Merciful (Rahi. , who delivered them from the "prison of the world. " Islam emerged amidst this human crisis to provide answersAinot through violence but through love and compassion. With Prophet Muhammad (Peace be Upon Hi. , a reform movement began, catalyzing the birth of the early Muslim community, distinguished by its primordial characteristic of compassion. This virtue became a universal blessing . ahmatan lil alami. and perennial wisdom for all Muslims and the world. Consequently, this study employs historical analysis and hermeneutics to uncover the essence of Islam as a compassionate faith and to explore its manifestation in the character of the Prophet and the early Muslim community, inspiring humanity across all ages. Keywords: Prophet Muhammad (Peace be Upon Hi. Messenger of Allah, love and compassion, mercy, rahmatan lil alamin. PENDAHULUAN Apakah compassion1 dihidupi dalam praktik Muslim perdana dan relevan bagi umat Islam sepanjang sejarah? Terekam sebuah nilai dalam memori manusia karena peristiwa. dan peristiwa masa lalu AuberjasaAy bagi Secara etimologis kata compassion berasal dari kata Latin cum . ogether with: bersama denga. dan passus . entuk past participle dari kata kerja deponen AupatiAy. Aupassus sumAy, yang berarti menderita bersama . osuffering, to love togethe. Compassion sering dihubungkan pula dengan Karuna, yaitu niat . dan kemampuan untuk meringankan dan mengubah penderitaan atau kesedihan sesama manusia. Keterangan ini menunjuk compassion sebagai bentuk partisipatif seseorang ke dalam kehidupan sesamanya. Dengan kata lain, orang membiarkan dirinya digerakkan oleh penderitaan sesama dan terdorong untuk meringankan atau mencegah Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 entitas sezaman juga menembus batas-batas ruang dan waktu. Alasannya cukup sederhana. Peristiwa Sang Nabi pada zamannya merupakan fondasi bagi masa kini baik dalam lingkup kognitif, karakter, maupun praktik. Alasan ini sekaligus menjawab dua hal pokok. Pertama, yang dimaksudkan dengan Muslim Perdana adalah Nabi Muhammad SAW dan komunitas Islam perdana yang dibentuk oleh Nabi sendiri. Kedua, compassion sebagai perenial wisdom yang hidup pada zaman Nabi, beserta tantangannya, memiliki implikasi kontekstual baik dalam lingkup kognitif-akademik maupun praksis kehidupan masyarakat Islam di segala zaman. Dengan kata lain, compassion bukan sekadar wacana tetapi keutamaan . yang hidup di dalam komunitas yang dibentuk oleh Nabi dalam lingkup partikular, tahap demi tahap, berdinamika tetapi efektif. Pada 3-6 September 2024. Paus Fransiskus mengadakan perjalanan apostoliknya ke Indonesia dengan mengusung tema, faith, fraternity, and compassion. Semakin orang ber-iman semakin ia bersaudara dan karena itu semakin pula berbela rasa . elas asih, compassio. Religiositas ini semakin terasa manakala Paus bersilaturahim ke Mesjid Istiqlal, bertemu dengan Imam Besar dan Umat Muslim. Momen simbolis yang penuh makna terjadi saat Paus dan Imam Besar Prof. Nasaruddin Umar bersama-sama memaknai "terowongan IstiqlalKatedral" sebagai jembatan persaudaraan, cinta, dan perdamaian antar umat beragama. Di antara kegiatankegiatan indah itu, ada peristiwa yang menurut saya Autidak biasaAy namun penuh makna etis. Imam Besar Prof. Nasaruddin Umar mencium kepala Bapa Suci sementara Bapa Suci membalas dengan mencium tangan Imam Besar. Gestur ini bagi saya merupakan wujud compassion, sinergi antara iman Katolik dan Islam, yang mengalir dengan lembut di tengah perbedaan, dan memberikan makna khusus bagi peradaban Indonesia yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika. 2 Peristiwa tersebut hendak menjelaskan keterpanggilan riil Muslim masa kini untuk memberi makna atas iman dan praktik moralitasnya. Pengabaian dimensi hakiki ini, berpotensi menjadikan ruang profan bebas nilai karena terisi dengan praktik manusia modern yang cenderung sekular, kapitalis, dan individualis dari pada spiritualis dengan kesadaran kolektif terhadap iman dan kebaikan bersama. Dalam arti ini, compassion adalah unsur intrinsik ruang spiritual yang memberi kualitas bagi manusia dalam ruang profan, dan menjadi kebutuhan primordial menjawab krisis iman dan kemanusiaan. Lantas, apakah compassion itu hidup dalam Islam? Studi ini akan menempatkan welas asih, cinta dan belas kasih, atau compassion dalam pengertian yang linear karena hendak menunjuk pada esensi yang sama. Namun sesungguhnya, bukan hal yang mudah menjawab pertanyaan: AuApa itu compassion? Atau, mengapa aku harus berbelas kasih kepada orang lain? Tetapi suatu hakikat manusiawi perlu dimaknai agar memberi pengaruh signifikan bagi eksistensi. Manusia hidup dalam kebersamaan . amaAoiya. , yaitu sebuah realitas actual entities yang hidup dan terhubung satu sama sama lain sebagai co-existence. Kebersamaan yang tidak terbatas pada eksistensi dari beberapa orang yang berkumpul, tetapi yang di dalamnya terbentuk komunitas inter-subjek yang memproduksi energi kebaikan, kebenaran, respect, dan cinta. Oleh karena itu, ada dua alasan penulis mengangkat tema Aucompassion sebagai perennial wisdom Muslim perdana. Ay Pertama, adalah significant mengatakan bahwa peradaban Islam tidak boleh dilepaskan dari karakteristik dan keutamaan-keutamaan hidup Sang Rasul dan konteks komunitas Islam perdana, yaitu keluarga, para sahabat . dan para pengikutnya. Di samping itu, eksistensi Islam perlu juga dipahami menurut konteks sebelum Rasulullah, zaman Rasulullah, dan Kedua, krisis compassion sebagai keutamaan hidup sering terjadi di dalam masyarakat baik pada zaman Rasulullah maupun zaman kontemporer. Para peneliti dan cendekiawan telah memberikan ide-ide dan konsep tentang signifikansi compassion yang dapat menjadi potret pengungkapan ide dan gagasan tulisan ini. Nancy E. Snow . memberikan konteks afektif moralitas dari compassion dengan menyentil pertamatama aspek emosional dari pribadi seseorang. Menurutnya, compassion secara emosional merupakan gabungan entitas keyakinan dan perasaan. Ada keyakinan yang secara khas menyertai setiap jenis emosi yang membedakannya dengan jenis emosi lainnya berdasarkan objek yang menjadi fokus. Jadi menurutnya, penderitaan itu. Karen Armstrong. Twelve Steps to a Compassionate Life (New York: Anchor Books, 2. , 6. Matthieu Ricard. Altruism: The Power of Compassion to Change Yourself and the World (New York: Little. Brown, and Company, 2. , 24-26. Tidak semua pihak melihat momen ini dengan sudut pandang yang sama. Beberapa pihak, dengan pandangan eksklusif, memberikan kritik Autidak sedapAy atas peristiwa historis itu. Alfian Tanjung, melalui kanal resminya, mengkritik kunjungan Paus dengan video berjudul Aukedatangan Paus Fransiskus memperkuat agenda kristenisasiAy . September 2. dan Aupenghormatan lebay tokoh Islam untuk Paus Kafir, bukti KristenisasiAy . September 2. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 compassion bukan sekedar Auorang merasa kasihanAy terhadap orang lain, tetapi jauh ke kedalaman realitas keyakinan seseorang terhadap objek atau peristiwa tertentu. 3 Snow mengantar kita pada hakikat belas kasih atau compassion itu sebagai value yang menjadi ekspresi atau praktik dari cinta yang sejati tetapi tidak secara khusus membahasnya dalam konteks agama. Hakikat compassion itu diteliti oleh Maria L. Schantz . dalam praktik keperawatan yang menurutnya menyentuh aspek konkrit dari compassion. Dalam AuCompassion: A Concept AnalysisAy, ia menjelaskan bahwa compassion adalah kualitas yang sine qua non . idak dapat ditinggalka. dalam praktek keperawatan karena membantu perawat memahami penderitaan pasien dan bersikap empati. Compassion mengandung di dalamnya suatu kualitas moral yang bukan hanya melihat dimensi fisik seseorang tetapi juga spiritual dan emosionalnya. Kualitas moral tersebut ditegaskan pula oleh Jennifer L. Goetz. Dacher Keltner, dan Emiliana SimonThomas . Mereka menemukan bahwa secara fenomenologis compassion berevolusi sebagai pengalaman afektif yang berfungsi memfasilitasi kebersamaan dan kerjasama untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang lemah dan menderita. Menurut mereka, compassion juga membentuk penilaian moral pada tindakan tertentu menurut konteks budaya masyarakat. 5 Maka, semakin orang menghidupi semangat compassion semakin pula ia berkembang dalam kepribadian, dan secara ekstensif menjangkau realitas sosial. Gerard Pauley dan Susan McPherson . menegaskan bahwa salah satu prinsip terpenting dalam hidup manusia adalah kasih sayang atau belas kasih. Compassion membantu individu untuk mengembangkan kemampuan, mengenali dan memotivasi diri berindak secara bermakna. 6 Orang yang menghidupi keutamaan tersebut membawa dampak sosial yang kuat seperti yang dijelaskan oleh Cynthia Rae Harr. Tanya S. Brice. Kelly Riley. Brenda Moore . Mereka menemukan bahwa compassion dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kepenatan kerja. Temuan ini memberikan kontribusi yang baik kepada lembaga pekerjaan sosial untuk memperhatikan pengaruh kuat kepenatan terhadap profesionalitas kerja dan untuk memperhatikan juga manfaat compassion bagi pemeliharaan tenaga kerja dan peningkatan kualitas kerja. 7 Beberapa penelitian di atas berupaya menemukan makna compassion melalui praktik hidup dalam lingkup kerja tetapi belum menyentuh aspek spiritualnya dalam perspektif agama, khususnya ajaran dan tradisi Islam. Penjelasan teologis Islam tentang compassion dapat kita temukan dalam karya Seyyed Hossein Nasr. The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity . yang mengkaji konsep rahmah . elas kasi. sebagai salah satu nilai abadi dan universal dalam Islam. Menurutnya, rahmah merupakan sifat primordial Allah dan hakikat relasional manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan kosmos seperti yang telah ditegaskannya dalam Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man . dan Religion & The Order of Nature . Ketiadaan cinta dan belas kasih dalam diri manusia merupakan suatu krisis spiritual manusia modern yang terhimpit dengan Nasr menulis. Bumi sedang terluka akibat luka-luka yang ditimbulkan oleh umat manusia yang tidak lagi hidup selaras dengan Langit dan karenanya terus-menerus berselisih dengan lingkungan terestrial. Dunia alam sedang dinodai dan dihancurkan secara global dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik oleh mereka yang telah mensekularisasi dunia di sekitar mereka dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang mampu menghancurkan alam dalam skala yang tak terbayangkan, maupun oleh mereka yang masih hidup dalam alam semesta religius. Nancy E. Snow. Compassion. American Philosophical Quarterly. Volume 28. Number 3. July 1991, 195- Maria L. Schantz. AuCompassion: A Concept AnalysisAy dalam Nursing Forum Volume 42. No. AprilJune, 2007, 48-55. Jennifer L. Goetz. Dacher Keltner, dan Emiliana Simon-Thomas. AuCompassion: An Evolutionary Analysis and Empirical ReviewAy dalam Psychological Bulletin Journal . Vol. No. 3, 351Ae374. Pauley dan Susan McPherson. The experience and meaning of compassion and self-compassion for individuals with depression or anxiety, dalam Psychology and Psychotherapy: Theory. Research and Practice . , 83, 129Ae143. Cynthia Rae Harr. Tanya S. Brice. Kelly Riley. Brenda Moore. The Impact of Compassion Fatigue and Compassion Satisfaction on Social Work Students, dalam Journal of the Society for Social Work and Research . Volume 5. Number 2. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 meskipun cara penghancuran terhadap tatanan alam oleh kedua kelompok ini berbeda secara kuantitatif maupun kualitatif. Argumen ini direfleksikan Nasr dalam konteks Muslim modern yang mulai terjebak di dalam krisis spiritual yang karenanya semangat cinta dan hati yang tergerak oleh belas kasih kepada ciptaan terkikis oleh Menurut studi ini, cinta dan belas kasih merupakan nilai primordial dan universal yang berada dalam ruang spiritual-transedental tradisi Islam yang esensinya menjadi etika universal di dunia modern. Sophia Perennis Nasr direfleksikan oleh Ali M. Lakhani dalam The Timeless Relevance of Traditional Wisdom . Terinspirasi oleh Nasr. Lakhani menjelaskan bahwa di dalam Islam terdapat kebijaksanaan primordial. Penelitiannya menganalisis secara filosofis tradisi spiritual utama Islam, seperti tauhid, tassawuf atau sufisme. dalam tradisi itu, nilai universal, seperti cinta kasih, kebenaran, keindahan direfleksikan sebagai kebijaksanaan universal bagi manusia dan semesta. Dengan demikian, baik menurut Nasr maupun Lakhani, konsep rahmatan lil alamin menempati bagian khusus dalam tradisi spiritual Islam dan bermakna bagi manusia dalam tatanan 9 Muhammad Hashim Kamali dalam Compassion in Islamic Law: Between Justice and Benevolence . 10 menyebut compassion tersebut sebagai Aoprinsip kunciAy dalam syariah . ukum Isla. Dengan dasar analisis konsep maqasid al-shariAoah. Kamali menganalisis nilai compassion dalam syariAoat memberikan perlindungan dan keadilan kepada umat beriman. Al Harbi dan Al Hadid dalam Autowards an understanding of compassion from an Islamic perspectiveAy . menegaskan bahwa compassion mewakili semangat sejati Islam dan menjadi entitas terpenting dalam ajaran Islam. 11 Maka, tidak heran jika Abdulfatah Said Mohamed dan Ronald Ofteringer . , sebagai Muslim, memberikan inspirasi aktual praktik compassion itu dalam ruang lingkup karya mereka. Dari gerakan karitatif, mereka menjelaskan bahwa compassion memiliki basis spiritual yang hakiki dalam ajaran Islam, yaitu sebagai wujud rahmat dari Allah yang menyeluruh (Rahmatan Lil Alami. kepada manusia, kosmos dan semesta. Mereka menunjukkan bagaimana Islamic Charities dan LSM dari berbagai latar belakang berperan dalam mengembangkan prinsip-prinsip untuk pedoman amal kemanusiaan. Menurut mereka, compassion tidak hanya terbatas bagi umat Muslim, tetapi juga inklusif untuk seluruh umat manusia, dengan mendorong dialog dan kerjasama antar komunitas Islam dan Barat. 12 Iman dalam praktik menjadi orientasi konkret dari penelitian ini tetapi historisitas compassion diandaikan begitu saja dan tidak memberikanpenjelasan khusus METODE PENELITIAN Penelitian-penelitian yang telah diuraikan berbasis kontemporer dan merupakan refleksi esensial tentang compassion sebagai nilai dan kebijaksanan luhur dalam Islam. Pertanyaannya? Jika compassion menjadi nilai tradisionalis, maka historisitasnya harus dipertanggungjawabkan dalam karakteristik Nabi Muhammad SAW dan inspirasi kehidupan masyarakat Muslim perdana. Dengan pendekatan historis dan hermeneutis, studi ini akan secara khusus mengkaji tentang karakteristik compassion dalam hidup Nabi Muhammad dan komunitas Muslim perdana dan inspirasi-inspirasi logis yang bermakna bagi kehidupan umat Muslim. Ada beberapa bagian yang akan menjadi kajian khusus studi ini. Pertama, studi ini akan mengangkat konteks historis dan sosial mayarakat The Earth is bleeding from wounds inflicted upon it by a humanity no longer in harmony with Heaven and therefore in constant strife with the terrestrial environment. The world of nature is being desecrated and destroyed in an unprecedented manner globally by both those who have secularized the world about the m an d developed a science and technology capable of destroying nature on an unimaginable scale and by those who still live within a religious universe, even if the mod e of destruction of the order of nature by the two groups is both quantitatively and qualitatively different . Seyyed Hossein Nasr. Religion & The Order of Nature (New York. Oxford: Oxford University Press, 1. , 3. Ali Lakhani. The Timeless Relevance of Traditional Wisdom (USA: World Wisdom Inc. , 2. , 5-7. Muhammad Hashim Kamali. Compassion in Islamic Law: Between Justice and Benevolence. Islamic Studies. Vol. No. 4, 563-589. Al Harbi & Al Hadid. Towards an Understanding of Compassion from an Islamic Perspective. WILEY: Journal of Clinical Nursing, 3 November 2018, 2-3. Abdulfatah Said Mohamed and Ronald Ofteringer. Rahmatan lil-Aoalamin - A mercy to all creation: Islamic voices in the debate on humanitarian principles. International Review of the Red Cross . , 97 . , 371Ae394. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 sezaman dengan fokus pada praktik jahiliyah. Islam sebagai agama cinta dan belas kasih dengan fokus tauhid dan moralitas sebagai agenda pembaharuan. dan ketiga, inspirasi-inspirasi compassion yang bermakna bagi umat Muslim. HASIL DAN PEMBAHASAN Iman dan Moral Masa Jahiliyah Makkah di Hijaz. Jazirah Arab merupakan salah satu pusat jalur perdagangan. 13 Ia berada pada locus konflik karena menghadapi kepentingan agama dan politik dari dua kekuatan utama pada saat itu, yaitu kekaisaran Bysantium (Romawi Timu. dan kekaisaran Persia . inasti Sasani. Kedua kekaisaran melakukan penetrasi kepentingan politik dan agama di semenanjung Arab. Meskipun terdapat kerjasama yang baik antara penduduk Makkah dan pedagang dari berbagai wilayah di bawah kekuasaan Bysantium, sebagian dari mereka tidak sudi dijajah oleh Bysantium dan sekutunya sehingga mereka cenderung memberikan dukungan kepada Persia Sasanid dan sebagian lagi terus menjalin hubungan yang baik dengan wilayah-wilayah kekuasaan Bysantium. Bagaimanapun juga, kehidupan ekonomi tetap menjadi prioritas sehingga strategi relasi dagang diterapkan untuk menjaga netralitas politik di setiap jalur perdagangan. Bani Hasyim . an klan-klan Quraisy lainny. tetap berhubungan dagang dengan Yaman di selatan. Levant . i bawah Byzantiu. di utara, dan Mesopotamia . i bawah Persi. di Timur. 15 Kondisi ini membuka ruang bagi praktik-praktik politeistik di Makkah dengan implikasi krisis pengetahuan iman karena kecenderungan materialistis, dan memudarnya praktik kearifan sosial kerena Tradisi iman monoteistik Ibrahim an Ismail terkikis karena kontak dengan budaya dan kepercayaan politeistik dari Syam (Suria. Yaman, dan Mesopotamia. Demi hubungan dagang dan keuntungan ekonomis, kaum Quraisy memberi ruang bagi eksistensi dan praktik- ritual politeistik di KaAobah. 16 Di samping itu, praktik riba yang memperkaya kelas atas dan merugikan masyarakat kecil terus dilakukan. Alhasil, gap sosial terjadi saat perbedaan kelas kaya dan miskin semakin kuat dan ketidakadilan sosial merambat signifikan. Kelompok miskin adalah mereka yang secara politis tidak diuntungkan dan secara ekonomis tidak memiliki harta benda sebagai nilai jual, meski berpengetahuan. 17 Perbudakan diberlakukan oleh kelompok yang kaya kepada kelas orang Arab atau disebut juga sebagai Shibhul Jazirah . emenanjung Ara. secara topografi berada dalam dua bagian wilayah, yaitu pertama, wilayah tepi dengan curah hujan yang cukup dan kondisi tanah yang subur. Kawasan tanah subur berada di Sabit di sebelah utara. Hijaz di sebelah barat, dan Yaman di sebelah barat daya. Wilayah tepi ini ditempati oleh penduduk kota atau penduduk negeri (Ahlul Hadha. Kedua, wilayah tengah yang sebagian besar dikelilingi gurun dan curah hujan yang sedikit. Wilayah geografis ini ditempati oleh orang-orang yang disebut penduduk gurun atau disebut juga sebagai kaum Badui. Tidak seperti di wilayah tepi, wilayah tengah tidak padat penduduk, bukan wilayah dengan kondisi tanah yang subur, tetapi di tengah gurun gersang itu terdapat oasis yang di sekitarannya terdapat tumbuhan dan tanaman. Hasjmy. Sejarah Kebudayaan Islam Jakarta: Bulan Bintang, 1. , 27-28. Pengaruh Bysantium di Timur Tengah ditunjukkan melalui penetrasi politik dan agama, misalnya sekitar 356 M, kaisar Bysantium mengirim seorang Uskup ke Yaman untuk melemahkan pengaruh Persia Sasanid (Zoroastria. , menyetujui pendudukan orang Abisinia (Ethiopia, yang menganut Monofisitism. di Yaman sekitar 521 M, bahkan pada tahun 570 M Bysantium mencoba menguasai Makkah dan berhasil mendapatkan dukungan dari Bani Ghassanid dan Abysinia yang menganut Monofisitisme. Banyak orang-orang nomaden Arab yang memeluk Kristen pada masa itu. Di samping itu. Persia Sasanid juga memberikan penetrasi politik dan agama (Zoroastria. untuk menahan ekspansi Bysantium, yaitu memperkuat kendali politik melalui dukungan dari sekutu Arab seperti Bani Lakhmid yang menganut Nestorian dan penganut Yahudi di Arabia . ebagian keturunan Ibrani dan Ara. Montgomery Watt. Muhammad: Prophet and Statesman, terj: M. Isran (Yogyakarta: IRCiSoD, 2. , 20-24. Bowersock, "Pre-Islamic Arabia," dalam The Cambridge History of Islam, ed. Holt. Ann Lambton, dan Bernard Lewis (Cambridge University Press, 1. , 35-60. Dapat juga dibaca dalam Efraim Karsh. Islamic Imperialism: A History (Yale University Press, 2. , 7-20. Ibn al-Kalbi. Kitab al-Asnam (The Book of Idol. , terjemahan dan anotasi oleh Nabih Amin Faris (New Jersey: Princeton University Press, 1. , 21-23. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Tabari. The History of al-Tabari: The Foundation of the Community (Albany. New York: State University of New York Press, 1. , 151-153. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Sebagian besar budak berasal dari Afrika. kelompok ini disebut Habasyi. 18 Ada juga kelompok budak lain yang menjadi jajahan Romawi, didatangkan dari Eropa, dan melayani kaum Quraisy. Mereka adalah pekerjapekerja Nasrani yang ulet dan bahkan ada di antara mereka yang bisa berbahasa Arab dan memiliki pengetahuan yang luas. Krisis moralitas terjadi sebagai akibat dari sistem perbudakan itu. Realitas jahiliyah tersebut tidak mecerminkan cara bereksistensi yang seharusnya dianut oleh para penganut hanif Ibrahim a. s dan IsmaAoil a. s di Makkah. Jazirah Arabia. Islam dan Compassion: sebuah Agenda Pembaharuan Eric J. Cassell dalam compassion . menerangkan hakikat compassion sebagai ungkapan kasih sayang kepada manusia melalui peristiwa partikular dalam kehidupan sehari-hari. Ruang sosial menjadi tempat di mana kasih sayang dan welas asih terus-menerus dikomunikasikan secara inter-personal dan kolektif. 20 Compassion dalam ranah itu dimaknai sebagai kebijaksanaan hakiki manusia yang diakui dalam tradisi budaya dan keagamaan. Perennialis seperti Frithjof Schuon . menyebutnya sebagai sophia perennis atau hikmah abadi yang bereksistensi secara spiritual dalam agama-agama. 21 Aldous Huxley . menjelaskan bahwa hikmah abadi tersebut bisa diperoleh melalui spiritual exercises dan secara top-down terberi melalui kebenaran-kebenaran metafisik dalam norma dan ajaran iman. Praksis, hikmah abadi itu diterima, dihayati, dan dipraktikkan oleh mereka yang disebutnya sebagai the strictly practical teachers, seperti Nabi Muhammad. Al-Rahman. Al-Rahim Compassion dalam Islam tercermin jelas dalam istilah-istilah seperti rahma . , ihsan . , dan adl . , yang semuanya tercantum dalam Al-Quran dan Hadith. Salah satu sifat utama Allah adalah Al-Rahman, yang berasal dari akar kata ra-hi-ma, yang bermakna kasih sayang dalam bentuk tertinggi. Ini menggambarkan Allah sebagai Yang Maha Pengasih. Sifat rahim, yang berarti penuh kasih, menunjukkan kedalaman rahmat Allah terhadap hamba-Nya, termasuk relasi kekerabatan yang erat, sebagaimana tersurat dalam surah An-Nisa [QS 4:. dengan kata al-arhaam . ubungan dara. Makna rahma dan compassion berakar pada sifat Allah sendiri, menjadi esensi dari wujud dan karakter Allah. Dengan kata lain, compassion merupakan nilai fundamental Islam yang bersumber langsung dari Allah. Oleh karena itu. Seyyed Hossein Nasr berpendapat bahwa inti risalah Islam adalah penerimaan kepada Tuhan Yang Maha Esa . l-Aha. dan ketundukan kepada-Nya . sebagai yang Rahman dan Rahim. 23 Dalam karya RisAla fi al-AoIshq (The Treatise on Love: Risalah tentang Cint. Ibnu Sina menjelaskan bahwa cinta dan kasih sayang adalah anugerah Allah kepada manusia, baik dalam bentuk kasih terhadap sesama maupun dalam kerinduan kepada Allah. Manusia, dalam tindakan kasih, berusaha meraih kesempurnaan cinta yang hanya dapat ditemukan dalam Allah. 24 Lebih lanjut. Nasr menjelaskan bahwa cinta kepada Allah pada saat yang sama juga menunjukkan cinta kepada Rasul-Nya. Allah mengutus Rasul-Nya. Ayah Umar bin al-Khatthab (Khathab bin Nufai. adalah juga keturunan kaum Habasyi. Kelak ada sebuah riwayat menyebutkan. Tsabit bin Qais bin Syamas al-Anshari pernah menghina Umar bin al-Khatab dengan memanggilnya. Auwahai anak orang kulit hitam!Ay Dari kejadian tersebut, turun ayat al-Quran. AuWahai orang-orang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, . boleh jadi mereka . ang dperolok-olokka. lebih baik dari mereka. Ay QS al AeHujurat . : 11. Jawwad Ali. Sejarah Arab Sebelum Islam: Kondisi Sosial-Budaya (Pustaka Alfabet, 2. , 84-85. Malise Ruthven. Islam: A Very Short Introduction (Oxford: Oxford University Press, 2. , 4-5. Eric J. Cassel. Compassion. The Oxford Handbook of Positive Psychology, 3rd Edition, edited by C. Snyder. Shane J. Lopez. Lisa M. Edwards, and Susana C. Marques, (Oxford: 2. , 1. Seyyed Hossein Nasr. The Essential Frithjof Schuon (Bloomington. Indiana: World Wisdom Inc. , 2. Aldous Huxley. The Perennial Philosophy, (London: Chatto & Windus Publisher, 1947 . igital publication date: 2. ), 7-8. Seyyed Hossein Nasr. Islam: Religion. History, and Civilization (New York: HarperCollins Publishers, 2. , 4-5. Au. therefore His love towards Himself is the most perfect and fullest love because there is no differentiation between the divine attributes in the essence, hence love is the manifestation of Essence and Existence . l-Aoishq huwa sarih al-dhat wa al-wuju. Ay Maha Elkaisy-Friemuth. God and Humans in Islamic Thought: Abd al-Jabr. Ibn Sina, al-Ghazali (London & New York: Routledge, 2. , 83. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Muhammad SAW sebagai rahmat ke seluruh dunia (Surat Al Anbiya 21:. Dengan demikian, cinta dan belas kasih menjadi kebenaran universal dari Allah, dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai orang pilihan dan secara horizontal kepada ummah. 25 Setiap Muslim diharapkan meneladani cara hidup Nabi dan melaksanakannya di dalam kebersamaan . amaAoiya. di antara setiap pribadi sebagai co-existence. Jadi, konsep compassion dari perspektif Islam, menurut esensinya, bersumber dari Allah sendiri, terarah kepada manusia dan sesamanya sebagai co-existence, untuk saling mengasihi, menghormati, dan menghidupkan. Compassion: Spirit Rasulullah dan Muslim Perdana Hassan bin Thabit, bersaksi: Ausaya adalah seorang anak lelaki dewasa berusia tujuh atau delapan tahun, memahami semua yang kudengar, ketika aku mendengar seorang Yahudi berseru sekeras-kerasnya dari atas sebuah benteng di Yatsrib. Auwahai rombongan orang-orang Yahudi A malam ini telah terbit sebuah bintang yang di bawahnya akan lahir Ahmad. Ay 27 Kesaksian itu mengungkapkan pengakuan tentang kehadiran seorang pribadi yang menerangi dunia. Oleh karena itu, beberapa peristiwa pre-eksistensi Muhammad sebagai Rasulullah penting untuk dicermati. Saat masih dalam kandungan, ibunda Rasulullah. Siti Aminah bersaksi bahwa ada suara yang berkata kepadanya. Aukamu sedang mengandung penguasa bangsa ini dan ketika dia lahir, katakan. Aoaku serahkan dia ke dalam pemeliharaan Yang Esa dari kejahatan setiap orang yang iri hati, maka panggillah dia Muhammad. Ay28 Ia lahir pada hari Senin, 12 RabiAoul awwal, tahun gajah, 571 M. 29 Kelahirannya tepat 50 hari setelah penyerangan KaAobah oleh pasukan raja Abrahah. seisi rumah diterangi cahaya dan bintang-bintang turun mendekat. singgasana kerajaan Kisra bergoyang dan empat belas balkon runtuh. air danau Sawa surut dan api sesembahan rakyat Persia padam setelah seribu tahun. dan Siti Aminah bahkan tidak mengeluh layaknya wanita bersalin pada umumnya. 30 Itulah mengapa AoAbdul al-Muthalib membawanya . esaat setelah kelahiranny. ke dalam KaAobah, berdoa dan memanjatkan syukur kepada Allah atas rahmat mulia itu. Bela rasa orang-orang terdekatnya menunjukkan kemuliaannya sebagai seorang Nabi. Ia dicintai dan dirawat dengan penuh kepedulian meski harus hidup sebagai seorang yatim Ia menerima kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya, seperti kakeknya AoAbdul al-Muthalib, ibu angkatnya Siti Halimah dan saudara angkatnya, pamannya Abu Thalib. Zayd bin AoAmr bin Nufayl, istrinya Khadijah, bahkan rahib Arianisme Bahira (Bahuir. Pribadi-pribadi ini seperti membentuk komunitas cinta yang mengajarkan kepada semua orang dalam segala zaman tentang Ausaling mengasihi. Ay Seyyed Hossein Nasr. Islam: Religion. History, and Civilization, 5. Al-QurAoan menggambarkan Nabi Muhammad, sebagai pembawa risalah Islam, sebagai Aurahmat bagi semesta alamAy . ahmatan lil-Aoalami. Hal ini disampaikan secara tersurat dalam Al-QurAoan. AuDan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhamma. , melainkan untuk . rahmat bagi semesta alamAy (QS. al-Anbiya: . Al-QurAoan sendiri juga meneguhkan keteladanan Nabi. AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimuAAy (QS. al-Ahzab: . Nasir. Reflection on compassion in Islam and Malay Sufi Identity. International Journal of the Malay World and Civilisation. Vol. , 2016, 103-110. Guillaume. The Life of Muhammad, a Translation of IshaqAos Sirat Rasul Allah (New York: Oxford University Press, 2. , 69-70. Ibid. , 69 Disebut tahun gajah karena pada saat itu, yaitu tepat 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad. KaAobah di Mekkah diserang oleh pasukan bergajah raja Abrahah dari Yaman. Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran Surah al-Fiil ayat 1-5. Pertumbuhan ekonomi, keramaian kota dan perdagangan yang pesat di Mekkah, serta penghormatan kepada kaum Quraisy membuat cemburu dan iri Abrahah di Yaman. Ia membuat karya tandingan dengan membangun locus peribadatan besar dan indah di ShanAoa dengan tujuan agar orang mengarahkan perhatiannya dari KaAobah di Mekkah dan berhaji ke ShanAoa-Yaman. Usaha itu sia-sia sehingga mulailah kebencian yang besar dan menyusun rencana penyerangan ke KaAobah. Berkat kebijaksanaan Abdul al-Muthalib, masyarakat kota berhasil diselamatkan sedangkan raja Abrahah dan pasukannya hanya menjumpai kota yang sepi. Kesombongan raja Abrahah dikalahkan oleh kebijaksanaan Abdul Muthalib, dan karena keangkuhannya. Allah menurunkan musibah besar kepadanya dan pasukannya melalui burung Ababil yang menumpahkan batu-batu besar menimpa mereka. Ibid. Netty S. Aisyah Fad & Endah W. Nabi Muhammad SAW: Kisah Manusia Paling Mulia di Dunia (Jakarta Timur: Cerdas Interaktif, 2. , 22. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Philip Khuri Hitti mencatat bahwa bangsa Quraisy memberinya julukan al-amin . ang terpercay. , dan Al-QurAoan (Q. 3: 144. 33: 40. 48: 29. 47: . menyebutnya dengan nama Muhammad . ang terpuj. , nama yang disandangnya seumur hidup. 31 Rasulullah menjalani kehidupan di tengah masyarakat Arab yang terpenjara iman dan moralnya oleh praktik jahiliyah. Sebuah situasi yang menggerakkan panggilan spiritual Rasulullah. Keprihatinan terhadap kondisi masyarakat semasa mulai mendorong Rasulullah untuk merenung dan bergumul. Hati dan pikirannya mulai terarah kepada suatu semangat pembaruan. Ia seringkali duduk di sekitar Marwah, di tempat berjualan seorang budak Nasrani bernama Jibr . eorang budak dari Bani al-Hadhram. Ia juga bertamu ke rumah seorang budak di Makkah bernama BalAoam yang dipekerjakan sebagai pengawal pribadi. Ia juga sering bertemu dan berkomunikasi dengan Abu al-Yusr . eseorang yang berbagi pengetahuan agama kepada Rasululla. Kedekatannya dengan sesama menunjukkan hatinya yang peduli. Oleh karena itu. Resit Haylamaz & Fatih Harpci dalam tulisannya menyebut Rasulullah sebagai Sultan of Hearts. Hati sang Rasul itu terpancar dari karakter dan Mereka menjelaskan bahwa ia sering menyendiri di Gua Hira untuk berpikir dan merenung tentang kebesaran Allah, ia berdoa menurut iman Ibrahim yang lurus dengan fitrah yang murni, serta memikirkan jalan keluar dari masalah sosial yang mendominasi masyarakat. Imannya kepada Allah dan kepeduliannya kepada sesama itu menjadi ciri compassion yang menegaskan eksistensinya sebagai al-amin . ang terpercay. dan Muhammad . ang terpuj. Maka, jika kita bertanya tentang sifat primordial yang dimiliki oleh Rasulullah, maka jawabannya ialah compassion. Compassion itu juga yang menjadi jawaban Allah atas pergumulannya pada hari Senin, tahun 610, bulan Ramadhan. Resit Haylamas dan Fatih menyebut peristiwa tersebut sebagai Authe blessed moment of reunion. Ay Sebuah moment di mana Yang Surgawi merangkul yang duniawi serta menurunkan tanggung jawab. 32 Dalam peristiwa BiAotsah. Allah mengangkatnya menjadi Rasul menurut kehendak-Nya. 33 Tanda nyata dari kasih sayang Allah kepada manusia ditunjukkan melalui misteri pewahyuan Al-QurAoan. Saya menyebut ayat-ayat suci AlQurAoan itu sebagai AuSurat Kasih Sayang AllahAy kepada Rasul-Nya dan kepada umat manusia. 34 AuSurat Kasih Sayang AllahAy itu adalah misteri wahyu yang mengungkapkan manifestasi kehendak Ilahi dengan penuh kewibawaan seperti dicatat oleh Khaled Abou El Fadl. Ia menjelaskan bahwa segala sesuatu yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya dimanifestasikan dengan penuh kewibawaan . dan menyertakan di dalamnya partisipasi iman, bukan sebaliknya melakukan tindakan syirik. 35 Islam yang diturunkan oleh Allah mewajibkan umat Muslim memiliki pengakuan iman kepada Allah yang telah menciptakan dan yang menjamin keselamatan Umat Muslim terus terdorong untuk menjadi umat beriman sejati dengan menerapkan praktik berbela rasa, mengasihi dengan cinta yang tulus dan mendalam. Maha Elkaisy-Friemuth, terinspirasi dari Ibn Sina, menjelaskan bahwa dengan cara demikian cinta manusiawi diangkat kepada cinta ilahi atau disebut sebagai ishq. Artinya. Seorang muslim merasakan hubungan langsung dengan Allah dan mengarahkannya pada cara beribadah dengan sepenuh hati sebagai seorang mukallaf . esponsible believer. , yaitu orang yang demi imannya kepada Allah, melaksanakan perintah Allah secara sungguh-sungguh seperti yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. 36 Di dalam diri Rasulullah setiap Muslim perdana meresapi kualitas pertanggungjawaban iman itu, yaitu Catatan awal kehidupan Rasulullah direkam oleh Ibn Ishag, yang meninggal di Baghdad sekitar tahun 150 H. / 767 M. Dan biografinya tentang Muhammad SAW baru diperhatikan setelah Ibn Hisyam - wafat di Mesir sekitar tahun 218 H. /833 M Ae merevisinya. Rujukan pertama tentang Muhammad dalam bahasa Suriah muncul dalam karya abad ketujuh. Philip Khuri Hitti. History of the Arabs: From the Earliest Times to the Present, diterjemahkan oleh R. Cecep Lukman Yasin dan Deddy Slamet Riyadi (Jakarta: Serambi, 2. , 139-140. Resit Haylamaz & Fatih Harpci. Prophet Muhammad: Sultan of Hearts, vol. 1-2 (New Jersey: Blue Dome Press, 2. , 153-154. Umat Muslim percaya bahwa Tuhan telah berbicara kepada ciptaan-Nya sejak semula. Dia tidak hanya diyakini telah berkomunikasi dengan Nabi Musa dan Muhammad, tetapi juga kepada para nabi seperti Nuh. Abraham. Zakharia, dan Yesus. Abdullah Saeed. The QurAoan: an Introduction, (London & New York: Routledge, 2. , 24. Guillaume. The Life of Muhammad: A Translation of IshaqAos Sirat Rasl AllAh, 6. Teks wahyu pertama adalah Surat 96 dari Al-Qur'an, ayat 1-5. Khaled Abou El Fadl. Speaking in GodAos Name: Islamic Law. Authority, and Women (London: Oneworld Publications, 2. , 65. Maha Elkaisy-Friemuth. God and Humans in Islamic Thought: Abd al-Jabr. Ibn Sina, al-Ghazali, 74. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 melalui kemampuan mengasihi Allah dalam iman dan mengasihi manusia dalam praktik. 37 Maka, kalau kita bertanya tentang apa ciri primordial komunitas Muslim perdana, maka jawabannya juga adalah compassion. Beberapa peristiwa kiranya dapat disebutkan untuk mewakili konteks compassion tersebut, sebagai Kaum Quraisy di Mekkah merasa terancam oleh dakwah Nabi Muhammad dan memfitnahnya dengan berbagai sebutan seperti pembohong, penyihir, dan peramal. Ketegangan meningkat ketika SaAod bin Abu Waqqas sedang Sholat bersama sejumlah sahabat Rasulullah di salah satu lembah di Mekah, sekelompok orang musyrik mendatangi mereka sambil menyela dengan kasar. Terjadilah pertikaian sampai SaAod memukul dan melukai seorang musyrik dengan tulang rahang unta. Ini adalah darah pertama yang ditumpahkan dalam sejarah Islam. Abdullah bin MasAoud menjadi orang pertama yang berani mengucapkan al-QurAoan dengan keras di hadapan kaum Quraisy. Rasulullah dan para pengikutnya tidak hanya berkumpul untuk berdoa dan berdakwah, mereka juga memberi makan orang miskin, menanggung beban orang lain, dan terus menampilkan kemurahan hati mereka. Namun, pertumbuhan komunitas Muslim disertai pengorbanan yang besar. Abu Lahab dan istrinya. Umm Jamil, secara frontal menolak dakwah Nabi. Kaum Quraisy dan para musyirikun melakukan penganiayaan terhadap masyarakat kelas bawah yang telah menganut Islam. Bilal . nak Ribah dan Amama. dan Amar bin Yasir adalah contoh dari kaum budak muslim yang dianiaya. Allah semakin memperkuat dakwah Rasulullah dengan kehadiran Hamzah . aman Rasululla. , dan Umar bin Khattab. Mereka adalah orang-orang yang dihormati di kalangan kaum Quraisy. Mereka sangat mencintai Rasulullah dan tak segan-segan membelanya dalam misi dakwahnya di Mekkah. Namun, situasi kritis dan penderitaan yang menimpa para sahabat dan para pengikut Rasulullah di Mekkah pada akhirnya membuat Rasulullah menaruh belas kasihan kepada mereka dan memutuskan bermigrasi ke Abyssinia . isebut juga Habasyah. Ethiopia kun. bagi mereka yang ingin berhijrah. Ini adalah hijrah pertama kaum Muslim, setelah 5 tahun eksistensinya, sebelum hijrah ke Madinah. Rasulullah memilih bertahan di Mekkah. Para Sahabat dan kaum Muslim diterima dengan baik oleh Negus negeri itu. Negus menunjukkan kepeduliannya kepada umat Muslim dan memperlakukan mereka dengan baik. Rasulullah merasakan kesedihan yang mendalam karena penindasan terhadap para pengikutnya, ditambah dengan kehilangan istri tercinta. Khadijah, dan paman pelindungnya. Abu Thalib. 41 Guillaume menjelaskan Abu Thalib adalah seorang yang memiliki kewibawaan di tengah kaum Quraisy, ia adalah "tembok perlindungan" Muhammad AoAli al-Hashimi. The Ideal Muslim: The True Islamic Personality as Define in The QurAoan and Sunnah, translated by Nasiruddin al-Khattab, (Saudi Arabia: International Islamic Publishing House, 1. Guillaume. The Life of Muhammad, 118. Ibid. , 130-142. Ummayah bin Khalaf biasa menganiaya Bilal dengan menempatkannya di terik matahari, meletakkan batu besar di dadanya, sambil berkata: Aukamu akan tinggal di sini sampai kamu mati atau sampai kamu mengingkari Muhammad dan menyembah al-Lat dan al-AoUzza. Waraqah bin Naufal berkata kepada Ummayah: Auaku bersumpah demi Tuhan bahwa jika kamu membunuhnya dengan cara ini aku akan membuat makamnya menjadi tempat suci. Ay Abu Bakar adalah orang yang membebaskan Bilal dan enam budak lainnya sebelum hijrah ke Medinah. Amar bin Yasir disiksa di Mekah. Kaum Quraisy mengeluarkannya ke gurun dan menyiksanya beserta ibunya (Sumayyah binti Khayat. Bahkan siksaan lebih berat kepada ibunya agar ia kembali menjadi Ia mempertahankan imannya, maka Abu Jahal menikamnya dengan belati sampai meninggal. Sumayyah adalah wanita mulia pertama dalam Islam yang mati syahid. Ibid. , 143-144. Dapat dibaca juga dalam Jannah Firdaus Mardiapro. Biografi Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW . Edisi Bilingual Ae Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, . , 74-75. Negus adalah gelar kehormatan tertinggi kepada seorang Raja di negeri Abyssinia (Ethiopia kun. Hijrah pertama berjumlah 16 orang dan hijrah kedua berjumlah 83 laki-laki dan 19 perempuan. Pada saat para Sahabat dan kaum Muslim hijrah ke Abyssinia, mereka diterima oleh Negus (Raj. Najasyi atau disebut juga dengan nama Ashama ibn Abjar. Negus memperbolehkan kaum muslimin beribadah dan hidup dengan damai di Najasyi bahkan kemudian menerima Islam berkat pengajaran JaAofar Ibn Abi Thalib dan menolak permintaan kaum Quraisy untuk mengembalikan para hijrah ke Mekkah. Ibid. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Rasulullah. 42 Reit Haylamaz menyebut Khadijah sebagai greatest supporter, ia merupakan tempat perlindungan dan kedamaian bagi Nabi. Ia adalah isteri dengan hati yang sangat penyayang yang banyak menghibur Nabi saat beliau berdakwah. Kaum Muslim semakin ditindas dan Rasulullah ditolak, diusir dan dilukai oleh kaum ThaAoif. Ia ditolong oleh dua orang kaya ThaAoif dan Adas . embantu mereka, beragama Nasrani dari Nainaw. Mereka berbelas kasihan kepada Rasulullah setelah diusir dari ThaAoif. Setelah mendengarkan Rasulullah. Adas menerima Islam. Penderitaan dan pengorbanan yang teramat besar itu menunjukkan cintanya kepada Allah sampai akhirnya ia dimuliakan Allah melalui peristiwa IsraAo dan MiAoraj pada 27 Rajab Tahun Hijriah setelah ia kembali dari ThaAoif. Peristiwa rohani di mana Rasulullah diangkat ke hadapan Allah dan Allah menunjukkan tanda-tanda kemahakuasan-Nya. Meskipun manusia menolaknya. Allah telah memilih dan memuliakannya. Di saat Rasulullah dan pengikutnya secara politis terpojok di Makkah, pada saat yang sama keadaan masyarakat Yatsrib (Madina. juga sedang bergejolak karena konflik politik kesukuan dan agama. 45 Kaum Yatsrib akhirnya mengundang Rasulullah sebagai juru damai di antara mereka. Perjanjian AoAqabah menjadi peristiwa bersejarah yang mengubah arah perjalanan Rasulullah dan pengikutnya sekaligus menjadi tanda kebangkitan Islam di Yatsrib (Madina. 46 Piagam Madina dan pembangunan Masjid pertama pun menunjukkan kesadaran kolektif atas kebaikan bersama. Rasulullah SAW menyadari bahwa Islam adalah kebersamaan maka keteladanan kepemimpinan menjadi sangat penting. Al-Farabi, seperti ditulis oleh Misrawi, mengatakan bahwa Rasulullah memadukan antara kepemimpinan spiritual dan kepemimpinan rasional. Selama di Madinah. Rasulullah selalu mendapatkan wahyu dalam setiap perkara pelik yang menimpanya dalam membimbing umat. Di samping itu. Rasulullah juga membuat konstitusi dan kebijakan politik yang berdasar pada musyawarah . Artinya. Rasulullah mengajarkan etika hidup bersama sehingga tidak jarang ia berkosultasi dengan para sahabat untuk memutuskan berbagai persoalan. Misrawi menyebut model kepemimpinan ini sebagai kepemimpinan deliberatif. 47 Emel Esin menjelaskan bahwa untuk menjamin tatanan hidup bersama, dibangunlah sebuah pusat hidup kemasyarakatan dan pusat hidup rohani. Masjid pertama dibangun di Quba, selatan Madinah. Dan inilah yang kiranya mewakili spiritualitas compassion dari Mesjid Pertama itu. Esin mencatat bahwa AuKaAobah di Mekkah adalah simbol iman monoteistik, tetapi masjid di Madinah mewakili hati Muhammad. Rasulullah. Ay Dari sana. Rasulullah mengajar tentang iman kepada Allah dan kehendak baik . ood wil. yang mendasari setiap perbuatan baik. Ia menghendaki kehidupan yang seimbang: Guillaume. The Life of Muhammad, 79. Reit Haylamaz. Khadijah: The First Muslim and The Wife of The Prophet Muhammad, translated by Hulya Cosar, (New Jersey. Turgha Books, 2. , 68-69. Allah berfirman tentang Mukjizat IsraAo: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda . Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. " (QS. al-Isra': . Allah berfirman tentang Mukjizat MiAoraj: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu . alam rupanya yang asl. pada waktu yang lain, . di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibri. ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhamma. tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak . Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda . Tuhannya yang paling besar. " (QS. an-Najm: Jannah Firdaus Mediapro. Biografi Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad, 93. Komunitas kaum Yahudi (Pendatan. , kaum Aus. Khazraj . omunitas arab selata. , dan kumunitas Badui. Zuhri. Potret Keteladanan Kiprah Politik Muhammad Rasulullah, cet. ke-1 (Yogyakarta: LESFI, 2. BaiAoat AoAqabah . erjanjian Aqaba. adalah perjanjian kesetian antara muslim Madinah yang sedang berhaji dengan Nabi Muhammad yang dilakukan di sebuah lembah/bukit . l-Aqaba. BaiAoat pertama berlangsung pada tahun 620 M. Utusan yang datang kepada baiAoat pertama terdiri dari 12 orang. BaiAoat kedua berlangsung pada tahun 622 M. Sebanyak 73 orang Yatsrib yang sudah memeluk Islam datang kembali ke Mekkah mempertegas pengakuan keislaman mereka dan pembelaan kepada Nabi Muhammad. Muhammad Al Khudari Bek. Nurul Yaqiin fi Shirati Sayyidil Mursalin. Terj. Bahrun Abu Bakar cet. ke-3 (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. , 97. Ibid. , 3-4. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Autidak ada ekstrimisme, bahkan dalam agama. Ay Setiap umat Muslim harus mengalirkan cinta kasih universal dalam kebersamaan dan perbedaan. Pembangunan Masjid Pertama merupakan salah satu cara Rasulullah memperbaiki kehidupan Madinah. Aturan-aturan hidup bersama dibuat dan disepakati bersama. 49 Rasulullah membuat perjanjian dengan kepalakepala suku arab dan suku-suku Yahudi di sekitar Madinah. 50 Perjanjian ini disebut Perjanjian Madinah. Perjanjian yang menjamin hak-hak kaum Muhajirin dan Quraisy, kaum Yahudi dan kaum Yatsrib (Bani Auf, bani SaAoidah, bani Al-Harts, bani Jusyam, bani Najjar, bani Amar bin Auf, bani An-Nabit, bani Al-Hau. dan memastikan kebebasan beragama, persatuan, keamanan dan perdamaian di kota tersebut. Konsep ummah dibangun oleh Rasulullah. Komunitas ini menolak kejahatan, amoralitas, dan persaingan kelas sebagaimana terjadi sebelumnya di dalam dunia pra-Islam. Ahmed Davutoglu dalam Alternative Paradigm menjelaskan bahwa Islam bukan sekadar agama, tetapi cara hidup yang menyeluruh, menggambungkan entitas agama dengan kehidupan bermasyarakat. Islam menjadi semacam kerangka kerja . yang memberi umat Muslim alasan untuk mengidentifikasi dan menerapkan kebijakan-kebijakan hidup bersama. Dan dasar dari kehidupan bersama itu ialah komitmen mereka kepada Tuhan yang diimani, dan keteladanan inspiratif Rasulullah. Salah seorang tokoh awal gerakan politik Islam modern. Jamaluddin Afghani, menggambarkan Islam sebagai agama 'yang membentuk bangsa, budaya atau peradaban, membentuk dasar dan fondasinya, dan memberikan ikatan paling aman untuk menyatukan berbagai dimensi kehidupan. 51 Hans Kohn, seperti tercatat dalam tulisan Abdullah Al-Hassan, menjelaskan bahwa dalam konteks kebersamaan, ummah tidak hanya berarti komunitas ideologis, tetapi juga seperangkat keyakinan dalam suatu komunitas, terdapat sebuah contoh komunitas yang saling peduli dan saling mencintai dan karena itu memiliki komitmen hidup dalam suatu komunitas. 52 Rashid al-Ghannouchi secara langsung menyebut ummah sebagai aspek fundamental dalam Islam. Menurutnya. Islam adalah kumpulan umat beriman, yang memberikan dasar bagi cara hidup, bentuk kepercayaan, sistem sosial dan politik yang berakar pada tauhid . eesaan Tuha. 53 Abdullah Yusuf Ali menegaskan lagi tentang konsekuensi dari terbentuknya komunitas hidup bersama itu. Menurutnya. Rasulullah membangun sebuah komunitas Islami dengan loyalitas tertinggi dari anggota-anggotanya. Dalam komunitas ini, setiap individu, termasuk dhimmi . on-Musli. dan ahl al-kitab (Yahudi dan Nasran. , dilindungi, dan tidak ditempatkan dalam kondisi yang mendatangkan kesulitan atau penderitaan akibat perlakuan sesama. Emel Esin. Mecca The Blessed. Madinah The Radiant, (New York: Crown Publishers. Inc. , 1. , 92- Harun Nasution. Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jilid I (Jakarta: UI Press, 1. , 92. Ada lima hal yang paling prinsipil dalam perjanjian tersebut, yaitu. Tiap kelompok dijamin kebebasannya dalam beragama. Tiap kelompok berhak menghukum anggota kelompoknya yang salah. Tiap kelompok harus saling membantu dalam mempertahankan Madinah baik yang muslim mau pun non-Muslim. Penduduk Madinah semuanya sepakat mengangkat Muhammad sebagai pemimpin dan memberi keputusan hukum segala perkara yang dihadapkan kepadanya. Meletakkan landasan berpolitik, ekonomi, dan kemasyarakatan bagi negeri Madinah yang baru terbentuk. Abdul Karim. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, cet. ke-II (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2. , 69-70. Ahmet Davutoglu. Alternative Paradigms: The Impact of Islamic and Western Weltanschaungs on Political Theory. Lanham, (MD: University Press of America, 1. , 76. Hans Kohn quoted in Abdullah Al-Ahsan. Ummah or Nation? Identity Crisis in Contemporary Muslim Society, (Leicester: Islamic Foundation, 1. , 31. Faktanya terjadi pengkhianatan terhadap kesepakatan, dan kepada Rasulullah sendiri. Perang Uhud adalah contoh dari pengkhianatan itu, yang berdampak pada pengusiran orang Yahudi dan Bani Nadir yang bersengkongkol dengan kaum Quraisy. Padat tahun ke 5 H, terjadilah perang Khandaq. Perang ini dipelopori oleh kaum Quraisy, kaum Yahudi, dan kaum Nadir. Perang ini dimenangkah oleh Rasulullah. Pada tahun ke 6 H Rasulullah mengadakan perjalanan Haji ke Mekkah dan karena dihadang oleh kaum Quraisy, terjadilah perjanjian Hudaybiyah yang kemudian melemahkan pengaruh kaum Quraisy. Perjanjian Hudaibiyah berakhir ketika sekutu Quraisy. Bani Bakr, menyerang sekutu Rasulullah. Bani KhuzaAoah. Peristiwa ini melatari penaklukkan Mekah . , yang kemudian memunculkan Rasulullah sebagai pemimpin agama dan politik terkuat di Jazirah Arab. Munirul Ikhwan. Drama Ilahi: Sebuah Upaya dalam Membaca Kronologi Wahyu Al-QurAoan. Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Volume 10. Nomor 2. Desember 2020, 233-234. Rashid Al-Ghannouchi. Muslim Nation: The Right to Nationality Status of Non-Muslim Citizens in a Muslim Nation, translated by M. El-Emin, (Islamic Foundation of America, 1. , 4Ae5. Abdullah Yusuf Ali. The Meaning of the Holy QurAoan. New Edition with Revised Translation. Commentary, (MD: Amana Publications, 1. , 484. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Inspirasi Masa Kini Masa Jahiliyah pra-Islam mungkin telah berlalu, tetapi ciri-cirinya masih dapat kita rasakan di sepanjang zaman, yaitu saat orang tidak lagi beriman dengan sungguh-sungguh dan tidak lagi mengasihi sesama manusia dengan praktik welas asih. Maka, bukan hanya bagi Muslim, tetapi juga bagi semua umat manusia agar meresapi dan meneladani Allah yang Maha Pengasih (Rahma. dan Maha Penyayang (Rahi. , dan Nabi Muhammad SAW dalam karakter primordialnya. Ada beberapa implikasi inspiratif yang kiranya menjadi refleksi bersama. Iman dan kasih sebagai episentrum keberagaman. Jika Iman sebagai fondasi spiritual tak terpisahkan dari kasih maka ia bereksistensi di dalam batin manusia, yaitu ruang spiritual di mana keyakinan kepada Allah Orang beriman . berarti orang yang mengasihi Allah dari kedalaman hatinya dan membawa serta di dalamnya keyakinan yang sungguh-sungguh. Maulana Muhammad Ali menunjukkan koherensi Iman itu dengan Islam. Islam . adalah bentuk penyerahan diri seseorang sebagai manusia, secara total, kepada Allah. Makna keimanan dalam hati itu dihadirkan dalam ayat: Ausesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benarAy (QS. AlHujurat: . 55 Frithjof Schuon dalam Dimension of Islam menegaskan lagi bahwa kehadiran Islam sebagai agama monotheistik hendak menyempurnakan keadaan manusiawi ke dalam unsur-unsur monotheistik . d-di. yang hakiki dalam Islam, yaitu al-iman, al-islam, dan al-ihsan. 56 Jadi, menjadi Muslim berarti mencintai Allah dari kedalaman hati, pusat kehidupan dan spiritualitasnya, percaya kepada-Nya, dan mengekspresikan kecintaan tersebut melalui perkataan dan perbuatan baik sebagai seorang mukallaf. Islam sebagai Inspirasi Peradaban dan Persatuan. Islam adalah bentuk religiousitas yang menginspirasi manusia untuk menemukan keselamatan dirinya dan membangun peradaban. Ali al-Hashimi menegaskan bahwa keegoisan hanya memisahkan kita dari sesama teristimewa dari Tuhan, tetapi cinta dan belas kasih akan mengantar kita pada kebersamaan dan kesatuan. 58 Maka, baiklah kita mengingat perjuangan komunitas Islam perdana yang dibentuk oleh Rasulullah. Dengan cahaya Islami, mereka menginspirasi persatuan bagi semua orang, baik dhim maupun ahl al-kitab dan menghimpun mereka menjadi suatu masyarakat yang saling peduli satu sama lain. Oleh karena itu, jika unifikasi menjadi dasar sejati peradaban manusia, maka kasih sayang dan welas asih bukan hanya tentang suatu suku bangsa atau suatu negara, melainkan seluruh umat manusia. Maka. Islam bermakna universum, yaitu kekuatan peradaban terbesar yang eksis dalam sejarah manusia dan diperuntukkan bagi manusia sebagai rahmat yang mempersatukan, menyelamatkan dunia dari jurang kebinasaan, yang membantu terbangunnya sebuah peradaban, meletakkan kembali fondasi yang baru serta membangun sebuah bangunan budaya, etika-moralitas, dan spiritualitas. Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin. Potret kehidupan Rasulullah dan umat Muslim perdana menunjukkan sebuah antithesis terhadap praktik hidup jahiliyah. Uniknya Rasulullah bukan menghilangkan suatu peradaban tetapi memperbaharuinya. Pada saat egoisme personal dan kecenderungan materialistis-keduniawian diatasi, maka umat akan memusatkan perhatiannya pada kualitas cinta kasih dan akan terekspresi secara alami dan Maulana Muhammad Ali. The Religion of Islam: A Comprehensive Discussion of the Sources. Principles, and Practice Islam, (Ohio: Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam, 2. , 128-129. Al-Iman mencakup keesaan Tuhan dan tentang kerasulan Muhammad. Rasulullah. Al-Islam mencakup lima kewajiban ritual iman . engakuan iman . ukun iman: beriman kepada Allah, beriman kepada Malaikat, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada para Rasul Allah, beriman kepada hari kiamat, dan beriman kepada qadha dan qodha. , shalat, puasa, sedekah, dan ziarah. Al-Ihsan adalah kebaikan, kemurahan hati. Konsep al-Ihsan menunjuk pada kebaikan seseorang kepada sesame manusia melalui perbuatan cinta kasih, berbagi pengetahuan, dan tindakan moral. Frithjof Schuon (Syaikh AoIsa Nur ad Din Ahma. Dimensions of Islam, (Pakistan: Suhail Academy Lahore, 1. , 70-71. Maha Elkaisy-Friemuth. God and Humans in Islamic Thought: Abd al-Jabr. Ibn Sina, al-Ghazali, (London and New York: Routledge, 2. , 74. Muhammad AoAli al-Hashimi. The Ideal Muslim: The True Islamic Personality as Define in The QurAoan and Sunnah, translated by Nasiruddin al-Khattab, (Saudi Arabia: International Islamic Publishing House, 1. Ibid. , 9. Jurnal Fides et Ratio Vol. Nomor 1. Juni 2025 Dengan demikian, kualitas-kualitas islami melekat secara substansial dalam fitra . ifat primordil. dari setiap jiwa sehingga tidak lagi dibatasi oleh koagulasi egoisme. Cinta dan belas kasih akan memancar ke seluruh ciptaan. Jiwa yang welas asih akan menjadi karakteristik islami, memancarkan rahmat Allah dan setiap pribadi memiliki kemampuan untuk terus menjadi pribadi yang al-iman, al-islam, dan al-ihsan . Surat al-Isra 17:. 60 Semakin orang beriman semakin pula ia memiliki kualitas moral dalam praksis hidupnya agar berahmat bagi semua manusia. PENUTUP Henry Bayman dalam bukunya The Secret of Islam mengatakan bahwa Islam adalah agama etika dan moralitas yang tercermin dalam akhlak yang saleh dan praktik hidup yang ber-etiket. Bayman mengutip Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu Aoanhu. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda. AuSesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kesalehan akhlak. Ay61 Di dalam agama terkandung moralitas yang terpuji agar melepaskan semua sifat yang patut dilepaskan. Muslim hidup dalam semangat ini di mana moralitas itu mengandaikan kasih yang sejati, yang menjadi takaran yang tepat untuk menyempurnakan akhlak dan kepribadian Muslim dalam kehidupan bersama. Seorang Muslim tidak lagi hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri melainkan berusaha meningkatkan kualitas spiritual dan moralitas yang membantunya menjadi pribadi yang berintegritas, yang rahmatan lil alamin. REFERENSI