Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua dkk, 2025 UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY DENGAN PEMANFFATAN LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM PUTIH DAN KOMPOS BIOCHAR SEBAGAI MEDIA TANAM Natalia Desy Djata Ndua. Marselina Hoar Seran. Wilda Lumban Tobing. Deseriana Bria. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Sains dan Kesehatan. Universitas Timor. Jl. Eltari Km 09. Kelurahan Sasi. Kabupaten Timor Tengah Utara. NTT. Indonesia *corresponding author: desy. djata@gmail. * Received for review August, 2024. Accepted for publication June 12, 2025 Abstract Pak choy productivity has decreased every year due to the use of low-quality soil as a planting medium. The purpose of this study was to determine the growth and yield of pak choy (Brassica rapa L. ) plants using white oyster mushroom baglog waste and biochar compost as planting media. This study used two treatment factors, each repeated three times, so that there were a total of 36 experimental units. The results showed an interaction between white oyster mushroom baglog waste and biochar compost on plant height parameters . Ae35 DAP), number of leaves . Ae35 DAP), fresh and dry root weight, and fresh and dry plant weight. The best treatment combination was obtained without the provision of white oyster mushroom baglog waste with the addition of 1. 25 kg of biochar compost. The single treatment of white oyster mushroom baglog waste had a significant effect on all growth parameters, with the best results obtained without the application of the waste. Meanwhile, the application of 1. 25 kg of biochar compost alone also had a significant effect on all growth and yield parameters, and was the best treatment in this study. Keywords: Pakcoy. White Oyster Mushroom Baglog Waste. Biochar Compost. Abstrak Produktifitas pakcoy mengalami penurunan setiap tahunnya yang disebabkan oleh penggunaan tanah sebagai media tanam dengan kualitas yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui uji pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L. ) dengan pemanfaatan limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar sebagai media tanam. Penelitian ini menggunakan dua faktor perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat total 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar terhadap parameter tinggi tanaman . Ae35 HST), jumlah daun . Ae35 HST), bobot segar dan kering akar, serta bobot segar dan kering tanaman. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada tanpa pemberian limbah baglog jamur tiram putih dengan penambahan kompos biochar sebanyak 1,25 kg. Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan, dengan hasil terbaik diperoleh tanpa aplikasi limbah tersebut. Sementara itu, aplikasi kompos biochar 1,25 kg secara tunggal juga memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, dan merupakan perlakuan terbaik dalam penelitian ini. Kata kunci: Pakcoy. Limbah Baglog Jamur Tiram Putih. Kompos Biochar. Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. PENDAHULUAN Pakcoy (Brassica rapa L. ) merupakan salah satu sayuran yang cukup banyak diminati oleh masyarakat untuk dijadikan berbagai macam hidangan karena warna batang dan daun yang nampak lebih hijau dibanding sawi hijau lainnya. Hal ini menjadikan pakcoy sebagai salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan. Karena sawi pakcoy, yang terkadang disebut sawi sendok, merupakan sayuran yang tahan panas, sawi ini dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi di atas permukaan laut. Dengan kapasitas produksi 20 hingga 25 t/ha, sawi pakchoy dapat dipanen 30 hingga 45 hari setelah ditanam. Tingginya permintaan kubis pakcoy di pasar-pasar tradisional akibat minimnya produksi pertanian, maka budidaya kubis pakcoy dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan sayuran lokal maupun nasional. Menurut data Direktorat Jenderal Hortikultura . dan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tanaman pakcoy menurun sekitar 5,23% antara tahun 2013 dan 2014, dari 635. 728 ton per tahun menjadi hanya 602. 468 ton per tahun. Budidaya yang baik diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi sawi pakcoy, karena kondisi kesuburan tanah yang rendah mungkin menjadi penyebab kelangkaannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan meningkatkan kesuburan media tanam pakcoy. Kompos yang terbuat dari arang dan baglog jamur tiram putih dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Sebutan lain untuk media tanam jamur adalah baglog. Baglog dibongkar setelah masa pakainya habis. Pada tahap ini, baglog berubah menjadi sampah budidaya jamur tiram, yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan benar (Putri et al. , 2. Baglog jamur tiram putih tersusun dari serbuk gergaji 86,6%, dedak halus 13%, kapur 0,4% dan air (Sariasih, 2. Menurut Sulaiman . limbah baglog jamur tiram putih mengandung unsur K 0,02%. P 0,7%. C-organik 49,0%, dan N 0,6%, yang bermanfaat bagi tanah. Kandungan limbah baglog jamur tiram putih memungkinkan untuk dimanfaatkan kembali sebagai media tanam. Tujuan Untuk mengetahui uji pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L. ) dengan pemanfaatan limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar sebagai media tanam. BAHAN DAN METODE 1 Bahan Penelitian menggunakan bahan diantaranya limbah baglog jamur tiram putih, benih pakcoy varietas Nauili F1, sekam, hijauan gamal. EM4, air dan tanah. 2 Metode Penelitian ini di lakukan pada rumah kaca dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4 x 3 dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama yang terdiri dari empat taraf adalah limbah baglog jamur tiram putih, dan faktor kedua yang terdiri dari tiga taraf adalah kompos biochar. Untuk menghasilkan 36 unit percobaan, setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali. Tabel 1 menyajikan kombinasi perlakuan. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. Tabel 1. Kombinasi perlakuan menggunakan limbah baglog jamur tiram putih dan kompos Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625 k. J2 . ,25 k. J3 . ,875 k. K1 . ,625 k. J0K1 J1K1 J2K1 J3K1 Kompos Biochar K2 . ,25 k. J0K2 J1K2 J2K2 J3K2 K3 . ,875 k. J0K3 J1K3 J2K3 J3K3 HASIL DAN PEMBAHASAN Parameter penelitian yang diamati adalah pertumbuhan dan perkembangan pakcoy meliputi tinggi tanaman, jumlah daun. Panjang akar, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tajuk, bobt kering tajuk, dan luas daun. Tinggi Tanaman Tabel 1 memperlihatkan bahwa penggunaan limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman pada umur 14 hingga 35 HST. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada aplikasi limbah baglog jamur tiram putih 0 kg dan kompos biochar 1,25 kg. Perlakuan limbah baglog jamur tiram putih secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada periode tersebut, di mana perlakuan tanpa limbah baglog menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan perlakuan lainnya. Demikian pula, aplikasi kompos biochar secara tunggal juga menunjukkan pengaruh nyata, dengan dosis 1,25 kg menghasilkan perbedaan yang signifikan dibandingkan perlakuan lainnya. Tabel 1. Tinggi Tanaman . Waktu Pengamatan 14 HST 21 HST 28 HST 35 HST Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan Kompos Biochar K1. ,625k. K2. ,25k. K3. ,875k. Rataan ( ) ( ) ( ) ( ) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. ( ) terjadi interaksi antar faktor Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. Jumlah Daun Berdasarkan Tabel 2, kombinasi perlakuan limbah baglog jamur tiram putih 0 kg dan kompos biochar 1,25 kg menunjukkan pengaruh signifikan terhadap jumlah daun pada umur 14 hingga 35 HST. Perlakuan limbah baglog jamur tiram putih secara tunggal juga memberikan pengaruh nyata, di mana tanaman tanpa aplikasi limbah baglog berbeda signifikan dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, perlakuan kompos biochar secara tunggal menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, dengan dosis 1,25 kg menghasilkan perbedaan yang signifikan dibandingkan perlakuan lainnya. Tabel 2. Jumlah Daun (Hela. Waktu Pengamatan 14 HST 21 HST 28 HST 35 HST Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan J0 . J1. ,625k. J2 . ,25k. J3. ,875k. Rataan Kompos Biochar K1. ,625k. K2. ,25k. K3. ,875k. Rataan ( ) ( ) ( ) ( ) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. ( ) terjadi interaksi antar faktor. Panjang Akar Hasil yang ditampilkan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa kombinasi limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap panjang Namun, perlakuan limbah baglog jamur tiram putih secara tunggal memberikan pengaruh yang signifikan, di mana tanaman tanpa pemberian limbah baglog menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan tunggal kompos biochar menunjukkan pengaruh nyata terhadap panjang akar dimana kompos biochar 1,25 kg dan 1,875 kg berbeda nyata dengan tanpa kompos biochar. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. Tabel 3. Panjang Akar . Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625k. J2 . ,25k. J3 . ,875k. Rataan Kompos Biochar K1 . ,625k. K2 . ,25k. K3 . ,875k. Rataan (-) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. Bobot Segar Akar Pada Tabel 4 menunjukan bahwa perlakuan limbah baglog jamur tiram putih 0 kg dengan kompos biochar 1,25 kg berpengaruh nyata pada pengamatan bobot segar akar. Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih berpengaruh nyata terhadadap bobot segar akar dimana tanpa limbah baglog jamur tiram putih berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Perlakuan tunggal kompos biochar berpengaruh nyata terhadap bobot segar akar dimana perlakuan kompos biochar 1,875 kg berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Tabel 4. Bobot Segar Akar . Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625k. J2 . ,25k. J3 . ,875k. Rataan K1 . ,625k. Kompos Biochar K2 . ,25k. K3 . ,875k. Rataan ( ) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. ( ) terjadi interaksi antar faktor. Bobot Kering Akar Pada Tabel 5 dapat diketahui bahwa limbah baglog jamur tiram putih 0 kg dengan kompos biochar 1,25 kg berpengaruh nyata pada pengamatan bobot kering akar. Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih berpengaruh nyata terhadadap bobot kering akar dimana tanpa limbah baglog jamur tiram putih berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Perlakuan tunggal kompos biochar berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar dimana kompos biochar 1,25 kg dan 1,875 kg berbeda nyata dengan tanpa kompos biochar. Tabel 5. Bobot Kering Akar . Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625k. J2 . ,25k. J3 . ,875k. Rataan Kompos Biochar K1 . ,625k. K2 . ,25k. K3 . ,875k. Rataan ( ) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. ( ) terjadi interaksi antar faktor. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. Bobot Segar Tajuk Pada Tabel 6 menunjukan limbah baglog jamur tiram putih 0 kg dengan kompos biochar 1,25 kg berpengaruh nyata pada pengamatan bobot segar tajuk. Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih berpengaruh nyata terhadap bobot segar tajuk dimana tanpa limbah baglog jamur tiram putih berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Perlakuan tunggal kompos biochar berpengaruh nyata terhadap bobot segar tajuk dimana kompos biochar 1,875 kg berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Tabel 6. Bobot Segar Tajuk . Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625k. J2 . ,25k. J3 . ,875k. Rataan Kompos Biochar K1 . ,625k. K2 . ,25k. K3 . ,875k. Rataan ( ) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. ( ) terjadi interaksi antar faktor. Berdasarkan Tabel 7 menunjukkan bahwa perlakuan limbah baglog jamur tiram putih 0 kg dengan kompos biochar 1,25 kg memberikan pengaruh nyata pada pengamatan bobot kering Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk dimana tanpa limbah baglog jamur tiram putih berbeda nyata dengan perlakuan Perlakuan tunggal kompos biochar berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk dimana kompos biochar 1,875 kg berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Tabel 7. Bobot Kering Tajuk . Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625k. J2 . ,25k. J3 . ,875k. Rataan Kompos Biochar K1 . ,625k. K2 . ,25k. K3 . ,875k. Rataan ( ) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. ( ) terjadi interaksi antar faktor. Luas Daun Tabel 8 menunjukkan bahwa kombinasi limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengamatan luas daun. Namun, perlakuan limbah baglog jamur tiram putih secara tunggal memberikan pengaruh nyata, di mana tanaman tanpa aplikasi limbah baglog menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan kompos biochar secara tunggal juga berpengaruh nyata terhadap luas daun, di mana pemberian kompos biochar 1,25 kg tidak berbeda nyata dengan dosis 1,875 kg, namun keduanya berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa kompos biochar. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. Tabel 8. Luas Daun . Perlakuan Limbah Baglog J0 . J1 . ,625k. J2 . ,25k. J3 . ,875k. Rataan Kompos Biochar K1 . ,625k. K2 . ,25k. K3 . ,875k. Rataan (-) Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada uji lanjut DMRT () 0. (-) tidak terjadi interaksi antar faktor. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar terhadap variabel tinggi tanaman . Ae35 HST), jumlah daun . Ae35 HST), bobot segar dan kering akar, serta bobot segar dan kering tajuk. Interaksi terbaik diperoleh pada perlakuan tanpa pemberian limbah baglog jamur tiram putih. Hasil ini menggambarkan bahwa penggunaan dosis yang tinggi pada suatu tanaman dapat mengakibatkan keracunan pada Pada penelitian ini juga dapat diketahui pengaruh kompos biochar baik secara interaksi maupun tunggal menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik. Biochar memiliki struktur pori yang tinggi dan dapat menyimpan air serta nutrisi dengan baik ketika dikombinasikan dengan kompos, biochar dapat meningkatkan kualitas pupuk kompos dengan memperlambat pelepasan nutrisi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kapasitas menahan air. Dengan menerapkan pupuk kompos biochar pada tanah, tanaman pakcoy akan mendapatkan suplai nutrisi yang stabil dan air yang cukup. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sukartono et al. , kombinasi penggunaan limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Limbah baglog jamur tiram putih merupakan sisa media tanam yang telah digunakan untuk budidaya jamur tiram putih. Limbah ini mengandung bahan organik dan nutrisi yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan Menurut Marlina et al. , aplikasi limbah baglog jamur tiram putih pada tanah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang terdapat dalam limbah baglog. Biochar adalah produk yang dihasilkan dari proses pirolisis . embakaran dengan sedikit atau tanpa oksige. biomassa seperti kayu, jerami, atau limbah pertanian. Perlakuan tunggal limbah baglog jamur tiram putih berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil. Perlakuan tanapa menggunakan limbah baglog jamur tiram putih 0 kg memberikan hasil terbaik pada semua parameter dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya yang menggunakan limbah baglog jamur tiram putih 0,625 kg, 1,25 kg dan 1,875 kg. limbah baglog merupakan sisa media tanam jamur yang telah digunakan. Menurut Maruli et al. , pemberian pupuk dengan dosis yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman. Sebaliknya, jika dosis pupuk diberikan secara berlebihan, hal ini justru dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan dosis yang terlalu rendah dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil. Penggunaan limbah baglog secara tunggal sebagai media tanam atau pupuk organik dapat memberikan hasil yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Ndua ,dkk. kandungan hara yang tidak seimbang dalam limbah baglog. Nurhayati et al. menyebutkan bahwa rasio C/N yang tinggi pada limbah baglog dapat menyebabkan immobilisasi nitrogen, sehingga ketersediaan nitrogen bagi tanaman menjadi terbatas. Kekurangan unsur hara esensial seperti nitrogen dapat menghambat pertumbuhan vegetatif dan menurunkan produktivitas Senyawa fenol ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman pakcoy, menyebabkan kekerdilan, mengganggu pembentukan akar, serta menurunkan biomassa tanaman pakcoy. Hal ini disebabkan adanya senyawa-senyawa tertentu dalam limbah baglog yang menghambat sintesis pigmen pada tanaman, sehingga mempengaruhi kualitas dan penampilan fisik tanaman. Oleh karena itu, penggunaan limbah baglog secara tunggal sebagai media tanam atau pupuk organik tidak direkomendasikan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, limbah baglog perlu dikombinasikan dengan bahan lain yang dapat menyeimbangkan kandungan hara, memperbaiki struktur media, dan mengurangi efek penghambat dari senyawa-senyawa tertentu dalam limbah Perlakuan tunggal kompos biochar berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil. Sejalan dengan Daryadi dan Ardian . , pemberian pupuk atau bahan alam yang memiliki kandungan zat P yang cukup pada tanaman dapat menjaga pertumbuhan tanaman awal yang baik, sehingga dapat meningkatkan jumlah akar. Berek et al. menyatakan bahwa pemberian biochar pada tanah entisol semiarid dapat meningkatkan pertumbuhan berat kering akar. Dampak serupa juga dikemukakan oleh Gao et al. bahwa pemberian biochar dapat meningkatkan berat kering akar. Penambahan biochar ke dalam kompos dapat berperan sebagai penyimpan air dan nutrisi, sehingga keduanya tidak mudah hilang akibat dekomposisi yang dipicu oleh suhu tinggi dalam tumpukan kompos, yang pada gilirannya mendukung perkembangan populasi mikroorganisme selama proses pengomposan (Zaylany, 2. Selain itu, tunas tanaman sayuran merupakan organ yang mengandung banyak air, sehingga dengan bertambahnya jumlah tunas, maka kadar air tanaman akan semakin tinggi dan menyebabkan berat tunas baru akan semakin tinggi (Junia, 2. SIMPULAN Terdapat interaksi yang signifikan antara perlakuan limbah baglog jamur tiram putih dan kompos biochar terhadap parameter tinggi tanaman . Ae35 HST), jumlah daun . Ae35 HST), bobot segar dan kering akar, serta bobot segar dan kering tanaman. Kombinasi perlakuan paling optimal diperoleh pada tanpa pemberian limbah baglog jamur tiram putih dengan penambahan kompos biochar sebanyak 1,25 kg. Perlakuan limbah baglog jamur tiram putih secara tunggal menunjukkan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan, di mana hasil terbaik tercapai tanpa aplikasi limbah tersebut. Sementara itu, aplikasi kompos biochar memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, dengan dosis terbaik yaitu 1,25 kg. DAFTAR PUSTAKA