Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Volume. 2 No. 5 September 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/risoma. Available Online at: https://journal. id/index. php/risoma Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun Damai 1. Tomi 2. Beti Yanuri Posha 3 IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Indonesia Email: damaidamai871@gmail. com 1*,chiktomi28@gmail. com 2, betiyanuriposha@gmail. Alamat: Jl. Raya Sejangkung Sebayan Sambas Korespondensi penulis: damaidamai871@gmail. Abstract. Tebas Sungai Village is one of the villages in Tebas District, which has a very unique history and has experienced development from its formation until now, and is the oldest village, especially in Tebas District with a large population, and a high level of education. This research aims to explore what events were behind the formation of Tebas Sungai Village, know the development of Tebas Sungai Village from 1938-2024, and find out various aspects of the life of the people of Tebas Sungai Village, which include social, religious, economic, political, cultural and educational aspects. This type of research is qualitative research using critical analysis. The approaches used are historical, sociological, and anthropological approaches. Meanwhile, the data sources obtained are from primary and secondary sources. The data that has been collected is processed and analyzed through the stages of historical research methods, namely the heuristic, verification, interpretation, and historiography stages. The data collection techniques in this study include observation, interviews, and The results of the study show that . The formation of Tebas Sungai Village. Tebas District cannot be separated from the long history that began with the event of land clearing around the Tebas River by Sultan Muhammad Tsafiuddin I . The development of Tebas Sungai Village from the colonial period, the beginning of independence, the old order of the new order to the reform, until the expansion of Sambas Regency. experienced significant changes and developments, especially in infrastructure, development, and community welfare. Keywords: History. Development. Social. Religion Abstrak. Desa Tebas Sungai merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tebas, yang memiliki sejarah yang sangat unik dan mengalami perkembangan dari terbentuk hingga sekarang, serta merupakan desa tertua khususnya yang ada di Kecamatan Tebas dengan jumlah penduduk yang banyak, dan tingkat pendidikan yang Penelitian ini bertujuan untuk menggali peristiwa apa saja yang melatarbelakangi terbentuknya Desa Tebas Sungai, mengetahui perkembangan Desa Tebas Sungai dari tahun 1938-2024, dan mengetahui berbagai aspek kehidupan masyarakat Desa Tebas Sungai, yang meliputi aspek sosial, agama, ekonomi, politik, budaya dan pendidikan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis kritis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah, sosiologis, dan antropologi. Sementara sumber data yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul diolah dan dianalisis melalui tahapan metode penelitian sejarah yaitu tahap heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Terbentuknya Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas tidak lepas dari sejarah yang panjang yang dimulai dari peristiwa pembukaan lahan di sekitar Sungai Tebas oleh Sultan Muhammad Tsafiuddin I . 2-1668 ). Perkembangan Desa Tebas Sungai dari masa kolonial, awal kemerdekaan, orde lama orde baru hingga reformasi, sampai masa pemekaran Kabupaten Sambas. mengalami bnyak perubahan dan perkembangan yang signifikan terutama dalam infrastruktur, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: Sejarah. Perkembangan. Sosial. Agama LATAR BELAKANG Sejarah pedesaan merupakan history is above all science of change yaitu sejarah yang memiliki arti yang sangat luas. Dimensi waktu mempunyai peranan penting, karena perubahan merupakan proses yang melalui waktu serta yang membedakan penelitian sejarah dengan penelitian lainnya yaitu waktu. Perubahan merupakan berpindahnya suatu Received: September 01, 2024. Revised: September 11, 2024. Accepted: September 29, 2024. Published: September 30, 2024 Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 keadaan dalam keadaan yang lain. Sejarah pedesaan ialah sejarah yang secara khusus membahas mengenai desa, masyarakat yang mayoritas petani dan perekonomian dari hasil Perubahan yang biasanya terjadi pada masyarakat pedesaan berkaitan dengan perubahan ekonomi dari ekonomi agraris. (Kuntowijoyo:2003. 73Ae. Sejarah desa dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Pertama, ekosistem, ekosistem merupakan hasil kombinasi pada aktivitas manusia, kondisi biologis dan proses fisik. Kedua, kondisi geografis desa yang memiliki berbagai kaitan antar pedesaan seperti gunung, sungai, bukit, lembah dan pantai. Ketiga, ekonomis merupakan lembaga ekonomi subsistensi yang penting dalam sebuah pedesaan. Keempat, budaya, pedesan merupakan daerah yang menggunakan adat sebagai hukum suatu cultural area. Dalam setiap klasifikasi desa memiliki karakterisik yang khas terdapat setiap kelompok, namun mereka saling berkaitan. (Kuntowijoyo:2003. Desa terbentuk karena manusia adalah makhluk sosial, yaitu insan yang selalu ingin berinteraksi dengan sesama. Selain faktor kejiwaan manusia yang ingin berinterkasi, faktor lainnya yaitu karena alam, memiliki kepentingan yang sama serta menghindari bahaya yang berasal dari luar. Kata desa, dusun maupun desa juga sama halnya dengan kata negeri, negara, nagari yang berasal dari bahasa sansekerta, yang memiliki arti tanah air, asal dan tempat kelahiran. Sedangkan dalam bahasa India, desa berasal dari kata swadesi yang berarti tempat tinggal, asal atau tanah leluhur yang berkaitan dengan kesatuan hidup dengan norma serta mempunyai batas teritorial yang jelas. (Ameliatulwalidain:2017. Pengertian desa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) desa merupakan perkumpulan daerah yang ditempati oleh beberapa keluarga serta dipimpin oleh kepala Sedangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, terdapat dalam Pasal 1 ayat . , dijelaskan bahwa desa merupakan masyarakat yang mempunyai batas teritorial yang berhak dalam menangani pemerintahan, kepentingan masyarakat dan hak tradisional yang diakui dan dihormati serta tidak bertentangan dengan peraturan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara administratif desa adalah unit terkecil dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Desa dapat disebut sebagai tempat tinggal manusia yang tinggal di luar kota dan penduduknya dan berprofesi sebagai pertani. Desa merupakan suatu wilayah yang memiliki adat istiadat, tradisi, kebudayaan serta hukumnya yang mengatur pemerintahan sendiri di bawah pemerintah kecamatan dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. Berdasarkan catatan di situs resmi BPK Kalimantan Barat, pembentukan provinsinya diatur lewat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat. Selatan, dan Timur. Lebih lengkap dari penjelasan di atas, pada 1938 pihak Hindia Belanda mengatur ibukota Gouvernament Borneo di daerah Banjarmasin. Sementara. Banjarmasin itu sendiri dipisahkan lagi menjadi dua resident. Dari kedua resident tersebut, ada salah satu yang disebut Westerafdeeling van Borneo. Ibu kota resident ini adalah Pontianak . ekarang menjadi nama ibu kota Kalimantan Bara. Pada 1956. UU mengenai pembentukan tiga provinsi di daerah Pulau Kalimantan dibuat. (Yuda Prinada:2. Oleh sebab itu, maka lahirlah Provinsi Kalimantan Barat sebagai salah satunya. Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 12 Kabupaten dan 2 Kota, yang salah satunya adalah Kabupaten Sambas. Sejak abad ke-13 sudah ada Raja-Raja Sambas, bermula dari kedatangan prajuritprajurit Majapahit ke wilayah Paloh. Pemerintahan Sultan Sambas yang pertama Raden Sulaiman, anak dari Raden Tengah berasal dari Brunai Darussalam. Raden Sulaiman lahir di Matan. Sukadana. Beliau memerintah dari tahun 1632-1668 dengan gelar Sultan Muhammad Tsyafiuddin I. Pada waktu itu pusat Kerajaan Sambas masih berpindah-pindah tempat, yaitu dari Paloh pindah ke Kota Lama ( Kecamatan Galing ), dari Kota Lama pindah ke Kota Bangun, di muare sungai Sambas kecil, kemudian pindah lagi ke Kota Bandir, kemudian pindah lagi ke Lubuk Madung. Zaman dulu disebutkan bahwa rombongan yang pindahpindah tersebut pernah besinggah di Tebas, serta pernah menebas hutan di kiri dan kanan Sungai Tebas, kemudian tempat ini pun ditinggalkan. Terakhir oleh Sultan Sambas ke II yaitu Raden Bima yang bergelar Sultan Muhammad Tajuddin, pusat pemerintahan di bangun di pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Sambas Kecil. Sungai Subah, dan Sungai Teberau dan tempatnya tersebut di kenal dengan Au Muare UlakkanAy. (Muhanni Abdur:2011. Pemerintah Kabupaten Sambas terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 27 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia . sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia 1959 Nomor 72. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1. , dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Bengkayang maka Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 kedudukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas pindah dari Kota Singkawang ke Kota Sambas. (Muhanni Abdur:2011. Saat ini Kabupaten Sambas sudah mempunyai 19 Kecamatan yang salah satunya yaitu Kecamatan Tebas. Kecamatan Tebas resmi terbentuk pada tanggal 17 Agustus 1956 yang sebelumnya merupakan salah satu wilayah dari Kewedanan Pemangkat. Kata Tebas diucapkan dengan pengucapan bahasa Indonesia termasuk dalam bahasa Melayu Sambas yang memiliki arti Kata Tebas diambil untuk mengingatkan peristiwa penerangan hutan atau menebas hutan yang dilakukan oleh rombongan Raden Sulaiman atau Sultan Muhammad Tsyafiuddin ke-1 sebelum kemudian diperluas dan ditempati oleh rombongan Raden Bima yang bergelar Sultan Muhammad Tajudin. Sebelum terbentuknya Kecamatan Tekarang, desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Tebas berjumlah 30 Desa, dengan diresmikannya Kecamatan Tekarang pada tanggal 11 Juni 2002 maka jumlah Desa di Kecamatan Tebas tinggal 23 Desa, yang salah satunya adalah Desa Tebas Sungai. (Muhanni Abdur:2011. Desa Tebas Sungai, yang terletak di Kecamatan Tebas. Kabupaten Sambas, memiliki sejarah panjang dan kaya yang mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan politik di wilayah ini. Historis Tebas Sungai dimulai sejak Tahun 1938 diresmikan sebagai sebuah Dipimpin pertama kali oleh Bapak Muhyi Napis sebagai Kepala Kampung yang menjabat selama 43 tahun lamanya . 8 s/d 1. 1 Sejak masa kolonial hingga masa kemerdekaan. Desa Tebas Sungai telah mengalami berbagai perubahan signifikan yang mempengaruhi kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, penelitian tentang sejarah Desa Tebas Sungai sangat penting untuk memahami bagaimana desa ini berkembang dan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan perkembangan Desa Tebas Sungai. KAJIAN TEORITIS Sejarah berarti asal usul atau kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu sedangkan desa menurut kamus besar bahasa indonesia adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluargayang mempunyai pemerintahan sendiri . ikepalai oleh seorang kepala des. RPJMD Desa Tebas Sungai, 2023 RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. Tebas sungai diartikan menebas atau membabat hutan di sekitar sungai dan menunjukkan nama tempat dimana suatu masyarakat bertempat tinggal. Desa Tebas Sungai merupakan suatu tempat yang terletak di kecamatan tebas kabupaten sambas provinsi kalimantan barat. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, dengan karakteristik rasional, empiris dan sistematis. (Sudaryono:2019. Metode penelitian adalah langkah yang terencana, terstruktur, sistematis dan memiliki tujuan yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data, serta melakukan investigasi pada data yang telah (Conny R Semiawan:2010. Untuk mencapai hasil yang sesuai dengan metode penelitian tersebut, maka ada beberapa proses yang harus dilewati, dan langkahlangkah tersebut akan terpecahkan melalui beberapa pendekatan dan sumber data. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Dalam metode penelitian ilmu sejarah, sering dikenal dengan istilah Historiografi. Kata AuHistoriografiAy dapat dimaknai sebagai hasil atau karya dalam penulisan sejarah. Sama halnya dengan penelitian ilmiah lainnya. Penelitian sejarah juga memiliki tahapan metode penelitian. (Wulan Juliani Sukmana:2021. Adapun langkah penelitian dalam metode penelitian sejarah ini yaitu: Heuristik (Pengumpulan Dat. Kata AuheuristikAy berasa dari Bahasa Yunani yakni AuheuriskeinAy yang artinya Heuristik merupakan sebuah proses pencarian dan pengumpulan sumber yang berkaitan dengan objek penelitian. Menurut Louis Gottchalk ada dua hal penting yang harus diperhatikan seorang peneliti sejarah pada tahap heuristik ini, yaitu pemilihan subjek dan informasi tentang subjek. (Louis Gottschalk:1985. Adapun yang menghubungkan istilah heuristik besar dari akar yang sama dengan kata eureka yang berarti Auuntuk menemukanAy. Sehinga dapat dipahami bahwa heuristik adalah tahapan mencari menemukan, dan mengumpulkan sumber-sumber untuk dapat mengetahui segala peristiwa atau kejadian sejarah masa lampau yang relevan dengan (Wulan Juliani Sukmana:2021. Pada tahap heuristik, para peneliti sejarah mencari dan menemukan sumbersumber sejarah yang dibutuhkan. Berdasarkan sifatnya, sumber yang bisa digunakan dalam melakukan penelitian sejarah terbagi menjadi dua, yaitu: Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 . Sumber data Primer Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, adapun sumber data primer pada penelitian ini diperoleh berdasarkan sumber lisan yaitu wawancara langsung dengan saksi mata. Sumber inilah yang akurat dan signifikan yang digunakan untuk penelitian. Sumber primer pada penelitian ini adalah Kepala Desa. Tokoh Masyarakat. Tokoh Agama. Masyarakat Desa Tebas Sungai. Sumber data sekunder Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Data sekunder pada penelitian ini meliputi buku-buku, jurnal, dan internet, poto, surat kabar, maupun berita online yang berkaitan dengan sejarah Desa Tebas Sungai. Verifikasi (Kritik Sumbe. Verifikasi atau kritik sumber ialah sumber dikumpulkan pada kegiatan sebelumnya . yang berupa buku-buku ataupun yang lainnya mengenai bukti-bukti pembahasan, untuk selanjutnya diseleksi dengan mengacu pada judul Verfikasi atau kritik sumber berguna untuk memperoleh keabsahan Metode ini dimaksudkan agar memperoleh fakta yang dapat menuju kepada kebenaran ilmiah. Kritik sumber merupakan upaya menyaring dan mengolah sumber-sumber yang telah dikumpulkan. Melalui upaya verifikasi, peneliti memilih dan memilah data yang relevan dengan penelitian ini untuk dijadikan sumber data yang mendukung penelitian. Pada proses ini dalam metode sejarah dapat disebut kritik internal dan kritik eksternal. (Aminuddin Kasdi:1995. Kritik internal, peneliti akan menimbang sumber dari segi kebenaran sumber yang meliputi kebenaran dan keaslian isinya, apakah dapat dipercaya sehingga untuk melihat kredibilitas atau kepercayaan. Oleh karena itu, peneliti melakukan kritik internal dengan membandingkan isi, bukti, data, dan fakta yang didapatkan setelah proses wawancara dengan data berupa tulisan, buku, maupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Penelti mencari kebenaran dengan melihat persamaan dan perbedaan antara sumber satu dengan yang lainnya. Kemudian menggunakan sumber yang benar-benar valid dengan penelitian. Kritik eksternal pengujian keaslian dan tidaknya sumber dilakukan dengan menyeleksi segi-segi fisik dari sumber yang ditemukan. Untuk membuktikan RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. kebenaran sumber tersebut peneliti akan menimbang dari berbagai aspek, yaitu waktu, lokasi, orang yang membuat, dan bahan apa sumber tersebut dibuat, apakah sumber tersebut masih dalam bentuk aslinya. Apabila sumber tersebut tertulis maka harus diteliti kebenaran sumber tersebut. Kritik eksternal juga akan memadukan keterangan, apakah keterangan tersebut dari orang yang sezaman atau tidak, maka ini akan berdampak pada kekredibilitas suatu keterangan sumber yang diteliti. Oleh karena itu, peneliti menyeleksi sejumlah tokoh, dan masyarakat yang menjadi informan dalam penelitian ini. Selain itu, peneliti melakukan verifikasi terhadap sumber yang sebelumnya didapatkan, disesuaikan dengan keabsahan sumber mengenai Sejarah Desa Tebas Sungai. Interpretasi (Penafsira. Interpretasi adalah penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh dari arsip, jurnal, skripsi, dan buku-buku yang relevan dengan pembahasan, maupun sumber lisan hasil penelitian langsung dilapangan. Interpretasi berasal dari kata interpretation yang berarti suatu penjelasan yang diberikan oleh penafsir (Ahmad Abas Musofa:2009. Interpretasi adalah proses menafsirkan fakta sejarah yang telah ditemukan melalui proses kritik sumber sehingga akan terkumpul Terdapat dua metode yang digunakan pada tahap interpretasi, yaitu analisis dan sintetis. Analisis berarti menguraikan sedangkan sintesis berarti menyatukan. Analisis sejarah bertujuan untuk melakukan sintesis terhadap fakta yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah. Dengan adanya teori ini, maka disusunlah fakta itu dalam suatu interpretasi yang menyeluruh. Dalam penelitian ini, penulis mendapatkan fakta bahwa nama Desa Tebas Sungai sudah ada sejak jaman kolonial yaitu Tahun 1938 sampai sekarang. Historiografi (Penulisan Sejara. Historiografi merupakan tahap akhir dalam penelitian sejarah, yaitu tahap penulisan sejarah dari data-data yang dikumpulkan, diverifikasi dan telah Historiografi adalah proses penyusunan fakta sejarah dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam bentuk penulisan sejarah. Dalam Penelitian ini, peneliti sudah menyusun fakta sejarah tersebut yang HASIL DAN PEMBAHASAN Asal Usul Desa Tebas Sungai Asal usul, sumber, permulaan, akar berarti titik di mana sesuatu memulai perjalanan atau keberadaannya. Asal usul berlaku pada hal-hal atau orang-orang yang darinya sesuatu Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 dan pada akhirnya berasal dan seringkali berlaku pada sebab-sebab yang beroperasi sebelum sesuatu itu sendiri muncul. (Cilbert J. Garraghan. J:1957. Adapun asal-usul desa Tebas Sungai sebagai berikut: Sejak abad ke 13 M sudah ada Raja Ae Raja Sambas, bermula dari kedatangan prajurit Ae prajurit Majapahit ke wilayah Paloh. Pemerintahan Sultan Sambas yang pertama adalah Raden Sulaiman, anak dari Raja Tengah berasal dari keturunan Brunei Darussalam. Raden Sulaiman lahir di Matan. Sukadana. Beliau memerintah dari tahun 1632 Ae 1668 dengan gelar Sultan Muhammad Tsyafiuddin 1. (Muhanni Abdur:2011. Pada waktu itu pusat Kerajaan Sambas masih berpindah-pindah tempat, yaitu dari Paloh pindah ke Kota Lama' (Kecamatan Galin. , dari Kota Lama' pindah ke Kota Bangun, di muare sungai Sambas kecil, kemudian pindah lagi ke kota Bandir, kemudian pindah lagi ke Lubuk Madung. Konon pernah pula disebutkan bahwa rombongan yang pindah-pindah tersebut pernah bersinggah di Tebas, serta pernah menebas hutan di kiri dan kanan Sungai Tebas, kemudian tempat ini pun ditinggalkan. Terakhir oleh Sultan Sambas ke II Yaitu Raden Bima yang bergelar Sultan Muhammad Tajudin, pusat pemerintahan di bangun di pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Sambas Kecil. Sungai Subah, dan Sungai Teberau dan tempatnya tersebut dikenal dengan "Muare Ulakkan. " Istana Sultan Sambas terletak di Muare Ulakkan dan merupakan pusat pemerintahan dari wilayah yang meliputi Pemangkat. Singkawang, dan sampai batas Sungai Duri. Bengkayang dan Sekitarnya. (Muhanni Abdur:2011. Pada masa pemerintahannya. Negeri Sambas semakin maju baik di bidang pertanian, perkebunan maupun perdagangan, jumlah penduduk semakin berkembang, sehingga perlu mencari tempat baru untuk tempat usaha. Kampong-kampong pada saat itu umumnya terletak di pesisir sungai Serabek. Sungai Galing. Sungai Sambas Kecil dan sungaisungai kecil lainnya karena pada zaman dahulu transportasi yang paling banyak digunakan adalah jalur air . Orang-orang kampong inilah yang kemudian secara berombongan mencari tempat baru yang akan dijadikan kampong. Mereka berkayuh dengan perahu menuju hilir sungai Sambas Besar sambil memperhatikan tempat yang cocok untuk berhenti istirahat, serta cocok untuk dijadikan kampong. Maka rombongan tersebut pun menemukan tempat yang sempat di Tebas oleh rombongan sultan terdahulu. Tempat tersebut adalah sungai yang RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. dipenuhi oleh rumput . antai diseberangi dan diralat menjad. seperti kiambang, kumpai dan lainnya. Disitulah mereka beristirahat dan mulai menebas kiri dan kanan sungai. Karena di daerah tersebut terlihat subur maka mereka memutuskan untuk menebas sampai jauh ke hulu sungai. Sungai itu cukup panjang dan memerlukan waktu yang lama untuk menebasnya baru sampai ke hulu sungai. Rombongan demi rombongan terus berdatangan dan menebas kiri kanan sungai ini. Rombongan tersebut ada yang datang dari Kampung Teluk Keramat. Pedade dari alur Sungai Sebarek, dan ada pula yang datang dari alur sungai Galing, ada yang datang dari Mensemat. Tengguli dari alur sungai Sambas kecil. (Muhanni Abdur:2011. Watas kiri kanan sungai telah mereka tentukan, yaitu yang menebas sebelah kiri watasnya sebelah kiri dengan ukuran lebar dan panjang yang ditentukan, begitu juga dengan watas sebelah kanan sungai karena tiap akan memasuki sungai rombongan harus menebas sungai yang akan dilewati, maka dinamailah tempat itu dengan nama Kampung Tebas. (Muhanni Abdur:2011. Sungai Tebas tersebut cukup panjang dan orang yang ikut menebas tersebut sudah ada yang membawa keluarga sehingga mereka pun membuat pondok untuk berteduh, maka kampong tersebut dibagi menjadi dua kampung yaitu: Dari Muara Sungai sampai ke jalan raya yang dibangun oleh Kompeni Belanda pada abad ke-19 dinamai kampung Tebas Kuala. Dari jalan raya sampai ke hulu sungai dinamai kampung Tebas Sungai(Muhanni Abdur:2011. Gambar 1. Wilayah Tebas Sungai di Peta Kewedanan Pemangkat Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 Gambar 2. Peta yang menunjukkan nama Tebas Sungai dituliskan dengan S. Tobas Gambar 3. Peta Tebas Sekarang Gambar 4. Peta desa Tebas Sungai Sekarang RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. Berdasarkan keempat gambar peta di atas dapat diketahui bahwa nama dan wilayah Tebas Sungai telah mengalami perkembangan signifikan dari masa kolonial hingga saat Peta masa kini menunjukkan adanya perkembangan infrastruktur yang pesat dengan jaringan jalan yang luas dan perkembangan pemukiman yang terencana. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa penamaan Tebas Sungai berarti menunjuk nama tempat, yaitu suatu wilayah yang didiami oleh masyarakat pesisir atau kehidupan masyarakat di daerah aliran sungai. Nama Tebas Sungai sendiri diambil dari peristiwa pembukaan lahan oleh Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Tsyafiuddin I. Sejarah pemerintahan Kepala Desa Tebas Sungai sejak tahun 1938 s/d 2025, berturut-turut menjabat Kepala Kampung/Kepala Desa Tebas Sungai, yaitu sebagai No. Tabel 1. Kepala Desa Tebas Sungai Tahun 1938-2025 Periode Nama Kepala Desa Keterangan 1938 s/d 1981 1982 s/d 1989 1989 s/d 1998 1998 (Juli Ae Oktobe. 1998 s/d 2006 2006 s/d 2012 2012 s/d 2018 2018 s/d 2019 2019 s/d 2027 MUHYI NAPIS ASBAN SAINI RAHMAN TAHMID AMBON ASYARI RAHMAN TAHMID RUSDI JUHRAN ASBI ALIAKBAR,SH HARTONO,S. JUSNI Kepala Kampung Kepala Desa Kepala Desa Plt Kepala Desa Kepala Desa Kepala Desa Kepala Desa Pj. Kepala Desa Kepala Desa Kondisi Geografis Desa Tebas Sungai Desa Tebas Sungai, yang terletak di Kabupaten Sambas. Provinsi Kalimantan Barat, memiliki kondisi geografis yang mencerminkan kekayaan dan keragaman alam Desa ini mencakup area seluas sekitar 2. 000 hektar, dengan mayoritas wilayahnya berupa dataran rendah yang mendominasi sekitar 75% dari total luas desa. Sementara itu, sekitar 25% dari wilayah desa merupakan lahan rawa. Desa Tebas Sungai terdiri dari enam dusun yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi lokalnya sendiri. Dusun-dusun tersebut adalah: . Dusun Tanjung Sari, . Dusun Melati, . Dusun Kenanga, . Dusun Kenanga II, . Dusun Mawar, dan . Dusun Cempaka. RPJMD Desa Tebas Sungai, 2023. Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 Desa ini berbatasan dengan beberapa desa lainnya yang menambah keragaman interaksi sosial dan ekonomi: Sebelah utara berbatasan dengan Desa Tebas Kuala Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Seberkat dan Desa Batu Makjage Sebelah barat berbatasan dengan Desa Mekar Sekuntum dan Desa Dungun Perapakan Sebelah timur berbatasan dengan Desa Makrampai dan Desa Sejiram KESIMPULAN DAN SARAN Peristiwa asal usul Desa Tebas Sungai berawal dari penamaan Tebas Sungai yang bearti menunjuk nama tempat, yaitu suatu wilayah yang didiami oleh masyarakat pesisir atau kehidupan masyarakat di daerah aliran sungai. Nama Tebas Sungai sendiri diambil dari peristiwa pembukaan lahan oleh Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Tsyafiuddin I. Dan memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial, yang telah mengalami berbagai fase perkembangan signifikan yang membentuk karakternya saat ini. Didirikan secara resmi pada tahun 1938, desa ini telah melalui berbagai periode pemerintahan, mulai dari masa kolonial hingga era pemekaran kabupaten. DAFTAR REFERENSI "Desa. KBBI Daring. Diakses https://kbbi. id/entri/desa "Dinamika. KBBI Daring. Diakses https://kbbi. id/entri/dinamika Juni Juni Abas Musofa. Perkembangan Bank Muamalat Indonesia Tahun 1992-2018. Fakultas Adab: UIN Sunan Gunung Jati. Abdur. , et al. Selayang pandang 55 tahun sejarah Kecamatan Tebas. Tebas: Tim Penulis. Alma. , et al. Pembelajaran studi sosial. Bandung: Alfabeta. Amaliatulwalidain. Sistem pemerintahan desa dalam tinjauan sejarah politik di Indonesia. Jurnal Pemerintahan Politik, 2. , https://doi. org/10. 36982/JPG. V2I1. Anonim. https://library. Diakses pada Rabu, 7 Agustus 2024, pukul 50 WIB. Baharuddin, & Umiaso. Kepemimpinan pendidikan Islam antara teori dan praktek. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024 e-ISSN: 3032-5218. dan p-ISSN: 3032-2960. Hal. Bilson Simamora. Mengungkap validitas kontruk sense of community (SOC) pada konteks komunitas merek sepeda motor. Jurnal Manajemen Pemasaran, 2. , 123. Cilbert J. Garraghan. A guide to historical method. New York: Fordham University Press. Conny R. Semiawan. Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Grasindo. Darmawan. Sejarah pendidikan sampai abad 21. Jawa Tengah: CV Eureka Media Group. Gottschalk. Mengerti sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Irwan, & Indraddin. Strategi dan perubahan sosial. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA. Jaya, & Fatma. Sejarah terbentuknya Desa Bangkali Kecamatan Watopute Kabupaten Muna: 1976-2017. Kasdi. Pengantar dalam studi sejarah. Surabaya: IKIP. Koleksi KITLV. Kaart van den vierkanten paal gouvernements grondgebied te Pemangkat (Pengangka. Batavia: Topographisch Bureau. Diakses Tanggal 12 Agustus 2024, dari http://hdl. net/1887. 1/item:814663 Kuntowijoyo. Metodologi sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. Lasut. Sejarah Desa Sarani Matani Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Tahun 1945-2014. Skripsi. Universitas Sam Ratulangi. Diakses dari http://eprints. id/37501/6/BAB II. Masyhuri. Dinamika masyarakat pedesaan: Pejaten Tahun 1950-1988. Sejarah, 2. Media Komunikasi Profesi Masyarakat Sejarawan Indonesia. Muhammad Ramadhan. Metode penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara. Mustakim. Sejarah Kampong Sejangkung pada Tahun 1946-2089. Skripsi. Institut Agama Islam Sultan Muhammad Sayfiuddin Sambas. Nisa. Sejarah Desa Batu Makjage Kecamatan Tebas Pada Tahun 1997-2019. Skripsi. Institut Agama Islam Sultan Muhammad Sayfiuddin Sambas. Nurdien. Sistem sosial-budaya di Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, 2. Rahman. Pengaruh kolonialisme terhadap struktur sosial di Desa Tebas Sungai. Jurnal Ilmu Sosial, 7. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 1 Ayat . RPJM Desa Tebas Sungai. RPJMD Desa Tebas Sungai. Sejarah Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Tahun 1938-2024 Sudaryono. Metodelogi penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan mix method. Depok: Rajawali Press. Sulasman, & Setia Gumilar. Teori-teori kebudayaan: Dari teori hingga aplikasi. Bandung: CV Pustaka Setia. Suryadi. Perkembangan ekonomi Desa Tebas Sungai dari masa kolonial hingga Jurnal Ekonomi Lokal, 9. Susilawati. Bahan ajar: Sosiologi pedesaan. Padang: FISIP UNP. Wawancara dengan Bapak AsAoan. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 20 Juli Wawancara dengan Bapak Dulman. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 11 Juli Wawancara dengan Bapak H. Ahmad. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 21 Mei Wawancara dengan Bapak Jusni. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 11 Juli 2024. Wawancara dengan Bapak Mansyur. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 11 Juli Wawancara dengan Bapak Rusdi. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 24 Mei Wawancara dengan Bapak Samsudi. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 11 Juli Wawancara dengan Bapak Wajidi. Dilakukan di Desa Tebas Sungai pada 19 Juli West. Pengantar teori komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika. Wulan Juliani Sukmana. Metode penelitian sejarah. Seri Publikasi Pembelajaran, 1. Yuda Prinada. Profil Provinsi Kalimantan Barat: Sejarah, geografi dan petanya. Tirto. Diakses 3 Agustus 2024, dari https://tirto. id/profil-provinsi-kalimantanbarat-sejarah-geografi-dan-petanya-gzvj RISOMA - VOLUME 2. NO. SEPTEMBER 2024