P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA PENGARUH MODAL USAHA. KUALITAS PRODUK DAN LOKASI USAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PADA UMKM DIMSUM DI KECAMATAN PONDOK GEDE KOTA BEKASI Yudha Wisnu Chairuman1,Mahmud2 Sarpan3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Persada Indonesia Y. I Jalan Pangeran Diponegoro No. Jakarta Pusat 10403 E-mail : yudhawisnuch@gmail. com1 , mahmud. sudiro@gmail. sarpan68@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa Pengaruh Modal Usaha. Kualitas Produk, dan Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Dalam metode ini pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan di distribusikan kepada seluruh responden yaitu pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Dalam analisis statistik penulis menggunakan program SPSS 26. 00 for Dari pengumpulan data yang diperoleh dari Kecamatan Pondok Gede dan hasil Survei yang peneliti lakukan, didapatkan Populasi sebanyak 60 maka peneliti memutuskan menjadikannya sebagai sampel . engan menggunakan sampel jenu. Maka didapat R Square 0,810 atau 81% dan sisanya sebesar 19% merupakan kontribusi faktor lain. Hasil uji F didapat nilai Fhitung sebesar 79. 593 dan Ftabel sebesar 2,77 berarti Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan menunjukan bahwa dapat disimpulkan menunjukan menunjukan bahwa Modal Usaha. Kualitas Produk, dan Lokasi Usaha berpengaruh secara bersama sama terhadap Keberhasilan Usaha. Kunci Kunci: Modal Usaha. Kualitas Produk. Lokasi Usaha. Keberhasilan Usaha ABSTRACT This study aims to find out how much influence business capital, product quality, and business location have on the success of Dimsum Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. businesses in Pondok Gede District. The method used is a quantitative method. In this data collection method using a questionnaire technique and distributed to all respondents, namely Dimsum MSME business actors in Pondok Gede District. In statistical analysis the author uses the SPSS 26. 00 for Windows program. From the collection of data obtained from Pondok Gede District and the results of the survey that the researchers conducted, it was obtained as a population of 60, so the researchers decided to make it a sample . sing a saturated sampl. So the R Square is 0. 810 or 81% and the remaining 19% is the contribution of other factors. The results of the F test obtained a value of Fcount of 79,593 and Ftable of 2. 77 meaning Fcount > Ftable, so it can be concluded that rendition of the lyrics shows that Business Capital. Product Quality, and Business Location have a joint effect on Business Success. Keywords: Startup Capital. Product Quality. Business Location. Business Success merupakan penggerak perekonomian di PENDAHULUAN Indonesia. Usaha kecil menengah atau sering Menurut Kementerian disebut (UKM) adalah sebagai tulang Koperasi. Usaha Kecil, dan Menengah punggung yang menjadi peran penting (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku dalam mendukung jalannya roda UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% perekonomian di dalam suatu negara. dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Usaha kecil dan menengah (UKM) JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5. 550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha. Saat ini Bisnis di Indonesia telah mengalami kemajuan sangat pesat, baik bisnis dengan skala besar maupun bisnis skala kecil. Salah satu contoh bisnis skala kecil adalah usaha mikro kecil di bidang produk dan jasa. Usaha mikro kecil pada saat ini telah tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia, dan menunjukkan persaingan yang ketat. Dan wirausahawan menerapkan berbagai strategi persaingan untuk mencapai tujuan dan kelangsungan Besarnya modal bagi setiap pelaku usaha adalah merupakan masalah yang paling penting, modal yang terlalu besar dari apa yang dibutuhkan akan menambah beban pembiayaannya, terlebih lagi bila modal yang didapatkan bukan modal sendiri. Modal menjalankan usaha lainnya yaitu modal abstrak atau modal rill, antara lain tekad, pengalaman, keberanian, pengetahuan, net working, serta modal berupa uang. Namun kebanyakan orang terhambat memulai usaha karena mereka sulit untuk mendapatkan modal berupa uang sebagai modal usaha. Modal usaha adalah mutlak diperlukan untuk melakukan kegiatan Menjaga mutu dan kualitas produk merupakan pendekatan yang cukup strategis dalam menjaga kelangsungan usaha, maka UMKM Dimsum Di Kecamatan Pondok Gede harus memiliki standar mutu dan kualitas produk yang Produk yang memiliki kualitas yang baik dan memiliki karakteristik yang dibutuhkan oleh konsumen akan melakukan pembelian. Di zaman modern memperhatian kualitas produknya,terlebih JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 sudah mulai banyak varian rasa dan jenis yang bisa di olah dari dimsum. Cara pengolahan dimsum yang belum banyak di ketahui oleh para pelaku UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede menjadi kendala untuk mencapai keberhasilan Hal penting lainnya yang menjadi keberhasilan usaha adalah pemilihan lokasi Lokasi usaha merupakan tempat untuk melakukan kegiatan dalam suatu bisnis. Lokasi akan mempengaruhi posisi suatu usaha dalam persaingan dan menentukan kelangsungan hidup usaha. Lokasi yang mudah di jangkau akan lebih sering di kunjungi pelanggan. Kesalahan dalam memilih lokasi usaha dapat menimbulkan dampak buruk bagi usaha yang dijalankan. Karena merupakan modal dan langkah awal yang sangat menentukan kesuksesan pada usaha yang dikelola. Kesalahan dalam berwirausaha dan pemilihan lokasi usaha yang kurang strategis dapat menimbulkan dampak buruk bagi para pelaku usaha UMKM Dimsum, sehingga hal ini dapat menimbulkan masalah-masalah berupa kerugian hingga kebangkrutan. Kesalahan yang muncul ketika menjalankan suatu usaha antara lain karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman tentang bisnis, kurangnya pemahaman tentang modal usaha, kualitas produk serta memilih lokasi usaha yang kurang strategis untuk usahanya. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah Modal Usaha berpengaruh terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede? P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Apakah Kualitas Produk berpengaruh terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede? Apakah Lokasi Usaha berpengaruh terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede? Apakah Modal Usaha,Kualitas Produk. Lokasi Usaha berpengaruh terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede? Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah di atas, maka penulis merumuskan tujuan penelitian sebagai berikut: Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Modal Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kualitas Produk terhadap keberhasilan usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Untuk mengetahui dan menganalisis Modal Usaha,Kualitas Produk, dan Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede? https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Menurut Dharmawati . , kewirausahaan adalah upaya untuk menciptakan nilai tambah dengan menggabungkan sumber daya dengan cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah ini dapat diciptakan dengan mengembangkan teknologi baru, menghasilkan barang dan jasa baru secara lebih efisien, meningkatkan produk dan jasa yang ada, dan memuaskan konsumen. Modal Usaha Menurut Mankiw . Para ekonom menggunakan istilah modal . untuk mengacu pada stok peralatan dan struktur yang digunakan untuk produksi Faktor produksi yang ketiga adalah modal . Lengkapnya bagi faktor produksi yang ketiga ini adalah real capital goods . arang-barang modal rii. , yang meliputi semua jenis barang yang dibuat untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain serta jasajasa. Menurut Slamet . berpendapat bahwa modal adalah segala bentuk kekayaan yang digunakan untuk menciptakan lebih banyak harta. LANDASAN TEORI Dimensi dan Indikator Modal Usaha Pengertian Kewirausahaan Menurut Dalimunthe Marhaini . , kewirausahaan adalah ilmu yang dapat dipelajari dalam kaitannya dengan nilai-nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin Menurut Nugraha . Dimensi dan Indikator Modal Usaha adalah sebagai berikut: Struktur permodalan: modal sendiri dan modal pinjaman. Pemanfaatan modal tambahan. Hambatan dalam mengakses modal Keadaan usaha setelah menambahkan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Kualitas Produk Menurut Handoko dalam Prajati . kualitas produk adalah suatu kondisi dari sebuah barang berdasarkan pada penelitian atas kesesuaiannya dengan standar ukur yang telah diterapkan. Menurut Kotler dan Armstrong adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, ini termasuk durabilitas, rehabilitas, ketepatan, kemudahan pengoprasian, dan reparasi produk, juga atribut produk lainnya. Dimensi dan Indikator Kualitas Produk Menurut Lupiyoadi dan Hamdani . 4: . , dimensi kualitas produk adalah sebagai berikut: Kinerja (Performanc. berkaitan dengan aspek fungsional dari barang itu dan merupakan dipertimbangkan konsumen ketika membeli suatu barang. Tampilan (Feature. ciri-ciri keistimewaan karakteristik sekunder . atau pelengkap dari kinerja. Kesesuaian (Conformanc. berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. Daya tahan (Durabilit. berkaitan erat dengan daya tahan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Keindahan (Aesthetic. daya tarik produk terhadap panca indera. Kualitas yang dipersepsikan (Perceived qualit. citra dan reputasi perusahaan terhadapnya. Lokasi Usaha JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Menurut Kotler & Keller . mengartikan lokasi sebagai sarana aktivitas perusahaan agar produk ataupun jasa mudah didapatkan konsumen sasarannya. Menurut Basu Swastha . Lokasi adalah tempat dimana suatu usaha atau aktivitas usaha dilakukan. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan. Dimensi dan Indikator Lokasi Usaha Dimensi dari variabel lokasi usaha menurut Fandy Tjiptono . dalam Wibawa et al. , n. adalah sebagai berikut: Keterjangauan lokasi Indikatornya, lokasi yang sering dilalui atau mudah dijangkau sarana Kelancaran menuju akses Indikatornya, banyak transportasi dan banyak akses jalan. Kedekatan Lokasi Indikatornya, dekat dengan perumahan penduduk dan dekat dengan fasilitas publik. Vasibilitas Indikatornya, lokasi mudah dilihat dan mudah ditemukan. Tempat parkir yang luas Indikatornya, tempat parkir yang aman dan nyaman. Keberhasilan Usaha Menurut Noor . keberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan dari sebuah bisnis dalam mencapai tujuannya, keberhasilan usaha adalah tujuan utama dari sebuah perusahaan atau bisnis yang segala aktifitas didalamnya ditunjukkan untuk mencapai suatu keberhasilan atau Dalam pengertian umum, menunjukkan suatu keadaan yang lebih baik atau unggul dari masa sebelumnya. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Menurut Hutagalung . , sukses tidak terjadi secara kebetulan. Secara instan dan tidak pula turun tibatiba dari langit. Sukses adalah buah dari proses sistematis, perjalanan panjang dan kerja keras. Sukses selalu diukur dengan uang, harta, jabatan, keluarga, ketenaran nama. Sukses besar berarti akumulasi dari semuanya. Dimensi dan Indikator Keberhasilan Usaha Wirausahawan yang sukses menurut Timmons dan McClelland . yang dimuat dalam (Lydianingtias et al. , 2. memiliki karakteristik sebagai Commitment and Determination . omitmen dan tekad yang kua. Memiliki komitmen dan tekat yang kuat untuk meluapkan semua perhatian terhadap usaha. Sikap yang setengah kemungkinan untuk gagal dalam Desire for responsibility . anggung Memiliki rasa tanggung jawab dalam mengendalikan sumber daya yang berwirausaha, oleh karena itu wirausaha akan mawas diri secara Opportunity obsession . bsesi untuk mencari peluan. Berambisi untuk mencari peluang, keberhasilan untuk mencapai tujuan. Pencapaian tujuan terjadi apabila terdapat peluang. Tolerance for risk, ambiguity, and uncertainty . oleransi terhadap resiko dan ketidakpastia. Wirausaha harus belajar mengelola resiko dengan cara mentransfernya ke pihal lain seperti bank, investor, konsumen, pemasok dan lain-lain. Wirausaha yang berhasil memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda dan ketidakpastian. Self confidence . ercaya dir. Wirausaha cenderung optimis dan memiliki keyakinan yang kuat https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA terhadap kemampuan yang dimiliki untuk berhasil. Creativity and flexibility . reatif dan Berdaya cipta dan luwes, salah satu kunci penting adalah kemampuan Desire for immediate feedback . elalu menginginkan umpan bali. Selalu memerlukan umpan balik dengan segera. Wirausaha selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang telah dikerjakannya. High level of energy . emiliki tingkat energi yang tingg. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan orang, sehingga ia lebih suka bekerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. Motivation to excel . orongan untuk selalu unggu. Wirausaha yang berhasil selalu ingin lebih unggul dan berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukan dengan melebihi standar yang ada. Motivasi ini muncul dari dalam diri . dan jarang dari eksternal. Orientation to the future . rientasi ke masa depa. Untuk tumbuh dan berkembang, wirausaha berpandang jauh ke masa depan yang lebih baik. Willingness to learn form failure . elalu belajar dari kegagala. Wirausaha yang berhasil tidak penah memfokuskan pada keberhasilan. Leadership ability . emampuan dalam Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan serta memilliki taktik mediator dan negoisator dari pada diktator. Kerangka Pemikiran JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Modal Usaha (X. Kualitas Produk (X. Keberhasilan Usaha UMKM (Y) kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, . mempengaruhi variabel yang lain . Populasi dan sampel Lokasi Usaha (X. Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka peneliti membuat hipotesis untuk memberikan arahan dan bimbingan dalam melakukan penelitian. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Hipotesis 1 H1: Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara Modal Usaha Terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Hipotesis 2 H2: Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara Kualitas Produk Terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum Di Kecamatan Pondok Gede. Hipotesis 3 H3: Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara Lokasi Usaha Terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum Di Kecamatan Pondok Gede. Hipotesis 4 H4: Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara Modal Usaha,Kualitas Produk dan Lokasi Usaha Terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Di Kecamatan Pondok Gede. METODOLOGI Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal dengan teknik kuantitatif. Menurut Sugiyono . , penelitian asosiatif kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Hubungan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede,Kota Bekasi berjumlah 60 dengan sampel pada penelitian ini berjumlah 60. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teknik probability Peneliti menggunakan teknik untuk menentukan sampel yaitu teknik Sampel Jenuh. Setiap butir pertanyaan memiliki empat variabel yang diteliti yaitu Modal Usaha (X. Kualitas Produk (X. Lokasi Usaha (X. , dan Keberhasilan Usaha (Y) dengan menggunakan skala likert yang terdiri dari 5 pilihan untuk setiap pertanyaan yang ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN PENELITIAN Gambaran Objek Penelitian Pondok gede adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi. Provinsi Jawa Barat. Indonesia. Awalnya Pondok gede terluas di Kabupaten Bekasi sebelum masuk ke dalam wilayah Kota Bekasi. Mencakup yang sekarang terpecah menjadi Kecamatan Jatiasih. Jatisampurna dan Pondok Melati. Pondok merupakan kawasan perbatasan antara DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Pondokgede secara historis adalah salah satu gabungan dari wilayah Pondok Melati. Jatiwaringin. Jatiasih. Jatimakmur. Jatibening. Jaticempaka, dan Jatisampurna. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Didaerah Pondok Gede terkenal dengan jajanan atau makanan yang digemari oleh banyak kalangan salah satunya adalah Dimsum, dimsum merupakan jajan khas asal tiongkok yang sangat enak. Selain memiliki rasa yang khas, dimsum bisa dinikmati dengan berbagai macam cara salah satunya dengan sambil meminum teh atau kopi. Karakteristik Responden Hasil Penelitian Kepemilikan usaha, diketahui bahwa terdapat 22 responden usaha milik sendiri, kemudian terdapat 17 responden merupakan usaha bersama dan 21 responden merupakan usaha keluarga. Berdasarkan Usia, diketahui bahwa terdapat 12 responden responden berusia 35-45 tahun, kemudian terdapat 27 responden berusia 23-35 tahun dan 21 responden berusia >45 tahun. https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Tabel 1. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Berganda Analisis Regresi Berganda Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin - Square Estimate Watson Berdasarkan hasil tabel dapat diketahui bahwa nilai korelasi antara Modal Usaha. Kualitas Produk dan Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha adalah 0,900 yang berarti Modal Usaha. Kualitas Produk dan Lokasi Usaha mempunyai hubungan yang positif dan sangat kuat. Analisis Koefisien Determinasi Tabel 2. Determinasi Hasil Analisi Koefisien Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin - Square Estimate Watson Predictors: (Constan. TotalX3. TotalX1. TotalX2 Berdasarkan Pendidikan Terakhir, diketahui bahwa 11 responden berpendidikan SD, kemudian terdapat 15 responden berpendidikan SMP, kemudian 13 responden berpendidikan SMA/SMK dan 21 responden dengan latar pendidikan Sarjana. Skala usaha, diketahui bahwa terdapat 17 responden dengan skala usaha kecil, kemudian terdapat 25 responden dengan skala usaha menengah dan terdapat 18 responden dengan skala usaha Dependent Variable: TotalY Nilai Adjusted R Square pada tabel 4. sebesar 0,800 yang berarti variabilitas variabel independent sebesar 81% jadi model sangat baik. Sedangkan sisanya 19% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 3. Analisis Regresi Linier Lama usaha, diketahui bahwa terdapat 29 responden memiliki lama usaha 1-5 tahun, kemudian terdapat 17 responden memiliki lama usaha 5-10 tahun dan 14 responden memiliki lama usaha >10 tahun. Status lokasi usaha, diketahui bahwa terdapat 26 responden dengan status lokasi usaha milik sendiri dan 34 responden dengan status lokasi usaha Analisis Koefisien Korelasi Berganda . Nilai Conctant () bertanda negatif, artinya apabila Modal Usaha. Kualitas Produk dan Lokasi Usaha sama dengan nol . , maka tingkat Keberhasilan Usaha mengalami penurunan sebesar -0,672 JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA . Koefisien regresi berganda Modal Usaha sebesar 0,142 menyatakan setiap kenaikan Modal Usaha 1 . nilai, maka Keberhasilan Usaha naik sebesar 0,142. Koefisien yang positif berarti mempunyai pengaruh positif antara Modal Usaha terhadap Keberhasilan Usaha, semakin besar Modal Usaha maka Keberhasilan Usaha semakin naik. Koefisien regresi berganda Kualitas Produk sebesar 0,158 menyatakan setiap kenaikan Kualitas Produk 1 . nilai, maka Keberhasilan Usaha naik sebesar 0,158. Koefisien yang positif berarti mempunyai pengaruh positif antara Kualitas Produk terhadap Keberhasilan Usaha. 0,05, maka dapat dikatakan Ho2 ditolak dan Ha2 diterima, artinya Kualitas Produk signifikansi terhadap Keberhasilan Usaha. Lokasi Usaha (X. Berdasarkan tabel 4. 44, dapat ketahui thitung 9,402> ttabel 2,003 dan tingkat sig 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan Ho3 ditolak dan Ha3 diterima, artinya Lokasi Usaha signifikansi terhadap Keberhasilan Usaha. Uji Statistik F (Anova Tes. Tabel 5. Uji Statistik F Uji F . Koefisien regresi berganda Lokasi Usaha sebesar 0,795 menyatakan setiap kenaikan Lokasi Usaha 1 . nilai, maka Keberhasilan Usaha naik sebesar 0,795. Koefisien yang positif berarti mempunyai pengaruh positif antara Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha, meningkat Lokasi Usaha maka Keberhasilan Usaha juga semakin Uji Statistik T ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Mean Square Sig. Dependent Variable: TotalY Predictors: (Constan. TotalX3. TotalX1. TotalX2 Sumber: Output SPSS ver. Dengan tingkat signifikansi 5% dan df . = 3: 60-3 = 57 sehingga diperoleh ftabel sebesar 2,77. diperoleh fhitung sebesar 2,77, maka 79,593 > 2,77 membuktikan bahwa ada pengaruh yang secara bersama-sama atau simultan dari Modal Usaha. Kualitas Produk, dan Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. KESIMPULAN Modal Usaha (X. Berdasarkan tabel 44, dapat ketahui thitung 2,630 > ttabel 2,003 dan tingkat sig 0,040 < 0,05, maka dapat dikatakan Ho1 ditolak dan Ha1 diterima, artinya Modal Usaha berpengaruh signifikansi terhadap Keberhasilan Usaha. Kualitas Produk (X. Berdasarkan 44, dapat ketahui thitung 2,994 > ttabel 2,003 dan tingkat sig 0,044 < JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Hipotesis 1 Terbukti terdapat pengaruh secara positif dan signifikansi dengan tingkat hubungannya rendah antara Modal Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. Hipotesis 2 Terbukti Terdapat pengaruh secara positif dan signifikansi dengan tingkat hubungannya rendah antara Kualitas Produk dan keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Hipotesis 3 Terbukti terdapat pengaruh secara positif dan signifikansi dengan tingkat hubungannya rendah antara Lokasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha UMKM Dimsum di Kecamatan Pondok Gede. DAFTAR PUSTAKA Hipotesis 4 Terbukti bahwa variabel Modal Usaha. Kualitas Produk, dan Lokasi Usaha secara simultan berpengaruh positif dan signifikansi dengan tingkat hubungannya rendah. Dharmawati. Kewirausahaan. PT RajaGrafindo Persada. SARAN